Selasa, 28 Juli 2026

Film Bapakmu Kiper, Kisah Ayah dan Anak yang Belajar Memaafkan Lewat Sepak Bola Tarkam

 


Jakarta, 28 Juli 2026 - Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis trailer perdana Film Bapakmu Kiper yang akan tayang di bioskop pada 3 September 2026. Film ini menghadirkan kisah hangat sekaligus mengharukan tentang hubungan ayah dan anak laki-laki yang telah lama renggang, dan bagaimana keduanya dipertemukan kembali lewat serunya sepak bola antar kampung (tarkam).

Trailer memperlihatkan sosok anak yang menyimpan jarak dan luka terhadap ayahnya, serta sang ayah yang berusaha mencari cara untuk kembali dekat dengan anaknya setelah bertahun-tahun terpisah oleh masalah masa lalu. Di tengah kecanggungan itu, pertandingan tarkam yang seru, nyeleneh, dan penuh tawa menjadi jembatan tak terduga yang mempertemukan keduanya di satu lapangan yang sama.

Alih-alih menghadirkan drama yang berat, Bapakmu Kiper memilih pendekatan yang jenaka dan membumi, menertawakan kekonyolan pertandingan kampung dengan segala kleniknya, tingkah para pemain dan penonton yang riuh, sekaligus menyisipkan momen-momen kecil yang perlahan mencairkan hubungan ayah dan anak ini. Dari sanalah pertanyaan besar film ini muncul, bisakah keduanya saling memaafkan dan berdamai dengan masalah di masa lalu, dan memberi diri mereka kesempatan kedua untuk saling percaya?

Film ini diproduksi oleh Entelekey Sinema Indonesia (ESI), rumah produksi yang berada di bawah naungan Entelekey Media Indonesia (EMI), dan menjadi proyek perdana yang diproduksi secara mandiri oleh ESI. Film ini disutradarai oleh Ody Harahap, yang sebelumnya dikenal lewat sejumlah film komedi seperti Kapan Kawin?, Sweet 20, dan Orang Kaya Baru, dengan naskah ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Di isi jajaran Produser Eksekutif yakni Patricia Gunadi, Garnet Geraldine selaku Direktur Utama Entelekey Sinema Indonesia, dan Yvonne Supangkat. Film ini juga diproduksi oleh Arci Fadillah.

Trailer dan poster juga menampilkan atmosfer khas tarkam yang riuh dan penuh warna, berpadu dengan momen-momen personal yang menyentuh antara kedua tokoh utama.

Sejumlah karakter pendukung turut memperkaya cerita, menghadirkan komedi sekaligus kehangatan yang membuat perjalanan rekonsiliasi ini terasa dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.

Selain Fedi Nuril dan Ali Fikry, Bapakmu Kiper dibintangi oleh Tanta Ginting, Augie Fantinus, Vidi Bule, Neysa Chandria, Ochi Manan, Arnold Kobogau, Lucky Moniaga, Djaitov Tigor, Chrismanto Eka Prastio, Rian Reza, Dwi Yabesy, Didi Murs, Mahmud Jabrik, dan Joko Nugroho.

Kehangatan hubungan ayah dan anak yang diangkat dalam film ini juga dirasakan langsung oleh para pemain dan tim produksi yang terlibat. Fedi Nuril, yang memerankan Warto, menilai kedekatan emosional dunia tarkam dengan keluarga Indonesia jarang diangkat secara utuh ke layar lebar.

"Apa yang dialami karakter Warto dan Dino di film ini mungkin banyak dialami anak laki-laki dan ayahnya. Apalagi saya sendiri punya tiga anak laki-laki, ya. Jadi memahami posisi Warto, di balik ketidakakurannya itu sebenarnya hanyalah ketidakmampuan seorang ayah untuk menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang yang besar dengan benar saja. Jadi cerita tentang kedekatan emosional yang dipadukan dengan dunia sepak bola antar kampung saya rasa akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, tapi jarang diangkat secara utuh ke layar lebar. Menurut saya itu yang membuat Bapakmu Kiper terasa spesial. Film ini lucu, hangat, dan sangat membumi," kata Fedi.

Bagi Ali Fikry, yang berperan sebagai Dino, kehangatan itu terasa lewat proses menyelami karakter yang perlahan belajar percaya lagi pada sosok ayahnya.

"Buat aku, Dino itu bukan cuma soal anak yang marah sama bapaknya. Ini soal gimana rasanya nunggu seseorang berubah, dan akhirnya belajar buat percaya lagi. Seru banget bisa bawa emosi itu di tengah keseruan tarkam yang kocak," ujar Ali.

Kehangatan yang dirasakan Ali di lapangan syuting itu juga menjadi alasan besar di balik keputusan tim produksi mengangkat cerita ini ke layar lebar, seperti disampaikan Garnet Geraldine, Direktur Utama ESI sekaligus produser eksekutif Bapakmu Kiper.

