Sabtu, 01 Agustus 2026

Aston Villa Puji Kualitas Rumput Stadion Utama GBK, Unai Emery Sebut Setara Standar Premier League

 

[Rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta] 
[Rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta] 

Jakarta – Sabtu,  1 Agustus 2026 – Persiapan Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026 mendapat sambutan positif dari tim Aston Villa. Setelah menjalani official training di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, jajaran pelatih dan pemain memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas lapangan yang akan menjadi venue pertandingan melawan Indonesia All Stars.

Head Coach Aston Villa, Unai Emery, mengungkapkan kepuasannya terhadap kondisi rumput Stadion Utama GBK yang dinilai berada dalam kondisi sangat baik dan memenuhi ekspektasi sebuah klub yang berkompetisi di Premier League.

"Lapangannya sangat bagus. Kondisi rumputnya berkualitas tinggi dan sesuai dengan standar yang kami harapkan untuk mempersiapkan pertandingan. Kami sangat senang bisa bermain di stadion dengan kualitas lapangan seperti ini."

Pujian tersebut turut diamini oleh staf kepelatihan Aston Villa yang menilai kualitas permukaan lapangan memungkinkan para pemain menjalankan sesi latihan dengan intensitas tinggi secara optimal. Kondisi rumput yang rata, padat, serta terawat dengan baik dinilai sangat mendukung permainan cepat dan teknik yang menjadi ciri khas sepak bola modern.

[Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta]

Apresiasi dari salah satu klub elite Premier League tersebut menjadi pengakuan atas kualitas fasilitas olahraga Indonesia, khususnya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang selama ini menjadi venue berbagai ajang olahraga internasional.

Head of Marketing Communications Sound Rhythm, Ahmad Satrio, menyambut positif apresiasi yang diberikan Aston Villa terhadap kondisi lapangan GBK.

"Kami bangga mendengar apresiasi langsung dari Coach Unai Emery dan tim Aston Villa. Hal ini menunjukkan bahwa Stadion Utama Gelora Bung Karno memiliki fasilitas yang mampu memenuhi ekspektasi klub sepak bola kelas dunia. Kami berharap pengalaman positif ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi penyelenggaraan pertandingan dan event olahraga internasional."

Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026 merupakan bagian dari rangkaian tur pramusim Aston Villa di Asia sekaligus menjadi momentum bersejarah bagi para penggemar sepak bola Tanah Air untuk menyaksikan secara langsung juara UEFA Europa League 2025/2026 beraksi di Jakarta, dipromotori oleh Sound Rhythm.

Pertandingan Aston Villa melawan Indonesia All Stars akan berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan menjadi salah satu agenda olahraga internasional terbesar yang digelar di Indonesia tahun ini. Kehadiran Aston Villa tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas dunia, tetapi juga mempererat hubungan sepak bola antara Indonesia dan Inggris melalui berbagai aktivitas penggemar, sesi latihan terbuka, serta program interaksi dengan komunitas sepak bola nasional. Informasi mengenai rangkaian kegiatan tim di Jakarta juga telah dipublikasikan melalui kanal resmi Aston Villa.


INFORMASI PERTANDINGAN DAN TIKET

Laga Aston Villa melawan Indonesia All Stars akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB. Tiket pertandingan dijual mulai dari Rp350.000 hingga Rp2.250.000, belum termasuk pajak, biaya platform, dan biaya administrasi.

Penjualan tiket berlangsung secara eksklusif melalui kanal resmi AstonVillaJKT.com. Selainlaga utama, rangkaian kedatangan Aston Villa di Jakarta juga akan diisi berbagai kegiatan bagi penggemar, mulai dari sesi latihan terbuka, meet and greet, hingga program pengembangansepak bola, dan kegiatan komunitas.TENTANG ASTON

 


VILLA FOOTBALL CLUB

Didirikan pada tahun 1874, Aston Villa Football Club merupakan salah satu klub sepak bola tertua dan tersukses di Inggris. Berbasis di Birmingham, Inggris, Aston Villa adalah salah satu pendiri Football League dan termasuk sedikit klub Inggris yang pernah menjuarai European Cup. Saat ini Aston Villa berkompetisi di Liga Primer Inggris dan memasuki musim 2026/27 sebagai juara bertahan UEFA Europa League sekaligus peserta UEFA Champions League.



Jumat, 31 Juli 2026

Aston Villa vs Indonesia All Stars: Sejarah Tercipta di Gelora Bung Karno Sabtu Ini

 Aston Villa bakal menjalani pertandingan sarat makna menghadapi Indonesia All Stars di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Duel pesahabatan ini menjadi kunjungan pertama The Villans ke Indonesia.

· Unai Emery amat antusias menyongsong pertandingan Indonesia All Stars yang menjadi kesempatan kedua buatnya datang ke Indonesia.

· Bek Aston Villa, Tyrone Mings terkesan dengan sambutan para fans Aston Villa di Indonesia.

· Kurniawan Dwi Yulianto akan memberikan menit bermain yang sama buat seluruh pemain Indonesia All Stars.


JAKARTA, 01 Agustus 2026 – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, bakal menjadi bagian dari sejarah. Klub elite asal Inggris, Aston Villa, akan bertanding di stadion ini melawan Indonesia All Stars pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dengan kick-off pukul 19.00 WIB. Ini merupakan kunjungan pertama The Villans ke Indonesia.

Ajang bertajuk Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026 yang dipromotori oleh Sound Rhythm ini dipastikan menjadi panggung perang bintang yang sangat sayang untuk dilewatkan oleh para penggemar sepak bola di seantero Tanah Air.

Laga persahabatan melawan Indonesia All Stars ini menjadi bagian dari persiapan memanaskan mesin menyongsong musim baru Premier League Inggris, sekaligus menghadapi laga prestisius Piala Super Eropa melawan Paris Saint-Germain (PSG).

Tim asuhan Unai Emery telah tiba di Jakarta pada Kamis (30/7/2026) malam WIB. Aston Villa, yang berstatus sebagai juara UEFA Europa League 2025/2026, memboyong kekuatan penuh sebanyak 30 pemain.

Meski minus bintang Timnas Inggris, Ollie Watkins dan Ezri Konsa, serta kiper Argentina, Emiliano Martinez, yang masih mendapatkan jatah libur tambahan usai membela negara masing-masing di Piala Dunia 2026, The Villans tetap membawa skuad terbaiknya.

Unai Emery juga mengikutsertakan penyerang sayap baru mereka, Alejandro Garnacho, yang baru digaet dari Chelsea dengan status pinjaman. Wonderkid kelahiran 1 Juli 2004 tersebut kini bersiap menjalani debutnya bersama Aston Villa di Jakarta!

