Rabu, 15 Juli 2026

Suanggi: Ilmu Kutukan, Hadirkan Horor yang Terinspirasi dari Kisah Nyata Indonesia Timur ke Layar Lebar Tahun 2026

 

Jakarta – Industri perfilman Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan kisah-kisah yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara. Tahun ini, film Suanggi: Ilmu Kutukan hadir sebagai karya horor yang terinspirasi dari salah satu warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur yang nyata dan ada sampai saat ini.

​Suanggi merupakan salah satu kisah yang dikenal luas di daerah Papua, Sulawesi, Maluku, NTT, NTB, dan sejumlah wilayah Indonesia Timur. Warisan budaya ini punya pengalaman berbeda di setiap daerah, ada yang mengenal Suanggi sebagai sosok nenek atau kakek tua, ada yang melihat mata merahnya, dan ada yang melihat dalam bentuk bola api, dan sebagainya. Melalui film ini, cerita tersebut diadaptasi secara kreatif sebagai karya fiksi yang menghormati nilai-nilai budaya lokal, sekaligus menyajikannya dalam narasi yang relevan bagi penonton masa kini.

​"Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang luar biasa dan layak mendapat ruang lebih luas di industri kreatif. Kami menelusuri dalam tentang Suanggi dan mencoba memadukan bagaimana budaya Indonesia Timur ini punya nilai universal yang dapat dinikmati siapa saja se-Nusantara karena film ini juga bicara tentang keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia," ujar Dom Dharmo, Sutradara Film Suanggi: Ilmu Kutukan.

​Berbeda dari film horor pada umumnya yang banyak mengambil inspirasi dari mitos populer di Pulau Jawa, Suanggi: Ilmu Kutukan menghadirkan perspektif baru. Dari sisi produksi, Mutiara Films & Subtube Studio memadukan riset budaya, pengembangan karakter yang kuat, sinematografi yang menampilkan lanskap khas Indonesia Timur, serta tata suara yang dirancang untuk membangun atmosfer horor yang autentik.

​Pada hari Rabu, 15 Juli 2026, di Jakarta, Mutiara Films & Subtube Studio merilis teaser poster dan teaser trailer Suanggi: Ilmu Kutukan. Dihadiri oleh Evelin P. M. Pangalila yang mewakili Executive Producer Ernes Yauwalata, keempat Produser Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, dan Firdauzi Trizkiyanto, serta Sutradara Dom Dharmo. Lengkap dengan casts meliputi Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Stany Imbiry, Atina Akinoref, Obi Mesakh, dan Botak Bicara.

​Sayangnya, acara malam ini tidak dapat dihadiri oleh Euginia Y.-pemeran Wawa-yang merupakan anak dari Executive Producer, Douglas Krump, dan Ian Williams yang tinggal di Papua, serta Endhita, Arnold Kobagau, dan Keanu Azka yang berhalangan hadir. Film Suanggi: Ilmu Kutukan ini pun tidak akan dapat terlaksana tanpa kontribusi Alm. Pace Cello yang memerankan sebagai dukun bernama Tinus.

​"Memang kami ingin cari suasana lain dari perfilman indonesia, tidak itu-itu saja, dari Indonesia Barat. Kami mewakili bukan cuma Papua, tetapi mewakili orang Indonesia Timur. Suanggi itu adalah kekuatan yang amat berbahaya jika berada di tangan yang salah. Segala sesuatu yang berlebihan atau berkekurangan adalah tidak baik. Suanggi ini awalnya bukan ilmu yang jahat, memang ilmu ini banyak membantu, seperti untuk penyembuhan, mencari nafkah, sesuatu yang baik, mereka melakukan ini. Ketika ilmu jatuh di tangan yang salah, karena punya kekuatan, akhirnya berubah fungsi atau disalahgunakan," ujar Bona Pascal, salah satu produser film Suanggi: Ilmu Kutukan.

​Salah satu pemeran utama Suanggi: Ilmu Kutukan, Carissa Perusset, mengungkapkan bahwa film ini sungguh menantang dan membuatnya banyak belajar budaya baru.

​"Persiapan saya dibantu dengan adanya coach dan teman-teman casts dari Papua. Saya memerankan karakter Gia yang merupakan outsider, pacarnya si Beni. Sebenarnya saya dan karakter Gia tidak beda jauh, sama-sama introvert, tapi tetap saja saya banyak belajar di film ini dengan karakter yang baru," ujar Carissa Perusset.

​Sementara itu, Iwa K yang memerankan karakter Aroba mengaku melakukan observasi mendalam yang menarik.

​"Persiapan memang jadi PR, bagaimana intonasi (dialek Indonesia Timur), segala macam. Untungnya ada coach Bobi, ada casts lain, Yewen, jadi sesama pemain support. Itu yang bikin seru proses pembuatan film ini. Saya punya cara sendiri untuk observasi karakter. Intinya menyenangkan eksplor dan riset hal baru. Suanggi ini energi luar biasa yang akhirnya kami tumpahkan ke media film ini," kata Iwa K.

​Berbeda dari pemain lainnya, John Yewen, komedian asal Papua ini merasa tertantang dengan perannya sebagai Bapa John.

