Jakarta, 17 Agustus 2026 — Film persembahan Tuta Films, Hasut merilis official first look yang menampilkan jajaran bintang pemeran film ini Rachel Amanda, Karina Salim, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Keempatnya tampil dengan berbagai ekspresi yang berbeda, namun tampak menyimpan sebuah misteri yang mengundang penasaran.
Hasut merupakan film horor misteri yang ditulis dan disutradarai oleh Ilya Sigma. Film ini mengikuti empat orang yang masuk ke hutan untuk proses pemulihan, lalu mulai saling mencurigai setelah suara-suara aneh membuat mereka tidak lagi yakin siapa yang bisa dipercaya.
"Film Hasut menghadirkan horor misteri yang bermain dengan rasa curiga. Melalui empat karakter yang diperankan oleh Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova, penonton akan diajak menebak siapa yang bisa dipercaya, siapa yang berbohong, dan siapa yang sebenarnya sedang menghasut. Di film ini, hutan menjadi ruang di mana rasa takut, luka, dan suara-suara yang mereka dengar mulai sulit dibedakan," ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma.
Hasut akan menjadi debut penyutradaraan film panjang Ilya Sigma. Ia sebelumnya lebih banyak menulis skenario berbagai film dan memproduseri film-film produksi Tuta Films.
Pertama kali diperkenalkan di JAFF Market tahun lalu, film Hasut akan tayang di bioskop Indonesia tahun ini. Film ini juga menandai kembalinya Kariina Salim sebagai pemeran utama. Hasut juga menjadi pertama kalinya keempat pemeran bermain dalam judul yang sama.
"Buat aku, film Hasut punya konsep yang unik. Penonton nanti seperti diajak menebak sampai akhir tentang kebenaran cerita di filimnya, dan siapa impostor-nya," ujar Rachel Amanda.
Diproduksi oleh Tuta Films, Hasut diproduseri oleh Putrama Tuta dan Siera Tamihardja. Film Hasut akan tayang di bioskop Indonesia pada tahun ini. Ikuti informasi terbaru tentang film Hasut melalui akun Instagram resmi @filmhasut dan @tutafilms.
Jakarta, 18 Agustus 2026 - Bagaimana jika seseorang yang pernah kamu sakiti tidak pernah benar-benar melupakanmu? Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu lapisan teror dalam PAKET SANTET, film horor terbaru produksi BASE Entertainment garapan sutradara Dinna Jasanti. Memadukan santet, misteri, gore, dan teror yang dekat dengan keseharian, film ini membawa penonton menelusuri sebuah dendam dari masa lalu yang akan menghantui dan mengancam nyawa.
PAKET SANTET mengikuti kisah Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri), tujuh mahasiswa yang menjadi sasaran santet melalui paket yang sengaja dikirim kepada mereka. Ketika teror mulai merenggut nyawa, satu per satu dari mereka menyadari bahwa apa yang terjadi bukanlah kebetulan. Ada seseorang yang sengaja memilih mereka sebagai korban dengan alasan yang berakar pada kejadian di masa lalu.
Di balik teror tersebut, PAKET SANTET membawa tema tentang luka yang tidak pernah benar-benar selesai. Sesuatu yang bagi seseorang mungkin hanya dianggap candaan, kesalahan kecil, atau peristiwa yang sudah dilupakan, ternyata bisa meninggalkan luka panjang bagi orang lain. Ketika luka itu berubah menjadi dendam, masa lalu akhirnya kembali menuntut balasan.
Ditulis oleh Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo, PAKET SANTET diproduseri oleh Shanty Harmayn bersama Aoura Lovenson Chandra dan Tanya Yuson.
"PAKET SANTET berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian. Dari tindakan sederhana seperti menerima sebuah paket kemudian membawa kita ke pertanyaan yang lebih jauh, bagaimana jika orang yang pernah kita sakiti ternyata tidak pernah melupakan apa yang terjadi? Di BASE Entertainment, kami ingin membuat horor yang bukan hanya memberikan ketakutan, tetapi punya angle lain yang juga membuat penonton berpikir tentang konsekuensi dari perilaku kita terhadap orang lain," ujar Shanty Harmayn, Produser.
