Rabu, 04 Februari 2026

Film Ghost in the Cell Tayang 16 April 2026 di Bioskop Indonesia! Sudah Diakuisisi Distributor Ternama Jerman, Bakal Tayang di Negara-Negara Berbahasa Jerman

 


Jakarta, 4 Februari 2026 — Film terbaru karya penulis dan sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Kabar tersebut diumumkan setelah film ini terpilih dalam program Forum di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. 

Ghost in the Cell menjadi karya pertama tahun ini untuk rumah produksi Come and See Pictures yang akan tayang di bioskop. Film ini terlebih dulu akan melakukan pemutaran perdana (world premiere) di Berlinale, Jerman, yang berlangsung pada 12–22 Februari 2026. 

“Kami sudah tidak sabar untuk menghadirkan film terbaru Come and See Pictures yang digarap secara matang bersama jajaran kru dan pemeran berkualitas Indonesia, Ghost in the Cell, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Semoga penonton tetap sabar menunggu dan menyambut film kami dengan antusias,” kata Joko Anwar. 

Film komedi-horor Ghost in the Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah. 

Selain itu, Come and See Pictures juga mengumumkan bahwa film Ghost in the Cell kini telah diakuisisi oleh distributor yang berbasis di Jerman, Plaion Pictures. Dengan kerja sama ini, film Ghost in the Cell akan ditayangkan di bioskop di negara-negara berbahasa Jerman. 

“Sebuah kebanggaan bagi kami tentu saja film kami diakuisisi oleh Plaion Pictures. Plaion Pictures selama ini dikenal dengan reputasi mereka yang sudah mendistribusikan film-film berkualitas pemenang penghargaan dari berbagai dunia. Semoga film kami juga mendapat sambutan positif dari penonton internasional,” ujar produser Tia Hasibuan. 

Plaion Pictures di antaranya telah mendistribusikan film-film pemenang penghargaan Palme d’Or Cannes seperti PICTURES adalah perusahaan distributor Anatomy of a Fall, pemenang Oscar The Whale, pemenang Palme d’Or Titane dan Parasite.

Pada tahun ini, selain Ghost in the Cell, Plaion Pictures juga mengakuisisi film karya Joachim Trier yang masuk nominasi Best Picture Oscar tahun ini, Sentimental Value. 

Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini. 

Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram @comeandseepictures. Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026!

KATYANA Memulai Perjalanan Musiknya Lewat “Tongkat Sihir”, Lagu tentang Rasa Penasaran dan Excitement Jatuh Suka Pertama

 


Jakarta, 4 Februari 2026 — Penyanyi muda Katyana Mawira resmi merilis single terbarunya berjudul “Tongkat Sihir”, sebuah lagu yang menangkap perasaan jatuh suka pertama dari sudut pandang yang jujur dan penuh rasa penasaran. Lagu ini menjadi langkah awal KATYANA memasuki dunia musik rekaman. Ketertarikan KATYANA pada dunia tarik suara telah tumbuh sejak usia sangat dini. Sejak kecil, ia aktif mengikuti berbagai perlombaan bernyanyi, dan kerap terlibat dalam proyek musik seperti Trust Junior Orchestra dan konser amal Yayasan Kanker Indonesia. Ia menempuh pendidikan vokal secara formal sejak tahun 2015. Perjalanan musiknya terus berkembang hingga pada 2023, KATYANA mencatatkan pengalaman penting sebagai performer termuda di Java Jazz Festival, tampil penuh bersama Otti Jamalus Quartet. 

Dikenal luas sebagai pemeran Milly dalam film musikal Rangga & Cinta  KATYANA menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk terus mengasah kemampuan vokal dan performanya melalui berbagai kelas dan pengalaman panggung. Memasuki masa remaja, rasa penasarannya terhadap banyak hal pun semakin besar. Termasuk keinginannya untuk mencoba hal baru dan mengekspresikan emosi yang mulai ia rasakan. Dari fase inilah single terbarunya, “Tongkat Sihir”, hadir sebagai langkah awal KATYANA memasuki dunia musik rekaman, merepresentasikan rasa penasaran, excitement, dan imajinasi khas remaja.

