Selasa, 23 Juni 2026

​4 Jurnalis Memburu Berita Kriminal Terbesar Abad Ini di Film Memburu Pemangsa, Horror Crime Action yang Dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem

Film Memburu Pemangsa tayang 24 September di seluruh bioskop Indonesia


​Jakarta, 22 Juni 2026 – Sinemaku Pictures datang dengan karya segar terbarunya, garapan sutradara Umay Shahab, horror crime action berjudul Memburu Pemangsa. Film ini menjadi judul terakhir dari slate Sinemaku Pictures tahun ini yang diumumkan pada awal tahun dengan working title Siksa Sampai Mati.

​Dalam video terbaru yang dirilis melalui kanal media sosial Sinemaku Pictures, diperkenalkan jajaran 4 pemeran utama yang memerankan karakter jurnalis: Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Di video menampilkan petunjuk-petunjuk tentang film ini yang ceritanya akan mengikuti kisah empat jurnalis tersebut memburu satu pemangsa yang bekerja sama dengan iblis.

​Unsur misteri di film ini juga terasa dari cuplikan video, lewat berkas-berkas kriminalitas serta adegan kesurupan dan adegan aksi penuh ketegangan dengan intensitas tinggi.

​Selain keempat jajaran pemeran perempuan yang tampil sebagai para pemburu tangguh, film ini juga akan dibintangi oleh Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Norman Akyuwen, Jordan Omar, Ruth Marini dan Shareefa Daanish.

​"Film Memburu Pemangsa menjadi eksplorasi terbaru dari Sinemaku Pictures, yang selama ini dikenal kuat lewat genre drama. Kali ini kami melangkah ke ranah yang lebih gelap. Lewat genre horror crime action, kami mengikuti seorang jurnalis investigasi yang menelusuri kasus kriminal terbesar abad ini, dan menemukan bahwa yang paling menakutkan bukanlah sesuatu yang gaib, melainkan monster yang berwajah manusia, hidup di tengah kita, dan mengincar mereka yang paling kita jaga. Ini isu yang nyata dan meresahkan, dan kami ingin penonton merasakannya bukan sebagai berita yang lewat begitu saja, tapi sebagai renungan yang ikut mereka bawa pulang," ujar sutradara Umay Shahab.

​"Memburu Pemangsa mendorong aku jauh keluar dari zona nyaman. Untuk memerankan jurnalis investigasi ini, aku sempat menemui sejumlah jurnalis dan pimpinan redaksi media demi memahami dunia mereka dari dekat. Tapi di balik semua tantangan itu, buat aku film ini penting karena apa yang diperjuangkan. Semakin dalam aku masuk ke peran ini, semakin aku sadar betapa nyata ancaman yang dihadapi mereka yang paling rentan di sekitar kita. Ini bukan sekadar film yang menegangkan, tapi film yang harus dibicarakan," tambah salah satu pemeran Prilly Latuconsina.

​Sementara itu, Laura Basuki mengungkapkan Memburu Pemangsa membawanya kembali mengeksplorasi akting di genre film horor juga untuk pertama kalinya bermain di film action.

​"Salah satu alasanku menerima tawaran bermain di film ini adalah karena isu penting yang dibawa Memburu Pemangsa, sampai aku memutuskan bergabung meski hanya punya waktu persiapan selama 17 hari. Selain karena aku berkesempatan mengeksplorasi karakter yang aku perankan, film ini juga menandai kembalinya aku berakting ke genre horor untuk pertama kalinya sejak 2018. Dan ini juga pertama kalinya aku bermain di film action, sebuah eksplorasi baru untuk aku" ujar Laura Basuki.

​Memburu Pemangsa akan menjadi debut Horror Crime Action Umay Shahab yang menjadi film paling ambisins dari Sinemaku. Film ini juga diperkuat dengan mempersatukan tiga Ratu Horor Indonesia, serta menjadi horror action pertama Laura Basuki, dan action pertama Prilly Latuconsina.

​Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa. Tonton film Memburu Pemangsa di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026!



Tentang Sinemaku Pictures

Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan pada tahun 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Berfokus pada pengembangan cerita yang relevan dan emosional, Sinemaku Pictures telah menghasilkan sejumlah film box office, antara lain Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolohkah Sekali Saja Kumenangis (2024), serta Perayaan Mati Rasa (2025).

​Sinemaku Pictures berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya yang autentik dan berdampak bagi industri perfilman Indonesia.

Netflix, APROFI, dan BPI Mencari Sineas Muda Film Anak dan Keluarga melalui Program Cerita Anak Nusantara

 

Cerita Anak Nusantara membuka jalan bagi sineas baru untuk mengembangkan ide cerita hingga treatment skenario, dengan bimbingan langsung dari para filmmaker berpengalaman.

Jakarta, 23 Juni 2026. Netflix, bekerja sama dengan, Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI), meluncurkan Cerita Anak Nusantara, sebuah program kompetisi dan pengembangan ide cerita film panjang yang berfokus pada tema anak, remaja, dan keluarga Indonesia. Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup pada 1 Juli 2026.

Didukung oleh Netflix Fund for Creative Equity, inisiatif ini lahir dari sebuah pengamatan industri film Indonesia saat ini di mana penonton keluarga Indonesia semakin tumbuh, semakin kritis, dan semakin aktif mencari konten yang mencerminkan realitas dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari. Kesuksesan film ramah keluarga terbukti di film animasi Jumbo (2025) karya Ryan Adriandhy berhasil mencatatkan rekor luar biasa dengan meraih lebih dari 10 juta penonton di bioskop nasional.

Cerita Anak Nusantara hadir sebagai medium mencari ide cerita autentik melalui kompetisi ide cerita. Sepuluh finalis terpilih akan menjalani proses pengembangan proyek, mulai dari ide cerita hingga menjadi treatment skenario yang matang, didampingi melalui serangkaian lokakarya dan sesi mentorship bersama sineas Indonesia yang telah memiliki rekam jejak di film bertemakan anak, remaja, dan keluarga. Program ini dirancang untuk menemukan ide terbaik dan memastikan ide cerita berkembang serta mendorong regenerasi sineas di Indonesia.

”Keluarga kini semakin banyak meluangkan waktu untuk menonton bersama, termasuk judul-judul seperti KPop Demon Hunters, Stranger Things dan Jumbo yang relevan untuk berbagai kalangan usia. Ada peluang besar untuk mengembangkan cerita yang ramah keluarga dan menghadirkan ekosistem tontonan yang aman dan terpercaya.

Bersama-sama, kami ingin menciptakan ruang yang dapat memberikan rasa nyaman bagi orang tua, dengan cerita berkualitas yang menghibur, memperkaya pengalaman anak dan memicu percakapan bermakna,” ujar Ruben Hattari, Director of Global Affairs, Southeast Asia, Netflix.

“Film anak dan keluarga Indonesia bukan genre kecil, ini adalah cermin dari cara kita memandang generasi berikutnya. Lewat Cerita Anak Nusantara, kami ingin membuktikan bahwa sineas Indonesia punya kapasitas untuk mengisi layar dengan cerita yang relevan, autentik, dan layak ditonton bersama keluarga. APROFI percaya bahwa investasi terbaik dalam industri ini dimulai dari cerita yang kuat yang dibuat oleh pembuat sineas muda”, ungkap Edwin Nazir, Ketua Umum APROFI.

"BPI melihat Cerita Anak Nusantara sebagai bagian dari upaya bersama membangun fondasi industri film anak dan keluarga yang lebih kuat. Cerita yang lahir dari sineas muda Indonesia, yang tumbuh dari pengalaman nyata dan pemahaman mendalam tentang keluarga Indonesia, adalah investasi jangka panjang bagi industri ini. Kolaborasi APROFI, BPI, dan Netflix dalam program ini membuktikan bahwa ekosistem perfilman kita bisa bergerak bersama, saling menguatkan," ungkap Fauzan Zidni, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia.

