Selasa, 24 Maret 2026

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” Resmi Luncurkan Poster Perdana, Siap Tayang 9 April 2026

 


Jakarta, 24 Maret 2026 — Film drama keluarga “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” resmi meluncurkan poster perdana sebagai langkah awal menuju penayangan di bioskop pada 9 April 2026.

Diproduksi oleh Five Elements Pictures dan Kults Creative, film ini disutradarai oleh Kuntz Agus dan ditulis bersama Oka Aurora. Film ini juga diproduseri oleh Ody Mulya dan Soemijato Muin. Film ini diangkat dari buku yang fenomenal dengan judul yang sama karya Khoirul Trian.

Dibintangi oleh Mawar Eva De Jongh, Rey Bong, Dwi Sasono, Baskara Mahendra, Unique Priscilla, Kiara McKenna, Dinda Kanya Dewi, dan Azami Syauqi yang mengangkat kisah Dira.

Poster perdana yang telah dirilis menghadirkan nuansa emosional yang menggambarkan Film Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya? kehangatan sekaligus kerapuhan sebuah keluarga.

Official Poster 


Poster Perdana Resmi Dirilis 

Sebagai langkah awal menuju penayangan, film ini telah resmi meluncurkan poster perdana yang menampilkan nuansa emosional dan atmosfer keluarga yang hangat sekaligus rapuh. Poster ini menjadi gambaran awal dari konflik yang akan dihadapi para karakter dalam film.

Tentang Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” mengangkat kisah Dira, seorang anak perempuan yang tumbuh bersama ayah yang selalu ada secara fisik, namun tak pernah benar-benar hadir secara emosional.

Dira dan Darin dibesarkan di sebuah rumah sekaligus warung yang terlihat hangat dari luar, namun menyimpan banyak diam dan janji yang tak pernah terpenuhi. Sang ibu, Lia, bekerja tanpa lelah demi menjaga keluarga tetap utuh, sementara sosok ayah, Yudi, hadir tanpa mampu memberikan peran yang berarti.

Kenangan masa kecil yang sederhana perlahan berubah ketika sebuah insiden menghancurkan stabilitas keluarga. Peristiwa ini membuka tabir kenyataan: utang yang menumpuk, ketidakpastian masa depan, dan luka emosional yang selama ini tersembunyi.

Dalam situasi krisis tersebut, Dira dipaksa tumbuh lebih cepat, mengambil peran orang dewasa, dan mencari arah hidup yang tak pernah ia dapatkan dari sosok yang paling ia rindukan—ayahnya sendiri.


SINOPSIS :

Bahasa Indonesia 

Seorang anak perempuan tumbuh serumah dengan ayah yang selalu ada namun tak pernah benar-benar hadir, ketika krisis keluarga memaksanya menanggung beban orang dewasa, ia harus belajar hidup tanpa arah yang seharusnya datang dari sosok yang paling ia rindukan: ayahnya sendiri.

Dira dan Darin tumbuh di bawah atap “Soto Bu Lia”: sebuah rumah-warung yang tampak akrab dari luar tapi dipenuhi bisu—kata-kata yang tak sempat diucap dan janji-janji yang selalu meleset. Yudi ada di sana, tapi kehadirannya tidak pernah memberi arah; Lia bekerja tanpa henti, menutupi utang dan luka keluarga agar tampak utuh untuk anak-anaknya. Kenangan awal mereka manis dan sederhana, namun di bawahnya tersimpan kekosongan yang menunggu pemicu.

Segalanya berubah saat sebuah insiden domestik, ledakan kompor yang brutal menghantam langsung rutinitas keluarga: Lia terluka parah, penopang utama rumah tangga runtuh. Lalu rumah menjadi rumah sakit darurat, dan beban biaya medis menjulang. Momen itu membuka pintu ke kerapuhan yang selama ini disembunyikan: utang yang menumpuk, ketidakpastian, dan kebenaran yang tak lagi bisa ditutup dengan senyum. Dari situ kehidupan keluarga yang semula berputar dalam kebiasaan dipercepat menjadi darurat, dan Dira ditarik ke garis depan perjuangan.


