Rabu, 20 Mei 2026

Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih Lucu Maksimal! Bikin Ngakak Sekaligus Merinding, Komedi di Tengah Horor Pesugihan yang Terinspirasi dari Kisah Nyata di Jawa Timur

 



SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih tayang mulai 27 Mei 2026 di Bioskop Indonesia


​Jakarta, 20 Mei 2026 — Starvision kembali bekerja sama dengan Skak Studios dan Legacy Pictures, mempersembahkan karya terbaru lewat sekuel Sekawan Limo, SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih. Di film keduanya, sutradara Bayu Skak dan produser Chand Parwez Servia menampilkan kolaborasi karya yang kembali menghibur penonton Indonesia.


​SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih menjadi film yang menghadirkan kelucuan maksimal melalui komedi-komedi para jajaran ansambelnya, termasuk Demit Benedictus Siregar yang tak pernah gagal memecah tawa penonton. SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih juga menghadirkan lapisan drama dengan bumbu horor yang unik, tentang pesugihan yang menyangkut member dari geng Sekawan Limo, Andrew (Indra Pramujito).


​SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih akan menghadirkan hiburan yang lengkap dengan komedi yang lebih lucu, drama yang menyentuh, dan horor yang bikin merinding. Salah satu pesan mendalam yang disampaikan di film ini adalah tentang jangan pernah mengambil jalan pintas.


​“Di film ini yang menjadi pesan adalah 'ojo nggolek dalan pintas (jangan mencari jalan pintas).' Sesuatu yang instan itu akan berujung petaka. Kita sering banget membandingkan dengan hidup orang lain, apalagi di media sosial kita banyak melihat kesenangan dan kemewahan, tapi kan kita nggak pernah tahu perjuangan di balik itu,” ujar sutradara SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, Bayu Skak.


​Salah satu yang menarik di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih adalah kembalinya geng Yowis Ben, yang secara lengkap menjadi bagian dari jajaran ansambel pemain bersama pemeran baru lain di semesta Sekawan Limo. SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih dibintangi oleh Bayu Skak, Nadya Arina, Benedictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Jihane Almira, Elsa Japasal, Joshua Suherman, Cak Kartolo, Ning Tini, Audya Ananta, Ellea Candice, Cak Ukil, Ferry Salim, Gisella Anastasia, Marwoto, Devina Aureel, Brandon Salim, Tutus Thomson, Andy Sugar, Irene Suwandi, Sanusi, Eunike Unik, Irwan Pramujito, Yongki Setyabudi, Rensia Sanvira, Furry Setya, Dayu Wijanto, Leona Zhen, Zoe Levana, dan Stanley Hao.


​“Di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih kami menyajikan cerita yang lebih kompleks. Setiap karakter memiliki cerita mereka masing-masing, yang akan menambah kekuatan komedinya dan membuat penasaran. Tentunya, film ini akan menjadi hiburan yang dua kali lipat lebih lucu dari film pertamanya,” ujar produser Chand Parwez Servia.


​Film ini akan melanjutkan kesuksesan film pertamanya, yang sukses meraih 2.508.008 penonton. Film pertamanya juga berhasil membawa tren horor-komedi pendakian gunung yang diminati penonton Indonesia.


​Kini, SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih juga masih membawa tema gunung dan pendakian. Namun, di film ini juga ada kisah yang terinspirasi dari kisah nyata tentang praktik pesugihan di Gunung Kawi, Jawa Timur.


Bayu mengungkapkan, dalam penulisan yang terinspirasi dan penggunaan set Gunung Kawi, ia bersama penulis Nona Ica telah melakukan riset secara mendalam. Bahkan, termasuk penggunaan dialek bahasa Jawa yang cukup berbeda dengan wilayah Jawa Timur lain di kawasan Gunung Kawi.


​Jihane Almira, salah satu bintang yang baru bergabung di film ini mengungkapkan antusiasmenya. Syuting bersama Bayu Skak dan Geng Sekawan Limo dengan menggunakan bahasa Jawa, membuat Jihane terasa seperti pulang.


​“Feels like home. Karena kebetulan aku orang Semarang, dan berkarier di perfilman juga sebenarnya ada kesulitan untuk menghilangkan medok bahasa Jawaku. Jadi ketika bertemu dengan sutradara dan pemain yang sangat fasih berbahasa Jawa, itu merasa nyaman,” ujar Jihane Almira, pemeran Aruna di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih.