Program ini terbuka bagi sineas Indonesia yang ingin mengembangkan cerita fiksi orisinal untuk film panjang dengan rating Semua Umur (SU), 7+, atau 13+. Cerita tidak harus berbasis cerita rakyat, melainkan cerita dengan tema anak, keluarga, persahabatan, petualangan, drama remaja, komedi, hingga fiksi ilmiah semuanya disambut, selama karakter utamanya adalah anak-anak dan/atau keluarga Indonesia, dan seluruh latar cerita berlokasi di Indonesia.

Cerita Anak Nusantara diprioritaskan bagi sutradara yang baru memulai, mereka yang pernah terlibat dalam produksi film pendek dan maksimal telah menyutradarai satu film panjang. Sutradara yang telah terlibat dalam lebih dari satu film panjang tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi.

Informasi lengkap mengenai mekanisme submisi, regulasi, dan timeline dapat diakses melalui www.ceritaanaknusantara.id

— AKHIR —


Tentang Netflix

Netflix adalah salah satu penyedia layanan hiburan terkemuka di dunia, menyuguhkan serial TV, film, game, dan program live dalam berbagai genre dan bahasa. Anggota dapat memutar, menjeda, dan melanjutkan menonton sesuka mereka, kapan saja, di mana saja, dan dapat mengubah paket mereka kapan pun. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berita terbaru dari Netflix,silakan kunjungi Netflix Media Center.

Tentang Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) Dibentuk pada 17 Oktober 2013, anggota APROFI adalah individu profesional yang memiliki perusahaan film atau tidak, yang cakupan tanggung jawabnya meliputi kepemilikan atas HAKI, Perencanaan Produksi, Manajemen Pendanaan, Manajemen Produksi, Distribusi, dan Promosi. APROFI memiliki misi mencapai industri film yang menghasilkan film Indonesia yang unggul dengan lingkungan kerja yang tidak berkompromi dalam kualitas dan selalu berinovasi dengan jangkauan distribusi yang luas sehingga menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dan internasional.


Tentang Badan Perfilman Indonesia (BPI)

Berdiri pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009, Badan Perfilman Indonesia adalah lembaga swasta mandiri yang dibentuk masyarakat sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen perfilman Indonesia: dikukuhkan Presiden, difasilitasi Pemerintah. BPI memiliki tugas: memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mendorong kebijakan perfilman dan mempercepat PP Rencana Induk Perfilman Nasional dan PP Sanksi. Menyelenggarakan dan mengikuti festival film di dalam dan luar negeri. Mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing. Melakukan penelitian dan pengembangan perfilman. Memberikan penghargaan kepada insan perfilman. Memfasilitasi pendanaan pembuatan film bermutu tinggi.

Minggu, 21 Juni 2026

NEONA TEGUR SI DIA YANG TAK KUNJUNG PASTI LEWAT SINGLE TERBARU “PLIN PLAN”

 

Masih mengusung energi fun dan centil khasnya dalam warna hip-dut yang segar, NEONA kembali hadir dengan lagu yang mewakili keresahan anak muda tentang hubungan yang tak kunjung pasti.

​Jakarta, 15 Juni 2026 — Setelah menyuarakan keresahan tentang hubungan tanpa kepastian melalui single LUPA!, penyanyi muda berbakat NEONA kembali melanjutkan ceritanya lewat single terbaru berjudul PLIN PLAN. Masih mengusung warna musik hip-dut yang fun, catchy, dan penuh karakter, PLIN PLAN hadir sebagai lagu yang mewakili rasa kesal ketika seseorang terus digantung dalam hubungan yang tidak jelas arahnya.

​Jika LUPA! berbicara tentang keberanian meminta kepastian, maka PLIN PLAN menjadi respons ketika kepastian itu tak kunjung datang. Lewat lirik yang ringan, jenaka, namun tetap tajam, NEONA menyuarakan perasaan banyak anak muda yang lelah menghadapi pasangan yang terus berubah pikiran dan tidak berani menentukan arah hubungan.