“Lagu ini bercerita tentang rasa penasaran saat mulai menyukai seseorang. Buat yang belum pernah pacaran, lagu ini bisa mewakili rasa penasaranmu Lebih ke membayangkan, bagaimana rasanya jatuh suka, bagaimana hal-hal kecil bisa terasa spesial, dan bagaimana perasaan itu tumbuh di antara harapan dan rasa takut kalau semuanya cuma ada di kepala sendiri,” ujar KATYANA.

Meski secara personal Katyana belum pernah menjalin hubungan pacaran, justru di situlah kejujuran emosi lagu ini berakar. “Tongkat Sihir” bukan tentang pengalaman cinta yang sudah terjadi, melainkan tentang excited anticipation perasaan “tidak sabar” membayangkan bagaimana rasanya menyukai seseorang, bagaimana deg-degannya, dan bagaimana kebingungan membaca perasaan sendiri.

Sejak pertama kali mendengar demo lagu ini, Katyana merasa langsung terhubung. Ia menyebut “Tongkat Sihir” sebagai lagu yang unik, baik dari sisi musik maupun lirik, dan sangat merepresentasikan fase remaja yang sedang ia jalani. Rasa penasaran, overthinking, hingga kebingungan membaca isyarat menjadi emosi utama yang ia coba sampaikan lewat vokalnya.

Di balik lagu ini, “Tongkat Sihir” ditulis dan dikomposisi oleh Mohammed Kamga, Tintin, Abram A. Lembono, dan Chevrina Anayang. Ide lagu “Tongkat Sihir” berangkat dari musik dan notasi yang terasa ringan dan “lucu”, lalu berkembang menjadi cerita remaja yang dibalut dengan analogi magis. Konsep “Tongkat Sihir” sendiri dimaknai sebagai metafora perasaan jatuh cinta sebuah “sihir” yang membuat seseorang salah tingkah, bingung membaca sinyal, dan mempertanyakan perasaannya sendiri, meski sebenarnya tidak ada tongkat sihir sungguhan.

“Tongkat Sihir’ menggambarkan momen ketika seseorang jatuh cinta dan merasa seperti terkena sihir. Bukan karena ada sihir sungguhan, tapi karena perasaan itu sendiri membuat kita salah tingkah dan ragu, apakah ini nyata, atau cuma kita yang kegeeran,” jelas penulis lagu, Kamga. 

Sejak awal, Kamga merasa lagu ini menemukan bentuknya yang utuh ketika dinyanyikan KATYANA. Warna suara dan visual KATYANA dinilai membuat cerita dalam lirik terasa lebih jujur dan meyakinkan, seolah datang langsung dari pengalaman personalnya. Dengan mood yang manis dan perasaan jatuh cinta untuk pertama kalinya, “Tongkat Sihir” menyasar pendengar remaja dan young listeners. Mereka yang pernah berada di fase awal jatuh suka, belum sepenuhnya cinta, tapi diam-diam berharap perasaan itu nyata. Lagu ini diharapkan bisa menjadi teman di tengah rasa bingung yang sering muncul saat perasaan baru mulai tumbuh.

“Semoga lagu ini bisa jadi teman buat pendengar yang lagi merasa penasaran dan bingung saat ‘terkena tongkat sihir’ oleh seseorang yang mereka suka, dan bikin mereka ngerasa nggak sendirian ngejalanin fase itu,” tutup KATYANA.

Single terbaru KATYANA, “Tongkat Sihir”, telah resmi dirilis dan dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming mulai 4 Februari 2026. Lagu ini mengajak pendengar menyelami perasaan jatuh suka pertama yang manis. Sebuah fase ketika rasa penasaran, harapan, dan keraguan hadir bersamaan, membuat hal-hal kecil terasa ajaib seperti terkena ‘tongkat sihir’.

