Selasa, 03 Maret 2026

 


Film Senin Harga Naik Jadi Kado Spesial Lebaran! Mengajak Temukan Arti Keluarga yang Seutuhnya Menghangatkan Hati di Momen Bermaafan


Film Senin Harga Naik tayang Lebaran 2026 di bioskop Indonesia


Jakarta, 3 Maret 2026 - Setelah Lebaran 2025 sukses dengan drama romansa Komang yang mencetak blockbuster dengan 3.002.303 penonton, rumah produksi Starvision yang tahun ini memasuki perjalanan 31 tahun berkarya, berkolaborasi bersama Legacy Pictures menghadirkan film drama terbaiknya untuk merayakan Lebaran yang akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, Senin Harga Naik. Sebuah film tentang anak dan Ibu yang punya definisi masing-masing tentang bahagia, dalam sebuah rumah dan toko roti yang menjadi warisan keluarga. Film ini akan menghangatkan hati dan mengingatkan lagi tentang pentingnya keluarga di Lebaran kali ini.


Senin Harga Naik dibintangi Nadya Arina, Meriam Bellina, Andri Mashadi, Nayla Purnama, Givina, Adam Xavier, Brandon Salim, Nungki Kusumastuti, Hamish Daud, Aci Resti, Arif Alfiansyah, Razan Zu, Rianti Cartwright, Restu Sinaga, Annisa Hertami, Dayu Wijanto, Reynavenzka, Hifdzi Khoir, Devy Anastasia, Lolox, Inyok, Violeta Ekanjani, Chika Waode, Maryam Lin, Jordan Omar, Mikhaila Zeline, Ashraf Dirgham, dan lain-lain..


Film ini mengikuti perjalanan Mutia (Nadya Arina) yang pergi dari rumah untuk menentukan jalan hidupnya sendiri, tapi justru harus kembali ke rumah, karena kariernya bergantung dari rumah dan toko roti legendaris milik sang Ibu. Mutia yang berkarier di sebuah perusahaan properti ditugaskan untuk melobi pemilik toko roti Mercusuar, Ibunya, Retno (Meriam Bellina), agar bersedia digusur/dijual. Di momen-momen itulah kelokan emosi terjadi dan menguras air mata.


Diproduseri oleh Chand Parwez Servia, dengan sutradara Dinna Jasanti dari naskah yang ditulis oleh Rino Sarjono, film Senin Harga Naik menjadi sebuah sajian film Lebaran tahun ini yang akan mengajak penonton untuk menemukan arti keluarga yang seutuhnya, dan maaf bukan hanya dari anak-anak ke orang tuanya tetapi juga sebaliknya.


"Waktu terkadang membuat momen berlebaran bersama keluarga pun menjadi sesuatu yang sangat langka dan istimewa. Di era yang semakin hari semakin sulit kita bersama dan berdekatan, sangat penting menemukan trigger untuk bisa bicara dan saling mendekatkan diri lagi dengan keluarga. Lebaran adalah momen yang sangat penting untuk hadirkan film terbaik. Momen dimana kita berkumpul kembali dengan keluarga, dan semoga film Senin Harga Naik bisa menghangatkan hati untuk mau saling memaafkan," ujar produser Chand Parwez Servia.


"Lebaran sebagai momen kebersamaan yang sakral, dan selalu dirayakan dengan berkumpul barengan sekeluarga sejak kecil hingga kuliah, akhirnya karena tanggung jawab pekerjaan membuat kesempatan bermaafan secara langsung semakin sulit dan dirindukan. Melalui film ini saya ingin mengajak Lebaran 2026 kita bisa menemukan kembali nilai-nilai yang membuat keluarga sangat penting, dan ingin kita peluk," tambah Chand Parwez Servia


Bagi sutradara Dinna Jasanti, yang sebelumnya bekerja sama dengan Starvision dan Chand Parwez Servia lewat kisah hangat Dua Hati Biru, kisah di film Senin Harga Naik memiliki kedekatan personal dengannya.


Dinna Jasanti berharap, film Senin Harga Naik bisa menjadi kado spesial saat keluarga Indonesia merayakan Lebaran. "Ini film yang sangat hangat. Semoga menjadi kado spesial dari kami semua untuk penonton merayakan Lebaran, menjadi pelukan yang sangat hangat untuk kita semua."


Film Senin Harga Naik memiliki berbagai lapisan drama dari masing-masing karakternya. Mulai dari konflik anak perempuan dan Ibu, relasi mertua dan menantu perempuan, hingga keras kepalanya orang tua dan anak terhadap apa yang diyakininya.


Film Senin Harga Naik juga akan mengajak penonton ke sebuah interior toko roti ikonik, yang menjadi latar di film ini. Dinna dengan apik menampilkan latar toko roti tersebut sebagai sebuah tempat yang memiliki nilai sentimentil dan menggerakkan emosi tiap karakternya, dan menjadi motivasi drama yang dihadirkan.


