Jumat, 06 Februari 2026

WARU (Iblis Perenggut Jiwa yang Malang)

 


Kepercayaan lama masyarakat Jawa menyebutkan bahwa tidak semua pohon diciptakan hanya untuk memberi keteduhan. Sebagian dipercaya menjadi tempat bersemayam energi gelap, saksi bisu tragedi, bahkan pintu perlintasan makhluk tak kasat mata. Salah satunya adalah Pohon Waru.

Mitos inilah yang diangkat secara mendalam dalam film horor terbaru berjudul WARU, sebuah horor berbalut mitos, kearifan lokal, dan kisah-kisah yang konon kerap benar-benar terjadi di tengah masyarakat.

Diproduksi oleh Adglow Pictures bersama Suraya Filem, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia, WARU tak sekadar menyajikan ketakutan instan, tetapi menghidupkan kembali cerita-cerita yang selama ini hanya dibisikkan: tentang pohon Waru yang tak boleh ditebang sembarangan, tempat orang hilang, kesurupan, hingga kematian misterius.

Produser Aji Fauzi menggandeng Chiska Doppert sebagai sutradara, dengan Ery Sofid sebagai penulis skenario. Kombinasi ini menghadirkan horor yang tak hanya menakutkan secara visual, tetapi juga menghantui secara emosional dan spiritual.

Film ini diperkuat jajaran pemain lintas generasi, mulai dari Bella Graceva, Zikri Daulay, Jinan Safa, Josiah Hogan, Sharifah Husna, Dewi Amanda, Sean Mikhail, hingga aktris senior Yatti Surachman, yang memegang peran krusial sebagai sosok Iblis Waru.


Sutradara Chiska Doppert menjelaskan bahwa keangkeran Pohon Waru bukan sekadar mitos tanpa dasar.

“Waru itu punya kanopi yang sangat lebar, membuat area di bawahnya gelap, sejuk, dan lembap. Kondisi ini dalam kepercayaan masyarakat sering diasosiasikan sebagai tempat yang nyaman bagi makhluk astral, karena minim cahaya dan relatif sunyi, Orang tua dulu melarang kita melewati pohon WARU di saat magrib bahkan dilarang keras melihat keatas pohon saat melewatinya."  jelas Chiska kepada redaksi.

Kepercayaan ini semakin diperkuat dengan banyaknya kisah nyata tentang orang yang sakit mendadak, kerasukan, atau mengalami kejadian aneh setelah beraktivitas di sekitar pohon Waru tertentu.

Penulis skenario Ery Sofid menambahkan, Pohon Waru memang tumbuh luas di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Waru sering ditemukan di pesisir pantai, tepi sungai, muara, hingga dataran rendah dan tinggi. Jenis Waru Gunung bahkan dikenal tumbuh di wilayah pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur—daerah yang juga kaya akan cerita mistis turun-temurun.

Proses syuting film WARU dilakukan di sejumlah lokasi yang dikenal memiliki aura mistis, seperti Bogor, Sukabumi, Solo dan Gunung lawu, memperkuat atmosfer cerita. Produser Aji Fauzi menegaskan bahwa film ini dirancang sebagai pengalaman horor nasional.


“Mulai 12 Februari 2026, Iblis Waru akan gentayangan di bioskop kesayangan Anda,” ujarnya.

Meski mengusung horor mitologis, WARU hadir berbeda. Film ini menekankan drama yang kuat, konflik emosional, dan plot twist tak terduga, menjadikannya bukan sekadar film horor, tetapi juga kisah tragis tentang manusia, dosa, dan warisan gelap yang tak pernah benar-benar mati.

Penonton akan dibuat merinding oleh teror teror Iblis Waru yang yang bersemayam di Pohon tempat pemujaan persembahan korban pesugihan kepala. FIlm Horor ini menampilkan teror sebuah pohon dengan akar akarnya yang merambat memenggal kepala korbannya, bukan berlebihan.

WARU bukan hanya film horor, tetapi peringatan akan mitos yang selama ini kita anggap cerita lama—karena mungkin, sebagian dari cerita itu… benar adanya.


