Kamis, 18 Juni 2026

BrookFarm Almond Run 2026 Digelar 23 Agustus di GBK, Targetkan 5.000 Peserta di Tengah Tren Lari yang Terus Meningkat

 


​Menjawab meningkatnya tren lari di Indonesia, BrookFarm mendorong gaya hidup aktif yang didukung pilihan nutrisi yang lebih seimbang.

​Pendaftaran BrookFarm Almond Run 2026 telah dibuka, dengan kategori 5K dan 10K serta kuota peserta lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya.

​Selain pengalaman berlari, peserta akan mendapatkan official race jersey dan finisher medal berbentuk almond yang ikonik, serta menikmati berbagai aktivitas interaktif termasuk 360° Booth dan penampilan spesial dari grup musik RAN.

​[Foto: (ki-ka) Philip Chen, President Director PT Diamond Food Indonesia; Widianto Juwono, Chief Growth Officer PT Diamond Food Indonesia; Gatot Sudarsono, CEO Indonesia Muda Road Runner; dr. Maria Melisa, Director of Marketing & Trading PT Sukanda Djaya; dr. Ikhsanuddin Qoth'i, Dokter]

​Jakarta, 18 Juni 2026 - BrookFarm kembali menghadirkan BrookFarm Almond Run 2026 yang akan digelar pada 23 Agustus 2026 di Plaza Parkir Timur GBK, Senayan, Jakarta. Setelah mendapatkan antusiasme positif pada penyelenggaraan sebelumnya, ajang lari yang menggabungkan aktivitas fisik, dukungan nutrisi, dan semangat komunitas ini menargetkan lebih dari 5.000 peserta sebagai bagian dari upaya BrookFarm untuk mendorong gaya hidup aktif dan sehat di Indonesia.

​Mengusung kategori 5K dan 10K, BrookFarm Almond Run 2026 hadir sebagai ajang yang terbuka bagi semua kalangan, dari pelari pemula hingga berpengalaman, untuk berlari bersama, membangun koneksi, dan merayakan gaya hidup aktif dalam pengalaman komunitas yang inklusif.

Popularitas lari di Indonesia terus meningkat, menjadikannya tidak hanya sebagai aktivitas untuk menjaga kesehatan, tetapi juga bagian dari gaya hidup aktif yang semakin diminati masyarakat. Sebanyak 7 dari 10 masyarakat Indonesia tercatat menjadikan kegiatan lari dan aktivitas outdoor sebagai bagian dari keseharian mereka. Pertumbuhan ini turut mendorong berkembangnya komunitas lari, yang tercermin dari peningkatan jumlah klub lari hingga 3,5 kali lipat. Menjawab tren tersebut, BrookFarm Almond Run 2026 hadir sebagai wadah bagi masyarakat untuk bergerak, terhubung, dan merayakan semangat hidup aktif bersama.

​Philip Chen, President Director Diamond Food Indonesia, selaku produsen BrookFarm, menyatakan, “Kami melihat adanya pergeseran cara masyarakat memaknai olahraga lari. Aktivitas ini tidak lagi hanya berfokus pada kebugaran, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang mendorong koneksi sosial, kebiasaan positif, dan wellbeing secara menyeluruh. Di tengah tren tersebut, kami percaya bahwa gaya hidup aktif yang berkelanjutan perlu ditopang oleh dua hal yang berjalan beriringan: aktivitas fisik yang konsisten dan dukungan nutrisi yang mencukupi. Melalui BrookFarm Almond Run 2026, kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk memahami pentingnya keseimbangan tersebut sekaligus membangun kebiasaan hidup aktif yang dapat dijalani secara konsisten, inklusif, dan berkelanjutan.”

​Tren lari yang terus berkembang turut meningkatkan kebutuhan akan nutrisi yang mendukung energi dan pemulihan tubuh.

​Di antara berbagai pilihan plant-based milk seperti oat dan soy, almond menjadi salah satu yang banyak dipilih karena kandungan nutrisinya yang mendukung gaya hidup aktif. Almond merupakan sumber alami vitamin E dan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif, serta mengandung magnesium yang berperan dalam fungsi otot dan metabolisme energi. Kandungan nutrisi tersebut menjadikan almond pilihan yang relevan bagi masyarakat yang semakin memperhatikan keseimbangan antara aktivitas fisik dan asupan harian.

