Rabu, 03 Juni 2026

​Film animasi keluarga tentang keberanian bermimpi dan orang-orang yang memilih untuk percaya pada kita Keajaiban Berawal Dari Rasa Percaya, Saksikan Garuda Di Dadaku Mulai 11 Juni 2026 Di Bioskop

 


​Jakarta, 3 Juni 2026 — Setelah melalui perjalanan panjang dan melibatkan ratusan kreator animasi Indonesia, film animasi keluarga Garuda Di Dadaku akhirnya siap menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 11 Juni 2026.

​Mengangkat kisah Putra (Keanu Azka), seorang anak laki-laki yang bercita-cita menjadi pemain tim nasional Indonesia, Garuda Di Dadaku bukan hanya bercerita tentang mimpi besar seorang anak. Film ini adalah kisah tentang rasa takut, keraguan, kegagalan, dan orang-orang yang tetap memilih untuk percaya pada kita ketika kita mulai meragukan diri sendiri.

​Dalam perjalanannya, Putra ditemani oleh Gaga (Kristo Immanuel), sosok Garuda kecil magis yang membawanya menemukan kembali keberanian untuk melangkah. Ia juga ditemani oleh Naya (Quinn Salman), sahabat yang selalu hadir untuk mengingatkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar ketika kita tidak berjalan sendirian.

​Melalui petualangan yang hangat, emosional, dan penuh tawa, Garuda Di Dadaku mengajak keluarga Indonesia melihat bahwa keajaiban sering kali tidak dimulai dari kemenangan besar, melainkan dari satu langkah kecil, satu dukungan sederhana, dan satu orang yang memilih untuk percaya.

​"Bagi saya, Garuda Di Dadaku lahir dari pengalaman yang sangat personal. Saya percaya setiap anak pernah merasa tidak cukup baik, pernah takut gagal, atau merasa mimpinya terlalu jauh untuk diraih. Saya juga pernah merasakan hal yang sama. Dan sering kali yang membuat kita terus melangkah bukan karena kita tiba-tiba menjadi berani, tetapi ada seseorang yang lebih dulu percaya pada kita," ujar sutradara Ronny Gani.

​Pesan tersebut juga menjadi alasan mengapa Garuda Di Dadaku dirancang sebagai film keluarga.

​"Sebagai orang tua, kadang kita lupa bahwa satu kalimat sederhana, satu bentuk dukungan kecil, bisa menentukan apakah seorang anak berani melangkah atau memilih menyerah. Garuda Di Dadaku adalah pengingat bahwa kepercayaan yang kita berikan hari ini bisa menjadi bagian penting dari mimpi besar mereka di masa depan," ujar produser Shanty Harmayn.

​Selain menghadirkan petualangan yang menghibur, Garuda Di Dadaku juga menjadi wujud kolaborasi besar para kreator animasi Indonesia. Film ini mempertemukan ratusan talenta dari berbagai disiplin kreatif dan studio animasi untuk menghadirkan sebuah cerita yang dekat dengan pengalaman keluarga Indonesia. Selain diproduksi oleh KAWI Animation, film ini turut melibatkan studio-studio animasi dan kreatif seperti Imaji Studio, Manimonki Studio, Leomotions Studio, Robot Playground Media, Ayena Studio, BRD Studio, Bara Studio, AtomicTune Studio, Loom Creations, Moving Things Production, IMV Studio, Shark Animation, LiteFX, serta Brown Bag Films Bali.

​Perjalanan Garuda Di Dadaku juga mendapat pengakuan di panggung internasional. Film ini baru saja terpilih sebagai salah satu nominasi kategori Animation dalam Golden Goblet Awards di ajang Shanghai International Film Festival 2026 dan bersaing bersama karya-karya animasi dari Brazil, Swedia, Norwegia, Denmark, Prancis, Spanyol, Chile, dan Argentina. Pencapaian ini menjadi salah satu langkah penting bagi animasi Indonesia untuk semakin dikenal dan diperhitungkan di kancah global.

​Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, Garuda Di Dadaku merupakan interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah hidup di hati banyak keluarga Indonesia selama lebih dari satu dekade.

​Film ini disutradarai oleh Ronny Gani, dengan Dewi Rosma sebagai Produser Pelaksana. Tim kreatif inti Garuda Di Dadaku juga mencakup R. Katamsi sebagai Art Director, Dimas Yoga MK sebagai Animation Director, Herwin Arkiando sebagai 3D Asset Supervisor, serta Dika Irami sebagai Lighting, Render & Compositing Supervisor.

​Garuda Di Dadaku menghadirkan jajaran pengisi suara Keanu Azka, Kristo Immanuel, Quinn Salman, Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, Sal Priadi, Ringgo Agus Rahman, Rizky Ridho, Zee Asadel, Oki Rengga, Emir Mahira, dan Bima Sena.

​Film ini juga menghadirkan dua original soundtrack, yaitu "Garuda Di Dadaku" yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati dan "Bersama Sang Garuda" yang dinyanyikan oleh Quinn Salman.

Saksikan Garuda Di Dadaku mulai 11 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia.

​Tiket film animasi keluarga GARUDA DI DADAKU sudah bisa dibeli mulai hari ini di semua online platform bioskop XXI, CGV dan Cinepolis juga TIX.ID.

​Karena setiap mimpi besar selalu dimulai dari seseorang yang percaya.

