Selasa, 03 Februari 2026

Film Tunggu Aku Sukses Nanti Rilis Official Trailer & Poster Film Lebaran yang Paling Lebaran, Berdasar Kisah Nyata Setiap Kumpul Keluarga, dari Kreator Sukses Film Lebaran Naya Anindita & Evelyn Afnilia

 

Selain Ardit Erwandha, jajaran pemain Tunggu Aku Sukses Nanti di antaranya adalah Adzana Ashel, Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, dan Yono Bakrie. Film ini juga akan menampilkan jajaran cameo dari bintang A-List yang akan membuat penonton terkejut dan menemukan momen tak terduga!


Jakarta, 3 Februari 2026 - RAPI Films merilis official trailer & poster film paling Lebaran tahun ini karya sutradara blockbuster Lebaran Naya Anindita, Tunggu Aku Sukses Nanti. Trailer film Tunggu Aku Sukses Nanti menampilkan perjuangan Arga (Ardit Erwandha) sebagai anak laki-laki pertama di sebuah keluarga yang sedang berjuang menuju tangga kesuksesan. Setiap Lebaran, Arga selalu ditanya: kapan kerja, kapan nikah, dan kapan sukses oleh para sepupu dan keluarga besarnya.

Melalui trailer Tunggu Aku Sukses Nanti, penonton diajak masuk ke dalam situasi yang sangat akrab namun seringkali dihindari: ruang makan keluarga saat Lebaran. Film ini mengungkap di balik hangatnya silaturahmi, terdapat "medan perang" mental bagi mereka yang belum memenuhi ekspektasi sosial.

Kisah yang dialami Arga seketika membawa perasaan yang dekat dengan banyak penonton tentang perjuangan menuju kesuksesan dan pertanyaan yang membuat tertekan saat momen kumpul keluarga Lebaran. OST. Gemilang dari grup band Perunggu menambah lapisan emosional yang ada dalam trailer. Sementara official poster Tunggu Aku Sukses Nanti menampilkan suasana hangat kumpul keluarga khas momen Lebaran.

Tak hanya menyentuh dan hangat karena sangat dekat dengan banyak penonton, film Tunggu Aku Sukses Nanti juga menjanjikan sebuah tawa yang menghibur lewat kehadiran banyak komíka Stand Up Comedy seperti Yono Bakrie hingga Arie Kriting. Mulai dari celetukan hingga komedi situasi mereka yang akan membuat tertawa kecil hingga besar.

Tunggu Aku Sukses Nanti disutradarai oleh Naya Anindita, dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia, yang pada Lebaran tahun lalu keduanya berkolaborasi dan sukses meraih film blockbuster Lebaran. Lebaran tahun ini, keduanya kembali berkolaborasi menciptakan film yang terasa dekat dengan banyak orang tentang pertanyaan kapan sukses?

Official Poster Film Tunggu Aku Sukses Nanti yang tayang Lebaran 2026 di bioskop

Dibintangi oleh Ardit Erwandha, film ini juga menampilkan jajaran ansambel bertabur bintang. Mulai dari aktor senior, VJ idola kaum milenial, deretan komika Stand Up Comedy hingga idol yang digemari oleh banyak kalangan termasuk Gen Z.

Selain Ardit, jajaran pemain Tunggu Aku Sukses Nanti di antaranya adalah Adzana Ashel, Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, dan Yono Bakrie. Film ini juga akan menampilkan jajaran cameo dari bintang A-List yang akan membuat penonton terkejut dan menemukan momen tak terduga!

"Lebaran tahun ini RAPI Films menyatukan dua kreator yang sukses besar dengan film mereka pada Lebaran tahun lalu, Naya Anindita dan Evelyn Afnilia. Keduanya telah membuktikan menciptakan karya yang mampu menyentuh hati jutaan hati penonton Indonesia, dan Lebaran tahun ini, lewat film Tunggu Aku Sukses Nanti, RAPI Films ingin mempersembahkan cerita yang dekat, sensible, dan dialami oleh banyak orang di setiap keluarga," ujar produser Sunil Samtani.

"Cerita yang dialami Arga di film Tunggu Aku Sukses Nanti akan terasa relate karena cerita ini terjadi di setiap semua kumpul keluarga. Bahkan, contohnya di keluarga saya sendiri. Semoga kisah Arga menjadi perjalanan yang reflektif, dan mohon bantu saya sukses di Lebaran nanti ya," ujar sutradara Naya Anindita.

Sementara itu, pemeran utama Ardit Erwandha mengungkapkan karakter Arga yang diperankannya juga memiliki kedekatan dengannya. Perjalanan dan perjuangan menuju sukses yang ditempuh Arga, juga dirasakan Ardit.