​"Sebenarnya menjadi pastor adalah cita-cita yang diinginkan mama untuk Yewen dan akhirnya tercapai walau akting. Namun, Yewen yakin mama bangga jika ia masih ada dan bisa melihat Yewen di film ini," kata John Yewen yang juga ternyata mengalami pengalaman mistis saat mempelajari naskah di tempat tinggalnya bersama Ian Williams karakter Reynold.

​Film Suanggi: Ilmu Kutukan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 September 2026.


​Tentang Film Suanggi: Ilmu Kutukan

​Suanggi: Ilmu Kutukan adalah film horor Indonesia yang terinspirasi dari warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur. Menggabungkan unsur horor, drama, dan budaya, film ini menghadirkan kisah yang menegangkan sekaligus mengajak penonton mengenal salah satu kekayaan folklor Nusantara melalui pendekatan sinematik yang modern.

​Genre Film: Drama, Horor

​Executive Producer: Ernes Yauwalata, Adrian Sugiono

​Produser: Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, Firdauzi Trizkiyanto

​Sutradara: Dom Dharmo

​Penulis: Baskoro Adi Wuryanto

​Produksi: Mutiara Films & Subtube Studio

​Casts: Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Endhita, Stany Imbiry, Euginia Y., Atina Akinoref, Keanu Azka, Ian Williams, Obi Mesakh, Alm. Pace Cello, Douglas Krump, Arnold Kobagau, Hendra Louis "Botak Bicara"

SINOPSIS

​BENI (Pangeran Lantang) yang terlilit utang ratusan juta, pulang ke kampung halamannya di Pulau Kladum, bersama kekasihnya GIA (Carissa Perusset) dengan alasan menjenguk ibu angkatnya, MAMA LIN (Dayu Wijanto) yang sedang sakit keras. Namun, tujuan sebenarnya adalah mencuri harta tersembunyi keluarganya untuk menutupi utang. Setelah 13 tahun pergi dan kembali ke kampung halamannya, BENI diteror kekuatan gaib kiriman AROBA (Iwa K) seorang SUANGGI yang mengirim serangan lalat untuk membunuh keluarga MAMA LIN dan warga Pulau Kladum, sekaligus mengungkap rahasia kelam yang selama ini disembunyikan BENI.


SYNOPSIS

​Drowning in massive debt, BENI (Pangeran Lantang) returns to his remote hometown on Kladum Island alongside his girlfriend, GIA (Carissa Perusset), under the guise of visiting his gravely ill adoptive mother, MAMA LIN (Dayu Wijanto). In truth, BENI harbors a desperate agenda, to steal his family’s hidden heirloom and clear his financial ruin. However, his homecoming after a 13-year absence awakens a dormant nightmare. BENI soon finds himself targeted by AROBA (Iwa K), a formidable Suanggi (sorcerer) who unleashes a devastating plague of flesh-eating flies upon MAMA LIN’s family and the island’s residents. As the supernatural terror tightens its grip, BENI is forced to confront not only the deadly curse, but also the dark, long-buried secret he has been running from his entire life.


​​Social Media:

​Instagram: @filmsuanggi (https://www.instagram.com/filmsuanggi/)

​TikTok: @filmsuanggi (https://www.tiktok.com/@filmsuanggi/)

​YouTube: @filmsuanggi (https://youtube.com/@filmsuanggi/)

Selasa, 14 Juli 2026

Rahasia yang Terkubur di Malam Satu Suro Akhirnya Bangkit dalam Film Sajen Satu Suro

 

​Mengangkat atmosfer mistis malam Satu Suro, film horor terbaru PIM Pictures menghadirkan perpaduan horor, misteri dan drama emosional yang membawa penonton menelusuri rahasia kelam dari masa lalu.

​Jakarta, 14 Juli 2026 – Tradisi yang dipercaya sakral, rahasia yang terkubur selama puluhan tahun dan teror yang tak bisa dihindari menjadi bagian dari Film Sajen Satu Suro, film horor terbaru produksi PIM Pictures bekerjasama dengan D’Ayu Pictures, South East Pictures, Layar Production, dan Dynamic Pictures. Disutradarai oleh Gatot Subroto, film ini akan membawa penonton menyelami atmosfer mencekam yang berakar pada budaya Jawa. Akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Juli 2026.

​Berawal dari niat untuk mengembalikan sebuah keris ke kampung halaman ayah Tania, perjalanan tersebut justru membawa Tania (Aisyah Aqila), Jeff (Cinta Brian), Laura (Frisly Herlind), dan Robby (Munggaran) pada serangkaian kejanggalan yang perlahan membuka rahasia lama. Semakin jauh mereka mencari jawaban, semakin besar pula ancaman yang menanti.

​Mengambil latar tradisi malam Satu Suro yang begitu lekat dengan budaya Jawa, film ini membangun teror bukan hanya melalui kemunculan sosok-sosok menyeramkan, tetapi juga lewat misteri yang perlahan mengungkap luka, rahasia dan konsekuensi dari masa lalu. Ketegangan yang hadir terus berkembang seiring para karakter berusaha mencari jawaban atas berbagai kejanggalan yang mereka alami.