"Bapakmu Kiper lahir dari keinginan kami membuat film yang bikin penonton ketawa, tapi juga pulang dengan hati yang hangat dan lapang. Kami percaya banyak keluarga Indonesia punya cerita serupa. Luka yang belum selesai, dan harapan untuk berdamai. Sepakbola Tarkam bisa jadi cara paling sederhana buat menceritakannya," ujar Garnet Geraldine.

Bapakmu Kiper diharapkan menjadi film drama keluarga Indonesia yang menghibur sekaligus menyentuh, membuktikan bahwa lapangan bola sederhana pun bisa menjadi tempat memperbaiki hubungan yang paling berarti, dan bahwa setiap orang berhak atas kesempatan kedua.

Trailer resmi kini telah tersedia dan mengajak penonton untuk mulai mengenal perjalanan ayah dan anak ini sebelum filmnya hadir di bioskop pada 3 September 2026.



Kamis, 23 Juli 2026

MAXStream TV dan iQIYI Hadirkan Bunga di Tepi Jurang, Perkaya Pilihan Hiburan Digital dengan Kisah yang Dekat dengan Kehidupan Masyarakat

 

​Original series ini menghadirkan kisah perjuangan untuk bangkit dan memperkaya pilihan konten lokal berkualitas


​Jakarta, 23 Juli 2026 — Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tontonan lokal yang berkualitas dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, MAXStream TV bersama iQIYI resmi memperkenalkan original series terbaru, Bunga di Tepi Jurang. Mengangkat kisah tentang perjuangan, harapan, dan ketangguhan seorang perempuan, series ini menjadi langkah terbaru bagi kedua platform dalam menghadirkan tontonan yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia.

​Menggandeng Leo Pictures selaku rumah produksi, series Bunga di Tepi Jurang menjadi wujud komitmen ketiga pihak untuk terus menghadirkan original series Indonesia berkualitas sekaligus mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional. Melalui distribusi lintas platform, masyarakat dapat menikmati karya lokal yang semakin mudah dijangkau kapan saja dan di mana saja.

​VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M Fadhli, mengatakan, "Kami percaya kolaborasi bersama iQIYI menjadi bagian penting dalam menyuguhkan pilihan hiburan digital yang semakin beragam bagi masyarakat. Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, kami ingin menghadirkan pengalaman digital yang semakin relevan bagi pelanggan, termasuk akses ke konten berkualitas yang dapat dinikmati dengan mudah melalui ekosistem digital Telkomsel."

​Bunga di Tepi Jurang mengisahkan Andini yang diperankan oleh Claresta Taufan, seorang perempuan yang berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya demi membangun kehidupan yang ia pilih. Cerita ini mengangkat tema perjuangan, harapan, dan keberanian untuk bangkit dari berbagai tantangan hidup.

​"Andini adalah karakter yang sangat manusiawi dan penuh perjuangan. Saya berharap perjalanan hidupnya dapat memberikan inspirasi sekaligus membuat penonton bisa ikut merasakan setiap emosi yang ia lalui," ucap Claresta Taufan.

​Dengan konflik yang kompleks dan karakter yang terus berkembang, Bunga di Tepi Jurang menghadirkan pengalaman menonton yang emosional sekaligus penuh ketegangan. Melalui perjalanan Andini menghadapi berbagai tekanan dalam hidup, mulai dari keluarga dan relasi yang rumit hingga pencarian jati diri, penonton diajak menyaksikan kisah tentang keberanian untuk bangkit, melangkah maju, dan menentukan arah hidupnya sendiri.

​Bunga di Tepi Jurang didukung oleh jajaran aktor dan aktris ternama Indonesia, termasuk Stefan William, Aliando Syarief, Derby Romero, hingga aktor legendaris Anjasmara dan aktor muda yang sedang naik daun, Raden Rakha. Kolaborasi lintas generasi ini menyuguhkan dinamika antar karakter yang memperkaya emosi dan konflik dalam cerita.

​Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam, menambahkan "Melalui Bunga di Tepi Jurang, kami ingin menghadirkan kisah tentang perjuangan, pilihan hidup, dan ketangguhan seorang perempuan. Series ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus mengembangkan original Indonesian storytelling yang berkualitas serta mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan penonton."

​Bunga di Tepi Jurang dapat disaksikan mulai 31 Juli 2026 melalui MAXStream TV dan iQIYI lewat aplikasi mobile, smart TV, hingga platform streaming berbasis internet lainnya. Didukung jaringan Telkomsel yang andal, pelanggan dapat menikmati tayangan secara lancar dan nyaman, sehingga pengalaman menikmati hiburan digital berkualitas menjadi semakin mudah diakses kapan saja dan di mana saja.


