Jumat, 22 Mei 2026

Badut Gendong ‘Hidup’ di Epicentrum! Intip Kengerian Gala Premiere Monster Baru di Universe Qodrat


Jakarta, 22 Mei 2026 – Mendekati hari penayangannya yang sudah sangat dinantikan, MAGMA Entertainment secara resmi menggelar acara Press Screening dan Gala Premiere untuk film horor-aksi terbarunya, Badut Gendong. Film yang lahir dari perluasan semesta Cross-Universe Qodrat ini sukses menggelar karpet merahnya di Epicentrum XXI, Jakarta, pada hari ini, Jumat, 22 Mei 2026.

Acara pemutaran perdana ini berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh produser Linda Gozali, sutradara Charles Gozali, serta seluruh jajaran pemain, di antaranya Marthino Lio, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, Totos Rasiti, Akbar Kobar, Vonny Anggraini, hingga aktor senior Jose Rizal Manua.

Badut Gendong Sebagai Kreasi yang Menantang

Dalam acara ini, sutradara Charles Gozali mengungkapkan bahwa sosok antagonis baru ini merupakan salah satu kreasi paling menantang sepanjang kariernya.

“Badut Gendong adalah salah satu karakter paling kompleks yang pernah saya ciptakan. Berangkat dari dualitas rasa cinta dan kebencian yang mendalam, karakter ini akan menjadi pemain yang sangat menarik sekaligus berbahaya di dalam semesta Qodrat,” jelas Charles.

Komitmen total untuk menghadirkan kualitas visual dan narasi yang premium juga ditegaskan oleh sang produser. Linda Gozali membeberkan bahwa film ini menuntut dedikasi yang luar biasa dari sisi produksi.

“Ini adalah proyek pertama MAGMA yang overbudget, namun keputusan tersebut harus kami ambil karena kami sepenuhnya percaya pada kekuatan cerita serta masa depan jangka panjang dari karakter Badut Gendong ini,” ungkap Linda.

Epicentrum Jadi Saksi Dimulainya Teror Badut Gendong

Kengerian film tidak hanya tersaji di dalam studio bioskop, tetapi sengaja dihidupkan di area lobby Epicentrum XXI. MAGMA Entertainment menyulap lokasi Gala Premiere dengan dekorasi yang mencekam untuk menyambut para tamu undangan.

Mulai dari deretan toples kaca berisi replika wajah manusia yang dikuliti secara sadis, hingga pameran properti prostetik asli yang digunakan selama proses syuting, semuanya dihadirkan demi memberikan pengalaman teror yang nyata sejak pertama kali melangkah masuk.

Aktor utama semesta Qodrat, Vino G. Bastian, yang turut hadir dan menyaksikan kegilaan film ini memberikan apresiasinya. "MAGMA tidak main-main dalam memperluas Semesta Qodrat. Badut Gendong ini bukan sekadar horor yang menjual kaget, tapi aksi dan intensitas terornya sangat terasa. Marthino Lio luar biasa membawakan karakter yang kompleks ini. Sebagai 'kakak' dari semesta ini, saya bangga dan sekaligus ngeri melihat ancaman baru yang diciptakan Charles Gozali ini," puji Vino.

Film Badut Gendong siap menghantui dan menguji nyali seluruh pencinta film horor di bioskop tanah air mulai 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran Idul Adha. Segera amankan tiket Anda dan ikuti perkembangan informasi terbarunya melalui akun media sosial resmi di @magmaent dan @badutgendong

20 Tahun Kemudian, RAN Kembali ke “Pandangan Pertama” Lewat Super Remake Music Video


 

Jakarta, 22 Mei 2026 — Tahun 2026 menjadi perjalanan yang penuh makna bagi RAN. Setelah sukses menggelar musikal “Pandangan Pertama” bersama Jakarta Movin dan Seraya Live pada April lalu, perjalanan menuju 20 tahun berkarya yang akan dirayakan November nanti kini kembali diperkuat lewat sebuah langkah yang terasa sangat personal, merilis super remake music video “Pandangan Pertama” yang dibuat hampir identik dengan versi aslinya pada tahun 2006.

Jika musikal “Pandangan Pertama” menjadi cara RAN merayakan perjalanan mereka lewat panggung teater, maka remake music video ini adalah cara mereka kembali menatap titik awal yang memulai semuanya. Bagi RAN, “Pandangan Pertama” bukan hanya lagu pertama. Lagu itu adalah fondasi.

Sebuah titik nol yang tanpa mereka sadari perlahan mengubah hidup tiga anak SMA menjadi salah satu grup musik dengan perjalanan paling panjang diIndonesia.

Dan dua puluh tahun kemudian, mereka memutuskan untuk kembali ke sana.

“Kita nggak pernah benar-benar meninggalkan lagu ini,” kata Nino. “Semakin dewasa, kita justru makin sadar kalau hidup kita berubah karena satu lagu ini. Yang dulu terasa sederhana, sekarang rasanya sakral banget.

Namun menariknya, music video “Pandangan Pertama” yang selama ini dikenal banyak orang ternyata bukan diunggah dari akun YouTube resmi RAN sendiri.