​Di balik nuansa horornya, Film Sajen Satu Suro juga menawarkan drama keluarga yang emosional. Setiap karakter membawa beban, konflik dan rahasianya masing-masing sehingga membuat perjalanan mereka terasa dekat dengan kehidupan nyata. Perpaduan horor, misteri dan emosi tersebut diperkuat melalui pendekatan visual sinematik yang menghadirkan atmosfer mencekam dari awal hingga akhir.

​Film ini dibintangi oleh Aisyah Aqila, Cinta Brian, Frisly Herlind, Munggaran, Bramasta, Clift Sangra, Yurike Prastika, Harris Syaus, dan Assila Corina, yang bersama-sama menghadirkan kisah penuh ketegangan dan misteri.

​Bagi PIM Pictures, Film Sajen Satu Suro menjadi langkah untuk menghadirkan film horor Indonesia yang tidak hanya mengandalkan teror, tetapi juga memiliki karakter kuat dan cerita yang berlapis. Setelah Kutukan 9 Setan dan Perjamuan Iblis, film ini menjadi karya horor ketiga yang memperkuat identitas PIM Pictures dalam mengeksplorasi horor lokal dengan pendekatan sinematik yang berbeda.

​"Melalui Sajen Satu Suro, kami ingin menghadirkan kombinasi horor, misteri dan drama emosional yang intens dengan pendekatan sinematik yang kuat. Setelah Kutukan 9 Setan dan Perjamuan Iblis, film ini merupakan film ketiga sekaligus menjadi bagian dari konsistensi PIM Pictures dalam menghadirkan film horor Indonesia dengan karakter dan atmosfer yang kuat," ujar Agustinus Sitorus, Produser film sekaligus CEO PIM Pictures.

​Ia juga menambahkan, "Ke depannya, kehadiran Sang Penggali Kubur sebagai film horor keempat PIM Pictures menjadi bentuk komitmen kami untuk terus mengembangkan horor Indonesia."

​Dengan perpaduan budaya, misteri dan drama yang menyentuh, Film Sajen Satu Suro menawarkan pengalaman horor yang bukan hanya membuat penonton tegang, tetapi juga mengajak mereka menyelami rahasia yang telah terkubur selama puluhan tahun. Saksikan Sajen Satu Suro di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Juli 2026, dan bersiaplah menghadapi teror yang mungkin tak seharusnya dibangkitkan kembali.


Sinopsis

​Tania (Aisyah Aqila) didampingi Jeff (Cinta Brian), Laura (Frisly), dan Robby (Munggaran) pergi ke kampung halaman Ayahnya Tania (Bramasta), ke desa Maduabang untuk mengembalikan sebuah keris yang dipercaya sebagai penyebab memperburuk kesehatan ibunya.

​Setibanya mereka di kampung itu, hal-hal aneh bermunculan seolah menolak kedatangan mereka. Seiring pencarian pemilik asli keris tersebut, tabir misteri mulai terungkap apa yang terjadi di satu suro 30 tahun silam.


FACT SHEET

​Judul: Sajen Satu Suro

​Genre: Horor, Misteri

​Durasi: 114 Menit

​Sutradara: Gatot Subroto

​Produser: Agustinus Sitorus

​Production House: PIM Pictures

​Tanggal Tayang: 30 Juli 2026 (di Bioskop)


​Pemain

1. ​Aisyah Aqila – Berperan Sebagai Tania

2. ​Cinta Brian – Berperan Sebagai Jeff

3. ​Munggaran – Berperan Sebagai Robby

4. ​Frisly Herlind – Berperan Sebagai Laura

5. ​Bramasta – Berperan Sebagai Ayah Tania

6. ​Clift sangra – Berperan Sebagai Sapto Dilogo

7. ​Yurike Prastika – Berperan Sebagai Suparti

8. ​Harris Syaus – Berperan Sebagai Aryoseno tua

9. ​Assila Corina – Berperan Sebagai Sumarni

Senin, 13 Juli 2026

Official Poster dan Trailer FILM KETOK MEJIK Resmi Dirilis, Ben, Made dan Saged Siap Mengajak Penonton Menebak Apa yang Sebenarnya Terjadi

 


​Drama komedi terbaru dari HAHA Production memperlihatkan perjalanan tiga sahabat, namun masih menyimpan banyak kejutan dan pertanyaan.

​Jakarta, 13 Juli 2026 — Setelah mencuri perhatian melalui rangkaian kontennya, FILM KETOK MEJIK resmi meluncurkan official poster dan official trailer yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta. Untuk pertama kalinya, publik diajak melihat sekilas dunia di balik sebuah bengkel yang tampak sederhana, sekaligus berkenalan dengan Ben (Ananta Rispo), Made (Tarra Budiman), dan Saged (Dodit Mulyanto), tiga sahabat yang menjadi pusat cerita. Namun alih-alih mengungkap keseluruhan kisah, poster dan trailer tersebut justru menyisakan rasa penasaran tentang apa yang sebenarnya sedang mereka hadapi.