SINOPSIS : 

Terpasung karena sering kerasukan dan mengancam nyawa keluarganya, Lydia (Dewi Amanda) memohon Nadine (Bella Graceva) untuk memusnahkan pohon terkutuk di kampung halaman orang tuanya tempat bersemayam jin jahat yang dikenal sebagai Iblis Waru. Namun pesan terakhir Lydia dianggap omong kosong orang sakit, hingga kematiannya justru memicu teror mengerikan yang menghantui Nadine, Adrian (Zikri Daullay), Anya Jinan Safa), dan Haqi (Sean Mikhail). 

Didorong rasa bersalah dan teror yang semakin nyata, mereka pergi ke rumah tua peninggalan kakek-nenek Nadine di tengah hutan, mencari pohon terkutuk tersebut. D sana, gangguan mistik kian menjadi, termasuk kemuncu an sosok nenek gaib yang ternyata adalah perwujudan Iblis Waru yang berusaha menggagalkan niat mereka. 

Penemuan surat perjanjian pesughan beraksara Jawa kuno mengungkap kebenaran mengerikan: Lydia pernah meng kat perjanjian dengan Iblis Waru, menukar kemakmuran dengan tumbal kepala manusia setiap tahun. 

Kedatangan Reza (Josiah Hogan) dan Sarah (Syarifah Husna) memperdalam konflik, ketika terungkap bahwa perjanjian itu dibuat demi kesejahteraan keluarga setelah perceraian. Kini, satu-satunya jalan keluar adaah memusnahkan pohon terkutuk yang memiliki kekuatan gaib tersebut sebelum Iblis Waru menagih tumbal berikutnya.

WARU Tayang serentak di bioskop Indonesia, Kamis 12 Februari 2026.

Vidio Penasaran 2026: Lebih Dari Cerita, Merayakan Ragam Kisah Indonesia

 

Deretan Casts Vidio Original Series 2026

Jakarta, 6 Februari 2026 — Memasuki tahun 2026, Vidio kembali menegaskan posisinya sebagai rumah utama cerita lokal Indonesia melalui peluncuran Vidio Penasaran 2026. Deretan Original Series dan film unggulan yang akan hadir sepanjang tahun ini merepresentasikan komitmen Vidio dalam menghadirkan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan penontonnya secara emosional, relevan, dan berani mengeksplorasi realitas sosial dari berbagai sudut pandang. Masih mengusung semangat “Lebih Dari Cerita”, Vidio memandang hiburan bukan sekadar tontonan, melainkan ruang refleksi, koneksi, dan ekspresi budaya. 

Jakarta, 6 Februari 2026 — Berikut deretan Original Series dan film unggulan Vidio yang akan tayang sepanjang tahun 2026, menghadirkan spektrum cerita Indonesia dengan pendekatan yang segar dan beragam.


1. Algojo
Zar yang merupakan seorang Anjelo, pengantar jemput pekerja seks, nekat terjun ke dunia pembunuh bayaran demi membalas dendam atas penyerangan terhadap ayahnya. Hanya bermodalkan semangat pantang menyerahnya, bisakah Zar yang tidak pernah membunuh orang, bertahan di dunia pembunuh bayaran?


2. Rangga & Cinta
Mengambil latar Jakarta tahun 2001, kisah ini mengikuti kehidupan Cinta (Leya Princy), seorang siswi SMA populer dengan kehidupan yang nyaris sempurna, hingga sosok cowok misterius bernama Rangga (El Putra Sarira) hadir dan mengubah segalanya. Dari rasa kesal berubah menjadi penasaran, Cinta pun mulai bimbang di antara dunia persahabatannya yang penuh warna dan perasaan baru yang tumbuh untuk Rangga. Akibat sebuah kejadian pada sahabatnya, Cinta harus memilih antara sahabat-sahabat  yang selalu mendukungnya atau cinta pertamanya. Dengan nuansa awal 2000-an yang autentik, mulai dari musik hingga gaya hidup remaja saat itu, Rangga & Cinta menjanjikan pengalaman sinematik yang menyentuh hati dan relevan bagi lintas generasi.