Di era awal 2000-an, ketika YouTube bahkan belum menjadi platform utama seperti sekarang, music video dibuat sebagai syarat agar lagu bisa tayang di televisi musik nasional. RAN pun membuat video klip “Pandangan Pertama” untuk kebutuhan promosi saat itu. Tapi ketika era digital mulai berubah dan YouTube menjadi rumah baru bagi video musik, mereka justru lupa mengunggah video tersebut ke akun resmi mereka sendiri.

Lucunya, video itu kemudian hidup sendiri di internet setelah diunggah oleh seseorang yang bahkan sampai hari ini tidak pernah mereka kenal.

“Jadi selama bertahun-tahun orang nonton MV ‘Pandangan Pertama’ dari upload-an orang random yang bahkan kita nggak tahu siapa,” cerita Nino sambil tertawa. “Dan anehnya, itu justru jadi bagian dari sejarah lagu ini.”

Karena itulah ketika memutuskan membuat ulang music video tersebut, RAN tidak ingin membuat versi modern yang terlalu berbeda. Mereka justru ingin menghadirkan ulang rasa yang sama. Hampir semua detail dibuat semirip mungkin dengan video klip aslinya mulai dari wardrobe, styling, angle kamera, gestur, hingga tone visualnya.

“Kita benar-benar sampai nonton frame per frame video lama buat memastikan semuanya terasa familiar,” ujar Rayi. “Ini bukan tentang memperbaiki masa lalu, tapi menghormati awal yang membentuk kita.”

Asta mengaku proses remake ini justru terasa lebih emosional dibanding yang mereka perkirakan sebelumnya.

“Ada momen waktu syuting di mana kita tiba-tiba diem sendiri karena kayak ketemu versi muda diri kita. Semua memori itu balik lagi,” kata Asta. “Dan ternyata setelah 20 tahun, chemistry itu masih ada.”

Di balik proses yang penuh detail tersebut, ada satu cerita kecil yang paling membuat mereka tertawa selama syuting berlangsung.

Pada music video original tahun 2006, Nino ternyata memakai sepatu “Nike KW” karena saat itu mereka belum punya banyak uang untuk kebutuhan styling video klip.

Dan ketika tim produksi mencoba mencari sepatu yang sama untuk kebutuhan remake versi 2026, mereka akhirnya menemukan bahwa versi original sepatu tersebut memang ada, hanya saja sangat langka dan sulit ditemukan hari ini.

“Pas kita cari lagi, ternyata ada versi originalnya, cuma susah banget dicari karena emang udah langka,” kata Nino sambil tertawa. “Tapi lucunya, karena dulu gue pakainya yang KW, akhirnya demi akurasi sejarah… gue beli yang KW lagi.”

Meski dipenuhi cerita-cerita hangat dan nostalgia personal, remake “Pandangan Pertama” tetap menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekadar mengulang masa lalu berhenti.

Setelah musikal yang sukses membawa “Pandangan Pertama” ke panggung teater, remake music video ini menjadi langkah berikutnya menuju perayaan 20 tahun RAN pada akhir tahun nanti.

“Kami nggak melihat ini sebagai comeback,” tambah Nino. “Karena buat kami, perjalanan itu nggak pernah berhenti. Ini cuma kelanjutan dari langkah yang sudah dimulai sejak ‘Pandangan Pertama’.”

Dan seperti lagu yang terus menemukan pendengarnya selama dua dekade terakhir, RAN pun percaya bahwa perjalanan mereka masih akan terus berlari.

“Dua puluh tahun bukan garis akhir,” tutup Nino. “Ini cuma pengingat kalau semuanya dimulai dari satu pandangan pertama, dan sejak saat itu kita nggak pernah berhenti jalan bareng.”


Tentang RAN

RAN adalah grup musik asal Jakarta yang telah berkarya sejak 2006. Terdiri dari Rayi, Asta, dan Nino, mereka dikenal lewat musik pop, R&B, soul, dan funk yang ringan di telinga tapi dalam di rasa. Dengan formasi yang tidak pernah berubah sejak hari pertama, RAN telah menemani dua generasi pendengar Indonesia melewati momen-momen paling personal dalam hidup mereka dan di tahun 2026 ini, perjalanan itu memasuki babak yang kedua puluh.


Info Media Sosial resmi RAN:

YouTube RAN

: https://www.youtube.com/@RANforyourlife

Instagram RAN

: https://www.instagram.com/ranforyourlife/

Instagram Rayi

: https://www.instagram.com/rayiputra26/

Instagram Asta

: https://www.instagram.com/astaandoko/

Instagram Nino

: https://www.instagram.com/ninokayam/


Kamis, 21 Mei 2026

Jelang Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 27 Mei 2026, Film SUAMIKU LUKAKU Semakin Menegaskan Diri Bukan Sekadar Film, tapi Ajakan untuk Memecahkan Kesunyian


Ajak publik bersama-sama memecahkan kesunyian dan menyuarakan stop KDRT melalui kampanye gerakan #memecahkankesunyian


Jakarta, 20 Mei 2026 – Menjelang penayangannya di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026, film terbaru produksi SinemArt, SUAMIKU LUKAKU, menegaskan posisinya bukan hanya sekadar sebuah film drama, tetapi juga sebuah gerakan sosial yang mengajak publik untuk lebih peka terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan dalam relasi, baik yang terlihat secara fisik maupun non-fisik, yang meninggalkan luka yang terlihat maupun luka emosional mendalam yang jarang sekali terlihat.