Skuad Aston Villa pun telah menjajal kondisi lapangan SUGBK pada Jumat, 31 Juli 2026 siang. Mereka menyatakan kesiapan penuh untuk meladeni perlawanan Indonesia All Stars.


"Indonesia jadi negara yang fantastis, ini kali kedua kedatangan saya ke sini. Sebelumnya saya bersama Sevilla juga menjalani pertandingan persahabatan di sini pada 2014. Stadionnya sangat luar biasa. Negara yang masyarakatnya sangat mencintai sepak bola.

Kami akan menghadapi sekumpulan pemain bintang Indonesia, semoga saja kami bisa menyajikan pertandingan yang menarik buat para suporter,” ujar Unai Emery, pelatih Aston Villa, dalam konferensi pers jelang laga di hadapan jurnalis Indonesia.

Bek andalan Aston Villa, Tyrone Mings, juga menegaskan komitmen timnya untuk bermain sungguh-sungguh demi menghibur penonton pada akhir pekan ini.

"Terimakasih atas sambutannya yang sangat ramah. Tidak mudah bagi kami menjalani perjalanan panjang jauh dari negara kami. Hotelnya sangat nyaman, makanannya juga lezat. Kami telah berlatih di stadion, fasilitasnya sangat bagus. Kami berharap bisa menjalani pertandingan dengan baik, ini menjadi pengalaman yang menyenangkan, " ujar pesepak bola kelahiran 13 Maret 1993 tersebut.

“Pencapaian Aston Villa beberapa tahun terakhir sangat luar biasa. Bisa tampil di Liga Champions dan meraih gelar juara Europa League membanggakan, dan bisa datang ke Indonesia dan beberapa negara lain untuk menyapa fans sebuah pengalaman menarik. Akan tetapi pelatih mengingatkan, musim depan tantangan lebih berat dari musim sebelumnya, kami mencoba mempersiapkan semuanya secara serius di laga-laga pramusim,” timpal Tyrone Mings.


Momen Spesial bagi Indonesia

Duel persahabatan ini amat penting bagi sepak bola Indonesia. Kedatangan Aston Villa membuka gerbang kehadiran klub-klub elite dunia lainnya di masa datang. Sepak bola Indonesia sedang bergerak maju, talenta-talenta sepak bola Indonesia bisa merasakan atmosfer pertandingan dengan lawan berkualitas.

Bakat mereka pun bisa dipertontonkan ke dunia luar, sehingga kesempatan buat melanglang buana berkarier ke luar negeri terbuka lebar.

Oleh karena itu, Indonesia All Stars yang dilatih oleh sosok penyerang legendaris Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menyongsong duel kontra Aston Villa dengan antusiasme yang tinggi.

“Saya bangga dipercaya melatih Indonesia All Stars, semua pelatih jika mendapat tawaran ini pasti juga punya perasaan sama. Aston Villa bukan tim sembarangan. Kami berharap bisa bisa menjadi tuan rumah yang baik, memberi perlawanan dan pertandingan yang menghibur buat penonton yang hadir ke stadion,” kata Kurniawan Dwi Yulianto.

Si Kurus berjanji akan memberi kesempatan menit bermain yang sama kepada seluruh pemain Indonesia All Stars.

“Pertandingan ini berharga buat para pemain. Saya ingin mereka menikmatinya, belajar banyak dari Aston Villa. Banyak pemain Indonesia All Stars pemain muda. Mereka masa depan Indonesia,” kata Kurniawan.


Ia juga menambahkan, “Pertandingan ini sangat berarti, kita akan disuguhkan aksi tim juara Europa League dan peringkat kelima Premier League. Kita semua bisa melihat langsung cara mereka bermain sehingga bisa sukses. Saya berharap para pemain muda memaksimalkan kesempatan ini untuk belajar yang banyak, sehingga kualitas permainan mereka meningkat di masa depan.”

Pertandingan melawan Aston Villa menjadi momen spesial bagi barisan pemain Indonesia All Stars yang berkekuatan 23 pemain, yang mengombinasikan deretan pemain muda potensial motor Timnas Indonesia level junior dengan deretan bintang kompetisi domestik Tanah Air.

"Pertandingan ini sangat spesial bagi saya, pertama kali bertanding di SUGBK, yang belum pernah saya rasakan sebelumnya di level klub Timnas Indonesia. Lawan yang kami hadapi Aston Villa klub besar Inggris," ucap Ezra.

Ezra punya cerita unik berkaitan dengan dua pemain Aston Villa, yakni Tammy Abraham dan Ian Maatsen. Saat masih berada di Akademi Ajax di usia 13 tahun, ia sempat bertanding melawan Tammy dan Ian yang membela Akademi Chelsea.

Suporter Ayo Dukung Kami

Deretan pemain Indonesia All Stars seperti Hokky Caraka, Reno Salampessy, Terens Puhiri (penyerang), Jordi Wehrmann, Ze Valente (gelandang), Brandon Scheunemann, Hasyim Kipuw (bek), dan Kartika Ajie (kiper) kini bersiap unjuk gigi menjalani pertandingan spesial dalam karier mereka.

“Saya berharap suporter datang ke stadion berbondong-bondong ke stadion untuk menyaksikan pertandingan spesial ini. Nikmati, kami akan berupaya memberi perlawanan terbaik,” kata Ezra.

Tak hanya bertanding, kedatangan Aston Villa ke Jakarta juga diisi dengan berbagai kegiatan untuk memanjakan para penggemar. Termasuk memberikan kesempatan langka melihat langsung trofi juara Europa League lewat momen meet and greet yang akan jadi pengalaman tak terlupakan.

Setelah menjalani agenda di Jakarta, Aston Villa akan melanjutkan tur Asia mereka dengan menghadapi BG Pathum United di Thailand pada 4 Agustus, sebelum bertolak ke Hong Kong untuk berhadapan dengan Bayern Munchen pada 7 Agustus 20226.


INFORMASI PERTANDINGAN DAN TIKET

Laga Aston Villa melawan Indonesia All Stars akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB. Tiket pertandingan dijual mulai dari Rp350.000 hingga Rp2.250.000, belum termasuk pajak, biaya platform, dan biaya administrasi.