​Menjawab kebutuhan akan nutrisi yang mendukung gaya hidup aktif, BrookFarm menghadirkan BrookFarm Almond Milk yang dibuat dari almond California pilihan dan diperkaya berbagai nutrisi penting seperti Vitamin B12, Vitamin D, Vitamin E, kalsium, dan serat. Dengan kandungan rendah gula dan kalori serta profil nutrisi yang seimbang, produk ini dirancang sebagai pilihan praktis untuk mendukung aktivitas sehari-hari tanpa mengesampingkan kebutuhan nutrisi.

​Hadir dalam kemasan praktis 200 ml dan empat varian rasa yakni Original, Dark Chocolate, Matcha, dan Salted Caramel, BrookFarm Almond Milk menawarkan pilihan yang sesuai dengan beragam preferensi konsumen, membuktikan bahwa pilihan nutrisi yang lebih baik tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan pengalaman rasa.

​Berdasarkan data GoodStats (ragam olahraga terpopuler menurut publik RI) yang mengutip survei Populix (Tren olahraga di Indonesia).

​Berdasarkan insight dari Strava pada Year In Sport 2025.

​Berdasarkan data nutrisi almond dari Almond Board of California, Almond Nutrition Facts.

​“Di BrookFarm, pengembangan produk selalu berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Kami melihat bahwa masyarakat saat ini tidak hanya mencari produk yang dapat mendukung kebutuhan nutrisi sehari-hari, tetapi juga dapat dinikmati secara konsisten dalam keseharian. Karena itu, BrookFarm Almond Milk dikembangkan melalui proses riset dan pengembangan bersama para ahli nutrisi untuk menghadirkan keseimbangan antara kandungan nutrisi dan pengalaman menikmati produk yang menyenangkan. Kami percaya bahwa ketika nutrisi dan cita rasa dapat berjalan beriringan, gaya hidup sehat akan lebih mudah diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan,” tambah Philip.

​Sebagai bagian dari komitmen BrookFarm dalam mendukung gaya hidup aktif, BrookFarm Almond Run 2026 hadir untuk mempertemukan masyarakat melalui pengalaman yang memadukan olahraga, komunitas, dan edukasi mengenai pentingnya keseimbangan antara aktivitas fisik dan dukungan nutrisi.

​Selain pengalaman berlari, peserta juga akan mendapatkan official race jersey dan finisher medal ikonik berbentuk almond yang menjadi ciri khas BrookFarm Almond Run. Acara ini turut dimeriahkan dengan berbagai aktivitas interaktif, termasuk 360° Booth untuk memperkaya momen bersama komunitas dan sesama pelari, serta penampilan spesial dari grup musik RAN yang akan menambah semarak acara. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui https://brookfarmrun.com/.

Tentang PT Diamond Food Indonesia

​PT Diamond Food Indonesia Tbk adalah perusahaan makanan dan minuman terkemuka di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1974. Berawal sebagai produsen es krim, perusahaan ini berkembang menjadi penyedia berbagai kategori produk—mulai dari dairy, confectionery, daging & makanan laut, bakery, hingga grocery—baik yang diproduksi sendiri maupun berasal dari merek prinsipal internasional.

​Didukung oleh empat fasilitas produksi modern serta jaringan distribusi cold chain yang tersebar di 38 provinsi, PT Diamond Food Indonesia menjangkau konsumen melalui pasar modern, pasar tradisional, food service, ritel milik perusahaan, dan platform e-commerce.

​Salah satu produk unggulan yang diproduksi oleh Diamond adalah BrookFarm, yang dikenal dengan produk-produk dairy dan non-dairy seperti susu segar, susu almond, susu kedelai, es krim, dan whipping cream. Semua produk BrookFarm dirancang untuk memberikan kualitas terbaik dan kesegaran maksimal bagi konsumen Indonesia.

