Rabu, 06 Mei 2026

Program Next Step Studio Indonesia akan melakukan debut resminya di Cannes Film Festival, salah satu ajang perfilman paling prestisius di dunia

 


JAKARTA, 5 Mei 2026 - Langkah besar sinema Indonesia menuju panggung global kembali ditegaskan melalui peluncuran program Next Step Studio Indonesia yang diumumkan dalam konferensi pers di Institut Français Indonesia (IFI) Thamrin, Selasa (5/5/2026). Program ini langsung mencuri perhatian karena akan melakukan debut resminya di Cannes Film Festival, salah satu ajang perfilman paling prestisius di dunia.

Kehadiran program ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi besar diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis. Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menegaskan bahwa kolaborasi ini mencerminkan kemitraan konkret yang melibatkan industri, pemerintah, dan pelaku kreatif dari kedua negara.

Menurut Penone, kerja sama ini lahir dari kesepakatan tingkat tinggi antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang sebelumnya mengusung strategi bersama di sektor budaya dan ekonomi kreatif. Sinema kemudian dipilih sebagai sektor prioritas karena memiliki dampak luas terhadap citra dan pengaruh global.

Next Step Studio Indonesia dirancang sebagai program pengembangan talenta yang tidak hanya fokus pada produksi film pendek, tetapi juga membuka jalur bagi sineas muda untuk masuk ke jaringan industri internasional. Program ini memberi ruang kolaborasi antara sutradara Indonesia dan sineas Asia Tenggara lainnya dalam proses kreatif yang intens.

Ketua Badan Perfilman Indonesia Fauzan Zidni menyebut keikutsertaan Indonesia di Cannes tahun ini sebagai lompatan strategis. Ia menilai kehadiran tersebut bukan hanya simbol eksistensi, tetapi juga peluang besar untuk memperluas jaringan distribusi dan investasi perfilman nasional.

Dalam paparannya, Fauzan juga menyinggung sejarah panjang Indonesia di Cannes yang dimulai dari film Tjoet Nja' Dhien karya Eros Djarot. Sejak saat itu, sejumlah karya Indonesia terus mendapat pengakuan, termasuk film pendek Prenjak yang berhasil meraih penghargaan internasional.

Produser Yulia Evina Bhara menegaskan bahwa program ini dikurasi secara ketat. Para sutradara yang terlibat dipilih berdasarkan rekam jejak artistik serta kemampuan berkolaborasi, mengingat proyek ini menuntut kerja kolektif lintas budaya sejak tahap awal produksi.

Ia juga menambahkan bahwa Next Step Studio bukan sekadar pelatihan, melainkan panggung presentasi global. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan identitas sinema Indonesia dan Asia Tenggara kepada pasar internasional secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Dari sisi kreatif, proyek ini menghadirkan berbagai cerita yang berakar dari realitas sosial masyarakat. Aktor Reza Rahadian menilai bahwa film-film dalam program ini merepresentasikan wajah Indonesia melalui perspektif yang beragam dan relevan dengan isu global.

Sementara itu, aktris Prilly Latuconsina mengungkapkan bahwa perannya dalam salah satu proyek menghadirkan refleksi mendalam tentang relasi manusia di era modern. Ia menyebut cerita yang diangkat terasa dekat karena menggambarkan dinamika sosial yang kerap terjadi sehari-hari.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan juga memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Direktur Film Kementerian Kebudayaan Irini Dewi Wanti menilai Next Step Studio sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem sinema global.

Tak hanya itu, lebih dari 50 pelaku industri film Indonesia dijadwalkan hadir di Cannes tahun ini. Jumlah ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah partisipasi Indonesia, menunjukkan meningkatnya kepercayaan diri dan kapasitas industri film nasional di tingkat internasional.

Kolaborasi ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, rumah produksi, hingga institusi budaya seperti Institut Français d’Indonésie. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan dan kompetitif.

Dalam konteks global, Next Step Studio Indonesia dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton di industri film dunia, tetapi mulai mengambil peran sebagai pemain aktif. Program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lebih banyak karya Indonesia untuk menembus pasar internasional.

