 |
Film Ikatan Darah tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia
|
Jakarta, 22 April 2026- Uwais Pictures bersama produser eksekutif Iko Uwais dan sutradara Sidharta Tata menghadirkan kesegaran baru di perfilman Indonesia melalui film Ikatan Darah yang akan tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia. Menampilkan duel dari karakter utama perempuan yang diperankan Livi Ciananta sebagai Mega saat berhadapan dengan geng mafia paling mematikan di Jakarta demi menyelamatkan keluarganya.
Di setiap adegan aksinya, Sidharta Tata memberikan keunikan masing-masing dengan lapisan emosional yang berbeda. Ikatan Darah membawa angin segar dengan menampilkan film aksi laga Indonesia yang kualitasnya setara film internasional, dengan pendekatan isu sosial yang dekat dengan Indonesia melalui permasalahan judi online (judol) dan jeratan pinjaman online (pinjol).
Sementara itu, sajian action di film Ikatan Darah seperti tak memberikan waktu penonton untuk bernapas, dan menjadi pengalaman sinematik yang sangat roller coaster ride.
Diproduseri oleh Ryan Santoso, dengan produser eksekutif Iko Uwais bersama Yentonius Jerriel Ho, dan Yocke Kaseger, film yang diproduksi Uwais Pictures yang turut didukung oleh KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active memberikan pengalaman baru bagi penonton Indonesia lewat genre aksi yang berkualitas
"Film Ikatan Darah membuktikan bahwa regenerasi action di Indonesia terjadi dan terus berkembang. Di film ini, pemeran utamanya perempuan, yang biasanya bahkan di dunia sekalipun, film oction didominasi oleh karakter utama laki-laki. Ini menjadi komitmen Uwais Pictures yang terus mendorong lahirnya bakat-bakat baru di genre action," kata produser eksekutif Iko Uwais.
Tak hanya menyajikan aksi yang bikin tahan napas, sutradara Sidharta Tata juga menyajikan elemen drama yang emosional dan menyentuh. Tentang hubungan keluarga dan persaudaraan dan sikap rela berkorban.
Ceritanya juga diambil dari keseharian yang sangat dekat dengan banyak orang Tentang perjuangan kelas ekonomi bawah yang bertaruh demi mendapat hidup yang layak.
"Ikatan Darah menunjukkan soal bagaimana persaudaraan dan pertemanan menjadi harga mati yang saling terikat. Bagaimana kita merajut hubungan persaudaraan yang rela berkorban, rela untuk melakukan apapun demi kelangsungan hidup saudaranya," ujar sutradara Sidharta Tata.
"Secara action, saya menjanjikan akan menjadi pengalaman sinematik di bioskop yang juga roller coaster ride. Kami didukung oleh tim yang sangat berpengalaman, bersama Uwais Team yang telah mengerjakan berbagai proyek laga internasional dan akan menjadi hiburan yang begitu menegangkan hingga akhir di bioskop." tambah Sidharta Tata.
Ikatan Darah dibintangi oleh Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, Abdurrahman Arif, Ramadhan Ruswadi, Agra Piliang, Ismi Melinda, dan aktris senior Lydia Kandou.
Livi dan Derby akan menghadapi para musuh mereka dengan gaya bertarung yang berbeda-beda. Perbedaaan gaya duel inilah yang akan semakin membuat menarik Ratan Darah sehingga film ini terasa begitu kaya dengan teknik action yang berkualitas.
"Butuh waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan adegan fighting. Selama tiga bulan itu, kami hampir setiap hari mengulang koreografi yang sudah diciptakan oleh Uwais Team. Sehingga saat syuting pun minim cedera," kata Livi Ciananta, yang memerankan karakter utama bernama Mega di Ikatan Darah.
"Tentunya di film ini bagian adegan fighting-ku sangat banyak. Setiap ada adegan fight, itu ada aku, dan setiap fight, punya rasa yang berbeda-beda. Dalam perjalanan menyelamatkan kakaknya, Mega selalu bertemu dengan penjahat yang karakter membunuhnya itu bermacam-macam," tambah Livi.