​Dengan komitmen terhadap inovasi, mutu, dan keberlanjutan, PT Diamond Food Indonesia terus berupaya memberikan produk terbaik dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Rabu, 17 Juni 2026

Gala Premiere Tanah Runtuh Tuai Sambutan Hangat Setelah Kemarin Banyak Perdebatan, Penonton Nilai Film Ini Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

 

Jakarta, 18 Juni 2026 — Menjelang penayangannya di bioskop seluruh Indonesia pada 25 Juni 2026, film Tanah Runtuh menggelar gala premiere yang dihadiri para pemain, media, tokoh publik, serta ratusan tamu undangan. Film ini berlatar konflik bernuansa agama yang pernah terjadi di Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah. Melalui kisah dua kakak beradik, Kai (Yoan) dan Ringgo (Ridho Khaliq), seorang anak dengan Down Syndrome, yang terpisah dari ibu mereka di tengah konflik. Dalam perjalanan mereka, keduanya bertemu Idham (Vino G. Bastian), seorang anggota polisi yang membantu mereka.

​Gala premiere ini berlangsung di tengah perbincangan publik yang beberapa hari terakhir ramai membahas representasi penyandang Down Syndrome dalam industri perfilman Indonesia. Sebelumnya, muncul berbagai pendapat di media sosial yang mempertanyakan apakah kehadiran karakter anak dengan Down Syndrome dalam sejumlah film, termasuk Tanah Runtuh. Perdebatan tersebut memunculkan beragam respons bahkan sebelum film ini resmi tayang. Sebagian pihak menilai karakter tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa penyandang Down Syndrome juga berhak memperoleh ruang representasi yang setara di dunia perfilman selama penggambarannya dilakukan secara bermartabat dan tidak bersifat eksploitatif.

​Lebih dari sekadar mengangkat kisah tentang konflik di Poso, Tanah Runtuh dinilai membawa pesan yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Bahwa film ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melewati berbagai perbedaan, dan bahwa persatuan, toleransi, serta kemanusiaan harus terus dijaga di tengah berbagai dinamika sosial yang terjadi. Film ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan Indonesia. Kita diingatkan bahwa kebencian tidak pernah menyelesaikan apa pun.

​Tanah Runtuh akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026.


Tentang Denny Siregar Production

Denny Siregar Production adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi film dengan visi menghasilkan karya-karya berkualitas yang berkontribusi pada kemajuan industri perfilman Indonesia. Melalui setiap produksinya, perusahaan berkomitmen menghadirkan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan dan pesan moral yang positif kepada masyarakat.


Rilis : 25 Juni 2026

Produksi : Denny Siregar Production

Executive Produser : Islah Bahrawi, Enden Kartawijaya

Produser : Denny Siregar

Sutradara : Rudi Soedjarwo

Casts : Vino G. Bastian, Sigi Wimala, Yoan, Ridho Khaliq, Kurnia Nizar, Umar Akbar, Jerry Likumahwa, Tubagus Ali, Royhan Hidayat, Jenda Munthe, Agnes Naomi Shivapriya, Tike Priatmakusumah, Gerald Yo, Runny Rudiyanti, Luna Allegra, dan Sari Koeswoyo

Bayu Skak Bawa Penyegaran lewat Komedi Sci-fi di Film Foufo, Saat Alien Membantu Ibu dari Keluarga Madura yang Ingin Naik Haji! Trailer Tampilkan Tretan Muslim Jadi Anak yang Berbakti Pada Ibu

 

​Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 17 Juni 2026 — Setelah sukses dengan genre horor komedi, sutradara Bayu Skak merilis film terbarunya bergenre komedi sci-fi berjudul Foufo, yang dipersembahkan oleh Skak Studios dan Sinemart. Menyambut penayangannya di bioskop pada 9 Juli 2026, film Foufo merilis official trailer dan poster yang menampilkan persahabatan dan kisah haru cinta seorang anak terhadap ibunya yang ingin naik haji.

​Film Foufo dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Jafar, Ade 'Bibier' Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, dan Hari Otong. Film ini diproduseri oleh Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan, dengan produser eksekutif David Suwarto.

​Official trailer film Foufo menampilkan perjalanan Muslim yang diperankan oleh Tretan Muslim, sebagai anak yang menjadi tulang punggung keluarga hidup sebagai pengepul besi bekas. Di tengah keterbatasan ekonomi, Muslim memiliki cita-cita untuk memberangkatkan ibunya, Saiqonah, naik haji ke Mekah. Namun, di tengah semuanya, datang alien dari planet asing yang mendarat ke Bumi dan mengubah jalan hidup keluarga Muslim.

