![]() |
| Aksi Tawuran Pelindung Kota: Live Action “Wind Breaker” Hadirkan Pertarungan Epik dan Soundtrack Eksklusif dari BE:FIRST |
Serbafilm
Film Media & Community
Rabu, 15 April 2026
GENG BOFURIN SIAP JAGA LAYAR BIOSKOP: LIVE ACTION “WIND BREAKER” RILIS MULAI 15 APRIL 2026!
Ganteng-Ganteng Genteng Rilis Trailer Perdana, Kisah Seru dan Absurd di Balik Kontes Otot Viral!
Jakarta, 15 April 2026 — Vidio resmi merilis trailer Ganteng-Ganteng Genteng, series bergenre drama dan komedi yang diperankan oleh Antonio Blanco Jr., ZsaZsa Utari, Dian Sidik, Joe Project P, Apos Hutagaol, Rafly Atama, Jasmine Nadya, serta deretan pemain lainnya. Diproduksi oleh BASE Entertainment, series ini akan hadir mulai Jumat, 24 April 2026 dengan total 7 Episodes.
Untuk membuktikan dirinya layak memimpin perusahaan keluarga, Joni (Antonio Blanco Jr.) harus bersaing dengan kakaknya dan menjalani hidup jauh dari zona nyamannya di sebuah desa terpencil. Misinya satu: membangkitkan kembali pabrik genteng keluarga yang telah lama terbengkalai.
Alih-alih disambut sebagai "bos", kehadiran Joni justru mendapat penolakan dari para kuli pabrik yang meragukan kemampuannya. Situasi semakin rumit ketika Kang Odoy (Joe Project P), sang mandor, terang-terangan tidak percaya bahwa Joni mampu membawa perubahan.
Di tengah kondisi yang serba terbatas dan kepercayaan yang nyaris tidak ada, Joni dipaksa memutar otak. Hingga akhirnya, muncul ide paling tak terduga: menggelar Kontes Otot dengan hadiah Rp30 juta. Sebuah langkah nekat yang awalnya dianggap mustahil, namun perlahan justru menarik perhatian warga, memicu kehebohan, dan menjadi viral.
Di balik ambisinya membuktikan diri, perlahan tumbuh pula kisah cinta antara Joni dan Ayas (ZsaZsa Utari), yang menghadirkan warna baru dalam perjalanan hidupnya di desa tersebut.
Dengan sentuhan komedi yang segar, Ganteng-Ganteng Genteng menghadirkan perjalanan penuh usaha mengubah nasib yang tidak selalu berjalan mulus, kejadian absurd, tantangan, dan momen hangat.
Mampukah kontes otot paling viral ini benar-benar mengubah nasib pabrik dan kehidupan Joni? Tunggu kisahnya hanya di Vidio Original Series Ganteng-Ganteng Genteng mulai 24 April 2026, episode terbaru akan tayang setiap hari Jumat.
NONTON TRAILER VIDIO ORIGINAL SERIES GANTENG-GANTENG GENTENG DI SINI!
Wajah Hilang Dikuliti: Teror Sadis ‘Badut Gendong’ Resmi Diperkenalkan sebagai Ancaman Baru di Universe Qodrat
Jakarta, 15 April 2026 — Setelah merilis first look melalui unggahan resminya, MAGMA Entertainment kini merilis teaser trailer film Badut Gendong. Melalui cuplikan teaser ini, sosok Badut Gendong secara resmi diperkenalkan sebagai bagian terbaru dari semesta Qodrat. Film garapan sutradara Charles Gozali ini hadir layaknya mimpi buruk yang dirancang untuk mendefinisikan ulang standar teror dalam industri perfilman Indonesia.
Kengerian bermula dari sebuah kampung yang tenang, yang seketika berubah menjadi ladang pembantaian tanpa menyisakan ruang untuk bernapas. Teaser trailer berdurasi singkat tersebut menyuguhkan kepingan misteri yang brutal: para korban ditemukan tewas dengan kondisi wajah yang hilang, dikuliti dengan presisi yang mengerikan.