Fatih Unru, pemeran Deva, menilai kekuatan film ini justru terletak pada seberapa dekat konfliknya dengan kehidupan nyata.
"PAKET SANTET membuat saya berpikir ulang tentang hal-hal kecil dalam pertemanan yang sering kita anggap sudah selesai. Candaan, sikap, atau momen yang mungkin bagi kita sudah dilupakan, ternyata bisa menjadi luka bagi orang lain. Berperan sebagai Deva membuat saya sadar bahwa perundungan tidak selalu datang dalam bentuk besar dan terlihat. Kadang justru hal kecil yang kita anggap sepele bisa meninggalkan luka paling lama," ujar Fatih.
Lewat perpaduan teror santet, misteri, gore, dan konflik yang dekat dengan kehidupan anak muda, PAKET SANTET mengajak penonton melihat bahwa sesuatu yang dianggap sudah berlalu belum tentu benar-benar selesai. Karena terkadang, yang paling berbahaya bukan apa yang kita lakukan, melainkan apa yang orang lain ingat dari perbuatan kita.
PAKET SANTET tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026.
TENTANG BASE ENTERTAINMENT
BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina's Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.
Film komedi arahan Fajar Nugros ini memperlihatkan Jonas Prakoso, calon gubernur yang harus menghadapi kutukan yang membuatnya tak bisa lagi berbohong.
Jakarta, 13 Agustus 2026 — Cahaya Pictures resmi merilis foto-foto first look BAPAK
PALING JUJUR, sekaligus mengumumkan tanggal tayang film komedi terbaru arahan
sutradara Fajar Nugros tersebut. Dibintangi Andovi da Lopez sebagai pemeran utama, BAPAK PALING JUJUR akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.
Diadaptasi dari film Korea Selatan Honest Candidate, BAPAK PALING JUJUR mengikuti kisah Jonas Prakoso, seorang calon gubernur yang tengah menjalani kampanye dan berusaha membangun citra sebagai sosok pemimpin yang ideal. Namun, sebuah kutukan membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong. Apa pun yang ada di kepalanya kini bisa keluar begitu saja termasuk hal-hal yang seharusnya tidak pernah diucapkan oleh seorang calon pemimpin.
Empat foto first look yang dirilis memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Jonas selama
menjalani kampanye. Mulai dari berpidato di tengah warga, turun langsung membawa karung beras, hingga menghadapi situasi-situasi absurd bersama orang-orang di sekelilingnya. Firstlook ini sekaligus memberi gambaran tentang pendekatan komedi BAPAK PALING JUJUR yang mempertemukan dunia politik, kehidupan sehari-hari, dan berbagai karakter dengan tingkah yang tidak terduga.
Selain Andovi da Lopez, first look juga menampilkan Claresta Taufan, Soleh Solihun, dan Benidictus Siregar dalam karakter mereka masing-masing. Keempatnya menjadi bagian dari ensemble cast yang akan membawa berbagai warna kehidupan dan situasi komedi ke dalam perjalanan Jonas sebagai calon gubernur.
BAPAK PALING JUJUR persembahan dari Cahaya Pictures yang diproduksi bersama Studio Antelope dan disutradarai oleh Fajar Nugros. Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesiapada 15 Oktober 2026.
Informasi terbaru mengenai BAPAK PALING JUJUR dapat diikuti melalui akun Instagram
Harusnya Horror tayang mulai 20 Agustus 2026 di bioskop Indonesia
Jakarta, 13 Agustus 2026 — Film debut penyutradaraan Reza "Arap" Oktovian persembahan Ess Jay Pictures, Harusnya Horror, menjadi persembahan manis nan emosional. Komedi-horor dengan kisah yang lucu dan absurd, namun tetap memiliki hati. Banyak dari penonton di film ini merasa sangat emosional di bagian akhir, dan menangis.