Selama rangkaian menuju penayangan film, SUAMIKU LUKAKU telah menghadirkan berbagai kegiatan sebagai bentuk aksi nyata untuk membuka ruang percakapan mengenai isu yang selama ini kerap dianggap tabu. Mulai dari Psychology Talkshow & Public Discussion, program Goes to Campus, rangkaian “Nonton Duluan” di berbagai kota, hingga kampanye turun ke jalan melalui gerakan #memecahkankesunyian di Car Free Day secara serentak di 5 kota besar Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat utama film ini, yaitu mengajak masyarakat untuk lebih berani melihat, mendengar, dan tidak lagi berpaling dari kekerasan yang sering tersembunyi di balik citra keluarga harmonis.

“Film ini kami hadirkan bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membangkitkan kesadaran. Banyak korban kekerasan hidup dalam ketakutan dan merasa sendirian karena lingkungan di sekitarnya memilih diam. Melalui SUAMIKU LUKAKU, kami ingin menyampaikan bahwa diam bukan lagi jawaban. Ada cara untuk membantu, ada ruang untuk bersuara, dan ada harapan untuk bangkit. 

Semoga film ini bisa membuka lebih banyak hati dan pikiran masyarakat agar semakin peduli terhadap isu kekerasan dalam relasi,” ujar Executive Producer David Suwarto.

Disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi, serta ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu, SUAMIKU LUKAKU mengangkat kisah AMINA (Acha Septriasa), seorang ibu yang hidup dalam ketakutan bersama IRFAN (Baim Wong), sosok motivator publik yang terlihat baik di mata masyarakat namun penuh kekerasan di dalam rumah. Saat kondisi putri mereka, NADIA (Azkya Mahira), memburuk, Amina mulai menghadapi pilihan terbesar dalam hidupnya: tetap diam atau melawan demi masa depan dirinya dan anaknya.

Produser sekaligus sutradara Ssharad Sharaan mengatakan bahwa film ini dibangun dari kenyataan yang selama ini sering disembunyikan oleh banyak orang. “Kami ingin memperlihatkan bahwa kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk luka fisik. Ada kata-kata, tekanan, rasa takut, dan kontrol yang perlahan menghancurkan seseorang dari dalam. Yang paling menyakitkan sering kali justru terjadi ketika tidak ada seorang pun yang mau percaya atau mau mendengar. Karena itu, film ini bukan hanya tentang penderitaan Amina, tetapi tentang bagaimana keberanian untuk bersuara bisa menjadi awal perubahan,” ujar Ssharad Sharaan.

Bagi Acha Septriasa, memerankan karakter Amina menjadi pengalaman yang membuka pemahaman baru tentang kompleksitas korban kekerasan dalam relasi. “Amina membuat saya memahami bahwa banyak korban sebenarnya sadar mereka terluka, tetapi mereka terjebak dalam rasa takut, tekanan sosial, dan harapan bahwa semuanya akan berubah. Yang paling penting dari karakter ini adalah bagaimana ia akhirnya memilih dirinya sendiri dan anaknya untuk keluar dari lingkaran tersebut. Saya berharap penonton bisa ikut merasakan bahwa keberanian sekecil apa pun tetap berarti,” ungkap Acha Septriasa.

Sementara itu, Baim Wong mengungkapkan bahwa karakter Irfan menjadi pengingat bahwa pelaku kekerasan tidak selalu tampak buruk di depan publik. “Yang membuat karakter Irfan terasa mengerikan justru karena dia terlihat normal, dihormati, bahkan dipercaya banyak orang. Itu yang sering terjadi di dunia nyata. Kekerasan bisa tersembunyi di balik citra baik seseorang. Saya berharap karakter ini bisa membuat penonton lebih sadar untuk tidak mudah menutup mata terhadap apa yang mungkin terjadi di sekitar mereka,” ujar Baim Wong.

Terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, SUAMIKU LUKAKU hadir sebagai cerita tentang luka yang tidak selalu terlihat, tentang keberanian untuk bersuara, dan tentang pentingnya dukungan lingkungan bagi korban kekerasan dalam relasi.

Original soundtrack “Aku Bangkit” yang dibawakan oleh Kris Dayanti dan ballad version-nya yang dibawakan oleh Chae Yeon, penyanyi asal Korea Selatan, turut menjadi penguat emosi perjalanan Amina tentang luka, keberanian, dan proses untuk bangkit.

Tonton film SUAMIKU LUKAKU di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.


SINOPSIS

Suamiku Lukaku bercerita tentang Amina (Acha Septriasa), seorang ibu yang menjalani kehidupan yang sulit, menikah dengan Irfan (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di depan orang lain, tapi menakutkan di dalam rumah. Saat kondisi anak mereka, Nadia (Azkya Mahira), semakin memburuk dan nyawanya terancam, Amina harus bertahan dalam kekerasan dan ketakutan setiap hari, tanpa ada yang benar-benar melihat penderitaannya. Ketika ia bertemu Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan, muncul harapan untuk 

bebas. Tapi kebebasan selalu ada harganya. Di dunia di mana kebenaran harus dibayar mahal, seberapa jauh seorang ibu akan berjuang demi anaknya.