Di tengah kepanikan yang mencekam, sosok Badut Gendong muncul sebagai entitas yang mengintai dari balik bayang-bayang, menjelma menjadi ikon teror baru yang dingin dan tak tersentuh.
Muncul teka-teki besar: apakah Darso (diperankan oleh Marthino Lio) selaku pemilik Badut Gendong memiliki kaitan langsung dengan kematian warga desa? Ataukah ada kekuatan jahat lain yang bersembunyi di balik topeng tersebut?
Mengapa sosok ini begitu haus akan wajah manusia? Dan di manakah posisi entitas ini dalam peta kekuatan mistis semesta Qodrat? Deretan pertanyaan inilah yang akan menyeret penonton untuk menyelami sisi tergelap manusia dan kekuatan gaib yang merasukinya.
Sutradara Charles Gozali memberikan sedikit bocoran mengenai kompleksitas cerita yang ia bangun. Ia menegaskan bahwa karakter Badut Gendong merupakan salah satu pencapaian kreatif paling mendalam yang pernah dibentuk untuk semesta Qodrat.
"Kisah yang melibatkan Darso dan Badut Gendong adalah sebuah tragedi berdarah yang menyuguhkan warna baru bagi karya MAGMA Entertainment," ungkapnya. Layaknya sebuah perpaduan antara duka yang lara dan kegilaan yang eksplosif.
Atmosfer mencekam ini semakin diperkuat oleh performa transformatif dari Marthino Lio, yang didukung oleh talenta papan atas seperti Derby Romero, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, Vonny Anggraini, Jose Rizal Manua hingga kehadiran aktor laga legendaris Barry Prima. Sinergi jajaran pemain ini menjanjikan pengalaman horor-aksi yang tidak hanya menguji nyali, tetapi juga meninggalkan bekas trauma yang menghantui.
Persiapkan diri Anda untuk menyaksikan lahirnya legenda horor yang akan mengubah wajah ketakutan Anda. Badut Gendong dijadwalkan meneror seluruh bioskop di Indonesia mulai 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran Idul Adha. Ikuti jejak terornya dan temukan jawaban di balik misteri kulit wajah yang hilang melalui kanal media sosial resmi di @magmaent dan @badutgendong.
Mengenal Para Karakter Hero dan Villain di Film Action Ikatan Darah, Sidharta Tata Terinspirasi dari Film Action Korea
![]() |
| Film Ikatan Darah tayang mulai 30 April 2026 di bioskop |
Jakarta, 10 April 2026 — Film Ikatan Darah akan menjadi showcase para talenta aksi laga Indonesia dengan beragam gaya bertarung. Di film ini, sutradara Sidharta Tata mendesain para karakter serta keahlian masing-masing dengan didasarkan pada lokalitas Indonesia.
Film Ikatan Darah akan menjadi pertarungan antara dua kubu. Yakni Mega dan Bilal sebagai adik-kakak, serta geng mafia yang diketuai oleh Primbon. Mega diperankan oleh Livi Ciananta, sementara Bilal diperankan oleh Derby Romero. Sementara itu, Primbon, ketua geng mafia yang paling ditakuti, diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana.
Untuk mengetahui para karakter kunci di film Ikatan Darah, berikut adalah rangkuman keahlian masing-masing karakternya.
1. Mega (Livi Ciananta)
2. Bilal (Derby Romero)
3. Dini (Ismi Melinda)
![]() |
| Dini adalah sahabat Mega, yang sudah dianggap menjadi saudara. Namun, Dini dan Mega kelak bakal berseberangan, karena Dini bergabung dengan geng mafia Primbon. |
4. Primbon (Teuku Rifnu Wikana)
![]() |
| Punya penampilan yang sangat nyentrik dengan mengenakan jubah Romo. Primbon menjelma sebagai pemuka agama, namun itu hanyalah kedok untuk meraih kekuasaan. Pembunuh berdarah dingin yang kejam |
5. Boris (Abdurrahman Arif)
6. Macan (Ramadhan Ruswandi)
7. Jabrik (Agra Piliang)
![]() |
| Memiliki perawakan sama garangnya dengan Boris. Ia memiliki senjata khusus, yakni parang. Jabrik mendedikasikan hidup dan nyawanya hanya untuk Primbon. |
Dalam membangun para karakter mafia tersebut, Sidharta Tata menyebut ada banyak lapisan yang diberikan. Disebutkan, Tata salah satunya terinspirasi dari film-film action Korea.