Tentang Telkomsel

Telkomsel adalah penyedia layanan telekomunikasi digital terbaik di Indonesia yang hadir untuk melayani sepenuh hati melalui konektivitas, layanan, dan solusi yang unggul dan inovatif. Berdiri sejak 1995, Telkomsel terus mendukung transformasi digital bangsa dengan jaringan 4G yang menjangkau 97% wilayah populasi serta menjadi pionir layanan 5G terdepan dan terluas di Indonesia. Melayani ratusan juta pelanggan mobile dan fixed broadband, Telkomsel fokus menghadirkan ragam produk bernilai tambah beyond telco serta memperluas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengakselerasi kemajuan Indonesia. Operasional perusahaan dijalankan secara berkelanjutan dengan prinsip ESG, dan layanan Telkomsel dapat diakses melalui telkomsel.com, media sosial @telkomsel, aplikasi MyTelkomsel, serta berbagai kanal resmi lainnya.


​Tentang MAXStream TV

MAXStream TV adalah platform OTT unggulan dengan koleksi film dan series Indonesia lintas era dan genre, eksklusif serta tanpa biaya tambahan bagi seluruh pelanggan Telkomsel, yang dapat diakses melalui aplikasi mobile, Android TV, maupun langsung dari Set-Up Box (STB) untuk TV dengan berlangganan IndiHome. Untuk mengunduh aplikasi bisa melalui Google Play Store dan App Store.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: https://MAXStream.tv/

Instagram: @MAXStream.tv

TikTok: @MAXStream.tv

YouTube: @MAXStreamTV

App: App Store & Google Play Store


Tentang iQIYI International

iQIYI menghadirkan iQIYI International (iq.com dan aplikasi internasionalnya), layanan streaming yang menyajikan beragam series TV dan film Asia bagi penonton global. Layanan ini dapat diakses melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan internet di 191 wilayah di seluruh dunia, dengan antarmuka dan subtitle yang tersedia dalam 12 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, Inggris, Melayu, Thai, Vietnam, Korea, dan Spanyol. Saat ini, iQIYI International telah melayani lebih dari 100 juta pengguna dengan katalog konten yang mencakup lebih dari 1.700 judul drama, variety show, dan anime, serta sekitar 2.000 film. iQIYI International juga memiliki kantor lokal di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Amerika Utara.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: www.iq.com

Facebook: @iQIYIIndonesia

Instagram: @iqiyi.indonesia

TikTok: @iqiyi.indonesia

YouTube: @iQIYIIndonesia

Film 'Istimewa' Rilis Official Trailer dan Poster, Angkat Ketulusan Perjalanan Anak-Anak Disabilitas (Istimewa) Dalam Mencari dan Menguatkan Sang Ayah

 


Jakarta, 23 Juli 2026 - Kairos Film resmi merilis official trailer dan poster film Istimewa. Istimewa merupakan film keluarga yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan dan semua umur. Bercerita tentang sebuah drama keluarga yang mengikuti perjalanan sekelompok anak-anak disabilitas (Istimewa) dalam mencari Ayah yang menjadi tempat mereka pulang Dibalut dengan petualangan yang penuh kejutan, dinamika persahabatan yang hangat, serta momen-momen yang mengundang tawa, Istimewa menghadirkan kisah yang menghibur sekaligus menghangatkan hati tentang keluarga. keberanian, dan arti kehadiran.

Disutradarai Ruben Adrian, Istimewa mengisahkan kehidupan anak-anak di Rumah Istimewa yang tumbuh bersama dalam kasih sayang Pak Mahendra. Ketika figur Ayah yang selama ini menjadi tempat mereka bersandar tiba-tiba menghilang, mereka memutuskan meninggalkan rumah demi mencarinya. Dari situlah petualangan dimulai. membawa mereka bertemu orang-orang baru, menghadapi berbagai tantangan. sekaligus menemukan makna persahabatan, keberanian, dan keluarga.

Melalui kisah tersebut, Istimewa menghadirkan anak-anak disabilitas (Istimewa) sebagai karakter utama yang aktif menggerakkan cerita. Dengan kepribadian yang beragam, rasa ingin tahu yang besar, dan dinamika yang penuh warna, mereka hadir sebagai pahlawan dan sebagai individu yang memiliki mimpi, keberanian, rasa humor, dan cara unik clalam memandang dunia. Mereka akan tetap hadir menebarkan kebaikan dan kasih sayang pada seluruh umat manusia.

Ruben Adrian. Sutradara Istimewa, mengatakan, "Sejak awal kami ingin menghadirkan film yang bisa mengubah cara pandang seseorang dan dinikmati semua kalangan. Ada tawa, ada petualangan, ada momen-momen yang hangat, tetapi di saat yang sama penonton juga diajak mengenal anak-anak ini sebagai manusia yang utuh. Yang membuat Istimewa begitu berarti bagi kami adalah karena film ini lahir dari berbagai kisah nyata yang kami dengarkan langsung dari teman-teman Istimewa. Kisah-kisah itu kemudian kami rangkai menjadi sebuah simfoni perjalanan yang penuh harapan, keberanian, dan kasih sayang. Melalui perjalanan mencari Ayah, kami berharap penonton ikut merasakan bahwa rumah dan keluarga bisa hadir lewat penerimaan, kasih sayang, dan orang-orang yang memilih untuk tetap bersama, dengan berpijak pada nilai saling memaafkan dan saling mengasihi."