Perjalanan loyalitas persahabatan di film ini digambarkan ketika mereka melewati proses saling membantu, pengkhianatan, memaafkan, dan pengorbanan. Harusnya Horror juga menjadi film bergenre komedi-horor yang berbeda karena menghadirkan isu content creator, dengan satir creator economy yang mengejar konten viral demi cuan.
Film ini juga menjadi persembahan terakhir dari almarhumah Lula Lahfah, yang terasa sangat emosional saat penonton menyaksikan film ini. Bagi sutradara Reza Oktovian, Harusnya Horror juga menjadi kenangan terindah bersamanya dan seluruh member AAAClan.
"Setiap detiknya bersama Lula harusnya indah, kami berdua benar-benar menghargai setiap waktu bareng. Semua kru dan pemeran di film ini juga merasakan betapa besarnya dukungan dan kehadirannya selama produksi. Film Harusnya Horror menjadi memori terindah kami," ujar sutradara Reza Oktovian.
"Meski kemasannya komedi-horor dengan cerita yang absurd, tetapi saya ingin menyajikan tentang arti persahabatan, pengorbanan, dan pentingnya menghargai orang terdekat sebelum terlambat," tambah Reza.
Harusnya Horror menjadi debut akting layar lebar bagi seluruh member AAAClan: George Tierson (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong). Film ini juga turut didukung oleh penampilan Reynavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarno, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos (Cellos), dan menjadi penghormatan untuk almarhumah Lula Lahfah.
Diproduksi oleh Ess Jay Pictures, Harusnya Horror diproduseri oleh Sridhar Jetty, dengan ko-produser Jimmy L. Lalwani, dan produser eksekutif David S Suwarto.
"Sebagai sutradara, Reza memberikan treatment yang berbeda untuk kami. Dia memberikan kebebasan kreatif ke kami sebagai aktor untuk bisa mengeksplorasi karakter. Dibantu dengan acting coach dan proses development bersama, kami jadi bisa menampilkan sisi di luar Maraphon dan menjadi karakter baru yang belum pernah terlihat sebelumnya," ujar George Tierson (Jot) yang memerankan Kevin.
Sementara itu, produser Sridhar Jetty mengungkapkan Harusnya Horror menjadi persembahan terbaru dari Ess Jay Pictures yang merefleksikan situasi relevan di Indonesia saat ini.
"Meski genrenya komedi-horor, tetapi film ini punya makna yang relevan, tentang situasi creator economy, saat semuanya dijadikan konten, film ini ingin memberikan refleksi dan satir dalam bentuk komedi. Semoga penonton juga terhibur dan bisa merasakan kedekatan emosional yang dibangun dari ceritanya," ujar produser Sridhar Jetty.
Sebelumnya Harusnya Horror juga telah disambut antusias oleh penonton di berbagai kota, dengan ludesnya tiket ATS (Advance Ticket Sales) di kota-kota seperti Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makasar, Samarinda dan Pontianak.
Tak hanya fans Maraphon dan AAAClan yang akan merasakan emosionalnya film Harusnya Horror, namun juga secara general penonton film Indonesia, karena di balik absurditasnya, ada emotional core yang kuat dari tema persahabatan, kehilangan, pengkhianatan, memaafkan, dan pengorbanan yang memberikan film ini memiliki "hati".
Harusnya Horror tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Ikuti perkembangannya melalui Instagram @harusnyathemovie dan @essjay.pictures.
TENTANG Ess Jay STUDIOS
Ess Jay Studios didirikan pada 1 Agustus 2022 oleh David Suwarto, Sridhar Jetty dan Jimmy Lalwani sebagai anak perusahaan dari SinemArt. Rumah produksi ini memiliki visi untuk menciptakan karya berkualitas tinggi yang mampu menginspirasi dan menghibur masyarakat.