3. A dan Z: InsyaAllah Cinta
Kematian mendadak kakaknya memaksa Zara menikah dengan Gus Abyan, putra pemilik pesantren yang sejak kecil dijodohkan untuk kakaknya. Zara yang awalnya ragu dengan pernikahannya, perlahan luluh dengan kedewasaan Gus Abyan yang usianya jauh lebih tua. Akankah cinta akhirnya hadir di antara mereka?  

4. Ganteng-Ganteng Genteng
Untuk membuktikan dirinya layak memimpin perusahaan kontraktor keluarga, Joni, pewaris manja keluarga Wirata harus bersaing dengan kakaknya dan hidup di sebuah desa demi membangkitkan pabrik genteng keluarganya yang terbengkalai. Ditempatkan jauh dari zona nyaman, mampukan Joni membuktikan dirinya?

5. Di Luar Nurul
Untuk masuk SMA favorit dan mengejar mimpinya ke luar negeri, Kania rela dijodohkan dengan Bagas, anak dari kerabat kakeknya yang pernah mempermalukannya di depan umum. Masalah hadir ketika Bagas juga menolak perjodohannya dengan Kania. Antara mimpi dan cinta, mana yang akan dipilih Kania?  


6. Jakarta Undercover The Series
Demi membersihkan reputasi kakaknya yang tewas misterius, Sita yang merupakan seorang reporter melakukan misi undercover ke dunia pesta terlarang Jakarta. Semua menjadi semakin rumit ketika Sita bertemu dan jatuh cinta dengan Arian, putra pemilik klub yang berhubungan erat dengan kematian kakaknya.



7. Jagal Begal
Terjebak di lingkungan yang dikuasai para begal yang kejam, seorang remaja korban perundungan bangkit menjadi penegak hukum jalanan demi melindungi teman-temannya. Sialnya situasi menjadi semakin kacau ketika aksinya, justru memicu perang antar wilayah.


8. Roh Halu
Setelah host reality horor terkenal meninggal mendadak, produser Hifdzi dan sutradara Rispo terpaksa menghidupkan kembali acara tersebut dengan memburu talent-talent hantu yang lepas, sebelum Rigen, sang iblis, menagih jiwa mereka. Kini, seluruh nasib mereka bergantung pada putra sang host yang penakut, pewaris kekuatan gaib yang tak pernah dipersiapkan untuk mewarisinya.



9. Bad Guys 2
Setelah aliansinya dengan para Bad Guys terbongkar, Detektif Jaka disingkirkan oleh Iqbal, Kapolda yang baru. Masalah datang ketika Elias, salah satu orang kepercayaan Jaka diculik oleh sosok misterius. Kembali terjebak antara moral dan kebenaran, akankah Jaka dan Bad Guys kembali nekat bertindak


Jakarta, 6 Februari 2026 — Event Vidio Penasaran 2026 Dihadirkan dengan Pengalaman Hiburan Imersif dan Experiential

Pengumuman Vidio Slate 2026 dihadirkan dengan cara yang unik dan istimewa melalui event Vidio Penasaran 2026, yang berlangsung selama dua hari pada 6–7 Februari 2026. Lebih dari sekadar pengumuman deretan tayangan terbaru, acara ini dirancang sebagai perayaan hiburan yang mengajak penonton merasakan langsung dunia di balik cerita-cerita Vidio.



Rabu, 04 Februari 2026

Film Ghost in the Cell Tayang 16 April 2026 di Bioskop Indonesia! Sudah Diakuisisi Distributor Ternama Jerman, Bakal Tayang di Negara-Negara Berbahasa Jerman

 


Jakarta, 4 Februari 2026 — Film terbaru karya penulis dan sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Kabar tersebut diumumkan setelah film ini terpilih dalam program Forum di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. 

Ghost in the Cell menjadi karya pertama tahun ini untuk rumah produksi Come and See Pictures yang akan tayang di bioskop. Film ini terlebih dulu akan melakukan pemutaran perdana (world premiere) di Berlinale, Jerman, yang berlangsung pada 12–22 Februari 2026. 

“Kami sudah tidak sabar untuk menghadirkan film terbaru Come and See Pictures yang digarap secara matang bersama jajaran kru dan pemeran berkualitas Indonesia, Ghost in the Cell, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Semoga penonton tetap sabar menunggu dan menyambut film kami dengan antusias,” kata Joko Anwar. 