​“Sekawan Limo adalah salah satu film yang membuat saya semakin dikenal di perfilman Indonesia. Senang rasanya bisa memberikan sajian komedi yang makin pecah di film keduanya ini. Penonton juga akan melihat salah satu adegan yang bakal bikin kalian enggak rela aku punya adegan itu bareng Elsa Japasal,” ungkap Benedictus Siregar.


​Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih akan menjadi sajian komedi horor yang menghibur penonton Indonesia di Bioskop. Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih tayang mulai 27 Mei 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perjalanan Geng Sekawan Limo yang akan membuat tertawa dengan kelucuan maksimal! Pantau informasi terbaru melalui akun Instagram @Sekawanlimo, @Starvisionplus, @SkakStudios, @Legacy.pictures dan Tiktok @StarvisionMovie.


​Sinopsis


​Tiga tahun sejak pendakian Gunung Madyopuro, persahabatan 5 sekawan semakin erat. Ketika mereka reuni di ulang tahun Angel putri Andrew, mereka menyaksikan keluarga itu terancam jadi tumbal pesugihan!


Berangkatlah mereka menemani Andrew ke Gunung Klawih. Namun, Juna menghilang ke dunia demit!


Pemain & Tim Produksi


Nama Pemain - Peran

Bayu Skak - Bagas

Nadya Arina - Lenni

Benidictus Siregar - Juna

Indra Pramujito - Andrew

Firza Valaza - Dicky

Jihane Almira - Aruna

Elsa Japasal - Kina

Joshua Suherman - Wisang

Cak Kartolo - Dukun Kartolo

Ning Tini - Mbah Uti

Audya Ananta - Michelle

Ellea Candice - Angel

Cak Ukil - Cak Ukil

Ferry Salim - Om Lim

Gisella Anastasia - Yu Chen

Marwoto - Dukun Ranto

Devina Aureel - Carrisa

Brandon Salim - Thomas Richard

Tutus Thomson - Ndaru

Andy Sugar - Rudy Alexander

Irene Suwandi - Elsa

Sanusi - Warga Pasar

Eunike Unik - Wening

Irwan Pramujito - Ko Hendi

Yongki Setyabudi - Papa Johan

Rensia Sanvira - Mama Nathalia

Furry Setya - Paijo

Dayu Wijanto - Oma Linda

Leona Zhen - Penyanyi

Zoe Levana - Han Yui

Stanley Hao - Jun Ping


Produksi: Starvision, Skak Studios

​Produser: Chand Parvez Servia, Riza, Mithu Nisar

​Sutradara: Bayu Skak

​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

​Produser Lini: Rini Atmodjo

​Penulis Skenario: Nona Ica

​Pengarah Artistik: Mai Harizon

​Penata Kamera: Adrian Sugiono

​Penyunting Gambar: Wawan I. Wibowo, Jalu Swandaru

​Penata Suara: Aditya Trisnawan

​Perekam Suara: Hasanudin Bugo

​Penata Musik: Mikhael Alpha Beltsazar

​Penata Warna: Chressandy Rorimpandey

​Penata VFX & Grafis: Dalang Digital Studio

​Penata Rias & Efek: Clarista Christie

​Penata Busana: Jeanne Elizabeth Fam

​Penata Peran: Arief Havidz, Hafshoh Mubarak

​Komedi Konsultan: Joshua Suherman

​Perancang Poster: Alvin Hariz


​OST

​Yue Liang Dai Biao Wo De Xin (The Moon Represents My Heart) - Josaphat Children Choir

​Wang Shi Zhi Neng Hui Wei (The Past Can Only Be Remembered) - Leona Zhen

​Gusti, Matur Nuwun - Bayu Skak

​Gandolane Ati - Yowis Ben

Selasa, 19 Mei 2026

Mandela Pictures dan OMG Studios Luncurkan Foto Adegan Bisikan Desa Gringsing yang dibintangi Aghniny Haque, Film Horor Indonesia Pertama dengan Virtual Production, di Marché du Film, Cannes Film Festival 2026

 

Terobosan Baru Asia Tenggara dalam Kolaborasi Produksi, Teknologi, dan Dukungan Pemerintah untuk Industri Kreatif

​Jakarta, 18 Mei 2026 - Setelah diumumkan sebagai bagian dari slate produksi Mandela Pictures di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025 dan Asia TV Forum (ATF) 2025, hari ini Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) untuk pertama kalinya mempublikasikan lima foto adegan dari film terbarunya, sebuah horor misteri berjudul Bisikan Desa Gringsing. Film yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana ini merupakan hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia, sekaligus menjadi film horor Indonesia pertama yang menggunakan teknologi virtual production (VP), menandai terobosan baru bagi sinema genre Asia Tenggara.