Penjualan tiket berlangsung secara eksklusif melalui kanal resmi AstonVillaJKT.com. Selainlaga utama, rangkaian kedatangan Aston Villa di Jakarta juga akan diisi berbagai kegiatan bagi penggemar, mulai dari sesi latihan terbuka, meet and greet, hingga program pengembangansepak bola, dan kegiatan komunitas.TENTANG ASTON


VILLA FOOTBALL CLUB

Didirikan pada tahun 1874, Aston Villa Football Club merupakan salah satu klub sepak bola tertua dan tersukses di Inggris. Berbasis di Birmingham, Inggris, Aston Villa adalah salah satu pendiri Football League dan termasuk sedikit klub Inggris yang pernah menjuarai European Cup. Saat ini Aston Villa berkompetisi di Liga Primer Inggris dan memasuki musim 2026/27 sebagai juara bertahan UEFA Europa League sekaligus peserta UEFA Champions League.


Kamis, 30 Juli 2026

Kombinasi Wonderkid dan Bintang Kompetisi Domestik, Indonesia All Stars Siap Unjuk Gigi Hadapi Aston Villa Skuad Indonesia All Stars yang akan berjumpa Aston Villa dihuni deretan pemain belia berbakat Tanah Air.

 

·      Dua pemain Indonesia All Stars didikan Akademi klub elite Eredivisie Belanda.

·   Pemain terbaik Tanah Air yang tergabung di Indonesia All Stars bakal menjalani pertandingan melawan Aston Villa pada 1 Agustus 2026.

·      Kurniawan Dwi Yulianto menjanjikan pertandingan yang menghibur menghadapi tim asuhan Unai Emery.


Jakarta – Jumat, 31 Juli 2026 – Pasukan Indonesia All Stars bersiap menantang Aston Villa pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Tim ini tampil dengan komposisi yang menarik, memadukan deretan pemain muda (wonderkid) yang menjadi tulang punggung Timnas Indonesia level junior dengan bintang-bintang yang berkompetisi di liga domestik Tanah Air.

Kurniawan Dwi Yulianto didapuk sebagai pelatih kepala Indonesia All Stars. Pengalaman pelatih yang akrab disapa Si Kurus ini diyakini akan memberikan warna tersendiri bagi anak asuhnya.

Kurniawan menjanjikan pertandingan yang menghibur buat para fans yang datang ke Senayan. “Pemain-pemain Indonesia All-Stars bakal dapat banyak pelajaran saat menghadapi Aston Villa. Kami akan berupaya mengimbangi permainan mereka sebaik mungkin,” katanya.

Beberapa pemain di dalam skuad Indonesia All Stars pun sudah mengenal dengan baik gaya melatih sang arsitek. Jebolan program pelatnas Timnas Primavera pada pertengahan 1990-an ini memiliki kaya opsi pemain untuk menghadapi Aston Villa.

Ajang bertajuk Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026 yang dipromotori oleh Sound Rhythm ini dipastikan akan menjadi panggung perang bintang yang sangat sayang untuk dilewatkan oleh para penggemar sepak bola di seantero Tanah Air.


Kiper dan Bek yang Solid

Posisi kiper utama dihuni Kurniawan Kartika Ajie. Penjaga gawang klub Indonesia Super League, Persita Tangerang. Pesepak bola kelahiran 20 Juni 1996 itu dikenal jagoan menghadapi bola-bola mati. Sebelum membela Tim Pendekar Cisadane, ia berkelana di Persiba Balikpapan, Arema FC, dan Persik Kediri.

Di lini pertahanan, sosok Brandon Scheunemann yang akan mengawal benteng Indonesia All Stars juga sangat layak mendapatkan perhatian. Bek jangkung berdarah Jerman kelahiran Malang, 9 Maret 2005 ini menjadi salah satu pemain keturunan yang berkiprah di Timnas Indonesia tanpa harus melewati jalur naturalisasi. Hal ini karena Brandon lahir, tumbuh, dan menjalani karier sepak bolanya sepenuhnya di Indonesia.

Brandon tercatat pernah membela beberapa tim besar di Liga Indonesia seperti PSIS Semarang, Persipura Jayapura, dan Arema FC. Ia juga sempat dipercaya menjadi bagian dari skuad Garuda Muda U-23 di ajang Piala AFF U-23 2025.

Di poros belakang, ada pula sosok pemain sarat pengalaman, Hasyim Kipuw. Bek senior yang juga bisa bermain sebagai gelandang jangkar ini ditunjuk sebagai wakil kapten Indonesia All Stars.

Memulai karier profesional bersama Persija Jakarta, Kipuw punya daftar panjang membela klub-klub besar seperti Arema FC, Bhayangkara FC, Bali United, PSM Makassar, Barito Putera, hingga terakhir digaet Persis Solo untuk musim 2026-2027.


Lini Tengah yang Enerjik

Sektor gelandang Indonesia All Stars tidak kalah berkelas. Ada figur pemain naturalisasi sarat pengalaman, Ezra Walian. Gelandang serang yang juga piawai bermain sebagai penyerang lubang jebolan Akademi Ajax Amsterdam ini diyakini akan menjadi sosok yang siap mengganggu kemapanan deretan bintang dunia milik Aston Villa.

Pesepak bola kelahiran Amsterdam, 22 Oktober 1997 ini menorehkan rapor menawan bersama Persik Kediri di Indonesia Super League musim 2025-2026. Ia merupakan langganan Timnas Indonesia di era kepelatihan Luis Milla.

Berkat performa apiknya bersama Macan Putih, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sempat memanggilnya untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang laga uji coba pada periode Maret lalu.


Duo Belanda di Indonesia All Stars

Di lini tengah, Ezra akan diapit oleh dua legiun asing papan atas Indonesia Super League. Mereka adalah gelandang PSIM Yogyakarta asal Portugal, Zé Valente, dan pengatur ritme permainan Madura United asal Belanda, Jordy Wehrmann.

Selain memiliki darah keturunan Indonesia dari garis keluarganya, Jordy Wehrmann sudah merasakan atmosfer kompetisi sepak bola kasta tertinggi Belanda sebelum akhirnya melanjutkan karier di berbagai negara Eropa dan Indonesia.

Jordy Wehrmann merupakan produk asli akademi Feyenoord, salah satu klub raksasa Belanda yang dikenal rutin melahirkan pemain berkualitas. Ia bahkan sempat bermain satu tim dengan eks striker Manchester United dan Arsenal, Robin van Persie, pada musim 2018-2019. Ia kemudian sempat menembus tim utama dan mencicipi kompetisi Eredivisie sebelum melanjutkan petualangannya ke luar negeri.

Pengalamannya di Benua Biru semakin lengkap setelah memperkuat FC Luzern di Swiss. Bersama klub tersebut, Wehrmann turut merasakan manisnya gelar juara Piala Swiss musim 2020-2021, sebuah pencapaian yang menjadi nilai tambah dalam perjalanan kariernya.