Bahasa Inggris

A young girl grows up in the same household as a father who is always present, yet never truly there. When a family crisis forces her to carry adult responsibilities, she must lear

Dira and Darin grow up under the roof of “Soto Bu Lia,” a home-turned-eatery that appears warm from the outside but is filled with silence words left unspoken and promises that are constantly broken. Yudi is there, but his presence never offers direction; Lia works tirelessly, concealing debt and family wounds to keep the family looking whole for her children. 

Their early memories are sweet and simple, yet beneath the Everything changes when a domestic incident a brutal stove explosion shatters the family’s routine. Lia is severely injured, and the household’s main support collapses. The home turns into an emergency infirmary as medical expenses rise. That moment opens the door to long- hidden fragility: mounting debt, concealment, and truths that can no longer be covered with a smile. From then on, a family life once driven by routine is thrust into crisis, and Dira is pulled to the front line of the struggle.


Genre Film : Drama Keluarga

Produser : Ody Mulya, & Soemijato Muin

Sutradara : Kuntz Agus

Penulis : Oka Aurora & Kuntz Agus

Produksi : Five Elements Picture & Kults Creative

Casts : Rey bong, Mawar De Jongh, Dwi Sasono, Unique Priscilla, Baskara Mahendra, Kiara Mckenna, Dinda Kanya Dewi, Azami Syauqi

Minggu, 22 Maret 2026

Laleilmanino Membawa Kebahagiaan Lewat Lagu dan Video Musik OST Na Willa "Sikilku Iso Muni"

 


Jakarta, 20 Maret 2026 — Film terbaru persembahan Visinema Studios, Na Willa telah tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026 dan terbukti berhasil membuat semua penontonnya keluar dengan bahagia. Salah satu alasannya adalah hadirnya lagu dan adegan musikal dalam filmnya. Lagu berjudul "Sikilku Iso Muni" yang ditulis oleh trio Laleilmanino sukses membuat penonton bersenandung.

Mulai tanggal 19 Maret, Original Motion Picture Soundtrack film Na Willa "Sikilku Iso Muni" sudah bisa didengarkan di Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan TikTok. Lagu yang dinyanyikan oleh Luisa Adreena dan Azamy Syauqi dengan diiringi oleh Laleilmanino memberikan suasana hidup dengan musik yang ceria.

Selain kehadiran lagunya, Sikilku Iso Muni juga hadir dalam bentuk video musik yang memperluas pengalaman penonton terhadap dunia Na Willa. Disutradarai oleh Bobby Zarkasih, video musik ini mengusung pendekatan performatif yang menonjolkan mood ceria, fun, dan penuh warna, dengan visual elemen-elemen dunia Na Willa yang dihadirkan secara imajinatif dalam skala besar layaknya diorama. Video musik ini telah resmi dirilis dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube Visinema Pictures.

Sebelumnya, video musik ini juga sempat diputar secara eksklusif sebagai kejutan bagi penonton reguler di CGV Grand Indonesia, pada hari ini, Jumat 20 Maret 2026, menghadirkan pengalaman yang lebih spesial bagi mereka yang telah lebih dulu menyaksikan filmnya di bioskop.

"Kami merasa terhormat bisa kembali bekerja sama dengan Ryan Adriandhy dan Visinema Studios untuk "Sikilku Iso Muni". Bagi kami, lagu "Sikilku Iso Muni" ingin memberikan pelajaran pada teman-teman, bahwa kehilangan bukanlah akhir, tetapi merupakan sebuah perjalanan baru," ujar Nino dari Laleilmanino.

