Rabu, 24 Juni 2026

KATYANA DAN WIDURI PUTERI RAYAKAN PERSAHABATAN PEREMPUAN LEWAT SINGLE TERBARU "LUPAKAN DIA"

 


Jakarta, 24 Juni 2026 — Di tengah banyaknya lagu tentang jatuh cinta dan patah hati, Katyana dan Widuri memilih menghadirkan sudut pandang yang berbeda melalui single terbarunya, "Lupakan Dia" yang menggambarkan percakapan akrab dua remaja perempuan. Tidak hanya bercerita tentang sulitnya melepaskan seseorang yang sebenarnya sudah diketahui tidak baik untuk diri kita, lagu ini juga menyoroti arti kehadiran sahabat yang setia mengingatkan dan menemani di tengah proses tersebut.

​Bagi Katyana, tema yang diangkat dalam lagu ini terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang seusianya. "Menurut aku, lagu ini menceritakan suatu pengalaman yang sangat universal, di mana ada dua sahabat yang lagi curhat dan membahas sesuatu yang sebenarnya sudah tahu jawabannya dan jelas banget, tapi kita tetap perlu konfirmasi lagi dari sahabat," ungkap Katyana.

Kolaborasi ini menjadi momen spesial bagi Katyana dan Widuri yang sama-sama tumbuh di dunia seni sejak usia muda. Chemistry yang terbangun dalam "Lupakan Dia" juga tidak lepas dari keduanya yang ingin menghadirkan kehangatan dan kedekatan yang kerap ditemukan dalam persahabatan remaja perempuan. Bagi Widuri, sosok sahabat memiliki peran penting dalam proses bertumbuh dan mengambil keputusan. "Teman yang baik, apalagi sebagai sesama perempuan, selain jadi partner seru untuk bermain dan bertualang juga yang mau mendengar dan memahami kita sebelum membuat keputusan," ujar Widuri. Semangat itulah yang kemudian menjadi pondasi dalam membawakan "Lupakan Dia", sebuah lagu yang menempatkan persahabatan sebagai inti cerita. Kolaborasi ini pun terasa semakin istimewa karena bagi Katyana, kesempatan bekerja sama dengan Widuri merupakan sesuatu yang sudah lama ia harapkan. "Aku senang banget bisa mendapatkan kesempatan untuk kolaborasi dengan Widuri. Aku dari dulu suka banget sama stylenya Widuri dan pengen banget ada proyek bareng dia," kata Katyana. Antusiasme yang sama juga dirasakan oleh Widuri saat pertama kali mendengar materi lagu tersebut. "So excited. Apalagi setelah dengar materi awal lagu 'Lupakan Dia'. Langsung nggak sabar mau latihan dan rekaman bareng Katyana," ujar Widuri.



​"Lupakan Dia" diciptakan oleh Rizky Maulana Hidayat, Shakira Jasmine, Tsaqib, dan Zara Adhisty melalui sebuah sesi workshop yang berlangsung secara spontan. Dari awal, mereka memang ingin menulis lagu duet perempuan yang menghadirkan dua perspektif berbeda dalam satu cerita: seseorang yang sedang terluka dan sahabat yang berusaha menguatkannya.

​Menurut Rizky Maulana Hidayat atau Ikiw, ide lagu ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan tema yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari para pendengarnya. "Di zaman sekarang terlalu banyak lagu yang konsepnya cinta-cintaan. Yang mengangkat persahabatan juga ada, tapi tidak sebanyak lagu cinta. Padahal kejadian seperti di lirik lagu ini, banyak terjadi di kehidupan persahabatan remaja perempuan," ujarnya.

​Bagi Shakira Jasmine, yang turut menulis lagu ini, situasi tersebut merupakan refleksi dari percakapan yang hampir selalu hadir dalam sebuah persahabatan. "Kalau misalnya lagi curhat sama teman atau lagi sharing sama teman, kita suka saling menguatkan sesama perempuan. Lagu ini sebenarnya lahir dari situ, dari obrolan yang natural antara sahabat," kata Shakira.