"Saya sangat menyukai film-film action Korea, yang menarik dari mereka adalah bagaimana mereka membentuk karakternya itu tidak hanya satu layer. Meskipun kita bicara karakter antagonis, tapi yang menarik adalah mereka itu punya karakter-karakter yang sangat menarik untuk dikulik. Jadi sejak saat kami mengembangkan naskah Ikatan Darah, kami berpikir jangan sampai hanya membuat penjahatnya satu layer," kata sutradara Sidharta Tata.
"Jadi, kami bermain-main dengan karakter villain yang kami punya. Sehingga tidak terkesan hitam melawan putih saja. Setiap pemain juga ikut mengembangkan karakternya dengan ide yang mereka bawa. Sehingga secara chemistry juga tepat," tambah Tata.
Ikatan Darah dibintangi oleh Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, Abdurrahman Arif, Ramadhan Ruswandi, Agra Piliang, Ismi Melinda, dan aktris senior Lydia Kandou. Diproduksi oleh Uwais Pictures, film ini turut didukung oleh KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active. Film ini diproduseri oleh CEO Uwais Pictures Ryan Santoso dengan produser eksekutif Iko Uwais, Yentonius Jerriel Ho, dan Yocke Kaseger.
Film Ikatan Darah telah melakukan world premiere di Fantastic Fest 2025, Texas, dan berkompetisi di JAFF20. Film Ikatan Darah tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia.
Ikuti informasi dan perkembangan terbaru Uwais Pictures dan film Ikatan Darah melalui akun Instagram @uwaispictures.
SINOPSIS
Mega (Livi Ciananta), seorang mantan atlet pencak silat yang kini bekerja sebagai pramusaji, harus menyelamatkan kakaknya, Bilal (Derby Romero), yang menjadi buruan para gangster terkejam akibat hutang dan pembunuhan yang tak sengaja ia lakukan.
Aksi perburuan membuat kakak beradik itu terjebak di sebuah kampung yang seluruh pintu keluarnya telah ditutup oleh para preman anak buah dari bos gangster, yaitu Primbon (Teuku Rifnu). Kini, Mega dan Bilal harus bekerja sama untuk dapat meloloskan diri dari kejaran para gangster itu meski nyawa menjadi taruhannya.
Final Trailer Film Ikatan Darah yang Brutal dan Berdarah-Darah! Sidharta Tata Bikin Kamera Ikut Berantem
![]() |
| Film Ikatan Darah tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia |
Jakarta, 13 April 2026 — Film Ikatan Darah persembahan Uwais Pictures merilis final trailer yang menampilkan adegan aksi laga brutal dan berdarah-darah. Final trailer film ini akan menggambarkan rangkaian aksi laga yang bikin penonton tarik napas di layar besar.
Dalam final trailer-nya, kita juga bisa melihat dengan lebih jelas gaya bertarung dari masing-masing anggota Geng Mafia Primbon. Misalnya, Boris (Abdurrahman Arif) yang sering ditunjukkan menggunakan senjata tajam seperti mesin pemotong rumput hingga parang, Macan (Rama) yang memiliki gaya bertarung khas pembunuh kejam dan menyakiti lawannya secara perlahan, hingga duel penuh emosional antara Mega (Livi Ciananta) dan Dini (Ismi Melinda) yang merupakan sahabat namun harus bertarung demi kepentingan masing-masing.
Sutradara Sidharta Tata membuat berbagai koreografi aksi di film ini berjalan begitu dinamis dengan sinematografi yang semakin membuat penonton ikut berada di tengah pertarungan.
Dikenal dengan judul-judul series action-nya yang banyak dicintai penonton Indonesia. Kini, untuk pertama kalinya, Sidharta Tata membuat film action layar lebarnya lewat Ikatan Darah, dengan produser eksekutif Iko Uwais.