Lagu "Sikilku Iso Muni" terinspirasi dari salah satu peristiwa dan dialog yang ada di novel karya Reda Gaudiamo, yang diadaptasi ke dalam film ini. Menurut Ryan, saat ia membaca novelnya, ada salah satu dialog yang sudah membuatnya terbayang bisa diwujudkan menjadi sebuah adegan musikal yang ceria.

"Saat membaca novelnya, ada satu bab ketika Na Willa menjenguk Dul. Bu Reda menuliskan dengan sangat indah sekali. Tulisannya, 'Dul dengan bangga bilang bahwa sikilku iso muni (kakiku bisa berbunyi). Lalu aku dan Dul menyanyi berdua, dan Mak dari pinggir memperhatikanku dengan mata basah.' Ini ada satu momen di novel yang memang tidak dijelaskan mereka nyanyinya seperti apa, namun aku merasa ini adalah jantung cerita yang sayang jika tidak disertakan dalam alih wahana audio visual. Dan menurutku Laleilmanino adalah orang yang tepat untuk menggarapnya," ujar sutradara Ryan Adriandhy.

"Di Na Willa, musik menjadi bagian dari cara kami bercerita. "Sikilku Iso Muni" lahir dari semangat dunia anak-anak yang sederhana tapi penuh imajinasi," tambah Ryan.

Saatnya #Bahagia Bareng Na Willa di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026 dan momen Lebaran! Dengarkan "Sikilku Iso Muni" di seluruh platform streaming digital.



Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.


Catatan Produksi:

Judul Film : Na Willa

Genre : Drama, Keluarga

Sutradara : Ryan Adriandhy

Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem

Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari

Ko-Produser : Mia A. Santosa

Produser Lini : Tersi Eva Ranti

Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda

Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya

Sinematografer : Yadi Sugandi

Desainer Produksi : Sri Rini Handayani

Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak

Penata Rias : Notje M. Tatipata

Penata Suara : Siti Asifa Nasution

Penyunting : Teguh Raharjo

Komposer : Ofel Obaja

Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Puisi Suami Suzzanna, Clift Sangra untuk Ratu Horor: Aku Takut Lupa Suaramu yang Paling Sederhana

 

Clift Sangra bermain di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa Tonton Di Bioskop Saat Ini.


Jakarta, 22 Maret 2026 — Aktor legendaris Clift Sangra mengenang mendiang

istrinya, sang Ratu Horor Indonesia, Suzzanna. Clift, saat ini bermain di film

waralaba adaptasi IP legendaris SUZZANNA, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas

Dosa, bersama Luna Maya dan Reza Rahadian yang diproduksi Soraya Intercine

Films dan diproduseri Sunil Soraya.


Dalam sebuah puisi yang ditulis Clift, ia mengenang masa-masa bersama sang istri

dan menuliskan pesan yang menyentuh. Clift menulis ia sangat merindukan sosok

Suzzanna dan momen kebersamaan mereka.


“Andai kau ada di sampingku saat ini, aku mungkin tak akan banyak bicara. Karena

sejak kau pergi, aku sangat merindukanmu,” tulis Clift Sangra dalam puisinya.


“Orang-orang mengenangmu sebagai legenda ratu horor Indonesia. Sebagai sosok

yang menghantui layar. Tapi bagiku, kau hanyalah perempuan yang tertawa pelan di

ruang tamu. Yang menggenggam tanganku lebih erat saat dunia terasa berat,”

lanjut Clift.


Clift dan Suzzanna sendiri kerap bermain bersama dalam satu layar pada masanya.

Beberapa di antaranya judul legendaris seperti Sangkuriang (1982), Nyi Blorong

(1982), Perkawinan Nyi Blorong (1983), dan Ajian Ratu Laut Kidul (1991). Kini,

bertaut puluhan tahun sejak kepergian Suzzanna, Clift ikut menghidupkan kembali

legacy istrinya.