Sejak bergabung dengan Madura United pada tahun 2024, performa Wehrmann tergolong sangat stabil. Ia menjelma sebagai motor permainan di lini tengah dengan torehan 50 penampilan serta menyumbangkan empat gol untuk Laskar Sape Kerrab. Berbekal jam terbang tinggi di Eropa, Jordy Wehrmann diproyeksikan menjadi motor daya dobrak lini kedua yang mumpuni untuk mengimbangi agresivitas permainan The Villans.

“Aston Villa klub besar Inggris dan juara Eropa, tentu bahagia dan bangga rasanya menjadi bagian skuad dari Indonesia All Stars yang akan menghadapi mereka akhir pekan ini. Ini kesempatan luar biasa. Saya menghabiskan bertahun-tahun bermain di Eropa dan sempat mencicipi kompetisi UEFA Europa League bersama Feyenoord. Semoga dengan bekal pengalaman tersebut, saya bisa memberikan kontribusi positif, membantu tim, sekaligus menikmati pertandingan,” ucap Jordy Wehrmann.


Lini Depan Bertabur Pemain Muda

Di lini depan, Indonesia All Stars memiliki banyak pilihan pemain yang mempunyai kualitas dan karakter permainan berbeda untuk merepotkan tim asuhan Unai Emery. Salah satunya adalah Reno Salampessy, pemain muda milik Persipura Jayapura yang kerap disebut-sebut sebagai penerus  Boaz Solossa. Reno merupakan putra dari salah satu bek legendaris Timnas Indonesia era pertengahan 2000-an, Ricardo Salampessy.

Secara keseluruhan, penyerang kelahiran 22 Juni 2007 itu telah mencatatkan 5 gol dan 4 assist bagi tim Mutiara Hitam di kompetisi kasta kedua. Reno juga merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF 2026 yang diasuh oleh Nova Arianto.

“Saya bangga Reno terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia All Stars. Semoga putra saya bisa memberikan yang terbaik. Bisa satu lapangan dengan klub besar merupakan sebuah pengalaman berharga yang tidak semua pesepak bola bisa dapatkan,” tutur Ricardo Salampessy mengenai performa Reno yang fasih bermain sebagai penyerang tengah maupun penyerang sayap kiri.

Di sektor depan, Reno akan berkolaborasi dengan dua kompatriotnya, yakni Kelly Sroyer dan Ramai Rumakiek, yang juga sering keluar masuk skuad Timnas Indonesia, baik di level junior maupun senior.

Selain itu, sektor lini depan Indonesia All Stars juga diperkuat oleh Arkhan Kaka, yang namanya melejit pada perhelatan Piala Dunia U-17 2023. Bomber kelahiran Blitar, 2 September 2007 ini mewarisi bakat ayahnya, Purwanto, yang juga merupakan penyerang tajam di era awal 2000-an.


Aston Villa Boyong 30 Pemain ke Jakarta

Aston Villa datang ke Indonesia dengan kekuatan 30 pemain. Unai Emery ikut menyertakan superstar baru mereka, Alejandro Garnacho, yang baru didaratkan dengan status pinjaman dari Chelsea.

Laga persahabatan melawan Indonesia All Stars pada bagian dari memanaskan mesin menyongsong Premier League Inggris musim baru dan juga menyongsong laga prestisius Piala Super Eropa menghadapi Paris Saint-Germain (PSG).

Tak hanya bertanding, Aston Villa datang ke Jakarta menggelar berbagai kegiatan untuk memanjakan para fans. Termasuk bersiap memberi pengalaman melihat langsung trofi juara Europa League. Para penggemar yang menjadi peserta meet and greet pun bisa melihat langsung serta berfoto bareng dengan piala yang menjadi kebanggaan klub, yang akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Setelah menuntaskan agenda di Jakarta, Aston Villa akan melanjutkan tur Asia dengan menghadapi BG Pathum United di Thailand pada 4 Agustus, sebelum bertolak ke Hong Kong untuk berhadapan dengan Bayern Munchen pada 7 Agustus. Rangkaian tur pramusim ini menjadi bagian penting persiapan Aston Villa menuju UEFA Super Cup melawan Paris Saint-Germain pada pertengahan Agustus mendatang.


DAFTAR PEMAIN INDONESIA ALL STARS

Update nama pemain tambahan menyusul diumumkan penyelenggara.


INFORMASI PERTANDINGAN DAN TIKET

Laga Aston Villa melawan Indonesia All Stars akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB. Tiket pertandingan dijual mulai dari Rp350.000 hingga Rp2.250.000, belum termasuk pajak, biaya platform, dan biaya administrasi.


Penjualan tiket berlangsung secara eksklusif melalui kanal resmi AstonVillaJKT.com.

Selain laga utama, rangkaian kedatangan Aston Villa di Jakarta juga akan diisi berbagai kegiatan bagi penggemar, mulai dari sesi latihan terbuka, meet and greet, hingga program pengembangansepak bola, dan kegiatan komunitas.

Setiap peserta meet and greet akan memperoleh berbagai fasilitas eksklusif berupa free T-shirt, Aston Villa Goodie Bag, Official Certificate, Group Photo. Seluruh benefit tersebut dapatdinikmati melalui paket senilai Rp.3.000.000.-  

Informasi soal ini bisa menghubungi+6285710038180 (Jason Fransz).

Helmi Sugara 

www.helmisugarapromotions.com

Phone : +62812 1919 4393

Rabu, 29 Juli 2026

Film Kado Untuk Ibu, Drama Keluarga Paling Plot Twist Tahun Ini! Masuk Ketawa, Keluar Nangis Sesenggukan Film Kado Untuk Ibu tayang mulai 6 Agustus 2026 di bioskop

 


Jakarta, 29 Juli 2026 — Starvision bekerja sama dengan FMM Studios mempersembahkan film drama keluarga Kado Untuk Ibu yang akan tayang mulai 6 Agustus 2026 di seluruh bioskop. Sebuah kisah hangat yang mengikuti perjalanan Ara (Luisa Adreena) saat pergi dari rumah dan meminta bantuan petugas Damkar demi mencari kado terbaik untuk ibunya.

Siapa sangka, perjalanan mencari kado yang seharusnya menjadi perjalanan singkat, justru berubah menjadi perjalanan memaknai arti kehidupan dan keluarga yang sangat berkesan. Di awal hingga tengah filmnya, penonton akan dibuat tertawa melihat tingkah lucu dari Ara dan petugas Damkar Faris (Emir Mahira), yang menemani Ara.

