Rabu, 11 Februari 2026

SIDANG ADAT TORAYA JADI RUANG PEMULIHAN ATAS POLEMIK CANDAAN STAND-UP COMEDY PANDJI PRAGIWAKSONO

 

Berikut namanya dari kiri-ke-kanan:
Daud Pangarungan, Sekretaris Tongkonan Kada
Haris Azhar, Kuasa Hukum Pandji Pragiwaksono
Saba’ Sombolinggi, Hakim Adat
Pandji Pragiwaksono, Komika
YS Tandirerung, Ketua Masyarakat Adat Ulusalu
Romba Marannu Sombolinggi, Ketua Pengurus Harian Daerah Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Toraya
Lewaran Rante’labi, Ketua Masyarakat Adat Sa’dan
Sam Barumbun, Ketua Tongkonan Kad

TORAJA - Komika Pandji Pragiwaksono menjalani persidangan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Tana Toraja, Selasa (10/2/2026). Persidangan adat (Ma'Buak Burun Mangkali Oto') yang dihadiri oleh perwakilan 32 wilayah adat di Toraya ini difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) sebagai bagian dari upaya komunikasi serta penyelesaian persoalan secara adat.

Persidangan adat ini digelar sebagai respons atas candaan Pandji dalam pertunjukan Messakke Bangsaku (2013) yang menyinggung tradisi kematian (Rambu Solo di Toraya. Candaan tersebut yang beredar luas di berbagai platform media sosial- dinilai telah melukai perasaan Masyarakat Adat Toraya karena menyinggung budaya, martabat, dan keyakinan kolektif yang dijaga lintas generasi selama berabad-abad.

Dalam persidangan adat tersebut, Pandji menyampaikan pengakuan dan mendengarkan pandangan para perwakilan dari 32 wilayah adat sebagai bagian dari proses pemulihan. "Saya merasa sangat terhormat menjadi bagian dari prosesi pemulihan keharmonisan yang begitu indah dan luhur," ujar Pandji. Pendiri komunitas Stand Up Indo itu menyebut persidangan adat yang dijalaninya di Toraja sebagai sebuah "proses yang adil dan demokratis."

"Saya mendengar dan menerima pernyataan para perwakilan wilayah adat. Saya mengerti, dan semoga ini membantu saya menjadi pribadi yang lebih baik," kata Pandji, seraya berharap bisa diterima untuk kembali ke Toraja.

Ketua Pengurus Harian Daerah AMAN Toraya, Romba Marannu Sombolinggi, menegaskan bahwa proses ini tidak semata ditujukan kepada Pandji sebagai individu. Menurut dia, polemik yang berkembang setelah potongan pertunjukan tersebut beredar luas juga memunculkan berbagai respons yang tidak seluruhnya proporsional.

"Dalam proses ini, bukan hanya Pandji yang menyampaikan permohonan maaf. Kami sebagai Masyarakat Adat Toraya juga turut melakukan permintaan maaf atas berbagai hal yang tidak seharusnya terjadi dalam dinamika kemarin, termasuk ucapan atau sikap yang menyinggung," katanya.

Adapun para hakim adat dalam persidangan ini-Saba' Sombolinggi, Eric Crystal Ranteallo, Yusuf Sura Tandirerung, Maksi Balalembang, Lewaran Rantela'bi, Nura Massora Salusu, dan Romba Marannu Sombolinggi- menilai bahwa persoalan ini berakar pada ketidaktahuan Pandji.

Perkara ini, dalam penilaian para hakim adat, perlu diselesaikan lewat penghakiman sepihak; melainkan melalui musyawarah terbuka yang melibatkan komunitas Masyarakat Adat di Toraya. Karena itu, kehadiran perwakilan dari 32 wilayah adat dipandang penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan inklusif dan mencerminkan suara komunitas.



Sekretaris Tongkonan Kada, Daud Pangarungan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pandji di Torayal untuk menyelesaikan persoalan secara adat. la juga menjelaskan bahwa mekanisme penyelesaian konflik dalam hukum adat Toraya yang berorientasi pada pemulihan, bukan penghukuman. "Hukum adat Toraya. bicara tentang pemulihan. Yang diterapkan bukan denda, melainkan alat pemulihan," kata Daud.

Dalam persidangan tersebut, Pandji dikenakan tanggung jawab pemulihan, berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam. Ketentuan itu akan dilanjutkan dengan pelaksanaan ritual adat pada Rabu (11/2/2026). Menurut Daud, tanggung jawab pemulihan tersebut dimaksudkan untuk memulihkan kembali relasi manusia dengan sesama manusia, alam, leluhur, dan Sang Pencipta agar kehidupan kembali selaras dan membawa kebaikan bagi semua.

Kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, menilai proses penyelesaian lewat mekanisme hukum adat yang dijalani Pandji sebagai sesuatu nan autentik dan bernilai pembelajaran. la mengaku terkesan lewat pertemuan antara seorang pelaku budaya populer (komika) dengan perwakilan 32 wilayah adat sebagai peristiwa penting.