​Tidak hanya memperkenalkan karakter utamanya, official poster dan trailer FILM KETOK MEJIK mulai membuka dunia cerita yang menjadikan bengkel sebagai ruang untuk bercerita. Lewat interaksi Ben, Made dan Saged, film ini menghadirkan komedi dengan karakter-karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun tetap menyimpan sisi emosional di balik setiap tawa yang hadir.

​Disutradarai oleh Yogi S. Calam, FILM KETOK MEJIK hadir sebagai drama komedi yang mengutamakan kekuatan karakter dan hubungan antar tokohnya. Menghadirkan humor yang dekat dengan keseharian, film ini juga menyimpan lapisan drama tentang bagaimana seseorang berusaha memperbaiki keadaan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan.

​Menurut Yogi S. Calam, trailer sengaja dibuat sebagai pengantar agar penonton mengenal karakter-karakter dalam film.

​"Kami ingin penonton mengenal Ben, Made dan Saged terlebih dahulu. Masih banyak bagian dari perjalanan mereka yang belum kami tampilkan karena kami ingin pengalaman menontonnya tetap utuh ketika film ini tayang di bioskop."

​Produser Handoko mengatakan bahwa hubungan antar tokoh menjadi salah satu kekuatan utama film ini.

​"Film ini berangkat dari kisah tiga sahabat yang sama-sama ingin memperbaiki hidup mereka. Official trailer baru memperlihatkan sedikit dari perjalanan mereka. Sisanya akan berkembang seiring cerita di dalam film."

​Diproduksi oleh HAHA Production bersama AZ Films dan Kita Films, Film ini didukung oleh Show Token, Iscorpio, dan EsaFX. FILM KETOK MEJIK dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.

​Melalui perilisan official poster dan trailer, penonton telah mendapat gambaran awal mengenai dunia FILM KETOK MEJIK. Namun, rahasia apa yang sebenarnya masih disembunyikan oleh Ben, Made dan Saged? Official poster dan trailer kini sudah dapat disaksikan melalui akun Instagram resmi @filmketokmejik.

Ikuti informasi terbaru serta berbagai kejutan lainnya melalui akun media sosial resmi @filmketokmejik, dan bersiaplah menyaksikan kisah yang masih menyimpan banyak rahasia hingga hari penayangannya di seluruh bioskop Indonesia.

Tentang PT HAHA Digital Picture

​PT HAHA Digital Picture merupakan rumah produksi Indonesia yang berfokus pada pengembangan dan produksi film, konten digital, serta karya audio visual yang mengedepankan kualitas cerita dan kedekatan dengan penonton. Dengan semangat menghadirkan hiburan yang segar, relevan, dan memiliki nilai emosional, perusahaan ini terus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang mampu menjangkau audiens luas.

​Melalui kolaborasi bersama para sineas, talenta kreatif, dan pelaku industri, PT HAHA Digital Picture berkomitmen menghadirkan film-film berkualitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman menonton yang berkesan. Salah satu karya terbarunya adalah Ketok Mejik, yang diproduseri oleh Handoko, dengan Charles D. Yusap sebagai Executive Producer, serta disutradarai oleh Yogi.


Sinopsis

​Dihimpit oleh hutang, Ben (Ananta Rispo) si pemilik bengkel harus berjuang melawan pengusaha serakah. Dibantu oleh tiga karyawan setianya yang absurd—Made (Tarra budiman) si ambisius, Saged (Dodit Mulyanto) si ceplas-ceplos, dan Unung (Arief Didu) si polos—mereka mengandalkan sebuah palu sakti leluhur untuk menyelamatkan bengkel dan nasibmere

Fact Sheet

​Genre Film: Drama Komedi

​Eksekutif Produser: Charles D. Yusap, Lucky O’danifan, Handoko

​Produser: Handoko, Derie Agung Syaputra

​Co-Produser: Robby K. Butarbutar

​Sutradara: Yogi S.Calam

Penulis: Iyam Renzia, Moh. Rido S.A

​DOP: Arif Bontang

​Line Produser: Kania Julian

​Editor: Andhy Pulung, Johan Leonardo

​Produksi: Haha Production


Pemain (Casts):

​Ananta Rispo (Ben)

​Tarra Budiman (Made)

​Dodit Mulyanto (Saged)

​Ersya Aurelia (Resita)

​Arief Didu (Unung)

​Jarwo Kwat (Ghozali)

​Agus Kuncoro (Toyib)

​Arafah Rianti (Uti Titian)

​Sadana Agung (John Sapto)

​Erick Astrada (Wawan Cihuy)

​Lolox (Kadut)

​Buhun Warwer (Kusni)

​Furry Setya (Jay)

​Vadi Bule (Yadi)

​Chika Waode (Aci)

​Berliana Lovel (Saroh)

Minggu, 12 Juli 2026

Paket Santet Diterima, Kutukan Kematian Dimulai. Siapakah Korban Selanjutnya? BASE Entertainment Rilis Trailer dan Poster Resmi Paket Santet Tayang Di Bioskop Mulai 27 Agustus 2026

 


​Jakarta, 13 Juli 2026 - Sebuah paket tiba di depan pintu. Tidak ada nama pengirim. Tidak ada alasan mengapa paket itu ditujukan kepada mereka. Namun sejak paket itu dibuka, hidup penerimanya langsung berubah jadi mimpi buruk. Satu per satu nyawa menjadi taruhan. Kini, pertanyaannya bukan lagi bagaimana cara menghindari paket tersebut, melainkan bagaimana cara terhindar dari kutukan setelah menerimanya.