​“Lagu PLIN PLAN bercerita tentang seseorang yang digantungin terus sama orang yang dia suka. Hubungannya nggak jelas, maunya apa juga nggak tahu. Aku rasa ini masalah yang cukup banyak dialami seumuran aku, jadi waktu workshop lagu ini, temannya langsung terasa relate banget,” ujar NEONA. Melalui lagu ini, NEONA juga menyampaikan pesan sederhana namun tegas untuk siapa saja yang masih berada dalam situasi serupa. “Kalau memang nggak yakin, bilang aja. Jangan ngegantung, jangan mainin perasaan orang, dan jangan plin-plan,” tambahnya.

​Proses kreatif PLIN PLAN kembali mempertemukan NEONA dengan tim yang sebelumnya menggarap LUPA!, yaitu Anangga Surya Dewangga dan Yosua Albert atau DIA yang tergabung dalam AntiNRML. Lagu ini lahir dari workshop kreatif yang melibatkan NEONA secara langsung dalam pengembangan ide dan penulisan lirik, sehingga mampu merepresentasikan pengalaman dan perspektif remaja masa kini secara autentik.

​Menurut Anangga, keterlibatan NEONA menjadi elemen penting dalam membentuk karakter lagu ini. “Kami ingin melanjutkan warna yang sudah dibangun lewat LUPA!, tetapi dengan karakter yang lebih dewasa. PLIN PLAN tetap mempertahankan sisi tengil dan centil khas NEONA, namun dengan cara penyampaian yang lebih berani dan tegas. Karena ceritanya datang dari sudut pandang perempuan yang sedang kesal, keterlibatan NEONA sangat membantu untuk membuat emosinya terasa lebih spesifik dan nyata,” jelas Anangga.

​Sebagai produser, DIA juga melihat PLIN PLAN sebagai kelanjutan yang natural dari perjalanan musikal NEONA. “Benang merah antara LUPA! dan PLIN PLAN adalah keduanya sama-sama seru, menyenangkan, dan punya energi yang kuat. Kami ingin menghadirkan lagu yang bisa membuat pendengar ikut bernyanyi, tetapi tetap merasa dekat dengan cerita yang disampaikan,” ungkap DIA.

​Dengan kombinasi lirik yang relate, karakter musik hip-dut yang semakin matang, serta kepribadian NEONA yang semakin kuat sebagai seorang penyanyi, PLIN PLAN menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan musikal NEONA yang terus berkembang. Lagu ini diharapkan dapat menjadi teman bagi siapa saja yang pernah menunggu kepastian terlalu lama, sekaligus pengingat bahwa tidak ada alasan untuk terus bertahan dalam hubungan yang arahnya tidak jelas.

​Single PLIN PLAN dari NEONA sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital di Indonesia mulai 15 Juni 2026.



Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

​“Main ke Rumah” Yura Yunita, Perunggu Jadi Tamu Pertama yang Berkolaborasi

 

​Series video live performance terbaru dari Yura Yunita ini siap menyuguhkan kolaborasi intim dengan deretan musisi, dimulai dengan penampilan hangat bersama Perunggu


​Jakarta, 18 Juni 2026 — Pintu hangat “Main ke Rumah” resmi dibuka. Yura Yunita meluncurkan series video live performance terbarunya yang mengusung konsep kebersamaan intim tanpa sekat dengan beragam musisi melalui kanal YouTube-nya. Sebagai suguhan pembuka, suasana hangat nan guyub langsung terasa di episode pertama saat Yura menyambut grup band, Perunggu, untuk bertamu dan melebur bersama dalam aransemen segar lagu “Mau Jadi Apa?”.