"Buat saya, Arga adalah kita semua, siapapun yang akan menuju suksesnya. Film yang mewakili kita semua, dari banyak orang yang pernah mengalami, termasuk saya. Semoga film ini bisa membawa kehangatan saat Lebaran dan menjadi momen untuk menghargai setiap perjuangan kecil yang kita lalui," ujar Ardit Erwandha.

"Film ini menjadi pengingat, kamu tidak perlu lagi meminta maaf karena belum sampai di tempat yang orang lain inginkan. Sukses bukan cuma soal pengakuan dari meja makan keluarga, tetapi tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan bangga pada setiap peluh yang sudah kamu keluarkan, meski dunia belum melihat hasilnya," tutup Ardit Erwandha.

Tonton film Tunggu Aku Sukses Nanti bersama keluarga saat Lebaran 2026 di bioskop Indonesia. 

Berikut Trailer



Sabtu, 31 Januari 2026

Film Na Willa Karya Kreator JUMBO Resmi Merilis Teaser Poster, Hadirkan Kekaguman Terhadap Banyak Hal dari Sudut Pandang Anak

 

Film Na Willa tayang Lebaran tahun ini di bioskop


Jakarta, 28 Januari 2026 - Visinema Studios resmi merilis teaser poster terbaru film Na Willa, yang akan tayang di bioskop Indonesia pada Lebaran 2026. Poster ini mengajak penonton melangkah lebih dekat ke dunia Na Willa dunia yang dilihat dari sudut pandang seorang anak berusia enam tahun, di mana hal-hal sederhana terasa besar, ajaib, dan penuh imajinasi.

Berbeda dari poster sebelumnya, teaser poster terbaru Na Willa menangkap bagaimana seorang anak memandang dunia di sekitarnya. Tubuh Na Willa terasa kecil, sementara benda-benda yang akrab dalam keseharian seperti kaleng kerupuk, radio, hingga buah pisang hadir dalam skala yang terasa raksasa, magis, dan sinematik. Inilah petunjuk awal tentang perasaan yang akan dibawa film ini saat ditonton di bioskop: keajaiban-keajaiban kecil yang lahir dari cara anak memaknai dunia.

Karakter utama Na Willa yang diperankan Luisa Adreena, sangat menyukai pisang dan mendengarkan radio. Kedua benda itu pun dimunculkan dalam teaser poster yang menggemaskan dan terasa magical dalam dunia realis. Sementara itu, tangan Na Willa menggapai tutup kaleng kerupuk yang dilihatnya begitu besar.

"Lewat sudut pandang Na Willa, kami ingin mengajak penonton kembali merasakan bagaimana melihat dunia dengan rasa kagum seperti anak-anak di dalam diri kita yang penuh imajinasi, rasa ingin tahu, dan kehangatan yang kerap terlupakan seiring bertambahnya usia," ujar Anggia Kharisma, produser Na Willa, Jumbo yang juga Chief Content Officer Visinema Studios. "Hal Ini sejalan dengan misi Visinema Studios untuk menghadirkan film keluarga yang bukan hanya ditonton, tetapi juga dirasakan bersama."

Na Willa digarap oleh tim kreator Jumbo, film mega blockbuster Indonesia yang meraih lebih dari 10 juta penonton. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Ryan Adriandhy, dengan Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari sebagai produser. Film ini dibintangi oleh pendatang baru Luisa Adreena sebagai Na Willa, bersama Irma Rihi (nominasi Aktris Pendukung Terbaik Film Pilihan Tempo 2024) sebagai Mak, serta Junior Liem sebagai Pak. Selain itu, turut bermain Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, dan Putri Ayudya.

Na Willa merupakan film live-action pertama yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy, yang juga merupakan penulis naskah. "Lewat Na Willa, saya ingin mengajak penonton menyusuri Indonesia di era 1960-an dari sudut pandang seorang anak berusia enam tahun ketika dunia kecil terasa luas dan penuh kemungkinan," ujar Ryan. "Dari kacamata anak, hal-hal sederhana seperti rumah, gang, radio, atau kaleng kerupuk bisa terasa hidup dan magis. Perspektif inilah yang ingin kami hadirkan: cara melihat dunia dengan rasa ingin tahu, imajinasi, dan kepekaan yang jujur."

Penulis buku Na Willa, Reda Gaudiamo, menyambut dengan antusias perilisan teaser poster film ini. "Ada perasaan yang sangat hangat saat melihat cerita Na Willa hadir di layar lebar. Ryan Adriandhy dan Visinema Studios mampu menghidupkan imajinasi Willa kecil menjadi sebuah karya baru yang terasa begitu hangat dan memeluk - baik untuk anak-anak maupun orang dewasa," ujar Reda

Diceritakan dari sudut pandang anak kecil, Na Willa adalah film keluarga Lebaran yang hangat dan magis, menghadirkan pengalaman menonton yang mengajak anak-anak dan orang dewasa melihat kembali dunia dengan rasa kagum dan imajinasi.