​Film Bisikan Desa Gringsing bercerita tentang HESTI (Aghniny Haque), seorang perempuan yang mencari ayahnya yang hilang. Pencarian membawanya ke sebuah kampung bernama Desa Gringsing dan ia pun terseret ke dalam teror arwah FATIMAH (Fatmah Nahdi) yang menghantui desa itu.

​Melalui media sosial, Bisikan Desa Gringsing mempublikasikan foto-foto adegan yang menampilkan tokoh Hesti, diperankan Aghniny Haque, berdiri di sebuah gerbang yang dapat diasumsikan sebagai gerbang menuju Desa Gringsing. Dua foto memperlihatkan Hesti dengan ekspresi yang intens, berdiri di antara sejumlah sosok yang terbaring di sekitarnya dan pada foto ketiga menampilkan karakter Hesti yang sedang berhadapan dengan sosok Fatimah, diperankan oleh Fatmah Nahdi, aktor Indonesia muda pendatang baru yang berbakat. Dua foto lainnya menampilkan tokoh Gagan, diperankan oleh Surya Saputra, serta tokoh Melati, diperankan oleh Hesti Putri.

​Kehadiran Bisikan Desa Gringsing di Marché du Film dalam rangkaian Festival Film Cannes 2026 menjadi debut internasional film ini di panggung pasar global. Mandela Pictures dan OMG Studios juga tengah aktif melakukan pertemuan dengan distributor internasional di market tersebut, dengan penjualan internasional ditangani langsung oleh Mandela Pictures dan target perilisan bioskop yang telah dikonfirmasi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan.

​"Kami di Mandela Pictures berkomitmen untuk menghadirkan karya yang melibatkan kerja kolaborasi jangka panjang seraya berinovasi dalam teknik produksi serta melahirkan cerita-cerita yang meninggalkan jejak emosional bagi penontonnya, tidak berhenti di layar bioskop namun terus dibicarakan. Bisikan Desa Gringsing adalah bukti satu lagi karya kami yang dilatari oleh misi-misi tersebut. Kami senang sekali mendapat dukungan dari Nick Tan beserta tim dari OMG Studios. Semoga kerjasama baik yang kami jalani bersama, dapat sampai juga dirasakan oleh penonton melalui layar bioskop nantinya," ujar Manoj Samtani, Produser Mandela Pictures.

​"Indonesia adalah pasar yang sangat menjanjikan untuk pengembangan karya kreatif. Penonton di sini mengapresiasi karya dengan kisah yang kuat dan unik, karya dengan production value tinggi, serta karya yang memanfaatkan inovasi teknologi. Kolaborasi ini menjadi kesempatan yang tidak mungkin kami lewatkan. Bekerja bersama Mandela Pictures, sutradara Ivander Tedjasukmana, dan jajaran head department yang sangat handal di bidangnya menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi kami. Virtual production bukan sekadar teknologi, ini adalah bahasa kreatif baru bagi penceritaan Asia Tenggara, dan kami bangga bisa menjadi pionir penggunaannya di perfilman Indonesia bersama para partner kami," ujar Nick GC Tan, CEO OMG Studios.

​Teknologi virtual production menghadirkan atmosfer yang mencekam dari Desa Gringsing, mulai dari jalanan berkabut, struktur desa yang terasa mengancam, hingga kemunculan visi supernatural, dengan presisi sinematik yang sulit dicapai melalui pengambilan gambar yang konvensional. Bisikan Desa Gringsing menjadi film panjang Indonesia pertama yang memanfaatkan LED volumetric stage berstandar dunia, di mana para aktor berakting di depan layar LED beresolusi tinggi yang menampilkan lingkungan digital fotorealistik secara real time.

​Bisikan Desa Gringsing menjalani proses syuting di studio virtual production milik OMG Studios yang berlokasi di Iskandar Malaysia Studios (IMS), dengan dukungan program insentif FIMI+ yang dikelola Studios Film Office (SFO). Di Singapura, produksi film ini juga didukung oleh Infocomm Media Development Authority (IMDA). Sementara di Indonesia, film ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana film genre Indonesia dengan production value yang tinggi dapat terwujud melalui infrastruktur kreatif Asia Tenggara yang didukung pemerintah.

