Rabu, 06 Mei 2026

Film The Bell: Panggilan untuk Mati telah sukses melakukan special screening di beberapa bioskop di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Bogor, Tangerang, Depok, serta di Belitung sebagai lokasi yang menjadi asal folklor cerita film ini.

 

Ketika Lonceng Berbunyi, Semuanya Akan Berubah. ​Film The Bell: Panggilan untuk Mati Tayang di Bioskop!

​Jakarta, 7 Mei 2026 – Film horor The Bell: Panggilan untuk Mati resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai hari ini. Menghadirkan sosok Penebok sebagai ikon horor baru yang berakar dari folklore lokal, film ini menawarkan pengalaman berbeda yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga meninggalkan rasa penasaran yang sulit diabaikan.

​Film The Bell: Panggilan untuk Mati telah melaksanakan special screening di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Bandung, Bogor, Belitung, Depok, Tangerang, dan Jakarta. Penayangan ini menjadi awal dari sambutan penonton terhadap atmosfer horor yang dihadirkan film ini, khususnya di Belitung sebagai lokasi yang menjadi akar folklor cerita. Selanjutnya, film ini juga akan melanjutkan rangkaian roadshow di berbagai bioskop di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, untuk memperluas jangkauan penonton serta menghadirkan pengalaman horor yang lebih dekat dengan pecinta horor.

​Di tengah tren film horor yang terus diminati, The Bell: Panggilan untuk Mati, menghadirkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan ketegangan, tetapi juga memiliki cerita dengan latar budaya yang kuat. Penebok diperkenalkan sebagai sosok yang lahir dari mitos lokal, membawa atmosfer yang tidak hanya mencekam, tetapi juga memiliki kedalaman cerita yang jarang diangkat ke layar lebar.

​Lebih dari sekadar menghadirkan rasa takut, film ini juga mengangkat isu yang relate dengan kehidupan saat ini, termasuk fenomena obsesi terhadap viralitas di era digital. Melalui cerita yang dihadirkan, penonton diajak melihat bagaimana batas antara hiburan dan konsekuensi sering kali menjadi semakin sulit dibedakan.

​Sutradara Jay Sukmo menghadirkan pendekatan visual yang berbeda dengan menggunakan tiga aspek rasio gambar untuk membedakan periode waktu dalam cerita. “Saya ingin menakut-nakuti penonton dengan cerita dan situasi, bukan cuma jumpscare. Ada treatment yang mungkin belum ada di film horor lain, seperti penggunaan tiga frame aspek rasio yang berbeda untuk menggambarkan setiap periodenya,” ujarnya.

​Sementara itu, aktor senior Mathias Muchus menilai film ini memiliki kekuatan pada pengangkatan mitos lokal. “Film ini tidak hanya menghadirkan horor, tetapi juga memperkenalkan Penebok sebagai bagian dari mitos yang hidup di masyarakat. Horor yang dibangun bukan sekadar menakutkan, tetapi juga memiliki makna,” ungkapnya.

​Dengan kombinasi antara teror, pendekatan sinematik yang berbeda, serta cerita yang berakar pada budaya lokal, The Bell: Panggilan untuk Mati menjadi salah satu film horor yang layak disaksikan di bioskop saat ini.

​Film ini juga dibintangi oleh Mathias Muchus, Shaloom Razade, Givina, Zidan Zhu, Septian Dwi Cahyo, Sita Permatasari, Nabil Lunggana, serta Felsen yang turut memperkuat jajaran pemeran dalam film ini.

​Tak hanya tayang di dalam negeri, The Bell: Panggilan untuk Mati juga melangkah ke kancah internasional dengan berpartisipasi dalam Cannes Film Market yang berlangsung pada 12–20 Mei 2026, sebagai upaya memperkenalkan film ini kepada para sineas industri perfilman global.

​Tonton The Bell: Panggilan untuk Mati di bioskop Indonesia mulai hari ini, 7 Mei 2026, dan rasakan langsung pengalaman teror yang berbeda di layar lebar! Ikuti informasi terbaru mengenai film ini melalui Instagram @thebell.film.

SINOPSIS

Sebuah lonceng keramat di Belitung yang dipercaya mampu mengurung roh-roh jahat dicuri oleh sekelompok YouTuber demi konten. Tanpa mereka sadari, tindakan tersebut justru membebaskan Penebok—entitas mengerikan yang telah terkurung selama ratusan tahun. Sosok hantu tanpa kepala bergaun merah itu mulai memburu mereka satu per satu, meninggalkan jejak kematian dengan kondisi kepala terpenggal. Kini teror menyebar ke warga desa. Setiap denting lonceng menjadi pertanda kematian—Penebok datang untuk menagih kepala dari siapa pun yang mendengarnya.


Cast dan Filmmaker

​Eksekutif Produser : Budi Yulianto, Avesina Soebli

​Produser : Aris Muda, Rendy Gunawan

​Sutradara : Jay Sukmo

​Penulis : Priesnanda

​Co-Produser : Agus Suhardi

​Lini Produser : Ipunk Purwono

DoP : Indra Suryadi

Cast : Bhisma Mulia (Danto), Ratu Sofya (Airin), Mathias Muchus (Tuk Baharun), Shaloom Razade (Isabel), Septian Dwi Cahyo (dr. Usman), Givina Lukita Dewi (Saidah), Maulidan Zuhri (Hanafi).