"Ini menunjukkan kekuatan Masyarakat Adat dalam menyelesaikan masalahnya sendiri, yang difasilitasi oleh AMAN. Proses seperti ini bisa menjadi rujukan di tempat lain ketika masyarakat berhadapan dengan persoalan serupa," ujar Haris.

Persidangan adat ini perlu ditempatkan dalam kerangka restorative justice, yakni keadilan yang berorientasi pada pemulihan, bukan pembalasan. Melalui mekanisme adat, Masyarakat Adat Toraya menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dapat dilakukan secara bermartabat dan dialogis, dengan tujuan memulihkan relasi-tidak hanya antarmanusia, tetapi juga hubungan dengan alam, leluhur, dan Sang Pencipta sebagai fondasi kehidupan bersama.

Teaser Trailer dan Poster Warung Pocong Dirilis, Tiga Komika Siap Buka Warung di Bioskop 9 April!

 


Jakarta, 11 Februari 2026 – Rumah produksi Entelekey Media Indonesia dan Tiger

Pictures resmi merilis teaser trailer dan teaser poster untuk film komedi-horor terbaru

berjudul Warung Pocong, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 April 2026.


Disutradarai oleh Bendolt, Warung Pocong mengikuti kisah tiga pemuda Jakarta,

Kartono, Agus, dan Makmur, yang tergiur lowongan kerja dengan gaji besar di sebuah

warung misterius di sebuah desa terpencil. Apa yang awalnya tampak sebagai peluang

emas, perlahan berubah menjadi mimpi buruk penuh teror.


Teaser berdurasi singkat ini memperkenalkan Warung Sari, sebuah warung sederhana

di desa terpencil, yang menjadi latar utama cerita. Tiga karakter utama terlihat

memasuki warung tersebut, disambut suasana normal penuh aktivitas jual beli. Namun

suasana segera berubah saat terdengar kalimat misterius, “Kalau kalian bekerja

dengan baik, kalian akan menerima gaji sesuai dengan yang dijanjikan.” Sekilas

terdengar wajar, tapi dalam konteks cerita, kalimat ini justru menyiratkan sesuatu yang

jauh lebih mengerikan.


Teaser juga memperlihatkan bagaimana Warung Pocong tak ragu mencampur komedi

dan horor dalam satu nafas. Di salah satu adegan, Agus panik melihat pocong, yang

ternyata cuma Kartono. Tapi sebelum bisa tertawa lega, penonton sudah dibawa ke

suasana mencekam dimana tiga karakter utama berlari di tengah hutan, seolah sedang

diburu oleh sesuatu yang tak kasat mata.


“Waktu bikin film ini, saya kepikiran soal gimana banyak orang rela ambil risiko demi

kehidupan yang lebih baik. Tapi kadang, apa yang kelihatan jadi ‘peluang emas’ justru

bisa jadi jebakan. Lewat Warung Pocong, saya pengen bercerita tentang itu,

semuanya kami kemas dengan cara yang tetap menghibur, nggak melulu serius.” tutur

Bendolt selaku sutradara.


Film Warung Pocong dibintangi oleh deretan nama besar seperti Fajar Nugra, Sadana

Agung, Randhika Djamil, Arla Ailani, Shareefa Daanish, Rifnu Wikana, Kiki Narendra,

dan Whani Dharmawan.


Pas baca naskahnya, saya langsung mikir, ‘wah, ini cerita orang-orang yang nekat

karena kepepet’, real banget. Karakter saya tuh kayak banyak orang di luar sana, asal

ada duit gede, langsung sikat gak pake mikir.” ujar Fajar Nugra.


Bersamaan dengan teaser trailer, teaser poster Warung Pocong juga dirilis. Poster ini

menampilkan perpaduan suasana misterius sekaligus sentuhan humor yang menjadi

ciri khas film sekaligus mengundang rasa penasaran.


Film Warung Pocong dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 9 April

2026. Film ini siap menjadi pilihan menarik bagi penonton yang menyukai film horor

sekaligus menginginkan hiburan penuh tawa.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai film Warung Pocong, ikuti perkembangan

terbaru di akun media sosial resmi @filmwarungpocong dan @entelekeymediaid.

***

SINOPSIS

Tiga pemuda Jakarta: Kartono (Fajar Nugra), Agus (Sadana Agung), dan Makmur

(Randhika Djamil), terjebak dalam masalah keuangan masing-masing, mulai dari utang,

penipuan, hingga investasi bodong. Ketika seorang pria tua bernama Kusno (Whani

Darmawan) menawarkan mereka kerja sebagai penjaga warung dengan gaji fantastis

50 juta per bulan, mereka pun menerimanya dan langsung dibawa ke desa terpencil

bernama Lali Jiwo. Namun keanehan mulai terjadi saat mereka mengalami teror gaib

dari sosok pocong.

Selasa, 10 Februari 2026

Film "Setan Alas!" Siap Hadirkan Pengalaman Horor Berbeda Lewat Satire dan Meta-Horor

 


Jakarta, [10/02/2026] - Film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) segera meramaikan bioskop-bioskop di tanah air. Gala Premiere (Penayangan Perdana) Film besutan sutradara muda Yusron Fuadi ini akan digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/02/2026).