​Film Bisikan Desa Gringsing dibintangi oleh Aghniny Haque, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Nina Tamam, Fatmah Nahdi, Iyang Darmawan, Akun Gege, dan Mian Tiara. Film saat ini berada pada tahap akhir paska-produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026, dilanjutkan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Ikuti perkembangan Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun resmi media sosialnya.


INFORMASI FILM

KEY CREW

​Director: Ivander Tedjasukmana

​Screenplay: Ivander Tedjasukmana

​Producers: Manoj K. Samtani, Deepak M. Samtani, Lachman G. Samtani, Nick GC Tan, Chan Pui Yin

​Cinematographer: Oki Prabowo

​Art Director: Ade

​Virtual Production Supervisor: Kelvin Koh

​Virtual Production Technical Director: Shawn Ang

​Virtual Art Directors: Tommy Tan, Mohamed Farhan

​Music Composer: Fajar Yuskemal

​Editor: Yoga Kristianto

Sound Design: Syaifullah Praditya

​SUPPORTED BY Infocomm Media Development Authority (IMDA) | Studios Film Office (SFO) | Ministry of Culture, Republic of Indonesia

​SALES CONTACT Mandela Pictures Email: info@rec.id

​AKUN MEDIA SOSIAL RESMI Instagram: @bisikandesagringsing @mandela_pictures

Twitter/X: @mandela_pictures

TikTok: @mandela_pictures

YouTube: Mandela Pictures

TENTANG MANDELA PICTURES 

Mandela Pictures (dahulu 13 Entertainment) adalah unit bisnis dari REC Media (https://rec.id/mandela-pictures/) yang fokus pada pengembangan cerita, produksi film layar lebar, dan layanan paska produksi termasuk restorasi film berkualitas tinggi. Hingga saat ini, Mandela Pictures telah berhasil merestorasi ratusan film Indonesia sebagai upaya pro aktif untuk turut melestarikan warisan budaya dan sejarah sinema Indonesia. Beberapa film layar lebar yang telah diproduksi adalah Love (2008), Surat Dari Praha (2016), Filosofi Kopi 2 (2017), dan Lagi-Lagi Ateng (2019).

​Visi Mandela Pictures adalah untuk menjadi pemimpin industri dalam inovasi dan kreativitas film, dengan tidak melupakan untuk memelihara warisan naratif yang menginspirasi dan menghibur audiens lokal dan global. Misi Mandela Pictures adalah untuk menghasilkan karya-karya film kolaborasi dengan para insan perfilman terbaik dengan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya kehidupan dan mendidik hati nurani.

MANDELA PICTURES | OCEANUS MEDIA GLOBAL

​TENTANG OCEANUS MEDIA GLOBAL (OMG STUDIOS) Oceanus Media Global (OMG Studios) adalah perusahaan MediaTech berbasis di Singapura yang mengoperasikan studio virtual production (VP) serta kapabilitas konten AIGC di kawasan Asia Tenggara. Studio virtual production milik OMG Studios berlokasi di Iskandar Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia fasilitas yang didukung oleh Khazanah Nasional  sehingga memungkinkan terciptanya produksi virtual production berstandar dunia di kawasan ini. Deretan proyek ko-produksi internasional yang terus berkembang menjadi bagian dari misi perusahaan untuk menempatkan Asia Tenggara sebagai pusat global bagi generasi baru penceritaan kreatif.

MD Pictures Rilis Official Trailer dan Poster 402 Rumah Sakit Angker Korea: Remake Masterpiece Horor Korea yang Sangat Menyeramkan

 




Jakarta, 19 Mei 2026 – MD Pictures bersama Umbara Brothers Film secara resmi merilis official trailer dan poster dari film horor terbaru yang paling diantisipasi tahun ini, "402 Rumah Sakit Angker Korea". Peluncuran perdana ini dilakukan melalui sebuah acara konferensi pers yang digelar hari ini, Selasa, 19 Mei 2026.

​Film ini merupakan remake resmi dari mahakarya horor Korea Selatan yang menjadi salah satu favorit para pencinta film horor di seluruh dunia, Gonjiam: Haunted Asylum by Jung Bum-shik. Namun, bukan sekadar adaptasi biasa, "402 Rumah Sakit Angker Korea" membawa rasa, perspektif, dan sentuhan baru Indonesia yang sangat kental ke dalam narasi ceritanya.