​Premis inilah yang menjadi awal dari kisah Paket Santet, film horor terbaru produksi BASE Entertainment, yang hari ini resmi merilis trailer dan poster perdananya. Disutradarai oleh Dinna Jasanti, film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

​Lewat trailer resminya yang telah dirilis melalui seluruh kanal digital BASE Entertainment dan Instagram @paketsantet, penonton akan menyaksikan bagaimana satu paket misterius menjadi awal dari rangkaian kutukan mengerikan. Teror demi teror terus berdatangan tanpa memberi kesempatan bagi para korbannya untuk bernapas. Di tengah waktu yang terus menipis, mereka dipaksa mencari cara menghentikan kutukan sebelum kematian yang mengancam datang lebih dulu.

​Poster resmi Paket Santet memperlihatkan Bela (Yasamin Jasem) dikerubungi ratusan lebah setelah membuka sebuah paket misterius. Apakah lebah-lebah itu merupakan wujud teluh yang baru saja dilepaskan? Ataukah hanya pertanda bahwa kutukan telah menemukan korbannya? Poster ini menjadi isyarat bahwa setiap paket membawa kutukan yang tak bisa lagi dihindari.

​Paket Santet mengikuti kisah sekelompok mahasiswa, Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Eka Putri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri) yang mulai menerima sebuah kiriman paket misterius tanpa identitas pengirim. Setelah menerima paket tersebut, hidup mereka berubah menjadi perlombaan melawan waktu. Kutukan terus memburu satu per satu korban, memaksa Deva, Bela, dan teman-temannya mencari cara menghentikan santet sebelum kematian mengincar mereka. Mampukah Deva, Ale, dan Bela dan kawan-kawan keluar dari kutukan santet tersebut?

​Sutradara Dinna Jasanti mengatakan bahwa trailer ini adalah gambaran dari film Paket Santet yang mempunyai horor yang akan terus menghantui penontonnya dari awal hingga akhir film.

​"Dalam film ini yang menarik bukan hanya bagaimana santet itu datang, tetapi apa yang terjadi setelah seseorang menerimanya. Begitu paket itu dibuka, para karakter dipaksa bertahan hidup dalam situasi yang sama sekali tidak mereka pahami. Mereka terus mencari cara menghentikan kutukan, sementara waktu mereka semakin sedikit. Di situlah horor dalam Paket Santet benar-benar dimulai," jelas Dinna.

Produser Aoura Lovenson Chandra menambahkan bahwa trailer ini menjadi pintu masuk bagi penonton untuk mengenal bagaimana horornya Paket Santet.

​"Yang membuat Paket Santet berbeda adalah terornya dimulai dari sesuatu yang sangat akrab bagi kita semua, sebuah paket. Kami ingin menghadirkan horor yang membuat penonton terus berpikir, 'Kalau saya menerima paket itu, apa yang akan saya lakukan?' Karena setelah paket diterima, tidak ada pilihan yang benar-benar aman. Membuka paket membawa kutukan kematian, tetapi mengabaikannya juga bukan berarti kutukan berhenti. Pertarungan terbesar para karakter adalah menemukan cara bertahan hidup sebelum semuanya terlambat," kata Aoura Lovenson Chandra.

​Sementar itu Fadly Faisal, yang memerankan Ale, mengaku justru sering membayangkan dirinya berada di posisi para karakter selama proses membaca naskah hingga syuting. Baginya, horor dalam Paket Santet terasa mengerikan karena tidak hanya memperlihatkan datangnya santet, tetapi juga bagaimana seseorang harus bertahan hidup setelah menerimanya.

​"Selama syuting saya sering membayangkan, kalau benar menerima Paket Santet, apa yang akan saya lakukan? Rasanya panik karena kita tidak tahu harus percaya kepada siapa atau harus mencari bantuan ke mana. Menurut saya, itu yang membuat film ini terasa menyeramkan. Bukan cuma karena santetnya, tetapi karena kita ikut merasakan bagaimana rasanya berpacu dengan waktu ketika kematian seolah sudah mengincar kita," ujar Fadly Faisal.

​Paket Santet akan menghantui layar bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

​Begitu paket diterima... siapa korban berikutnya?

​Ikuti perkembangan terbaru melalui Instagram @paketsantet dan @base.id.