Film komedi-horor Ghost in the Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah. 

Selain itu, Come and See Pictures juga mengumumkan bahwa film Ghost in the Cell kini telah diakuisisi oleh distributor yang berbasis di Jerman, Plaion Pictures. Dengan kerja sama ini, film Ghost in the Cell akan ditayangkan di bioskop di negara-negara berbahasa Jerman. 

“Sebuah kebanggaan bagi kami tentu saja film kami diakuisisi oleh Plaion Pictures. Plaion Pictures selama ini dikenal dengan reputasi mereka yang sudah mendistribusikan film-film berkualitas pemenang penghargaan dari berbagai dunia. Semoga film kami juga mendapat sambutan positif dari penonton internasional,” ujar produser Tia Hasibuan. 

Plaion Pictures di antaranya telah mendistribusikan film-film pemenang penghargaan Palme d’Or Cannes seperti PICTURES adalah perusahaan distributor Anatomy of a Fall, pemenang Oscar The Whale, pemenang Palme d’Or Titane dan Parasite.

Pada tahun ini, selain Ghost in the Cell, Plaion Pictures juga mengakuisisi film karya Joachim Trier yang masuk nominasi Best Picture Oscar tahun ini, Sentimental Value. 

Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini. 

Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram @comeandseepictures. Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026!

KATYANA Memulai Perjalanan Musiknya Lewat “Tongkat Sihir”, Lagu tentang Rasa Penasaran dan Excitement Jatuh Suka Pertama

 


Jakarta, 4 Februari 2026 — Penyanyi muda Katyana Mawira resmi merilis single terbarunya berjudul “Tongkat Sihir”, sebuah lagu yang menangkap perasaan jatuh suka pertama dari sudut pandang yang jujur dan penuh rasa penasaran. Lagu ini menjadi langkah awal KATYANA memasuki dunia musik rekaman. Ketertarikan KATYANA pada dunia tarik suara telah tumbuh sejak usia sangat dini. Sejak kecil, ia aktif mengikuti berbagai perlombaan bernyanyi, dan kerap terlibat dalam proyek musik seperti Trust Junior Orchestra dan konser amal Yayasan Kanker Indonesia. Ia menempuh pendidikan vokal secara formal sejak tahun 2015. Perjalanan musiknya terus berkembang hingga pada 2023, KATYANA mencatatkan pengalaman penting sebagai performer termuda di Java Jazz Festival, tampil penuh bersama Otti Jamalus Quartet. 

Dikenal luas sebagai pemeran Milly dalam film musikal Rangga & Cinta  KATYANA menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk terus mengasah kemampuan vokal dan performanya melalui berbagai kelas dan pengalaman panggung. Memasuki masa remaja, rasa penasarannya terhadap banyak hal pun semakin besar. Termasuk keinginannya untuk mencoba hal baru dan mengekspresikan emosi yang mulai ia rasakan. Dari fase inilah single terbarunya, “Tongkat Sihir”, hadir sebagai langkah awal KATYANA memasuki dunia musik rekaman, merepresentasikan rasa penasaran, excitement, dan imajinasi khas remaja.

“Lagu ini bercerita tentang rasa penasaran saat mulai menyukai seseorang. Buat yang belum pernah pacaran, lagu ini bisa mewakili rasa penasaranmu Lebih ke membayangkan, bagaimana rasanya jatuh suka, bagaimana hal-hal kecil bisa terasa spesial, dan bagaimana perasaan itu tumbuh di antara harapan dan rasa takut kalau semuanya cuma ada di kepala sendiri,” ujar KATYANA.

Meski secara personal Katyana belum pernah menjalin hubungan pacaran, justru di situlah kejujuran emosi lagu ini berakar. “Tongkat Sihir” bukan tentang pengalaman cinta yang sudah terjadi, melainkan tentang excited anticipation perasaan “tidak sabar” membayangkan bagaimana rasanya menyukai seseorang, bagaimana deg-degannya, dan bagaimana kebingungan membaca perasaan sendiri.