​Mau Jadi Apa? versi kolaborasi dengan Perunggu memberikan warna baru dan segar lagu tersebut, yang video musiknya telah disaksikan lebih dari 1,9 juta views. Karakter vokal Yura dan Maul Ibrahim, vokalis Perunggu, begitu menyatu dan kita bisa mendengarkan kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

​Mengusung konsep hangat dengan jamming session di ruang tamu, Yura seperti mengajak kita untuk ikut dalam kunjungan Perunggu ke rumahnya, yang juga baru selesai direnovasi tersebut.

​“Aku merenovasi rumah ini juga karena mimpinya ingin banget banyak teman-teman bisa datang ke rumah, termasuk teman-teman musisi. Dan kebetulan Perunggu juga main ke rumah aku dan kami bersenang-senang, dengan jamming santai,” ujar Yura Yunita.

​“Biasanya kan kami berada di ingar-bingar di atas panggung, tapi justru dengan main ke rumah suasananya jadi lebih intim, jadi lebih dekat juga antara pertemanan sesama musisi. Aku merasa ini hal yang mewah sekali, punya keintiman bermusik seperti ini. Kami berbagi kesenangan dan berbagi keintiman dengan main ke rumah ini, justru ini hal yang bikin hati lebih penuh,” tambah Yura.

​Perunggu, yang digawangi Maul Ibrahim, Adam Adenan, dan Ildo Hasman pun antusias saat main ke rumah Yura dengan nuansa baru dan hangat, namun sekaligus bisa saling berkolaborasi secara natural.

Maul sendiri mengungkapkan awal pertemanan dan perkenalan dengan Yura justru bermula dari Ildo Hasman, drummer Perunggu, yang merupakan teman main tenis Yura.

​Perunggu sendiri sebelumnya pernah mengajak Yura berkolaborasi di atas panggung di salah satu pertunjukan mereka di Bandung. Saat Main ke Rumah Yura dan jamming Mau Jadi Apa?, menurut Maul menjadi kesempatan berbeda untuk mengenal musik Yura lebih dekat.

​“Lagu Mau Jadi Apa? itu bagus dan seru. Saat Main ke Rumah Yura, kami rasanya enggak mau rearrange lagunya. Penginnya bunyinya tetap dengan yang aslinya, cuma dibawakan dalam bentuk yang lebih nongkrong, jadi seperti iseng-iseng main gitar di rumah orang,” ujar Maul Ibrahim.

Tak hanya Perunggu yang Main ke Rumah, Yura juga akan membagikan pengalamannya berkolaborasi dengan para musisi lainnya yang dapat disaksikan dalam episode mendatang di serial Main ke Rumah di kanal YouTube Yura Yunita. Episode perdana Main ke Rumah Yura dapat disaksikan di tautan berikut Main ke Rumah Yura Yunita & Perunggu - Mau Jadi Apa? (Live Session).

​Saksikan kehangatan dan sisi lain Yura bersama para musisi dalam serial Main ke Rumah yang bisa disaksikan mulai 18 Juni 2026 di YouTube Yura Yunita. Serial ini juga akan menjadi perjalanan menuju perilisan album terbaru Yura tahun ini.

Dibintangi Adhisty Zara & Devano, Video First Look Film Rumah Singgah Ditonton 4 Juta Orang hanya dalam 1 Hari

 

Film Rumah Singgah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures akan tayang bulan Agustus di bioskop Indonesia


​Jakarta, 20 Juni 2026 — Pada Kamis lalu, 18 Juni 2026, film Rumah Singgah mempublikasikan video first look atau video perdananya melalui akun resmi media sosial film, para aktornya, rumah produksi serta rekan-rekan eksibitor. Unggahan tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari warganet, di mana dalam satu hari saja sudah mencapai total 4 juta views. Video berdurasi 38 detik tersebut menampilkan kolase potongan adegan-adegan, memperlihatkan look atau warna yang merepresentasikan keseluruhan film, para aktor yang terlibat, serta aksi dan reaksi tanpa dialog dari para aktornya.