Melalui film ini, Yusron yang telah menyutradarai film Tengkorak (2018), Darah Nyai (2025), dan Keadilan (2025) menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda. melalui pendekatan horor-satire dan meta-horor-sebuah gaya bercerita yang jarang dieksplorasi dalam perfilman horor arus utama.

"Setan Alas! tidak hanya sebuah cerita film yang menakut-nakuti penonton, tetapi juga mengajak mereka tertawa, berpikir, dan melihat horor dari sudut pandang yang berbeda," ujar Yusron kepada media.


Film Horor dengan Pendekatan Inovatif

Diproduksi pada tahun 2022 dan rampung pada 2023, Setan Alas! (The Draft!) dinilai oleh banyak kritikus internasional sebagai film yang membawa warna segar dalam genre horor. Alih-alih memunculkan jumpscare, film ini mengajak penonton untuk secara sadar mempertanyakan cara mereka memandang horor dan rasa takut itu sendiri.

Dengan memadukan ketegangan, humor gelap, dan refleksi sosial, film ini menampilkan teror bukan semata-mata sebagai kehadiran sosok gaib, melainkan sebagai hasil dari cara manusia membangun dan memaknai ketakutan. Kesadaran bahwa penonton sedang menyaksikan sebuah film horor justru melahirkan pengalaman sinematik yang kritis, segar, dan tidak terduga.


Tentang Film Setan Alas! (The Draft!)

Film ini mengisahkan lima mahasiswa dengan latar belakang yang saling bertolak belakang yang menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua di tengah hutan, Situasi berubah mencekam ketika salah satu dari mereka tewas secara misterius. Ketegangan berkembang melalui rasa takut, prasangka, serta cara manusia membangun teror itu sendiri.

Film berdurasi 84 menit ini dibintangi oleh Adhin Abdul Hakim, Anastasia Herzigova, Haydar Salishz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, Putri Anggie, Ernanto Kusumo (alm.), serta menampilkan Hanung Bramantyo dalam peran yang tak terduga.


Prestasi dan Apresiasi Internasional 

Film Setan Alas! (The Draft!) pertama kali diputar di hadapan publik dalam ajang JAFF Indonesian Screen Awards pada Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023, dan berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus: Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing.

Kritikus film Hikmat Darmawan turut memuji film ini sebagai horor Indonesia yang segar dan penuh kejutan.

Sedangkan, sejumlah media internasional memberikan apresiasi terhadap film ini, di antaranya:

"Setan Alas! adalah film horor yang sudah kamu ketahui akan seperti apa pakemnya, tapi ternyata tidak seperti yang kamu pikirkan."


Element of Madness

"Lucu, dengan skrip yang menjadi salah satu yang paling brilian dalam perfilman Indonesia. Pengalaman menontonnya terasa seperti wahana roller coaster yang tak pernah bisa ditebak arahnya."


Morbidly Beautiful

"Semuanya terasa familiar, bahkan kamu bisa menebak karakter dan alurnya dengan mudah. Namun justru di situlah kejeniusannya-film ini mempermainkan penonton di level yang berbeda."


- Nightmare on Film Street Podcast

Di tingkat internasional, Setan Alas! (The Draft!) melangsungkan world premiere di Fantastic Fest 2024 di Texas, Amerika Serikat, dan memperoleh respons positif dari penonton. Pada tahun yang sama, film ini juga diputar di London (2 November 2024) dan Toronto, Kanada (16 November 2024)-menandai pencapaian penting bagi film produksi institusi pendidikan Indonesia di panggung global.


Mendapat Dukungan dari Wapres Gibran

Melihat inovasi dan kesegaran yang dibawa oleh film karya anak negeri ini, film Setan Alas! (The Draft!) akan diputar serentak di bioskop-bioskop tanah air mulai 5 Maret mendatang.

"Pemutaran film ini di bioskop-bioskop di tanah air mendapat dukungan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka", jelas Agus Maryono, perwakilan dari Sekolah Vokasi UGM usai bertemu dengan wapres di Istana Wakil Presiden, Jumat (6/2/2026)

Dalam pertemuan tersebut, film yang diproduksi bersama oleh Sekolah Vokasi UGM dan Akasacara Film ini diperkenalkan sebagai film dengan manajemen gotong royong, tanpa memerlukan dana besar, namun kualitasnya sangat baik.

Wapres Gibran pun menyambut positif dan mendukung inovasi film karya anak negeri yang telah berhasil meraih sejumlah penghargaan di dalam maupun di luar negeri ini. Menurutnya, karya kreatif dari kampus harus didukung untuk membangun industri kreatif nasional yang inklusif dan berdaya saing.

"Model produksi kreatif yang lahir dari lingkungan pendidikan vokasi penting untuk mendorong munculnya talenta-talenta muda kita yang siap terjun ke industri", kata Wapres Gibran

Dalam acara gala Premiere Setan Alas! (The Draft) nanti akan dihadiri oleh tim kreatif, undangan media, serta komunitas film. Film ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi baru mengenai eksplorasi genre horor di Indonesia.