Official trailer memperlihatkan sekilas kehidupan hangat di Rumah Istimewa sebelum berubah menjadi sebuah perjalanan penuh kejadian tak terduga. Mulai dari tingkah usil yang mengundang tawa, persahabatan yang menghangatkan, hingga berbagai rintangan. yang harus mereka hadapi bersama, trailer ini memberikan gambaran tentang petualangan emosional yang menjadi inti cerita Istimewa

Sementara itu, poster resmi film menampilkan seluruh anggota keluarga rumah Istimewa yang berkumpul di depan rumah yang menjadi tempat mereka tumbuh bersama. Visual tersebut menjadi simbol bahwa rumah bukan sekadar tempat untuk kembali, melainkan ruang yang dibangun oleh kasih sayang, penerimaan, dan orang-orang yang memilih untuk tetap hadir.

Mathias Muchus, yang memerankan sosok Pak Mahendra, mengatakan. "Yang membuat saya jatuh hati pada Istimewa adalah ketulusannya. Film ini mengingatkan kita bahwa keluarga tidak selalu tentang hubungan darah, tetapi tentang siapa yang memilih untuk menerima, menjaga, dan tetap hadir ketika kita saling membutuhkan."

Sementara itu, Aldi, salah satu pemeran anak dalam istimewa, berharap film ini dapat membuka mata masyarakat. "Aku bangga bisa jadi bagian dari Istimewa. Aku senang kisahku diangkat ke dalam film ini. Semoga film ini bisa jadi motivasi untuk anak-anak disabilitas kembali bangkit meraih mimpi masing-masing, dan membuktikan bahwa teman-teman Istimewa juga mampu berkarya. Semoga Istimewa ditonton seluruh masyarakat Indonesia dan dunia."

Melalui pendekatan Istimewa menghadirkan representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia. Film ini menempatkan anak-anak disabilitas (Istimewa) sebagai pusat cerita yang menggerakkan alur melalui pilihan, keberanian, dan hubungan yang mereka bangun dengan orang-orang di sekitar mereka.

Istimewa akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Official trailer kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube dan media sosial resmi Kairos Pictures,



SINOPSIS

Di Rumah Istimewa, lima anak dengan disabilitas Aldo (Aldil) Bimo (Bambang, Ken (Rein) Nila (Niatus), Mul (Mustofa), hidup sebagai keluarga bersama Pak Mahendra (Mathias Muchus), sosok Ayah yang penuh kasih, dan seorang sukarelawan, Mbak Kinan (Yanni Melwanil yang setia merawat mereka. Saat Ayah divonis kanker dan memilih pergi diam-diam agar mereka tak melihatnya melemah, anak-anak nekat melakukan perjalanan untuk mencarinya. Di tengah pencarian, mereka bertemu Bagas (Ajil Dittol dan Aji (Agus Kuncorol yang membawa mereka menjadi viral melalui panggung PWO dengan bergabungnya Elia (Salsabila Bella)

Perjalanan itu menguji persahabatan dan ketulusan yang sesungguhnya. Setelah melalui berbagai rintangan. mereka menemukan titik cerah untuk bertemu kembali cengan Ayah. Rumah Istimewa kembali berdiri, tetapi sebuah kehilangan mengajarkan bahwa tak ada yang abadi, melainkan hidup melalui kasih dan maaf. Apakah mereka bisa bertahan menghadapi duria, sebagai sebuah keluarga?


CATATAN PRODUKSI

Judul: Istimewa

Sutradara: Ruben Adrian

Produser: Abdullah Mansuri

Produksi: Kairos Film

Genre: Drama Keluarga (Semua Umur)

Durasi: 1 jam 59 menit.

Tanggal Tayang: 17 September 2026


PEMERAN

√ Mathias Muchus

√ Yanni Melwani

√ Mustofa

√ Niatus Sholihah

√ Zulfadli Aldiansyah

√ Rein

√ Bambang Ceper

√ Salsabila Bella

√ Ricky Komo

√ Fauzan Nasrul

√ Muhammad Fazzill Alditto

√ Agus Kuncoro

√ Ence Bagus


TENTANG KAIROS PICTURES

Kairos Film merupakan rumah produksi yang menghadirkan karya-karya dengan cerita humanis, relevan, dan ciekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui berbagai perspekt if dan karakter yang beragam, Kairos Film berkomitmen untuk membuka ruang bagi cerita yang mendorong empati, refleksi, serta representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia.

Rabu, 22 Juli 2026

First Look Ibra The Movie: Menembus Langit Resmi Diperkenalkan, Jadi Prekuel dari Serialnya

 


Jakarta, 20 Juli 2026 - Manara Animation merilis first look dari Ibra The Movie "Menembus Langit", adaptasi layar lebar dari IP animasi Ibra Berkisah. Berbeda dari sosok yang selama ini dikenal penonton lewat serialnya, film ini bercerita ke masa yang belum pernah diceritakan sebelumnya, yakni kehidupan Ibra sebagai remaja biasa, jauh sebelum ia menempuh pendidikan di pesantren.