​Reaksi positif publik terlihat pada kolom komentar, sebagian besar di antaranya mengungkapkan rasa tidak sabar ingin segera menonton film Rumah Singgah, ada pula yang memberi ungkapan emosi seperti "Nyeseknya sampe siniii" (@ilhahoam). Banyak juga di antaranya memberikan komentar baik yang ditujukan kepada Adhisty Zara sebagai salah satu aktor film Rumah Singgah. Antusiasme ini menandai kehadiran kembali Zara sebagai aktor utama dalam film layar lebar menjadi hal yang sangat dirindukan dan dinantikan oleh penonton.

​Film Rumah Singgah adalah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures serta disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo. Rumah Singgah dibintangi oleh Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Dewi Irawan, dan Aming. Ikuti perjalanan dan informasi terbaru film Rumah Singgah di akun-akun resmi media sosialnya. Film Rumah Singgah akan tayang di bioskop Indonesia bulan Agustus 2026.

​Hashtag : #rumahsinggah #filmrumahsinggah

Instagram : @rumahsinggahfilm

Threads : @rumahsinggahfilm

TikTok : @filmrumahsinggah


Berikut Firs Look Film Rumah Singgah



Sabtu, 20 Juni 2026

Dari Adaptasi Karya Epik Pidi Baiq & Arahan Sutradara Rudi Soedjarwo: Verona Films Rilis Teaser Poster dan Trailer ‘Dan Bandung’, Angkat Kisah Romansa Manis Beda Kasta

 

Bandung, 19 Juni 2026 — Rumah produksi Verona Films secara resmi memperkenalkan proyek layar lebar terbaru mereka, Film Dan Bandung. Diadaptasi dari novel karya penulis legendaris Pidi Baiq, pengumuman ini ditandai dengan perilisan resmi teaser trailer dan teaser poster dalam sebuah acara press conference yang digelar langsung di "rumah" bagi kisah romansa ini, yaitu Kota Bandung.

​Acara ini dihadiri langsung oleh produser Titin Suryani, sutradara Rudi Soedjarwo, penulis Pidi Baiq, serta jajaran pemeran utama, Samo Rafael, Shanna Shannon, Theo Supple, dan Razan Zu.

Eksplorasi Romansa Baru yang Relatable dan Sentuhan Feminim yang Kuat

​Berbeda dengan karya-karya berlatar Bandung sebelumnya, Dan Bandung menawarkan eksplorasi cerita yang lebih modern, relatable, dan mendalam. Film ini menyoroti kisah cinta beda kasta antara Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon), dua remaja yang tumbuh dari latar belakang dunia yang bertolak belakang, namun berjuang keras untuk menyatukan perasaan mereka di tengah lingkungan yang tidak mendukung.

​Tidak hanya berfokus pada sisi maskulin, film ini memberikan porsi besar pada perspektif perempuan melalui karakter Elma. Penonton akan diajak menyelami konflik emosional seorang remaja perempuan yang berhadapan dengan strict parents, trauma akibat kekangan orang tua, serta bagaimana kehadiran sistem pendukung seperti sahabat perempuan yang saling menjaga menjadi penyelamat hidupnya. Melalui Basil, Elma akhirnya mulai berani melihat dan menjelajahi dunia baru yang selama ini terkunci dari hidupnya.

​Pidi Baiq, selaku penulis novel, menyatakan antusiasmenya terhadap adaptasi ini. "Berbeda dengan Dilan, Dan Bandung akan membawa cerita yang lebih fresh dan modern untuk anak-anak muda zaman sekarang," ungkap Pidi Baiq.

Comeback Sutradara Rudi Soedjarwo Menangani Kisah Cinta Masa Muda

​Proyek ini juga menjadi momen penting kembalinya sutradara ikonik Rudi Soedjarwo (Ada Apa Dengan Cinta?, Mendadak Dangdut) dalam menggarap dinamika romansa masa muda. Melalui film ini, Rudi siap membawa penonton terhanyut dalam manisnya cinta yang autentik, kecanggungan remaja, hingga proses beranjak dewasa yang penuh pencarian jati diri.