​Situasi pun menjadi semakin rumit. Alien yang mereka panggil Foufo itu butuh pertolongan keluarga Muslim untuk bisa kembali ke kapal induknya. Di satu sisi, batas pelunasan keberangkatan haji semakin dekat dan mendesak, dan membawa film ini memiliki drama yang mengharukan dari trailernya. Bagiamna perjalanan persahabatan antara keluarga Madura dan alien? Apa yang akan dilakukan Muslim dan Foufo?

​Bayu Skak mengungkapkan ide tentang film Foufo berawal dari sebuah keinginan untuk keluar dari zona nyamannya. Selama ini, Bayu dikenal dengan signature sutradara komedi dan bahasa Jawanya. Namun, untuk pertama kalinya Bayu menggarap film berbahasa Madura.

​Kisah yang dibawa pun sangat universal, tentang cinta yang begitu besar dari seorang anak terhadap sang ibu.

​"Semua orang punya pengalaman dan perasaan bagaimana rasanya mencintai ibu kita masing-masing dan keinginan untuk membahagiakan orang yang kita paling sayangi di dunia ini, yaitu ibu. Perasaan itu yang ingin kami sajikan di film ini," ujar produser dan sutradara film Foufo Bayu Skak.

​Film Foufo sekaligus menandai debut Tretan Muslim sebagai pemeran utama di film layar lebar. Jika biasanya Tretan tampil sebagai karakter yang komedik, justru di film ini ia ditantang untuk menampilkan karakter yang serius.

​"Ini pertama kalinya saya menjadi pemeran utama, ditambah kalian akan melihat sisi lain yang belum pernah dilihat selama ini. Saya bangga identitas Madura ditampilkan dengan baik dan unik oleh Bayu di film Foufo ini," ungkap Tretan Muslim.

​Film Foufo membawa beberapa terobosan yang menjadi penyegaran di perfilman Indonesia. Di antaranya adalah film pertama berbahasa Madura, dengan hampir 80% pemeran adalah berdarah Madura dan non-aktor, serta berkolaborasi dengan studio animasi lokal asal Surabaya, Hompimpa, untuk secara khusus mendesain karakter alien.

​Dalam prosesnya, film Foufo juga melakukan open casting yang melibatkan partisipasi 2.500 peserta! Skala yang sangat besar dan menjadi bentuk keseriusan Skak Studios dan Sinemart dalam mencari talenta otentik Madura.

​Film ini juga menggandeng pengisi suara (dubber) legendaris Indonesia, Ade 'Bibier' yang sudah sangat dikenal suaranya oleh masyarakat Indonesia, untuk mengisi suara alien. Ia juga untuk pertama kalinya debut di layar lebar, dan secara khusus pertama kalinya melakukan live dubbing.

​"Ide tentang UFO yang crash landing di Madura sudah sangat lucu. Film ini membawa komedi dengan sentuhan sci-fi, namun juga ada kedalaman dramanya tentang cinta seorang anak yang ingin berbakti pada ibunya, sebuah perasaan yang rasanya sangat relate untuk kita semua. Sinemart percaya dengan mendukung penuh film Foufo sejak awal dikembangkan dan akhirnya siap tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia," ujar produser eksekutif David Suwarto.

​Film Foufo akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.

Tentang Skak Studios

​Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.

​Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.

Berikut Trailer nya 



Tentang Sinemart

​Sinemart, yang diambil dari 3 kata 'Sinema', 'Art', dan 'Mart', menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara 'seni' dan 'dagang' melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.

​Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Selasa, 16 Juni 2026

Badan Perfilman Indonesia dan Kementerian Ekonomi Kreatif Sepakat Perkuat Kolaborasi untuk Ekosistem Film Indonesia

Jakarta, 16 Juni 2026. Badan Perfilman Indonesia (BPI) melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif untuk membahas arah pengembangan industri film nasional dalam kerangka Rencana Induk Ekonomi Kreatif. Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih erat antara masyarakat film dan pemerintah.

Dalam pemaparannya, Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa film menjadi salah satu sektor prioritas dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif yang tertuang dalam Peraturan Presiden. Sektor film masuk dalam bidang Media, satu dari empat bidang kreatif utama bersama Budaya, Desain, serta Digital dan Teknologi. Target RPJMN 2025-2029 mencakup pertumbuhan PDB ekonomi kreatif, peningkatan ekspor, perluasan tenaga kerja, dan investasi, dengan fokus pada komersialisasi kekayaan intelektual (IP) agar produk film Indonesia berdaya saing global. Pemerintah menargetkan investasi sektor film mencapai Rp 2,15 triliun, dan tengah menyusun skema insentif khusus untuk subsektor Film, Game, dan Aplikasi.