​#GarudaDiDadaku #BeraniBermimpi

Catatan tentang Garuda Di Dadaku

​Garuda Di Dadaku merupakan produksi BASE Entertainment dan KAWI Animation, dengan ko-produksi bersama Robot Playground Media, serta kolaborasi dengan Springboard, BolaLob, AHHA Production, BRD Studio, Dasun Pictures, PK Films, Barunson E&A, IFI Sinema, dan Arendi. Film ini didukung oleh Singapore Film Commission serta bekerja sama dengan brand partners Pilus Garuda, Indomilk Kids, dan Chiki.


​Akun Resmi:

​Instagram: @base.id | @garudadidadaku.film

​TikTok: @base.id | @garudadidadaku.film

​YouTube: BASE Entertainment Indonesia | @BASEIndonesia


Tentang BASE Entertainment

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.


Tentang KAWI Animation

KAWI Animation adalah studio pengembangan IP animasi yang berbasis di Jakarta, dengan tim talenta terbaik Indonesia yang memiliki spesialisasi di bidang Character Designs, Environment Concepts, Narrative & Story development, dan 3D RnD. Sebagai bagian dari ekosistem BASE Entertainment, studio film terkemuka Asia Tenggara yang didirikan oleh Shanty Harmayn, Ben Soebiakto, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, KAWI Animation berkolaborasi dengan berbagai kreator dan studio untuk mengembangkan IP berkualitas yang siap diproduksi menjadi karya animasi. Dukungan dari BASE Entertainment yang telah memproduksi karya-karya seperti serial orisinal Indonesia Netflix Gadis Kretek (Cigarette Girl) dan serial animasi orisinal Netflix Trese, COMEDY ISLAND Indonesia & Filipina di Prime Video, serta film Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore), memperkuat posisi KAWI Animation sebagai pengembang IP animasi terdepan di Indonesia yang menghubungkan talenta lokal dengan standar produksi internasional.


Berikut Trailer nya



​INFORMASI FILM

​Sutradara: Ronny Gani

​Penulis Skenario: Sofia Lo, Makbul Mubarak

​Berdasarkan film orisinil Garuda Di Dadaku oleh Salman Aristo dan Shanty Harmayn

​Produser: Shanty Harmayn, Tanya Yuson, Aoura Lovenson Chandra, Ben Soebiakto, Ronny Gani

​Produser Eksekutif: David Wayne Ika, Raharja Suwitono, Atta Halilintar, Peter Harjani, Jackol Kao, Agus Wibowo, Ervin Han, Bernard Toh, Adi Sumarjono, Michelle Nadya Suwarno, M Fajrin Rasyid, Yoonhee Choi, Sylvie Kim

​Pengarah Artistik: R Katamsi

​Animation Director: Dimas Yoga

​Supervisor Asset 3D: Herwin Arkiando

​Supervisor Lighting Render & Compositing: Dika Irami

​Penyunting Gambar: Aline Jusria

​Penata Musik: Ricky Lionardi

​Penata Suara: Hiro Ishizaka

​Voice Director: Rudolf Baldonado Jr.

​Voice Coach: Jati Andito

​Produser Pelaksana: Dewi Rosma Aswati

​Asisten Produser: Vanesa Valensca, Theo Napitupulu

​Eksekutif Pengembangan Kreatif: Aloysia Rarasningtyas, Sasthi Nandani

​Penyelia Pascaproduksi: Fabrian Hendro


Pemeran:

​Kristo Immanuel sebagai Gaga

​Keanu Azka sebagai Putra

​Quinn Salman sebagai Naya

​Bima Sena sebagai Aldo

​Revalina S. Temat sebagai Dewi Garuda

​Revalina S Temat sebagai Dewi Garuda

​Ringgo Agus Rahman sebagai Bima Garuda

​Sal Priadi sebagai Jaya Garuda

​Rizky Ridho sebagai Saka Garuda

​Zee Asadel sebagai Isha Garuda

​Emir Mahira sebagai Bayu

​Ibnu Jamil sebagai Ayah Putra

​Oki Rengga sebagai Coach Ronggur

Senin, 01 Juni 2026

Film Monster Pabrik Rambut Menyajikan Horor Fantasi Retro dengan Pengalaman Sinematik yang Berbeda, Mengangkat Secara Jujur Keresahan Jutaan Pekerja Tentang Normalisasi Lembur Kurang Tidur

Film Monster Pabrik Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 1 Juni 2026 — Palari Films mempersembahkan film terbaru karya sutradara Edwin, Monster Pabrik Rambut, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev, Monster Pabrik Rambut menghadirkan pengalaman horor fantasi retro dari latar pabrik rambut dan situasi para pekerjanya yang kurang tidur.

​Edwin menghadirkan sosok monster, yang turut menawarkan keberagaman genre horor di Indonesia. Situasi-situasi horor di film ini dibangun dari atmosfer pabrik rambut yang creepy, sosok Bos Maryati (Didik Nini Thowok) yang tersenyum manis namun eksploitatif, serta serangkaian kejadian janggal yang menimpa para pekerja mereka.

​Sebagai sutradara yang karya-karyanya telah diakui secara internasional dari berbagai festival dan ajang penghargaan, Edwin kembali membawa kebaruan dengan eksperimen visual dan eksplorasi cerita yang inovatif di Monster Pabrik Rambut. Di film ini, Edwin mengkritisi hustle culture yang justru diglorifikasi, dengan menghadirkan ketegangan horor yang berasal dari rutinitas kerja sehari-hari, bukan horor spiritual.

