Senin, 13 Juli 2026

Official Poster dan Trailer FILM KETOK MEJIK Resmi Dirilis, Ben, Made dan Saged Siap Mengajak Penonton Menebak Apa yang Sebenarnya Terjadi

 


​Drama komedi terbaru dari HAHA Production memperlihatkan perjalanan tiga sahabat, namun masih menyimpan banyak kejutan dan pertanyaan.

​Jakarta, 13 Juli 2026 — Setelah mencuri perhatian melalui rangkaian kontennya, FILM KETOK MEJIK resmi meluncurkan official poster dan official trailer yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta. Untuk pertama kalinya, publik diajak melihat sekilas dunia di balik sebuah bengkel yang tampak sederhana, sekaligus berkenalan dengan Ben (Ananta Rispo), Made (Tarra Budiman), dan Saged (Dodit Mulyanto), tiga sahabat yang menjadi pusat cerita. Namun alih-alih mengungkap keseluruhan kisah, poster dan trailer tersebut justru menyisakan rasa penasaran tentang apa yang sebenarnya sedang mereka hadapi.

​Tidak hanya memperkenalkan karakter utamanya, official poster dan trailer FILM KETOK MEJIK mulai membuka dunia cerita yang menjadikan bengkel sebagai ruang untuk bercerita. Lewat interaksi Ben, Made dan Saged, film ini menghadirkan komedi dengan karakter-karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun tetap menyimpan sisi emosional di balik setiap tawa yang hadir.

​Disutradarai oleh Yogi S. Calam, FILM KETOK MEJIK hadir sebagai drama komedi yang mengutamakan kekuatan karakter dan hubungan antar tokohnya. Menghadirkan humor yang dekat dengan keseharian, film ini juga menyimpan lapisan drama tentang bagaimana seseorang berusaha memperbaiki keadaan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan.

​Menurut Yogi S. Calam, trailer sengaja dibuat sebagai pengantar agar penonton mengenal karakter-karakter dalam film.

​"Kami ingin penonton mengenal Ben, Made dan Saged terlebih dahulu. Masih banyak bagian dari perjalanan mereka yang belum kami tampilkan karena kami ingin pengalaman menontonnya tetap utuh ketika film ini tayang di bioskop."

​Produser Handoko mengatakan bahwa hubungan antar tokoh menjadi salah satu kekuatan utama film ini.

​"Film ini berangkat dari kisah tiga sahabat yang sama-sama ingin memperbaiki hidup mereka. Official trailer baru memperlihatkan sedikit dari perjalanan mereka. Sisanya akan berkembang seiring cerita di dalam film."

​Diproduksi oleh HAHA Production bersama AZ Films dan Kita Films, Film ini didukung oleh Show Token, Iscorpio, dan EsaFX. FILM KETOK MEJIK dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.

​Melalui perilisan official poster dan trailer, penonton telah mendapat gambaran awal mengenai dunia FILM KETOK MEJIK. Namun, rahasia apa yang sebenarnya masih disembunyikan oleh Ben, Made dan Saged? Official poster dan trailer kini sudah dapat disaksikan melalui akun Instagram resmi @filmketokmejik.

Ikuti informasi terbaru serta berbagai kejutan lainnya melalui akun media sosial resmi @filmketokmejik, dan bersiaplah menyaksikan kisah yang masih menyimpan banyak rahasia hingga hari penayangannya di seluruh bioskop Indonesia.

Tentang PT HAHA Digital Picture

​PT HAHA Digital Picture merupakan rumah produksi Indonesia yang berfokus pada pengembangan dan produksi film, konten digital, serta karya audio visual yang mengedepankan kualitas cerita dan kedekatan dengan penonton. Dengan semangat menghadirkan hiburan yang segar, relevan, dan memiliki nilai emosional, perusahaan ini terus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang mampu menjangkau audiens luas.

​Melalui kolaborasi bersama para sineas, talenta kreatif, dan pelaku industri, PT HAHA Digital Picture berkomitmen menghadirkan film-film berkualitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman menonton yang berkesan. Salah satu karya terbarunya adalah Ketok Mejik, yang diproduseri oleh Handoko, dengan Charles D. Yusap sebagai Executive Producer, serta disutradarai oleh Yogi.