​Pengalaman serupa juga pernah disaksikan langsung oleh Katyana dari orang-orang terdekatnya. Dari situ, ia semakin memahami pentingnya kehadiran sahabat sebagai sistem pendukung di masa-masa sulit. "Aku sendiri pernah menyaksikan situasi ini di sahabat-sahabatku. Aku jadi belajar bahwa support dari teman untuk kita menyelesaikan sebuah masalah itu sangat penting," ujar Katyana.

​Dibalut dengan warna musik pop yang ringan, hangat, dan terasa seperti percakapan santai di sore hari, "Lupakan Dia" mengajak pendengar untuk menyadari bahwa proses melupakan seseorang memang tidak mudah. Namun, perjalanan tersebut akan terasa lebih ringan ketika dijalani bersama sahabat yang selalu hadir untuk mendengarkan, mengingatkan, dan menemani kita melewati setiap prosesnya.

​Single terbaru Katyana dan Widuri, "Lupakan Dia", telah resmi dirilis hari ini dan dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming. Lagu ini menjadi perayaan atas persahabatan perempuan yang hangat, suportif, dan penuh kasih. Lewat percakapan sederhana antara dua sahabat, "Lupakan Dia" mengingatkan bahwa terkadang yang paling kita butuhkan bukanlah jawaban baru, melainkan seseorang yang membantu kita menerima apa yang sebenarnya sudah kita ketahui sejak awal.



Trinity Optima Production (TOP)

​Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Pendaki Tersesat di Gunung Keramat! Film Petaka Gunung Welirang Bawa Kisah Horor dari Misteri yang Menguji Persahabatan di Tengah Teror Nyata Entitas Gaib Alas Lali Jiwo di Gunung Mistis!

 


Film Petaka Gunung Welirang tayang mulai 2 Juli 2026 di bioskop


​Jakarta, 24 Juni 2025 — Starvision menghadirkan film Petaka Gunung Welirang yang terinspirasi dari kisah nyata pendakian misterius di Gunung Welirang di Jawa Timur, tayang mulai 2 Juli 2026 di bioskop Indonesia. Film ini membawa kisah horor dari misteri yang menguji persahabatan saat mendaki gunung.

​Disutradarai oleh Indra Gunawan dari produser Chand Parwez Servia, film ini terinspirasi dari kisah nyata pendakian yang dialami oleh Maya Azka, dan naskahnya ditulis oleh Upi.

​Petaka Gunung Welirang menghadirkan teror gaib yang terasa menyeramkan saat para pendaki tersesat di sebuah hutan yang disebut Alas Lali Jiwo. Kisah-kisah yang selama ini hanya terdengar seperti mitos tentang hilangnya para pendaki di Gunung Welirang dan berbagai kejadian mistis, diceritakan secara nyata.

​Salah satu yang paling meneror adalah kehadiran entitas penjaga istana gaib Gunung Welirang, Ratu dan para penarinya, bunyi gamelan misterius yang bikin merinding, dan perbedaan alam yang membuat sang pendaki tak bisa mencari jalan pulang.

​Mengikuti pendakian lima sahabat, Satria (Antonio Blanco Jr), Naya (Alika Jantinia), Arga (Giulio Parengkuan), Noval (Razan Zu), dan Tita (Jinan Safa). Kelimanya mendaki Gunung Welirang bertepatan mendekati Malam 1 Suro. Mendaki di waktu yang sakral tersebut justru membawa kelimanya mengalami hal-hal gaib, hingga masuk ke alam gaib.

​“Petaka Gunung Welirang menyajikan kisah horor yang akan membuat penonton merinding, namun sekaligus mengharukan dari cerita persahabatannya. Kita bisa melihat bagaimana Arga, Satria, dan Naya berjuang untuk bisa keluar dari Alas Lali Jiwo, sementara Noval dan Tita yang tidak ikut summit terus berjuang mencari 3 sahabatnya. Kisah inilah yang akan mengingatkan kita tentang keyakinan dan persahabatan,” ujar produser Chand Parwez Servia.

​“Proses syuting Petaka Gunung Welirang sangat menantang. Kami mengambil beberapa lokasi yang memang ikonik di sepanjang jalur pendakian Gunung Welirang, termasuk air terjun yang memiliki keindahan luar biasa namun menyimpan energi magis yang sangat kuat,” tambah sutradara Indra Gunawan.