Dengan momentum Cannes 2026, Indonesia kini berada di titik krusial untuk memperkuat identitas sinemanya di kancah global. Next Step Studio Indonesia menjadi bukti bahwa kolaborasi, kualitas, dan keberanian bereksperimen adalah kunci untuk menembus batas industri film dunia

Selasa, 05 Mei 2026

“iQIYI Perkuat Visi 2026 di Indonesia dengan Fokus pada Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience”

 


iQIYI International memperkuat komitmennya di Indonesia melalui arah strategis tahun 2026 yang berfokus pada penguatan konten Asia premium, pengembangan konten lokal, serta pengalaman hiburan yang lebih dekat dengan penonton melalui inisiatif iQIYI Starship.

Melalui strategi hyper-localization, iQIYI menghadirkan pendekatan yang lebih relevan dengan preferensi audiens Indonesia, mulai dari perluasan katalog dracin, produksi original lokal seperti Bercinta Dengan Maut, hingga kolaborasi strategis bersama mitra lokal untuk memperluas akses layanan streaming di Indonesia.

***

iQIYI Perkuat Visi 2026 di Indonesia dengan Fokus pada Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

iQIYI memperkuat posisinya di Indonesia dengan fokus di tahun 2026 pada relevansi lokal dan pengalaman menonton yang lebih dekat dengan penonton.

Pendekatan ini didukung oleh kekuatan konten Asia premium, terutama dracin, pengembangan konten lokal, serta kemitraan untuk memperluas akses di Indonesia.

Melalui iQIYI Starship, iQIYI menghadirkan pengalaman di luar layar yang mendekatkan penggemar dengan bintang favorit mereka dari China.

Ki-Ka: Ikhsan Sasmita, Head of Original Content Indonesia, & Dinesh Ratnam, Senior Managing Director for Southeast Asia

JAKARTA, 29 April 2026 — iQIYI International, platform streaming terkemuka di Asia, terus memperkuat kehadirannya di Indonesia. Komitmen ini tercermin dalam arah strategis 2026 yang menekankan pertumbuhan berkelanjutan, pengembangan konten lokal, dan pengalaman menonton yang lebih kontekstual dan personalized bagi penonton Indonesia. 

Dengan pertumbuhan audiens digital yang terus meningkat, Indonesia kini menjadi salah satu pasar kunci iQIYI di Asia Tenggara. Untuk mewujudkan visi 2026, iQIYI mengedepankan strategi hyper-localization dengan memperkuat katalog konten Asia premium, khususnya dracin, sekaligus menghadirkan lebih banyak konten lokal yang relevan dengan preferensi penonton Indonesia. Pendekatan ini juga diperluas melalui inisiatif iQIYI Starship yang menghadirkan interaksi langsung antara penggemar dan bintang favorit mereka guna memperkuat fan engagement di luar pengalaman menonton.

“Indonesia memiliki komunitas penonton yang sangat dinamis dan terus berkembang. Fokus kami ke depan bukan hanya menghadirkan lebih banyak konten, tetapi membangun ekosistem hiburan yang terasa dekat dengan audiens, mulai dari storytelling yang relevan secara budaya hingga pengalaman interaktif yang mempertemukan penggemar dengan talenta dan cerita yang mereka gemari”, ujar Dinesh Ratnam, Senior Managing Director Southeast Asia iQIYI.


Bagaimana iQIYI Memperkuat Relevansinya di Indonesia?

Sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan signifikan di Asia Tenggara, Indonesia memiliki karakter audiens yang dinamis dengan preferensi yang terus berkembang. iQIYI melihat bahwa untuk tetap relevan, platform tidak hanya perlu menghadirkan konten yang kuat, tetapi juga memahami bagaimana penonton mengakses dan menikmati hiburan dalam keseharian mereka.

Untuk menjawab hal tersebut, iQIYI memperluas kolaborasi dengan mitra lokal seperti Telkomsel dan Vision+ guna meningkatkan akses layanan di berbagai wilayah sekaligus menjangkau segmen pengguna baru. Di sisi lain, iQIYI juga memperkuat fokus pada produksi konten lokal melalui kerja sama dengan rumah produksi seperti Hitmaker Studios, termasuk menghadirkan original series seperti Bercinta Dengan Maut yang mengangkat cerita yang dekat dengan penonton Indonesia.