​—


​TENTANG BASE ENTERTAINMENT

​BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina's Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

Rabu, 08 Juli 2026

Sukses Cetak Hattrick Blockbuster! Baim Wong Siap Syuting Film Keempat Berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki, Dibintangi Prilly Latuconsina, Fadil Jaidi, Davina Karamoy, Sarah Sechan hingga Lukman Sardi Film Adopsi Lebaran segera melakukan proses syuting

Jakarta, 8 Juli 2026 - Setelah sukses mencetak hattrick blockbuster, Tiger Wong Entertainment dan Baim Wong kini tengah bersiap untuk memulai syuting film terbaru berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki. Film keempat yang disutradarai Baim Wong ini dibintangi oleh jajaran bintang.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Fadil Jaidi, Sarah Sechan, Lukman Sardi, Alex Abbad, Dhawiya Zaida, Davina Karamoy, Kenzo Eldrago Wong, Kiano Tiger Wong, Gita Bhebhita, Aming, Ria SW, Indra Birowo, Pak Muh, Erick Estrada, Ririn Dwi Ariyanti, Hans de Kraker, dan Erma Fatima. Film ini disutradarai dan diproduseri oleh Baim Wong, dengan naskah ditulis oleh Cassandra Massardi.

"Setelah genre horor dan drama keluarga, kali ini saya bersama Tiger Wong Entertainment akan mengeksplorasi genre drama komedi lewat film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki. Kami di Tiger Wong Entertainment bersama jajaran kru terbaik perfilman Indonesia dan pemeran terbaik Indonesia akan selalu membuat film bagus," ujar produser dan sutradara film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki Baim Wong.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki adalah drama komedi yang akan mengikuti kisah seorang perempuan introvert, yang selama ini selalu mementingkan keinginan orang lain dan mengikuti apa yang sudah direncanakan untuk dirinya.

Suatu ketika, di saat yang tidak terduga, ia mendapat kesempatan untuk memiliki identitas baru, saat ia mengetahui dirinya ternyata adalah anak adopsi hail penculikan.

Dibesarkan di keluarga muslim Pekalongan, ia mengalami culture shock saat kembali ke keluarga kandungnya di Manado. Dalam waktu dua minggu, ia harus menentukan yang mana jati diri sebenarnya. Sesuai lingkungan yang membesarkannya atau mengikuti takdir yang diturunkan melalui darahnya.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki menggabungkan jajaran ansambel yang unik dan kuat. Dibintangi jajaran pemeran utama dan pendukung yang kuat secara kedalaman drama dan lapisan komedi, serta diperkuat oleh ansambel yang akan membuat film ini terasa fresh.


TIGER WONG

Film ini juga menjadi kolaborasi perdana Prilly Latuconsina bersama Baim Wong dan Tiger Wong Entertainment. Bagi Prilly, film ini memberikannya tantangan baru untuk menampilkan lapisan karakter yang berbeda dan unik.

"Di film ini aku memerankan karakter Rizki, seorang people pleaser yang sulit menolak permintaan orang lain. Untuk pertama kalinya, di film ini aku akan menjadi guru ngaji. Tunggu perubahan yang berbeda dari aku," ujar Prilly Latuconsina.

Sementara itu, bagi Fadil Jaidi, Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki akan menjadi film ketiganya, dan untuk pertama kalinya ia akan menjadi bagian dari pemeran utama.

"Ini kesempatan yang besar banget yang diberikan Baim dan Tiger Wong Entertainment untuk aku. Aku bermain bersama jajaran pemeran yang keren dan hebat banget, dan aku kalau biasanya aku bercanda di medsos, di sini justru aku harus serius," ujar Fadil Jaidi.

Tiger Wong Entertainment bersama Baim Wong sebelumnya secara tiga kali beruntun telah mencetak blockbuster lewat film Lembayung (2024), Sukma (2025), dan Semua Akan Baik-Baik Saja (2026). Film debut Tiger Wong Entertainment, Berbalas Kejam (2023) telah mencetak berbagai penghargaan.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki akan mengambil lokasi syuting di berbagai daerah di Indonesia, termasuk salah satunya di Sulawesi Selatan.

Ikuti terus perkembangan informasi film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment.


Tentang Tiger Wong Entertainment

Didirikan pada tahun 2020 oleh Baim Wong, Tiger Wong Entertainment berkembang dengan visi dan misi yang kuat untuk memberikan dampak besar dalam industri hiburan Indonesia.

Perusahaan ini berkembang dengan memproduksi berbagai acara TV populer. Beberapa di antaranya adalah Keluarga Bosque (Trans TV), Indonesia Giveaway (Trans 7), Rumah Teka-Teki (GTV), Bagi-bagi Angpau Asli Indonesia (RCTI), Cek Order Dadakan (RCTI), Panji Petualang 911 (SCTV), Rezeki Dadakan (NET TV), Bus Jutawan (RCTI), dan Tiba-Tiba Kuis (SCTV).