​Melalui official trailer dan poster yang dirilis, penonton disuguhkan kengerian penelusuran sinematik yang intens. Atmosfer yang dibangun memperlihatkan ketegangan yang tidak kalah mencekam dan misterius dari film originalnya, sekaligus menunjukkan betapa besarnya skala produksi dan effort ekstra dari seluruh kru serta pemain untuk menghormati materi aslinya.





​Sutradara Anggy Umbara membagikan pengalamannya dalam menahkodai proyek besar ini. Ia mengakui bahwa film ini merupakan salah satu produksi paling rumit dan menantang sepanjang karier penyutradaraannya.

​"Gonjiam itu bisa dibilang salah satu film horor favorit saya dan Lele (Penulis Skenario, Lele Laila). Jadi, pasti kami harus kasih usaha semaksimal mungkin untuk film ini, supaya bisa melampaui ekspektasi yang tinggi dari para fans. Kami menggunakan total 28 kamera di produksi ini, dan proses pengambilan gambar yang dilakukan secara teknis sangat-sangat rumit," ujar Anggy Umbara.

Komitmen untuk menghadirkan teror yang nyata bukan cuma urusan teknis, tapi juga dirasakan langsung oleh jajaran pemain saat di lokasi syuting. Aktor Saputra Kori, salah satu pemeran di film ini mengungkapkan betapa mencekamnya atmosfer yang dibangun di lokasi syuting selama proses produksi berlangsung.

​"Saat berada di set, suasananya saja sudah tidak main-main seramnya. Kami harus menjalani syuting malam-malam, dan set bangunan rumah sakit ini desainnya benar-benar mengerikan. Kami yang berakting di sana saja sampai merinding setiap kali syuting, jadi bisa dibayangkan bagaimana hasil jadinya nanti di layar lebar. Yang pasti akan jauh lebih seram lagi," ungkap Saputra Kori

​"402 Rumah Sakit Angker Korea" menampilkan deretan aktor dan aktris muda berbakat Indonesia serta kolaborasi lintas negara, di antaranya Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Jang Han-Sol, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, dan Aylena Fusil.

Film ini bercerita tentang sekelompok content creator asal Indonesia yang dikenal sebagai “Para Pencari Hantu”, berkolaborasi dengan kreator konten kakak-beradik “Soul Sisters” serta dua orang yang telah lama tinggal di Korea, nekat melakukan penelusuran langsung di rumah sakit terbengkalai paling angker di Korea Selatan, dengan misi besar meraih 3 juta penonton live. Juna, Adit, Bara, Arum, Yuri, Tyas, dan Daeho awalnya hanya mengejar popularitas viral dan mengharapkan sensasi instan yang mudah didapat.



​Namun, begitu lensa kamera mulai merekam, atmosfer rumah sakit seketika berubah mencekam. Bisikan misterius mulai terdengar, bayangan-bayangan bergerak dalam gelap, hingga satu per satu peralatan teknis mereka mengalami malfungsi. Apa yang awalnya dirancang sebagai aksi hiburan, kini berbalik menjadi teror yang mengancam nyawa.

​Terjebak di dalam bangunan yang menyimpan masa lalu kelam, mereka akhirnya menyadari bahwa entitas di tempat tersebut nyata dan kini gantian memburu mereka. Di titik ini, keluar dan bertahan hidup menjadi satu-satunya konten paling berharga yang harus mereka perjuangkan.

Bersiaplah untuk menguji nyali Anda. “402: Rumah Sakit Angker Korea” siap meneror dan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.




Senin, 18 Mei 2026

WeTV dan Magma Entertainment Garap Asmara Asrama, Produser Sebut Jadi Series Remaja Paling Segar Tahun Ini

 


‎Platform streaming WeTV bersama Magma Entertainment resmi memperkenalkan proyek terbaru mereka bertajuk Asmara Asrama. Dalam konferensi pers perdana, pihak produksi membeberkan visi besar di balik serial remaja tersebut yang disebut akan menghadirkan kombinasi genre unik dan jarang ditemui di layar Indonesia. 