​Produksi : SINEMATA BUANA KRESINDO / 2026


Tentang Sinemata Buana Kresindo

​Sinemata Buana Kresindo merupakan kolaborasi dari dua perusahaan kreatif, yaitu Multi Buana Kreasindo (MBK Productions) dan Sinemata Productions, yang menyatukan kekuatan di bidang pengembangan konten, produksi, hingga distribusi film. Berangkat dari pengalaman MBK dalam storytelling dan strategi komunikasi berbasis konten, serta perjalanan Sinemata sebagai agensi marketing film yang berkembang menjadi produser dan distributor, kolaborasi ini hadir dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam industri perfilman. Melalui Sinemata Buana Kresindo, keduanya berkomitmen menghadirkan karya yang relevan, kuat secara cerita, serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas melalui kolaborasi strategis di industri kreatif Indonesia.


Tentang OST Film

​“Penuh Kenangan” merupakan original soundtrack (OST) dari film The Bell: Panggilan untuk Mati yang dibawakan oleh Egha De Latoya. Lagu ini menghadirkan nuansa emosional yang kuat, mengangkat tema kesetiaan, harapan, dan keyakinan dalam cinta di tengah ketidakpastian. Tidak hanya sebagai pelengkap film, “Penuh Kenangan” juga berperan memperkuat narasi dan pengalaman emosional penonton melalui lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, aransemen yang menyentuh, serta karakter vokal yang penuh penghayatan. Didistribusikan melalui berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan Langit Musik, lagu ini menyasar penikmat film dan musik digital, khususnya generasi muda. Promosinya didukung oleh strategi digital yang terintegrasi, mulai dari kolaborasi dengan kampanye film, aktivasi media sosial, hingga kerja sama dengan influencer.

​Diproduksi bersama RPM Music sebagai label yang berpengalaman di industri musik digital, “Penuh Kenangan” juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai brand dan partner melalui bentuk sponsorship, campaign, serta aktivasi kreatif lainnya. Kehadiran lagu ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara musik, film, dan audiens secara luas.

PropVaganza 2026 by Rumah123 hadir dengan pendekatan berbasis data, menggabungkan edukasi, hiburan, dan pengalaman transaksi langsung di enam area strategis.

 ******


Harga rumah naik 1,6% MoM, sementara suplai turun 8,1% YoY, mempersempit pilihan pembeli. Suku bunga stabil di 4,75% dan inflasi melandai, membuka momentum pembelian yang lebih terjangkau.


Pasokan Menyusut & Harga Naik 1,6%: PropVaganza 2026 by Rumah123 Hadirkan Cara Mudah Miliki Hunian Sebelum Terlambat

Tangerang Selatan, 6 Mei 2026 – Dinamika pasar properti nasional di kuartal kedua tahun ini menunjukkan urgensi yang tinggi bagi calon pembeli. Berdasarkan data terbaru Rumah123, harga rumah nasional tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,6% (MoM), yang diperparah dengan kontraksi suplai hunian seken sebesar 8,1% (YoY). Di tengah keterbatasan pilihan tersebut, Rumah123 resmi membuka rangkaian PropVaganza 2026 by Rumah123 hari ini di AEON Mall BSD City, guna memberikan jalan yang lebih mudah bagi konsumen untuk mengamankan momentum pembelian.

Meskipun harga merangkak naik, indikator makroekonomi menunjukkan titik cerah dengan suku bunga Bank Indonesia yang stabil di level 4,75% serta inflasi yang melandai ke angka 3,48%. Kondisi ini menciptakan jendela peluang (window of opportunity) di mana biaya pinjaman masih relatif terjangkau sebelum harga properti melambung lebih jauh. 

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, PropVaganza 2026 by Rumah123 berevolusi menjadi pameran properti yang lebih cerdas dengan menghadirkan 150 booth dari ratusan pengembang dan brand ternama. Di antaranya termasuk SYNTHESIS DEVELOPMENT, Metland Cyber Puri, EleVee Residences, Sequoia Hills, HIERA, PONDOK INDAH GROUP, Progress Group, KOTA BARU PARAHYANGAN, Suvarna Sutera, Property Cuan, Greenwoods Group, MAS GROUP, CIPTA HARMONI LESTARI, Aerium Residence hingga kawasan unggulan seperti PIK2. Berbeda dengan pameran konvensional, Rumah123 menerapkan strategi precision targeting untuk memastikan setiap pengunjung mendapatkan opsi hunian yang relevan dengan mudah, didukung oleh profil finansial dan intensi beli yang matang. 

Bayu Qresna, Head of Brand Marketing Rumah123 saat menjelaskan makna campaign #RumahUntukSemua 

"Banyak konsumen terjebak dalam pola pikir menunggu kondisi ekonomi yang sempurna. Padahal, dengan suplai yang terus menyusut dan harga yang konsisten naik, menunda justru meningkatkan opportunity cost. Kami ingin menunjukkan bahwa melalui platform yang tepat, langkah memiliki hunian impian sebenarnya bisa dilakukan dengan lebih mudah di saat momentum terbaik seperti sekarang," ujar Bayu Qresna, Head of Brand Marketing Rumah123. 

Pemilihan Tangerang sebagai lokasi pembukaan didasarkan pada data aktual di mana kawasan ini menyumbang 16,3% dari total pencarian properti nasional. PropVaganza 2026 by Rumah123 menyapa masyarakat di enam area strategis untuk memberikan akses mudah terhadap hunian berkualitas, termasuk ekspansi perdana ke Bekasi.