Selain acara televisi, Tiger Wong Entertainment juga telah menunjukkan eksistensinya dalam dunia hiburan dengan sukses merilis berbagai judul Film, seperti Berbalas Kejam (2023), Lembayung (2024), dan SUKMA (2025) yang telah disaksikan oleh jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Selasa, 07 Juli 2026

Film Kado Untuk Ibu Merilis Official Trailer & Poster: Usaha Anak Mencari Kado Ulang Tahun Menjadi Petualangan Seru Penuh Makna




​Jakarta, 7 Juli 2026 – Film terbaru dari Starvision bekerjasama dengan FMM Studios akan tayang di Bioskop 6 Agustus 2026, KADO UNTUK IBU karya Sutradara Amrul Ummami, berkolaborasi dengan Produser Chand Parwez Servia mempersembahkan kisah hangat keluarga setelah sukses film Senin Harga Naik yang meraih box office lebaran 2026. Hadirkan cerita yang penuh empati film KADO UNTUK IBU adalah perspektif kejujuran khas anak-anak yang sederhana ketika berusaha memberi kejutan untuk Ibu yang dicintainya.

​Melalui Official Trailer Film KADO UNTUK IBU ditampilkan perjuangan Ara mencari kado paling tepat dengan bantuan Faris, anggota pemadam kebakaran, mereka bersama-sama ke pasar hingga terjadi pencurian tas Ara yang berisi uang tabungan dari celengan ayamnya. Pengejaran pencuri membuat pencarian kado berubah jadi petualangan yang berujung petaka hilangnya Ara!

​Film KADO UNTUK IBU hadirkan deretan pemain piawai untuk memerankan karakter dari skenario M. Ali Ghifari di antaranya: Luisa Adreena, Emir Mahira, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Rey Bong, Elsa Japasal, Maizura, Mazaya Amania, Jordan Omar, Arif Alfiansyah, Dennis Adhiswara, Ence Bagus, Dio Pratama, Sadana Agung, Adam Xavier, Paloma Turagan, Maheera Yusuf, Vonny Anggraini, Siti Fauziah, Shafira Khadijah, Chacha Hits, Rama Jedi Master, Juju Mazaya, dan lain-lain.

​Chand Parwez Servia selaku produser menyampaikan, “Film KADO UNTUK IBU adalah realisasi komitmen Starvision untuk terus menghadirkan cerita kehangatan keluarga, sehingga kecintaan akan keluarga bisa tumbuh sejak usia dini. Disajikan dengan petualangan menyenangkan, dan merefleksikan situasi yang relate dengan penonton. Akan membawa penonton merasakan kembali serunya masa kanak-kanak yang indah, penuh tawa, juga keharuan melalui nilai-nilai kekeluargaan, kemanusiaan, perjuangan, dan makna pembuktian cinta.”



​“Usaha dalam pengungkapan rasa cinta kepada keluarga ada banyak cara melakukannya, Film KADO UNTUK IBU ilustrasi kita ketika memiliki impian untuk memberikan kado terindah buat ibu. Film ini juga menjadi film yang aman untuk ditonton segenap keluarga untuk merasakan kembali kehangatan keluarga dan interaksi sosial yang membahagiakan,”, Amrul Ummami selaku sutradara menambahkan.

​Bagi Luisa Adreena, KADO UNTUK IBU menjadi pengalaman yang menyenangkan. “Melalui Film ini aku merasa semakin mencintai Ibu. Bahagia sekali ketika Ibu, Bapak dan Kak Damkar selalu ngajarin aku dengan sabar, semua ini sungguh menjadi petualangan indah dan seru!”

​“Di Film KADO UNTUK IBU kita akan melihat bagaimana pengorbanan dari setiap anggota keluarga untuk mengungkapkan rasa cinta. Usaha yang dilakukan dari yang sudah dewasa hingga anak-anak secara bersama-sama ini menjadi seru untuk disimak. Sebuah tontonan reflektif tentang hubungan kita dengan orang-orang terkasih juga sesama.” Ungkap Emir Mahira.


Film KADO UNTUK IBU, tayang di Bioskop 6 Agustus!



Sinopsis

Faris, seorang damkar yang menanti kelahiran anak pertamanya, batal ke RS untuk dampingi istrinya karena harus membantu Ara mencari kado ulang tahun untuk ibunya. Perjalanan mereka menjadi petualangan seru yang mengajarkan banyak kebaikan juga memaknai kehilangan tak terduga.

Pemain & Tim Produksi

​Luisa Adreena – Ara
​Emir Mahira – Faris
​Agla Artalidia – Zizah
​Dimas Aditya – Musa
​Rey Bong – Yusuf
​Elsa Japasal – Zulaikha
​Maizura – Adis
​Mazaya Amania – Icha
​Jordan Omar – Boni
​Arif Alfiansyah – Pepeng
​Dennis Adhiswara – Pak Harto
​Ence Bagus – Pak Karsa
​Dio Pratama – Dio
​Sadana Agung – Pak Bondan
​Adam Xavier – Bumi
​Paloma Turagan – Mila
​Maheera Yusuf – Dini
​Vonny Anggraini – Ibu Ningsih
​Siti Fauziah – Ibu Toha
​Shafira Khadijah – Gina
​Chacha Hits – Nur
​Rama Jedi Master – Ayah Icha
​Juju Mazaya – Ibu Icha