“Hyper-localization menjadi pendekatan utama iQIYI di Indonesia, di mana kami tidak hanya menghadirkan konten, tetapi juga memastikan setiap aspek platform terasa relevan dengan budaya, bahasa, dan kebiasaan menonton penonton lokal. Komitmen ini kami wujudkan melalui pengembangan konten original Indonesia yang autentik, pemanfaatan data untuk memahami preferensi penonton, serta kolaborasi dengan berbagai mitra lokal untuk memperluas akses dan jangkauan layanan,” ujar Ikhsan Sasmita, Head of Original Content Indonesia.


Apa yang Membuat Dracin dan Konten Asia Premium Jadi Daya Tarik Utama?

Dracin terus menjadi pilihan utama bagi penonton di Indonesia, terutama karena kemampuannya menghadirkan cerita yang manis, emosional, dan penuh konflik dengan visual yang memukau. Tidak hanya menghibur, genre ini juga menawarkan karakter dan hubungan yang terasa dekat dengan penonton.

Hal ini terlihat dari respons positif terhadap judul-judul seperti Pursuit of Jade, yang sempat menduduki posisi teratas di iQIYI, serta Fate Chooses You, drama kostum dengan kisah romansa penuh konflik dan pengkhianatan. Kehadiran judul-judul ini memperkuat posisi iQIYI dalam menghadirkan konten Asia premium yang terus diminati di Indonesia.


Bagaimana iQIYI Mendekatkan Penggemar dengan Bintang Favorit Mereka?

Tidak hanya menghadirkan konten di layar, iQIYI juga membawa pengalaman tersebut ke dunia nyata melalui iQIYI Starship. Program ini membuka kesempatan bagi penggemar untuk bertemu langsung dengan bintang dracin favorit mereka, menciptakan interaksi yang selama ini hanya terjadi di layar menjadi lebih nyata.

Melalui pengalaman yang lebih personal dan eksklusif, iQIYI Starship menghadirkan cara baru bagi penonton untuk terhubung dengan cerita dan karakter yang mereka ikuti. Momen seperti sesi interaksi langsung hingga aktivitas bersama artis favorit– menjadi bagian dari upaya iQIYI dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas penggemar.

Inisiatif ini telah dihadirkan di beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand, dengan antusiasme penggemar yang tinggi. Di Thailand, misalnya, pada April 2026, ratusan penggemar berkesempatan mengikuti sesi fanmeeting dan foto eksklusif bersama Cheng Lei, aktor asal China sekaligus iQIYI International Global Ambassador. Pada 2026, iQIYI berencana menghadirkan inisiatif serupa di tanah air untuk membangun koneksi yang lebih nyata dengan penonton di Indonesia. 

Tonton berbagai dracin seru lainnya hanya di iQIYI! Langganan sekarang dengan klik di sini.


Tentang iQIYI International

iQIYI menghadirkan iQIYI International (iq.com dan aplikasi internasionalnya), layanan streaming yang menyajikan beragam serial TV dan film Asia bagi penonton global. Layanan ini dapat diakses melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan internet di 191 wilayah di seluruh dunia, dengan antarmuka dan subtitle yang tersedia dalam 12 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, Inggris, Melayu, Thai, Vietnam, Korea, dan Spanyol. Saat ini, iQIYI International telah melayani lebih dari 100 juta pengguna dengan katalog konten yang mencakup lebih dari 1.700 judul drama, variety show, dan anime, serta sekitar 2.000 film. iQIYI International juga memiliki kantor lokal di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Amerika Utara.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: www.iq.com 

Facebook: @iQIYIIndonesia

Instagram: @iqiyi_indonesia

TikTok: @iqiyi.indonesia

YouTube: @iQIYIIndonesia

App: App Store &  Google Play Store

Maher Zain Merilis Album Penuh Pertamanya Sejak 10 Tahun Lalu Berjudul “Back To You”

 

Awakening Music dengan bangga mengumumkan perilisan penuh Back To You, album studio terbaru yang sangat dinantikan dari Maher Zain. Proyek ini menandai album studio penuh keempatnya sekaligus yang pertama dalam satu dekade, setelah periode yang ditandai oleh berbagai rilisan berdampak global, termasuk singel-singel yang menduduki puncak tangga lagu seperti Rahmatun Lil’Alameen dan Qalbi Fil Madinah, yang menjangkau jutaan pendengar di seluruh dunia.