Sebagai penggemar The Raid, Tata sendiri mengaku bekerja sama dengan Iko Uwais adalah cita-citanya sejak ia menjadi sineas. Tata sudah sejak lama mendamba untuk menggarap film action.
Di film Ikatan Darah lah Tata banyak belajar dari sang maestro laga Indonesia tersebut. Salah satu yang menarik adalah, di adegan fighting, ada kamera yang dilibatkan untuk ikut berantem. Elemen ini menjadi sesuatu yang baru untuk Tata.
“Di sini yang menarik adalah kamera itu ikut berantem. Nah, itu yang belum pernah saya temukan sebenarnya. Bagaimana kemudian tradisinya Uwais Pictures itu adalah menciptakan semua elemen harus bekerja, bekerja untuk mendukung koreo fight itu menjadi nyata. Termasuk bagaimana kemudian camera works itu berjalan,” ujar sutradara film Ikatan Darah Sidharta Tata.
“Wah, itu aku melihatnya gila ya. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Dan di final trailer, penonton bisa melihat dinamisnya fighting di film ini,” tambah Tata.
IKATAN DARAH
Di samping itu, film Ikatan Darah juga menyajikan signature aksi laga yang sangat khas Indonesia. Alih-alih melibatkan senjata api, Tata memilih untuk di hampir banyak adegan laganya menggunakan tangan kosong, memanfaatkan gaya laga tiap karakternya, dan beberapa senjata tajam yang sangat khas Indonesia.
“Saya sedang menerjemahkan sesuatu yang berhubungan dengan lokalitas Indonesia. Yang saya lihat dengan pengalaman empiris saya, ya senjata tajam yang digunakan, dengan berbagai macam bentuk alat-alatnya, seperti celurit, golok, dan sebagainya,” ungkap Tata.
“Bisa dilihat juga dari rekam jejak film saya, saya selalu tidak pernah lepas dari kultur Indonesia yang sangat Indonesia sekali. Jadi lokalitas itu yang saya manfaatkan, termasuk di Ikatan Darah,” tambah Tata.
Film Ikatan Darah menciptakan set yang sangat realis. Penonton akan melihat berbagai adegan aksi laga baik duel hingga kolosal yang melibatkan ratusan ekstras di tempat-tempat yang sangat khas Indonesia seperti perkampungan padat penduduk dan gang-gang. Film ini juga telah memenangkan Best Production Design di JAFF20.
Ikatan Darah dibintangi oleh Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, Abdurrahman Arif, Ramadhan Ruswadi, Agra Piliang, Ismi Melinda, dan aktris senior Lydia Kandou. Diproduksi oleh Uwais Pictures, film ini turut didukung oleh KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active. Film ini diproduseri oleh CEO Uwais Pictures Ryan Santoso dengan produser eksekutif Iko Uwais, Yentonius Jerriel Ho, dan Yocke Kaseger.
Film Ikatan Darah telah melakukan world premiere di Fantastic Fest 2025, Texas, dan berkompetisi di JAFF20. Film Ikatan Darah tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia.
Ikuti informasi dan perkembangan terbaru Uwais Pictures dan film Ikatan Darah melalui akun Instagram @uwaispictures.
SINOPSIS
Mega (Livi Ciananta), seorang mantan atlet pencak silat yang kini bekerja sebagai pramusaji, harus menyelamatkan kakaknya, Bilal (Derby Romero), yang menjadi buruan para gangster terkejam akibat hutang dan pembunuhan yang tak sengaja ia lakukan.
Aksi perburuan membuat kakak beradik itu terjebak di sebuah kampung yang seluruh pintu keluarnya telah ditutup oleh para preman anak buah dari bos gangster, yaitu Primbon (Teuku Rifnu). Kini, Mega dan Bilal harus bekerja sama untuk dapat meloloskan diri dari kejaran para gangster itu meski nyawa menjadi taruhannya.