​Ibra Berkisah adalah serial animasi yang telah tayang sejak 2022 dan menjadi salah satu tontonan favorit keluarga Indonesia. Ibra digambarkan sebagai anak yang dekat dengan teman-teman di lingkungannya, keseruan dan permasalahan sehari-harinya kerap dikaitkan dengan hikmah dari kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Pendekatan itulah yang membuat Ibra Berkisah dikenal sebagai tayangan edutainment islami yang dekat dengan keseharian anak-anak, sekaligus sarat nilai.

​Sebelum dikenal lewat kisah-kisahnya di serial Ibra Berkisah, Menembus Langit mengajak penonton mengenal sosok Ibra remaja. Ibra yang masih gemar bermain dengan teman-temannya, menjalani hari sebagaimana remaja pada umumnya dan banyak hal yang tidak pernah terlihat melalui Ibra Berkisah.

​Kehidupan Ibra tidak selamanya sesuai rencana. Ibra mengalami sebuah peristiwa besar yang mengguncang hidupnya, momen yang memicu amarah, kekecewaan, dan luka yang membuatnya sempat mempertanyakan keadilan dunia, bahkan takdirnya sendiri.

​"Konflik yang terjadi di film ini terhadap karakter Ibra itu sendiri, saya rasa mungkin hampir semua orang pernah mengalami hal itu. Di mana dia marah, di mana dia kecewa, di mana dia sakit hati, sehingga akhirnya dia merasa dunia ini tidak adil. Sampai akhirnya dia menemukan jalannya kembali. Karena saya sendiri pernah mengalami hal seperti itu." ujar sang produser, Ricky Manopo.

​Dari titik itulah perjalanan Ibra menuju pesantren dimulai. Hal ini bukan keputusan yang datang begitu saja, melainkan jalan yang ia temukan setelah melewati masa paling sulit dalam hidupnya.

​Video first look berdurasi singkat ini sengaja dirancang untuk memberi kesan sinematik dan futuristik sejak detik pertama. Alih-alih menampilkan potongan adegan cerita secara gamblang, video ini lebih banyak bermain dengan atmosfer. First look film ini selaras dengan tema besar Menembus Langit itu sendiri, di mana langit bukan sekadar latar, melainkan simbol perjalanan batin Ibra.

​Ibra The Movie "Menembus Langit" akan segera hadir di bioskop terdekat. Ikuti terus perkembangannya di akun Instagram @ibrathemovie @ibra.berkisah.



Digeprek Kehidupan, Kisah Persahabatan yang Nyopet Karena Terpepet! Official Trailer Terbaru Operasi Pesta Copet Tampilkan Kisah Nekat Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba Film Operasi Pesta Copet tayang mulai 27 Agustus 2026

 

​Jakarta, 22 Juli 2026 — Film terbaru persembahan Imajinari karya debut sutradara Edy Khemod, Operasi Pesta Copet merilis official trailer terbarunya, yang menampilkan kisah emosional di balik munculnya fenomena copet konser yang masih marak terjadi. Karena tekanan ekonomi, empat anak muda merencanakan aksi nekat: mencopet di festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora.

​Ijal, Adut, Tia, dan Melodi, tinggal di kawasan pinggiran kota, yang memaksa mereka tak mendapat pekerjaan layak. Sementara biaya hidup terus meninggi, tapi mereka tak pernah bisa mencicipi hidup cukup. Nyopet di konser bukanlah pilihan utama mereka, mereka melakukannya karena terpepet.

​Kisah itulah yang tersaji dalam official trailer terbaru Operasi Pesta Copet. Penonton diajak untuk mengenal kisah di balik aksi copet konser lewat kisah empat sahabat yang memilih menjadi keluarga di saat hidup tidak berjalan baik-baik saja. Tak hanya menggali sisi manusiawinya, official trailer terbaru juga mengajak kita untuk selalu waspada dan terhindar dari aksi pencopetan di konser.

​Operasi Pesta Copet dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, dan debut vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis. Film ini disutradarai oleh Edy Khemod, dengan produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan.

​Film Operasi Pesta Copet sendiri sebelumnya memiliki title project Operasi Pesta Pora. Namun, dalam perkembangannya, film ini mengganti judulnya menjadi Operasi Pesta Copet karena pertumbuhan tentang ceritanya.

​“Judul Operasi Pesta Copet dipilih karena mengacu kembali pada esensi ide awal film ini, yakni copet sebagai fenomena gunung es ketimpangan sosial. Kami merasa judul ini lebih lugas mewakili apa yang ingin kami sampaikan,” ujar produser Ernest Prakasa.