Sinopsis

​Dihimpit oleh hutang, Ben (Ananta Rispo) si pemilik bengkel harus berjuang melawan pengusaha serakah. Dibantu oleh tiga karyawan setianya yang absurd—Made (Tarra budiman) si ambisius, Saged (Dodit Mulyanto) si ceplas-ceplos, dan Unung (Arief Didu) si polos—mereka mengandalkan sebuah palu sakti leluhur untuk menyelamatkan bengkel dan nasibmere

Fact Sheet

​Genre Film: Drama Komedi

​Eksekutif Produser: Charles D. Yusap, Lucky O’danifan, Handoko

​Produser: Handoko, Derie Agung Syaputra

​Co-Produser: Robby K. Butarbutar

​Sutradara: Yogi S.Calam

Penulis: Iyam Renzia, Moh. Rido S.A

​DOP: Arif Bontang

​Line Produser: Kania Julian

​Editor: Andhy Pulung, Johan Leonardo

​Produksi: Haha Production


Pemain (Casts):

​Ananta Rispo (Ben)

​Tarra Budiman (Made)

​Dodit Mulyanto (Saged)

​Ersya Aurelia (Resita)

​Arief Didu (Unung)

​Jarwo Kwat (Ghozali)

​Agus Kuncoro (Toyib)

​Arafah Rianti (Uti Titian)

​Sadana Agung (John Sapto)

​Erick Astrada (Wawan Cihuy)

​Lolox (Kadut)

​Buhun Warwer (Kusni)

​Furry Setya (Jay)

​Vadi Bule (Yadi)

​Chika Waode (Aci)

​Berliana Lovel (Saroh)

Minggu, 12 Juli 2026

Paket Santet Diterima, Kutukan Kematian Dimulai. Siapakah Korban Selanjutnya? BASE Entertainment Rilis Trailer dan Poster Resmi Paket Santet Tayang Di Bioskop Mulai 27 Agustus 2026

 


​Jakarta, 13 Juli 2026 - Sebuah paket tiba di depan pintu. Tidak ada nama pengirim. Tidak ada alasan mengapa paket itu ditujukan kepada mereka. Namun sejak paket itu dibuka, hidup penerimanya langsung berubah jadi mimpi buruk. Satu per satu nyawa menjadi taruhan. Kini, pertanyaannya bukan lagi bagaimana cara menghindari paket tersebut, melainkan bagaimana cara terhindar dari kutukan setelah menerimanya.

​Premis inilah yang menjadi awal dari kisah Paket Santet, film horor terbaru produksi BASE Entertainment, yang hari ini resmi merilis trailer dan poster perdananya. Disutradarai oleh Dinna Jasanti, film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

​Lewat trailer resminya yang telah dirilis melalui seluruh kanal digital BASE Entertainment dan Instagram @paketsantet, penonton akan menyaksikan bagaimana satu paket misterius menjadi awal dari rangkaian kutukan mengerikan. Teror demi teror terus berdatangan tanpa memberi kesempatan bagi para korbannya untuk bernapas. Di tengah waktu yang terus menipis, mereka dipaksa mencari cara menghentikan kutukan sebelum kematian yang mengancam datang lebih dulu.

​Poster resmi Paket Santet memperlihatkan Bela (Yasamin Jasem) dikerubungi ratusan lebah setelah membuka sebuah paket misterius. Apakah lebah-lebah itu merupakan wujud teluh yang baru saja dilepaskan? Ataukah hanya pertanda bahwa kutukan telah menemukan korbannya? Poster ini menjadi isyarat bahwa setiap paket membawa kutukan yang tak bisa lagi dihindari.

​Paket Santet mengikuti kisah sekelompok mahasiswa, Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Eka Putri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri) yang mulai menerima sebuah kiriman paket misterius tanpa identitas pengirim. Setelah menerima paket tersebut, hidup mereka berubah menjadi perlombaan melawan waktu. Kutukan terus memburu satu per satu korban, memaksa Deva, Bela, dan teman-temannya mencari cara menghentikan santet sebelum kematian mengincar mereka. Mampukah Deva, Ale, dan Bela dan kawan-kawan keluar dari kutukan santet tersebut?

​Sutradara Dinna Jasanti mengatakan bahwa trailer ini adalah gambaran dari film Paket Santet yang mempunyai horor yang akan terus menghantui penontonnya dari awal hingga akhir film.

​"Dalam film ini yang menarik bukan hanya bagaimana santet itu datang, tetapi apa yang terjadi setelah seseorang menerimanya. Begitu paket itu dibuka, para karakter dipaksa bertahan hidup dalam situasi yang sama sekali tidak mereka pahami. Mereka terus mencari cara menghentikan kutukan, sementara waktu mereka semakin sedikit. Di situlah horor dalam Paket Santet benar-benar dimulai," jelas Dinna.