Senin, 09 Februari 2026

A Little White Lie: Reuni SD di Hotel Mewah Berujung Skandal Viral, Rebranding, dan Rahasia Surat yang Mengubah Segalanya





Jakarta, 10 Februari 2026 - Series A Little White Lie menghadirkan drama persahabatan, romansa, dan rahasia masa lalu yang berlapis, berpusat pada Ocha (23), gadis yang dikenal sebagai salah satu murid paling pintar di angkatannya. Namun, tepat saat hidupnya goyah karena baru saja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), Ocha harus menghadiri acara reuni SD yang digelar di Hotel Gala, hotel milik Adit (25), kakak kelasnya.

Kehadiran Ocha di acara ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan juga untuk menantang rasa minder ketika ia harus kembali bertemu teman-teman lama yang kini terlihat sudah mapan dan sukses dengan versi hidup mereka masing-masing.

Di reuni itu, Ocha bertemu Kian (25) dan Quinn (23), pasangan suami istri muda yang tampak sempurna di mata orang lain. Ada pula Jeannette (23), model sekaligus influencer yang selalu tampil percaya diri, Harlan (23) yang dikenal berasal dari keluarga kaya, Shira (23) akuntan yang dulunya sahabat sebangku Ocha, dan sosok yang sejak lama istimewa di hati Ocha: Bintang (23), pemilik start-up branding consultant.

Keinginan untuk bertemu Bintang membuat Ocha menepis rasa rendah diri dan tetap hadir. Dalam benaknya, ada satu tujuan yang ingin ia tuntaskan: mengucapkan terima kasih kepada "penulis surat-surat rahasia" yang dulu menjadi pegangan Ocha dalam melewati masa paling gelap hidupnya.

Surat-surat itu memiliki arti besar bagi Ocha sejak ia kehilangan kedua orangtuanya dalam kecelakaan tragis pada malam pensi perpisahan SD malam yang juga bertepatan dengan ulang tahun Ocha yang ke-12. Surat-surat tersebut menjadi semacam penghiburan, penopang, sekaligus alasan Ocha percaya bahwa selalu ada seseorang yang memahami dirinya.

Namun, reuni yang semula penuh nostalgia justru berubah kacau ketika terjadi demonstrasi di Hotel Gala yang berujung kericuhan. Di tengah situasi itu, nama Adit ikut terseret dan mendadak viral setelah muncul tuduhan bahwa ia adalah pengambil lahan rakyat kecil. Krisis citra pun semakin menekan ketika Ben (50), ayah Adit, mengancamakan akan mengambil alih Hotel Gala dari tangan Adit bila ia tak mampu memperbaiki reputasi hotel dan dirinya.


Terjepit oleh tekanan keluarga dan badai opini publik, Adit meminta bantuan Bintang untuk melakukan rebranding image terhadap dirinya dan Hotel Gala. Bintang menyanggupi, lalu mengajak Ocha bergabung di kantornya. Ocha yang memang sedang butuh pekerjaan menerima tawaran tersebut, tetapi ia tak ingin siapa pun mengetahui kondisi ekonominya yang sedang sulit.

Di titik inilah "kebohongan kecil" mulai tumbuh: Ocha berbohong dengan mengaku memiliki syarat untuk bekerja, yakni membutuhkan handphone seri terbaru untuk membuat konten. Yang mengejutkan, kebohongan itu bukan hanya milik Ocha. la memergoki Harlan yang selama ini dikenal berada ternyata bekerja sebagai penjual daging di pasar. Harlan meminta Ocha menyimpan rahasianya, dan sebagai gantinya ia meminjamkan ponsel agar Ocha bisa menjalankan tugas-tugasnya bersama Bintang.

Strategi rebranding yang dijalankan Ocha dan Bintang terbukti berhasil. Perlahan, citra Adit dan Hotel Gala membaik. Namun keberhasilan itu memunculkan ketegangan baru ketika Ocha tanpa sadar membanggakan Bintang di depan Adit, membuat Adit merasa tersisih dan down. Di balik dinamika itu, tersimpan fakta yang jauh lebih dalam: sebenarnya, orang yang dulu menjadi teman surat-menyurat Ocha saat SD bukanlah Bintang, melainkan Adit.

Adit, yang sejak lama menyimpan perasaan dan kepedulian, pernah meminta Bintang untuk membantu menyembunyikan surat-surat tersebut di laci meja Ocha. Adit memilih menutup identitasnya karena ia tak ingin menghancurkan spirit Ocha sebab surat-surat lama itu sudah menjadi sandaran Ocha setiap kali ia sedih.

Konflik antar sahabat semakin panas saat Ocha mengetahui Kian ternyata menjalin affair dengan Jeannette. Quinn yang terluka menuntut cerai dan memaksa teman-teman mereka memilih akan berpihak pada siapa. Di saat Ocha mencoba berani menyatakan perasaannya kepada Bintang, Bintang justru menegaskan bahwa ia tidak pernah ingin berpacaran dengan teman karena takut merusak persahabatan, seperti yang terjadi pada Kian dan Quinn. Ocha terpaksa kembali memendam rasa, sementara kebohongan dan rahasia makin menumpuk di antara mereka.