Debutnya dengan sinetron Tajwid Cinta menandai langkah awalnya di industri hiburan. Sejak berdiri pada tahun 2022 hingga kini, Ess Jay Studios telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam industri hiburan Indonesia dengan memproduksi 13 judul sinetron dengan total lebih dari 1.750 episode. Berbagai tayangan produksi Ess Jay Studios berhasil meraih rating tinggi dan mendapatkan respons positif dari masyarakat Indonesia.
Mengawali perjalanan sinetron yang sukses, pada 2025, Ess Jay Studios melalui brand Ess Jay Pictures siap merambah layar lebar dengan memproduksi film-film menarik berjudul Tiba-tiba Setan dan Harusnya Horror, memperkuat posisinya sebagai perusahan kreatif yang akan terus berkembang.
Jakarta, 12 Agustus 2026 – Hawa romantis Kota Bandung secara resmi menyelimuti Ibu Kota. Verona Films sukses menggelar acara Gala Premiere untuk film drama romansa yang paling dinanti tahun ini, 'Dan Bandung', bertempat di Epicentrum XXI, Jakarta.
Malam puncak peluncuran ini dihadiri langsung oleh pimpinan produksi Titin Suryani (Produser), Bedy Kunady (Produser Eksekutif), sutradara Rudi Soedjarwo, serta jajaran ensemble cast lengkap: Shanna Shannon, Samo Rafael, Keisya Levronka, Theo Supple, Razan Zu, Paul Aro, Donny Damara, Tike Priatnakusumah, Jenny Zhang, Arswendy Bening Swara, De Boer William, Silvester Rangga, hingga Ade Habibie.
Kolaborasi Pidi Baiq & Rudi Soedjarwo Kuras Emosi Penonton
Diangkat dari karya novelis legendaris Pidi Baiq dan diarahkan oleh sutradara ikonik Rudi Soedjarwo (Ada Apa Dengan Cinta?), 'Dan Bandung' sukses membawa penonton Gala Premiere terhanyut dalam lika-liku kisah cinta Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon). Film ini memotret perjalanan dua anak muda dari latar belakang ekonomi dan budaya yang kontras, yang harus berjuang keras demi perasaan mereka di tengah romantisnya Kota Bandung.
Sutradara Rudi Soedjarwo mengungkapkan bahwa film ini memberikan kedalaman makna yang lebih dari sekadar romansa remaja biasa. "Di film ini, saya gak cuma mau membawakan romansa gemas-gemas yang sudah biasa kita temukan di film Indonesia. Saya ingin Dan Bandung menjadi refleksi perjuangan kita sebagai pasangan, sebagai keluarga, dan sebagai teman," ungkap Rudi Soedjarwo.
Produser Verona Films, Titin Suryani, turut menyampaikan rasa bangganya terhadap hasil akhir film ini. "Sejak awal saya yakin Mas Rudi adalah orang yang tepat untuk membawa Dan Bandung ke layar lebar. Setelah melihat hasil akhirnya, rasanya lega sekaligus bangga melihat film ini akhirnya menjadi bagian dari perjalanan Verona Films." ujar Titin Suryani.
Samo Rafael, sang pemeran Basil, berharap karakter yang ia mainkan bersama Shanna Shannon mampu mewakili perasaan banyak orang. "Aku ingin Basil dan Elma bisa menjadi representasi kita semua, yang selalu berusaha walaupun dunia berkata lain, semua demi cinta mereka," tutur Samo.
Menuju Kemeriahan 'Dan Bandung Day' pada 15 Agustus 2026
Tak berhenti di Gala Premiere Jakarta, perayaan film ini akan mencapai puncaknya melalui gelaran 'Dan Bandung Day' pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam momentum spesial tersebut, seluruh Kota Bandung akan merayakan film terbaru kolaborasi Pidi Baiq dan Rudi Soedjarwo ini.
Sebanyak 11 bioskop di Kota Bandung akan secara serentak menggelar penayangan spesial, yang kemudian ditutup dengan acara Gala Premiere Bandung di Ciwalk XXI.