Berikut jadwal rangkaian PropVaganza 2026 by Rumah123:

° AEON Mall BSD City: 5 - 10 Mei 2026

° Lippo Mall Puri: 16 - 19 Juli 2026

° Kota Kasablanka: 8 - 13 September 2026

° Pakuwon Mall Bekasi: 6 - 11 Oktober 2026

° MARGOCITY: 27 Oktober - 1 November 2026

° Central Park: 1 - 6 Desember 2026


Rumah123 mengintegrasikan edukasi dan hiburan untuk memberikan pengalaman sensorik yang tidak bisa didapatkan secara digital. Berbagai program dirancang untuk membuat proses mencari rumah menjadi pengalaman yang mudah dan menyenangkan bagi keluarga:

Developer Talkshow: Memberikan pemahaman mudah terkait tren, prospek lokasi, dan literasi KPR dari para ahli. 

Agent Gathering: Memperkuat sinergi dengan agen profesional untuk memandu konsumen dengan lebih baik.

Program Interaktif: Happy Daily Deals, Wheel of Fortune, dan Collect and Win untuk menurunkan hambatan psikologis pengunjung. 

Lifestyle Experience: Penampilan musik hingga kolaborasi dengan brand Oni Ola, ICHINOGAMI, dan ruparupa untuk memvisualisasikan hunian masa depan secara nyata. 

Penjelasan dari Rury Yudhiawati, Event and Partnership Manager Rumah123 mengenai rangkaian PropVaganza 2026

“Membeli rumah bukan keputusan individu, tapi keputusan keluarga. Melalui PropVaganza by Rumah123, kami memastikan proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah, ringan, dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga,” ujar Rury Yudhiawati, Event and Partnership Manager Rumah123. 

Sebagai platform marketplace properti, Rumah123 melihat bahwa proses membeli rumah tidak berhenti di pencarian online. Melalui PropVaganza by Rumah123, calon pembeli dapat melanjutkan perjalanan tersebut ke tahap yang lebih konkret dengan mudah, mulai dari konsultasi langsung hingga memahami skema pembiayaan. 

“Pasar properti bukan hanya soal kemampuan membeli, tapi juga soal akses terhadap informasi yang tepat. Kami ingin memastikan lebih banyak orang punya kesempatan yang sama untuk melangkah,” tambah Rury. Di tengah pasar yang terus bergerak, PropVaganza 2026 by Rumah123 menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengambil keputusan dengan lebih percaya diri dan terinformasi. 

“Jangan menunggu kondisi sempurna, karena itu tidak pernah ada. Yang ada adalah momentum yang lebih baik dari sebelumnya dan hari ini adalah salah satunya sebagai bentuk mewujudkan #RumahUntukSemua,” tutup Bayu. 


-------

Kunjungi situs press room Rumah123 di laman https://www.rumah123.com/pressroom/ untuk mengetahui lebih lanjut seputar profil dan kegiatan perusahaan, laporan data tren harga properti terkini, rilis pers, foto, video, serta informasi relevan lainnya.


Tentang Rumah123

Rumah123 merupakan marketplace properti nomor satu di Indonesia yang menjadi bagian dari induk perusahaan 99 Group yang juga menaungi 99.co dan Singapore Real Estate Exchange (SRX). Sejak didirikan pada tahun 2007, Rumah123 berkomitmen membantu masyarakat Indonesia menemukan properti impiannya dengan mudah, dan memberikan solusi terbaik bagi pelaku bisnis properti, mulai dari investor, agen dan developer properti. Saat ini, Rumah123 dengan lebih dari 2 juta iklan properti, dan didukung puluhan ribu agen properti, developer, serta berbagai institusi keuangan dan perbankan melayani jutaan pencari properti setiap bulannya.

Rumah123 juga menjadi satu tempat untuk semua urusan terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mulai dari simulasi KPR, cek kemampuan cicilan KPR, membantu proses pengajuan KPR ke berbagai bank pilihan, dan pindah KPR.


Portal: www.rumah123.com   

LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/rumah123/   


Film Semua Akan Baik-Baik Saja Sajikan Drama Hangat Tentang Keluarga yang Saling Memikul Beban Bersama Dibintangi: Reza Rahadian, Christine Hakim, Raihaanun, dan Ari Irham Jadi Film Terbaik Garapan Sutradara Baim Wong

 

Semua Akan Baik-Baik Saja tayang mulai 13 Mei 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 6 Mei 2026 — Setelah sukses box office dengan dua horornya, Lembayung dan Sukma, Baim Wong bersama Tiger Wong Entertainment menantang diri dengan menyajikan kisah hangat lewat drama keluarga terbaru berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja yang akan tayang mulai 13 Mei 2026 di bioskop. Dibintangi sederet ikon drama Indonesia yang akan menjadikan film Semua Akan Baik-Baik Saja sebagai film terbaik Baim Wong sejauh ini.

Penampilan jajaran ansambel pemeran yang telah menjadi ikon drama: Reza Rahadian, Christine Hakim, Raihaanun, dan Teuku Rifnu Wikana, dengan kolaborasi para bintang muda Ari Irham dan pendatang baru seperti Aquene Djorghi, Malika Shaquena, serta penampilan pendatang baru aktor down syndrome Alim, memberikan drama realis yang lengkap dan matang.