Bagi Derby, ini adalah pengalaman pertamanya membintangi film aksi. Derby sendiri sebenarnya memiliki latar belakang atlet dan berbagai bidang beladiri, termasuk muay thai hingga jiu jitsu. Namun, di film ini, Derby justru harus beradegan aksi menggunakan instingnya.
"Sebenarnya latar belakang beladiriku sangat bermanfaat di Ikatan Darah, yang menjadi film action pertamaku. Karena filmnya sangat physical, aku harus sprint, jatuh dan segala macam, yang sebagian besar itu aku lakukan sendiri tanpa stunt. Aku juga banyak belajar tentang koreografi fighting di film ini yang seperti dance, ada ritme, beat, serta chemistry," kata Derby Romero yang memerankan Bilal
"Di film ini, aku fighting mengandalkan instingku, dan dipaksa untuk terus berlari," tambah Derby.
Ikatan Darah akan membawa penonton pada pengalaman sinematik dari sajian aksi laga dengan kualitas internasional, dengan bumbu cerita drama dan sentuhan lokal yang sangat Indonesia. Film ini adalah tentang pertaruhan hidup dan mati, yang juga berbicara tentang permasalahan yang banyak dihadapi orang di Indonesia.
Ikuti informasi dan perkembangan terbaru Uwais Pictures dan film Ikatan Darah melalui akun Instagram @uwaispictures.
SINOPSIS
Mega (Livi Ciananta), seorang mantan atlet pencak silat yang kini bekerja sebagai pramusaji, harus menyelamatkan kakaknya, Bilal (Derby Romero), yang menjadi buruan para gangster terkejam akibat hutang dan pembunuhan yang tak sengaja ia lakukan.
Aksi perburuan membuat kakak beradik itu terjebak di sebuah kampung yang seluruh pintu keluarnya telah ditutup oleh para preman anak buah dari bos gangster, yaitu Primbon (Teuku Rifnu). Kini, Mega dan Bilal harus bekerja sama untuk dapat meloloskan diri dari kejaran para gangster itu meski nyawa menjadi taruhannya.
TENTANG UWAIS PICTURES
UWAIS PICTURES adalah rumah produksi film yang diluncurkan pada tahun 2023 oleh aktor sekaligus atlet bela diri Iko Uwais. Perjalanan Uwais Pictures berawal dari "Uwais Team" sebuah tim koreografi aksi yang telah dikenal luas lewat kontribusi di berbagai film nasional dan internasional. Uwais Pictures hadir dengan visi untuk menghadirkan film laga yang mengakar pada seni bela diri Indonesia, namun tetap mampu bersaing di pasar global.
Rumah produksi ini digerakkan oleh tim inti yang solid, termasuk Iko Uwais sebagai Chairman dan Ryan Santoso sebagai CEO. Setiap film yang diproduksi dihadirkan dengan filosofi bahwa aksi bukan sekadar hiburan visual, melainkan medium untuk bercerita dan menginspirasi generasi yang baru.
Proyek perdana Uwais Pictures, Ikatan Darah garapan Sidharta Tata dan Timur yang disutradarai langsung oleh Iko Uwais, menjadi penanda langkah pertama untuk memperkenalkan wajah baru film laga Indonesia. Melalui karya-karya tersebut, Uwais Pictures ingin mengedukasi penonton muda agar semakin menghargai film laga lokal, sekaligus memperkenalkan pencak silat sebagai bagian dari identitas bangsa. Dengan semangat kolaborasi dan orientasi pasar internasional, Uwais Pictures berkomitmen untuk menjangkau penonton yang lebih luas dan bisa menduniakan film laga Indonesia di kancah perfilman dunia.
AKUN MEDIA SOSIAL UWAIS PICTURES
Instagram : @uwaispictures
X : @uwaispictures
YouTube : Uwais Entertainment