​Film ini menyoroti realita bahwa kerja berlebihan juga bisa membawa pada situasi yang menyeramkan. Dengan mengangkat keresahan jutaan pekerja saat lembur dinormalisasi, Monster Pabrik Rambut secara jujur meneriakkan jeritan yang sudah terlalu lama ditahan oleh para pekerja Indonesia.

Eksplorasi Edwin di Monster Pabrik Rambut salah satunya ditunjukkan dengan pendekatan practical effect tanpa CGI, untuk menampilkan sisi retro yang ada di film ini. Menjadi sebuah tawaran yang segar dan berbeda di tengah lanskap film horor Indonesia saat ini.

​Edwin juga kembali bermain-main dengan fantasinya yang unik dan eksentrik dengan hadirnya sosok Monster di film ini, Bos Pabrik, Maryati, yang memanfaatkan persona misterius Didik Nini Thowok, serta kehadiran karakter Bona yang didesain mampu meregenerasi tubuhnya. Visualisasi yang tampak 'liar dan berani' adalah sisi fantasi film Monster Pabrik Rambut, meneruskan visi sinematik dari filmografinya terdahulu.

​Lewat Monster Pabrik Rambut, Edwin menghadirkan gagasan horor yang hadir dari rutinitas keseharian para pekerja. Menggabungkannya dengan genre yang paling populer, menjadi sebuah pengalaman menonton horor yang berbeda.

​Di Monster Pabrik Rambut, Edwin bermain dengan bentuk horor. Bukan dalam bentuk horor spiritual, namun terinspirasi dari horor dan film retro Indonesia era '80-an, dengan menciptakan ketegangan dari nuansa atmosferik dan banyak mengandalkan practical effect.

​“Ketegangan dan teror horor di Monster Pabrik Rambut tercipta dari situasi kita bekerja sehari-hari yang kita hadapi, tanpa harus bersinggungan dengan setan. Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror,” ujar sutradara Edwin.

​Untuk menciptakan nuansa atmosferik horor fantastis retro di Monster Pabrik Rambut, Edwin menggandeng desainer produksi Menfo Tantono, Pemenang Piala Citra FFI 2024 untuk Penata Artistik Terbaik. Edwin dan Menfo menyulap Studio PFN menjadi sebuah pabrik rambut dengan kehadiran rambut asli hingga sekitar dua truk, beserta manekin, prostetik, sisir paku, dan berbagai elemen yang ada di pabrik rambut/wig di dunia nyata.

​Diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Monster Pabrik Rambut turut menjadi ko-produksi internasional lima negara, Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Film ini lebih dulu tayang perdana (world premiere) di Berlin International Film Festival 2026. Monster Pabrik Rambut juga telah tayang di berbagai festival film internasional termasuk Brussels Fantastic Film Festival, Hong Kong International Film Festival (HKIFF) 2026, dan yang akan datang Fantasia Film Festival 2026 di Montreal, Kanada.

​“Keinginan Palari Films membuat film horor adalah sebuah kebutuhan untuk mencoba menghasilkan karya baru, sambil memperkaya khasanah film horor Indonesia. Ide awal film Monster Pabrik Rambut muncul saat Edwin datang dengan pernyataan bahwa sepertinya tempat kerja kita bisa lebih horor dibandingkan film horor itu sendiri. Kita semua pernah merasakan ini, apapun bidang pekerjaan kita. Bagaimana bentuk Monster di tempat kerja kamu?,” ujar produser Meiske Taurisia.

​Rachel Amanda, yang memerankan Putri, mengungkapkan Monster Pabrik Rambut membawa tema yang sangat dekat untuk kelas pekerja di segala lini. Film ini menjadi refleksi terhadap kondisi kerja yang belum ideal.

​“Paling relate dari film ini adalah kita para pekerja kan sering sekali lembur, bahkan terkadang sampai harus mengorbankan beberapa hal di hidup kita seperti waktu dengan keluarga atau waktu luang. Cerita dan para karakter di film ini memperlihatkan betapa horornya dunia kerja yang terkadang bahkan dinormalisasi. Sakit dianggap kerja keras, tapi apakah sistem kerjanya itu benar?” ujar Rachel Amanda.

Sementara Iqbaal Ramadhan, yang memerankan Bona, menyebutkan karakternya sangat unik dan imajinatif. Untuk menciptakan Bona, Iqbaal banyak berdiskusi dengan Edwin.

“Bona adalah karakter yang unik, ajaib, fantastis, dan aneh. Bentuknya berbeda tapi tetap punya keterkaitan yang penting dengan cerita yang diangkat di film ini. Monster Pabrik Rambut adalah horor retro fantasi yang keren dari Edwin, nikmati perjalanannya,” ujar Iqbaal.

“Bona juga menjadi simbol resistansi terhadap standar produktivitas gila-gilaan yang dipaksakan oleh sebuah sistem kepada diri kita yang banyak terjadi saat ini dan banyak dinormalisasi,” tambah Iqbaal.

Saksikan Monster Pabrik Rambut yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Dapatkan informasi terkini melalui akun Instagram @palarifilms atau situs resmi palarifilms.com.