Film ini turut dibintangi oleh Happy Salma, Asri Welas, Chew Kin Wah, Aimee Saras, Erick Estrada, Amanda Soekasah, Janna Soekasah, Muzakki Ramdhan, Nagra Pakusadewo, Rebecca Tamara, Kenzo Eldrago Wong, Kiano Tiger Wong, serta debut layar lebar Ade Rai.

Semua Akan Baik-Baik Saja akan mengaduk emosi penonton dengan kisah dinamika keluarga yang relate dengan banyak orang. Membawa pesan tentang masalah dan beban yang dihadapi oleh satu keluarga, namun akan terasa ringan dan terlewati jika dipikul bersama.

"Ini adalah cerita tentang manusia yang mengalami pergulatan batinnya masing-masing. Sebuah cerita tentang keluarga, tentang seorang ibu dengan anak-anaknya yang punya punya luka batinnya sendiri-sendiri, dan menemukan satu titik bersama, bahwa apapun yang kita lewati dalam hidup, semua akan sampai pada satu titik di mana kita bisa bilang bahwa semua akan baik-baik aja pada waktunya," ujar penulis dan sutradara Baim Wong.

Di film ini, Baim turut menulis skenarionya bersama penulis dari banyak film laris box office Oka Aurora. Kolaborasi keduanya mampu menghasilkan cerita yang kuat, dramatis secara natural, dan berbagai lapisan komedi yang tak terduga.

Sentuhan komedi di film ini menjadi refleksi terhadap kehidupan di dunia nyata, bahwa terkadang kita juga harus tetap tertawa dalam menghadapi berbagai masalah. Selalu ada sisi positif yang bisa dirayakan dari setiap kekurangan.

Reza Rahadian, yang memerankan karakter Langit di film ini, mengungkapkan salah satu yang ia cintai dari karakternya adalah Langit digambarkan sebagai sosok yang sangat manusiawi.

Langit memiliki masalah hidupnya sendiri, namun karena cintanya terhadap salah satu anggota keluarganya, membuat ia memperbaiki hubungannya bersama keluarga dari kesempatan kedua yang diberikan. Dari yang hidupnya sempat tak punya arah, jadi punya tujuan, saat tiba-tiba harus menjadi sosok orangtua untuk anak-anak dari kakaknya.

"Setiap keluarga yang banyak anggotanya, pasti ada salah satu yang complicated. Tapi ada satu satu yang bisa mengubah hidup seseorang. Yang saya suka dari karakter saya adalah betapa realistis karakternya. Dia bukan sosok satu-satunya hero. Dia memiliki kekurangan, tapi dia memiliki satu hal yang mengetuknya, yakni hubungan cinta dengan seseorang di anggota keluarganya," ujar Reza Rahadian.

Salah satu poin menarik dari proses produksi film Semua Akan Baik-Baik Saja adalah bahwa Baim benar-benar memberikan kesempatan untuk aktor down syndrom Alim terlibat secara penuh dengan kemampuannya berakting.

"Saat reading pertama, Alim itu kesulitan untuk berdialog, jadi hampir gagal. Kemudian Alim pulang dan dia berlatih lagi bersama ibunya, dan kembali lagi ke Tiger Wong Entertainment untuk reading. Kemampuannya pun meningkat jauh. Saya di sini ingin memberikan kesempatan bukan karena Alim unik, tapi karena memang dia mampu dan punya kemampuan, inilah kesempatan talenta baru bersama dengan jajaran aktor yang sudah sangat berpengalaman," cerita Baim Wong.

Semua Akan Baik-Baik Saja adalah kisah tentang manusia-manusia yang memiliki cerita dan perjalanan mereka masing-masing. Dan setiap cerita, valid. Film Semua Akan Baik-Baik Saja juga sangat relate di tengah situasi saat ini yang dialami oleh banyak keluarga Indonesia.

Tonton film Semua Akan Baik-Baik Saja mulai 13 Mei 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti terus perkembangan informasi film Semua Akan Baik-Baik Saja melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment dan @filmsemuakanbaikbaiksaja.


Tentang Tiger Wong Entertainment

Didirikan pada tahun 2020 oleh Baim Wong, Tiger Wong Entertainmen berkembang dengan visi dan misi yang kuat untuk memberikan dampak besar dalam industri hiburan Indonesia.

Perusahaan ini berkembang dengan memproduksi berbagai acara TV populer. Beberapa di antaranya adalah Keluarga Bosque (Trans TV), Indonesia Giveaway (Trans 7), Rumah Teka-Teki (GTV), Bagi-bagi Angpau Asli Indonesia (RCTI), Cek Order Dadakan (RCTI), Panji Petualang 911 (SCTV), Rezeki Dadakan (NET TV), Bus Jutawan (RCTI), dan Tiba-Tiba Kuis (SCTV).

Selain acara televisi, Tiger Wong Entertainment juga telah menunjukkan eksistensinya dalam dunia hiburan dengan sukses merilis berbagai judul Film, seperti Berbalas Kejam (2023), Lembayung (2024), dan SUKMA (2025) yang telah disaksikan oleh jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Program Next Step Studio Indonesia akan melakukan debut resminya di Cannes Film Festival, salah satu ajang perfilman paling prestisius di dunia

 


JAKARTA, 5 Mei 2026 - Langkah besar sinema Indonesia menuju panggung global kembali ditegaskan melalui peluncuran program Next Step Studio Indonesia yang diumumkan dalam konferensi pers di Institut Français Indonesia (IFI) Thamrin, Selasa (5/5/2026). Program ini langsung mencuri perhatian karena akan melakukan debut resminya di Cannes Film Festival, salah satu ajang perfilman paling prestisius di dunia.