​“Buat gue menariknya di film ini gue bisa membahas skena musik Indonesia tapi tidak dari kacamata yang konvensional. Melihat dunia musik Indonesia dari kacamata sosiologisnya. Selain itu, film ini juga menggabungkan dua industri yang gue geluti sejak dua dekade lalu, musik dan film, menjadi tawaran yang fresh untuk perfilman Indonesia,” ujar sutradara Edy Khemod.

​Tak hanya merilis official trailer terbaru, Operasi Pesta Copet juga mempersembahkan OST filmnya berjudul Kita Melawan Dunia yang dibawakan oleh BAALE, moniker Iqbaal Ramadhan. OST ini merepresentasikan cerita empat sahabat yang saling membutuhkan di tengah serba keterbatasan dan tekanan hidup

​"Karakter-karakter di film Operasi Pesta Copet itu sebenarnya bukan orang jahat. Mereka hanya anak-anak muda yang terpaksa nekat karena tuntutan ekonomi. Kalau diteliti lagi, siapa sih yang mau jadi copet? Gak ada. Mereka pun begitu tapi ternyata di realitanya gak semua orang cukup beruntung untuk punya pilihan," ujar Iqbaal Ramadhan yang memerankan Ijal sekaligus produser dan pengisi OST film Operasi Pesta Copet.

​Film Operasi Pesta Copet bukan ingin mengglorifikasi aksi kriminalnya, tapi justru memperlihatkan cerita tentang orang biasa yang terdesak keadaan. Diproduksi di tengah festival musik besar Indonesia, Pestapora, juga menandai film ini akan menjadi drama komedi pertama Indonesia yang melakukan pendekatan produksi yang belum pernah ada sebelumnya. Lewat film ini, Imajinari sekali lagi menunjukkan komitmennya sebagai rumah bagi eksperimen kreatif yang berani, mendorong perfilman Indonesia ke wilayah baru.

​Ikuti informasi terbaru film Operasi Pesta Copet melalui akun Instagram @imajinari.id. Tunggu keseruan copet konser beraksi di bioskop mulai 27 Agustus 2026!

Berikut Trailer nya



TENTANG IMAJINARI

Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film “AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU!” yang menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton, film mega box office “AGAK LAEN” yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton, serta “Jatuh Cinta Seperti Di Film Film” yang memenangkan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.

​Didirikan oleh duo Ernest Prakasa & Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film “Ngeri-Ngeri Sedap” (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023.


TENTANG ANGIN SEGAR

Angin Segar terbentuk dari kegelisahan pekerja produksi iklan di bawah naungan Cerahati yang ingin lebih fokus mengerjakan proyek inisiatif sendiri. Video musik dari Seringai dan The Panturas dengan pendekatan film cerita pendek, film dokumenter GELORA merupakan proyek awal inisiatif tersebut. Film music scoring, audio mixing & mastering juga menjadi kendaraan kami dalam berinisiatif di industri film. Operasi Pesta Copet diharapkan menjadi langkah awal baru untuk lebih aktif berinisiatif mengembangkan cerita dan memproduksinya dalam medium film.


TENTANG BOSS CREATOR

BOSS Creator adalah promotor musik dan festival terkemuka di Indonesia. Salah satu acara unggulannya adalah Pestapora, sebuah festival musik yang menghadirkan pengalaman unik dan tak terlupakan bagi para penggemar musik Indonesia. Pestapora 2025 meraih kesuksesan dengan penjualan 100 ribu tiket untuk penyelenggaraan 3 hari festival.

Selasa, 21 Juli 2026

Teaser Trailer Bapakmu Kiper Resmi Dirilis, Ali Fikry Buka Cerita di Balik Perjuangan Dino Mengejar Mimpi Bersama Sang Ayah

 

Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis teaser trailer perdana film Bapakmu Kiper yang akan tayang 3 September 2026 di bioskop. Teaser ini memberi gambaran awal perjalanan Ronaldhino Sujatmiko atau Dino, remaja 18 tahun yang diperankan Ali Fikry, dalam mengejar mimpinya menembus sepak bola profesional lewat ajang Tarkam Super Cup.

​Tarkam atau sepak bola antar kampung adalah pertandingan sepak bola akar rumput yang digelar antarwilayah atau antardesa di Indonesia, biasanya diselenggarakan secara swadaya oleh warga tanpa naungan liga resmi.

​Meski sederhana, tarkam punya warna khasnya sendiri, mulai dari suporter kampung yang riuh, taruhan kecil kecilan di pinggir lapangan, sampai kepercayaan sebagian warga pada jimat atau bantuan dukun demi kemenangan tim kesayangan mereka. Semarak itulah yang menjadi latar utama film Bapakmu Kiper.

​Bagi Ali Fikry, karakter Dino membawa kisah yang dekat dengan banyak anak muda Indonesia, terutama soal mimpi yang tumbuh bersama sosok ayah. Sejak kecil, Dino menyimpan cita-cita bermain di Liga 2 dan ingin terjun sebagai pemain sepak bola profesional.