Drama mencapai puncak emosional ketika perayaan ulang tahun Adit yang diisi pertandingan basket berubah menjadi momen yang mengubah banyak hal. Shira mendadak pingsan, dan terbongkar bahwa ia mengidap sakit ginjal serta membutuhkan transplantasi. Shira meminta maaf karena selama ini menyembunyikan kondisinya, terutama kepada Harlan.

Di saat bersamaan, Harlan mengaku bahwa dirinya tidak sesempurna tampilan luarnya. Meski Shira divonis tidak akan hidup lama, Harlan tetap ingin bersama Shira. Keputusan besar lalu diambil Adit: ia bersedia membantu seluruh biaya pengobatan Shira, membuat Ocha mulai melihat Adit sebagai sosok yang jauh lebih baik dibanding prasangka awalnya.

Di sisi lain, Adit menemukan bukti bahwa Ben pernah terlibat kasus tabrak lari yang ternyata merenggut nyawa orangtua Ocha. Adit mulai terjebak dalam dilema moral dan keluarga, sementara Bintang menghadapi persoalan lain: perusahaan yang selama ini terlihat sukses ternyata berada di ambang kebangkrutan. Untuk membayar pesangon karyawan yang sudah dipecat, Bintang terpaksa mencari pinjaman dan akhirnya meminjam uang dari Ben.

Namun Ben memberi syarat licik: Bintang harus menyabot Adit agar Ben bisa mengambil alih Hotel Gala. Bintang sempat bimbang, sempat mencoba, lalu menyesal dan memilih membela persahabatan. Keputusan itu membuat Ben murka dan benar-benar menjatuhkan nama Bintang hingga ia kehilangan semua kliennya.

Ketika Ocha mengetahui Bintang hanya berpura-pura sukses, ia hancur. Baginya, sosok yang paling ia kagumi ternyata tidak jauh berbeda dari yang lain: sama-sama menyimpan kebohongan. Adit mencoba menyadarkan Ocha bahwa setiap orang punya rahasia, namun Ocha semakin terpukul saat mengetahui Tante Fatma orang yang selama ini paling dekat dengannya ternyata menerima bantuan dari Ben sebagai "uang tutup mulut", yang sepenuhnya dipakai untuk membiayai Ocha. Merasa dikhianati dari segala arah, Ocha memilih keluar dari rumah dan menjalani hidup sendiri.

Saat mencoba menenangkan diri, Ocha kembali membaca surat-surat lama yang dulu menjadi penghiburnya. Dari sana, ia menemukan kesamaan tulisan tangan di surat dengan tulisan tangan Adit. Ocha pun sadar selama ini ia telah dibohongi oleh Bintang dan Adit. Ocha mengkonfrontasi keduanya dan memutuskan tidak mau berteman lagi.

la memilih berjalan sendiri, membangun usaha branding consultant miliknya, bahkan berhasil melawan trauma lamanya untuk berbicara di depan umum. Namun di balik pencapaian itu, hidup Ocha tetap terasa sepi.

Kabar kematian Shira menjadi titik balik. Di pemakaman, para sahabat lama kembali bertemu. Melihat Harlan begitu hancur ditinggal Shira, Ocha menyadari bahwa waktu tak bisa diulang, dan ia sebenarnya beruntung pernah memiliki dua sahabat yang sangat menyayanginya Adit dan Bintang. Ocha pun berdamai, meski hatinya masih bimbang: memilih Adit yang dewasa dan membimbingnya menjadi mandiri sejak dulu, atau Bintang yang selama ini ia kagumi dan pernah ia cintai dalam diam.

Seiring perjalanan, Ocha berbaikan dengan Tante Fatma dan memberikan modal usaha toko roti yang selama ini diimpikan sang tante. Ocha juga memergoki fakta lain: Jeannette ternyata memiliki anak di luar nikah, yang membuatnya nekat mencari pria kaya demi membiayai hidup. Jeannette pun mengingatkan Ocha agar tidak terlalu percaya cinta.

Sementara itu, Quinn diam-diam hamil dan ingin menggugurkan kandungannya. Ocha berhasil membuat Quinn dan Kian rujuk kembali, meyakinkan agar anak tidak ikut menanggung kesalahan orangtuanya sebuah refleksi yang membuat Ocha sadar bahwa Adit tidak seharusnya membayar dosa Ben.

Pada akhirnya, Ben ditangkap setelah Adit mempertaruhkan segalanya untuk mengumpulkan bukti kejahatan bisnis ayahnya dan bersedia menjadi saksi. Di pengadilan kasus Ben, momen paling menentukan terjadi ketika Ocha dan Bintang hadir. Saat diwawancara wartawan di depan ruang sidang, Ocha memuji Adit sebagai sosok yang tulus, istimewa, dan omongannya bisa dipercaya seraya mengakui itulah alasan ia mencintainya.

Adit terkejut mendengar pernyataan itu disampaikan di depan kamera. Ocha kemudian menggandeng tangan Adit, di bawah senyum Bintang yang memilih ikhlas melihat kebahagiaan dua sahabatnya.