​"Film ini akan membawakan cerita yang manis tentang dua anak muda yang tetap berjuang untuk perasaan mereka, walaupun lingkungan di sekitarnya tidak mendukung. Saya gak sabar untuk penonton merasakan kisah cinta Basil dan Elma nantinya di bioskop," ujar Rudi Soedjarwo.

Debut Shanna Shannon: Menghidupkan Karakter Elma yang Kompleks

​Karakter Elma diperankan oleh aktris muda berbakat Shanna Shannon, yang sekaligus menandai debut aktingnya di industri sinema. Shanna sukses menerjemahkan sosok Elma yang pendiam dan tertutup dari luar, namun menyimpan gejolak emosi yang besar di dalam dirinya. Elma dipasangkan dengan Basil yang dihidupkan oleh aktor berbakat Samo Rafael (yang pernah membintangi Sebelum Iblis Menjemput, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa), seorang pemuda ekstrovert dan gigih yang datang dari realitas hidup yang jauh berbeda.

​Shanna Shannon mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya bisa langsung diarahkan oleh sutradara sekaliber Rudi Soedjarwo untuk peran yang emosional ini. "Aku gak nyangka debut aktingku bisa bekerja langsung di bawah sutradara legendaris seperti Mas Rudi. Karakter Elma ini sangat menantang karena dia punya luka dari rumahnya akibat strict parents, tapi di sisi lain dia punya sahabat perempuan yang luar biasa suportif. Berperan di film ini menjadi pengalaman yang seru, menantang, dan pastinya manis sekali terhanyut dalam ceritanya," kata Shanna.

Teaser Poster dan Trailer: Romantisasi Bandung sebagai Saksi Bisu

​Dalam teaser trailer yang diputar perdana, penonton disuguhkan cuplikan emosional dari romansa Basil dan Elma yang hangat sekaligus pelik. Sentuhan visual yang dihadirkan mempertegas Bandung-pride dan meromantisasi sudut-sudut Kota Bandung bukan sekadar sebagai latar tempat, melainkan sebagai "saksi bisu" dan karakter yang hidup dalam perjalanan cinta mereka.

Sementara itu, teaser poster resmi menampilkan jajaran kelompok anak muda yang akan menggerakkan cerita ini, dengan Basil dan Elma berada di titik sentral berlatar lanskap Kota Bandung yang magis, menjanjikan kekuatan chemistry, kehangatan persahabatan (bromance & sisterhood), serta konflik keluarga yang kuat.

​Film Dan Bandung dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Informasi terbaru mengenai perkembangan film dapat diakses melalui akun media sosial resmi di @filmdanbandung





Adaptasi Film Korea, "Dua Nafas" Sentuh Hati Penonton dengan Kisah Kasih Sayang Keluarga Anatara Nenek dan Cucu

 

Film drama keluarga berjudul "Dua Nafas" resmi diperkenalkan kepada publik melalui gala premiere, press screening, dan konferensi pers yang digelar di Studio 2 XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026). 

Film hasil kolaborasi Anypearl Film, Sunrise Pictures, dan Syakir Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 2 Juli 2026

Disutradarai oleh Hasto Broto dan ditulis oleh Exan Zen, "Dua Nafas" merupakan adaptasi dari film Korea Selatan yang telah mengalami penyesuaian besar agar lebih dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia

Film "Dua Nafas" mengisahkan perjuangan seorang nenek bernama Mariyam yang dengan penuh kasih sayang merawat cucunya, Anto, di sebuah desa. Anto dititipkan oleh ibunya, Waty, yang harus menjalani operasi dan perawatan medis selama dua bulan di rumah sakit.

Melalui hubungan emosional antara nenek dan cucu, film ini menghadirkan pesan tentang pengorbanan, kasih sayang keluarga, penghormatan kepada orang tua, serta pentingnya menjaga ikatan antar generasi.

Sutradara Hasto Broto menjelaskan bahwa meskipun film ini diadaptasi dari karya Korea Selatan, sebagian besar cerita telah disesuaikan dengan budaya Indonesia.