Namun, kisah lucu dan menggemaskan Ara dan Faris berubah menjadi kisah yang mengharukan. Penonton akan dibuat kaget dengan plot twist-nya. Seolah penonton diajak tertawa saat masuk studio bioskop, namun berakhir dengan menangis terharu dan merasakan kehangatan saat keluar bioskop.

Disutradarai oleh M. Amrul Umammi dengan produser Chand Parwez Servia, Kado Untuk Ibu akan menjadi film terplot twist tahun ini! Bagaimana kita sebagai orang dewasa diajak menyelami makna kehidupan dari sudut pandang anak-anak, Ara, yang diperankan dengan sangat baik oleh Luisa Adreena, yang kali ini menampilkan akting yang lebih matang.

Film Kado Untuk Ibu dibintangi oleh Luisa Adreena, Emir Mahira, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Rey Bong, Elsa Japasal, Maizura, Mazaya Amania, Jordan Omar, Arif Alfiansyah, Dennis Adishwara, Ence Bagus, Dio Pratama, Sadana Agung, Adam Xavier, Paloma Turangan, Maheera Yusuf, Vonny Anggraini, Siti Fauziah, Shafira Khadijah, Chacha Hits, Rama Jedi Master dan Juju Mazaya.

"Film Kado Untuk Ibu adalah kisah tentang keluarga, tentang pemaknaan perjuangan cinta dan kasih sayang. Film ini juga menjadi refleksi dalam kehidupan kita, bagaimana kita berjuang demi keluarga dan memaknai serta menghidupi nilai-nilai yang ditanamkan keluarga kita, bagaimana anak-anak di film ini juga bisa membimbing kita dan membuat orang tua lebih sadar untuk selalu hadir dan berjuang demi keluarga," ujar produser Chand Parwez Servia.

Kisah seorang anak yang mencari kado untuk ibunya sebenarnya terinspirasi dari kisah personal sang sutradara, M. Amrul Umammi, dan penulis skenario M. Ali Ghifari. Sebagai sesama orang tua, keduanya pernah merasakan bagaimana seorang anak memberikan kado untuk mereka. Sebuah perasaan hangat dan haru, yang juga menunjukkan perjuangan sang anak untuk orang tuanya, meski tampak sederhana.

Dari kisah itulah kemudian dituangkan ke dalam film Kado Untuk Ibu yang lebih dramatis dan menyentuh secara emosional. Diharapkan film ini juga bisa menjadi pengingat bagi penonton untuk selalu berjuang, dan menjadi ucapan terima kasih karena sudah bertahan untuk menjadi keluarga.

"Ada salah satu adegan yang membuat saya saat menggarap film ini merasa sangat tersentuh. Ketika Ara yang masih sekecil itu begitu dewasa menghargai perjuangan kedua orang tuanya. Sebagai seorang Ayah, saya berharap film ini juga bisa menjadi pengingat, bahwa kita berjuang di luar sana mencari nafkah demi orang-orang tersayang di rumah," ujar sutradara M. Amrul Umammi.

Luisa Adreena, yang sebelumnya mendapat pujian dari perannya, di film Kado Untuk Ibu kembali menampilkan peran terbaiknya lagi. Sebagai Ara, Luisa berhasil mencuri perhatian sepanjang film dengan berbagai tingkah dan dialognya. Membuat kita belajar tentang pendewasaan dari kacamata sederhana anak kecil.

"Aku senang banget memerankan Ara di film ini, karena bisa berpetualang dengan Om Damkar yang diperankan Kak Emir Mahira. Di sini aku jadi anaknya Om Dimas Aditya dan Kak Agla Artalidia, yang seru banget. Meskipun ada satu adegan yang bikin aku sangat sedih dan nangis banget, dan itu jadi salah satu adegan favorit aku di film ini," cerita Luisa Adreena.

Berbicara tentang perannya sebagai Zizah, Ibu dari Ara, Agla Artalidia menjelaskan pengalamannya berperan bersama Luisa. "Luisa adalah aktor yang sangat-sangat brilian, menyenangkan sekali berkolaborasi dengan Luisa. Tidak ada kesulitan untuk membangun chemistry, kami benar-benar meruntuhkan semua tembok untuk bisa menjadi ibu dan anak. Di film Kado untuk Ibu ini menunjukkan perjalanan anak yang ingin memberikan rasa cintanya untuk sang ibu. Dan kita semua di dunia ini adalah seorang anak. Jadi kita pasti bisa relate dengan bagaimana memberikan kasih sayang terhadap ibu," ujar Agla Artalidia.

Tonton kehangatan drama keluarga Kado Untuk Ibu, film paling plot twist tahun ini di bioskop mulai 6 Agustus 2026! Ikuti perkembangan terbaru film Kado Untuk Ibu melalui Instagram @filmkadountukibu, @starvisionplus, @fmmstudios dan TikTok @StarvisionOfficial.


Sinopsis

FARIS (Emir Mahira), seorang damkar yang menanti kelahiran anak pertamanya, batal ke RS untuk dampingi istrinya karena harus membantu ARA (Luisa Adreena) mencari kado ulang tahun untuk ibunya. Perjalanan mereka menjadi petualangan seru yang mengajarkan banyak kebaikan juga memaknai kehilangan tak terduga.


Pemain dan Tim Produksi


Pemeran

Luisa Adreena sebagai Ara

Emir Mahira sebagai Faris

Agla Artalidia sebagai Zizah

Dimas Aditya sebagai Musa

Rey Bong sebagai Yusuf

Elsa Japasal sebagai Zulaikha

Maizura sebagai Adis

Mazaya Amania sebagai Icha

Jordan Omar sebagai Boni

Arif Alfiansyah sebagai Pepeng

Dennis Adishwara sebagai Pak Harto

Ence Bagus sebagai Pak Karsa

Dio Pratama sebagai Dio

Sadana Agung sebagai Pak Bondan

Adam Xavier sebagai Bumi

Paloma Turangan sebagai Mila

Maheera Yusuf sebagai Dini

Vonny Anggraini sebagai Ibu Ningsih

Siti Fauziah sebagai Ibu Toha

Shafira Khadijah sebagai Gina

Chacha Hits sebagai Nur

Rama Jedi Master sebagai Ayah Icha

Juju Mazaya sebagai Ibu Icha


Tim Produksi

Produksi : Starvision, FMM Studios

Produser : Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar, Ryan Kurniawan

Sutradara : M. Amrul Umammi

Produser Eksekutif : Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia, M. Ali Ghifari

Produser Lini : Andre Addin

Penulis Skenario : M. Ali Ghifari

Penata Artistik : Mai Harizon

Penata Kamera : Mawan Kelana

Penyunting Gambar : Wawan I. Wibowo

Penata Suara: Riza I. Zulfikar

Perekam Suara: Aditya Trisnawan

Penata Musik: Febri Pratama

Penata Warna: Hariopati Rinanto

Penata Grafis & VFX: In My Room

Penata Rias: Gabe Sima

Penata Busana: Yulistiowati

Penata Peran: Dwi Keke Novita, Arief Havidz, Erik Arfin

Perancang Poster: Alvin Hariz

OST: Terima Kasih Sudah Bertahan – Ghea Indrawari


Tentang Starvision

Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.