Produser Aoura Lovenson Chandra menambahkan bahwa trailer ini menjadi pintu masuk bagi penonton untuk mengenal bagaimana horornya Paket Santet.

​"Yang membuat Paket Santet berbeda adalah terornya dimulai dari sesuatu yang sangat akrab bagi kita semua, sebuah paket. Kami ingin menghadirkan horor yang membuat penonton terus berpikir, 'Kalau saya menerima paket itu, apa yang akan saya lakukan?' Karena setelah paket diterima, tidak ada pilihan yang benar-benar aman. Membuka paket membawa kutukan kematian, tetapi mengabaikannya juga bukan berarti kutukan berhenti. Pertarungan terbesar para karakter adalah menemukan cara bertahan hidup sebelum semuanya terlambat," kata Aoura Lovenson Chandra.

​Sementar itu Fadly Faisal, yang memerankan Ale, mengaku justru sering membayangkan dirinya berada di posisi para karakter selama proses membaca naskah hingga syuting. Baginya, horor dalam Paket Santet terasa mengerikan karena tidak hanya memperlihatkan datangnya santet, tetapi juga bagaimana seseorang harus bertahan hidup setelah menerimanya.

​"Selama syuting saya sering membayangkan, kalau benar menerima Paket Santet, apa yang akan saya lakukan? Rasanya panik karena kita tidak tahu harus percaya kepada siapa atau harus mencari bantuan ke mana. Menurut saya, itu yang membuat film ini terasa menyeramkan. Bukan cuma karena santetnya, tetapi karena kita ikut merasakan bagaimana rasanya berpacu dengan waktu ketika kematian seolah sudah mengincar kita," ujar Fadly Faisal.

​Paket Santet akan menghantui layar bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

​Begitu paket diterima... siapa korban berikutnya?

​Ikuti perkembangan terbaru melalui Instagram @paketsantet dan @base.id.


​—


​TENTANG BASE ENTERTAINMENT

​BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina's Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

Rabu, 08 Juli 2026

Sukses Cetak Hattrick Blockbuster! Baim Wong Siap Syuting Film Keempat Berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki, Dibintangi Prilly Latuconsina, Fadil Jaidi, Davina Karamoy, Sarah Sechan hingga Lukman Sardi Film Adopsi Lebaran segera melakukan proses syuting

Jakarta, 8 Juli 2026 - Setelah sukses mencetak hattrick blockbuster, Tiger Wong Entertainment dan Baim Wong kini tengah bersiap untuk memulai syuting film terbaru berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki. Film keempat yang disutradarai Baim Wong ini dibintangi oleh jajaran bintang.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Fadil Jaidi, Sarah Sechan, Lukman Sardi, Alex Abbad, Dhawiya Zaida, Davina Karamoy, Kenzo Eldrago Wong, Kiano Tiger Wong, Gita Bhebhita, Aming, Ria SW, Indra Birowo, Pak Muh, Erick Estrada, Ririn Dwi Ariyanti, Hans de Kraker, dan Erma Fatima. Film ini disutradarai dan diproduseri oleh Baim Wong, dengan naskah ditulis oleh Cassandra Massardi.

"Setelah genre horor dan drama keluarga, kali ini saya bersama Tiger Wong Entertainment akan mengeksplorasi genre drama komedi lewat film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki. Kami di Tiger Wong Entertainment bersama jajaran kru terbaik perfilman Indonesia dan pemeran terbaik Indonesia akan selalu membuat film bagus," ujar produser dan sutradara film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki Baim Wong.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki adalah drama komedi yang akan mengikuti kisah seorang perempuan introvert, yang selama ini selalu mementingkan keinginan orang lain dan mengikuti apa yang sudah direncanakan untuk dirinya.

Suatu ketika, di saat yang tidak terduga, ia mendapat kesempatan untuk memiliki identitas baru, saat ia mengetahui dirinya ternyata adalah anak adopsi hail penculikan.

Dibesarkan di keluarga muslim Pekalongan, ia mengalami culture shock saat kembali ke keluarga kandungnya di Manado. Dalam waktu dua minggu, ia harus menentukan yang mana jati diri sebenarnya. Sesuai lingkungan yang membesarkannya atau mengikuti takdir yang diturunkan melalui darahnya.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki menggabungkan jajaran ansambel yang unik dan kuat. Dibintangi jajaran pemeran utama dan pendukung yang kuat secara kedalaman drama dan lapisan komedi, serta diperkuat oleh ansambel yang akan membuat film ini terasa fresh.