The Other Sister Tayang 29 Mei, MAXstream TV dan iQIYI Hadirkan Drama Misteri yang Dekat dengan Realita Relasi Masa Kini

 

Kolaborasi strategis ini memperluas akses konten lokal berkualitas dan menghadirkan pengalaman menonton yang relevan, emosional, dan penuh kejutan bagi pelanggan


​JAKARTA, 21 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hiburan yang tidak hanya menghibur tetapi juga relevan secara emosional, MAXstream TV bersama iQIYI menghadirkan original series Indonesia Bercinta Dengan Maut (The Other Sister). Series ini dijadwalkan tayang mulai 29 Mei 2026 dan membawa kisah misteri yang membumi, dengan konflik keluarga, identitas, serta dinamika relasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran konten ini diharapkan dapat memberikan pilihan tontonan yang lebih bermakna bagi pelanggan. Inisiatif ini juga menjadi respon terhadap tren konsumsi konten digital yang semakin personal dan story-driven.

​Melalui cerita yang kuat dan atmosfer yang intens, The Other Sister menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam menghadirkan pengalaman hiburan digital yang lebih dari sekadar tontonan. Cerita dirancang untuk membangun keterlibatan penonton secara bertahap melalui narasi yang berlapis dan karakter yang kompleks. Pendekatan ini memungkinkan pelanggan menikmati pengalaman menonton yang lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, pelanggan tidak hanya terhibur tetapi juga merasa terhubung dengan cerita yang disajikan.

​VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, mengatakan, “Telkomsel memahami kebutuhan pelanggan akan hiburan yang relevan dan mudah diakses. pelanggan menjadi fokus utama dalam setiap inovasi layanan digital yang dihadirkan, sehingga setiap produk dan konten yang diluncurkan mampu memberikan nilai tambah yang nyata. Melalui kolaborasi ini, Telkomsel berupaya menghadirkan pengalaman menonton yang personal dan berkualitas sebagai bagian dari komitmen Melayani Sepenuh Hati.”

​Serial ini mengikuti perjalanan Raya (Haico Van Der Veken) yang berupaya mengungkap kebenaran di balik kematian misterius saudara kembarnya, Anna. Dalam prosesnya, Raya menyamar menjadi Anna untuk masuk ke dalam keluarga Ardiano yang dikenal memiliki kekuatan politik serta menyimpan banyak rahasia. Situasi ini menghadirkan berbagai konflik emosional, dilema moral, dan ketegangan psikologis yang terus berkembang di setiap episode.

​Dibintangi oleh Haico Van Der Veken, Maxime Bouttier, Dinda Kirana, dan Teuku Rassya, The Other Sister menghadirkan performa akting yang kuat dengan karakter yang memiliki lapisan moral yang kompleks. Setiap karakter dirancang untuk merepresentasikan sisi manusia yang realistis, termasuk kelemahan, ambisi, dan konflik batin. Alur cerita yang penuh plot twist memperkuat daya tarik series ini sebagai tontonan yang memancing rasa penasaran. Hal ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman binge-watching yang engaging bagi pelanggan.

​Sebagai hasil kolaborasi antara MAXstream TV, iQIYI, dan Hitmaker Studios, series ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati konten lokal berkualitas. Kolaborasi ini juga menunjukkan komitmen Telkomsel dalam memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia melalui distribusi yang lebih inklusif. Dengan dukungan platform yang luas, konten lokal memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau audiens yang lebih beragam. Upaya ini sekaligus mendorong daya saing industri kreatif Indonesia di tingkat global.

​Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam mengatakan, “Melalui Bercinta Dengan Maut (The Other Sister), kami merasa bangga dapat menghadirkan konten lokal pertama iQIYI Indonesia. Ini menjadi langkah penting sekaligus bentuk komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal dan menghadirkan cerita yang dekat dengan penonton Indonesia. Kami optimis series ini akan disukai karena memiliki cerita yang kuat, emosional, dan relevan dengan dinamika penonton saat ini. Ke depannya, iQIYI akan terus menghadirkan konten lokal berkualitas dengan standar produksi yang mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di tingkat regional dan global.”

​Dengan alur cerita yang penuh kejutan, The Other Sister diharapkan menjadi salah satu pilihan tontonan favorit pelanggan. Pendekatan karakter yang kuat membuat cerita terasa lebih hidup dan relatable. Hal ini memberikan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur tetapi juga membekas secara emosional. Series ini dirancang untuk menjawab ekspektasi penonton terhadap kualitas storytelling yang lebih matang.

​Fadhli menambahkan “Kolaborasi ini merupakan langkah berkelanjutan dalam membuka peluang lebih luas bagi karya kreatif lokal. Melalui distribusi lintas platform, konten Indonesia dapat menjangkau audiens yang lebih besar dan beragam. Selain itu, langkah ini turut memperkuat posisi Indonesia dalam industri konten digital global. Hal ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk terus mendorong kemajuan ekosistem digital nasional.”