​Ternyata mimpi itu datang bersama luka yang belum sembuh. Dalam cerita Bapakmu Kiper, Dino sejak tujuh tahun terakhir harus berseteru dengan sang Ayah Warto (Fedi Nuril), mantan kiper andalan tim tarkam Serigala Sakti yang di masa lalu lebih dikenal sebagai perjudi bola. Perseteruan itu membuat hubungan keduanya berjarak, dingin, dan penuh pertengkaran.

​Titik balik datang ketika Dino mendapat kesempatan tampil di Tarkam Super Cup. Menjelang final, tim andalan Dino justru direbut pihak lain, memaksa Warto turun tangan membentuk tim baru berisi para pemain senior dengan segala keterbatasan fisik mereka, lengkap dengan bumbu komedi khas tarkam mulai dari hansip kampung sampai ritual dukun. Dari titik inilah sepak bola menjadi jalan bagi ayah dan anak ini untuk saling membuka luka lama dan memperbaiki hubungan yang retak.

​Gambaran itu terasa lewat rangkaian cuplikan dalam teaser. Sosok Dino muncul pertama kali di tengah riuhnya pasar ikan tempat Warto bekerja, disusul potongan adegan komedi saat tim dadakan Warto, mulai dari hansip kampung sampai warga pasar, berlarian panik memikul karung sambil berteriak di lorong pasar.

​Teaser juga menyelipkan momen hangat antara ayah dan anak di pinggir lapangan pada malam hari, berselang seling dengan aksi tarkam di lapangan terbuka lengkap sorak penonton kampung, selebrasi gol dengan salto, hingga kekacauan suporter yang dibumbui unsur dukun dan obor sebagai sentuhan komedi khas budaya tarkam.

​Tantangan itu tidak berhenti di soal teknis lapangan. Ali menyebut bagian tersulit justru menyatukan kemampuan bermain bola dengan tuntutan akting di saat bersamaan, sebuah keseimbangan yang menurutnya jadi kunci membuat penonton ikut larut dalam perjalanan Dino.

​Ada sisi personal yang membuat peran ini terasa dekat bagi Ali. Usianya yang genap 18 tahun sama persis dengan usia Dino di dalam cerita, membuat pergulatan mimpi dan harapan sang karakter terasa relevan dengan fase hidupnya sendiri saat ini.

​"Tantangan terbesarnya adalah menjaga stamina dan tetap bisa berakting sambil main bola. Kita harus membawa emosi saat di lapangan. Jadi bukan cuma sekadar jago main bola, tapi penonton juga harus bisa merasakan perasaan Dino saat bermain," tutur Ali.

​Bapakmu Kiper turut menjadi ajang reuni Ali Fikry dengan Fedi Nuril sebagai ayah dan anak, setelah sebelumnya keduanya beradu akting dalam film horor Qorin 2. Kali ini keduanya hadir dalam warna cerita yang jauh berbeda, lebih hangat, lebih personal, namun tetap menyimpan kedalaman emosi.

​Momentum rilis teaser trailer ini datang tidak lama setelah gegap gempita Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat baru saja usai, turnamen yang selama sebulan lebih berhasil menyita perhatian jutaan pencinta bola di Tanah Air. Bagi Entelekey Sinema Indonesia, euforia itu menjadi pengingat bahwa kecintaan masyarakat Indonesia pada sepak bola tidak melulu soal panggung dunia, sebab semangat yang sama juga hidup di lapangan-lapangan lainnya lewat pertandingan tarkam.

​"Piala Dunia mengingatkan kita betapa besarnya cinta orang Indonesia pada sepak bola. Bapakmu Kiper hadir untuk menunjukkan bahwa kecintaan itu juga hidup di banyak lapangan lainnya lewat cerita yang sederhana tapi penuh kehangatan," ujar Garnet Geraldine, Direktur Utama Entelekey Sinema Indonesia.

​Selain Ali Fikry dan Fedi Nuril, Bapakmu Kiper turut dibintangi Tanta Ginting, Augie Fantinus, Neysa Chandria, dan sejumlah pemain lain. Film ini disutradarai Ody C. Harahap dengan naskah ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Sebagai proyek layar lebar perdana Entelekey Sinema Indonesia, Bapakmu Kiper akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 3 September 2026.

Berikut Teaser Trailer nya



Senin, 20 Juli 2026

Reza Arap dan Geng AAAClan Rilis Final Poster Film Harusnya Horror Serta Memperkenalkan Lagu "Kicau Mania" Ndarboy Genk dan "Untuk yang BersamaNya" Mahalini Jadi Bagian Filmnya

 


Film Harusnya Horror tayang mulai 20 Agustus 2026 di seluruh bioskop

Reza Oktovian (Reza Arap) menandai babak baru Jakarta, 20 Juli 2026 perjalanannya dengan menyutradarai film layar lebar pertamanya, Harusnya Horror, yang dibintangi dirinya bersama almarhumah Lula Lahfah dan Geng AAAClan dan Marapthon: Tierison (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Ariyanto (Ibot), dan Teguh Prakoso (Tepe). Film ini juga dibintangi Ronny P Tjandra, bintang muda Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos (Celloz).