​Antonio Blanco Jr, yang memerankan karakter Satria di film ini mengungkapkan Petaka Gunung Welirang menjadi pengalaman pertamanya syuting di jalur pendakian.

​"Medannya sangat menantang dan memang membutuhkan fisik yang kuat. Beruntungnya aku memang terbiasa berolahraga, jadi itu sangat membantuku saat di lokasi. Di sini aku belajar hal positif dari filmnya, mulai dari menghormati nilai-nilai kepercayaan lokal dan tentunya cerita tentang persahabatannya yang bikin relate, kita pasti sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang melatih diri kita untuk mengendalikan ego sendiri," ujar Antonio Blanco Jr.

​Bagi Giulio Parengkuan, Petaka Gunung Welirang mengajarkan tentang nilai untuk bisa saling percaya terhadap teman dan tak mementingkan ego pribadi. "Aku memerankan Arga, pendaki yang sangat keras kepala dan mementingkan diri sendiri saat mendaki, dan pada akhirnya ikut mencelakakan teman-temannya, dia akhirnya tersadar bahwa dalam berteman kita tidak bisa mementingkan diri sendiri," kata Giulio.

​Bagi Alika Jantinia, Petaka Gunung Welirang mengajarkan nilai positif tentang ego dan kejujuran. Salah satu yang menarik di film ini adalah kisah persahabatannya untuk bisa menyingkirkan ego masing-masing agar mereka selamat.

​"Di film ini kita bisa belajar bahwa memang ada entitas lain di sana, yang menguji adab dan ego kita, apalagi bagi seorang pendaki. Kejujuran dalam niat mendaki itu benar-benar harus dibuka. Ada banyak pesan positif yang akan penonton rasakan saat keluar bioskop," ungkap Alika.

​Film Petaka Gunung Welirang akan menghadirkan horor pendakian gunung dari kisah survival lima sahabat di alam liar yang diangkat dari kisah nyata tentang pendakian di Gunung Welirang, Jawa Timur yang akan menjadi hiburan dengan teror mencekam dalam kisah yang menyentuh.

​Tonton film Petaka Gunung Welirang di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026! Ikuti perkembangan terbaru film Petaka Gunung Welirang melalui akun media sosial resmi di Instagram @petakagunungwelirang, @starvisionplus, dan TikTok @StarvisionMovie.


***


​Sinopsis

5 sahabat merayakan kelulusan dengan mendaki Gunung Welirang. Ketika pendakian melewati Alas Lali Jiwo, mereka mendengar suara gamelan. Berbagai peristiwa misteri terjadi, dan mereka terpisah dalam pusaran dimensi teror magis Alas Lali Jiwo!


Pemain dan Tim Produksi

​Antonio Blanco Jr — Satria

Alika Jantinia — Naya

Giulio Parengkuan — Arga

Razan Zu — Noval

Jinan Safa — Tita

Hana Saraswati — Putri Welirang

Ramon Y Tungka — Pak Joko

Agus Kuncoro — Om Heru

Jameelah Saleem — Sekar

Derry Oktami — Kuncen

Cak Ukil — Pak Cokro

Shatora Narajan — Bagaskara

Astri Nurdin — Santi

Ruth Marini — Ibu Marsih

Tutus Thomson — Petugas Jaga

Gilbert Pattiruhu — Bapak Satria

Lucky Moniaga — Bapak Tua/Penambang

​Produksi — Starvision

Produser — Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar

Sutradara — Indra Gunawan

Produser Eksekutif — Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

Produser Lini — Eko Gumilang

Penulis Skenario — Upi

Dari Cerita — Maya Azka

Pengarah Artistik — Oscart Firdaus

Penata Kamera — Ujel Bausad

Penyunting Gambar — Wawan I. Wibowo

Penata Suara — Aditya Trisnawan

Perekam Suara — Oky S Nugroho

Penata Musik — Mikhael Alpha Beltsazar

Penata Warna — Chressandy Rorimpandey

Penata VFX — The Organism

Penata Rias & Efek — Anel Ismail

Penata Busana — Diah Wattab

Penata Peran — Arief Havidz, Elhan Shaleh

Perancang Poster — Alvin Hariz

OST

Trimakasih Bijaksana – Sheila On 7

Tempat Aku Pulang – Fiersa Besari


​Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Selasa, 23 Juni 2026

​4 Jurnalis Memburu Berita Kriminal Terbesar Abad Ini di Film Memburu Pemangsa, Horror Crime Action yang Dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem

Film Memburu Pemangsa tayang 24 September di seluruh bioskop Indonesia


​Jakarta, 22 Juni 2026 – Sinemaku Pictures datang dengan karya segar terbarunya, garapan sutradara Umay Shahab, horror crime action berjudul Memburu Pemangsa. Film ini menjadi judul terakhir dari slate Sinemaku Pictures tahun ini yang diumumkan pada awal tahun dengan working title Siksa Sampai Mati.