‎Perwakilan WeTV Indonesia, Febri, mengungkapkan bahwa Asmara Asrama menjadi kolaborasi pertama antara WeTV Indonesia dan Magma Entertainment. Menurutnya, proyek ini langsung mendapat sambutan positif sejak konsep cerita pertama kali dipresentasikan kepada produser Charles Gozali dan sutradara Imran Ismail 

‎Febri menyebut proses pengembangan serial ini berjalan cukup panjang dan intens. Mulai dari tahap penulisan naskah, pengembangan cerita, hingga diskusi kreatif antara tim WeTV, penulis, dan rumah produksi dilakukan secara serius demi menghadirkan tayangan yang berbeda dari serial remaja kebanyakan.

‎Menurutnya, daya tarik utama Asmara Asrama terletak pada perpaduan banyak elemen dalam satu cerita. Serial ini tidak hanya mengangkat kisah kehidupan asrama dan dunia atletik, tetapi juga menyisipkan unsur hidden identity, komedi romantis, hingga drama emosional yang dekat dengan kehidupan anak muda masa kini.

‎“Waktu baca skripnya lucu banget dan hidup,” ujar Febri dalam sesi konferensi pers. Ia menilai serial tersebut memiliki potensi besar menjadi tontonan favorit penonton Indonesia karena menghadirkan karakter-karakter yang kuat dan dinamis.

‎Sementara itu, produser Magma Entertainment, Charles Gozali, mengatakan proyek ini menjadi tantangan baru bagi rumah produksinya. Setelah sebelumnya lebih banyak bergerak di film layar lebar, Magma kini kembali menggarap serial televisi premium bersama WeTV.

‎Charles mengaku tertarik karena Asmara Asrama menawarkan nuansa remaja yang segar di tengah dominasi genre horor di industri hiburan Indonesia. Ia bahkan menyebut proyek ini mengingatkannya pada karya-karya bertema anak muda yang pernah ia garap sebelumnya.

‎sutradara Adis Kayl mengungkapkan proses produksi Asmara Asrama cukup menantang. Ia mengatakan tim harus melakukan banyak riset, terutama mengenai dunia atletik dan visual yang penuh energi agar tetap terasa sinematik.

‎Menurutnya, series ini tidak hanya menghadirkan hiburan semata, tetapi juga mengangkat isu tekanan mental remaja, hubungan keluarga, dan pentingnya menerima diri sendiri. Ia berharap cerita tersebut dapat menyentuh penonton lewat perjalanan karakter yang lebih manusiawi.

‎“Aku harapan series ini gak hanya jadi dokumen, tapi juga bisa membuka pengetahuan tentang tekanan mental, hubungan keluarga dan penerimaan diri. Karena pada akhirnya, ini bukan sekedar menjadi seorang atlet, tapi ini cerita menjadi manusia,” kata Adis.

‎Executive Producer = Febriamy Hutapea

‎Supervisor Sutradara = Charles Gozali 

‎Sutradara =Adis Kayl

‎Imron Ayikayu

‎Cast

‎Emyr Razan = rama

‎Antonio Blanco Jr =  Leo

‎Diandra Agatha = mara

‎Farhan Rasyid = radit

Eksplorasi Sal Priadi, Pencipta Lagu-Lagu Hit Romantis Kini Bikin OST Film yang Relate Jadi Anthem Pekerja Lembur Kepala, Pundak, Kerja Lagi diciptakan Sal Priadi dan menjadi OST film Monster Pabrik Rambut

 


Jakarta, 12 Mei 2026 — Nama Sal Priadi menjadi salah satu yang sering menghiasi layar di media sosial berkat lagu-lagunya yang hit. Mulai dari “Gala bunga matahari” hingga “Ada titik-titik di ujung doa”, lagu-lagu Sal yang terkenal romantis silih berganti ramai digunakan pendengar di media sosial. Lagu-lagu dan video musik Sal telah dinikmati oleh jutaan pendengar di Indonesia. 

Kini, Sal bereksplorasi lewat karya terbaru berjudul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”. Sebuah lagu yang menjadi OST film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), yang turut dibintanginya. Video liriknya kini telah disaksikan lebih dari 2,5 juta views di YouTube sejak dirilis pertama kali pada momen Hari Buruh.

Berbeda dengan nuansa-nuansa romantis pada lagu-lagunya terdahulu, lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” tampil secara berbeda. Lagu ini dibuka dengan lirik yang pernah kita dengar sejak masa kecil, tetapi dibawa ke suasana yang lebih muram. Mengangkat keresahan soal kelelahan dalam bekerja.