​Pelanggan dapat menyaksikan The Other Sister mulai 29 Mei 2026 melalui MAXstream TV dan iQIYI dengan akses yang mudah di berbagai perangkat digital. Akses ini mencakup aplikasi mobile, smart TV, hingga platform streaming berbasis internet lainnya. Kemudahan ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk menikmati konten kapan saja dan di mana saja. Dengan dukungan jaringan Telkomsel yang andal, pengalaman menonton menjadi lebih lancar dan nyaman.



Tentang MAXstream TV

MAXstream TV adalah platform OTT unggulan dengan koleksi film dan series Indonesia lintas era dan genre, eksklusif serta tanpa biaya tambahan bagi seluruh pelanggan Telkomsel, yang dapat diakses melalui aplikasi mobile, Android TV, maupun langsung dari Set-Top Box (STB) untuk TV dengan berlangganan IndiHome. Untuk mendownload aplikasi bisa melalui Google Play Store dan App Store.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: https://MAXstream.tv/

Instagram: @MAXstream.tv

TikTok: @MAXstream.tv

YouTube: @MAXstreamTV

App: App Store & Google Play Store


Tentang Telkomsel

Telkomsel adalah penyedia layanan telekomunikasi digital terbaik di Indonesia yang hadir untuk melayani sepenuh hati melalui konektivitas, layanan, dan solusi yang unggul dan inovatif. Berdiri sejak 1995, Telkomsel terus mendukung transformasi digital bangsa dengan jaringan 4G yang menjangkau 97% wilayah populasi serta menjadi pionir layanan 5G terdepan dan terluas di Indonesia. Melayani ratusan juta pelanggan mobile dan fixed broadband, Telkomsel fokus menghadirkan ragam produk bernilai tambah beyond telco serta memperluas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengakselerasi kemajuan Indonesia. Operasional perusahaan dijalankan secara berkelanjutan dengan prinsip ESG, dan layanan Telkomsel dapat diakses melalui telkomsel.com, media sosial @telkomsel, aplikasi MyTelkomsel, serta berbagai kanal resmi lainnya.


Tentang iQIYI International

iQIYI menghadirkan iQIYI International (iq.com dan aplikasi internasionalnya), layanan streaming yang menyajikan beragam series TV dan film Asia bagi penonton global. Layanan ini dapat diakses melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan internet di 191 wilayah di seluruh dunia, dengan antarmuka dan subtitle yang tersedia dalam 12 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, Inggris, Melayu, Thai, Vietnam, Korea, dan Spanyol. Saat ini, iQIYI International telah melayani lebih dari 100 juta pengguna dengan katalog konten yang mencakup lebih dari 1.700 judul drama, variety show, dan anime, serta sekitar 2.000 film. iQIYI International juga memiliki kantor lokal di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Amerika Utara.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: www.iq.com

Facebook: @iQIYIIndonesia

Instagram: @iqiyi_indonesia

TikTok: @iqiyi.indonesia

YouTube: @iQIYIIndonesia

App: App Store & Google Play Store

Rabu, 20 Mei 2026

“Unapologetic” Menandai Fase Baru Dikta sebagai Musisi

 

Setelah sempat “menghilang” dari rilisan besar dan hanya merilis satu single sepanjang tahun lalu, Dikta akhirnya resmi kembali lewat EP terbaru bertajuk “Unapologetic” pada tanggal 15 Mei 2026 ( Jumat ). sebuah proyek musik yang terasa jauh lebih personal, lebih berani, dan menjadi titik eksplorasi baru dalam perjalanan bermusiknya.

Bukan sekadar judul, “Unapologetic” menjadi representasi penuh dari kondisi Dikta saat mengerjakan EP ini. Ia menyebut seluruh proses kreatifnya dilakukan secara sadar, penuh keyakinan, dan tanpa penyesalan sedikit pun. “Gua happy dengan EP yang baru ini. Gua bener-bener ngasih 100% yang ada di gua untuk EP ini,” ungkapnya. Nama “Unapologetic” pun dipilih karena dianggap paling tepat menggambarkan keseluruhan energi yang ingin ia hadirkan.

Berisi enam lagu, EP ini memperlihatkan sisi musik Dikta yang belum pernah benar-benar ditampilkan sebelumnya. Meski tidak seluruhnya bersifat eksperimental, beberapa lagu di dalamnya menjadi ruang bagi Dikta untuk akhirnya memainkan warna musik yang selama ini ingin ia eksplor namun belum sempat diwujudkan. Hasilnya, “Unapologetic” hadir dengan nuansa yang berbeda dari karya-karya sebelumnya baik secara musikalitas, pendekatan lirik, hingga emosi yang dibangun.

Dari keenam lagu tersebut, ‘Stop Bilang Iya’ dipilih menjadi fokus track utama. Lagu ini mengangkat tema tentang people pleaser dan menjadi semacam pengingat untuk berani memprioritaskan diri sendiri. Lewat lagu tersebut, Dikta ingin menyampaikan bahwa mengatakan “tidak” bukanlah sesuatu yang salah. “Kalau ‘iya’ terus ya capek aja,” ujarnya.