Kisah A Little White Lie ditutup dengan cara yang hangat dan simbolik. Untuk mengenang Shira, para sahabat kembali berkumpul, menulis surat berisi kenangan dan janji persahabatan, menyimpannya dalam time capsule, lalu menanam pohon kesukaan Shira di atasnya sebuah tanda bahwa meski hidup penuh kebohongan kecil, mereka tetap bisa memilih untuk bertumbuh lewat kejujuran dan penerimaan.

Series ini diadaptasi oleh MAXSTREAM TV dan diproduksi oleh Unlimited Production dengan Oswin Bonifanz sebagai produser, disutradarai Sondang Pratama, serta ditulis oleh Cassandra Massardi. Deretan pemain yang membintangi A Little White Lie antara lain Jerome Kurnia, Calista Arum, Junior Robert, Adel Reva, Shania Gracia, Ciccio Manassero, Naura Hakim, Donny Damara, dan Teuku Rizky.

Jangan lewatkan Series A Little Whitehead Lie, tonton hanya di MAXSTREAM TV.


Rumah Tanpa Cahaya”, Drama Keluarga Yang Penuh Emosional tentang Kehilangan dan Arti sebuah Keluarga

 


"Rumah Tanpa Cahaya tentang kehilangan dan bagaimana cinta seorang ibu tetap hidup serta membimbing keluarganya ketika ia sudah tiada," ujar Deddy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Skenario film tersebut ditulis oleh Syaikhu Luthfi, Deddy Mizwar, Zairin Zain, Odi Harahap, Amiruddin Olland, dan Rafi Muhammad Zuhdi. Odi Harahap bertindak sebagai sutradara film "Rumah Tanpa Cahaya".

Sebelumnya, Zairin Zain dan Deddy Mizwar pernah berkolaborasi dalam produksi film drama komedi yang dirilis pada 2010 berjudul "Alangkah Lucunya (Negeri Ini)". 

"Seorang Ibu itu baru terasa kehadirannya setelah dia enggak ada. Waktu ada kayak biasa-biasa saja kan? Karena dia sudah terbiasa mencintai kita," ujar Deddy dengan nada emosional.

Deddy Mizwar mengambil analogi dari kisah sahabat Nabi, Umar bin Khattab, yang dikenal tegas namun memilih diam saat menghadapi amarah istrinya.

Deddy Mizwar pun memberikan pesan terbuka kepada masyarakat untuk lebih menghargai orang tua selagi mereka masih bernapas. Makanya, baik-baik kalau masih hidup ibunya, ya," tegas Deddy

Deddy menjelaskan bahwa sikap diam Umar adalah bentuk penghormatan atas beban tanggung jawab istri yang luar biasa besar, mulai dari mengurus rumah tangga hingga membesarkan anak.

"Istri ini mencuci pakaianku, memasak untukku, mengurus anak-anakku. Padahal itu semua adalah juga tanggung jawabku. Jadi saat dia marah, aku diam saja. Jangan ikut ngomel," kata Deddy menirukan prinsip sang Khalifah.

Ide ceritanya berfokus pada kehidupan tokoh Nurul (Ira Wibowo) dan suaminya, Qomar (Donny Damara). Mereka sehari-hari mengelola warung Empal Gentong. Nurul menjadikan warung tersebut sebagai ruang berbagi kasih kepada sesama. Ira Wibowo menjelaskan karakter Nurul yang diperankan dalam film ini.

Official Poster Film Rumah Tanpa Cahaya

"Nurul adalah gambaran banyak ibu di Indonesia yang diam-diam kuat, penuh cinta, dan sering kali menjadi cahaya tanpa pernah meminta untuk dilihat," ujar Ira.

Buat saya, satu kehormatan yang luar biasa, diberi kesempatan, memerankan seorang ibu yang kalau kita bayangin, “Ibu itu idealnya kayak apa sih?” kata Ira Wibowo dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Senin, 9 Februari.

Menurutnya, ia memandang sosok ibu sebagai “Perekat dalam keluarga jadi ketika ibu pergi ya semuanya jadi berantakan. Kehilangan terasa tapi bukan berarti kebahagiaan itu tidak ada, tinggal bagaimana keluarga melanjutkan proses.”

Dalam film arahan Ody Harahap ini, Ira Wibowo beradu peran dengan Donny Damara, Ridwan Ghany dan Lavicky Nicholas.

Sudah pernah syuting sebelumnya dengan mereka tapi khusus untuk film ini kayak tokoh Nurul itu tidak ekspresif banget, serba sederhana. Cintanya sederhana tapi hatinya penuh untuk suami dan anak-anak,” katanya Ira Wibowo

Ia merasa dibantu banyak oleh para pemain lainnya dalam memerankan karakter Nurul yang berbeda drastis dari dirinya.

“Saat reading, aku sudah merasakan itu. Dari kenakalan Azizi, keberontakan kakaknya dan suaminya. Waktu syuting kayak gitu, sudah tahu lama menjalani bertahun tahun rumah tangga. Semua saling profesional saling membantu,” kata Ira Wibowo.