Langkah ini sejalan dengan amanat Presiden untuk mengaktivasi 200 desa kreatif, menghidupkan creative hub di daerah, dan mendorong inisiatif "Creative by Indonesia".

Pemerataan industri kreatif ini membuka ruang tumbuh yang lebih luas bagi talenta film Indonesia, dari sineas di kota besar hingga komunitas film di daerah.

Beberapa agenda strategis yang dibahas bersama antara lain:

● Pengembangan SDM dan akses data. BPI mencatat masukan penting soal keterbukaan akses ke industri bagi mahasiswa dan talenta muda, termasuk kebutuhan sistem data terbuka untuk pembelajaran perfilman.

● Pemberantasan pembajakan. Pembajakan masih menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan industri, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 14,8 triliun pada 2024. BPI bersama pemerintah berkomitmen memperkuat gerakan anti-pembajakan secara menyeluruh, mulai dari inisiasi Anti-Piracy Task Force bersama Komdigi, DJKI, dan aparat penegak hukum, pemblokiran situs ilegal, hingga kampanye budaya menonton film secara legal kepada masyarakat luas.

● Perluasan akses layar. Saat ini baru sekitar separuh film yang lulus sensor berhasil tayang di bioskop. Wacana pembangunan layar bioskop lokal menjadi perhatian bersama agar lebih banyak film Indonesia bertemu dengan penontonnya.

"Tantangan industri film kita masih banyak, dan kami tidak menutup mata soal itu. Yang penting sekarang kita punya arah yang sama dengan pemerintah. BPI siap bekerja, bertahap, bersama seluruh masyarakat film, termasuk memperjuangkan kepastian hukum dan dukungan pendanaan yang stabil bagi kemajuan industri film Indonesia," ujar Fauzan Zidni, Ketua Umum BPI.

BPI memandang seluruh kesepakatan ini sebagai titik berangkat, bukan capaian akhir. BPI berterima kasih atas keterbukaan Kementerian Ekonomi Kreatif dan berkomitmen menjaga komunikasi yang berkelanjutan demi ekosistem film yang sehat, adil, dan berdaya saing. Sebagai tindak lanjut, BPI dan Kementerian Ekonomi Kreatif akan segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) kolaborasi beserta timeline eksekusi.

*****

Tentang Badan Perfilman Indonesia (BPI):

Berdiri pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009, Badan Perfilman Indonesia adalah lembaga swasta mandiri yang dibentuk masyarakat sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen perfilman Indonesia: dikukuhkan Presiden, difasilitasi Pemerintah. BPI memiliki tugas: memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mendorong kebijakan perfilman dan mempercepat PP Rencana Induk Perfilman Nasional dan PP Sanksi. Menyelenggarakan dan mengikuti festival film di dalam dan luar negeri. Mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing. Melakukan penelitian dan pengembangan perfilman. Memberikan penghargaan kepada insan perfilman. Memfasilitasi pendanaan pembuatan film bermutu tinggi.

––––––––––––––––

Minggu, 14 Juni 2026

Di Tengah Indonesia yang Semakin Berat, Tanah Runtuh Mengajak Kita Melihat Dunia dari Sudut Pandang Cinta Lewat Sosok Anak Down syndrome

 


​Di Tengah Indonesia yang Semakin Berat, Tanah Runtuh Mengajak Kita Melihat Dunia dari Sudut Pandang Cinta Lewat Sosok Anak Down syndrome

​Diperankan Ridho Khaliq, karakter anak dengan Down Syndrome dalam Tanah Runtuh menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang semakin rumit, manusia masih memiliki kemampuan untuk mencintai dan saling menjaga.

​Jakarta, 10 Juni 2026 – Hidup orang dewasa hari ini terasa semakin berat. Mulai dari tekanan ekonomi, ketidakpastian masa depan, hingga dunia yang semakin dipenuhi kemarahan dan perpecahan, banyak orang menjalani hari-harinya dalam keadaan lelah, cemas, dan terus-menerus dituntut untuk bertahan.