Album yang terdiri dari 16 lagu ini mencerminkan evolusi artistik Maher Zain yang berkelanjutan luas secara musikal, berakar kuat secara spiritual, dan sangat personal. Menggabungkan penulisan lagu dalam bahasa Arab dan Inggris dengan pengaruh ritmis Afrika dan Afrika Utara. Back To You tetap berlandaskan tema-tema yang terinspirasi dari iman, seperti refleksi, harapan, zikir, dan tawakal kepada Tuhan.

Sebagian perilisan bertahap yang diselaraskan dengan Ramadan, 11 lagu telah dirilis secara bertahap selama tiga bulan terakhir: Take My Hand, Habibi, Ya Muhammad, Qamarun, Allahu Ya Allahu, Sallou, Yama Wo Yama, Da’iman Wa Abada, Al-Hawdh, Yawmuldirilis secara bertahap selama tiga bulan terakhir: Take My Hand, Habibi, Ya Muhammad, Qamarun, Allahu Ya Allahu, Sallou, Yama Wo Yama, Da’iman Wa Abada, Al-Hawdh, Yawmul Eid, dan Never Let Me Down.

Hari ini, album tersebut disempurnakan dengan perilisan lima lagu terakhir: Hikaya Jamila, Queen of Our Deen, Thank You, I Could’ve Been You, dan Not Ready To Die. Disetiap lagu menghadirkan dimensi emosional dan spiritual yang berbeda, menawarkan momen perenungan, pengabdian, dan penguatan bagi para pendengar sepanjang perjalanan dari Ramadan hingga penutupnya. Maher Zain mengatakan : “Album ini diberi judul Back To You karena pada intinya, ini adalah tentang kembali kembali kepada Tuhan, kepada ketulusan, kepada tujuan hidup, dan kepada hal-hal yang benar-benar penting. Dalam beberapa tahun terakhir, saya telah bertumbuh secara pribadi dan spiritual, dan proyek ini mencerminkan perjalanan tersebut. Saya ingin musiknya terasa jujur, reflektif, dan hadir khususnya selama Ramadan, ketika hati lebih terbuka dan sedang mencari.”

Album ini dikembangkan melalui serangkaian kemah penulisan lagu internasional yang diselenggarakan di Maroko, Turki, Swedia, dan Indonesia, yang mempertemukan berbagai suara kreatif dari dunia Muslim dan sekitarnya. Para kolaborator dalam proyek ini termasuk tim penulis lagu global, sesama artis Awakening Music Harris J, serta kolaborator lama Maher Zain, Bara Kherigi.

Tidak seperti cara konvensional yang dirilis dalam satu hari, Back To You hadir sebagai perjalanan musikal yang terstruktur dengan cermat mengiringi pendengar dari minggu ke minggu selama Ramadan, memungkinkan setiap lagu berdiri sendiri sebelum akhirnya berpuncak pada perilisan album secara penuh hari ini. Bara Kherigi, Managing Director Awakening Music, menambahkan: “Maher Zain adalah artis langka yang hadir sekali dalam satu generasi, yang musiknya telah menjadi bagian dari spiritual dan budaya Ramadan di seluruh dunia. Ini adalah album studio penuh pertamanya dalam sepuluh tahun, dan kami sangat berhati-hati dalam merancang cara perilisannya. Kami mendesain Back To You sebagai sebuah perjalanan, memberikan setiap lagu ruang, makna, dan penghormatan yang layak, sebelum akhirnya menyatukannya menjadi sebuah karya utuh.”

Beberapa lagu mengeksplorasi tema ketergantungan kepada Tuhan di tengah kesendirian dan ketidakpastian, cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad ﷺ, serta kerinduan manusia akan makna, petunjuk, dan keterhubungan. Secara keseluruhan, album ini membentuk pengalaman musikal yang utuh untuk dihayati, bukan sekadar didengarkan. Melalui Back To You, Maher Zain menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu suara paling berpengaruh dalam musik bernuansa spiritual saat ini—menghadirkan karya yang melampaui batas budaya, bahasa, dan generasi Informasi lebih lanjut mengenai konten visual pendamping dan rilisan tambahan akan diumumkan pada waktunya.