Uniknya, di film terbaru SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa, Clift bermain

sebagai Bisman, tokoh yang menjadi ‘lawan’ Suzzanna di film. Suatu hal yang

berbeda dengan masa terdahulu saat mereka kerap menjadi pasangan.


“Mereka takut pada tatapanmu di layar. Aku justru takut pada satu hal: takut lupa

suara tawamu yang paling sederhana,” kata Clift.


Dalam sebuah puisi romantis Clift untuk Suzzanna, ia juga menuliskan pesan yang

menyentuh tentang cinta sejati. “Waktu boleh memisahkan ragamu dariku, tapi

cintaku tak pernah belajar cara berpamitan,” kata Clift.


“Terima kasih sudah memilihku sebagai rumahmu. Dan maaf, karena sampai hari ini

aku masih belum siap hidup tanpa bayanganmu,” tutup Clift.


Ia pun mengajak penonton Indonesia dan para fans sejati Suzzanna untuk menonton

film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa sebagai cara untuk mengabadikan

legacy dan karya-karya Suzzana.


“Suzzanna, karyamu kekal abadi. Tepat lebaran tahun ini, bersama lintas generasi,

rayakan lebaran di bioskop bersama Bunda Suzzanna.”


Diproduseri oleh Sunil Soraya, film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

menjadi produksi Soraya Intercine Films yang didukung oleh Legacy Pictures dan

Navvaros Entertainment, menghidupkan kembali IP horor paling legendaris

Indonesia untuk menghibur penonton di libur Lebaran!


Tonton horor kolosal mewah dalam film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

mulai 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia! 


***


Sinopsis

Suzzanna (Luna Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang

kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna

hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan

Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada

Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga

akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau

mempertaruhkan segalanya demi cinta!



Catatan Produksi:

Judul Film : SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

Produksi : Soraya Intercine Films

Sutradara : Azhar Kinoi Lubis

Penulis : Ferry Lesmana, Jujur Prananto & Sunil Soraya

Produser : Sunil Soraya

Genre : Horor-Aksi

Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.

Kamis, 19 Maret 2026

MAGMA Entertainment Rilis Poster Resmi Film 'Badut Gendong': Memperkenalkan Wajah Baru dari Universe Qodrat

 


Jakarta, 18 Maret 2026 - Rumah produksi MAGMA Entertainment resmi menyingkap tabir misteri dari proyek horor-aksi terbarunya, Badut Gendong, melalui peluncuran official poster. Poster ini menjadi perkenalan perdana bagi publik terhadap entitas mencekam yang digadang-gadang akan menjadi ikon teror baru di perfilman Indonesia, sekaligus memperluas narasi besar dari semesta film Qodrat. Badut Gendong akan mulai diputar tanggal 27 Mei di bioskop seluruh Indonesia.


Visual Mencekam: Tarian Maut dalam Kegelapan

Official poster Badut Gendong menyajikan visual yang provokatif dan penuh teka-teki. Berlatar hutan gelap di bawah pendar bulan yang pucat, Marthino Lio tampil dalam kondisi tak sadar, tubuhnya tampak kaku di bawah kendali kekuatan yang tak terlihat.

Di sisinya, terlihat sosok yang menggunakan topeng mengerikan. Selendang merah panjang melilit dan berputar liar di udara, menciptakan kesan "tarian maut" yang meninggalkan jejak darah di sekelilingnya.

Gestur tubuh yang tampak tidak natural itu membangun aura menyeramkan yang intens bagi siapa pun yang melihatnya. Visual ini menegaskan bahwa Badut Gendong bukanlah sekadar hantu biasa, melainkan entitas misterius yang merasuki dan mengendalikan tubuh manusia untuk menyebarkan petaka.


Perluasan Semesta Qodrat

Film ini disutradarai oleh Charles Gozali, kreator di balik kesuksesan Qodrat. Di mana film ini akan menjadi kepingan penting dalam Universe Qodrat. Film ini memperluas dunia yang telah diperkenalkan sebelumnya, dengan menghadirkan sisi gelap melalui sosok baru, yaitu Badut Gendong yang siap meneror.