Sinopsis

PUTRI (Rachel Amanda) kehilangan ibunya, yang mati setelah beberapa hari tak tidur karena bekerja siang dan malam. Menurut MARYATI (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik, ibunya mati bunuh diri. Awalnya ia percaya, tapi IDA (Lutesha), adiknya, mengatakan bahwa ibu mereka mati karena kesurupan. Untuk membuktikan omongannya, Ida memutuskan untuk lembur, tak tidur berhari-hari, demi melihat sendiri sosok hitam yang merebut tubuh ibunya. BONA (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka, memiliki kemampuan spesial. Ia mampu meregenerasi bagian tubuhnya. Sosok hitam berhasil menyandera Bona. Mampukah Putri dan Ida menyelamatkan Bona?

Berikut Trailer Film nya


Tentang Palari Films

Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”.

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah “Kabut Berduri” (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya “Dear David” (2023), omnibus “Piknik Pesona” (2022), “Ali & Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018), “Posesif” (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Kamis, 28 Mei 2026

​"Bersama Sang Garuda" oleh Quinn Salman, OST Terbaru dari Film Animasi GARUDA DI DADAKU, Tentang Sahabat yang Selalu Percaya dan Menemani Perjalanan Mimpi Kita

OST "Bersama Sang Garuda" sudah dapat didengarkan di semua platform musik online


​Jakarta, 29 Mei 2026 — Kadang yang membuat kita terus berani mengejar mimpi bukan cuma keberanian diri sendiri, tapi juga hadirnya sahabat dan orang-orang yang tetap percaya bahwa kita bisa. Menjelang penayangan film animasi keluarga Garuda di Dadaku, BASE Entertainment dan KAWI Animation hari ini resmi merilis original soundtrack (OST) terbaru berjudul "Bersama Sang Garuda" yang dibawakan oleh Quinn Salman, pengisi suara karakter Naya di film ini. Penuh semangat, hangat, dan emosional, lagu ini menjadi pengingat arti persahabatan, dukungan, dan perjalanan mengejar mimpi bersama. "Bersama Sang Garuda" kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital.

​Setelah menghadirkan nuansa megah dan penuh harapan lewat OST "Garuda di Dadaku" versi Isyana Sarasvati, kali ini "Bersama Sang Garuda" membawa sisi yang lebih dekat, youthful, dan penuh energi dari dunia Garuda di Dadaku. Dengan aransemen yang uplifting dan emosional, lagu ini menjadi bagian dari perjalanan Putra, Naya, dan Gaga dalam menemukan keberanain untuk terus melangkah bersama.

​Lagu "Bersama Sang Garuda" terinspirasi dari jalinan persahabatan dalam film animasi Garuda di Dadaku. Persahabatan antara karakter Naya dan Patriot Garuda serta perjalanan mereka bersama Gaga, sosok Garuda kecil magis yang menjadi simbol harapan dan keberanian di film ini. Melalui liriknya, "Bersama Sang Garuda" menggambarkan bagaimana setiap kita membutuhkan sahabat-sahabat yang dapat melihat dan percaya pada potensi kita untuk menggapai mimpi, bahkan ketika kita sendiri kerap merasa ragu.

​Bagi Quinn Salman, keterlibatannya dalam lagu ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan dalam perjalanannya bermusik. Tidak hanya membawakan lagu, Quinn juga ikut terlibat langsung dalam proses penulisannya bersama komposer Ifa Fachir dan Simhala Avadana.

​"Lagu ini menjadi pengalaman pertama buat Quinn dalam banyak hal. Mulai dari eksplor warna musik yang baru, ikut terlibat dalam proses penulisan lagu, sampai workshop bareng Kak Ifa Fachir dan Kak Mhala yang dari kecil sudah Quinn kagumi banget. Proses workshop dan penulisan lagu dilakukan kurang lebih selama enam jam di rumah Kak Ifa, dan serunya lagi, demo lagu ini langsung dibuat di studio di hari yang sama," ujar Quinn Salman.

GARUDA DI DADAKU

​Tidak hanya dari sisi musik, Quinn juga menghadirkan warna vokal yang berbeda dibanding karya-karya sebelumnya. Dalam proses rekaman, Kamga sebagai vocal director membantu membentuk karakter vokal yang lebih emosional dan penuh semangat untuk merepresentasikan karakter Naya di film. Aransemen musik yang digarap Adrian Marthadinata turut memperkuat nuansa emotional rock yang uplifting dan powerful, dipadukan dengan sentuhan choir arahan Ifa Fachir dan Simhala Avadana yang menghadirkan rasa megah sekaligus hangat dalam lagu ini.

​"Buat Quinn, lagu ini terasa dekat banget dengan perasaan banyak anak-anak dan remaja yang kadang takut gagal atau merasa nggak cukup baik untuk mengejar mimpi mereka. Lewat 'Bersama Sang Garuda', Quinn ingin mengingatkan bahwa kita nggak harus berjalan sendirian, karena selalu ada orang-orang yang percaya dan siap menemani perjalanan kita," ujar Quinn Salman.

​Sutradara Ronny Gani menjelaskan bahwa "Bersama Sang Garuda" menjadi representasi penting dari hubungan antarkarakter di dalam film. "Kalau lagu 'Garuda di Dadaku' berbicara tentang keberanian untuk bermimpi, maka 'Bersama Sang Garuda' berbicara tentang siapa saja yang menemani perjalanan itu. Film ini selalu tentang mimpi yang tidak diperjuangkan sendirian. Ada sahabat, keluarga, dan orang-orang yang memilih untuk tetap percaya kepada kita, bahkan saat kita mulai meragukan diri sendiri," ujar Ronny Gani.