Tonton petualangan yang penuh keajaiban dan kehangatan bersama film Na Willa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia!


Sinopsis

Na Willa mengisahkan Willa, gadis kecil enam tahun yang percaya dunia kecilnya di sebuah gang di Surabaya adalah tempat paling sempurna dan magis. Tempat di mana lagu dari radio terasa hidup, kios langganan yang selalu penuh kejutan, dan setiap hari adalah hari untuk bertualang bersama teman-temannya.

Namun ketika sahabatnya mengalami kecelakaan dan satu per satu teman bermainnya mulai masuk sekolah, dunia Willa perlahan berubah dan terasa semakin sepi, membuat Willa bertekad mengikuti teman-temannya ke bangku TK, dengan harapan semua bisa kembali seperti semula.

Masuk sekolah justru membuka dunia baru yang terasa asing: penuh aturan, batasan, dan rasa tidak dimengerti. Di sanalah Willa perlahan belajar bahwa tumbuh berarti berdamai dengan perubahan. Bahwa keajaiban tidak selalu hilang hanya berpindah tempat.

Diceritakan dari sudut pandang anak kecil, Na Willa adalah film keluarga Lebaran yang hangat dan magis, menghadirkan pengalaman menonton yang mengajak anak-anak dan orang dewasa melihat kembali dunia dengan rasa kagum dan imajinasi.


Catatan Produksi:

Judul Film : Na Willa

Genre : Drama, Keluarga

Sutradara : Ryan Adriandhy

Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem

Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari

Ko-Produser : Mia A. Santosa

Produser Lini : Tersi Eva Ranti

Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda

Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya

Sinematografer : Yadi Sugandi

Desainer Produksi : Sri Rini Handayani

Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak

Penata Rias : Notje M. Tatipata

Penata Suara : Siti Asifa Nasution

Penyunting : Teguh Raharjo

Komposer : Ofel Obaja

Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya.

Jumat, 30 Januari 2026

Film Sadali Siap Tayang di Bioskop 5 Februari 2026 Ketika Cinta Tak Pernah Benar-Benar Selesai




Jakarta, 30 Januari 2026 - Film drama romantis terbaru "Sadali" siap menyapa penonton Indonesia. Menjelang penayangan nasionalnya, film ini menggelar Pemutaran Perdana di Cinema XXI Epicentrum sebagai penanda peluncuran resmi, sebelum tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026.

Sadali melanjutkan kisah yang telah menyentuh banyak penonton melalui film sebelumnya, Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu. Film ini kembali membawa penonton menyelami konflik perasaan yang belum usai dalam hubungan cinta segitiga antara Sadali, Meira, dan Arnaza. Sadali masih mengejar dan menyimpan harapan untuk kembali bersama Meira, sementara Arnaza pun belum mampu melepaskan cintanya kepada Sadali. Di tengah tarik-ulur perasaan tersebut, ketiganya dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah mereka akan menemukan cinta masing-masing, atau justru terjebak dalam kisah yang tak pernah selesai?

Film ini dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris lintas generasi, antara lain Adinia Wirasti, Ajil Ditto, Hanggini, Ciara Nadine, Faiz Fishal, dan Deasy Natalia. Masing-masing menghadirkan performa yang emosional dan autentik, memperkuat dinamika karakter serta konflik batin yang menjadi jantung cerita film ini.

Disutradarai oleh Kuntz Agus, Sadali dikemas dengan pendekatan penceritaan yang intim dan sinematografi yang puitis. Film ini menyoroti sisi rapuh seorang pria ketika kehilangan sosok perempuan yang dicintainya, sekaligus menggambarkan bagaimana cinta dapat menjadi sumber harapan sekaligus luka. Kekuatan cerita juga diperkuat oleh gaya khas penulis Pidie Baiq, yang kembali menghadirkan dialog-dialog penuh rasa dan "gombalan" sederhana namun membekas di hati penonton.


"Sadali adalah film tentang perasaan yang sering kita pendam-tentang cinta yang tidak selesai, pilihan yang tertunda, dan keberanian untuk menerima kenyataan," ujar Kuntz Agus, sutradara Sadali. "Saya ingin menghadirkan cerita yang terasa dekat dengan penonton, personal, dan jujur secara emosi."