​Di tengah situasi tersebut, film Tanah Runtuh justru hadir dengan sebuah ajakan yang sederhana, melihat dunia dengan lebih tenang dan lebih penuh cinta.

​Melalui karakter Ringgo yang diperankan Ridho Khaliq, seorang anak dengan Down Syndrome, Tanah Runtuh tidak hanya menghadirkan representasi yang jarang terlihat di layar lebar Indonesia, tetapi juga mengajak penonton untuk kembali pada hal-hal yang paling mendasar dalam hidup manusia, keluarga, kasih sayang, dan kepedulian.

​Disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan diproduseri oleh Denny Siregar, Tanah Runtuh mengikuti perjalanan Kai dan Ringgo yang terpisah dari ibu mereka di tengah sebuah peristiwa besar yang mengubah kehidupan mereka. Namun lebih dari sekadar kisah pencarian, film ini menjadi refleksi tentang bagaimana manusia tetap dapat memilih cinta ketika dunia di sekeliling mereka terasa runtuh.

​Bagi Rudi Soedjarwo, yang paling menarik dari film ini justru bukan peristiwa besarnya, melainkan bagaimana manusia-manusia di dalamnya berusaha bertahan dan saling menjaga.

​"Ketika dunia terasa runtuh, yang sering menyelamatkan kita justru bukan hal-hal besar tetapi orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal dan peduli. Saya tertarik pada manusia-manusia di dalamnya, dan melalui Ringgo, saya merasa film ini memiliki hati yang sangat kuat," ujar Rudi Soedjarwo.

​Produser Denny Siregar mengatakan bahwa sejak awal Tanah Runtuh memang tidak dibuat untuk berbicara tentang konflik, melainkan tentang cinta yang tetap bertahan di tengah keadaan yang paling sulit sekalipun.

​"Hari ini kita hidup di masa ketika semua orang seperti sedang marah, takut, dan lelah. Kita terlalu sering melihat dunia dengan prasangka dan kebisingan. Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana, bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan," ujar Denny Siregar.

​Menurutnya, karakter Ringgo tidak pernah dimaksudkan sebagai simbol atau objek belas kasihan. Justru sebaliknya, sosok yang diperankan Ridho Khaliq tersebut menjadi pusat perjalanan emosional film sekaligus jembatan bagi penonton untuk melihat dunia dengan cara yang lebih tenang.

​"Di tengah dunia yang semakin rumit, kadang kita justru belajar dari mereka yang memandang hidup dengan lebih jujur dan lebih tulus. Ringgo mengingatkan kita bahwa cinta dan keluarga adalah hal-hal yang membuat manusia tetap bertahan ketika semuanya terasa runtuh," lanjutnya.

​Hal serupa juga dirasakan oleh Vino G. Bastian yang memerankan Idham, seorang anggota yang tanpa sengaja dipertemukan dengan Kai dan Ringgo di tengah perjalanan mereka mencari sang ibu.

Bagi Vino, hubungan yang terbangun dengan kedua anak tersebut menjadi inti dari film ini.

​"Yang paling menyentuh buat saya bukan konflik atau kekacauan yang terjadi di sekeliling mereka. Justru bagaimana Ringgo melihat dunia dengan cara yang sangat tenang. Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini," kata Vino G. Bastian. 

​Sebagai seorang ayah, Vino juga merasa perjalanan Kai dan Ringgo memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat.

​"Kita hidup di masa ketika orang sibuk, semua orang terburu-buru, dan semua orang dituntut untuk terus kuat. Tapi melalui Ringgo, saya merasa diingatkan bahwa kadang yang paling penting bukan menjadi yang paling kuat, melainkan tetap punya hati untuk peduli pada orang lain," ujarnya.

​Tanah Runtuh tidak menempatkan karakter dengan Down Syndrome sebagai simbol inspirasi. Sebaliknya, film ini memberikan ruang bagi Ringgo untuk menjadi manusia yang utuh dengan segala rasa takut, kasih sayang, dan harapannya sendiri.

​Melalui sosok Ringgo, Tanah Runtuh mengajak penonton melampaui segala keterbatasan dan melihat bahwa bahkan ketika tanah di bawah kaki terasa runtuh, manusia masih memiliki satu hal yang tidak dapat diruntuhkan: kemampuan untuk mencintai.