"Film ini mengajak kita merenung sering kali kita baru memahami arti keluarga dan pengorbanan setelah kehilangan itu benar-benar terjadi," kata Donny.

Keadaan serupa juga dirasakan oleh pemeran tokoh Samsul, Ridwan A. Ghany, dan Azizi, Lavicky Nicholas, kedua putra Nurul, mengenai arti kehadiran ibu mereka. Film "Rumah Tanpa Cahaya" juga turut menampilkan Dea Annisa, Galabby Thahira, Ence Bagus, dan Widi Dwinanda dalam jajaran pemerannya.

Film ini diharapkan dapat menjadi cerminan bagi banyak keluarga Indonesia, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang hangat, jujur, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Film terbaru yang diproduksi Citra Sinema bersama Sinemart dijadwalkan penayangannya di seluruh bioskop Indonesia mulai 12 Februari.


Trailer Nya



FILM "JANGAN SEPERTI BAPAK" TAYANG 12 FEBRUARI 2026 Drama Action Penuh Emosi dengan Plot Twist yang Sulit Ditebak

 


Jakarta, 9 Februari 2026 - Amazing Grace Production bekerjasama dengan Jayashree Movie Production dan EM Pictures mempersembahkan film layar lebar terbaru berjudul "Jangan Seperti Bapak", sebuah film Drama Action karya Daniel Tito Pakpahan yang akan tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026. Dengan durasi 100 menit, film ini menghadirkan aksi intens yang berpadu dengan drama emosional bertema keluarga-membawa penonton masuk ke konflik yang menegangkan sekaligus menyentuh.

Mengangkat isu hubungan ayah dan anak, film ini mengikuti perjalanan Angel, seorang perempuan muda yang hidupnya berubah drastis ketika ayah yang ia cintai tewas dibunuh secara tragis tepat di hari ulang tahunnya yang ke-20. Didorong oleh duka dan rasa kehilangan, Angel berusaha mencari kebenaran di balik kematian ayahnya. Namun pencarian itu menyeretnya ke pusaran konflik dua organisasi besar yang saling berebut kekuasaan, penuh intrik, pengkhianatan, dan bahaya yang semakin dekat. Tanpa membocorkan kejutan cerita, "Jangan Seperti Bapak" menawarkan plot twist yang kuat dan sulit ditebak hingga akhir.

Sutradara Daniel Tito Pakpahan menyampaikan bahwa film ini tidak hanya mengandalkan adegan action, tetapi juga membawa pesan emosional yang relevan bagi banyak keluarga.

"Film ini bukan sekadar tentang pertarungan antar dua kelompok gengster, tetapi film ini mengangkat isue tentang keluarga, luka yang diwariskan, dan pilihan hidup yang menentukan masa depan. Kami ingin penonton merasakan tegangnya aksi, sekaligus pulang dengan emosi yang tertinggal."


- Daniel Tito Pakpahan, Sutradara

Film "Jangan Seperti Bapak" diperkuat oleh jajaran pemain lintas generasi: Zee Asadel (Angel), Verdi Solaiman (Pablo), Donny Damara (Bara), Aulia Sarah (Hanna), Zack Lee (Vincent), Irwan Chandra (Chandra), Hendric Shinigami (Hans), Max Metino (Mike), Damara Finch (Boy), Marsyel Ririhena (Martin), Mongol Stres dan Milen Cyrus, serta penampilan spesial Coach Justin (Justinus Lhaksana) yang pertama kalinya main di film layar lebar.

Selain kekuatan cerita dan cast, film ini juga menyoroti isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk fenomena judi online dan premanisme, serta didukung production value yang dirancang untuk menghadirkan visual yang menarik di layar lebar.

Diproduseri oleh Nico Rosto dengan Eksekutif Produser Hendric Shinigami, Filemon Eddy, Amos Wibowo dan Eva Margawaty, film"Jangan Seperti Bapak" Hadirkan Kisah Cinta Keluarga yang sangat menggetarkan hati. Dan film ini dijamin akan menjadi hiburan spesial di menjelang hari Valentine dan hari raya Imlek.

Jumat, 06 Februari 2026

WARU (Iblis Perenggut Jiwa yang Malang)

 


Kepercayaan lama masyarakat Jawa menyebutkan bahwa tidak semua pohon diciptakan hanya untuk memberi keteduhan. Sebagian dipercaya menjadi tempat bersemayam energi gelap, saksi bisu tragedi, bahkan pintu perlintasan makhluk tak kasat mata. Salah satunya adalah Pohon Waru.

Mitos inilah yang diangkat secara mendalam dalam film horor terbaru berjudul WARU, sebuah horor berbalut mitos, kearifan lokal, dan kisah-kisah yang konon kerap benar-benar terjadi di tengah masyarakat.

Diproduksi oleh Adglow Pictures bersama Suraya Filem, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia, WARU tak sekadar menyajikan ketakutan instan, tetapi menghidupkan kembali cerita-cerita yang selama ini hanya dibisikkan: tentang pohon Waru yang tak boleh ditebang sembarangan, tempat orang hilang, kesurupan, hingga kematian misterius.