​Dalam video terbaru yang dirilis melalui kanal media sosial Sinemaku Pictures, diperkenalkan jajaran 4 pemeran utama yang memerankan karakter jurnalis: Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Di video menampilkan petunjuk-petunjuk tentang film ini yang ceritanya akan mengikuti kisah empat jurnalis tersebut memburu satu pemangsa yang bekerja sama dengan iblis.

​Unsur misteri di film ini juga terasa dari cuplikan video, lewat berkas-berkas kriminalitas serta adegan kesurupan dan adegan aksi penuh ketegangan dengan intensitas tinggi.

​Selain keempat jajaran pemeran perempuan yang tampil sebagai para pemburu tangguh, film ini juga akan dibintangi oleh Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Norman Akyuwen, Jordan Omar, Ruth Marini dan Shareefa Daanish.

​"Film Memburu Pemangsa menjadi eksplorasi terbaru dari Sinemaku Pictures, yang selama ini dikenal kuat lewat genre drama. Kali ini kami melangkah ke ranah yang lebih gelap. Lewat genre horror crime action, kami mengikuti seorang jurnalis investigasi yang menelusuri kasus kriminal terbesar abad ini, dan menemukan bahwa yang paling menakutkan bukanlah sesuatu yang gaib, melainkan monster yang berwajah manusia, hidup di tengah kita, dan mengincar mereka yang paling kita jaga. Ini isu yang nyata dan meresahkan, dan kami ingin penonton merasakannya bukan sebagai berita yang lewat begitu saja, tapi sebagai renungan yang ikut mereka bawa pulang," ujar sutradara Umay Shahab.

​"Memburu Pemangsa mendorong aku jauh keluar dari zona nyaman. Untuk memerankan jurnalis investigasi ini, aku sempat menemui sejumlah jurnalis dan pimpinan redaksi media demi memahami dunia mereka dari dekat. Tapi di balik semua tantangan itu, buat aku film ini penting karena apa yang diperjuangkan. Semakin dalam aku masuk ke peran ini, semakin aku sadar betapa nyata ancaman yang dihadapi mereka yang paling rentan di sekitar kita. Ini bukan sekadar film yang menegangkan, tapi film yang harus dibicarakan," tambah salah satu pemeran Prilly Latuconsina.

​Sementara itu, Laura Basuki mengungkapkan Memburu Pemangsa membawanya kembali mengeksplorasi akting di genre film horor juga untuk pertama kalinya bermain di film action.

​"Salah satu alasanku menerima tawaran bermain di film ini adalah karena isu penting yang dibawa Memburu Pemangsa, sampai aku memutuskan bergabung meski hanya punya waktu persiapan selama 17 hari. Selain karena aku berkesempatan mengeksplorasi karakter yang aku perankan, film ini juga menandai kembalinya aku berakting ke genre horor untuk pertama kalinya sejak 2018. Dan ini juga pertama kalinya aku bermain di film action, sebuah eksplorasi baru untuk aku" ujar Laura Basuki.

​Memburu Pemangsa akan menjadi debut Horror Crime Action Umay Shahab yang menjadi film paling ambisins dari Sinemaku. Film ini juga diperkuat dengan mempersatukan tiga Ratu Horor Indonesia, serta menjadi horror action pertama Laura Basuki, dan action pertama Prilly Latuconsina.

​Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa. Tonton film Memburu Pemangsa di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026!



Tentang Sinemaku Pictures

Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan pada tahun 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Berfokus pada pengembangan cerita yang relevan dan emosional, Sinemaku Pictures telah menghasilkan sejumlah film box office, antara lain Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolohkah Sekali Saja Kumenangis (2024), serta Perayaan Mati Rasa (2025).