Secara lirik dan cerita, “Unapologetic” juga banyak terinspirasi dari kehidupan pribadi Dikta sendiri. Mulai dari kisah hidupnya, hubungan keluarga, hingga refleksi personal yang selama ini jarang benar-benar ia buka di karya sebelumnya. Hal ini membuat EP tersebut terasa lebih jujur dan dekat secara emosional.

Menariknya, proses pengerjaan EP ini berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar dua bulan. Di balik itu, ada cerita penuh tekanan dan deadline yang membuat proses kreatifnya berjalan sangat intens. Dikta mengaku sempat salah memperhitungkan jadwal produksi karena terpotong libur Lebaran, membuat seluruh tim harus bekerja ekstra keras hingga kurang tidur demi menyelesaikan semuanya tepat waktu. Meski melelahkan, pengalaman tersebut justru menjadi salah satu proses paling seru baginya.

Perilisan “Unapologetic” juga menjadi momen penting bagi Dikta setelah cukup lama mengambil jeda untuk “me-scanning” dirinya sendiri dan mempertanyakan arah musik yang benar-benar ingin ia jalani. Kini, lewat EP ini, ia merasa sudah menemukan jawabannya dan siap membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya.

Ke depannya, Dikta mengaku akan kembali aktif merilis single secara berkala. Jika materi yang terkumpul sudah cukup banyak, bukan tidak mungkin seluruhnya akan bermuara menjadi sebuah album penuh. Lewat “Unapologetic”, Dikta bukan hanya menghadirkan comeback, tetapi juga memperlihatkan transformasi dirinya sebagai musisi yang lebih jujur, lebih berani, dan tanpa kompromi. EP Unapologetic akan hadir pada tanggal 15 Mei 2026 disemua digital platform.

Fabio Asher Rangkum Dinamika Hubungan Melalui Single Terbaru "Sakitnya Disini"

 

​Fabio Asher kembali lewat Singel menyentuh terbarunya "NIKMATI SAKITNYA". Penyanyi pop pria yang dikenal dengan kekuatan vokal emosional dan lirik yang galau ini resmi merilis single terbaru pertamanya di tahun 2026 ini. Nikmati Sakitnya menggambarkan tentang seseorang yang tetap memilih mencintai kekasihnya walaupun sadar hubungan itu menyakitkan dan tidak seimbang. Ia sadar bahwa dirinya sering diabaikan, hanya dicari saat dibutuhkan, bahkan tidak dianggap sepenuhnya oleh orang yang dicintainya, namun ia tetap bertahan karena rasa cintanya terlalu besar untuk dilepaskan.

​Dalam proses kreatifnya, Fabio turut melibatkan sejumlah nama penting, seperti S/EEK sebagai music arranger yang sudah pernah menangani beberapa karya Fabio sebelumnya. Trakast & Yafi Aria juga ikut kembali membantu mengcompose lagu ini, serta Plato Ginting sebagai vocal director. Lagu ini juga dipoles oleh Yafi Aria (vocal editor) dan Tito P Soenardi (mixing & mastering). Lagu ini juga hadir dengan music video dimana Fabio berperan sebagai model utamanya, videonya sendiri mencoba menggambarkan perasaan seseorang yang mencoba menerima kenyataan saat terus menerus disakiti oleh pasangannya, tapi dia memilih untuk terus bertahan.

​"NIKMATI SAKITNYA" menjadi langkah berikutnya sekaligus pembuktian eksistensi Fabio Asher dalam industri musik Indonesia, setelah sempat merilis album debut "EVERLAST" tahun lalu, serta sederet hits seperti "Bertahan Terluka", "Rumah Singgah", "Tanpa Rasa Bersalah" dan "Berharap Kau Kembali" yang sempat memuncaki berbagai tangga lagu nasional dan internasional. Simak single terbaru Fabio Asher, bertajuk "NIKMATI SAKITNYA" di seluruh digital streaming platform di Indonesia.

Kredit Lagu:

​Composer: Fabio Asher, Trakast, Yafi Aria

​Music Arranger: S/EEK

​Mixing & Mastering: Tito P Soenardi

​Keyboards & Synth: Adrian Rahmat Purwanto

​Drums & Programming: Marco Steffiano & Jessilardus Mates

​Guitar: Yafi Aria

​Vocal Director: Plato Ginting

​Vocal Editor: Yafi Aria

​Indie Label: MJ Entertainment


Tentang Fabio Asher

​Pada bulan 02 Februari 2022 Fabio Asher merilis "Bertahan Terluka" berada dibawah naungan independent label MJ entertainment dan berhasil mencapai peringkat #2 dari Spotify Top 200 Indonesia dan peringkat #1 dari Spotify Viral Top 50 Indonesia, lagu ini juga sukses mendapat peringkat #1 pada Spotify Viral Top 50 Malaysia dan juga masuk pada peringkat #1 dari Spotify Viral 50 Global. Bahkan lagu ini juga berhasil masuk peringkat #1 di Apple Music Top 100 Indonesia dan peringkat #5 di Apple Music Top 100 Malaysia.