16 Track List Alb Back To You :

1. Ya Muhammad

2. Take My Hand

3. Da’iman Wa Abada

4. Yama Wo Yama

5. Habibi

6. Never Let Me Down

7. Qamarun

8. Thank You

9. Yawmul Eid

10. Sallou

11. Hikaya Jamila

12. Queen of Our Deen

13. I Could’ve been you

14. Al Hawdh

15. Not Ready To Die

16. Allahu Ya Allahu

Pembuktian di Balik Layar, Film 'Nobody Loves Kay' Bongkar Perjuangan ‘Gila’ Menjadi Pro-Player, Terinspirasi dari Kairi ONIC

 

Jakarta, 5 Mei 2026 – Setelah sukses memicu perbincangan hangat di media sosial melalui perilisan teaser trailer dan poster, film Nobody Loves Kay menggelar acara Media Gathering eksklusif. Film hasil kolaborasi antara ONIC, Migunani Cinema Cult, Folago Pictures dan Qun Films, bekerja sama dengan Visinema Pictures ini secara resmi memperkenalkan sebuah film drama coming-of-age yang mengambil inspirasi dari perjalanan hidup pro-player e-sport fenomenal, ONIC Kairi.

​Film ini bukan sekadar tentang berapa banyak kemenangan di arena pertandingan. Nobody Loves Kay menggali lebih dalam ke balik gemerlap lampu panggung turnamen, tapi menyoroti keberanian seorang remaja dalam mengejar mimpi yang dianggap mustahil oleh lingkungannya.


Bukan Sekadar Tentang Game

​Sutradara Bernardus Raka, dalam debut film panjangnya, mengungkapkan bahwa ia ingin memotret sisi manusiawi yang jarang terlihat dari dunia e-sport.

​“Film ini adalah debut yang jujur buat saya. Lewat Nobody Loves Kay, saya ingin tunjukkan kalau e-sport itu lebih dari sekadar main game. Ini tentang mental yang ditempa, tentang jatuh bangun psikologis, dan gimana rasanya jadi anak ‘nekat’ yang tetap lari mengejar mimpi meski dunia di sekitarnya bilang itu nggak mungkin,” ujar Bernardus Raka.

​ONIC Kairi, yang kehadirannya menjadi inspirasi sentral karakter Kay, menekankan bahwa film ini adalah representasi dari pengorbanan panjang yang selama ini tidak tertangkap kamera turnamen. “Yang banyak orang lihat di turnamen-turnamen itu hasil akhirnya, film ini menceritakan perjuangan di baliknya. Bukan hanya untuk para fans MLBB, ini adalah film untuk mereka di luar sana yang berani bermimpi,” ungkap Kairi dalam sesi diskusi media.


Tentang Nobody Loves Kay

Film ini bercerita tentang Kay, pro-player andalan tim ONIC, mengenang masa ketika mimpinya hanya dianggap angan-angan kosong. Bersama dua sahabatnya, Ido dan Aurelio, ia pernah berjanji akan mengguncang dunia, namun tekanan dan ambisi buta justru menghancurkan persahabatan mereka. Kay didepak dari timnya sendiri, kehilangan arah, dan dianggap gagal oleh lingkungan yang sejak awal meragukannya.

​Berada di titik nadir dan hampir dipaksa meninggalkan dunianya, Kay menolak menyerah. Ini bukan sekadar soal memenangkan pertandingan, melainkan pembuktian bahwa mimpi yang diremehkan, jika diperjuangkan dengan segenap hati, akan menemukan jalannya sendiri menuju panggung tertinggi.

​Film Nobody Loves Kay menghadirkan kolaborasi solid antara aktor muda berbakat dan deretan nama senior yang sudah tidak asing lagi di industri perfilman Indonesia. Karakter utama Kay diperankan oleh Bima Azriel, yang akan beradu akting dengan Rey Bong sebagai Ido dan Joshia Frederico sebagai Aurelio, membentuk trio persahabatan yang menjadi sentral cerita.