​Film animasi keluarga Garuda di Dadaku mengisahkan Putra (Keanu Azka), anak laki-laki berusia 13 tahun dengan mimpi besar menjadi pemain tim nasional Indonesia. Saat kegagalan dan rasa takut membuatnya hampir menyerah, kehadiran Gaga (Kristo Immanuel) membawanya pada perjalanan untuk menemukan kembali keberanian dan keyakinan pada dirinya sendiri, ditemani oleh Naya (Quinn Salman) dan teman-teman yang selalu mendukungnya.

​Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, dengan naskah yang ditulis oleh Sofia Lo bersama Makbul Mubarak, Garuda di Dadaku menjadi interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah lama hidup di hati keluarga Indonesia.

​Garuda di Dadaku merupakan produksi BASE Entertainment dan KAWI Animation, dengan ko-produksi bersama Robot Playground Media, serta kolaborasi dengan Springboard, BolaLob, AHHA Production, BRD Studio, Dasun Pictures, PK Films, Barunson E&A, IFI Sinema, dan Arendi. Film ini didukung oleh Singapore Film Commission serta bekerja sama dengan brand partners Pilus Garuda, Indomilk Kids, dan Chiki.

​Dengarkan OST "Bersama Sang Garuda" di seluruh platform musik digital, dan nantikan film animasi keluarga Garuda di Dadaku tayang mulai 11 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia, menjadi pilihan tontonan keluarga di libur sekolah tahun ini.


​#GarudaDiDadaku

#BeraniBermimpi


​Judul Lagu : Bersama Sang Garuda

Artist : Quinn Salman

Pencipta Lagu : Ifa Fachir, Simhala Avadana, Quinn Salman

Publisher : Sony Music Publishing Indonesia/Massive Music Entertainment

Arranged & Produced By : Ifa Fachir, Adrian Martadinata

Mixing & Mastering : Dimas Pradipta

Recording Arranger : Ifa Fachir, Adrian Martadinata

Copyright : BASE Entertainment

SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih Jadi Film dengan Opening Day Tertinggi Tahun 2026! Pilihan Hiburan Keluarga di Momen Libur Panjang Idul Adha

 

Tonton SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih sekarang di bioskop!

​Jakarta, 28 Mei 2026 — Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih persembahan Starvision, Skak Studios dan Legacy Pictures dari sutradara Bayu Skak dan produser Chand Parwez Servia baru saja mencetak rekor! Baru tayang sehari, film ini langsung menjadi pilihan utama penonton Indonesia di momen libur Idul Adha. Terbukti, SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih mencatatkan angka penonton hari pertama (Opening Day) hingga 212.469 penonton!

​Angka tersebut sekaligus menjadikan SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih sebagai film dengan angka Opening Day tertinggi sepanjang tahun 2026 hingga saat ini! Jumlah penonton hari pertama SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih juga melampaui 2x raihan Opening Day film pertamanya, Sekawan Limo (2024), yakni 100 ribu lebih penonton.

​“Ada hal yang sangat penting di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, bahwa dalam hidup, kita tidak boleh mengambil jalan pintas, akan ada konsekuensi dan resikonya. Ini adalah film keluarga yang akan menghibur. Terima kasih sudah menyambut karya terbaru Starvision, Skak Studios dan Legacy Pictures dengan kegembiraan,” ujar produser Chand Parwez Servia.

​“Dari segi cerita, saya memang sangat optimistis bahwa SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih sangat dinantikan penonton Indonesia. Dan terbukti di hari pertama langsung pada nonton. Keramaian orang yang nonton di Sekawan Limo pertama, tentunya mereka penasaran dengan yang ada di film keduanya, di sini kami juga memberikan hiburan dengan konflik cerita yang lebih dewasa,” ujar sutradara dan pemeran Bagas di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, Bayu Skak.

​SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih dibintangi oleh Bayu Skak, Nadya Arina, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Jihane Almira, Elsa Japasal, Joshua Suherman, Cak Kartolo, Ning Tini, Audya Ananta, Ellea Candice, Cak Ukil, Ferry Salim, Gisella Anastasia, Marwoto, Devina Aureel, Brandon Salim, Tutus Thomson, Andy Sugar, Irene Suwandi, Sanusi, Eunike Unik, Irwan Pramujito, Yongki Setyabudi, Rensia Sanvira, Furry Setya, Dayu Wijanto, Leona Zhen, Zoe Levana, Karina Moudy, Stanley Hao, dll.

​Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih menjadi sajian komedi horor yang sangat menghibur penonton Indonesia, mulai hari ini tayang lebih banyak, 2.983 total jumlah show di 482 Bioskop, dengan kenaikan 34% dari hari pertama untuk kenyamanan akses nonton SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih.

​Ikuti perjalanan Geng Sekawan Limo yang akan membuat tertawa dengan kelucuan maksimal! Pantau informasi terbaru melalui akun Instagram @Sekawanlimo, @Starvisionplus, @SkakStudios, @Legacy.pictures dan Tiktok @StarvisionMovie.