Charles Gozali menjelaskan bahwa film ini akan membawa penonton lebih dalam menyelami karakter yang penuh kegilaan sekaligus misteri tersebut. "Film ini akan mengajak penonton untuk mengikuti dan menyaksikan kegilaan karakter ini, dan pada akhirnya mungkin mengerti alasan di balik teror tersebut," ungkapnya.

Produser Linda Gozali mengungkapkan bahwa karakter Badut Gendong akan memperlihatkan dimensi lain dari dunia yang telah dikenal penonton.

"Jutaan orang Indonesia sudah menyaksikan aksi heroik Uztaz Qodrat, sosok superhero baru Indonesia. Kini melalui Badut Gendong, kami ingin mengenalkan sisi lain di balik semesta ini, sosok teror yang akan menghantui universe ini," ujar Linda Gozali.


Jadwal Tayang dan Jajaran Pemain

Bagi penonton yang ingin merasakan atmosfer teror lebih dulu, poster resmi Badut Gendong kini telah tersebar di berbagai jaringan bioskop di seluruh Indonesia. Penonton yang datang ke bioskop pada musim libur Lebaran sudah dapat melihat langsung visual pertama dari sosok misterius ini.

Film Badut Gendong dibintangi oleh Marthino Lio, Derby Romero, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, dan Khiva Rayanka. Sebagai bagian dari Universe Qodrat, Badut Gendong akan menghadirkan kombinasi horor yang mencekam, aksi yang intens, serta teror yang tidak berhenti menghantui.

Badut Gendong akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 Mei 2026. Tak hanya itu, film ini juga akan tayang secara internasional melalui distributor berbasis Vietnam, Mockingbird Pictures, yang membawa Badut Gendong sebagai salah satu bagian dari lineup mereka di Hongkong FilMart. Ikuti perkembangan terornya melalui media sosial resmi MAGMA Entertainment di @magmaent.

Rabu, 18 Maret 2026

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa Tayang Hari Ini! di Semua Bioskop, Film Lebaran Pertama Luna Maya yang Megah

 

SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang 18 Maret 2026 di semua bioskop Indonesia

Jakarta, 18 Maret 2026 - Film terbaru persembahan Soraya Intercine Films yang dibintangi Luna Maya dan Reza Rahadian, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang mulai hari ini, 18 Maret 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Sejak gala premiere, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa telah mendapat ulasan positif dari para penonton.

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menghadirkan hiburan dari horor kolosal megah bertabur jajaran pemeran legendaris dan komedian ternama Indonesia. Film ini membawa hiburan ketegangan, teror santet, sekaligus visual yang memukau.

"Melihat reaksi penonton yang sudah nonton duluan, aku happy banget. Meski awalnya sempat tegang karena ini film Lebaran pertamaku. Aku rasa film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa pas banget untuk Lebaran karena kita bisa melihat bagaimana kemegahan sinematik dari film SUZZANNA leveling up di seri yang terbaru ini," kata Luna Maya.

"Di film ketiga SUZZANNA, aku benar-benar merasa seluruh tim dan kru seperti hidup semuanya, nge-blend. Bagiku itu menjadi semangat saat ada di lokasi syuting dalam mengerjakan filmnya. Saat melakukannya jadi tidak ada rasa penolakan sedikitpun. Sangat senang dalam proses film SUZZANNA, dan semoga energinya sampai ke penonton," tambah Luna.

Pada 19 Maret 2026, Soraya Intercine Films pun mengajak penonton untuk nobar bersama jajaran pemeran SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa di Senayan City XXI pada show 15:50 WIB.