Sejak pertama kali mendengar demo lagu ini, Katyana merasa langsung terhubung. Ia menyebut “Tongkat Sihir” sebagai lagu yang unik, baik dari sisi musik maupun lirik, dan sangat merepresentasikan fase remaja yang sedang ia jalani. Rasa penasaran, overthinking, hingga kebingungan membaca isyarat menjadi emosi utama yang ia coba sampaikan lewat vokalnya.

Di balik lagu ini, “Tongkat Sihir” ditulis dan dikomposisi oleh Mohammed Kamga, Tintin, Abram A. Lembono, dan Chevrina Anayang. Ide lagu “Tongkat Sihir” berangkat dari musik dan notasi yang terasa ringan dan “lucu”, lalu berkembang menjadi cerita remaja yang dibalut dengan analogi magis. Konsep “Tongkat Sihir” sendiri dimaknai sebagai metafora perasaan jatuh cinta sebuah “sihir” yang membuat seseorang salah tingkah, bingung membaca sinyal, dan mempertanyakan perasaannya sendiri, meski sebenarnya tidak ada tongkat sihir sungguhan.

“Tongkat Sihir’ menggambarkan momen ketika seseorang jatuh cinta dan merasa seperti terkena sihir. Bukan karena ada sihir sungguhan, tapi karena perasaan itu sendiri membuat kita salah tingkah dan ragu, apakah ini nyata, atau cuma kita yang kegeeran,” jelas penulis lagu, Kamga. 

Sejak awal, Kamga merasa lagu ini menemukan bentuknya yang utuh ketika dinyanyikan KATYANA. Warna suara dan visual KATYANA dinilai membuat cerita dalam lirik terasa lebih jujur dan meyakinkan, seolah datang langsung dari pengalaman personalnya. Dengan mood yang manis dan perasaan jatuh cinta untuk pertama kalinya, “Tongkat Sihir” menyasar pendengar remaja dan young listeners. Mereka yang pernah berada di fase awal jatuh suka, belum sepenuhnya cinta, tapi diam-diam berharap perasaan itu nyata. Lagu ini diharapkan bisa menjadi teman di tengah rasa bingung yang sering muncul saat perasaan baru mulai tumbuh.

“Semoga lagu ini bisa jadi teman buat pendengar yang lagi merasa penasaran dan bingung saat ‘terkena tongkat sihir’ oleh seseorang yang mereka suka, dan bikin mereka ngerasa nggak sendirian ngejalanin fase itu,” tutup KATYANA.

Single terbaru KATYANA, “Tongkat Sihir”, telah resmi dirilis dan dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming mulai 4 Februari 2026. Lagu ini mengajak pendengar menyelami perasaan jatuh suka pertama yang manis. Sebuah fase ketika rasa penasaran, harapan, dan keraguan hadir bersamaan, membuat hal-hal kecil terasa ajaib seperti terkena ‘tongkat sihir’.

Musik video “Tongkat Sihir” juga telah dirilis dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production melalui tautan berikut, https://youtu.be/ESWirhMl5f0

Selasa, 03 Februari 2026

Film Horor Terbaru Hanung Bramantyo Tentang Sejarah Kelam Lubang Buaya, "The Hole" Gelar World Premiere di International Film Festival Rotterdam 2026

 



Rotterdam, 4 Februari 2026 - Film horror terbaru karya Hanung Bramantyo, The Hole, telah resmi menggelar penayangan perdana (world premiere) di ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 pada 3 Februari 2026. Film horror yang berbalut sejarah kelam Indonesia ini diputar dalam program Harbour, sebuah program yang memberikan ruang bagi film-film kontemporer dari seluruh dunia yang membawa perspektif baru dan segar.

World premiere The Hole turut dihadiri oleh sutradara Hanung Bramantyo serta salah satu pemeran utama Anya Zen, yang hadir langsung untuk memperkenalkan film ini kepada publik internasional. Kehadiran mereka menandai langkah penting film ini dalam perjalanannya. menembus panggung global dan menuju penayangan resmi di bioskop Indonesia tahun ini.





Penayangan The Hole pada ajang IFFR 2026 menjadi momen penting yang kembali membawa nama Indonesia ke panggung global. Ini juga menandai film kedua Hanung Bramantyo yang berhasil masuk seleksi resmi IFFR, setelah sebelumnya film Gowok: Kamasutra Jawa juga tayang di festival yang sama.