​Kemudian pada 5 Mei 2022, Fabio Asher merilis single keduanya yang berjudul "Rumah Singgah" yang kemudian berhasil masuk ke peringkat #2 dari Spotify Top 200 Indonesia, peringkat #6 dari Spotify Viral 50 Indonesia, peringkat #2 dari Spotify Viral 200 Malaysia dan peringkat #3 dari Spotify Viral Top 50 Malaysia. Pada Apple Music lagu ini sukses menduduki peringkat #3 dari Apple Music Top 100 Indonesia dan peringkat #1 dari Apple Music Top 100 Malaysia.

​Lalu pada 3 Agustus 2022 Fabio kembali merilis double-single yang berjudul "Hati Lain Di Hatimu" dan "Akhir Yang Manis". Dimana "Hati Lain Di Hatimu" berhasil kembali menduduki peringkat #35 dari Apple Music Top 100 Indonesia dan Malaysia. Pada 2 Februari 2023, Fabio juga sudah sukses menelurkan mini album pertamanya "ASHER", dimana terdapat 7 lagu didalam EPnya tersebut, dimana 3 lagu diantaranya adalah lagu baru yang belum pernah direlease sebelumnya.

​Pada pertengahan sampai akhir 2023, Fabio banyak berkolaborasi dengan musisi2 ternama seperti Andi Rianto, Brisia Jodie & Prinsa Mandagie. Pada 2 Februari 2024, Fabio merilis single "Berharap Kau Kembali" yang menjadi pengantar untuk full album pertamanya "EVERLAST" yang dirilis pada 24 Mei 2024, berisikan 10 lagu baru termasuk lagu "Berharap Kau Kembali".


Access Fabio Asher :

Instagram : @fabioasher | TikTok : @fabioasher | All DSP : Fabio Asher | YouTube : Fabio Asher

Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih Lucu Maksimal! Bikin Ngakak Sekaligus Merinding, Komedi di Tengah Horor Pesugihan yang Terinspirasi dari Kisah Nyata di Jawa Timur

 

SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih tayang mulai 27 Mei 2026 di Bioskop Indonesia


​Jakarta, 20 Mei 2026 — Starvision kembali bekerja sama dengan Skak Studios dan Legacy Pictures, mempersembahkan karya terbaru lewat sekuel Sekawan Limo, SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih. Di film keduanya, sutradara Bayu Skak dan produser Chand Parwez Servia menampilkan kolaborasi karya yang kembali menghibur penonton Indonesia.

​SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih menjadi film yang menghadirkan kelucuan maksimal melalui komedi-komedi para jajaran ansambelnya, termasuk Demit Benedictus Siregar yang tak pernah gagal memecah tawa penonton. SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih juga menghadirkan lapisan drama dengan bumbu horor yang unik, tentang pesugihan yang menyangkut member dari geng Sekawan Limo, Andrew (Indra Pramujito).

​SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih akan menghadirkan hiburan yang lengkap dengan komedi yang lebih lucu, drama yang menyentuh, dan horor yang bikin merinding. Salah satu pesan mendalam yang disampaikan di film ini adalah tentang jangan pernah mengambil jalan pintas.

​“Di film ini yang menjadi pesan adalah 'ojo nggolek dalan pintas (jangan mencari jalan pintas).' Sesuatu yang instan itu akan berujung petaka. Kita sering banget membandingkan dengan hidup orang lain, apalagi di media sosial kita banyak melihat kesenangan dan kemewahan, tapi kan kita nggak pernah tahu perjuangan di balik itu,” ujar sutradara SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, Bayu Skak.

​Salah satu yang menarik di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih adalah kembalinya geng Yowis Ben, yang secara lengkap menjadi bagian dari jajaran ansambel pemain bersama pemeran baru lain di semesta Sekawan Limo. SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih dibintangi oleh Bayu Skak, Nadya Arina, Benedictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Jihane Almira, Elsa Japasal, Joshua Suherman, Cak Kartolo, Ning Tini, Audya Ananta, Ellea Candice, Cak Ukil, Ferry Salim, Gisella Anastasia, Marwoto, Devina Aureel, Brandon Salim, Tutus Thomson, Andy Sugar, Irene Suwandi, Sanusi, Eunike Unik, Irwan Pramujito, Yongki Setyabudi, Rensia Sanvira, Furry Setya, Dayu Wijanto, Leona Zhen, Zoe Levana, dan Stanley Hao.

​“Di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih kami menyajikan cerita yang lebih kompleks. Setiap karakter memiliki cerita mereka masing-masing, yang akan menambah kekuatan komedinya dan membuat penasaran. Tentunya, film ini akan menjadi hiburan yang dua kali lipat lebih lucu dari film pertamanya,” ujar produser Chand Parwez Servia.

​Film ini akan melanjutkan kesuksesan film pertamanya, yang sukses meraih 2.508.008 penonton. Film pertamanya juga berhasil membawa tren horor-komedi pendakian gunung yang diminati penonton Indonesia.