​Produksi: Starvision, FMM Studios
​Produser: Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar, Ryan Kurniawan
​Sutradara: M. Amrul Ummami
​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia, M. Ali Ghifari
​Produser Lini: Andre Addin
​Penulis Skenario: M. Ali Ghifari
​Pengarah Artistik: Mai Harizon
​Penata Kamera: Mawan Kelana
​Penyunting Gambar: Wawan I. Wibowo, Riza I. Zulfikar
​Penata Suara: Aditya Trisnawan
​Perekam Suara: Febri Pratama
​Penata Musik: Hariopati Rinanto
​Penata Warna: In My Room
​Penata Grafis & VFX: Gabe Sima
​Penata Rias: Yulistiowati
​Penata Busana: Dwi Keke Novita
​Penata Peran: Arief Havidz, Erik Arifin
​Perancang Poster: Alvin Hariz
​OST: Terima Kasih Sudah Bertahan – Ghea Indrawari


Tentang Starvision

Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, Sekawan Limo, Dua Garis Biru, Sekawan Limo 2 Gunung Klawih, dan Senin Harga Naik. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna-meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Jumat, 03 Juli 2026

Official Trailer Film Dan Bandung Dirilis, Angkat Kisah Cinta Beda Kasta di Kota Bandung

 

Jakarta, 3 Juli 2026 – Verona Films secara resmi merilis official trailer film Dan Bandung, salah satu film romansa remaja yang paling dinantikan tahun ini. Diangkat dari novel terlaris karya Pidi Baiq, trailer berdurasi dua menit ini mengajak penonton menyelami kisah Basil dan Elma, mulai dari manisnya jatuh cinta, peliknya perbedaan latar belakang, hingga kerasnya kenyataan ketika restu orang tua menjadi tembok di antara mereka.

​Melalui proyek ini, sutradara Rudi Soedjarwo kembali ke dunia sinema romansa remaja untuk membawa penonton larut dalam dinamika emosi Basil dan Elma di tengah atmosfer romantis Kota Bandung.


Ketika Cinta Berhadapan dengan Perbedaan Latar Belakang

​Official trailer yang dirilis hari ini menyoroti kisah cinta anak muda melalui karakter Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon). Sebagai dua mahasiswa yang saling jatuh cinta, keduanya harus menghadapi kenyataan pahit bahwa mereka berasal dari latar belakang keluarga yang sangat berbeda.

Basil adalah pemuda gigih dari keluarga sederhana yang harus berjuang menghadapi ketidakpastian hidup, sementara sang ayah tengah mendekam di penjara. Di sisi lain, Elma berasal dari keluarga kaya raya yang membesarkannya dengan aturan-aturan ketat dari kedua orang tuanya (strict parents).

​Melalui rangkaian adegan yang manis sekaligus emosional, trailer ini memperlihatkan bagaimana perbedaan kasta sosial dan tidak adanya restu orang tua menjadi ujian terbesar bagi hubungan mereka. Sutradara Rudi Soedjarwo mengungkapkan bahwa konflik dalam film ini dirancang agar terasa dekat dengan realitas emosional penonton.

​"Saya ingin membawa gambaran kisah cinta yang sangat relatable dengan banyak anak muda. Perbedaan latar belakang menjadi ujian bagi Basil dan Elma, tapi saya percaya selalu ada harapan bagi mereka yang berani memperjuangkan cinta," ujar Rudi Soedjarwo.

​Produser Dan Bandung, Titin Suryani, juga mengungkapkan bahwa perjuangan untuk mendapatkan dan mempertahankan cinta merupakan pengalaman yang dapat dialami siapa saja, sehingga kisah dalam film ini akan terasa dekat bagi berbagai generasi.

​"Film Dan Bandung menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mendapatkan dan mempertahankan cinta bisa dialami siapa saja. Karena itulah kisah Basil dan Elma akan terasa dekat bagi banyak orang," tambah Titin Suryani.


Visual Ikonik dan Taburan Bintang Lintas Generasi

​Tak hanya menawarkan konflik yang menguras emosi, official trailer Dan Bandung juga menghadirkan visual Kota Bandung yang kaya akan identitas lokal. Setiap sudut kota dipilih dengan cermat, menjadikan Bandung sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan Basil dan Elma, seolah kota ini turut menyaksikan sekaligus merasakan setiap momen yang mereka lalui.

​Kekuatan cerita ini semakin lengkap berkat penampilan jajaran aktor berbakat lintas generasi. Selain Samo Rafael dan Shanna Shannon sebagai pemeran utama, film ini juga dibintangi Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Paul Aro, De Boer William, Raiqa Septia, Arswendy Bening Swara, Donny Damara, Jenny Zhang, Nugie, hingga Tike Priatnakusumah.

​Akankah kehangatan Kota Bandung mampu menyatukan dua hati yang dipisahkan oleh kasta dan restu?

​Saksikan pembuktian cinta Basil dan Elma dalam Dan Bandung, yang tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.

​Untuk informasi terbaru mengenai film Dan Bandung, ikuti akun media sosial resmi @filmdanbandung di Instagram.

Berikut Trailer nya



Suanggi: Ilmu Kutukan, Hadirkan Horor yang Terinspirasi dari Kisah Nyata Indonesia Timur ke Layar Lebar Tahun 2026

  Jakarta – Industri perfilman Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan kisah-kisah yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara. Tahun...