Produser Aji Fauzi menggandeng Chiska Doppert sebagai sutradara, dengan Ery Sofid sebagai penulis skenario. Kombinasi ini menghadirkan horor yang tak hanya menakutkan secara visual, tetapi juga menghantui secara emosional dan spiritual.

Film ini diperkuat jajaran pemain lintas generasi, mulai dari Bella Graceva, Zikri Daulay, Jinan Safa, Josiah Hogan, Sharifah Husna, Dewi Amanda, Sean Mikhail, hingga aktris senior Yatti Surachman, yang memegang peran krusial sebagai sosok Iblis Waru.


Sutradara Chiska Doppert menjelaskan bahwa keangkeran Pohon Waru bukan sekadar mitos tanpa dasar.

“Waru itu punya kanopi yang sangat lebar, membuat area di bawahnya gelap, sejuk, dan lembap. Kondisi ini dalam kepercayaan masyarakat sering diasosiasikan sebagai tempat yang nyaman bagi makhluk astral, karena minim cahaya dan relatif sunyi, Orang tua dulu melarang kita melewati pohon WARU di saat magrib bahkan dilarang keras melihat keatas pohon saat melewatinya."  jelas Chiska kepada redaksi.

Kepercayaan ini semakin diperkuat dengan banyaknya kisah nyata tentang orang yang sakit mendadak, kerasukan, atau mengalami kejadian aneh setelah beraktivitas di sekitar pohon Waru tertentu.

Penulis skenario Ery Sofid menambahkan, Pohon Waru memang tumbuh luas di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Waru sering ditemukan di pesisir pantai, tepi sungai, muara, hingga dataran rendah dan tinggi. Jenis Waru Gunung bahkan dikenal tumbuh di wilayah pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur—daerah yang juga kaya akan cerita mistis turun-temurun.

Proses syuting film WARU dilakukan di sejumlah lokasi yang dikenal memiliki aura mistis, seperti Bogor, Sukabumi, Solo dan Gunung lawu, memperkuat atmosfer cerita. Produser Aji Fauzi menegaskan bahwa film ini dirancang sebagai pengalaman horor nasional.


“Mulai 12 Februari 2026, Iblis Waru akan gentayangan di bioskop kesayangan Anda,” ujarnya.

Meski mengusung horor mitologis, WARU hadir berbeda. Film ini menekankan drama yang kuat, konflik emosional, dan plot twist tak terduga, menjadikannya bukan sekadar film horor, tetapi juga kisah tragis tentang manusia, dosa, dan warisan gelap yang tak pernah benar-benar mati.

Penonton akan dibuat merinding oleh teror teror Iblis Waru yang yang bersemayam di Pohon tempat pemujaan persembahan korban pesugihan kepala. FIlm Horor ini menampilkan teror sebuah pohon dengan akar akarnya yang merambat memenggal kepala korbannya, bukan berlebihan.

WARU bukan hanya film horor, tetapi peringatan akan mitos yang selama ini kita anggap cerita lama—karena mungkin, sebagian dari cerita itu… benar adanya.


SINOPSIS : 

Terpasung karena sering kerasukan dan mengancam nyawa keluarganya, Lydia (Dewi Amanda) memohon Nadine (Bella Graceva) untuk memusnahkan pohon terkutuk di kampung halaman orang tuanya tempat bersemayam jin jahat yang dikenal sebagai Iblis Waru. Namun pesan terakhir Lydia dianggap omong kosong orang sakit, hingga kematiannya justru memicu teror mengerikan yang menghantui Nadine, Adrian (Zikri Daullay), Anya Jinan Safa), dan Haqi (Sean Mikhail). 

Didorong rasa bersalah dan teror yang semakin nyata, mereka pergi ke rumah tua peninggalan kakek-nenek Nadine di tengah hutan, mencari pohon terkutuk tersebut. D sana, gangguan mistik kian menjadi, termasuk kemuncu an sosok nenek gaib yang ternyata adalah perwujudan Iblis Waru yang berusaha menggagalkan niat mereka. 

Penemuan surat perjanjian pesughan beraksara Jawa kuno mengungkap kebenaran mengerikan: Lydia pernah meng kat perjanjian dengan Iblis Waru, menukar kemakmuran dengan tumbal kepala manusia setiap tahun. 

Kedatangan Reza (Josiah Hogan) dan Sarah (Syarifah Husna) memperdalam konflik, ketika terungkap bahwa perjanjian itu dibuat demi kesejahteraan keluarga setelah perceraian. Kini, satu-satunya jalan keluar adaah memusnahkan pohon terkutuk yang memiliki kekuatan gaib tersebut sebelum Iblis Waru menagih tumbal berikutnya.

WARU Tayang serentak di bioskop Indonesia, Kamis 12 Februari 2026.

SIDANG ADAT TORAYA JADI RUANG PEMULIHAN ATAS POLEMIK CANDAAN STAND-UP COMEDY PANDJI PRAGIWAKSONO

  Berikut namanya dari kiri-ke-kanan: Daud Pangarungan, Sekretaris Tongkonan Kada Haris Azhar, Kuasa Hukum Pandji Pragiwaksono Saba’ Somboli...