“Dalam menulis lirik untuk lagu Kepala, Pundak, Kerja Lagi aku tetap dengan gagasan yang sederhana. Sesuatu yang aku tangkap dari keseharian. Tema di film Monster Pabrik Rambut itu kan juga membahas soal overwork, lembur, sesuatu yang sangat dekat sekali. Sehingga dengan mudah aku bisa menangkap gagasan filmnya lalu aku sampaikan dengan caraku di lagunya,” ujar Sal Priadi.

Jika biasanya draf lagu-lagunya berangkat dari tuts piano dan petikan gitar, kini juga terdapat perbedaan dalam proses penciptaan lagu Sal. Ia berkolaborasi dengan produser musik elektronik, Attila Syah, untuk menciptakan soundscape dalam materi lagunya.

Dalam prosesnya, ini juga menjadi pertama kalinya Sal menulis lagu di sebuah set syuting. Sebelumnya, Sal juga pernah menggarap lagu tema untuk film. Namun, yang dikerjakan di set syuting, terjadi pertama kali di Monster Pabrik Rambut.

“Awal lagunya ditulis di lokasi syuting. Ini sebuah pengalaman yang baru dan menjadi pengalaman menulis lagu yang dahsyat. Saat menulis lirik, lagu ini juga terasa nuansa seperti sebuah marching solidaritas untuk para pekerja yang menghadapi dinamika dalam bekerja, termasuk overwork, semoga ini bisa menjadi anthem lembur untuk para pekerja,” kata Sal.

Film Monster Pabrik Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia.

Disutradarai oleh Edwin dari rumah produksi Palari Films, film ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.

Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film Monster Pabrik Rambut persembahan Palari Films melalui akun Instagram resmi @palarifilms.

***

Sinopsis

PUTRI (Rachel Amanda) kehilangan ibunya, yang mati setelah beberapa hari tak tidur karena bekerja siang dan malam. Menurut MARYATI (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik, ibunya mati bunuh diri. Awalnya ia percaya, tapi IDA (Lutesha), adiknya, mengatakan bahwa ibu mereka mati karena kesurupan. Untuk membuktikan omongannya, Ida memutuskan untuk lembur, tak tidur berhari-hari, demi melihat sendiri sosok hitam yang merebut tubuh ibunya. BONA (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka, memiliki kemampuan spesial. Ia mampu meregenerasi bagian tubuhnya. Sosok hitam berhasil menyandera Bona. Mampukah Putri dan Ida menyelamatkan Bona?


Tentang Palari Films

Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”.

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah “Kabut Berduri” (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya “Dear David” (2023), omnibus “Piknik Pesona” (2022), “Ali & Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018), “Posesif” (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Prilly Latuconsina Bawa “Pocong” ke Cannes Film Festival 2026 lewat Film Holy Crowd

 

 

Aktris  Prilly  Latuconsina  kembali  menorehkan  langkah  baru di panggung internasional lewat  keterlibatannya  dalam  film  Holy  Crowd,  yang  terpilih  dalam  program  Next  Step Studio di La Semaine de la Critique, bagian dari rangkaian Cannes Film Festival. 

Dalam  film  arahan  M.  Reza  Fahriyansyah  dan  Ananth  Subramaniam  ini,  Prilly memerankan Ratna, sosok perempuan yang bangkit kembali saat prosesi pemakamannya berlangsung. Namun alih-alih kembali sebagai manusia biasa, Ratna justru berubah menjadi pusat  perhatian  warga  karena  tubuhnya  dipercaya  mampu  menghadirkan  kesembuhan misterius. Sosok pocong yang lekat dengan kultur Indonesia kemudian berkembang menjadi simbol kepercayaan, harapan, sekaligus eksploitasi sosial di tengah masyarakat. 

Bagi Prilly Latuconsina, daya tarik utama Holy Crowd bukan hanya terletak pada elemen supernaturalnya,  tetapi  pada bagaimana film ini memotret perilaku manusia dan budaya masyarakat hari ini. 

“Yang  paling  menarik  buat  aku  justru  bukan  aspek  horornya,  tapi  bagaimana  perilaku manusia di sekitar Ratna terasa sangat realistis. Film ini bicara tentang perhatian publik, eksploitasi, dan bagaimana seseorang bisa tiba-tiba dijadikan simbol oleh masyarakat,” ujar Prilly. 

Menurutnya, karakter Ratna terasa sangat relevan dengan situasi sosial modern, terutama di era media sosial ketika seseorang dapat menjadi pusat perhatian publik dalam waktu singkat. 