Meriahnya Gala Premiere "Kupilih Jalur Langit" yang Bikin Baper Berjamaah: Ketika Akad Sudah Diucap, Namun Hati Suami Masih Tertinggal di Masa Lalu
Jakarta, 15 April 2026 – Setelah sukses mengguncang Malang dan Surabaya dengan tiket Gala Premiere yang ludes terjual (sold out), MD Pictures bersama Manara Films kembali membawa fenomena "Jalur Langit" ke ibu kota dengan menggelar Gala Premiere dan Press Conference film "Kupilih Jalur Langit" yang dilangsungkan dengan meriah di Epicentrum XXI pada Rabu 15 April 2026.
Acara ini dihadiri oleh sang visioner produser Manoj Punjabi, sutradara Archie Hekagery, serta jajaran pemain lintas generasi yang tampil memukau: Zee Asadel, Emir Mahira, Ratu Rafa, Ardit Erwandha, Neneng Wulandari, Irgi Fahrezi, Putri Ayudia, Surya Saputra, dan Dina Lorenza. Kehadiran mereka di red carpet disambut histeria penggemar yang sudah tak sabar menyaksikan transformasi Zee Asadel menjadi seorang istri muda yang tegar.
Manoj Punjabi: "Ini Bukan Sekadar Cerita Religi Biasa"
Dalam sesi konferensi pers, Manoj Punjabi mengungkapkan alasan kuat mengapa MD Pictures sangat serius menggarap IP terbaru dari Elizasifaa ini.
"Kisah yang dibawa Eliza selalu punya daya ledak karena kejujurannya. Lewat 'Kupilih Jalur Langit', kami ingin memberikan perspektif baru bagi Gen Z tentang pernikahan muda. Ini adalah potret nyata tentang apa yang terjadi jika akad sudah diucap, namun ada rahasia dan 'unfinished business' yang belum tuntas. Film ini adalah perjalanan spiritual sekaligus emosional yang sangat autentik," tegas Manoj Punjabi.
Gemasnya Candaan Zee & Emir
Momen yang paling banyak mengundang tawa sekaligus rasa gemas adalah saat Zee Asadel dan Emir Mahira saling melempar candaan mengenai peran mereka sebagai pasangan suami istri yang "berjarak" di film ini.
"Jujur ya, memerankan Amira itu capek hati banget. Bayangin, ekspektasi nikah muda itu kan akan sweet dan pacaran halal setiap hari, tapi realitanya aku malah harus ngadepin suami yang super dingin! Aku rasanya jadi orang asing di rumah sendiri," ungkap Zee. Sementara Emir Mahira mengungkapkan, "wah, itu bukan dingin tanpa alasan. Furqon itu bukannya nggak sayang, tapi dia lagi 'tersesat' di masa lalunya sendiri," ucapnya.
Saat Jalur Bumi Mentok, Biarkan Langit yang Mengambil Alih
"Kupilih Jalur Langit" menceritakan Amira (Zee Asadel), seorang santriwati cerdas dan penuh energi yang dunianya terasa sempurna saat dijodohkan dengan Furqon (Emir Mahira), ustadz muda yang lama ia kagumi. Namun, kebahagiaan itu runtuh di malam pertama. Furqon seolah memiliki tembok besar yang memisahkannya dengan Amira.
Kehadiran bayang-bayang Dara (Ratu Rafa), wanita dari masa lalu Furqon, perlahan mulai terungkap sebagai duri dalam daging pernikahan mereka. Di tengah rasa insecure dan pengabaian, Amira membuktikan bahwa senjata terkuat seorang perempuan bukanlah melabrak masa lalu, melainkan memasrahkan segalanya pada sepertiga malam.
Siap Menangis & Baper Berjamaah?
Didukung oleh penampilan akting dari Ardit Erwandha dan Neneng Risma yang memberikan bumbu komedi segar, serta kehadiran aktor senior seperti Surya Saputra, Putri Ayudia, Dina Lorenza, dan Irgi Fahrezi, film ini menjanjikan paket lengkap drama keluarga dan romansa religi yang belum pernah ada sebelumnya.
Bersiaplah menyaksikan perjuangan hati Amira dalam "Kupilih Jalur Langit", tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.
Jangan lewatkan setiap bocoran dan keseruan di balik layar melalui akun resmi Instagram/TikTok: @kupilihjalurlangitmovie & @mdpictures_official.