Sementara itu, Raam Punjabi selaku produser menyampaikan bahwa Sadali hadir sebagai kelanjutan yang matang dari kisah sebelumnya. "Melalui Sadali, kami ingin melanjutkan cerita yang sudah memiliki tempat di hati penonton dengan pendekatan yang lebih emosional dan relevan. Film ini kami harapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna cinta, kehilangan, dan keikhlasan," ungkapnya.

Pemutaran perdana film Sadali ini menjadi momen spesial bagi para pemain, kru, sineas, serta rekan media untuk menyaksikan film ini untuk pertama kalinya di layar lebar. Acara ini juga menjadi selebrasi atas proses kreatif panjang dan kolaborasi di balik layar yang melahirkan kisah penuh emosi ini.

"Akhirnya film Sadali tayang juga. Aku sudah lama menunggu film ini. Walaupun aku tahu garis besar ceritanya, aku tetap penasaran dengan hasil akhirnya-terutama bagaimana editing dan ending-nya," ujar Ajil Ditto, pemeran utama dalam film ini.

Melalui Sadali, para pembuat film berharap dapat menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pengalaman emosional yang membekas dan membuka ruang refleksi bagi penonton tentang cinta, pilihan, dan keberanian untuk merelakan.

Film "Sadali" dapat disaksikan mulai 5 Februari 2026 di bioskop seluruh Indonesia.

Trailer Film Sadali



Kamis, 29 Januari 2026

Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) Jadi Obat Pusing Nasional! Suguhkan Cerita yang Relevan Sekaligus Menyegarkan

Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) tayang mulai 5 Februari 2026 di bioskop

Jakarta, 29 Januari 2026 - Amanda Manopo dan Fajar Sadboy kembali mencuri perhatian dalam peran mereka sebagai kakak-adik Tina dan Umski di film drama komedi persembahan Scovi Films & Rapi Films, Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER). Film yang mengangkat cerita tentang dinamika orang-orang yang terjerat pinjol dan mereka yang berada di balik gurita pinjol ilegal ini memberikan kesegaran komedi, dengan cerita yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat.

Awalnya, hidup Tina tampak baik-baik saja. Dia adalah pemenang kontes kecantikan di sebuah mall. Tapi, karena Tina boros dan gila belanja, ia pun sampai melakukan pinjaman online (pinjol).

Karena utangnya yang menumpuk, ditambah ia harus membiayai adiknya, Umksi, Tina akhirnya kalap! Ia pun menjadi 'buronan' para penagih utang. Karena tak sanggup bayar, Tina akhirnya membuat kesepakatan untuk bisa bekerja di kantor pinjol yang ia utangi.

Di tengah perjalanan, Tina justru bertemu dengan Mail (Devano), seorang DJ yang adiknya juga terlilit pinjol. Bersama Mail, Tina justru mengarungi perjalanan yang tak terduga. Mereka mengungkap bisnis pinjol ilegal yang telah memakan banyak korban.

Cerita di film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) dibangun dengan lensa yang dekat dengan penonton. Sutradara Surya Ardy Octaviand menampilkan realitas masyarakat kelas bawah secara real dengan permasalahan yang dihadapi. Film ini semakin menghibur dengan penampilan para karakternya yang tak terduga, dan seperti cerminan yang juga mengajak kita untuk menertawakan nasib.

"Karakter-karakter yang ada di film CAPER ini menjadi perwakilan dari masyarakat kelas bawah urban. Kami ingin film CAPER menjadi Obat Pusing Nasional," ungkap produser, penulis, dan sutradara film CAPER Surya Ardy Octaviand.

Film CAPER diproduseri oleh Surya Ardy Octaviand bersama Sunar S Samtani. Selain memproduseri dan menyutradarai, Ardy juga turut menulis naskahnya bersama penulis naskah pemenang Piala Citra FFI 2025 Widya Arifianti.

Selain Amanda Manopo, Fajar Sadboy, dan Devano, film ini juga dibintangi oleh Wavi Zihan, Kaneishia Yusuf, Shanice Margaretha, Merry Sanger, Martin Carter, Sastra Silalahi, Jovial Da Lopez, Richard Derrick, dan Arnold Kobogau.

Produser Sunar S Samtani mengungkapkan film CAPER ingin menghadirkan hiburan dengan nilai yang bisa menjadi pelajaran bagi penonton dan masyarakat Indonesia.

"Mungkin banyak dari kita yang pernah berada di titik nol, sama seperti karakter-karakter yang ada di film CAPER. Film ini ingin mengajak kita semua memiliki resiliensi terhadap masalah yang sedang dihadapi dalam hidup, lewat komedi," ujar produser Sunar S Samtani.