Tentang FM

FMM Studios adalah rumah produksi yang didirikan oleh M. Ali Ghifari dan M. Amrul Umammi. Sejak 2014, FMM aktif menyebarkan nilai-nilai kebaikan lewat film pendek dan web series yang sudah dinikmati jutaan penonton di berbagai platform media sosial.

Seiring berkembangnya perjalanan kreatif, FMM Studios mulai menggeluti industri film sejak 2017, dan hingga kini telah memproduksi 7 film panjang untuk penayangan bioskop seperti Perjalanan Pembuktian Cinta, Lebih dari Selamanya dan Andai Waktu Bisa Diulang Kembali.

Berawal dari ide kreatif yang mencintai dunia audio visual, FMM Studios terus berkembang menjadi studio profesional yang menghadirkan film pendek, web series, kampanye brand, hingga film panjang yang menggugah hati dan menginspirasi banyak orang.

Rilis Final Trailer, Film "Dan Bandung" Kisah Perjuangan Cinta Karya Pidi Baiq dan Arahan Rudi Soedjarwo, Siap Mengaduk Emosi Penonton

 


Jakarta, 29 Juli 2026 — Pernah dibikin baper dan susah move on oleh karya-karyanya Pidi Baiq? Bersiaplah untuk kembali merelakan hati kalian. Kreator di balik fenomena semesta Dilan ini kembali menghadirkan kisah terbarunya lewat film layar lebar berjudul "Dan Bandung". Menjelang penayangannya, Verona Films secara resmi meluncurkan Final Trailer dalam acara press conference yang digelar secara meriah di Plaza Senayan XXI.

Acara peluncuran Final Trailer ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting di balik layar, yakni Produser Eksekutif Bedy Kunady, Produser Titin Suryani, dan Sutradara Rudi Soedjarwo yang turut hadir memeriahkan press conference ini bersama jajaran pemeran seperti Samo Rafael, Shanna Shannon, Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Arswendy Bening Swara, Jenny Zhang, Tike Priatnakusumah, Nugie, De Boer William, dan Ade Habibie.

Final Trailer Dan Bandung membawa penonton masuk ke dalam perjalanan emosional Basil dan Elma, memperlihatkan bagaimana cinta harus diuji oleh berbagai pilihan, pengorbanan, dan kenyataan yang tak selalu berpihak. Cuplikan ini memperlihatkan dengan intim bagaimana perjuangan keras dua anak muda yang sedang jatuh cinta sedalam-dalamnya, namun harus berbenturan dengan realita pahit karena hubungan mereka tidak mendapatkan restu dari keluarga.

Duduk di kursi sutradara adalah Rudi Soedjarwo, sineas yang dikenal luas telah melahirkan salah satu film romansa paling ikonik di Indonesia, Ada Apa dengan Cinta? (AADC). Menggarap kisah romansa dari semesta Pidi Baiq memberikan kesan mendalam tersendiri baginya.

"Ini film yang nggak mungkin saya buat saat muda dulu. Banyak sekali tema-tema yang saya eksplor dalam cerita ini, dari kehadiran keluarga dalam hidup kita, manisnya kisah cinta muda, dan realita yang seringkali tak seindah pikiran kita," ungkap Rudi Soedjarwo menceritakan pengalamannya menggarap "Dan Bandung".

Dengan kolaborasi Rudi Soedjarwo dan Pidi Baiq, Produser, Titin Suryani pun berharap film produksi Verona Films kali ini mampu diterima dan disukai penonton Indonesia.

"Dan Bandung lahir dari kolaborasi orang-orang hebat yang memiliki visi yang sama. Melalui kisah yang dekat dan relevan dengan kehidupan masyarakat, film ini mengangkat konflik, persahabatan, perjuangan, dan perjalanan cinta Basil dan Elma. Harapan kami, film kedua Verona ini dapat diterima dengan hangat oleh penonton dan menjadi salah satu karya yang turut mewarnai perjalanan perfilman Indonesia," jelas Titin Suryani

Bersiaplah untuk menjadi saksi dari manisnya cinta muda dan beratnya realita yang harus mereka hadapi. Film 'Dan Bandung' dipastikan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Catat tanggalnya, dan ikuti terus akun media sosial resmi di @filmdanbandung untuk mendapatkan informasi terbaru.


Tentang Verona Films

Verona Films merupakan ekspansi dari Verona Pictures, rumah produksi yang didirikan oleh Titin Suryani sejak tanggal 10 Oktober 2010, yang selama 15 tahun ini sudah memproduksi ratusan judul sinetron, dan menghasilkan ribuan episode, seperti Terpaksa Menikahi Tuan Muda, Suami Pengganti, dan Bintang Samudera. Pada tahun 2024, Verona Pictures telah resmi masuk ke lantai bursa (Go Public) menjadi PT Verona Indah Pictures Tbk.

Bersama tim yang solid dan didukung sineas profesional di bidangnya, Verona Films memiliki misi untuk menjadi rumah bagi para sineas dan pekerja kreatif di Indonesia untuk berkembang dan berkarya. Verona Films juga berkomitmen untuk memproduksi karya sinematografi terbaik yang dapat menghibur dan diminati oleh masyarakat Indonesia, sehingga Verona Films dapat memberikan warna baru di industri film tanah air.

Selasa, 28 Juli 2026

Viu Hadirkan Tujuh Tayangan Lintas Genre untuk Warnai Kuartal Ketiga 2026


Jakarta, 29 Juli 2026 - Viu memperkenalkan tujuh tayangan yang mengisi kuartal ketiga 2026 melalui Viu Media Gathering Q3 2026 di Jakarta. Lineup ini mempertemukan drama romantis Korea, komedi dan thriller keluarga, hiburan lokal, serta dua judul yang menghadirkan talenta Indonesia: Garam Muda dan Dia Perempuan Sialan.