Musik video “Tongkat Sihir” juga telah dirilis dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production melalui tautan berikut, https://youtu.be/ESWirhMl5f0

Selasa, 03 Februari 2026

Film Horor Terbaru Hanung Bramantyo Tentang Sejarah Kelam Lubang Buaya, "The Hole" Gelar World Premiere di International Film Festival Rotterdam 2026

 



Rotterdam, 4 Februari 2026 - Film horror terbaru karya Hanung Bramantyo, The Hole, telah resmi menggelar penayangan perdana (world premiere) di ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 pada 3 Februari 2026. Film horror yang berbalut sejarah kelam Indonesia ini diputar dalam program Harbour, sebuah program yang memberikan ruang bagi film-film kontemporer dari seluruh dunia yang membawa perspektif baru dan segar.

World premiere The Hole turut dihadiri oleh sutradara Hanung Bramantyo serta salah satu pemeran utama Anya Zen, yang hadir langsung untuk memperkenalkan film ini kepada publik internasional. Kehadiran mereka menandai langkah penting film ini dalam perjalanannya. menembus panggung global dan menuju penayangan resmi di bioskop Indonesia tahun ini.





Penayangan The Hole pada ajang IFFR 2026 menjadi momen penting yang kembali membawa nama Indonesia ke panggung global. Ini juga menandai film kedua Hanung Bramantyo yang berhasil masuk seleksi resmi IFFR, setelah sebelumnya film Gowok: Kamasutra Jawa juga tayang di festival yang sama.

Tema Personal, Datang Dari Keresahan Hanung Bramantyo

Dalam kesempatan tersebut, Hanung Bramantyo menyampaikan bahwa The Hole lahir dari kegelisahannya terhadap peristiwa G30S yang terus menghantui bangsa Indonesia setiap bulan. September setiap tahunnya. Film ini juga menjadi ekspresi dari keresahan serta bentuk kritik Hanung Bramantyo terhadap maraknya praktik korupsi dan penyelewengan kekuasaan yang membuat rakyat rugi dan menderita.

"Setiap tahun kita selalu berhadapan dengan peristiwa G30S, sebuah tragedi besar yang hingga hari ini masih menyisakan banyak pertanyaan. The Hole adalah ruang eksplorasi saya terhadap trauma tersebut. Saya tidak ingin memberi jawaban tunggal, tetapi melalui film ini saya ingin menghadirkan perspektif lain yang berangkat dari kondisi sosial, kepercayaan, dan ketakutan yang hidup di masyarakat pada masanya," ujar Hanung.



Anya Zen yang juga hadir dalam penayangan perdana ini, mengenakan busana khas dengan sentuhan Indonesia, mengungkapkan kesannya dapat bergabung dalam film ini. "Sebagai pemain yang masih tergolong baru, bisa menjadi bagian dari film ini adalah sebuah kehormatan besar. Sejarah selalu jadi subjek yang aku minati sejak lama, dan lewat The Hole, kita tidak hanya melihat ke belakang, tapi juga membuka kembali percakapan tentang hal-hal yang selama ini sering ditutup atau dihindari."

Terinspirasi dari berbagai cerita rakyat dan narasi yang tumbuh di sekitar peristiwa Gerakan 30 September, The Hole merupakan film horor-misteri yang akan membawa penonton ke masa yang penuh gejolak sosial dan ketegangan politik.

Film ini berfokus pada serangkaian pembunuhan misterius yang terjadi di Desa Lobang Buaya. Sebuah pola aneh muncul: setiap korban ditemukan tewas pada tanggal 30 setiap bulannya, dengan kondisi tubuh berlubang dan pesan-pesan aneh tertulis di wajah mereka. Tidak menceritakan sejarah secara gamblang, The Hole hadir sebagai "pembacaan ulang" luka kolektif masyarakat Indonesia lewat kacamata mistis dan simbolik.