Sementara bagi Nadya Arina, memerankan Mutia, sebagai anak yang berkonflik dengan Ibunya sendiri justru memberikan refleksi tentang cara berkomunikasi dengan orang tua.


"Semakin dewasa, ada perubahan cara berkomunikasi dengan orang tua. Sering sekali ada kesalahpahaman yang mungkin dianggapnya jadi berbeda sama orang tua. Film Senin Harga Naik itu ngajarin aku juga untuk memahami dan bisa lebih menyayangi keluarga," kata Nadya Arina.


"Semua adegan yang ada di film ini rasanya bakal bikin kita tertawa, menangis haru, dan ingin meminta maaf ke orang yang mungkin sudah lama berselisih paham, dan Lebaran jadi momen yang tepat untuk mengucapkan maaf, sama seperti yang dilakukan Mutia dan Ibunya di Senin Harga Naik," tambah Nadya. 

Meriam Bellina, yang memerankan Retno, Ibu tiga anak yang berseteru dengan anaknya, Mutia, dan kerap berselisih paham dengan menantunya, menjelaskan film ini menyadarkan tentang arti pentingnya kebersamaan dan kehadiran bersama orang tersayang.


"Biasanya di saat kehilangan kita baru merasa ya, 'Oh, ternyata kemarin-kemarin aku punya ini, aku punya itu. Di film Senin Harga Naik ini saya menjadi single mother yang hanya ingin memiliki kedekatan dengan anak-anaknya. Sementara anak-anaknya ingin berkembang dan melanjutkan hidup mereka. Jadi terkadang saya cukup keras dalam mendidik dan malah membuat mereka semakin menjauh. Tapi, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki semua, dan saya rasa menonton film Senin Harga Naik bersama keluarga di momen Lebaran bisa menjadi salah satu sarana untuk menemukan kembali kehangatan keluarga," ujar Meriam Bellina.


Tonton film Senin Harga Naik bersama seluruh keluarga di bioskop untuk merayakan Lebaran. Tayang mulai 18 Maret di Bioskop kesayangan kamu. Temukan kembali kehangatan keluarga! Ikuti perkembangan terbaru film Senin Harga Naik melalui akun Instagram @filmseninharganaik, @Starvisionplus, dan Tiktok @Starvision Official.


Sinopsis


Pertengkaran Mutia dengan Ibunya, Retno, membuatnya pergi dari rumah untuk membuktikan dirinya bisa sukses secara mandiri. Tiga tahun berlalu, promosi karir Mutia di perusahaan properti tersandung proyek penggusuran Mercusuar, toko roti legendaris milik Retno.


Tidak ada pilihan lain, Mutia kembali ke rumah, dan bekerja sama dengan kakak dan adiknya untuk melunakkan hati ibunya agar mau menjual Mercusuar.


Pemain & Tim Produksi

Nadya Arina : Mutia Soejono

Meriam Bellina : Retno Wulandari

Andri Mashadi : Amal Soejono

Nayla Purnama : Tasya Soejono

Givina : Taris

Adam Xavier : Alviero 6th

Brandon Salim : Nando Hidayat

Nungki Kusumastuti : Ida Ariati

Hamish Daud : Maruli Zubizarreta

Aci Resti : Rani

Arif Alfiansyah : Karmanto

Razan Zu : Patria Perkasa

Rianti Cartwright : Retno Muda

Restu Sinaga : Bimo

Annisa Hertami : Ida Muda

Dayu Wijanto : Irene Candrawati

Reynavenzka : Sabrina Hapsari

Hifdzi Khoir : Legal 1

Devy Anastasia : Vlogger

Lolox : Sales Cluster 1

Inyonk : Legal 2

Violeta Ekanjani : Legal 3

Chika Waode : Sales Cluster 2

Maryam Lin : Mutia Kecil

Jordan Omar : Amal Kecil

Mikhaila Zeline : Tasya Kecil

Ashraf Dirgham : Alviero 3th

Produksi : Starvision, Legacy Pictures

Produser : Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar

Sutradara : Dinna Jasanti

Produser Eksekutif : Reza Servia, Amrit Dido Servia , Raza Servia, Lisbeth Simarmata

Produser Lini : Sara Kessing

Penulis Skenario : Rino Sarjono

Pengarah Artistik : Okie Yoga Pratama

Penata Kamera : Amalia Ts, ICS

Penyunting Gambar : Hendra Adhi Susanto

Penata Suara : Aditya Trisnawan

Perekam Suara : Yusuf Patawari

Penata Musik : Hariopati Rinanto

Penata Warna : Chressandy Rorimpandey

Penata VFX & Grafis : In My Room

Nathasa Agnes

Penata Rias : Nathasa Agnes

Penata Busana : Angela Suri Nasution

Penata Peran : Arief Havidz, Erik Arifin

Perancang Poster : Alvin Hariz

Saat Kau Telah Mengerti - Virgoun

OST : 

Saat Kau Telah Mengerti - Virgoun

Selaras - Kunto Aji & Nadin Amizah

Jika Nanti - Raissa Anggiani

3 Komika Diteror Pocong! Trailer & Poster Warung Pocong Resmi Dirilis,



Tayang 9 April di Bioskop

Jakarta, 3 Maret 2026 – Entelekey Media Indonesia bersama Tiger Pictures resmi merilis official trailer dan poster film komedi-horor Warung Pocong, yang akan tayangdi seluruh bioskop Indonesia mulai 9 April.