Tujuh judul tersebut adalah Dream to You, Lapor Pak!, The Affair Was Just the Beginning, Garam Muda, OK! Let's Get Divorced, Zong Ran dan Dia Perempuan Sialan. Dream to You telah hadir di Viu sejak 13 Juli, disusul Lapor Pak! pada 24 Juli. Empat judul berikutnya akan hadir bertahap mulai akhir Juli hingga September 2026.



Dream to You Mempertemukan Hwang In-youp dan Hyeri dengan Mimpi yang Pernah Ditinggalkan

Dream to You menghadirkan Hwang In-youp dan Hyeri dalam kisah Woo Su-bin, sutradara muda berbakat yang kembali ke Korea untuk mencari Joo Yi-jae, perempuan yang pernah berbagi mimpi dengannya ketika remaja. Di balik keberhasilan Su-bin, ada bagian masa lalu yang belum selesai. Sementara itu, Yi-jae kini menjalani keseharian sebagai reporter dan telah lama mengubur ambisinya.

Pertemuan mereka memaksa keduanya menghadapi kembali perasaan yang tertinggal serta versi diri yang pernah mereka abaikan. Drama romantis komedi 12 episode ini mengangkat tema burnout, penemuan kembali diri, dan transisi hidup di usia akhir 20-an hingga 30-an. Dream to You tayang di Viu sejak 13 Juli 2026 dengan episode akhir pada 18 Agustus 2026.



Viu Hadirkan 30 Episode Pilihan Lapor Pak! yang Paling Pecah

Lapor Pak! membawa warna komedi Indonesia ke dalam lineup kuartal ketiga Viu. Variety show berlatar kantor polisi ini mengolah isu publik dan topik yang sedang menjadi perbincangan melalui parodi, sketsa, serta improvisasi spontan para pemainnya. Program ini menghadirkan Andre Taulany, Wendi Cagur, Andhika Pratama, Kiky Saputri, Ayu Ting Ting, Surya Insomnia, dan Hesti Purwadinata.

Sebanyak 30 episode pilihan Lapor Pak! tersedia di Viu mulai 24 Juli 2026. Sepuluh episode pertama hadir saat peluncuran, kemudian dilanjutkan dengan satu episode baru setiap hari hingga seluruh koleksinya tersedia. Pilihan ini memungkinkan penonton menikmati kembali momen-momen paling lucu, spontan, dan tidak terduga dari para pemain kapan saja melalui Viu. 



Rahasia Keluarga, Perselingkuhan, dan Kejahatan dalam Balutan Komedi Gelap

Mulai 31 Juli, Viu menghadirkan The Affair Was Just the Beginning, serial delapan episode yang memadukan drama keluarga, komedi gelap, thriller satir, dan misteri kejahatan. Kehidupan keluarga suburban yang tampak sempurna mulai runtuh ketika Kyung-hee, CEO sukses yang dikenal sebagai "Korea's Mom Next Door", mencurigai suaminya berselingkuh. Namun, yang ia temukan justru rahasia yang jauh lebih berbahaya dan menyeret keluarganya ke dalam insiden fatal serta upaya menutupinya.

Serial ini dibintangi Kim Hye-soo dan Cho Yeo-jeong. The Affair Was Just the Beginning diciptakan oleh Hwang Dong-hyuk, kreator di balik fenomena global Squid Game. Perpaduan ketegangan, humor gelap, dinamika keluarga, dan satire sosial menjadi daya tarik utama serial ini.



Garam Muda Membawa Hipdut ke Dalam Romansa Remaja

Pada 7 Agustus, Viu Original Garam Muda menghadirkan kisah romansa remaja musikal dengan hipdut, perpaduan hip-hop dan dangdut, sebagai bagian penting dari dunia ceritanya. Serial 12 episode ini dibintangi Junior Roberts sebagai Kaizen dan Aisyah Aqilah sebagai Annet.

Kaizen dikenal sebagai siswa paling populer di sekolah elite. Kehidupannya mulai berubah ketika ia kembali bertemu Annet, gadis berjiwa bebas yang pernah melindunginya dari perundungan. Demi mendekati Annet, Kaizen diam-diam masuk ke dunia hipdut dan bergabung dengan kelompoknya yang sedang mengejar mimpi menjadi musisi viral.

Pilihan itu membuat Kaizen harus menghadapi tekanan sosial, cinta segitiga, dan ketakutan menjadi orang luar. Di tengah musik, persahabatan, dan konflik khas remaja, Garam Muda membawa cerita tentang keberanian menjadi diri sendiri meski harus mempertaruhkan citra dan penerimaan lingkungan.



Zong Ran Menghubungkan Dua Masa melalui Sebuah Ponsel Lama

Drama China Zong Ran membawa romansa fantasi tentang dua orang yang dipisahkan oleh waktu. Ren Zhan, yang hidup pada 2021, menemukan ponsel lama di kamar kontrakannya dan menerima pesan dari Wu Xiu yang dikirim sepuluh tahun sebelumnya. Keduanya mulai berkomunikasi melintasi waktu dan berusaha menemukan satu sama lain di masa masing-masing.


Setiap upaya mereka untuk mengubah keadaan justru membawa konsekuensi baru bagi kehidupan satu sama lain. Dibintangi Liang Jie dan Guo Junchen, drama modern-romansa-fantasi produksi Huace ini terdiri atas 30 episode berdurasi sekitar 45 menit. Zong Ran dijadwalkan hadir di Viu pada kuartal ketiga 2026, dengan tanggal penayangan yang akan diumumkan kemudian.


Romansa Dimulai dari Keputusan untuk Bercerai

OK! Let's Get Divorced hadir di Viu mulai 19 Agustus dengan premis "divorce-first". Drama 12 episode ini mengikuti pasangan terkenal di balik sebuah pernikahan tampak sempurna di hadapan publil. Namun, konflik personal dan profesional yang telah lama tersimpan mulai meruntuhkan pernikahan tersebut.

Setelah pertengkaran di depan kamera dalam sebuah reality show, sang istri mengajukan perceraian. Keputusan itu memicu pertarungan hukum dan memaksa keduanya menghadapi masa lalu, emosi yang belum selesai, serta pertanyaan apakah hubungan mereka masih memiliki arti. Drama ini dibintangi Lee Min-jung dan Kim Ji-seok.



Dia Perempuan Sialan Membawa Dendam ke Dalam Rumah yang Dikuasai Ketakutan

Lineup berlanjut pada 10 September melalui Dia Perempuan Sialan, thriller drama delapan episode yang dibintangi Meerqeen, Caitlin Halderman, dan Hannah Delisha. Cerita bermula ketika Puan Sri Asyikin menuduh pembantunya, Bulan, membunuh kucing kesayangannya. Ia menganiaya Bulan, mengejarnya ke jalan, lalu menabraknya tanpa penyesalan.