​Aktris Aurora Ribero turut bergabung memerankan sosok Amanda, murid pintar yang menjadi kunci perjalanan Kay. Tak hanya itu, kekuatan departemen akting film ini semakin lengkap dengan kehadiran Ariyo Wahab, Mian Tiara, hingga Melati Sesilia yang memberikan kedalaman pada dinamika keluarga dan konflik dalam cerita.


Siap Mengajak Penonton Berani Mewujudkan Mimpi Bersama

​Film ini dibintangi oleh deretan aktor berbakat seperti Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, serta didukung oleh performa kuat dari Ario Wahab, Mian Tiara, dan Melati Sesilia.

​Setelah proses produksi yang panjang, Nobody Loves Kay dipastikan akan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Melalui perjalanan Kay, penonton diajak untuk merefleksikan kembali pilihan hidup dan keberanian untuk tetap dipercaya atas jalan yang mereka pilih.

​Pantau terus informasi terbaru dan konten eksklusif melalui akun media sosial resmi @nobodyloveskay.



Senin, 04 Mei 2026

5.000 Orang Jadi Saksi KOMA Live in Concert Malaysia, Debut Antara Suara di Malaysia


Kuala Lumpur, 4 Mei 2026 - Konser “KOMA Live in Concert” sukses digelar di Idea Live Arena, 3 Damansara, Kuala Lumpur. 5.000 penggemar setia Mahalini, Mylinz, memadati lokasi acara sejak siang hari dan menghadirkan atmosfer penuh antusiasme. Konser ini menjadi penanda penting dalam perjalanan karier Mahalini, yang kembali ke atas panggung setelah masa hiatus sekaligus konser perdana promotor Antara Suara di luar negeri.

CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan para penggemar. “Sejak awal kami menyambut kembalinya Mahalini dengan penuh antusias. Bagi kami, ini bukan sekadar konser, tetapi sebuah momen penting yang menandai perjalanan baru seorang musisi sekaligus ruang pertemuan emosional antara Mahalini dan para penggemarnya. Gelaran di Malaysia ini merupakan debut Antara Suara di panggung internasional. Karena itu, kami berupaya secara maksimal mulai dari konsep, produksi, hingga detail pengalaman. Sehingga, kita dapat menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga bermakna.”

“Melihat bagaimana para penggemar hadir dengan begitu tulus, menyanyikan setiap lagu, dan merayakan momen ini bersama, menjadi kebahagiaan yang sulit digambarkan. Antusiasme ini tidak hanya menjadi apresiasi atas karya Mahalini, tetapi juga pengingat bagi kami bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan, menguatkan, dan menghadirkan rasa pulang bagi banyak orang. Itu yang ingin terus kami jaga dan hadirkan dalam setiap konser,” tutur Ayu.

Konser KOMA Live in Concert Malaysia dibuka dengan overture yang megah. Mahalini langsung menghentak lewat lagu Mati-Matian, Lupakan Cinta, hingga “Sampai Menutup Mata. Penonton tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran kolaborasi bersama Afgan yang menyanyikan lagu Biar Begini, serta penampilan istimewa Krisdayanti dengan membawakan lagu Cobalah Untuk Setia dan Melawan Restu.

Atmosfer kemudian melunak kala Mahalini menyanyikan lagu-lagu reflektif seperti Kemarilah Tenang dan Bohongi Hati bersama Sal Priadi. Panggung kembali menguat dan memuncak melalui lagu Kisah Sempurna dan duet Bermuara bersama Rizky Febian. 

Energi panggung semakin membara kala lagu Pecahkan Hatiku dan Sialan dinyanyikan bersama Uan Kaisar, disusul suasana hangat dan penuh kekeluargaan pada segmen “Big Family” yang turut menghadirkan Sule dan segenap keluarga. Hingga kemudian Mahalini membawa penonton ke puncak emosi kala menyanyikan lagu Untuk Yang Bersamanya dan Sisa Rasa, sebelum akhirnya menutup malam dengan encore Rindu Kurindu, yang meninggalkan kesan mendalam akan sebuah pertunjukan yang intim, megah, dan sarat makna.