​Kini, SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih juga masih membawa tema gunung dan pendakian. Namun, di film ini juga ada kisah yang terinspirasi dari kisah nyata tentang praktik pesugihan di Gunung Kawi, Jawa Timur.

Bayu mengungkapkan, dalam penulisan yang terinspirasi dan penggunaan set Gunung Kawi, ia bersama penulis Nona Ica telah melakukan riset secara mendalam. Bahkan, termasuk penggunaan dialek bahasa Jawa yang cukup berbeda dengan wilayah Jawa Timur lain di kawasan Gunung Kawi.

​Jihane Almira, salah satu bintang yang baru bergabung di film ini mengungkapkan antusiasmenya. Syuting bersama Bayu Skak dan Geng Sekawan Limo dengan menggunakan bahasa Jawa, membuat Jihane terasa seperti pulang.

​“Feels like home. Karena kebetulan aku orang Semarang, dan berkarier di perfilman juga sebenarnya ada kesulitan untuk menghilangkan medok bahasa Jawaku. Jadi ketika bertemu dengan sutradara dan pemain yang sangat fasih berbahasa Jawa, itu merasa nyaman,” ujar Jihane Almira, pemeran Aruna di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih.

​“Sekawan Limo adalah salah satu film yang membuat saya semakin dikenal di perfilman Indonesia. Senang rasanya bisa memberikan sajian komedi yang makin pecah di film keduanya ini. Penonton juga akan melihat salah satu adegan yang bakal bikin kalian enggak rela aku punya adegan itu bareng Elsa Japasal,” ungkap Benedictus Siregar.

​Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih akan menjadi sajian komedi horor yang menghibur penonton Indonesia di Bioskop. Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih tayang mulai 27 Mei 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perjalanan Geng Sekawan Limo yang akan membuat tertawa dengan kelucuan maksimal! Pantau informasi terbaru melalui akun Instagram @Sekawanlimo, @Starvisionplus, @SkakStudios, @Legacy.pictures dan Tiktok @StarvisionMovie.


​Sinopsis

​Tiga tahun sejak pendakian Gunung Madyopuro, persahabatan 5 sekawan semakin erat. Ketika mereka reuni di ulang tahun Angel putri Andrew, mereka menyaksikan keluarga itu terancam jadi tumbal pesugihan!

Berangkatlah mereka menemani Andrew ke Gunung Klawih. Namun, Juna menghilang ke dunia demit!

Pemain & Tim Produksi

Nama Pemain - Peran

Bayu Skak - Bagas

Nadya Arina - Lenni

Benidictus Siregar - Juna

Indra Pramujito - Andrew

Firza Valaza - Dicky

Jihane Almira - Aruna

Elsa Japasal - Kina

Joshua Suherman - Wisang

Cak Kartolo - Dukun Kartolo

Ning Tini - Mbah Uti

Audya Ananta - Michelle

Ellea Candice - Angel

Cak Ukil - Cak Ukil

Ferry Salim - Om Lim

Gisella Anastasia - Yu Chen

Marwoto - Dukun Ranto

Devina Aureel - Carrisa

Brandon Salim - Thomas Richard

Tutus Thomson - Ndaru

Andy Sugar - Rudy Alexander

Irene Suwandi - Elsa

Sanusi - Warga Pasar

Eunike Unik - Wening

Irwan Pramujito - Ko Hendi

Yongki Setyabudi - Papa Johan

Rensia Sanvira - Mama Nathalia

Furry Setya - Paijo

Dayu Wijanto - Oma Linda

Leona Zhen - Penyanyi

Zoe Levana - Han Yui

Stanley Hao - Jun Ping


Produksi: Starvision, Skak Studios

​Produser: Chand Parvez Servia, Riza, Mithu Nisar

​Sutradara: Bayu Skak

​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

​Produser Lini: Rini Atmodjo

​Penulis Skenario: Nona Ica

​Pengarah Artistik: Mai Harizon

​Penata Kamera: Adrian Sugiono

​Penyunting Gambar: Wawan I. Wibowo, Jalu Swandaru

​Penata Suara: Aditya Trisnawan

​Perekam Suara: Hasanudin Bugo

​Penata Musik: Mikhael Alpha Beltsazar

​Penata Warna: Chressandy Rorimpandey

​Penata VFX & Grafis: Dalang Digital Studio

​Penata Rias & Efek: Clarista Christie

​Penata Busana: Jeanne Elizabeth Fam

​Penata Peran: Arief Havidz, Hafshoh Mubarak

​Komedi Konsultan: Joshua Suherman

​Perancang Poster: Alvin Hariz


​OST

​Yue Liang Dai Biao Wo De Xin (The Moon Represents My Heart) - Josaphat Children Choir

​Wang Shi Zhi Neng Hui Wei (The Past Can Only Be Remembered) - Leona Zhen

​Gusti, Matur Nuwun - Bayu Skak

​Gandolane Ati - Yowis Ben

Badut Gendong ‘Hidup’ di Epicentrum! Intip Kengerian Gala Premiere Monster Baru di Universe Qodrat

Jakarta, 22 Mei 2026 – Mendekati hari penayangannya yang sudah sangat dinantikan, MAGMA Entertainment secara resmi menggelar acara Press Scr...