“Kadang  masyarakat  sebenarnya  bukan  peduli  pada  manusianya,  tapi  pada  atensinya. Seseorang bisa dipuja, dibicarakan, lalu dilupakan dengan sangat cepat. Dan menurut aku, itu  yang  membuat  cerita  ini  terasa  sangat  dekat  dengan  kondisi  sosial  kita  hari  ini,” lanjutnya. 

Keterlibatan Prilly dalam Holy Crowd juga menjadi bagian dari perjalanan artistiknya sebagai aktris yang kini semakin selektif memilih cerita dengan lapisan emosional dan isu sosial yang kuat. 

Lewat  Holy  Crowd,  Prilly Latuconsina tidak hanya membawa film Indonesia ke Cannes, tetapi juga membawa salah satu figur horor paling ikonik dalam kultur lokal, pocong, ke percakapan  sinema  internasional  dengan  pendekatan  yang  lebih  manusiawi,  satir,  dan relevan dengan realitas sosial saat ini

Film Horor Psikologis Kamu Harus Mati Siap Meneror Bioskop Indonesia Mulai, Jakarta 21 Mei 2026



​Jakarta, 18 Mei 2026 — Nant Entertainment mempersembahkan film horor psikologis terbaru berjudul Kamu Harus Mati, sebuah film penuh misteri yang mengangkat kisah tentang trauma, kehilangan, dan batas tipis antara kenyataan dengan halusinasi. Disutradarai oleh Tema Patrosza serta diproduseri oleh Muhammad Hananto dan Ninin Musa, film ini siap membawa penonton masuk ke dalam pengalaman mencekam yang penuh teka-teki.

​"Kamu Harus Mati" mengikuti perjalanan Meta, seorang gadis muda yang hidup dalam bayang-bayang masa lalu setelah kehilangan kekasihnya, Sam, akibat tragedi tragis beberapa tahun silam. Sejak saat itu, Meta kerap mengalami halusinasi dan merasa diteror oleh sosok arwah misterius yang diyakininya berkaitan dengan orang-orang di sekitarnya.

​Namun, ketakutan Meta justru dianggap sebagai gangguan jiwa oleh kedua sahabatnya, Dona dan Kesi. Ketidakpercayaan itu perlahan merusak hubungan persahabatan mereka dan membuat Meta merasa sendirian menghadapi teror yang terus menghantuinya.

​"Film ini bukan hanya tentang hantu atau jumpscare, tapi tentang rasa kehilangan dan bagaimana seseorang berjuang melawan pikirannya sendiri. Penonton akan dibuat bertanya-tanya mana yang nyata dan mana yang hanya ada di kepala Meta" ujar sutradara Tema Patrosza.



​Ketika berbagai kejadian aneh mulai mengincar Dona dan Kesi, Meta sadar bahwa teror yang selama ini ia rasakan mungkin benar-benar nyata. Dalam kondisi mental yang semakin rapuh, Meta harus memecahkan berbagai teka-teki demi menyelamatkan dirinya dan orang-orang yang pernah meragukan dirinya.

​Produser Muhammad Hananto mengatakan bahwa Kamu Harus Mati hadir dengan pendekatan horor yang berbeda, memadukan nuansa psikologis dengan misteri yang emosional dan dekat dengan ketakutan manusia sehari-hari.

​"Ketakutan terbesar sering kali bukan berasal dari sosok tak kasat mata, tetapi dari trauma dan rasa bersalah yang terus menghantui seseorang. Itu yang ingin kami hadirkan lewat film ini" ungkap Muhammad Hananto.

​Film ini dibintangi oleh deretan aktor muda ternama seperti Sahila Hisyam, Pamela Bowie, Sitha Marino, Leo Consul, dan Leon Alexander yang berhasil menghadirkan chemistry emosional sekaligus ketegangan intens sepanjang cerita.

​Dengan atmosfer mencekam, konflik persahabatan yang emosional, serta misteri yang perlahan terungkap, Kamu Harus Mati diharapkan menjadi salah satu film horor yang meninggalkan kesan mendalam bagi penonton Indonesia tahun ini.

​Saksikan Kamu Harus Mati mulai 21 Mei 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih Lucu Maksimal! Bikin Ngakak Sekaligus Merinding, Komedi di Tengah Horor Pesugihan yang Terinspirasi dari Kisah Nyata di Jawa Timur

  SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih tayang mulai 27 Mei 2026 di Bioskop Indonesia ​Jakarta, 20 Mei 2026 — Starvision kembali bekerja sama dengan...