TIGER WONG

Film ini juga menjadi kolaborasi perdana Prilly Latuconsina bersama Baim Wong dan Tiger Wong Entertainment. Bagi Prilly, film ini memberikannya tantangan baru untuk menampilkan lapisan karakter yang berbeda dan unik.

"Di film ini aku memerankan karakter Rizki, seorang people pleaser yang sulit menolak permintaan orang lain. Untuk pertama kalinya, di film ini aku akan menjadi guru ngaji. Tunggu perubahan yang berbeda dari aku," ujar Prilly Latuconsina.

Sementara itu, bagi Fadil Jaidi, Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki akan menjadi film ketiganya, dan untuk pertama kalinya ia akan menjadi bagian dari pemeran utama.

"Ini kesempatan yang besar banget yang diberikan Baim dan Tiger Wong Entertainment untuk aku. Aku bermain bersama jajaran pemeran yang keren dan hebat banget, dan aku kalau biasanya aku bercanda di medsos, di sini justru aku harus serius," ujar Fadil Jaidi.

Tiger Wong Entertainment bersama Baim Wong sebelumnya secara tiga kali beruntun telah mencetak blockbuster lewat film Lembayung (2024), Sukma (2025), dan Semua Akan Baik-Baik Saja (2026). Film debut Tiger Wong Entertainment, Berbalas Kejam (2023) telah mencetak berbagai penghargaan.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki akan mengambil lokasi syuting di berbagai daerah di Indonesia, termasuk salah satunya di Sulawesi Selatan.

Ikuti terus perkembangan informasi film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment.


Tentang Tiger Wong Entertainment

Didirikan pada tahun 2020 oleh Baim Wong, Tiger Wong Entertainment berkembang dengan visi dan misi yang kuat untuk memberikan dampak besar dalam industri hiburan Indonesia.

Perusahaan ini berkembang dengan memproduksi berbagai acara TV populer. Beberapa di antaranya adalah Keluarga Bosque (Trans TV), Indonesia Giveaway (Trans 7), Rumah Teka-Teki (GTV), Bagi-bagi Angpau Asli Indonesia (RCTI), Cek Order Dadakan (RCTI), Panji Petualang 911 (SCTV), Rezeki Dadakan (NET TV), Bus Jutawan (RCTI), dan Tiba-Tiba Kuis (SCTV).

Selain acara televisi, Tiger Wong Entertainment juga telah menunjukkan eksistensinya dalam dunia hiburan dengan sukses merilis berbagai judul Film, seperti Berbalas Kejam (2023), Lembayung (2024), dan SUKMA (2025) yang telah disaksikan oleh jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Selasa, 07 Juli 2026

Film Kado Untuk Ibu Merilis Official Trailer & Poster: Usaha Anak Mencari Kado Ulang Tahun Menjadi Petualangan Seru Penuh Makna




​Jakarta, 7 Juli 2026 – Film terbaru dari Starvision bekerjasama dengan FMM Studios akan tayang di Bioskop 6 Agustus 2026, KADO UNTUK IBU karya Sutradara Amrul Ummami, berkolaborasi dengan Produser Chand Parwez Servia mempersembahkan kisah hangat keluarga setelah sukses film Senin Harga Naik yang meraih box office lebaran 2026. Hadirkan cerita yang penuh empati film KADO UNTUK IBU adalah perspektif kejujuran khas anak-anak yang sederhana ketika berusaha memberi kejutan untuk Ibu yang dicintainya.

​Melalui Official Trailer Film KADO UNTUK IBU ditampilkan perjuangan Ara mencari kado paling tepat dengan bantuan Faris, anggota pemadam kebakaran, mereka bersama-sama ke pasar hingga terjadi pencurian tas Ara yang berisi uang tabungan dari celengan ayamnya. Pengejaran pencuri membuat pencarian kado berubah jadi petualangan yang berujung petaka hilangnya Ara!

​Film KADO UNTUK IBU hadirkan deretan pemain piawai untuk memerankan karakter dari skenario M. Ali Ghifari di antaranya: Luisa Adreena, Emir Mahira, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Rey Bong, Elsa Japasal, Maizura, Mazaya Amania, Jordan Omar, Arif Alfiansyah, Dennis Adhiswara, Ence Bagus, Dio Pratama, Sadana Agung, Adam Xavier, Paloma Turagan, Maheera Yusuf, Vonny Anggraini, Siti Fauziah, Shafira Khadijah, Chacha Hits, Rama Jedi Master, Juju Mazaya, dan lain-lain.