Tema Personal, Datang Dari Keresahan Hanung Bramantyo

Dalam kesempatan tersebut, Hanung Bramantyo menyampaikan bahwa The Hole lahir dari kegelisahannya terhadap peristiwa G30S yang terus menghantui bangsa Indonesia setiap bulan. September setiap tahunnya. Film ini juga menjadi ekspresi dari keresahan serta bentuk kritik Hanung Bramantyo terhadap maraknya praktik korupsi dan penyelewengan kekuasaan yang membuat rakyat rugi dan menderita.

"Setiap tahun kita selalu berhadapan dengan peristiwa G30S, sebuah tragedi besar yang hingga hari ini masih menyisakan banyak pertanyaan. The Hole adalah ruang eksplorasi saya terhadap trauma tersebut. Saya tidak ingin memberi jawaban tunggal, tetapi melalui film ini saya ingin menghadirkan perspektif lain yang berangkat dari kondisi sosial, kepercayaan, dan ketakutan yang hidup di masyarakat pada masanya," ujar Hanung.



Anya Zen yang juga hadir dalam penayangan perdana ini, mengenakan busana khas dengan sentuhan Indonesia, mengungkapkan kesannya dapat bergabung dalam film ini. "Sebagai pemain yang masih tergolong baru, bisa menjadi bagian dari film ini adalah sebuah kehormatan besar. Sejarah selalu jadi subjek yang aku minati sejak lama, dan lewat The Hole, kita tidak hanya melihat ke belakang, tapi juga membuka kembali percakapan tentang hal-hal yang selama ini sering ditutup atau dihindari."

Terinspirasi dari berbagai cerita rakyat dan narasi yang tumbuh di sekitar peristiwa Gerakan 30 September, The Hole merupakan film horor-misteri yang akan membawa penonton ke masa yang penuh gejolak sosial dan ketegangan politik.

Film ini berfokus pada serangkaian pembunuhan misterius yang terjadi di Desa Lobang Buaya. Sebuah pola aneh muncul: setiap korban ditemukan tewas pada tanggal 30 setiap bulannya, dengan kondisi tubuh berlubang dan pesan-pesan aneh tertulis di wajah mereka. Tidak menceritakan sejarah secara gamblang, The Hole hadir sebagai "pembacaan ulang" luka kolektif masyarakat Indonesia lewat kacamata mistis dan simbolik.

The Hole akan hadir di bioskop Indonesia pada 2026. Untuk informasi lebih lanjut mengenai film ini serta updatew mengenai tanggal tayang, ikuti media sosial @filmbolong dan @adhyapictures.

Film "Titip Bunda di Surga-Mu" Rilis Final Poster, Abadikan Pelukan Ibu sebagai Rumah Ternyaman untuk Pulang

 

Official Poster Titip Bunda Di Surga-Mu 

Jakarta, 2 Februari 2026 - Menghitung hari menuju penayangan perdananya, RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures secara resmi meluncurkan Final Poster dari film drama keluarga yang paling dinanti, "Titip Bunda di Surga-Mu".

Poster final ini hadir sebagai representasi visual yang paling utuh dari jiwa film ini: sebuah pengingat bahwa di tengah riuhnya dunia, pelukan seorang ibu adalah tempat paling nyaman untuk pulang.


Ibu: Muara Kasih Sayang Keluarga

Dalam Final Poster yang dirilis hari ini, sosok Ibu Mozza (Meriam Bellina) tampil menjadi pusat semesta bagi keluarganya. la berdiri di tengah, dilingkupi oleh pelukan erat dari sang suami, Ayah Akbar (Ikang Fawzi), serta ketiga buah hatinya; Alya (Acha Septriasa), Adam (Kevin Julio), dan Azzam (Abun Sungkar).

Tidak ada jarak di antara mereka. Senyum tulus dan sentuhan fisik yang hangat dalam poster ini. menyimbolkan rasa aman dan cinta tanpa syarat yang hanya bisa diberikan oleh seorang ibu. Kehadiran momen memasak bersama, dengan aroma soto khas buatan Bunda Mozza yang tersirat kuat melalui poster, menjadi pengingat akan ritual sederhana yang selalu dirindukan. setiap menyambut momen Ramadan. Dapur bukan sekadar ruang, melainkan titik temu keluarga, tempat rindu, cerita, dan kehangatan kembali dipulangkan ke rumah.