Kehadiran program ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi besar diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis. Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menegaskan bahwa kolaborasi ini mencerminkan kemitraan konkret yang melibatkan industri, pemerintah, dan pelaku kreatif dari kedua negara.

Menurut Penone, kerja sama ini lahir dari kesepakatan tingkat tinggi antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang sebelumnya mengusung strategi bersama di sektor budaya dan ekonomi kreatif. Sinema kemudian dipilih sebagai sektor prioritas karena memiliki dampak luas terhadap citra dan pengaruh global.

Next Step Studio Indonesia dirancang sebagai program pengembangan talenta yang tidak hanya fokus pada produksi film pendek, tetapi juga membuka jalur bagi sineas muda untuk masuk ke jaringan industri internasional. Program ini memberi ruang kolaborasi antara sutradara Indonesia dan sineas Asia Tenggara lainnya dalam proses kreatif yang intens.

Ketua Badan Perfilman Indonesia Fauzan Zidni menyebut keikutsertaan Indonesia di Cannes tahun ini sebagai lompatan strategis. Ia menilai kehadiran tersebut bukan hanya simbol eksistensi, tetapi juga peluang besar untuk memperluas jaringan distribusi dan investasi perfilman nasional.

Dalam paparannya, Fauzan juga menyinggung sejarah panjang Indonesia di Cannes yang dimulai dari film Tjoet Nja' Dhien karya Eros Djarot. Sejak saat itu, sejumlah karya Indonesia terus mendapat pengakuan, termasuk film pendek Prenjak yang berhasil meraih penghargaan internasional.

Produser Yulia Evina Bhara menegaskan bahwa program ini dikurasi secara ketat. Para sutradara yang terlibat dipilih berdasarkan rekam jejak artistik serta kemampuan berkolaborasi, mengingat proyek ini menuntut kerja kolektif lintas budaya sejak tahap awal produksi.

Ia juga menambahkan bahwa Next Step Studio bukan sekadar pelatihan, melainkan panggung presentasi global. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan identitas sinema Indonesia dan Asia Tenggara kepada pasar internasional secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Dari sisi kreatif, proyek ini menghadirkan berbagai cerita yang berakar dari realitas sosial masyarakat. Aktor Reza Rahadian menilai bahwa film-film dalam program ini merepresentasikan wajah Indonesia melalui perspektif yang beragam dan relevan dengan isu global.

Sementara itu, aktris Prilly Latuconsina mengungkapkan bahwa perannya dalam salah satu proyek menghadirkan refleksi mendalam tentang relasi manusia di era modern. Ia menyebut cerita yang diangkat terasa dekat karena menggambarkan dinamika sosial yang kerap terjadi sehari-hari.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan juga memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Direktur Film Kementerian Kebudayaan Irini Dewi Wanti menilai Next Step Studio sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem sinema global.

Tak hanya itu, lebih dari 50 pelaku industri film Indonesia dijadwalkan hadir di Cannes tahun ini. Jumlah ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah partisipasi Indonesia, menunjukkan meningkatnya kepercayaan diri dan kapasitas industri film nasional di tingkat internasional.

Kolaborasi ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, rumah produksi, hingga institusi budaya seperti Institut Français d’Indonésie. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan dan kompetitif.

Dalam konteks global, Next Step Studio Indonesia dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton di industri film dunia, tetapi mulai mengambil peran sebagai pemain aktif. Program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lebih banyak karya Indonesia untuk menembus pasar internasional.

Dengan momentum Cannes 2026, Indonesia kini berada di titik krusial untuk memperkuat identitas sinemanya di kancah global. Next Step Studio Indonesia menjadi bukti bahwa kolaborasi, kualitas, dan keberanian bereksperimen adalah kunci untuk menembus batas industri film dunia

Selasa, 05 Mei 2026

“iQIYI Perkuat Visi 2026 di Indonesia dengan Fokus pada Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience”

 


iQIYI International memperkuat komitmennya di Indonesia melalui arah strategis tahun 2026 yang berfokus pada penguatan konten Asia premium, pengembangan konten lokal, serta pengalaman hiburan yang lebih dekat dengan penonton melalui inisiatif iQIYI Starship.

Melalui strategi hyper-localization, iQIYI menghadirkan pendekatan yang lebih relevan dengan preferensi audiens Indonesia, mulai dari perluasan katalog dracin, produksi original lokal seperti Bercinta Dengan Maut, hingga kolaborasi strategis bersama mitra lokal untuk memperluas akses layanan streaming di Indonesia.

***

iQIYI Perkuat Visi 2026 di Indonesia dengan Fokus pada Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

iQIYI memperkuat posisinya di Indonesia dengan fokus di tahun 2026 pada relevansi lokal dan pengalaman menonton yang lebih dekat dengan penonton.

Pendekatan ini didukung oleh kekuatan konten Asia premium, terutama dracin, pengembangan konten lokal, serta kemitraan untuk memperluas akses di Indonesia.

Melalui iQIYI Starship, iQIYI menghadirkan pengalaman di luar layar yang mendekatkan penggemar dengan bintang favorit mereka dari China.