​Chand Parwez Servia selaku produser menyampaikan, “Film KADO UNTUK IBU adalah realisasi komitmen Starvision untuk terus menghadirkan cerita kehangatan keluarga, sehingga kecintaan akan keluarga bisa tumbuh sejak usia dini. Disajikan dengan petualangan menyenangkan, dan merefleksikan situasi yang relate dengan penonton. Akan membawa penonton merasakan kembali serunya masa kanak-kanak yang indah, penuh tawa, juga keharuan melalui nilai-nilai kekeluargaan, kemanusiaan, perjuangan, dan makna pembuktian cinta.”



​“Usaha dalam pengungkapan rasa cinta kepada keluarga ada banyak cara melakukannya, Film KADO UNTUK IBU ilustrasi kita ketika memiliki impian untuk memberikan kado terindah buat ibu. Film ini juga menjadi film yang aman untuk ditonton segenap keluarga untuk merasakan kembali kehangatan keluarga dan interaksi sosial yang membahagiakan,”, Amrul Ummami selaku sutradara menambahkan.

​Bagi Luisa Adreena, KADO UNTUK IBU menjadi pengalaman yang menyenangkan. “Melalui Film ini aku merasa semakin mencintai Ibu. Bahagia sekali ketika Ibu, Bapak dan Kak Damkar selalu ngajarin aku dengan sabar, semua ini sungguh menjadi petualangan indah dan seru!”

​“Di Film KADO UNTUK IBU kita akan melihat bagaimana pengorbanan dari setiap anggota keluarga untuk mengungkapkan rasa cinta. Usaha yang dilakukan dari yang sudah dewasa hingga anak-anak secara bersama-sama ini menjadi seru untuk disimak. Sebuah tontonan reflektif tentang hubungan kita dengan orang-orang terkasih juga sesama.” Ungkap Emir Mahira.


Film KADO UNTUK IBU, tayang di Bioskop 6 Agustus!



Sinopsis

Faris, seorang damkar yang menanti kelahiran anak pertamanya, batal ke RS untuk dampingi istrinya karena harus membantu Ara mencari kado ulang tahun untuk ibunya. Perjalanan mereka menjadi petualangan seru yang mengajarkan banyak kebaikan juga memaknai kehilangan tak terduga.

Pemain & Tim Produksi

​Luisa Adreena – Ara
​Emir Mahira – Faris
​Agla Artalidia – Zizah
​Dimas Aditya – Musa
​Rey Bong – Yusuf
​Elsa Japasal – Zulaikha
​Maizura – Adis
​Mazaya Amania – Icha
​Jordan Omar – Boni
​Arif Alfiansyah – Pepeng
​Dennis Adhiswara – Pak Harto
​Ence Bagus – Pak Karsa
​Dio Pratama – Dio
​Sadana Agung – Pak Bondan
​Adam Xavier – Bumi
​Paloma Turagan – Mila
​Maheera Yusuf – Dini
​Vonny Anggraini – Ibu Ningsih
​Siti Fauziah – Ibu Toha
​Shafira Khadijah – Gina
​Chacha Hits – Nur
​Rama Jedi Master – Ayah Icha
​Juju Mazaya – Ibu Icha

​Produksi: Starvision, FMM Studios
​Produser: Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar, Ryan Kurniawan
​Sutradara: M. Amrul Ummami
​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia, M. Ali Ghifari
​Produser Lini: Andre Addin
​Penulis Skenario: M. Ali Ghifari
​Pengarah Artistik: Mai Harizon
​Penata Kamera: Mawan Kelana
​Penyunting Gambar: Wawan I. Wibowo, Riza I. Zulfikar
​Penata Suara: Aditya Trisnawan
​Perekam Suara: Febri Pratama
​Penata Musik: Hariopati Rinanto
​Penata Warna: In My Room
​Penata Grafis & VFX: Gabe Sima
​Penata Rias: Yulistiowati
​Penata Busana: Dwi Keke Novita
​Penata Peran: Arief Havidz, Erik Arifin
​Perancang Poster: Alvin Hariz
​OST: Terima Kasih Sudah Bertahan – Ghea Indrawari


Tentang Starvision

Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, Sekawan Limo, Dua Garis Biru, Sekawan Limo 2 Gunung Klawih, dan Senin Harga Naik. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna-meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Jumat, 03 Juli 2026

Official Trailer Film Dan Bandung Dirilis, Angkat Kisah Cinta Beda Kasta di Kota Bandung

 

Jakarta, 3 Juli 2026 – Verona Films secara resmi merilis official trailer film Dan Bandung, salah satu film romansa remaja yang paling dinantikan tahun ini. Diangkat dari novel terlaris karya Pidi Baiq, trailer berdurasi dua menit ini mengajak penonton menyelami kisah Basil dan Elma, mulai dari manisnya jatuh cinta, peliknya perbedaan latar belakang, hingga kerasnya kenyataan ketika restu orang tua menjadi tembok di antara mereka.