The Hole akan hadir di bioskop Indonesia pada 2026. Untuk informasi lebih lanjut mengenai film ini serta updatew mengenai tanggal tayang, ikuti media sosial @filmbolong dan @adhyapictures.

Film "Titip Bunda di Surga-Mu" Rilis Final Poster, Abadikan Pelukan Ibu sebagai Rumah Ternyaman untuk Pulang

 

Official Poster Titip Bunda Di Surga-Mu 

Jakarta, 2 Februari 2026 - Menghitung hari menuju penayangan perdananya, RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures secara resmi meluncurkan Final Poster dari film drama keluarga yang paling dinanti, "Titip Bunda di Surga-Mu".

Poster final ini hadir sebagai representasi visual yang paling utuh dari jiwa film ini: sebuah pengingat bahwa di tengah riuhnya dunia, pelukan seorang ibu adalah tempat paling nyaman untuk pulang.


Ibu: Muara Kasih Sayang Keluarga

Dalam Final Poster yang dirilis hari ini, sosok Ibu Mozza (Meriam Bellina) tampil menjadi pusat semesta bagi keluarganya. la berdiri di tengah, dilingkupi oleh pelukan erat dari sang suami, Ayah Akbar (Ikang Fawzi), serta ketiga buah hatinya; Alya (Acha Septriasa), Adam (Kevin Julio), dan Azzam (Abun Sungkar).

Tidak ada jarak di antara mereka. Senyum tulus dan sentuhan fisik yang hangat dalam poster ini. menyimbolkan rasa aman dan cinta tanpa syarat yang hanya bisa diberikan oleh seorang ibu. Kehadiran momen memasak bersama, dengan aroma soto khas buatan Bunda Mozza yang tersirat kuat melalui poster, menjadi pengingat akan ritual sederhana yang selalu dirindukan. setiap menyambut momen Ramadan. Dapur bukan sekadar ruang, melainkan titik temu keluarga, tempat rindu, cerita, dan kehangatan kembali dipulangkan ke rumah.

Visual ini seolah berbicara kepada hati penonton tentang kerinduan akan keintiman keluarga yang sering kali terabaikan, namun sesungguhnya adalah hal yang paling kita butuhkan.


Meriam Bellina: Belajar Saling Mengerti di Bulan Suci

Menanggapi visual poster yang penuh kehangatan ini, Meriam Bellina menekankan bahwa di balik pelukan tersebut, tersimpan pesan penting tentang bagaimana sebuah keluarga harus saling menjaga lewat komunikasi.

"Komunikasi dalam keluarga, atau dalam hubungan apapun, menjadi landasan terpenting untuk menjaga hubungan yang sehat. Film ini memberikan gambaran kalau sebenarnya setiap anak maupun orang tua bisa terus belajar untuk saling mengerti satu sama lain," ujar Meriam.

Aktris legendaris ini juga meyakini bahwa film ini hadir di momen yang sangat pas bagi masyarakat Indonesia. "Titip Bunda di Surga-Mu adalah film yang sangat hangat dan cocok menjadi tontonan keluarga pada bulan puasa ini," tambahnya.


Kontras Emosional: Kehangatan vs Realita

Namun, kehangatan yang terpancar dari Final Poster ini justru menjadi kontras emosional bagi konflik yang akan dihadapi para tokohnya. Di balik senyum Ibu Mozza yang meneduhkan, film ini menyimpan cerita pedih tentang tiga bersaudara yang terhimpit masalah ekonomi, ego pribadi, dan kekecewaan yang membuat mereka sempat "tersesat" dari jalan pulang ke hati ibunya.

Film ini mengajak penonton untuk merenung: sejauh apa kita rela melukai hati orang tua demi kepentingan pribadi, sebelum akhirnya sadar bahwa kasih sayang merekalah harta yang paling berharga?

Disutradarai oleh Hanny R. Saputra dan diadaptasi dari novel karya Dono Indarto serta Zora Vidyanata, film ini turut dibintangi oleh Zora Vidyanata, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas.