Disutradarai oleh Bendolt, Warung Pocong menawarkan cerita tentang teror pocong yang mencekam dibalut komedi segar dari tiga komika ternama.

Warung Pocong dibintangi oleh Fajar Nugra, Sadana Agung, dan Randhika Djamil sebagai tiga pemuda Jakarta yang hidupnya sedang di ujung tanduk karena masalah ekonomi. Saat kesempatan kerja bergaji besar datang dari sebuah desa terpencil,mereka menerimanya tanpa banyak pertimbangan. Namun sesampainya disana, yang mereka temukan bukan sekadar pekerjaan, melainkan teror pocong yang tak terduga.

Official trailer yang dirilis menampilkan latar belakang tiga karakter utama, bagaimana tekanan hidup dan himpitan ekonomi mendorong mereka mengambil keputusan yang nekat. Nuansa komedi terasa kuat lewat interaksi spontan dan celetukan khas para komika, namun perlahan berubah menjadi atmosfer mencekam ketika teror pocong mulai menghantui.

Fajar Nugra mengungkapkan bahwa ia merasa karakter yang diperankannya sangat dekat dengan realita msyarakat saat ini.

“Karakter saya itu orang biasa yang lagi kepepet banget secara ekonomi. Menurut saya itu relatable, karena banyak yang pernah ada di posisi bingung dan terdesak. Bedanya,kalau di film ini, salah ambil keputusan malah berujung ketemu pocong,” ujarnya.

Official Poster Film Warung Pocong


“Tapi justru dari situ serunya, karena kami menghadapi ketakutan dengan cara masing-masing. Ada panik, ada sotoy, ada yang pura-pura berani.” tambah Fajar.

Tak hanya itu, film ini juga menghadirkan sisi berbeda dari Shareefa Daanish dan Arla Ailani yang selama ini identik dengan peran serius dalam film horor. Kali ini, keduanya harus bermain dalam ritme komedi dan beradu adegan dengan para komika.

Deretan pemain lainnya seperti Teuku Rifnu Wikana, Kiki Narendra, dan Whani Darmawan turut memperkuat film ini.

Sutradara Bendolt menyebut Warung Pocong sebagai tontonan yang bisa dinikmati berbagai kalangan. "Kami ingin membuat film horor yang tetap punya rasa seram, tapi ringan dan menghibur. Jadi penonton bisa tegang, tapi juga tertawa. Ini cocok untuk yang suka horor tapi tidak ingin pulang dengan perasaan terlalu berat.” jelas Bendolt.

Sementara itu, Patricia Gunadi selaku Direktur Entelekey Media Indonesia menyampaikan bahwa film ini menjadi langkah penting bagi rumah produksi tersebut.

“Sebagai film kedua kami, Warung Pocong menjadi langkah penting dalam perjalanan Entelekey Media Indonesia membangun katalog karya yang berkelanjutan. Film in iadalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan cerita yang dekat dan relevan dengan penonton Indonesia. Kedepannya, Entelekey Media Indonesia akan terus membuka ruang kolaborasi dengan filmmaker dan talenta potensial, serta menghadirkan karya-karya dengan konsep segar sekaligus memperkuat ekosistem kreatif yang kami bangun.” tutur Patricia.

Dengan premis yang relatable, komedi yang organik, serta teror pocong yang mengagetkan, Warung Pocong siap menjadi pilihan tontonan seru di bioskop mulai 9 April.



***


SINOPSIS

Tiga pemuda Jakarta: Kartono (Fajar Nugra), Agus (Sadana Agung), dan Makmur

(Randhika Djamil), terjebak dalam masalah keuangan masing-masing, mulai dari utang,

penipuan, hingga investasi bodong. Ketika seorang pria tua bernama Kusno (Whani

Darmawan) menawarkan mereka kerja sebagai penjaga warung dengan gaji fantastis

50 juta per bulan, mereka pun menerimanya dan langsung dibawa ke desa terpencil

bernama Lali Jiwo. Namun keanehan mulai terjadi saat mereka mengalami teror gaib

dari sosok pocong

  Film Senin Harga Naik Jadi Kado Spesial Lebaran! Mengajak Temukan Arti Keluarga yang Seutuhnya Menghangatkan Hati di Momen Bermaafan Film ...