​Sinemaku Pictures berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya yang autentik dan berdampak bagi industri perfilman Indonesia.

Netflix, APROFI, dan BPI Mencari Sineas Muda Film Anak dan Keluarga melalui Program Cerita Anak Nusantara

 

Cerita Anak Nusantara membuka jalan bagi sineas baru untuk mengembangkan ide cerita hingga treatment skenario, dengan bimbingan langsung dari para filmmaker berpengalaman.

Jakarta, 23 Juni 2026. Netflix, bekerja sama dengan, Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI), meluncurkan Cerita Anak Nusantara, sebuah program kompetisi dan pengembangan ide cerita film panjang yang berfokus pada tema anak, remaja, dan keluarga Indonesia. Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup pada 1 Juli 2026.

Didukung oleh Netflix Fund for Creative Equity, inisiatif ini lahir dari sebuah pengamatan industri film Indonesia saat ini di mana penonton keluarga Indonesia semakin tumbuh, semakin kritis, dan semakin aktif mencari konten yang mencerminkan realitas dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari. Kesuksesan film ramah keluarga terbukti di film animasi Jumbo (2025) karya Ryan Adriandhy berhasil mencatatkan rekor luar biasa dengan meraih lebih dari 10 juta penonton di bioskop nasional.

Cerita Anak Nusantara hadir sebagai medium mencari ide cerita autentik melalui kompetisi ide cerita. Sepuluh finalis terpilih akan menjalani proses pengembangan proyek, mulai dari ide cerita hingga menjadi treatment skenario yang matang, didampingi melalui serangkaian lokakarya dan sesi mentorship bersama sineas Indonesia yang telah memiliki rekam jejak di film bertemakan anak, remaja, dan keluarga. Program ini dirancang untuk menemukan ide terbaik dan memastikan ide cerita berkembang serta mendorong regenerasi sineas di Indonesia.

”Keluarga kini semakin banyak meluangkan waktu untuk menonton bersama, termasuk judul-judul seperti KPop Demon Hunters, Stranger Things dan Jumbo yang relevan untuk berbagai kalangan usia. Ada peluang besar untuk mengembangkan cerita yang ramah keluarga dan menghadirkan ekosistem tontonan yang aman dan terpercaya.

Bersama-sama, kami ingin menciptakan ruang yang dapat memberikan rasa nyaman bagi orang tua, dengan cerita berkualitas yang menghibur, memperkaya pengalaman anak dan memicu percakapan bermakna,” ujar Ruben Hattari, Director of Global Affairs, Southeast Asia, Netflix.

“Film anak dan keluarga Indonesia bukan genre kecil, ini adalah cermin dari cara kita memandang generasi berikutnya. Lewat Cerita Anak Nusantara, kami ingin membuktikan bahwa sineas Indonesia punya kapasitas untuk mengisi layar dengan cerita yang relevan, autentik, dan layak ditonton bersama keluarga. APROFI percaya bahwa investasi terbaik dalam industri ini dimulai dari cerita yang kuat yang dibuat oleh pembuat sineas muda”, ungkap Edwin Nazir, Ketua Umum APROFI.

"BPI melihat Cerita Anak Nusantara sebagai bagian dari upaya bersama membangun fondasi industri film anak dan keluarga yang lebih kuat. Cerita yang lahir dari sineas muda Indonesia, yang tumbuh dari pengalaman nyata dan pemahaman mendalam tentang keluarga Indonesia, adalah investasi jangka panjang bagi industri ini. Kolaborasi APROFI, BPI, dan Netflix dalam program ini membuktikan bahwa ekosistem perfilman kita bisa bergerak bersama, saling menguatkan," ungkap Fauzan Zidni, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia.

Program ini terbuka bagi sineas Indonesia yang ingin mengembangkan cerita fiksi orisinal untuk film panjang dengan rating Semua Umur (SU), 7+, atau 13+. Cerita tidak harus berbasis cerita rakyat, melainkan cerita dengan tema anak, keluarga, persahabatan, petualangan, drama remaja, komedi, hingga fiksi ilmiah semuanya disambut, selama karakter utamanya adalah anak-anak dan/atau keluarga Indonesia, dan seluruh latar cerita berlokasi di Indonesia.