Siapkan hati dan tisu Anda. Titip Bunda di Surga-Mu" siap menjadi teman merenung dan perekat rindu bagi keluarga Indonesia mulai 26 Februari 2026 di seluruh bioskop.


Berikut Trailer nya



Film Tunggu Aku Sukses Nanti Rilis Official Trailer & Poster Film Lebaran yang Paling Lebaran, Berdasar Kisah Nyata Setiap Kumpul Keluarga, dari Kreator Sukses Film Lebaran Naya Anindita & Evelyn Afnilia

 

Selain Ardit Erwandha, jajaran pemain Tunggu Aku Sukses Nanti di antaranya adalah Adzana Ashel, Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, dan Yono Bakrie. Film ini juga akan menampilkan jajaran cameo dari bintang A-List yang akan membuat penonton terkejut dan menemukan momen tak terduga!


Jakarta, 3 Februari 2026 - RAPI Films merilis official trailer & poster film paling Lebaran tahun ini karya sutradara blockbuster Lebaran Naya Anindita, Tunggu Aku Sukses Nanti. Trailer film Tunggu Aku Sukses Nanti menampilkan perjuangan Arga (Ardit Erwandha) sebagai anak laki-laki pertama di sebuah keluarga yang sedang berjuang menuju tangga kesuksesan. Setiap Lebaran, Arga selalu ditanya: kapan kerja, kapan nikah, dan kapan sukses oleh para sepupu dan keluarga besarnya.

Melalui trailer Tunggu Aku Sukses Nanti, penonton diajak masuk ke dalam situasi yang sangat akrab namun seringkali dihindari: ruang makan keluarga saat Lebaran. Film ini mengungkap di balik hangatnya silaturahmi, terdapat "medan perang" mental bagi mereka yang belum memenuhi ekspektasi sosial.

Kisah yang dialami Arga seketika membawa perasaan yang dekat dengan banyak penonton tentang perjuangan menuju kesuksesan dan pertanyaan yang membuat tertekan saat momen kumpul keluarga Lebaran. OST. Gemilang dari grup band Perunggu menambah lapisan emosional yang ada dalam trailer. Sementara official poster Tunggu Aku Sukses Nanti menampilkan suasana hangat kumpul keluarga khas momen Lebaran.

Tak hanya menyentuh dan hangat karena sangat dekat dengan banyak penonton, film Tunggu Aku Sukses Nanti juga menjanjikan sebuah tawa yang menghibur lewat kehadiran banyak komíka Stand Up Comedy seperti Yono Bakrie hingga Arie Kriting. Mulai dari celetukan hingga komedi situasi mereka yang akan membuat tertawa kecil hingga besar.

Tunggu Aku Sukses Nanti disutradarai oleh Naya Anindita, dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia, yang pada Lebaran tahun lalu keduanya berkolaborasi dan sukses meraih film blockbuster Lebaran. Lebaran tahun ini, keduanya kembali berkolaborasi menciptakan film yang terasa dekat dengan banyak orang tentang pertanyaan kapan sukses?

Official Poster Film Tunggu Aku Sukses Nanti yang tayang Lebaran 2026 di bioskop

Dibintangi oleh Ardit Erwandha, film ini juga menampilkan jajaran ansambel bertabur bintang. Mulai dari aktor senior, VJ idola kaum milenial, deretan komika Stand Up Comedy hingga idol yang digemari oleh banyak kalangan termasuk Gen Z.

Selain Ardit, jajaran pemain Tunggu Aku Sukses Nanti di antaranya adalah Adzana Ashel, Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, dan Yono Bakrie. Film ini juga akan menampilkan jajaran cameo dari bintang A-List yang akan membuat penonton terkejut dan menemukan momen tak terduga!

"Lebaran tahun ini RAPI Films menyatukan dua kreator yang sukses besar dengan film mereka pada Lebaran tahun lalu, Naya Anindita dan Evelyn Afnilia. Keduanya telah membuktikan menciptakan karya yang mampu menyentuh hati jutaan hati penonton Indonesia, dan Lebaran tahun ini, lewat film Tunggu Aku Sukses Nanti, RAPI Films ingin mempersembahkan cerita yang dekat, sensible, dan dialami oleh banyak orang di setiap keluarga," ujar produser Sunil Samtani.