Diproduseri oleh Sunil Soraya, film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis. Naskah film ini ditulis oleh Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya. Selain Luna, Reza, dan Clift, film ini turut dibintangi oleh Djenar Maesa Ayu, Restu Triandy, Iwa K., Budi Bima, El Manik, Yatti Surachman, Adi Bing Slamet, Azis Gagap, Ence Bagus, Nunung, Piet Pagau, Sabar Bokir, dan Petrix Gembul.

Tonton horor kolosal mewah dalam film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa mulai 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru melalui Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.


Sinopsis

Suzzanna (Luna Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!


Catatan Produksi:

Judul Film : SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

Produksi : Soraya Intercine Films

Sutradara : Azhar Kinoi Lubis

Penulis : Ferry Lesmana, Jujur Prananto & Sunil Soraya

Produser : Sunil Soraya

Genre : Horor-Aksi

Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.

Fadly Faisal dan Maudy Effrosina Bawa Chemistry Pasangan Asli ke OTW Halal

 


JAKARTA, 17 Maret 2026 — Viu menghadirkan drama terbaru OTW Halal yang akan tayang mulai 31 Maret 2026. Dibintangi Fadly Faisal dan Maudy Effrosina, drama ini langsung mencuri perhatian karena mempertemukan keduanya sebagai pemeran utama di tengah kedekatan mereka di kehidupan nyata.

Kehadiran Fadly dan Maudy sebagai pasangan utama dalam cerita menghadirkan ekspektasi besar dari pecinta drama yang penasaran melihat bagaimana chemistry mereka di dunia nyata diterjemahkan ke layar. Interaksi romantis keduanya pun diperkirakan akan terasa lebih natural, emosional, dan meyakinkan.

Antusiasme penonton terhadap serial ini mulai terlihat di media sosial, terutama sejak materi promosi yang menampilkan Fadly dan Maudy mulai beredar pekan lalu.

Namun, kekuatan OTW Halal tidak hanya terletak pada kedekatan personal para pemeran utamanya. Drama ini juga menawarkan benturan karakter yang kuat. Maudy Effrosina memerankan Renata, sosok yang dikenal sebagai “ratu nightlife” Jakarta dan harus menjalani hidup dengan identitas baru setelah dunianya mendadak runtuh.

Renata pindah ke rumah kos wanita sederhana dan mulai beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia pun terpaksa mengenakan hijab serta bergabung dalam kelompok belajar mingguan demi mendapatkan diskon sewa. 

Tapi di tengah usahanya untuk bertahan, hidup Renata justru semakin pelik ketika masa lalu yang ingin ia tinggalkan mulai menghantuinya kembali, sementara seseorang perlahan mencurigai identitas yang ia tutupi.

Maudy memandang Renata sebagai karakter perempuan yang keras di permukaan, tetapi sesungguhnya menyimpan banyak luka dan pergulatan batin. “Karakter perempuan bernama Renata punya banyak beban. Dalam hatinya baik, tulus, tapi keadaan memaksa ia melalui jalan pintas. Ia menjalani itu karena terdesak, ada masalah keluarga, sampai akhirnya ia sadar apa yang ia rasa dan inginkan,” ujar Maudy.

Ia juga menambahkan, “Renata lebih vokal, blak-blakan, nggak dipikirin. Tetapi kalau di dunia nyata, aku lebih memendam, apa-apa nggak dikeluarin.”

Di sisi lain, Fadly Faisal hadir sebagai Rafi, sosok baik dari latar santri yang sedang belajar menjadi seorang ustad. 

Tentang karakter yang ia perankan, Fadly mengatakan, “Karakter Rafi orangnya baik. Santri, tapi tidak polos. Ia belajar menjadi seorang ustad. Beda saya dan karakter Rafi sangat jauh. Rafi sabar, Fadly nggak. Rafi lebih dewasa dalam menyikapi masalah dan lebih soleh.”