Penawaran Spesial Promo Buy One Get One Free (BOGOF)
Film 'Dan Bandung' dipastikan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Sambut penayangannya dengan memanfaatkan Promo Buy One Get One Free (BOGOF) yang sudah dapat dibeli mulai 7 hingga 19 Agustus 2026 khusus untuk penayangan perdana tanggal 20 Agustus 2026 melalui aplikasi TIX.ID, MTIX, CGV, dan CINEPOLIS.
Untuk informasi terbaru dan keseruan di balik layar, kunjungi akun media sosial resmi di @filmdanbandung.
Jakarta, 11 Agustus 2026 - Hari ini film horor misteri Bisikan Desa Gringsing meluncurkan poster dan trailer resminya. Karya penulis dan sutradara Ivander Tedjasukmana ini adalah sebuah kolaborasi produksi dari Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Film Bisikan Desa Gringsing adalah film horor Indonesia pertama yang diproduksi dengan teknologi virtual production untuk memberikan pengalaman sinematik yang maksimal bagi penonton.
Official poster film Bisikan Desa Gringsing menampilkan dua wajah close up dari dua karakter utamanya, yaitu Hesti (Aghniny Haque) dan Fatimah (Fatmah Nahdi). Keduanya menampilkan ekspresi yang kontras, Hesti dengan sorot mata yang penuh kengerian, sementara Fatimah dengan ekspresi yang dingin dan jika dilihat dari jarak dekat, di matanya terlihat sosok-sosok warga Desa Gringsing. Keduanya menyiratkan misteri dan rahasia yang terselubung di Desa Gringsing.
Official trailer merupakan pengembangan dari video teaser yang telah dipublikasikan pada Juli lalu. Di kesempatan ini, cerita Bisikan Desa Gringsing mulai tersajikan. Dari Hesti yang mencari ayahnya yang hilang ke Desa Gringsing, sosok arwah Fatimah yang mengurung warga desa dan membunuh semua yang mencoba keluar dari desa, sampai kehadiran tokoh-tokoh lain yang menyimpan rahasianya masing-masing. Ada Gagan (Surya Saputra), Melati (Hesti Putri), Sukri (Kiki Narendra), Rudi (Iskak Khivano), dan masih banyak lagi. Potongan lagu karya Kunto Aji berjudul “Perjalanan Menawar Racun” kembali terdengar di official trailer ini, setelah muncul sebelumnya dalam video teaser yang lalu. Trailer ditutup dengan ucapan dari Melati, “tidak akan ada dendam yang tak terbalaskan.”
“Melalui official trailer ini, kami mengajak penonton untuk masuk ke dunia Bisikan Desa Gringsing yang penuh dengan misteri. Penonton akan mengenali karakter-karakter di Desa Gringsing yang masing-masing menyimpan potongan cerita dan misteri yang mengikat seluruh warga Desa Gringsing. Lagu 'Perjalanan Menawar Racun' dari Kunto Aji, yang menjadi soundtrack film ini, kami hadirkan lagi di sini untuk memperkuat atmosfer emosional dan nuansa misteri dari Bisikan Desa Gringsing,” tutur Manoj Samtani, produser Mandela Pictures.
“Ketika Manoj dan Lavesh pertama kali menceritakan kisah ini kepada saya, saya tahu bahwa kami harus menjadi bagian dari project ini. Aghniny dan Fatmah menghadirkan sesuatu yang luar biasa dalam memerankan Hesti dan Fatimah, mereka memberikan penampilan yang akan terus membekas bahkan setelah credit title berakhir. Di OMG, kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan para storyteller Indonesia, membawa visi-visi ambisius seperti ini kepada penonton di seluruh dunia,” ujar Nick GC Tan, Founder & CEO, Oceanus Media Global (OMG Studios).