Ki-Ka: Ikhsan Sasmita, Head of Original Content Indonesia, & Dinesh Ratnam, Senior Managing Director for Southeast Asia

JAKARTA, 29 April 2026 — iQIYI International, platform streaming terkemuka di Asia, terus memperkuat kehadirannya di Indonesia. Komitmen ini tercermin dalam arah strategis 2026 yang menekankan pertumbuhan berkelanjutan, pengembangan konten lokal, dan pengalaman menonton yang lebih kontekstual dan personalized bagi penonton Indonesia. 

Dengan pertumbuhan audiens digital yang terus meningkat, Indonesia kini menjadi salah satu pasar kunci iQIYI di Asia Tenggara. Untuk mewujudkan visi 2026, iQIYI mengedepankan strategi hyper-localization dengan memperkuat katalog konten Asia premium, khususnya dracin, sekaligus menghadirkan lebih banyak konten lokal yang relevan dengan preferensi penonton Indonesia. Pendekatan ini juga diperluas melalui inisiatif iQIYI Starship yang menghadirkan interaksi langsung antara penggemar dan bintang favorit mereka guna memperkuat fan engagement di luar pengalaman menonton.

“Indonesia memiliki komunitas penonton yang sangat dinamis dan terus berkembang. Fokus kami ke depan bukan hanya menghadirkan lebih banyak konten, tetapi membangun ekosistem hiburan yang terasa dekat dengan audiens, mulai dari storytelling yang relevan secara budaya hingga pengalaman interaktif yang mempertemukan penggemar dengan talenta dan cerita yang mereka gemari”, ujar Dinesh Ratnam, Senior Managing Director Southeast Asia iQIYI.


Bagaimana iQIYI Memperkuat Relevansinya di Indonesia?

Sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan signifikan di Asia Tenggara, Indonesia memiliki karakter audiens yang dinamis dengan preferensi yang terus berkembang. iQIYI melihat bahwa untuk tetap relevan, platform tidak hanya perlu menghadirkan konten yang kuat, tetapi juga memahami bagaimana penonton mengakses dan menikmati hiburan dalam keseharian mereka.

Untuk menjawab hal tersebut, iQIYI memperluas kolaborasi dengan mitra lokal seperti Telkomsel dan Vision+ guna meningkatkan akses layanan di berbagai wilayah sekaligus menjangkau segmen pengguna baru. Di sisi lain, iQIYI juga memperkuat fokus pada produksi konten lokal melalui kerja sama dengan rumah produksi seperti Hitmaker Studios, termasuk menghadirkan original series seperti Bercinta Dengan Maut yang mengangkat cerita yang dekat dengan penonton Indonesia.

“Hyper-localization menjadi pendekatan utama iQIYI di Indonesia, di mana kami tidak hanya menghadirkan konten, tetapi juga memastikan setiap aspek platform terasa relevan dengan budaya, bahasa, dan kebiasaan menonton penonton lokal. Komitmen ini kami wujudkan melalui pengembangan konten original Indonesia yang autentik, pemanfaatan data untuk memahami preferensi penonton, serta kolaborasi dengan berbagai mitra lokal untuk memperluas akses dan jangkauan layanan,” ujar Ikhsan Sasmita, Head of Original Content Indonesia.


Apa yang Membuat Dracin dan Konten Asia Premium Jadi Daya Tarik Utama?

Dracin terus menjadi pilihan utama bagi penonton di Indonesia, terutama karena kemampuannya menghadirkan cerita yang manis, emosional, dan penuh konflik dengan visual yang memukau. Tidak hanya menghibur, genre ini juga menawarkan karakter dan hubungan yang terasa dekat dengan penonton.

Hal ini terlihat dari respons positif terhadap judul-judul seperti Pursuit of Jade, yang sempat menduduki posisi teratas di iQIYI, serta Fate Chooses You, drama kostum dengan kisah romansa penuh konflik dan pengkhianatan. Kehadiran judul-judul ini memperkuat posisi iQIYI dalam menghadirkan konten Asia premium yang terus diminati di Indonesia.


Bagaimana iQIYI Mendekatkan Penggemar dengan Bintang Favorit Mereka?

Tidak hanya menghadirkan konten di layar, iQIYI juga membawa pengalaman tersebut ke dunia nyata melalui iQIYI Starship. Program ini membuka kesempatan bagi penggemar untuk bertemu langsung dengan bintang dracin favorit mereka, menciptakan interaksi yang selama ini hanya terjadi di layar menjadi lebih nyata.

Melalui pengalaman yang lebih personal dan eksklusif, iQIYI Starship menghadirkan cara baru bagi penonton untuk terhubung dengan cerita dan karakter yang mereka ikuti. Momen seperti sesi interaksi langsung hingga aktivitas bersama artis favorit– menjadi bagian dari upaya iQIYI dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas penggemar.

Inisiatif ini telah dihadirkan di beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand, dengan antusiasme penggemar yang tinggi. Di Thailand, misalnya, pada April 2026, ratusan penggemar berkesempatan mengikuti sesi fanmeeting dan foto eksklusif bersama Cheng Lei, aktor asal China sekaligus iQIYI International Global Ambassador. Pada 2026, iQIYI berencana menghadirkan inisiatif serupa di tanah air untuk membangun koneksi yang lebih nyata dengan penonton di Indonesia. 

Tonton berbagai dracin seru lainnya hanya di iQIYI! Langganan sekarang dengan klik di sini.