Visual ini seolah berbicara kepada hati penonton tentang kerinduan akan keintiman keluarga yang sering kali terabaikan, namun sesungguhnya adalah hal yang paling kita butuhkan.


Meriam Bellina: Belajar Saling Mengerti di Bulan Suci

Menanggapi visual poster yang penuh kehangatan ini, Meriam Bellina menekankan bahwa di balik pelukan tersebut, tersimpan pesan penting tentang bagaimana sebuah keluarga harus saling menjaga lewat komunikasi.

"Komunikasi dalam keluarga, atau dalam hubungan apapun, menjadi landasan terpenting untuk menjaga hubungan yang sehat. Film ini memberikan gambaran kalau sebenarnya setiap anak maupun orang tua bisa terus belajar untuk saling mengerti satu sama lain," ujar Meriam.

Aktris legendaris ini juga meyakini bahwa film ini hadir di momen yang sangat pas bagi masyarakat Indonesia. "Titip Bunda di Surga-Mu adalah film yang sangat hangat dan cocok menjadi tontonan keluarga pada bulan puasa ini," tambahnya.


Kontras Emosional: Kehangatan vs Realita

Namun, kehangatan yang terpancar dari Final Poster ini justru menjadi kontras emosional bagi konflik yang akan dihadapi para tokohnya. Di balik senyum Ibu Mozza yang meneduhkan, film ini menyimpan cerita pedih tentang tiga bersaudara yang terhimpit masalah ekonomi, ego pribadi, dan kekecewaan yang membuat mereka sempat "tersesat" dari jalan pulang ke hati ibunya.

Film ini mengajak penonton untuk merenung: sejauh apa kita rela melukai hati orang tua demi kepentingan pribadi, sebelum akhirnya sadar bahwa kasih sayang merekalah harta yang paling berharga?

Disutradarai oleh Hanny R. Saputra dan diadaptasi dari novel karya Dono Indarto serta Zora Vidyanata, film ini turut dibintangi oleh Zora Vidyanata, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas.

Siapkan hati dan tisu Anda. Titip Bunda di Surga-Mu" siap menjadi teman merenung dan perekat rindu bagi keluarga Indonesia mulai 26 Februari 2026 di seluruh bioskop.


Berikut Trailer nya



Film Tunggu Aku Sukses Nanti Rilis Official Trailer & Poster Film Lebaran yang Paling Lebaran, Berdasar Kisah Nyata Setiap Kumpul Keluarga, dari Kreator Sukses Film Lebaran Naya Anindita & Evelyn Afnilia

 

Selain Ardit Erwandha, jajaran pemain Tunggu Aku Sukses Nanti di antaranya adalah Adzana Ashel, Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, dan Yono Bakrie. Film ini juga akan menampilkan jajaran cameo dari bintang A-List yang akan membuat penonton terkejut dan menemukan momen tak terduga!


Jakarta, 3 Februari 2026 - RAPI Films merilis official trailer & poster film paling Lebaran tahun ini karya sutradara blockbuster Lebaran Naya Anindita, Tunggu Aku Sukses Nanti. Trailer film Tunggu Aku Sukses Nanti menampilkan perjuangan Arga (Ardit Erwandha) sebagai anak laki-laki pertama di sebuah keluarga yang sedang berjuang menuju tangga kesuksesan. Setiap Lebaran, Arga selalu ditanya: kapan kerja, kapan nikah, dan kapan sukses oleh para sepupu dan keluarga besarnya.

Melalui trailer Tunggu Aku Sukses Nanti, penonton diajak masuk ke dalam situasi yang sangat akrab namun seringkali dihindari: ruang makan keluarga saat Lebaran. Film ini mengungkap di balik hangatnya silaturahmi, terdapat "medan perang" mental bagi mereka yang belum memenuhi ekspektasi sosial.