"Cerita yang dialami Arga di film Tunggu Aku Sukses Nanti akan terasa relate karena cerita ini terjadi di setiap semua kumpul keluarga. Bahkan, contohnya di keluarga saya sendiri. Semoga kisah Arga menjadi perjalanan yang reflektif, dan mohon bantu saya sukses di Lebaran nanti ya," ujar sutradara Naya Anindita.

Sementara itu, pemeran utama Ardit Erwandha mengungkapkan karakter Arga yang diperankannya juga memiliki kedekatan dengannya. Perjalanan dan perjuangan menuju sukses yang ditempuh Arga, juga dirasakan Ardit.

"Buat saya, Arga adalah kita semua, siapapun yang akan menuju suksesnya. Film yang mewakili kita semua, dari banyak orang yang pernah mengalami, termasuk saya. Semoga film ini bisa membawa kehangatan saat Lebaran dan menjadi momen untuk menghargai setiap perjuangan kecil yang kita lalui," ujar Ardit Erwandha.

"Film ini menjadi pengingat, kamu tidak perlu lagi meminta maaf karena belum sampai di tempat yang orang lain inginkan. Sukses bukan cuma soal pengakuan dari meja makan keluarga, tetapi tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan bangga pada setiap peluh yang sudah kamu keluarkan, meski dunia belum melihat hasilnya," tutup Ardit Erwandha.

Tonton film Tunggu Aku Sukses Nanti bersama keluarga saat Lebaran 2026 di bioskop Indonesia. 

Berikut Trailer



Sabtu, 31 Januari 2026

Film Na Willa Karya Kreator JUMBO Resmi Merilis Teaser Poster, Hadirkan Kekaguman Terhadap Banyak Hal dari Sudut Pandang Anak

 

Film Na Willa tayang Lebaran tahun ini di bioskop


Jakarta, 28 Januari 2026 - Visinema Studios resmi merilis teaser poster terbaru film Na Willa, yang akan tayang di bioskop Indonesia pada Lebaran 2026. Poster ini mengajak penonton melangkah lebih dekat ke dunia Na Willa dunia yang dilihat dari sudut pandang seorang anak berusia enam tahun, di mana hal-hal sederhana terasa besar, ajaib, dan penuh imajinasi.

Berbeda dari poster sebelumnya, teaser poster terbaru Na Willa menangkap bagaimana seorang anak memandang dunia di sekitarnya. Tubuh Na Willa terasa kecil, sementara benda-benda yang akrab dalam keseharian seperti kaleng kerupuk, radio, hingga buah pisang hadir dalam skala yang terasa raksasa, magis, dan sinematik. Inilah petunjuk awal tentang perasaan yang akan dibawa film ini saat ditonton di bioskop: keajaiban-keajaiban kecil yang lahir dari cara anak memaknai dunia.

Karakter utama Na Willa yang diperankan Luisa Adreena, sangat menyukai pisang dan mendengarkan radio. Kedua benda itu pun dimunculkan dalam teaser poster yang menggemaskan dan terasa magical dalam dunia realis. Sementara itu, tangan Na Willa menggapai tutup kaleng kerupuk yang dilihatnya begitu besar.

"Lewat sudut pandang Na Willa, kami ingin mengajak penonton kembali merasakan bagaimana melihat dunia dengan rasa kagum seperti anak-anak di dalam diri kita yang penuh imajinasi, rasa ingin tahu, dan kehangatan yang kerap terlupakan seiring bertambahnya usia," ujar Anggia Kharisma, produser Na Willa, Jumbo yang juga Chief Content Officer Visinema Studios. "Hal Ini sejalan dengan misi Visinema Studios untuk menghadirkan film keluarga yang bukan hanya ditonton, tetapi juga dirasakan bersama."