Sinopsis

​Tiga tahun sejak pendakian Gunung Madyopuro, persahabatan 5 sekawan semakin erat. Ketika mereka reuni di ulang tahun Angel putri Andrew, mereka menyaksikan keluarga itu terancam jadi tumbal pesugihan!

Berangkatlah mereka menemani Andrew ke Gunung Klawih. Namun, Juna menghilang ke dunia demit!


Pemain & Tim Produksi

Nama Pemain - Peran

Bayu Skak - Bagas

Nadya Arina - Lenni

Benidictus Siregar - Juna

Indra Pramujito - Andrew

Firza Valaza - Dicky

Jihane Almira - Aruna

Elsa Japasal - Kina

Joshua Suherman - Wisang

Cak Kartolo - Dukun Kartolo

Ning Tini - Mbah Uti

Audya Ananta - Michelle

Ellea Candice - Angel

Cak Ukil - Cak Ukil

Ferry Salim - Om Lim

Gisella Anastasia - Yu Chen

Marwoto - Dukun Ranto

Devina Aureel - Carrisa

Brandon Salim - Thomas Richard

Tutus Thomson - Ndaru

Andy Sugar - Rudy Alexander

Irene Suwandi - Elsa

Sanusi - Warga Pasar

Eunike Unik - Wening

Irwan Pramujito - Ko Hendi

Yongki Setyabudi - Papa Johan

Rensia Sanvira - Mama Nathalia

Furry Setya - Paijo

Dayu Wijanto - Oma Linda

Leona Zhen - Penyanyi

Zoe Levana - Han Yui

Stanley Hao - Jun Ping


Produksi: Starvision, Skak Studios

​Produser: Chand Parvez Servia, Riza, Mithu Nisar

​Sutradara: Bayu Skak

​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

​Produser Lini: Rini Atmodjo

​Penulis Skenario: Nona Ica

​Pengarah Artistik: Mai Harizon

​Penata Kamera: Adrian Sugiono

​Penyunting Gambar: Wawan I. Wibowo, Jalu Swandaru

​Penata Suara: Aditya Trisnawan

​Perekam Suara: Hasanudin Bugo

​Penata Musik: Mikhael Alpha Beltsazar

​Penata Warna: Chressandy Rorimpandey

​Penata VFX & Grafis: Dalang Digital Studio

​Penata Rias & Efek: Clarista Christie

​Penata Busana: Jeanne Elizabeth Fam

​Penata Peran: Arief Havidz, Hafshoh Mubarak

​Komedi Konsultan: Joshua Suherman

​Perancang Poster: Alvin Hariz


​OST

​Yue Liang Dai Biao Wo De Xin (The Moon Represents My Heart) - Josaphat Children Choir

​Wang Shi Zhi Neng Hui Wei (The Past Can Only Be Remembered) - Leona Zhen

​Gusti, Matur Nuwun - Bayu Skak

​Gandolane Ati - Yowis Ben

Film Jangan Buang Ibu Rilis Official Trailer Terbaru, Ingatkan untuk Berbagi dan Menghargai Keluarga di Momen Idul Adha

 

Jangan Buang Ibu tayang mulai 25 Juni 2026 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 27 Mei 2026 — Di momen penuh kehangatan dan berbagi pada sesama pada hari raya Idul Adha, Leo Pictures mempersembahkan sajian spesial lewat official trailer terbaru film Jangan Buang Ibu. Dalam official trailer terbarunya, menampilkan kisah hangat Ristiana (Nirina Zubir), ibu tiga anak yang berpesan kepada anak-anaknya untuk saling rukun dan memiliki saat ia telah tiada.

​Di tengah keterbatasan, Ristiana selalu mengajarkan anak-anaknya untuk selalu mendahulukan keluarga, dan seburuk apapun keluarga, mereka tetap anggota keluarga yang harus dijaga. Trailer terbaru Jangan Buang Ibu menampilkan kisah saat Ristiana seorang diri mengurus Tama (Refal Hady) dan Dewi (Amanda Manopo) saat kecil, hingga lahir si bungsu Tri (Saputra Kori). Saat dewasa, ketiga anaknya menghadapi masalah yang membuat relasi dengan ibu mereka merenggang dan memanas.

​Salah satu momen paling mengharukan adalah saat Dewi, yang diperankan Amanda Manopo, akan menikah. Namun, karena Ristiana telah bercerai dengan suaminya (Dwi Sasono), Dewi meminta agar ayahnya dicari untuk menjadi wali pernikahan. Sang kakak, Tama, meminta agar mengatakan si Bapak telah meninggal.

​"Di momen Idul Adha ini, Leo Pictures mempersembahkan trailer terbaru dari film Jangan Buang Ibu yang akan tayang mulai 25 Juni di bioskop. Trailer terbaru ini ingin mengajak penonton dan mengingatkan, di momen hangat Idul Adha, untuk selalu ingat dan perhatian dengan orangtua. Sesederhana telepon, tanya kabar, itu sudah cukup, karena orangtua kita itu hanya butuh diperhatikan," ujar produser dan CEO Leo Pictures Agung Saputra.

​Senada dengan produser, pemeran utama film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir mengungkapkan bahwa keluarga menjadi nilai penting. Keluarga hadir untuk bisa saling berbagi. Di momen Idul Adha ini, bagi Nirina, menjadi momen tepat untuk bisa saling memeluk keluarga dan berkumpul bersama.