Bagi Amanda Manopo, karakter Tina bisa menjadi ruang untuk berefleksi terutama untuk para perempuan dalam memilih jalan hidup saat ini, terlebih di era serba flexing di media sosial. Menurut Amanda, Tina jadi contoh yang sangat relevan jika kita tak mampu mengontrol hasrat kesenangan duniawi.

"Jangan jadi Tina yang kalap dan boros. Kalau kita enggak pandai-pandai mengatur finansial kita, bisa-bisa jadi seperti Tina yang cari jalan instan dengan pakai pinjol demi kesenangan sesaat. Film CAPER itu bisa mengingatkan kita pada hal yang penting banget untuk dilakukan saat ini, dan ngasih tahunya dengan cara yang fun lewat komedi yang bikin kita ngakak saat nonton," kata Amanda Manopo.

Fajar Sadboy, yang mendapat kesempatan memiliki peran besar untuk pertama kalinya di layar lebar mengungkapkan dirinya merasa beruntung bisa belajar akting dari sesama rekan pemain, termasuk dari mereka yang telah memulai lebih dulu di dunia seni peran.

"Dari film ini, aku bisa belajar lebih banyak lagi tentang akting. Senang bisa ketemu sama teman-teman pemain lainnya, jadi aku bisa nambah ilmu. Belum lagi film ini juga ngajarin kita buat bisa lebih bijak mengatur keuangan," kata Fajar Sadboy.

Penampilan berbeda sekaligus tantangan dihadapi oleh Devano. Ia yang sebelumnya memerankan karakter yang serius, kini harus berubah 180 derajat. Devano menjelma menjadi seorang jamet tulen, dengan musik DJ funkot-nya.

Tak hanya memerankan sebagai seorang DJ bernama DJ Smile atau Mail, Devano juga ditugaskan untuk mengisi OST film yang terdengar syahdu dan mengajak kita untuk bergoyang.

"Pak Ardy memberikanku karakter yang berbeda dari pengalaman aktingku sebelum-sebelumnya. Sebagai yang baru memulai akting, aku merasa penting sekali untuk bisa mencapai berbagai peran dan karakter. Dan karakter DJ Smile di film ini membantu aku untuk semakin mematangkan aktingku ke depan," ungkap Devano.

Jadilah saksi dari aksi kocak yang bikin rahang capek tertawa bersama Amanda Manopo dan Fajar Sadboy, serta penampilan paling berbeda dari Devano di film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER). Tonton mulai 5 Februari 2026 di bioskop Indonesia.


Sinopsis

Demi melunasi utang pinjaman online, Tina (Amanda Manopo) perempuan pemenang kontes kecantikan murahan yang boros dan gila belanja, terpaksa bekerja di kantor pinjaman online tersebut, demi membiayai adik semata wayangnya Umski (Fajar Sadboy) dan untuk melunasi utang-utangnya.

Selama perjalanan mengungkap bisnis pinjol illegal, ia juga bertemu dengan korban pinjol ilegal yang lain, Mail (Devano). Tanpa sadar, mereka mengungkap sosok di balik gurita bisnis pinjol ilegal yang melibatkan orang-orang penting di dalamnya.


Catatan Produksi:

Judul Film : Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER)

Produksi : Scovi Films & RAPI Films

Sutradara : Surya Ardy Octaviand

Penulis : Widya Arifianti & Surya Ardy Octaviand

Produser : Sunar Samtani & Surya Ardy Octaviand

Genre : Drama komedi

Pemain : Amanda Manopo, Fajar Sadboy, Devano, Jovial Da Lopez, Sastra Silalahi, Wavi Zihan, Kaneishia Yusuf, Shanice Margaretha, Merry Sanger, Richard Derrick, Arnold Kobogau, dan Martin Carter.

Komedi Romantis Anak Medan yang Menyindir Realita Kehidupan Kota

 


Film ini digarap sineas Etiene Caesar berbekal naskah buatan Ridho Brado. Macam Betool Ajaa mengisahkan Alung (Lolox), Igor (Andri Mashadi) dan Ujay (Oki Rengga), tiga sahabat yang bekerja sebagai tim event organizer atau EO cabutan (freelance).

Macam Betool Ajaa mungkin dibungkus sebagai komedi romantis, tetapi di balik tawa yang disuguhkan, film ini menyimpan cerita yang terasa dekat dengan kehidupan anak muda hari ini. Khususnya mereka yang hidup dari kerja lepas, proyek ke proyek, dan janji pembayaran yang sering datang terlambat.