​Dibintangi oleh Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, hingga Tike Priatnakusumah, Tanah Runtuh akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.


SINOPSIS

​Dalam kerusuhan agama di Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah, Kai (9) bersama kakaknya Ringgo (11), seorang anak dengan Down Syndrome, terpisah dari ibu mereka, Emmy (40). Bertekad menemukan ibunya, Kai membawa mereka dalam perjalanan melintasi berbagai lokasi pengungsian di tengah konflik yang terus berlangsung.

​Di sisi lain, Idham, seorang anggota, ditugaskan ke wilayah tersebut untuk menangani kerusuhan. Pertemuannya dengan Kai dan Ringgo membuatnya berjanji untuk membantu mereka. Dalam perjalanan yang penuh risiko, ketiganya menghadapi berbagai situasi yang menguji batas kemanusiaan, hingga akhirnya tidak hanya menemukan apa yang mereka cari, tetapi juga membentuk ikatan keluarga yang tak terduga.


CATATAN PRODUKSI

​Judul: Tanah Runtuh

​Sutradara: Rudi Soedjarwo

​Produser: Denny Siregar

​Produksi: Denny Siregar Production

​Durasi: 2 jam 51 menit

​Genre: Drama


​PEMERAN


​Vino G. Bastian

​Ridho Khaliq

​Yoan

​Sigi Wimala

​Jenda Munthe

​Tubagus Ali

​Agnes Naomi

​Jerry Likumahwa

​Royhan Hidayat

​Umar

​Tike Priatnakusumah

​Luna Allegra

​Sari Koeswoyo


TENTANG DENNY SIREGAR PRODUCTION

​Denny Siregar Production merupakan rumah produksi yang dikenal melalui karya-karya dengan pendekatan cerita yang berani dan relevan secara sosial. Dengan fokus pada narasi yang kuat dan perspektif yang berbeda, perusahaan ini terus mengembangkan film-film yang membuka ruang refleksi sekaligus mendorong representasi yang lebih inklusif dalam industri perfilman Indonesia.

Film Drama Horor Misteri Datang Akan Pergi Memperkenalkan Jajaran Pemeran Bertabur Bintang Lintas Generasi, Kolaborasi Terbaru yang Fresh dari Upi Bersama Starvision

 


Film Datang Akan Pergi segera tayang di bioskop Indonesia


Jakarta, 15 Juni 2026 — Starvision kembali bekerja sama dengan sutradara Upi dalam film terbaru berjudul Datang Akan Pergi. Film bergenre Drama Horor Misteri yang ditulis dan disutradarai oleh Upi, dengan produser Chand Parwez Servia ini menjadi kolaborasi terbaru Upi bersama Chand Parwez dan Starvision setelah horor thriller yang meraih Nominasi Piala Citra FFI 2024 Sehidup Semati.

Film Datang Akan Pergi dijadwalkan tayang di bioskop tahun ini.

Melalui media sosial, Starvision memperkenalkan jajaran pemeran lintas generasi yang membintangi film ini yaitu Iqby Gazza, Jeremie Moeremans, Nicholas Anderson, Baim Alkatiri, Widuri Puteri, Razan Zu, Surya Saputra, Amira Marissa Anita, Shareefa Daanish, Marissa Anita, Keysha Angelica, Zack Lee, Ratu Felisha, Okan Kornelius, Izabel Jahja, Jofa Knoch, Arkhan Daud, Anasya Makahekum, Alesia Nishka, Gilbert Pattiruhu, Haydar Salishz, Ina Rosalien, Sari Nila, Benjamin Malaiholo, Afrian Arisandy, Dara Warganegara. Yeremia Luddin, Daffa Saputra, dan Farell Akbar, serta penampilan spesial dari grup band Sukses Lancar Rejeki.

“Starvision selalu percaya dengan kualitas yang diberikan oleh Upi. Karya-karya sukses Starvision juga lahir dari banyak kolaborasi bersama Upi. Kali ini kami menghadirkan film Datang Akan Pergi, membawa genre drama horor misteri yang fresh. Tunggu di bioskop segera,” kata produser Chand Parwez Servia.