Kesuksesan KOMA Live in Concert Malaysia menjadi awal dari rangkaian karya Antara Suara di pentas internasional. Informasi lebih lanjut tentang ragam konser yang akan datang dapat diikuti melalui Instagram @antara.suara.

— Akhir —


Tentang Mahalini:

Album perdana Mahalini, Fábula (2023), langsung meraih posisi puncak tangga musik digital di Indonesia dan Malaysia. Album ini memegang rekor sebagai album Indonesia terpopuler sepanjang masa di Spotify serta yang pertama mencapai 1,7 juta stream. Mahalini juga menjadi artis Indonesia dengan pendengar bulanan terbanyak di Spotify (9 juta). Fábula telah dirayakan lewat dua konser: Fábula 1.0 di Kuala Lumpur (Januari 2023) dan Fábula 2.0 di Jakarta (Oktober 2023). Ia menutup periode ini dengan konser Lovechestra di Kuala Lumpur pada Februari 2024.

Pada 30 Oktober 2025, Mahalini merilis album keduanya, KOMA, yang memadukan pop ballad dengan sentuhan folk. Album ini menampilkan tujuh lagu baru dan tiga single sebelumnya. Ia telah kembali ke panggung lewat Koma Live In Concert, yang telah terlaksana di Jakarta (14 Februari 2026) dan berlanjut ke Kuala Lumpur (2 Mei 2026)


Tentang Antara Suara:

Antara Suara adalah promotor musik yang fokus pada penyelenggaraan konser tunggal dan tour musisi Indonesia. Mengusung semangat ‘Berada di antara semua musik Indonesia’, Antara Suara telah sukses menggelar Berbagai konser, antara lain Konser 30 Tahun Dewa 19, konser tunggal Sheila On 7 “Tunggu Aku Di”, album tour Hindia “Lagipula Hidup Akan Berakhir”, konser 17 tahun RAN “RAN The Sweet Seventeen Show”, konser unit heavy rock/metal Seringai “Serigala Militia Selamanya”, konser .Feast Membangun & Menghancurkan, hingga Dangdut Dangdutan Ayu Ting Ting  dan sejumlah festival musik lainnya seperti Swara Prambanan dan Jakarta Music Con.

MikkyZia dan Club Dangdut Racun Berpadu di Kolaborasi Yang Menyenangkan Lewat “Skip Dulu”

Unit Duo Hip Dut Mikky Zia berkolaborasi dengan Club Dangdut Racun (CDR)  merilis karya baru berjudul “Skip Dulu”, sebuah lagu dengan konsep segar yang memadukan unsur dangdut dan hip hop atau hipdut. Mikky Zia dan Club Dangdut Racun sepakat kalau lagu “Skip Dulu” diisi dengan eksplorasi musik hiphop, dangdut mulai dari koplo hingga sentuhan DJ remix ala Gen - Z. Proses penciptaannya terinspirasi dari fenomena yang dekat dengan kehidupan anak muda saat ini : rasa lelah menghadapi drama, toxic relationship, hingga overthinking yang menguras energi.

“‘Skip’ itu sekarang sudah jadi bahasa sehari-hari anak muda buat hal-hal yang nggak penting. Dari situ kita merasa konsep ini sangat relate dan layak diangkat jadi lagu,” ungkap Zia. Lewat lagu ini Mikky Zia dan CDR ingin mengajak pendengar untuk lebih santai dalam menjalani hidup. Pesan ini dikemas dengan cara yang ringan, fun, dan tetap menghibur, sehingga mudah diterima oleh berbagai kalangan.

“Hidup terlalu singkat kalau dihabiskan untuk hal-hal yang bikin capek mental. Kadang memang harus belajar bilang ‘skip dulu’,” tambah Zia. Dari sisi musikalitas, “Skip Dulu” menawarkan warna yang fresh dengan perpaduan antara : kendang koplo khas dangdut, beat DJ modern dan flow rap yang kuat. Menariknya, proses produksi lagu ini tergolong cepat, hanya dalam waktu satu hari namun tetap menghasilkan energi yang solid berkat improvisasi spontan di studio.