Macam Betool Aja dibintangi oleh Michelle Ziudith, Oki Rengga, Adi Sudirja, Lolox, dan Andri Mashadi

Macam Betool Ajaa adalah komedi romantis yang membuat penonton tertawa, lalu pulang dengan dada terasa sedikit lebih berat seperti hidup itu. Produser Eksekutif Cing Kyatt menyatakan, pihaknya memang ingin menghadirkan film yang dekat dengan realita anak muda Indonesia saat ini. Ungkap cing kyatt

“Kami ingin menghadirkan film yang dekat dengan realita anak yang sedang berjuang membangun mimpi dari nol sebagai freelancer, namun tetap memiliki ruang untuk cinta dan persahabatan. Macam Betool Aja persembahan kami bagi para pejuang kreatif di Indonesia,” ujar nya

“Kami ingin penonton merasa seperti sedang duduk di kedai kopi di Jalan Kesawan, mendengar obrolan orang-orang sekitar yang spontan dan jujur. Itulah nyawa dari film AIU-EO ini,” ujar sutradara 

Michelle Ziudith dipercaya memerankan karakter Sofia, sosok perempuan dengan konflik batin antara perasaan dan realitas hidup. Perannya menjadi pusat emosi cerita yang menggerakkan alur film sejak awal hingga akhir.

Hal lain yang membuat Michelle Ziudith antusias adalah banyaknya sineas asal Medan yang terlibat dalam produksi ini. “Happy banget karena film ini tidak hanya mengusung tema dan lokasi di Medan, tapi kami juga melibatkan banyak sineas dari Kota Medan,” ungkap Michelle Ziudith

Sementara itu, Oki Rengga tampil sebagai Ujay, karakter pria yang membawa warna komedi sekaligus konflik romantis. Akting Oki memberi keseimbangan antara humor spontan dan dinamika hubungan yang kompleks.

Karakter Alung diperankan oleh Lolox, komedian yang dikenal dengan gaya ceplas-ceplosnya. Kehadirannya menambah lapisan komedi segar sekaligus menjadi penyeimbang konflik utama antar tokoh.

Dari sisi karakter yang lebih serius, Andri Mashadi berperan sebagai Igor. Sosok ini menjadi representasi godaan ambisi dan pilihan hidup yang kerap berseberangan dengan nilai persahabatan..

“Aku sebagai seseorang kelahiran Medan merasa bangga. Biasanya banyak sekali film yang 'Medan banget' tapi talenta yang terlibat tidak sepenuhnya orang Medan. Nah, di film Macam Betool Aja, yang bukan orang Medan cuma Igor ” ujar Andri Mashadi

Adapun Adi Sudirja memerankan Udin, karakter pendukung yang justru memberi banyak momen reflektif di balik kelucuan cerita. Perannya memperkaya dinamika hubungan antar tokoh dalam film.

Film ini akan membawa penonton menyelami dinamika dunia EO yang penuh tantangan, dibalut sabotase pernikahan, dan kisah cinta lama yang belum usai.


Film komedi romantis Indonesia “Macam Betool Aja” menghadirkan jajaran pemain utama yang memadukan aktor drama populer dengan komedian berkarakter kuat.

 Kombinasi ini menjadi salah satu kekuatan utama film yang akan tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026.

Selasa, 27 Januari 2026

PAMERAN "MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar" Siap Dikunjungi di Galeri Lokananta, Surakarta Mulai 27 Januari 2026

 


Surakarta, Januari 2026 - Masih dalam rangkaian perayaan tiga dekade perjalanan kreatifnya, Miles Films mempersembahkan pameran "MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar", sebuah ekshibisi yang mengajak publik menyelami hubungan erat antara musik dan film dalam karya-karya Miles Films. Pameran yang digarap oleh Miles Films berkolaborasi dengan this/PLAY dan Lokananta ini akan berlangsung mulai 27 Januari hingga September 2026 di Ruang Pamer Temporer Galeri Lokananta, Surakarta.

Musik dan film menjadi benang merah yang menautkan perjalanan Miles Films sejak berdiri pada 1995. Melalui pameran ini, pengunjung diajak menelusuri jejak bunyi, nada, dan gambar yang membentuk identitas estetika Miles Films, dari era analog hingga digital, dari layar lebar hingga ingatan kolektif penonton Indonesia.

Tiga Dekade Sinema dan Musik

Sejak Petualangan Sherina (2000) hingga Rangga & Cinta (2025), rumah produksi Miles Films pimpinan Mira Lesmana dan Riri Riza dikenal konsisten menghadirkan film dengan kekuatan artistik sekaligus kualitas produksi yang tinggi.

Creative Director Miles Films, Riri Riza, menyampaikan, "Musik dalam film memegang peran penting sebagai elemen yang menyatu dengan dialog dan desain suara, membangun emosi dan ritme serta mendukung adegan. Nada-nada dalam film-film Miles bukan sekadar pelengkap, melainkan unsur penting yang membentuk pengalaman emosional penonton dan menandai zamannya."