Cerita Anak Nusantara diprioritaskan bagi sutradara yang baru memulai, mereka yang pernah terlibat dalam produksi film pendek dan maksimal telah menyutradarai satu film panjang. Sutradara yang telah terlibat dalam lebih dari satu film panjang tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi.

Informasi lengkap mengenai mekanisme submisi, regulasi, dan timeline dapat diakses melalui www.ceritaanaknusantara.id

— AKHIR —


Tentang Netflix

Netflix adalah salah satu penyedia layanan hiburan terkemuka di dunia, menyuguhkan serial TV, film, game, dan program live dalam berbagai genre dan bahasa. Anggota dapat memutar, menjeda, dan melanjutkan menonton sesuka mereka, kapan saja, di mana saja, dan dapat mengubah paket mereka kapan pun. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berita terbaru dari Netflix,silakan kunjungi Netflix Media Center.

Tentang Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) Dibentuk pada 17 Oktober 2013, anggota APROFI adalah individu profesional yang memiliki perusahaan film atau tidak, yang cakupan tanggung jawabnya meliputi kepemilikan atas HAKI, Perencanaan Produksi, Manajemen Pendanaan, Manajemen Produksi, Distribusi, dan Promosi. APROFI memiliki misi mencapai industri film yang menghasilkan film Indonesia yang unggul dengan lingkungan kerja yang tidak berkompromi dalam kualitas dan selalu berinovasi dengan jangkauan distribusi yang luas sehingga menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dan internasional.


Tentang Badan Perfilman Indonesia (BPI)

Berdiri pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009, Badan Perfilman Indonesia adalah lembaga swasta mandiri yang dibentuk masyarakat sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen perfilman Indonesia: dikukuhkan Presiden, difasilitasi Pemerintah. BPI memiliki tugas: memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mendorong kebijakan perfilman dan mempercepat PP Rencana Induk Perfilman Nasional dan PP Sanksi. Menyelenggarakan dan mengikuti festival film di dalam dan luar negeri. Mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing. Melakukan penelitian dan pengembangan perfilman. Memberikan penghargaan kepada insan perfilman. Memfasilitasi pendanaan pembuatan film bermutu tinggi.

Minggu, 21 Juni 2026

NEONA TEGUR SI DIA YANG TAK KUNJUNG PASTI LEWAT SINGLE TERBARU “PLIN PLAN”

 

Masih mengusung energi fun dan centil khasnya dalam warna hip-dut yang segar, NEONA kembali hadir dengan lagu yang mewakili keresahan anak muda tentang hubungan yang tak kunjung pasti.

​Jakarta, 15 Juni 2026 — Setelah menyuarakan keresahan tentang hubungan tanpa kepastian melalui single LUPA!, penyanyi muda berbakat NEONA kembali melanjutkan ceritanya lewat single terbaru berjudul PLIN PLAN. Masih mengusung warna musik hip-dut yang fun, catchy, dan penuh karakter, PLIN PLAN hadir sebagai lagu yang mewakili rasa kesal ketika seseorang terus digantung dalam hubungan yang tidak jelas arahnya.

​Jika LUPA! berbicara tentang keberanian meminta kepastian, maka PLIN PLAN menjadi respons ketika kepastian itu tak kunjung datang. Lewat lirik yang ringan, jenaka, namun tetap tajam, NEONA menyuarakan perasaan banyak anak muda yang lelah menghadapi pasangan yang terus berubah pikiran dan tidak berani menentukan arah hubungan.

​“Lagu PLIN PLAN bercerita tentang seseorang yang digantungin terus sama orang yang dia suka. Hubungannya nggak jelas, maunya apa juga nggak tahu. Aku rasa ini masalah yang cukup banyak dialami seumuran aku, jadi waktu workshop lagu ini, temannya langsung terasa relate banget,” ujar NEONA. Melalui lagu ini, NEONA juga menyampaikan pesan sederhana namun tegas untuk siapa saja yang masih berada dalam situasi serupa. “Kalau memang nggak yakin, bilang aja. Jangan ngegantung, jangan mainin perasaan orang, dan jangan plin-plan,” tambahnya.