​"Kita diingatkan kembali melalui film ini bahwa di tengah kamu lagi ada kesibukan, ingat, ada orangtua kamu yang dulu memberikan kamu kasih sayang yang besar sekali, coba untuk luangkan waktu sedikit. Rilisnya trailer terbaru Jangan Buang Ibu di momen Idul Adha ini ingin mengajak untuk kita bisa saling menghargai dan bisa berbagi dengan keluarga," ujar Nirina Zubir.

​Film Jangan Buang Ibu dibintangi oleh Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Dwi Sasono, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra.

​Disutradarai oleh sutradara blockbuster Hadrah Daeng Ratu, produser Agung Saputra yang juga telah memproduksi banyak film blockbuster, serta penulis blockbuster Widya Arifianti, Jangan Buang Ibu akan hadir menemani keluarga Indonesia mulai 25 Juni 2026 di bioskop. Film ini juga akan melanjutkan sukses Leo Pictures setelah sukses blockbuster drama keluarga Bila Esok Ibu Tiada yang meraih 3,9 juta lebih penonton di bioskop.

​Ikuti informasi terbaru film Jangan Buang Ibu melalui media sosial resmi Instagram @leopictures_official, @filmjanganbuangibu, dan TikTok @leopicturesofficial.


Sinopsis

​Ristiana (Nirina Zubir), seorang ibu tunggal dengan ketiga anaknya Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori) setelah ditinggal suaminya (Dwi Sasono) hidup dalam kesederhanaan dan kerja keras namun mampu membesarkan buah hatinya dengan baik dihadapkan pada kenyataan bahwa suaminya meninggalkan hutang yang sedemikian besar.

​Terusik dengan keputusan sepihak dari ibunya, Tama, Dewi, dan Tria dilema dengan keadaan dan kondisi yang ada. Mereka yang dulunya dekat, hangat, utuh sebagai keluarga harus merasakan kesenjangan jarak yang membuat kerinduan yang dalam dari Ristiana. Tak putus harapan untuk berbakti pada ibunda, akankah Tama, Dewi, dan Tria mampu mewujudkan itu sebelum terlambat?

Berikut Trailer Film Jangan Buang Ibu



Tentang Leo Pictures

​Leo Pictures adalah rumah produksi yang hadir sejak tahun 2019. Berfokus pada pengembangan film dan series dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan berbagai genre mulai dari drama keluarga, thriller, hingga horor, Leo Pictures terus berupaya menghadirkan karya yang mengutamakan emosi, kedekatan cerita, dan pengalaman menonton yang berkesan.

Semua Akan Baik-Baik Saja Ditonton 1 Juta Penonton, Pilihan Reflektif Keluarga Indonesia di Idul Adha. Tonton Semua Akan Baik-Baik Saja di bioskop, sekarang!

 

​Jakarta, 27 Mei 2026 — Film terbaru Baim Wong dan rumah produksi Tiger Wong Entertainment, Semua Akan Baik-Baik Saja baru saja meraih 1 juta penonton dalam 14 hari tayang di bioskop Indonesia! Ini sekaligus menjadikan Baim Wong sebagai sutradara yang mampu meraih film 1 juta penonton tiga kali beruntun!

​Sebelumnya, Baim Wong dan Tiger Wong Entertainment telah sukses dengan Lembayung dan Sukma yang sama-sama meraih lebih dari 1 juta penonton. Kini, di film ketiga yang disutradarai Baim, raihan 1 juta penonton juga telah didapatkan!

​"Terima kasih buat yang sudah menonton Semua Akan Baik-Baik Saja. Terima kasih untuk kepedulian teman-teman semua terhadap film Indonesia. Kami akan terus mencoba membuat film bagus," ujar produser, penulis, dan sutradara Baim Wong.

​Saat ini, film Semua Akan Baik-Baik Saja juga memberikan promo tiket Beli 1 Gratis 1 untuk merayakan momen libur Idul Adha. Pembelian tiket dapat diakses melalui aplikasi Tix ID untuk periode 26–28 Mei 2026.

​Film Semua Akan Baik-Baik Saja juga sangat tepat menjadi tontonan bersama keluarga di momen libur Idul Adha. Cerita yang hangat di film ini mengingatkan kita semua untuk pulang ke rumah dan keluarga, seberat apapun masalah yang kita hadapi dalam hidup.

​"Semoga menjadi manfaat untuk keluarga di rumah. Salam dari saya untuk keluarga. Semoga filmnya bisa bermanfaat banyak bagi banyak orang," tambah Baim Wong.

​Tonton film Semua Akan Baik-Baik Saja di bioskop sekarang! Ikuti terus perkembangan informasi film Semua Akan Baik-Baik Saja melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment dan @filmsemuaakanbaikbaiksaja.


Sinopsis

​Kematian mendadak Mentari (Happy Salma) menjadi badai yang memaksa tiga bersaudara dengan hidup yang saling bertolak belakang untuk kembali ke bawah satu atap. Langit (Reza Rahadian), pria yang keras oleh tempaan jalanan, kini harus memikul beban sebagai pengganti sosok orang tua bagi ketiga anak Tari yang ditinggalkan. Namun, kepulangan Langit disambut dingin oleh Malika (Aquene Djorghi), si sulung yang berbakat musik namun penuh luka dan ketidakpercayaan.