“Suasananya seru banget waktu rekaman, banyak improvisasi, jadi vibe lagunya juga terasa hidup dan fun,” tambah Mikky. Perpaduan antara lirik yang to the point dengan beat yang catchy membuat lagu ini berpotensi menjadi anthem baru bagi anak muda yang ingin move on tanpa drama. Tidak hanya dari sisi audio, konsep visual video klip “Skip Dulu” juga dirancang penuh warna dan energi. Mengusung tema fun dan playful, video ini menampilkan berbagai skenario kehidupan yang relatable mulai dari drama percintaan hingga situasi toxic yang kemudian dihadapi dengan satu solusi sederhana: skip dulu. Melalui “Skip Dulu”, Mikky Zia dan CDR berharap lagu ini bisa menjadi representasi semangat generasi muda masa kini yang lebih berani memilih kebahagiaan dan tidak terjebak dalam drama. “

Semoga lagu ini bisa jadi anthem buat anak muda biar nggak baperan, bisa move on, dan pastinya bikin suasana makin seru apalagi kalau dibawain di panggung,” kata Mikky.



Solois Pop-punk Asal Inggris, Josh Holmes Gelar Konser Intim di M Bloc, Jakarta


Jakarta - Musisi pop-punk asal Inggris, Josh Holmes, sukses menggelar konser perdananya pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, di COMA, M Bloc, Jakarta.

Pertunjukan ini menjadi sorotan karena seluruh tiket sebanyak 350 kursi terjual habis hanya dalam lima hari, tanpa dukungan label besar maupun promotor lokal.

Antusiasme penggemar terlihat sejak awal, dengan lebih dari 900 orang mendaftar sebelum tiket resmi dijual.  

Dalam penampilannya, Holmes menyampaikan rasa terima kasih kepada penggemar Indonesia yang telah setia mendukung perjalanan bermusiknya.

"Jakarta sudah terasa seperti rumah. Terima kasih karena kalian membuat malam ini begitu berarti," ujarnya dari atas panggung.

Ia juga mengajak penonton untuk mendengarkan single terbarunya berjudul "Last First Kiss", yang resmi dirilis pada 1 Mei 2026 di berbagai platform streaming.

"Saya mulai menulis 'Last First Kiss' di Bali tiga tahun lalu dan tidak bisa menyelesaikannya. Butuh bertemu kekasih saya untuk akhirnya memahami apa yang ingin disampaikan lagu ini," ucapnya.  

Josh Holmes menuturkan bahwa dukungan penggemar Indonesia menjadi energi besar dalam kariernya.

"Saya menyaksikan 350 tiket habis terjual dalam lima hari dari seberang dunia. Itu membuat saya sadar betapa kuatnya komunitas musik independen di sini," katanya.

Usai konser, ia mengumumkan akan terbang ke Bali untuk menjalani sesi penulisan lagu baru selama sepuluh hari. Selain itu, ia juga berencana kembali ke Jakarta dengan konser berkapasitas lebih besar agar lebih banyak penggemar dapat hadir.  

Josh Holmes, yang berasal dari Warwickshire, Inggris, dikenal sebagai musisi independen dengan karya-karya jujur dan penuh energi. Ia sebelumnya mendapat perhatian dari Music Crowns, FAME Magazine, serta BBC Introducing, yang mendukung beberapa singlenya dan menampilkan Holmes dalam sesi studio.

Beberapa karya lain yang telah dirilis antara lain "Say Yes", "Everything's Changing", dan "Hey You", dibawakan dengan penuh energi di atas panggung konsernya di Jakarta kali ini.

Keberhasilan konser ini menjadi bukti kuat bagaimana komunitas musik independen di Indonesia mampu membangun momentum internasional secara mandiri.

Dengan dukungan solid dari pendengar, Josh Holmes seolah tengah menatap masa depan karier internasional yang bertumpu pada koneksi langsung dengan penonton, bukan jalur industri tradisional.

Single “Last First Kiss” milik Josh Holmes sudah tersedia di berbagai platform pemutar musik digital.

Program Next Step Studio Indonesia akan melakukan debut resminya di Cannes Film Festival, salah satu ajang perfilman paling prestisius di dunia

  JAKARTA, 5 Mei 2026 - Langkah besar sinema Indonesia menuju panggung global kembali ditegaskan melalui peluncuran program Next Step Studio...