​Proses kreatif PLIN PLAN kembali mempertemukan NEONA dengan tim yang sebelumnya menggarap LUPA!, yaitu Anangga Surya Dewangga dan Yosua Albert atau DIA yang tergabung dalam AntiNRML. Lagu ini lahir dari workshop kreatif yang melibatkan NEONA secara langsung dalam pengembangan ide dan penulisan lirik, sehingga mampu merepresentasikan pengalaman dan perspektif remaja masa kini secara autentik.

​Menurut Anangga, keterlibatan NEONA menjadi elemen penting dalam membentuk karakter lagu ini. “Kami ingin melanjutkan warna yang sudah dibangun lewat LUPA!, tetapi dengan karakter yang lebih dewasa. PLIN PLAN tetap mempertahankan sisi tengil dan centil khas NEONA, namun dengan cara penyampaian yang lebih berani dan tegas. Karena ceritanya datang dari sudut pandang perempuan yang sedang kesal, keterlibatan NEONA sangat membantu untuk membuat emosinya terasa lebih spesifik dan nyata,” jelas Anangga.

​Sebagai produser, DIA juga melihat PLIN PLAN sebagai kelanjutan yang natural dari perjalanan musikal NEONA. “Benang merah antara LUPA! dan PLIN PLAN adalah keduanya sama-sama seru, menyenangkan, dan punya energi yang kuat. Kami ingin menghadirkan lagu yang bisa membuat pendengar ikut bernyanyi, tetapi tetap merasa dekat dengan cerita yang disampaikan,” ungkap DIA.

​Dengan kombinasi lirik yang relate, karakter musik hip-dut yang semakin matang, serta kepribadian NEONA yang semakin kuat sebagai seorang penyanyi, PLIN PLAN menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan musikal NEONA yang terus berkembang. Lagu ini diharapkan dapat menjadi teman bagi siapa saja yang pernah menunggu kepastian terlalu lama, sekaligus pengingat bahwa tidak ada alasan untuk terus bertahan dalam hubungan yang arahnya tidak jelas.

​Single PLIN PLAN dari NEONA sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital di Indonesia mulai 15 Juni 2026.



Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

​“Main ke Rumah” Yura Yunita, Perunggu Jadi Tamu Pertama yang Berkolaborasi

 

​Series video live performance terbaru dari Yura Yunita ini siap menyuguhkan kolaborasi intim dengan deretan musisi, dimulai dengan penampilan hangat bersama Perunggu


​Jakarta, 18 Juni 2026 — Pintu hangat “Main ke Rumah” resmi dibuka. Yura Yunita meluncurkan series video live performance terbarunya yang mengusung konsep kebersamaan intim tanpa sekat dengan beragam musisi melalui kanal YouTube-nya. Sebagai suguhan pembuka, suasana hangat nan guyub langsung terasa di episode pertama saat Yura menyambut grup band, Perunggu, untuk bertamu dan melebur bersama dalam aransemen segar lagu “Mau Jadi Apa?”.

​Mau Jadi Apa? versi kolaborasi dengan Perunggu memberikan warna baru dan segar lagu tersebut, yang video musiknya telah disaksikan lebih dari 1,9 juta views. Karakter vokal Yura dan Maul Ibrahim, vokalis Perunggu, begitu menyatu dan kita bisa mendengarkan kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

​Mengusung konsep hangat dengan jamming session di ruang tamu, Yura seperti mengajak kita untuk ikut dalam kunjungan Perunggu ke rumahnya, yang juga baru selesai direnovasi tersebut.

​“Aku merenovasi rumah ini juga karena mimpinya ingin banget banyak teman-teman bisa datang ke rumah, termasuk teman-teman musisi. Dan kebetulan Perunggu juga main ke rumah aku dan kami bersenang-senang, dengan jamming santai,” ujar Yura Yunita.

​“Biasanya kan kami berada di ingar-bingar di atas panggung, tapi justru dengan main ke rumah suasananya jadi lebih intim, jadi lebih dekat juga antara pertemanan sesama musisi. Aku merasa ini hal yang mewah sekali, punya keintiman bermusik seperti ini. Kami berbagi kesenangan dan berbagi keintiman dengan main ke rumah ini, justru ini hal yang bikin hati lebih penuh,” tambah Yura.