Film Bisikan Desa Gringsing bercerita tentang HESTI (Aghniny Haque) yang mencari ayahnya yang hilang. Pencarian membawanya ke sebuah tempat bernama Desa Gringsing, sebuah desa di mana semua warganya tinggal dalam ketakutan karena teror arwah bernama FATIMAH (Fatmah Nahdi) yang mengurung mereka. Siapa saja yang berusaha keluar dari desa, akan mati. Sementara keberadaan ayah Hesti masih misteri, rahasia demi rahasia di Desa Gringsing mulai terungkap, yang ternyata berkaitan dengan trauma masa lalu yang dialami Hesti.
“Yang menarik buat saya dari Bisikan Desa Gringsing bukan hanya misteri tentang apa yang terjadi di desa itu, tapi juga rahasia yang disimpan oleh setiap karakternya. Karena satu rahasia membuka rahasia yang lain. Saya berharap penonton mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi di Desa Gringsing?” ujar penulis dan sutradara Ivander Tedjasukmana.
Bisikan Desa Gringsing dibintangi oleh Aghniny Haque, Fatmah Nahdi, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Iyang Darmawan, Akun Gege, Sweetajaloe, Nina Tamam, Mian Tiara, Nizar Umar, Azkya Mahira, Shaqueena Medina Lukman, dan Nazhira Rizka. Film Bisikan Desa Gringsing tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, dilanjutkan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Ikuti perkembangan Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun resmi media sosialnya.
INFORMASI FILM
KEY CREW
Director: Ivander Tedjasukmana
Screenplay: Ivander Tedjasukmana
Producers: Manoj K. Samtani, Deepak M. Samtani, Lachman G. Samtani, Nick GC Tan, Chan Pui Yin, Yogi Arifiandy
Director of Photography: Oki Prabowo
Art Director: Anam AD
Virtual Production Supervisor: Kelvin Koh
Virtual Production Technical Director: Shawn Ang
Virtual Art Directors: Tommy Tan, Mohamed Farhan
Music Director: Fajar Yuskemal
Editor: Yoga Krispratama
Sound Designer: Syaifullah Praditya, M.P.S.E
SUPPORTED BY
Infocomm Media Development Authority (IMDA) | Studios Film Office (SFO) | Ministry of Culture, Republic of Indonesia
Mandela Pictures adalah salah satu perusahaan produksi film dan pengelola kekayaan intelektual (intellectual property/IP) terkemuka di Indonesia, dengan warisan yang telah membentang selama puluhan tahun dalam industri perfilman nasional. Bersama perusahaan afiliasinya, 13 Entertainment, yang memiliki dan mengelola salah satu perpustakaan film swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 700 judul film Indonesia beserta hak eksploitasi global tanpa batas waktu (worldwide perpetuity rights), Mandela Pictures beroperasi di persimpangan antara pelestarian warisan IP dan pengembangan cerita-cerita kontemporer. Kegiatan perusahaan mencakup pengembangan cerita orisinal, produksi film panjang, distribusi film bioskop, hingga layanan pascaproduksi, dengan rekam jejak yang kuat dalam berbagai genre, mulai dari film bergenre, keluarga, hingga drama prestisius.
TENTANG OCEANUS MEDIA GLOBAL (OMG STUDIOS)
Oceanus Media Global (OMG Studios) adalah perusahaan MediaTech berbasis di Singapura yang mengoperasikan studio virtual production (VP) serta kapabilitas konten AIGC di kawasan Asia Tenggara. Studio virtual production milik OMG Studios berlokasi di Iskandar Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia - fasilitas yang didukung oleh Khazanah Nasional - sehingga memungkinkan terciptanya produksi virtual production berstandar dunia di kawasan ini. Deretan proyek ko-produksi internasional yang terus berkembang menjadi bagian dari misi perusahaan untuk menempatkan Asia Tenggara sebagai pusat global bagi generasi baru penceritaan kreatif.