Perpaduan antara chemistry pasangan asli dan konflik dua karakter yang sangat berbeda inilah yang membuat OTW Halal terasa semakin menarik. Jika Rafi tampil sebagai sosok religius yang tenang dan dewasa, Renata justru hadir dengan rahasia, luka, dan pergulatan identitas yang kompleks.


Selain dibintangi Fadly Faisal dan Maudy Effrosina, OTW Halal juga menghadirkan Hannah Al Rashid, Dahlia Poland, Alif Rivelino, dan Jeremie J Tobing. 

Drama ini akan tayang di Viu mulai 31 Maret 2026.

Sejarah Baru Terukir! Film Sci-Fi Pelangi di Mars Resmi Tayang Serentak, Jadi Tonggak Inovasi Sinema Teruntuk Anak-Anak Indonesia

 


Jakarta, 18 Maret 2026 - Hari yang dinantikan telah tiba. Hari ini, sejarah baru bagi perfilman nasional resmi dimulai seiring dengan meluncurnya film sci-fi keluarga Pelangi di Mars di seluruh bioskop Indonesia.

Karya ambisius dari Mahakarya Pictures dan sutradara Upie Guava ini hadir sebagai karya seni yang membawakan pengaruh besar untuk perkembangan imajinasi anak-anak. Film Pelangi di Mars bukanlah hanya sekedar tontonan libur Lebaran, namun merupakan bukti nyata bahwa imajinasi dan teknologi anak bangsa mampu menembus batas galaksi.

Pelangi di Mars membawa penonton dalam petualangan visual yang seru, edukatif, dan penuh imajinasi, mengajak anak-anak Indonesia menjelajahi Planet Merah dengan standar kualitas yang belum pernah ada sebelumnya di perfilman Indonesia.


Teknologi XR Pertama: Langkah Besar Industri Film Nasional

Perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun ini melibatkan ratusan talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka bersatu dengan satu misi: mendorong maju perfilman Indonesia ke level dunia. Pelangi di Mars mencatatkan diri sebagai film Indonesia pertama yang menggunakan teknologi Extended Reality (XR) secara masif, sebuah inovasi mutakhir yang bahkan masih tergolong baru di industri perfilman global.


Bukan Sekadar Film, Namun Dedikasi Ratusan Kreator

Di balik kemegahan visualnya, film ini menyimpan cerita tentang dedikasi dan mimpi kolektif. Produser Dendi Reynando mengenang sebuah momen mengharukan saat acara JAFF Market, di mana ia bertemu dengan salah satu 3D animator dari vendor yang terlibat dalam proyek ini.

"Dia datang jauh-jauh hanya untuk berterima kasih karena desainnya bisa menjadi bagian dari film ini. Dari situ saya menyadari bahwa Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini," ungkap Dendi.

Senada dengan Dendi, sutradara Upie Guava menegaskan bahwa film ini adalah sebuah gerakan kolektif para seniman visual Indonesia. "Film ini adalah bentuk usaha maksimal dari dedikasi para editor, animator, VFX artists, dan ratusan orang lain yang menyumbangkan bakatnya. Ini bukan sekadar proyek, namun sebuah gerakan. Kami persembahkan film ini untuk anak-anak Indonesia dan kalian semua yang percaya akan kekuatan dari sebuah mimpi," tutur Uple.


Rayakan Momen Bersejarah Bersama Keluarga di Lebaran 2026

Dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata, serta didukung suara ikonik dari Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya, film ini siap menjadi pengalaman menonton yang tak terlupakan.

Saksikan momen bersejarah ini bersama keluarga mulai hari ini, 18 Maret 2026. Manfaatkan promo spesial Buy One Get One Free (BOGOF) yang tersedia di aplikasi M-TIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal tayang dan konten eksklusif, silakan ikuti akun resmi di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” Resmi Luncurkan Poster Perdana, Siap Tayang 9 April 2026

  Jakarta, 24 Maret 2026 — Film drama keluarga “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” resmi meluncurkan poster perdana sebagai langkah awal menuju ...