Na Willa digarap oleh tim kreator Jumbo, film mega blockbuster Indonesia yang meraih lebih dari 10 juta penonton. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Ryan Adriandhy, dengan Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari sebagai produser. Film ini dibintangi oleh pendatang baru Luisa Adreena sebagai Na Willa, bersama Irma Rihi (nominasi Aktris Pendukung Terbaik Film Pilihan Tempo 2024) sebagai Mak, serta Junior Liem sebagai Pak. Selain itu, turut bermain Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, dan Putri Ayudya.

Na Willa merupakan film live-action pertama yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy, yang juga merupakan penulis naskah. "Lewat Na Willa, saya ingin mengajak penonton menyusuri Indonesia di era 1960-an dari sudut pandang seorang anak berusia enam tahun ketika dunia kecil terasa luas dan penuh kemungkinan," ujar Ryan. "Dari kacamata anak, hal-hal sederhana seperti rumah, gang, radio, atau kaleng kerupuk bisa terasa hidup dan magis. Perspektif inilah yang ingin kami hadirkan: cara melihat dunia dengan rasa ingin tahu, imajinasi, dan kepekaan yang jujur."

Penulis buku Na Willa, Reda Gaudiamo, menyambut dengan antusias perilisan teaser poster film ini. "Ada perasaan yang sangat hangat saat melihat cerita Na Willa hadir di layar lebar. Ryan Adriandhy dan Visinema Studios mampu menghidupkan imajinasi Willa kecil menjadi sebuah karya baru yang terasa begitu hangat dan memeluk - baik untuk anak-anak maupun orang dewasa," ujar Reda

Diceritakan dari sudut pandang anak kecil, Na Willa adalah film keluarga Lebaran yang hangat dan magis, menghadirkan pengalaman menonton yang mengajak anak-anak dan orang dewasa melihat kembali dunia dengan rasa kagum dan imajinasi.

Tonton petualangan yang penuh keajaiban dan kehangatan bersama film Na Willa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia!


Sinopsis

Na Willa mengisahkan Willa, gadis kecil enam tahun yang percaya dunia kecilnya di sebuah gang di Surabaya adalah tempat paling sempurna dan magis. Tempat di mana lagu dari radio terasa hidup, kios langganan yang selalu penuh kejutan, dan setiap hari adalah hari untuk bertualang bersama teman-temannya.

Namun ketika sahabatnya mengalami kecelakaan dan satu per satu teman bermainnya mulai masuk sekolah, dunia Willa perlahan berubah dan terasa semakin sepi, membuat Willa bertekad mengikuti teman-temannya ke bangku TK, dengan harapan semua bisa kembali seperti semula.

Masuk sekolah justru membuka dunia baru yang terasa asing: penuh aturan, batasan, dan rasa tidak dimengerti. Di sanalah Willa perlahan belajar bahwa tumbuh berarti berdamai dengan perubahan. Bahwa keajaiban tidak selalu hilang hanya berpindah tempat.

Diceritakan dari sudut pandang anak kecil, Na Willa adalah film keluarga Lebaran yang hangat dan magis, menghadirkan pengalaman menonton yang mengajak anak-anak dan orang dewasa melihat kembali dunia dengan rasa kagum dan imajinasi.


Catatan Produksi:

Judul Film : Na Willa

Genre : Drama, Keluarga

Sutradara : Ryan Adriandhy

Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem

Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari

Ko-Produser : Mia A. Santosa

Produser Lini : Tersi Eva Ranti

Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda

Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya

Sinematografer : Yadi Sugandi

Desainer Produksi : Sri Rini Handayani

Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak

Penata Rias : Notje M. Tatipata

Penata Suara : Siti Asifa Nasution

Penyunting : Teguh Raharjo

Komposer : Ofel Obaja

Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya.