Selasa, 14 April 2026
Film Para Perasuk Menampilkan Emosi dengan Berbeda! Mencerminkan Apa yang Dialami Manusia: di Antara Ambisi dan Berdamai dengan Diri, Mencari Bahagia dari Kerasukan
![]() |
| Para Perasuk tayang mulai 23 April 2026 di bioskop Indonesia |
Jakarta, 14 April 2026 — Salah satu film yang paling dinantikan tahun ini dari Wregas Bhanuteja, Para Perasuk, akan tayang mulai 23 April 2026. Menampilkan sebuah bentuk penyaluran emosi yang tak biasa. Mencerminkan apa yang dialami manusia, mulai dari mengejar ambisi, bayangan masa lalu, hingga berdamai dengan diri sendiri. Semua emosi itu disalurkan dalam sebuah pesta kerasukan, yang menjadi cara para karakter di filmnya dalam menemukan kebahagiaan—sekaligus pelarian.
Para Perasuk juga akan mengajak penonton untuk melihat kerasukan dengan cara yang berbeda. Selama ini, banyak yang menganggap kerasukan sebagai sebuah proses yang menyeramkan karena melibatkan roh gaib, namun di film ini, kerasukan yang ada di Pesta Sambetan menjadi ritual yang menyenangkan. Kerasukan menjadi metafora untuk melepaskan beban yang terlalu lama dipendam, dan menjadi bentuk eskapisme.
Para Perasuk sebelumnya tayang perdana (world premiere) di Sundance Film Festival 2026. Film ini juga telah dan berkeliling ke berbagai festival film internasional, termasuk berkompetisi di Miami Film Festival 43 pada program Marimbas Award, berkompetisi di Fantaspoa Brasil, menjadi official selection di program Artful Visions & Asian Frontier di MSPIFF Amerika Serikat, dan terpilih untuk berkompetisi di MOOOV Belgia.
Di Indonesia, penerimaan film ini juga sangat tinggi. Terbukti dari early screening di 14 kota di Indonesia, semua tiketnya sold out! Dan masih ada beberapa kota lagi akhir pekan ini yang pembelian tiketnya baru dibuka kemarin. Di early screening, banyak yang memuji penampilan dari jajaran para ansambel, yang membawa energi yang saling menguatkan, dan membuat ceritanya hidup.
“Film ini berbicara tentang obsesi seseorang. Tokoh utamanya, Bayu (Angga Yunanda), ingin menjadi perasuk terbaik. Tapi masalahnya desanya terancam digusur. Bayu dan warga berusaha mempertahankan desa agar tak terjadi penggusuran. Ini menceritakan Bayu yang sangat terobsesi sekali terhadap sesuatu, sehingga lupa dengan orang-orang di sekitarnya termasuk bapaknya. Ambisi dan obsesi itu juga sangat relate dengan banyak yang dialami oleh kita, yang terkadang mengejar ambisi sehingga bisa saja melupakan keluarga atau orang terdekat kita, ini yang akan membuat relate dengan banyak penonton,” ujar penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja.
Diproduksi oleh Rekata Studio, Para Perasuk diproduseri oleh Iman Usman, Amalia Rusdi, dan Siera Tamihardja. Film ini dibintangi oleh Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Chicco Kurniawan, Bryan Domani, Indra Birowo, dan Ganindra Bimo.
Bagi Angga Yunanda, yang memerankan Bayu, seseorang yang sangat berambisi untuk menjadi yang terbaik di film ini, menuturkan ceritanya sangat dekat dengan dirinya. Dengan kemasan drama-fantasy, membuat artistik dan keseluruhan film ini juga terasa sangat fresh.
“Para Perasuk adalah film yang menurut saya sangat manusiawi. Saat syuting di hari pertama, saya merasa filmnya sangat menusuk hati saya. Karena sangat dekat sekali dengan saya, bercerita tentang Bayu, anak muda yang mencari jati diri dan berambisi mengejar cita-citanya, ingin jadi yang terbaik. Menurut saya sangat seru ada cerita coming of age yang berbeda dari biasanya, ditambah di film ini juga membahas tentang hubungannya dengan luka masa lalu. Ini adalah film yang sangat dekat dan menyentuh hati terdalam saya,” ujar Angga Yunanda.