​Tak hanya Malika, Langit juga harus menghadapi Shaffa (Shaffa Almira) yang tengah terguncang dalam transisi remajanya yang rapuh, serta Alim (Alim), si bungsu berkebutuhan khusus yang menjadi sasaran perundangan di sekolah. Di tengah konflik harta dan adab yang dipicu oleh Ilham (Teuku Rifnu Wikana), mantan suami Tari, Langit bersama adik-adiknya–Bintang (Raihaanun) yang menyimpan rahasia kelam dan Banyu (Ari Irham) yang terjebak kepalsuan dunia maya–harus meruntuhkan ego masing-masing. Di bawah cinta teduh Ibu Wida (Christine Hakim), mereka belajar bahwa kehilangan adalah satu-satunya cara untuk akhirnya saling menemukan kembali dan membuktikan bahwa bagi keluarga, segalanya pasti akan baik-baik saja.


Tentang Tiger Wong Entertainment

​Didirikan pada tahun 2020 oleh Baim Wong, Tiger Wong Entertainment berkembang dengan visi dan misi yang kuat untuk memberikan dampak besar dalam industri hiburan Indonesia.

​Perusahaan ini berkembang dengan memproduksi berbagai acara TV populer. Beberapa di antaranya adalah Keluarga Bosque (Trans TV), Indonesia Giveaway (Trans 7), Rumah Teka-Teki (GTV), Bagi-bagi Angpau Asli Indonesia (RCTI), Cek Order Dadakan (RCTI), Panji Petualang 911 (SCTV), Rezeki Dadakan (NET TV), Bus Jutawan (RCTI), dan Tiba-Tiba Kuis (SCTV).

​Selain acara televisi, Tiger Wong Entertainment juga telah menunjukkan eksistensinya dalam dunia hiburan dengan sukses merilis berbagai judul Film, seperti Berbalas Kejam (2023), Lembayung (2024), dan SUKMA (2025) yang telah disaksikan oleh jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Resmi Dibuka! The BFF Festival 2026 Hadirkan Selebrasi Beauty, Fashion, & Fragrance Terbesar di Jakarta International Convention Center

 

JAKARTA, 28 Mei 2026 – Era baru industri kecantikan, mode, dan wewangian di Indonesia resmi dimulai hari ini melalui pembukaan megah The BFF (Beauty, Fashion, & Fragrance) Festival 2026. Diselenggarakan di Main Stage, Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), festival ini siap menjadi kiblat tren dan wadah kolaborasi terbesar bagi para pelaku industri, kreator konten, serta pencinta gaya hidup di tanah air.

Acara ini diresmikan secara simbolis melalui sesi Opening Ceremony yang dihadiri oleh jajaran eksekutif, mitra strategis, dan ratusan rekan media nasional. Acara dibuka dengan sambutan utama dari Hanifa Ambadar selaku CEO Socially Significant Company, yang memaparkan visi besar di balik terselenggaranya festival tahun ini sebagai akselerator industri kreatif lokal agar mampu bersaing di kancah global.

"The BFF Festival 2026 bukan sekadar ruang pameran, melainkan sebuah ekosistem integratif di mana kecantikan, mode, dan wewangian bergerak beriringan dalam menciptakan standar baru di Indonesia. Kami ingin memberikan ruang inklusif bagi brand lokal dan internasional untuk saling menginspirasi dan mendekatkan diri secara langsung dengan komunitas mereka," ujar Hanifa Ambadar, CEO Socially Significant Company.

Dukungan penuh terhadap pertumbuhan industri ini juga ditegaskan oleh Bank Mandiri selaku mitra perbankan utama. Dalam sambutannya, Nila Mayta Dwi Rihandjani, Regional CEO Senior Vice President Region IV Jakarta 2 of Bank Mandiri, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendorong digitalisasi transaksi dan pertumbuhan bisnis UMKM di sektor lifestyle.

Salah satu sorotan utama dalam upacara pembukaan ini adalah peluncuran eksklusif BFF Walk by Make Over. Sesi ini menampilkan pagelaran mode interaktif yang memadukan keindahan kosmetik mutakhir dengan tren busana siap pakai (ready-to-wear) paling dinamis musim ini, menetapkan arah baru bagi tren penampilan di tahun 2026.

Agenda Utama: The BFF Festival 2026 (Opening Ceremony & Exhibition)

Lokasi: Main Stage, Hall B – Jakarta International Convention Center (JICC)

Tentang Socially Significant Company

Socially Significant Company adalah perusahaan media dan penyelenggara acara terkemuka di Indonesia yang berdedikasi untuk menciptakan platform berdampak sosial tinggi, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, industri kecantikan, mode, dan gaya hidup berkelanjutan.


Tentang The BFF Festival

The BFF (Beauty, Fashion, & Fragrance) Festival adalah perayaan tahunan terbesar di Jakarta yang mempertemukan ratusan brand terkemuka, pakar industri, dan komunitas untuk mengeksplorasi inovasi, edukasi, serta tren terbaru di dunia kecantikan, fesyen, dan wewangian.

​Film animasi keluarga tentang keberanian bermimpi dan orang-orang yang memilih untuk percaya pada kita Keajaiban Berawal Dari Rasa Percaya, Saksikan Garuda Di Dadaku Mulai 11 Juni 2026 Di Bioskop

  ​Jakarta, 3 Juni 2026 — Setelah melalui perjalanan panjang dan melibatkan ratusan kreator animasi Indonesia, film animasi keluarga Garuda ...