Delapan bulan kemudian, Puan Sri meninggal secara mengerikan dan keluarganya meyakini ia telah dikutuk. Pada hari yang sama, seorang pembantu baru bernama Riska tiba di rumah itu. Ia tampak lembut dan dapat dipercaya, tetapi kedatangannya bukan kebetulan. 

Dengan enam judul tersebut, Viu menghadirkan pilihan cerita yang bergerak dari romansa dan pencarian jati diri, komedi, musik, konflik rumah tangga, hingga thriller penuh rahasia. Seluruh tayangan dapat disaksikan secara bertahap di Viu sepanjang kuartal ketiga 2026

Film Bapakmu Kiper, Kisah Ayah dan Anak yang Belajar Memaafkan Lewat Sepak Bola Tarkam

 


Jakarta, 28 Juli 2026 - Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis trailer perdana Film Bapakmu Kiper yang akan tayang di bioskop pada 3 September 2026. Film ini menghadirkan kisah hangat sekaligus mengharukan tentang hubungan ayah dan anak laki-laki yang telah lama renggang, dan bagaimana keduanya dipertemukan kembali lewat serunya sepak bola antar kampung (tarkam).

Trailer memperlihatkan sosok anak yang menyimpan jarak dan luka terhadap ayahnya, serta sang ayah yang berusaha mencari cara untuk kembali dekat dengan anaknya setelah bertahun-tahun terpisah oleh masalah masa lalu. Di tengah kecanggungan itu, pertandingan tarkam yang seru, nyeleneh, dan penuh tawa menjadi jembatan tak terduga yang mempertemukan keduanya di satu lapangan yang sama.

Alih-alih menghadirkan drama yang berat, Bapakmu Kiper memilih pendekatan yang jenaka dan membumi, menertawakan kekonyolan pertandingan kampung dengan segala kleniknya, tingkah para pemain dan penonton yang riuh, sekaligus menyisipkan momen-momen kecil yang perlahan mencairkan hubungan ayah dan anak ini. Dari sanalah pertanyaan besar film ini muncul, bisakah keduanya saling memaafkan dan berdamai dengan masalah di masa lalu, dan memberi diri mereka kesempatan kedua untuk saling percaya?

Film ini diproduksi oleh Entelekey Sinema Indonesia (ESI), rumah produksi yang berada di bawah naungan Entelekey Media Indonesia (EMI), dan menjadi proyek perdana yang diproduksi secara mandiri oleh ESI. Film ini disutradarai oleh Ody Harahap, yang sebelumnya dikenal lewat sejumlah film komedi seperti Kapan Kawin?, Sweet 20, dan Orang Kaya Baru, dengan naskah ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Di isi jajaran Produser Eksekutif yakni Patricia Gunadi, Garnet Geraldine selaku Direktur Utama Entelekey Sinema Indonesia, dan Yvonne Supangkat. Film ini juga diproduksi oleh Arci Fadillah.

Trailer dan poster juga menampilkan atmosfer khas tarkam yang riuh dan penuh warna, berpadu dengan momen-momen personal yang menyentuh antara kedua tokoh utama.

Sejumlah karakter pendukung turut memperkaya cerita, menghadirkan komedi sekaligus kehangatan yang membuat perjalanan rekonsiliasi ini terasa dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.

Selain Fedi Nuril dan Ali Fikry, Bapakmu Kiper dibintangi oleh Tanta Ginting, Augie Fantinus, Vidi Bule, Neysa Chandria, Ochi Manan, Arnold Kobogau, Lucky Moniaga, Djaitov Tigor, Chrismanto Eka Prastio, Rian Reza, Dwi Yabesy, Didi Murs, Mahmud Jabrik, dan Joko Nugroho.

Kehangatan hubungan ayah dan anak yang diangkat dalam film ini juga dirasakan langsung oleh para pemain dan tim produksi yang terlibat. Fedi Nuril, yang memerankan Warto, menilai kedekatan emosional dunia tarkam dengan keluarga Indonesia jarang diangkat secara utuh ke layar lebar.

"Apa yang dialami karakter Warto dan Dino di film ini mungkin banyak dialami anak laki-laki dan ayahnya. Apalagi saya sendiri punya tiga anak laki-laki, ya. Jadi memahami posisi Warto, di balik ketidakakurannya itu sebenarnya hanyalah ketidakmampuan seorang ayah untuk menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang yang besar dengan benar saja. Jadi cerita tentang kedekatan emosional yang dipadukan dengan dunia sepak bola antar kampung saya rasa akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, tapi jarang diangkat secara utuh ke layar lebar. Menurut saya itu yang membuat Bapakmu Kiper terasa spesial. Film ini lucu, hangat, dan sangat membumi," kata Fedi.

Bagi Ali Fikry, yang berperan sebagai Dino, kehangatan itu terasa lewat proses menyelami karakter yang perlahan belajar percaya lagi pada sosok ayahnya.

"Buat aku, Dino itu bukan cuma soal anak yang marah sama bapaknya. Ini soal gimana rasanya nunggu seseorang berubah, dan akhirnya belajar buat percaya lagi. Seru banget bisa bawa emosi itu di tengah keseruan tarkam yang kocak," ujar Ali.

Kehangatan yang dirasakan Ali di lapangan syuting itu juga menjadi alasan besar di balik keputusan tim produksi mengangkat cerita ini ke layar lebar, seperti disampaikan Garnet Geraldine, Direktur Utama ESI sekaligus produser eksekutif Bapakmu Kiper.

"Bapakmu Kiper lahir dari keinginan kami membuat film yang bikin penonton ketawa, tapi juga pulang dengan hati yang hangat dan lapang. Kami percaya banyak keluarga Indonesia punya cerita serupa. Luka yang belum selesai, dan harapan untuk berdamai. Sepakbola Tarkam bisa jadi cara paling sederhana buat menceritakannya," ujar Garnet Geraldine.

Bapakmu Kiper diharapkan menjadi film drama keluarga Indonesia yang menghibur sekaligus menyentuh, membuktikan bahwa lapangan bola sederhana pun bisa menjadi tempat memperbaiki hubungan yang paling berarti, dan bahwa setiap orang berhak atas kesempatan kedua.

Trailer resmi kini telah tersedia dan mengajak penonton untuk mulai mengenal perjalanan ayah dan anak ini sebelum filmnya hadir di bioskop pada 3 September 2026.



Aston Villa Puji Kualitas Rumput Stadion Utama GBK, Unai Emery Sebut Setara Standar Premier League

  [Rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta]  [Rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta]   Jakarta – Sabtu,  1...