Deretan penata musik seperti Elfa Secioria, Thoersi Argeswara, Djaduk Ferianto, Melly Goeslaw & Anto Hoed, Indra Lesmana, Andy Ayunir, Aksan Sjuman, Basri S. Sila, Erwin Gutawa, Juang Manyala, Lie Indra Perkasa, hingga Aria Prayogi dan Sherina Munaf menjadi bagian dari perjalanan kreatif Miles Films. Begitu pula para musisi dan band yang melahirkan lagu-lagu ikonis untuk film, di antaranya Eross Candra, Garasi, Mocca, Float, Nidji, Gigi, Bubugiri, Anggun C. Sasmi, Endah N Rhesa, RAN, dan Iwa K yang melekat kuat dalam budaya populer Indonesia.

Eksplorasi Miles Films terhadap musik juga tercermin dalam genre film musikal. Petualangan Sherina membuka kembali ruang musikal anak di layar lebar, disusul Untuk Rena (2005), hingga Rangga & Cinta yang menghadirkan musikal percintaan remaja dalam bahasa generasi baru. Melalui aktor-aktor yang bernyanyi dan menari, film musikal menunjukkan bagaimana musik dan lagu, dengan dukungan gerak tubuh dan ekspresi, berperan besar dalam penceritaan.

Melalui pengalaman mendengar dan melihat secara lebih dekat, pameran ini menampilkan proses kerja kreatif di balik produksi musik dan film, mulai dari beragam arsip rilisan musik, artefak kreatif dari lirik hingga notasi musik yang digunakan Miles Films dan instalasi tentang musik dan film serta hubungan erat di antara keduanya. Pengunjung juga diajak "masuk" ke instalasi studio rekaman untuk merasakan magisnya gema suara dan musik yang berpadu dalam gambar.

this/PLAY Studio, studio desain multidisiplin yang dikenal lewat pendekatan eksperimental dan interaktif dalam merancang ruang dan instalasi, merancang pameran ini sebagai ekshibisi yang terus berkembang. Seiring perjalanannya, materi pameran akan diperkaya dengan penambahan konten dan pendekatan presentasi baru, membuka kemungkinan pembacaan yang semakin luas. Dengan demikian, setiap kunjungan, baik di awal maupun di tahap selanjutnya, menawarkan pengalaman yang utuh sekaligus berlapis, memperlihatkan dinamika riset, arsip, dan narasi yang terus hidup.

Sigit D. Pratama, Founder & Lead Spatial Designer .this/PLAY, menambahkan, "Pameran ini secara personal memberikan gambaran bagaimana musik menjadi bagian dari perjalanan visual dalam tubuh film yang utuh. Pameran ini hadir dengan pendekatan tematik dan ruang eksperimental dalam linimasa 30 tahun Miles Films, menjadi perayaan atas relasi dua arah bagaimana Musik/Suara dan Film melalui metode gambar bergerak menjadi satu, utuh dan melengkapi untuk bercerita. Ruang yang menjadi ringkasan perjalanan selama 30 tahun terus hadir mendekatkan gambar dan suara dengan berbagai medium kepada kita para penikmat melalui karya-karyanya."

Lokananta dan Sejarah Musik Indonesia

Pemilihan Lokananta di Surakarta sebagai lokasi pameran memiliki makna tersendiri. Sebagai destinasi cagar budaya musik Indonesia, Lokananta menjadi ruang yang relevan untuk membaca perjalanan musik film dalam konteks yang lebih luas. Pameran ini sekaligus menempatkan karya Miles Films dalam lintasan sejarah sinema dan musik Indonesia, dari era awal film nasional hingga generasi kontemporer.

Wendi Putranto, CEO Lokananta, mengundang semua kalangan, baik penikmat film, pecinta musik, termasuk generasi muda di seluruh nusantara untuk datang berkunjung, "Sungguh kehormatan dan kebanggaan besar bagi Lokananta, dalam perayaan menuju 70 tahun, dapat berkolaborasi dengan Miles Films melalui pameran ini. Selama tiga dekade, Miles Films telah menjadi zeitgeist perfilman Indonesia, melahirkan terobosan-terobosan yang menghidupkan kembali sinema nasional, membuka ruang bagi narasi-narasi baru, serta menegaskan kuatnya relasi antara film, musik, dan gagasan budaya. Kami mengundang publik untuk mendengar kembali, memahami ulang, dan merayakan jejak kreatif Miles Films sebagai bagian tak terpisahkan dari petualangan budaya populer Indonesia."