“Film Datang Akan Pergi menjadi kolaborasi terbaru saya bersama Pak Chand Parwez dan Starvision, dengan jajaran pemeran bintang dan nama-nama baru yang saya percaya dengan kualitas mereka. Semoga akan menjadi sajian drama horor misteri yang memberikan kesegaran di layar bioskop Indonesia,” ujar penulis dan sutradara Upi.

Bersama Starvision, Upi telah dipercaya untuk menulis judul-judul film ikonis dan sukses secara blockbuster. Beberapa di antaranya adalah Petaka Gunung Gede (2025), Sihir Pelakor (2025), Kafir: Gerbang Sukma (2026), dan Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018).

Film Datang Akan Pergi akan menjadi kolaborasi Upi bersama Starvision yang menyajikan drama horor misteri menegangkan, menyegarkan, dan menghibur di bioskop Indonesia!

Ikuti perkembangan terbaru film Datang Akan Pergi melalui akun media sosial resmi di Instagram @starvisionplus, @filmdatangakanpergi, dan TikTok @StarvisionMovie.


Tentang Starvision

Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsistenmenghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya,sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, diantaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru.

Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Aksi Heroik Fadi Alaydrus Selamatkan Saskia Chadwick di Gudang Sekolah, Awal Takdir Manis di WeTV Original Samuel


Jakarta– Penayangan perdana WeTV Original Samuel langsung mencuri perhatian jutaan pasang mata minggu ini pada hari Jumat dan Sabtu. Serial yang diangkat dari fenomena Wattpad dengan 21,7 juta pembaca ini mempertemukan Fadi Alaydrus dan Saskia Chadwick dalam sebuah narasi yang penuh ketegangan, emosi, dan kerumitan takdir.

Kisah bermula dengan tragedi memilukan saat mobil yang dikendarai orang tua Azzura (Saskia Chadwick) mengalami sabotase rem hingga menabrak pohon dan menewaskan keduanya. Di tengah duka mendalam, Azzura yang kini sebatang kara harus menerima kenyataan bahwa ia telah dijodohkan dengan sahabat masa kecilnya, Samuel Erlangga (Fadi Alaydrus), berdasarkan wasiat mendiang ayahnya.

Namun, pertemuan kembali ini jauh dari ekspektasi. Samuel yang kini menjadi ketua Diamond Gang yang disegani tampil dengan aura dingin dan garang. Ia menganggap kehadiran Azzura sebagai beban, bahkan melarang Azzura memanggilnya dengan nama kecil mereka, "Baby El", demi menjaga wibawanya di sekolah.

Ketegangan semakin memuncak dengan hadirnya Raskal (Emyr Razan), pemimpin Geng Chayton yang merupakan rival bebuyutan Samuel. Raskal secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada Azzura, yang memicu kemarahan dan kecemburuan Samuel. Demi membuktikan kelayakannya untuk berteman dengan Samuel, Azzura dengan polos menyanggupi "ujian" membersihkan gudang sekolah yang kotor.

Puncak drama di episode pembuka terjadi saat Azzura tanpa sengaja terkunci di dalam gudang sekolah yang gelap hingga kehabisan napas. Dalam kepanikan luar biasa, Samuel datang mendobrak pintu dan memberikan bantuan napas buatan untuk menyelamatkan nyawa Azzura. Momen intim yang tak terduga ini menjadi titik balik hubungan keduanya, menyisakan tatapan penuh makna di tengah kegelapan gudang.

Di balik ketangguhannya sebagai pemimpin geng motor, Samuel mulai memperlihatkan sisi lembutnya. Ia tertangkap kamera membacakan buku dongeng Rapunzel untuk menenangkan Azzura yang rapuh, membuktikan bahwa ikatan masa kecil mereka belum sepenuhnya hilang.

Ikuti terus kelanjutan chemistry antara Fadi Alaydrus dan Saskia Chadwick dalam WeTV Original Samuel yang tayang eksklusif minggu ini di hari Jumat dan Sabtu, serta akan terus berlanjut hingga episode 8 hanya di aplikasi WeTV.

BrookFarm Almond Run 2026 Digelar 23 Agustus di GBK, Targetkan 5.000 Peserta di Tengah Tren Lari yang Terus Meningkat

  ​Menjawab meningkatnya tren lari di Indonesia, BrookFarm mendorong gaya hidup aktif yang didukung pilihan nutrisi yang lebih seimbang. ​Pe...