Jumat, 30 Januari 2026

Film Sadali Siap Tayang di Bioskop 5 Februari 2026 Ketika Cinta Tak Pernah Benar-Benar Selesai




Jakarta, 30 Januari 2026 - Film drama romantis terbaru "Sadali" siap menyapa penonton Indonesia. Menjelang penayangan nasionalnya, film ini menggelar Pemutaran Perdana di Cinema XXI Epicentrum sebagai penanda peluncuran resmi, sebelum tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026.

Sadali melanjutkan kisah yang telah menyentuh banyak penonton melalui film sebelumnya, Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu. Film ini kembali membawa penonton menyelami konflik perasaan yang belum usai dalam hubungan cinta segitiga antara Sadali, Meira, dan Arnaza. Sadali masih mengejar dan menyimpan harapan untuk kembali bersama Meira, sementara Arnaza pun belum mampu melepaskan cintanya kepada Sadali. Di tengah tarik-ulur perasaan tersebut, ketiganya dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah mereka akan menemukan cinta masing-masing, atau justru terjebak dalam kisah yang tak pernah selesai?

Film ini dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris lintas generasi, antara lain Adinia Wirasti, Ajil Ditto, Hanggini, Ciara Nadine, Faiz Fishal, dan Deasy Natalia. Masing-masing menghadirkan performa yang emosional dan autentik, memperkuat dinamika karakter serta konflik batin yang menjadi jantung cerita film ini.

Disutradarai oleh Kuntz Agus, Sadali dikemas dengan pendekatan penceritaan yang intim dan sinematografi yang puitis. Film ini menyoroti sisi rapuh seorang pria ketika kehilangan sosok perempuan yang dicintainya, sekaligus menggambarkan bagaimana cinta dapat menjadi sumber harapan sekaligus luka. Kekuatan cerita juga diperkuat oleh gaya khas penulis Pidie Baiq, yang kembali menghadirkan dialog-dialog penuh rasa dan "gombalan" sederhana namun membekas di hati penonton.


"Sadali adalah film tentang perasaan yang sering kita pendam-tentang cinta yang tidak selesai, pilihan yang tertunda, dan keberanian untuk menerima kenyataan," ujar Kuntz Agus, sutradara Sadali. "Saya ingin menghadirkan cerita yang terasa dekat dengan penonton, personal, dan jujur secara emosi."

Sementara itu, Raam Punjabi selaku produser menyampaikan bahwa Sadali hadir sebagai kelanjutan yang matang dari kisah sebelumnya. "Melalui Sadali, kami ingin melanjutkan cerita yang sudah memiliki tempat di hati penonton dengan pendekatan yang lebih emosional dan relevan. Film ini kami harapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna cinta, kehilangan, dan keikhlasan," ungkapnya.

Pemutaran perdana film Sadali ini menjadi momen spesial bagi para pemain, kru, sineas, serta rekan media untuk menyaksikan film ini untuk pertama kalinya di layar lebar. Acara ini juga menjadi selebrasi atas proses kreatif panjang dan kolaborasi di balik layar yang melahirkan kisah penuh emosi ini.

"Akhirnya film Sadali tayang juga. Aku sudah lama menunggu film ini. Walaupun aku tahu garis besar ceritanya, aku tetap penasaran dengan hasil akhirnya-terutama bagaimana editing dan ending-nya," ujar Ajil Ditto, pemeran utama dalam film ini.

Melalui Sadali, para pembuat film berharap dapat menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pengalaman emosional yang membekas dan membuka ruang refleksi bagi penonton tentang cinta, pilihan, dan keberanian untuk merelakan.

Film "Sadali" dapat disaksikan mulai 5 Februari 2026 di bioskop seluruh Indonesia.

Trailer Film Sadali



Film Ghost in the Cell Tayang 16 April 2026 di Bioskop Indonesia! Sudah Diakuisisi Distributor Ternama Jerman, Bakal Tayang di Negara-Negara Berbahasa Jerman

  Jakarta, 4 Februari 2026 — Film terbaru karya penulis dan sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell akan tayang di bioskop Indonesia mulai 1...