Produser Mira Lesmana turut menyampaikan harapannya, "Pencarian musik untuk film adalah sebuah proses panjang, yang dilakukan sejak awal menggagas film dengan berkolaborasi bersama musisi. Bersama-sama kami melalui proses belajar dan melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan bentuk musik yang dapat memperkuat film sekaligus bermakna sebagai karya musik itu sendiri. Semoga lewat jejak bunyi, nada dan gambar yang kami tampilkan dalam pameran ini, publik yang berkunjung bisa merasakan semangat kami dalam berkarya, bagaimana perjalanan kreatif ini proses yang menantang sekaligus menyenangkan!"

Pameran "MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar" akan diresmikan pada tanggal 26 Januari di Galeri Lokananta, Surakarta, dan terbuka untuk pengunjung umum mulai tanggal 27 Januari hingga September 2026.

Rajah itu adalah sebuah karya sastra, sebuah karya lukis dekoratif. Rajah biasanya berisi tentang doa, doa itu adalah harapan baik.

 

Menggali Kedalaman Filosofi Nusantara: Eight Senses Film Persembahkan Horor Psikologis "RAJAH"


JAKARTA, Senayan City XXI 26 Januari 2026 – Industri sinema tanah air kembali bersiap menyambut sebuah terobosan genre horor thriller yang tidak hanya mengandalkan ketakutan visual, namun juga kedalaman filosofis budaya. *Eight Senses Film* secara resmi memperkenalkan karya terbaru mereka, *"RAJAH"* , sebuah film yang meramu teror psikologis mencekam dengan balutan ajaran adiluhur Nusantara.

Setelah sukses menggelar Gala Premiere yang menggemparkan pada 26 Januari 2026, film ini dijadwalkan akan meneror layar lebar secara serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026.

*Lebih dari Sekadar Horor: Manifestasi Doa dan Tradisi*

Berbeda dengan film horor konvensional yang mengandalkan jumpscare repetitif, "RAJAH" hadir sebagai sebuah karya seni yang mengangkat esensi rajah sebagai warisan budaya. Dalam narasi film ini, Rajah dipahami bukan sekadar simbol mistis, melainkan sebuah karya sastra dan lukis dekoratif yang memuat doa serta harapan baik.

"Rajah adalah representasi ketulusan hati. Ia berfungsi sebagai tolak bala dan pelindung, namun kekuatan sejatinya hanya akan muncul dari hati yang murni," ungkap sang sutradara, *R Jiwo Kusumo* . Film ini juga menyoroti karakteristik unik pemegang Rajah—sosok yang cenderung pendiam dan berhati-hati dalam berucap, karena setiap kata yang keluar diyakini memiliki keampuhan yang mujarab.

*Kolaborasi Lintas Generasi dan Vibes Jawa yang Autentik*

Di bawah tangan dingin produser *Ditha Samantha* , "RAJAH" menampilkan jajaran aktor papan atas yang memberikan performa akting intens, di antaranya:

Samuel Rizal

Ditha Samantha

Aditya Zoni

Panji Zoni

Angel Lisandi Putri

Latar belakang sejarah dan sentuhan budaya Jawa yang kental menjadi nyawa dalam film ini. Penggunaan unsur tradisi bukan sekadar tempelan estetika, melainkan pemantik bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan mengingat sejarah serta seni budaya bangsa Indonesia.

*Visi Sinematik*

"RAJAH" menjadi salah satu film yang paling dinantikan tahun ini karena keberaniannya mengeksplorasi sisi gelap psikologis manusia yang berbenturan dengan ajaran luhur leluhur. Ketegangan yang dibangun secara perlahan namun konstan diharapkan mampu memberikan pengalaman sinematik yang membekas bagi penonton.

"Kami ingin menyuguhkan tontonan yang reflektif. Apakah kita memiliki ketulusan hati yang sama dengan filosofi Rajah itu sendiri?" tambah Ditha Samantha.

Pastikan Anda menjadi saksi bangkitnya kekuatan adiluhur di layar lebar. *"RAJAH" tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 26 Februari 2026.*

*Tentang Eight Senses Film:* 

Eight Senses Film adalah rumah produksi yang berkomitmen menghadirkan karya-karya sinematik berkualitas dengan mengangkat *nilai-nilai lokal, sejarah, dan budaya Indonesia* ke dalam narasi modern yang relevan bagi penonton global.

Film Tunggu Aku Sukses Nanti Rilis Official Trailer & Poster Film Lebaran yang Paling Lebaran, Berdasar Kisah Nyata Setiap Kumpul Keluarga, dari Kreator Sukses Film Lebaran Naya Anindita & Evelyn Afnilia

  Selain Ardit Erwandha, jajaran pemain Tunggu Aku Sukses Nanti di antaranya adalah Adzana Ashel, Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Maudy Efrosina, ...