Sumber: drh. Pujo Setio, M.Si., Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, dalam sesi keynote speech dalam acara Malam Penganugerahan The People’s Choice 202
Jakarta, 10 Agustus 2026 – Sektor properti memiliki peran strategis dalam memperkuat resiliensi ekonomi nasional karena memiliki keterkaitan dengan sekitar 183 subsektor industri pendukung. Hal ini disampaikan Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, drh. Pujo Setio, M.Si., dalam Malam Penganugerahan The People’s Choice 2026 by Golden Property Awards.
“Sektor properti memiliki efek berganda yang sangat luas terhadap perekonomian. Ekosistemnya melibatkan sekitar 183 subsektor, mulai dari industri semen, baja, keramik, kaca, hingga perbankan lewat pembiayaan KPR. Karena itu, penguatan sektor properti juga berarti memperkuat aktivitas ekonomi dan rantai pasok domestik,” ujar Pujo.
Besarnya dampak tersebut tercermin dari kontribusi sektor real estat dan konstruksi yang secara akumulatif mencapai sekitar 9%-14% PDB nasional serta kemampuannya menyerap jutaan tenaga kerja. Untuk menjaga daya beli dan mendorong permintaan, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai instrumen kebijakan, antara lain insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), LTV kredit properti hingga 100%, serta program FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kebijakan LTV hingga 100% untuk kredit/pembiayaan properti juga telah diperpanjang hingga 31 Desember 2026.
Menurut Pujo, penguatan sektor properti selanjutnya perlu diarahkan pada peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan optimalisasi rantai pasok domestik, sekaligus mendorong integrasi infrastruktur energi baru dalam pengembangan kawasan hunian modern. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem properti yang semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Pujo mengapresiasi The People’s Choice 2026 by Golden Property Awards yang diprakarsai oleh Rumah123 dan Indonesia Property Watch (IPW). Tahun ini, penghargaan diberikan kepada 55 pemenang dari 8 kategori utama, dengan partisipasi lebih dari 111 ribu unique vote dan total 427 ribu suara. Berbasis consumer choice, penghargaan ini menempatkan suara konsumen sebagai bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas, inovasi, dan daya saing industri properti Indonesia.
***
Tentang Rumah123
Rumah123 merupakan marketplace properti nomor satu di Indonesia yang menjadi bagian dari induk perusahaan 99 Group yang juga menaungi 99.co dan Singapore Real Estate Exchange (SRX). Sejak didirikan pada tahun 2007, Rumah123 berkomitmen membantu masyarakat Indonesia menemukan properti impiannya dengan mudah, dan memberikan solusi terbaik bagi pelaku bisnis properti, mulai dari investor, agen dan developer properti. Saat ini, Rumah123 dengan lebih dari 2 juta iklan properti, dan didukung puluhan ribu agen properti, developer, serta berbagai institusi keuangan dan perbankan melayani jutaan pencari properti setiap bulannya. Rumah123 juga menjadi satu tempat untuk semua urusan terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mulai dari simulasi KPR, cek kemampuan cicilan KPR, membantu proses pengajuan KPR ke berbagai bank pilihan pindah KPR, dan pindah KPR.
Tentang Indonesia Property Watch
Indonesia Property Watch adalah perusahaan konsultan properti yang telah dipercaya dan diakui independensi dan objektivitas serta ketajaman analisisnya di bidang pengembangan properti. Sebagai partner bagi para pelaku bisnis properti di Tanah Air untuk mengembangkan sebuah proyek mulai dari survei, riset, studi, konsultasi, dan advisory. Tidak hanya bagi para pengembang, namun juga memberikan masukan kepada pemerintah terhadap kebijakan-kebijakan di sektor properti. Menjadi partner diskusi bagi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Keuangan, dan lainnya. Indonesia Property Watch juga dipercaya sebagai konsultan riset properti di Bank Indonesia. Pemahaman pasar yang mendalam disertai dengan pengalaman menangani ratusan proyek properti memberikan kelebihan tersendiri yang menumbuhkan kepercayaan dunia bisnis properti di Tanah Air kepada Indonesia Property Watch.