Tentang iQIYI International

iQIYI menghadirkan iQIYI International (iq.com dan aplikasi internasionalnya), layanan streaming yang menyajikan beragam serial TV dan film Asia bagi penonton global. Layanan ini dapat diakses melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan internet di 191 wilayah di seluruh dunia, dengan antarmuka dan subtitle yang tersedia dalam 12 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, Inggris, Melayu, Thai, Vietnam, Korea, dan Spanyol. Saat ini, iQIYI International telah melayani lebih dari 100 juta pengguna dengan katalog konten yang mencakup lebih dari 1.700 judul drama, variety show, dan anime, serta sekitar 2.000 film. iQIYI International juga memiliki kantor lokal di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Amerika Utara.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: www.iq.com 

Facebook: @iQIYIIndonesia

Instagram: @iqiyi_indonesia

TikTok: @iqiyi.indonesia

YouTube: @iQIYIIndonesia

App: App Store &  Google Play Store

Maher Zain Merilis Album Penuh Pertamanya Sejak 10 Tahun Lalu Berjudul “Back To You”

 

Awakening Music dengan bangga mengumumkan perilisan penuh Back To You, album studio terbaru yang sangat dinantikan dari Maher Zain. Proyek ini menandai album studio penuh keempatnya sekaligus yang pertama dalam satu dekade, setelah periode yang ditandai oleh berbagai rilisan berdampak global, termasuk singel-singel yang menduduki puncak tangga lagu seperti Rahmatun Lil’Alameen dan Qalbi Fil Madinah, yang menjangkau jutaan pendengar di seluruh dunia.

Album yang terdiri dari 16 lagu ini mencerminkan evolusi artistik Maher Zain yang berkelanjutan luas secara musikal, berakar kuat secara spiritual, dan sangat personal. Menggabungkan penulisan lagu dalam bahasa Arab dan Inggris dengan pengaruh ritmis Afrika dan Afrika Utara. Back To You tetap berlandaskan tema-tema yang terinspirasi dari iman, seperti refleksi, harapan, zikir, dan tawakal kepada Tuhan.

Sebagian perilisan bertahap yang diselaraskan dengan Ramadan, 11 lagu telah dirilis secara bertahap selama tiga bulan terakhir: Take My Hand, Habibi, Ya Muhammad, Qamarun, Allahu Ya Allahu, Sallou, Yama Wo Yama, Da’iman Wa Abada, Al-Hawdh, Yawmuldirilis secara bertahap selama tiga bulan terakhir: Take My Hand, Habibi, Ya Muhammad, Qamarun, Allahu Ya Allahu, Sallou, Yama Wo Yama, Da’iman Wa Abada, Al-Hawdh, Yawmul Eid, dan Never Let Me Down.

Hari ini, album tersebut disempurnakan dengan perilisan lima lagu terakhir: Hikaya Jamila, Queen of Our Deen, Thank You, I Could’ve Been You, dan Not Ready To Die. Disetiap lagu menghadirkan dimensi emosional dan spiritual yang berbeda, menawarkan momen perenungan, pengabdian, dan penguatan bagi para pendengar sepanjang perjalanan dari Ramadan hingga penutupnya. Maher Zain mengatakan : “Album ini diberi judul Back To You karena pada intinya, ini adalah tentang kembali kembali kepada Tuhan, kepada ketulusan, kepada tujuan hidup, dan kepada hal-hal yang benar-benar penting. Dalam beberapa tahun terakhir, saya telah bertumbuh secara pribadi dan spiritual, dan proyek ini mencerminkan perjalanan tersebut. Saya ingin musiknya terasa jujur, reflektif, dan hadir khususnya selama Ramadan, ketika hati lebih terbuka dan sedang mencari.”

Album ini dikembangkan melalui serangkaian kemah penulisan lagu internasional yang diselenggarakan di Maroko, Turki, Swedia, dan Indonesia, yang mempertemukan berbagai suara kreatif dari dunia Muslim dan sekitarnya. Para kolaborator dalam proyek ini termasuk tim penulis lagu global, sesama artis Awakening Music Harris J, serta kolaborator lama Maher Zain, Bara Kherigi.

Tidak seperti cara konvensional yang dirilis dalam satu hari, Back To You hadir sebagai perjalanan musikal yang terstruktur dengan cermat mengiringi pendengar dari minggu ke minggu selama Ramadan, memungkinkan setiap lagu berdiri sendiri sebelum akhirnya berpuncak pada perilisan album secara penuh hari ini. Bara Kherigi, Managing Director Awakening Music, menambahkan: “Maher Zain adalah artis langka yang hadir sekali dalam satu generasi, yang musiknya telah menjadi bagian dari spiritual dan budaya Ramadan di seluruh dunia. Ini adalah album studio penuh pertamanya dalam sepuluh tahun, dan kami sangat berhati-hati dalam merancang cara perilisannya. Kami mendesain Back To You sebagai sebuah perjalanan, memberikan setiap lagu ruang, makna, dan penghormatan yang layak, sebelum akhirnya menyatukannya menjadi sebuah karya utuh.”

Beberapa lagu mengeksplorasi tema ketergantungan kepada Tuhan di tengah kesendirian dan ketidakpastian, cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad ﷺ, serta kerinduan manusia akan makna, petunjuk, dan keterhubungan. Secara keseluruhan, album ini membentuk pengalaman musikal yang utuh untuk dihayati, bukan sekadar didengarkan. Melalui Back To You, Maher Zain menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu suara paling berpengaruh dalam musik bernuansa spiritual saat ini—menghadirkan karya yang melampaui batas budaya, bahasa, dan generasi Informasi lebih lanjut mengenai konten visual pendamping dan rilisan tambahan akan diumumkan pada waktunya.