"Konsep awal memang berasal dari film Korea Selatan, tetapi sekitar 75 persen cerita dan pendekatannya telah diubah agar sesuai dengan budaya Indonesia. Fokus utama tetap pada hubungan seorang nenek dan cucunya," ujar Hasto Broto.

Menurutnya, adaptasi tersebut dilakukan agar penonton Indonesia dapat lebih mudah merasakan kedekatan emosional dengan karakter dan konflik yang dihadirkan dalam film.

Produser sekaligus pemeran Anto dewasa, Syakir Daulay, mengatakan bahwa "Dua Nafas" merupakan film perdana yang diproduksi oleh Syakir Film.

Ia menilai film tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi antara industri perfilman Indonesia dengan negara-negara Asia lainnya.

"Film ini terinspirasi dari karya sineas Korea yang mengingatkan kita pada kenangan masa kecil bersama nenek. Saya sangat menghormati film ini karena memiliki pesan yang kuat tentang keluarga. Kami berharap film ini membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara Asia dalam industri perfilman," kata Syakir Daulay

"Film ini memiliki pesan moral yang kuat dan sangat layak ditonton oleh anak-anak maupun keluarga Indonesia," tambahnya.

Produser asal Korea Selatan, Daniel Kwon, mengaku terharu karena proyek yang digarap selama hampir satu tahun tersebut akhirnya dapat dipertontonkan kepada publik Indonesia.

"Saya sangat bersyukur karena setelah melalui proses yang panjang, akhirnya film ini sampai pada tahap gala premiere. Terima kasih kepada Hasto Broto dan seluruh pemain serta kru yang telah bekerja keras menyukseskan film ini," ungkap Daniel Kwon.

Ia menjelaskan bahwa alasan utama menghadirkan film tersebut adalah karena nilai-nilai keluarga yang universal dan dekat dengan budaya masyarakat Asia.

"Kisah ini mengingatkan kita akan cinta dan pengorbanan seorang nenek kepada cucunya. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan keindahan budaya Indonesia serta nilai-nilai dalam menyelesaikan konflik keluarga," ujarnya.

Selain menghadirkan cerita yang menyentuh, proses produksi "Dua Nafas" juga diwarnai berbagai tantangan di lapangan.

Aktor Kanie Zainal yang memerankan ayah Udin mengungkapkan bahwa selama proses syuting, kru menghadapi berbagai kejadian tak terduga.

"Proses produksinya memakan waktu hampir satu tahun. Banyak tantangan yang kami hadapi, mulai dari kondisi lokasi hingga berbagai kejadian di luar dugaan, termasuk ada kru yang digigit ular saat proses syuting berlangsung. Namun semua itu menjadi pengalaman berharga bagi kami," ujarnya.

Film "Dua Nafas" dibintangi oleh Aty Cancer, Adela Rasya, Syakir Daulay, Auzan Noh Karepesina, Bilqis Hafsa, Mantra Gurindam, Kanie Zainal, serta sejumlah aktor dan aktris lainnya.

Film ini diproduseri oleh Mr. Park, Daniel Kwon, dan Syakir Daulay, serta diharapkan menjadi salah satu film keluarga yang mampu menyentuh hati penonton Indonesia melalui kisah sederhana tentang cinta, pengorbanan, dan kehangatan keluarga.

Dengan mengusung tema hubungan nenek dan cucu yang penuh makna, "Dua Nafas" hadir sebagai tontonan keluarga yang sarat nilai kehidupan dan siap menyapa penonton Indonesia mulai 2 Juli 2026.

​4 Jurnalis Memburu Berita Kriminal Terbesar Abad Ini di Film Memburu Pemangsa, Horror Crime Action yang Dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem

Film Memburu Pemangsa tayang 24 September di seluruh bioskop Indonesia ​Jakarta, 22 Juni 2026 – Sinemaku Pictures datang dengan karya segar ...