Di film ini, penonton juga akan menyaksikan banyak hal tak terduga yang belum pernah dilihat sebelumnya. Seperti Angga Yunanda yang harus melata seperti lintah, bergelantung dengan kepala terbalik, Maudy Ayunda yang nyeker dan harus menari bak perasuk, Anggun yang merapal mantra, hingga Chicco Kurniawan dan Bryan Domani yang bermain instrumen musik.
Untuk penciptaan koreografi, Wregas menggandeng koreografer Siko Setyanto. Seluruh koreografi yang diciptakan Siko merupakan orisinal dan tak meniru dari tradisi yang sudah ada. Tari-tari dan koreografi gerak tubuh inilah yang kemudian diterjemahkan sebagai berbagai lapisan emosi rasa takut, cinta, dan keinginan menjadi energi kolektif.
“Wregas punya pandangan yang sangat unik. Setiap filmnya selalu memiliki isu sosial, caranya bercerita membuat kita tergugah dan membuat kita mempertanyakan banyak hal ke diri sendiri. Dan harapannya Para Perasuk juga bisa meninggalkan kesan ke semua orang,” ujar Anggun yang memerankan Guru Asri.
Bagi Maudy Ayunda sendiri, Para Perasuk juga menandai langkah barunya dalam berkarya. Telah berkarier selama dua dekade, Para Perasuk memberi Maudy pelajaran tentang proses melepas diri dari kontrol dan berada di luar zona nyaman.
“Laksmi yang aku perankan adalah karakter yang penting, karena dia satu-satunya dari ansambel yang memanifestasikan proses kerasukan. Sebagai pelamun, Laksmi kerasukan oleh roh hewan, dan bagaimana aku menerjemahkannya dalam bentuk tarian menjadi proses aku untuk berserah dari upaya untuk mengontrol diri. Aku menggunakan intuisi dan rasa,” ujar Maudy Ayunda.
“Film ini terasa sangat magical namun di saat bersamaan juga terasa sangat personal, karena membicarakan tentang ambisi dan upaya untuk sembuh dari luka masa lalu,” tambah Maudy.
Tonton film Para Perasuk mulai 23 April 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perkembangan terbaru melalui media sosial resmi Rekata Studio dan film Para Perasuk.
***
Sinopsis
Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota, dikenal dengan pesta kerasukan, sebuah tradisi turun-temurun yang sudah lama jadi bagian dari kehidupan dan hiburan warganya. Ketika mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh mulai terancam digusur, Bayu (20) bertekad buat jadi Perasuk utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu. Tapi di tengah perjalanannya, Bayu sadar bahwa ambisi saja tidak cukup buat menjadikannya Perasuk sejati, apalagi buat menyelamatkan desa yang ia cintai.
[CATATAN PRODUKSI]
Sutradara: Wregas Bhanuteja
Produser: Iman Usman, Amalia Rusdi, Siera Tamihardja
Produser Pelaksana: Anandita Devitarianti
Production Coordinator: Ummu Hany
Unit Production Manager: Abby Fatahilah
Tim Produksi: Novryan Susanto, Defi Mahendra, Gregorius Nayaka
GENG BOFURIN SIAP JAGA LAYAR BIOSKOP: LIVE ACTION “WIND BREAKER” RILIS MULAI 15 APRIL 2026!
Aksi Tawuran Pelindung Kota: Live Action “Wind Breaker” Hadirkan Pertarungan Epik dan Soundtrack Eksklusif dari BE:FIRST Jakarta, 14 April ...
-
Film Lintrik bukan jenis Film Horor yang mengandalkan pada penampakan hantu yang menakut-nakuti saja namun lebih menitik beratkan pada drama...
-
Jakarta, 24 Juni 2025 - Film terbaru Mesari Pictures & JP Pictures, Narik Sukmo, menggelar Press Screening dan Conference pada hari ini ...
-
Tak Ingin Usai di Sini menyuguhkan kisah paling romantis tahun ini di bioskop Indonesia. Jakarta, 28 Mei 2025- Satu minggu menjelang penay...