16 Track List Alb Back To You :

1. Ya Muhammad

2. Take My Hand

3. Da’iman Wa Abada

4. Yama Wo Yama

5. Habibi

6. Never Let Me Down

7. Qamarun

8. Thank You

9. Yawmul Eid

10. Sallou

11. Hikaya Jamila

12. Queen of Our Deen

13. I Could’ve been you

14. Al Hawdh

15. Not Ready To Die

16. Allahu Ya Allahu

Pembuktian di Balik Layar, Film 'Nobody Loves Kay' Bongkar Perjuangan ‘Gila’ Menjadi Pro-Player, Terinspirasi dari Kairi ONIC

 

Jakarta, 5 Mei 2026 – Setelah sukses memicu perbincangan hangat di media sosial melalui perilisan teaser trailer dan poster, film Nobody Loves Kay menggelar acara Media Gathering eksklusif. Film hasil kolaborasi antara ONIC, Migunani Cinema Cult, Folago Pictures dan Qun Films, bekerja sama dengan Visinema Pictures ini secara resmi memperkenalkan sebuah film drama coming-of-age yang mengambil inspirasi dari perjalanan hidup pro-player e-sport fenomenal, ONIC Kairi.

​Film ini bukan sekadar tentang berapa banyak kemenangan di arena pertandingan. Nobody Loves Kay menggali lebih dalam ke balik gemerlap lampu panggung turnamen, tapi menyoroti keberanian seorang remaja dalam mengejar mimpi yang dianggap mustahil oleh lingkungannya.


Bukan Sekadar Tentang Game

​Sutradara Bernardus Raka, dalam debut film panjangnya, mengungkapkan bahwa ia ingin memotret sisi manusiawi yang jarang terlihat dari dunia e-sport.

​“Film ini adalah debut yang jujur buat saya. Lewat Nobody Loves Kay, saya ingin tunjukkan kalau e-sport itu lebih dari sekadar main game. Ini tentang mental yang ditempa, tentang jatuh bangun psikologis, dan gimana rasanya jadi anak ‘nekat’ yang tetap lari mengejar mimpi meski dunia di sekitarnya bilang itu nggak mungkin,” ujar Bernardus Raka.

​ONIC Kairi, yang kehadirannya menjadi inspirasi sentral karakter Kay, menekankan bahwa film ini adalah representasi dari pengorbanan panjang yang selama ini tidak tertangkap kamera turnamen. “Yang banyak orang lihat di turnamen-turnamen itu hasil akhirnya, film ini menceritakan perjuangan di baliknya. Bukan hanya untuk para fans MLBB, ini adalah film untuk mereka di luar sana yang berani bermimpi,” ungkap Kairi dalam sesi diskusi media.


Tentang Nobody Loves Kay

Film ini bercerita tentang Kay, pro-player andalan tim ONIC, mengenang masa ketika mimpinya hanya dianggap angan-angan kosong. Bersama dua sahabatnya, Ido dan Aurelio, ia pernah berjanji akan mengguncang dunia, namun tekanan dan ambisi buta justru menghancurkan persahabatan mereka. Kay didepak dari timnya sendiri, kehilangan arah, dan dianggap gagal oleh lingkungan yang sejak awal meragukannya.

​Berada di titik nadir dan hampir dipaksa meninggalkan dunianya, Kay menolak menyerah. Ini bukan sekadar soal memenangkan pertandingan, melainkan pembuktian bahwa mimpi yang diremehkan, jika diperjuangkan dengan segenap hati, akan menemukan jalannya sendiri menuju panggung tertinggi.

​Film Nobody Loves Kay menghadirkan kolaborasi solid antara aktor muda berbakat dan deretan nama senior yang sudah tidak asing lagi di industri perfilman Indonesia. Karakter utama Kay diperankan oleh Bima Azriel, yang akan beradu akting dengan Rey Bong sebagai Ido dan Joshia Frederico sebagai Aurelio, membentuk trio persahabatan yang menjadi sentral cerita.

​Aktris Aurora Ribero turut bergabung memerankan sosok Amanda, murid pintar yang menjadi kunci perjalanan Kay. Tak hanya itu, kekuatan departemen akting film ini semakin lengkap dengan kehadiran Ariyo Wahab, Mian Tiara, hingga Melati Sesilia yang memberikan kedalaman pada dinamika keluarga dan konflik dalam cerita.


Siap Mengajak Penonton Berani Mewujudkan Mimpi Bersama

​Film ini dibintangi oleh deretan aktor berbakat seperti Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, serta didukung oleh performa kuat dari Ario Wahab, Mian Tiara, dan Melati Sesilia.

​Setelah proses produksi yang panjang, Nobody Loves Kay dipastikan akan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Melalui perjalanan Kay, penonton diajak untuk merefleksikan kembali pilihan hidup dan keberanian untuk tetap dipercaya atas jalan yang mereka pilih.

​Pantau terus informasi terbaru dan konten eksklusif melalui akun media sosial resmi @nobodyloveskay.



Film The Bell: Panggilan untuk Mati telah sukses melakukan special screening di beberapa bioskop di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Bogor, Tangerang, Depok, serta di Belitung sebagai lokasi yang menjadi asal folklor cerita film ini.

  Ketika Lonceng Berbunyi, Semuanya Akan Berubah. ​Film The Bell: Panggilan untuk Mati Tayang di Bioskop! ​Jakarta, 7 Mei 2026 – Film horor ...