​Perunggu, yang digawangi Maul Ibrahim, Adam Adenan, dan Ildo Hasman pun antusias saat main ke rumah Yura dengan nuansa baru dan hangat, namun sekaligus bisa saling berkolaborasi secara natural.

Maul sendiri mengungkapkan awal pertemanan dan perkenalan dengan Yura justru bermula dari Ildo Hasman, drummer Perunggu, yang merupakan teman main tenis Yura.

​Perunggu sendiri sebelumnya pernah mengajak Yura berkolaborasi di atas panggung di salah satu pertunjukan mereka di Bandung. Saat Main ke Rumah Yura dan jamming Mau Jadi Apa?, menurut Maul menjadi kesempatan berbeda untuk mengenal musik Yura lebih dekat.

​“Lagu Mau Jadi Apa? itu bagus dan seru. Saat Main ke Rumah Yura, kami rasanya enggak mau rearrange lagunya. Penginnya bunyinya tetap dengan yang aslinya, cuma dibawakan dalam bentuk yang lebih nongkrong, jadi seperti iseng-iseng main gitar di rumah orang,” ujar Maul Ibrahim.

Tak hanya Perunggu yang Main ke Rumah, Yura juga akan membagikan pengalamannya berkolaborasi dengan para musisi lainnya yang dapat disaksikan dalam episode mendatang di serial Main ke Rumah di kanal YouTube Yura Yunita. Episode perdana Main ke Rumah Yura dapat disaksikan di tautan berikut Main ke Rumah Yura Yunita & Perunggu - Mau Jadi Apa? (Live Session).

​Saksikan kehangatan dan sisi lain Yura bersama para musisi dalam serial Main ke Rumah yang bisa disaksikan mulai 18 Juni 2026 di YouTube Yura Yunita. Serial ini juga akan menjadi perjalanan menuju perilisan album terbaru Yura tahun ini.

Dibintangi Adhisty Zara & Devano, Video First Look Film Rumah Singgah Ditonton 4 Juta Orang hanya dalam 1 Hari

 

Film Rumah Singgah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures akan tayang bulan Agustus di bioskop Indonesia


​Jakarta, 20 Juni 2026 — Pada Kamis lalu, 18 Juni 2026, film Rumah Singgah mempublikasikan video first look atau video perdananya melalui akun resmi media sosial film, para aktornya, rumah produksi serta rekan-rekan eksibitor. Unggahan tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari warganet, di mana dalam satu hari saja sudah mencapai total 4 juta views. Video berdurasi 38 detik tersebut menampilkan kolase potongan adegan-adegan, memperlihatkan look atau warna yang merepresentasikan keseluruhan film, para aktor yang terlibat, serta aksi dan reaksi tanpa dialog dari para aktornya.

​Reaksi positif publik terlihat pada kolom komentar, sebagian besar di antaranya mengungkapkan rasa tidak sabar ingin segera menonton film Rumah Singgah, ada pula yang memberi ungkapan emosi seperti "Nyeseknya sampe siniii" (@ilhahoam). Banyak juga di antaranya memberikan komentar baik yang ditujukan kepada Adhisty Zara sebagai salah satu aktor film Rumah Singgah. Antusiasme ini menandai kehadiran kembali Zara sebagai aktor utama dalam film layar lebar menjadi hal yang sangat dirindukan dan dinantikan oleh penonton.

​Film Rumah Singgah adalah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures serta disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo. Rumah Singgah dibintangi oleh Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Dewi Irawan, dan Aming. Ikuti perjalanan dan informasi terbaru film Rumah Singgah di akun-akun resmi media sosialnya. Film Rumah Singgah akan tayang di bioskop Indonesia bulan Agustus 2026.

​Hashtag : #rumahsinggah #filmrumahsinggah

Instagram : @rumahsinggahfilm

Threads : @rumahsinggahfilm

TikTok : @filmrumahsinggah


Berikut Firs Look Film Rumah Singgah



KATYANA DAN WIDURI PUTERI RAYAKAN PERSAHABATAN PEREMPUAN LEWAT SINGLE TERBARU "LUPAKAN DIA"

  Jakarta, 24 Juni 2026 — Di tengah banyaknya lagu tentang jatuh cinta dan patah hati, Katyana dan Widuri memilih menghadirkan sudut pandang...