Kisah yang dialami Arga seketika membawa perasaan yang dekat dengan banyak penonton tentang perjuangan menuju kesuksesan dan pertanyaan yang membuat tertekan saat momen kumpul keluarga Lebaran. OST. Gemilang dari grup band Perunggu menambah lapisan emosional yang ada dalam trailer. Sementara official poster Tunggu Aku Sukses Nanti menampilkan suasana hangat kumpul keluarga khas momen Lebaran.

Tak hanya menyentuh dan hangat karena sangat dekat dengan banyak penonton, film Tunggu Aku Sukses Nanti juga menjanjikan sebuah tawa yang menghibur lewat kehadiran banyak komíka Stand Up Comedy seperti Yono Bakrie hingga Arie Kriting. Mulai dari celetukan hingga komedi situasi mereka yang akan membuat tertawa kecil hingga besar.

Tunggu Aku Sukses Nanti disutradarai oleh Naya Anindita, dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia, yang pada Lebaran tahun lalu keduanya berkolaborasi dan sukses meraih film blockbuster Lebaran. Lebaran tahun ini, keduanya kembali berkolaborasi menciptakan film yang terasa dekat dengan banyak orang tentang pertanyaan kapan sukses?

Official Poster Film Tunggu Aku Sukses Nanti yang tayang Lebaran 2026 di bioskop

Dibintangi oleh Ardit Erwandha, film ini juga menampilkan jajaran ansambel bertabur bintang. Mulai dari aktor senior, VJ idola kaum milenial, deretan komika Stand Up Comedy hingga idol yang digemari oleh banyak kalangan termasuk Gen Z.

Selain Ardit, jajaran pemain Tunggu Aku Sukses Nanti di antaranya adalah Adzana Ashel, Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, dan Yono Bakrie. Film ini juga akan menampilkan jajaran cameo dari bintang A-List yang akan membuat penonton terkejut dan menemukan momen tak terduga!

"Lebaran tahun ini RAPI Films menyatukan dua kreator yang sukses besar dengan film mereka pada Lebaran tahun lalu, Naya Anindita dan Evelyn Afnilia. Keduanya telah membuktikan menciptakan karya yang mampu menyentuh hati jutaan hati penonton Indonesia, dan Lebaran tahun ini, lewat film Tunggu Aku Sukses Nanti, RAPI Films ingin mempersembahkan cerita yang dekat, sensible, dan dialami oleh banyak orang di setiap keluarga," ujar produser Sunil Samtani.

"Cerita yang dialami Arga di film Tunggu Aku Sukses Nanti akan terasa relate karena cerita ini terjadi di setiap semua kumpul keluarga. Bahkan, contohnya di keluarga saya sendiri. Semoga kisah Arga menjadi perjalanan yang reflektif, dan mohon bantu saya sukses di Lebaran nanti ya," ujar sutradara Naya Anindita.

Sementara itu, pemeran utama Ardit Erwandha mengungkapkan karakter Arga yang diperankannya juga memiliki kedekatan dengannya. Perjalanan dan perjuangan menuju sukses yang ditempuh Arga, juga dirasakan Ardit.

"Buat saya, Arga adalah kita semua, siapapun yang akan menuju suksesnya. Film yang mewakili kita semua, dari banyak orang yang pernah mengalami, termasuk saya. Semoga film ini bisa membawa kehangatan saat Lebaran dan menjadi momen untuk menghargai setiap perjuangan kecil yang kita lalui," ujar Ardit Erwandha.

"Film ini menjadi pengingat, kamu tidak perlu lagi meminta maaf karena belum sampai di tempat yang orang lain inginkan. Sukses bukan cuma soal pengakuan dari meja makan keluarga, tetapi tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan bangga pada setiap peluh yang sudah kamu keluarkan, meski dunia belum melihat hasilnya," tutup Ardit Erwandha.

Tonton film Tunggu Aku Sukses Nanti bersama keluarga saat Lebaran 2026 di bioskop Indonesia. 

Berikut Trailer



WARU (Iblis Perenggut Jiwa yang Malang)

  Kepercayaan lama masyarakat Jawa menyebutkan bahwa tidak semua pohon diciptakan hanya untuk memberi keteduhan. Sebagian dipercaya menjadi ...