Film ini turut menampilkan mendiang Lula Lahfah, seluruh tim produksi mengenang penampilan dan dedikasi beliau dengan penuh hormat. Disutradarai Reza Arap, Harusnya Horror diproduksi oleh Ess Jay Pictures, dengan produser David Suwarto, Sridhar Jetty, dan Jimmy Lalwani.

Menjelang tayang serentak di bioskop mulai 20 Agustus 2026, film Harusnya Horror merilis final poster yang terinspirasi dari kreativitas para netizen. Film Harusnya Horror mendapat respons positif dan antusiasme tinggi, setelah merilis kampanye yang mengajak para penonton untuk ikut re-create official poster.

Sebelumnya, di official poster Harusnya Horror yang dirilis, seluruh Geng AAAClan dan Marapthon ditampilkan, kecuali satu orang, yakni Tepe. Namun, dengan kreativitas warganet, justru banyak lahir poster-poster unik yang menampilkan Tepe.

"Karena banyak yang bertanya kenapa enggak ada Tepe di poster yang sudah kami rilis, akhirnya sekarang kami rilis final poster Harusnya Horror yang ada Tepe-nya. Kami juga sangat mengapresiasi teman-teman yang sudah ikutan re-create poster Harusnya Horror dengan memasukkan Tepe, dan banyak banget yang ikutan, terima kasih untuk dukungannya," ujar sutradara Reza Oktovian.

Tak hanya merilis final poster, Harusnya Horror juga memperkenalkan lagu yang menjadi bagian dari film ini, yakni sebuah lagu fenomenal dari Ndarboy Genk, Kicau Mania, serta lagu Untuk yang BersamaNya dari diva Indonesia Mahalini. Kehadiran dua lagu yang sangat kontras ini juga akan menunjukkan perjalanan cerita di film ini, yang penuh komedi, namun juga kedalaman emosional.

"Dari segi cerita, naskah, bahkan dialog, semuanya akan terasa relate dengan situasi yang terjadi. Yang akan kalian tonton di film ini, kalian akan merasa kok bisa begini ya, kok bisa begitu ya Jadi buat nanti yang nonton Harusnya Horror, pay attention every detail," ungkap Reza.

"Di film ini, kami benar-benar push our limit. Kami sudah memberikan yang terbaik, dan Ess Jay Pictures juga sudah berikan kebebasan serta yang semua hal yang terbaik dari segi apapun," tambah Reza.

Produser Ess Jay Pictures, Jimmy Lalwani, mengungkapkan bahwa ide menggarap film Harusnya Horror sendiri salah satunya justru terinspirasi dari persahabatan Geng AAAClan dan Marapthon.

"Jadi awalnya saat season 2 Marapthon, itu lewat di media sosial saya, dan saya melihat persahabatan Marapthon ini kuat banget, chemistry-nya juga kuat. Oleh sebab itu saya berpikir, kenapa tidak memberikan mereka kesempatan untuk membuat sebuah film layar lebar. Dan dengan hasilnya, saya puas dan happy, yang filmnya akan bisa sama-sama kita saksikan mulai 20 Agustus 2026 di bioskop," ujar Jimmy Lalwani.

Harusnya Horror tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Ikuti perkembangannya melalui Instagram @harusnyathemovie dan @essjay.pictures.



TENTANG Ess Jay STUDIOS

Exs Jay Studios didirikan pada 1 Agustus 2022 oleh David Suwarto, Sridhar Jetty dan Jimmy Lalwani sebagai anak perusahaan dari SinemArt. Rumah produksi ini memiliki visi untuk menciptakan karya berkualitas tinggi yang mampu menginspirasi dan menghibur masyarakat.

Debutnya dengan sinetron Tajwid Cinta menandai langkah awalnya di industri hiburan. Sejak berdiri pada tahun 2022 hingga kini, Ess Jay Studios telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam industri hiburan Indonesia dengan memproduksi 13 judul sinetron dengan total lebih dari 1.750 episode. Berbagai tayangan produksi Ess Jay Studios berbasil meraih rating tinggi dan mendapatkan respons positif dari masyarakat Indonesia.

Mengawali perjalanan sinetron yang sukses, pada 2025, Ess Jay Studios melalui brand Ess Jay Pictures siap merambah layar lebar dengan memproduksi film-film menarik berjudul Tiba-tiba Setan dan Harusnya Horror, memperkuat posisinya sebagai perusahan kreatif yang akan terus berkembang


Film Bapakmu Kiper, Kisah Ayah dan Anak yang Belajar Memaafkan Lewat Sepak Bola Tarkam

  Jakarta, 28 Juli 2026 - Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis trailer perdana Film Bapakmu Kiper yang akan tayang di bioskop pada...