​Melalui proyek ini, sutradara Rudi Soedjarwo kembali ke dunia sinema romansa remaja untuk membawa penonton larut dalam dinamika emosi Basil dan Elma di tengah atmosfer romantis Kota Bandung.


Ketika Cinta Berhadapan dengan Perbedaan Latar Belakang

​Official trailer yang dirilis hari ini menyoroti kisah cinta anak muda melalui karakter Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon). Sebagai dua mahasiswa yang saling jatuh cinta, keduanya harus menghadapi kenyataan pahit bahwa mereka berasal dari latar belakang keluarga yang sangat berbeda.

Basil adalah pemuda gigih dari keluarga sederhana yang harus berjuang menghadapi ketidakpastian hidup, sementara sang ayah tengah mendekam di penjara. Di sisi lain, Elma berasal dari keluarga kaya raya yang membesarkannya dengan aturan-aturan ketat dari kedua orang tuanya (strict parents).

​Melalui rangkaian adegan yang manis sekaligus emosional, trailer ini memperlihatkan bagaimana perbedaan kasta sosial dan tidak adanya restu orang tua menjadi ujian terbesar bagi hubungan mereka. Sutradara Rudi Soedjarwo mengungkapkan bahwa konflik dalam film ini dirancang agar terasa dekat dengan realitas emosional penonton.

​"Saya ingin membawa gambaran kisah cinta yang sangat relatable dengan banyak anak muda. Perbedaan latar belakang menjadi ujian bagi Basil dan Elma, tapi saya percaya selalu ada harapan bagi mereka yang berani memperjuangkan cinta," ujar Rudi Soedjarwo.

​Produser Dan Bandung, Titin Suryani, juga mengungkapkan bahwa perjuangan untuk mendapatkan dan mempertahankan cinta merupakan pengalaman yang dapat dialami siapa saja, sehingga kisah dalam film ini akan terasa dekat bagi berbagai generasi.

​"Film Dan Bandung menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mendapatkan dan mempertahankan cinta bisa dialami siapa saja. Karena itulah kisah Basil dan Elma akan terasa dekat bagi banyak orang," tambah Titin Suryani.


Visual Ikonik dan Taburan Bintang Lintas Generasi

​Tak hanya menawarkan konflik yang menguras emosi, official trailer Dan Bandung juga menghadirkan visual Kota Bandung yang kaya akan identitas lokal. Setiap sudut kota dipilih dengan cermat, menjadikan Bandung sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan Basil dan Elma, seolah kota ini turut menyaksikan sekaligus merasakan setiap momen yang mereka lalui.

​Kekuatan cerita ini semakin lengkap berkat penampilan jajaran aktor berbakat lintas generasi. Selain Samo Rafael dan Shanna Shannon sebagai pemeran utama, film ini juga dibintangi Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Paul Aro, De Boer William, Raiqa Septia, Arswendy Bening Swara, Donny Damara, Jenny Zhang, Nugie, hingga Tike Priatnakusumah.

​Akankah kehangatan Kota Bandung mampu menyatukan dua hati yang dipisahkan oleh kasta dan restu?

​Saksikan pembuktian cinta Basil dan Elma dalam Dan Bandung, yang tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.

​Untuk informasi terbaru mengenai film Dan Bandung, ikuti akun media sosial resmi @filmdanbandung di Instagram.

Berikut Trailer nya



Film Foufo Komedinya Bikin Ngakak Chaos, Dramanya Ngena Banget! Satu Studio Heboh Lihat UFO Jatuh di Maduraa Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia



​Jakarta, 3 Juli 2026 – Skak Studios dan Sinemart mempersembahkan film berbudaya Madura pertama di Indonesia, Foufo, yang akan tayang mulai 9 Juli 2025 di bioskop Indonesia. Film komedi sci-fi karya sutradara Bayu Skak ini berhasil membuat penontonnya ngakak chaos dari komedi-komedi yang tersaji, sementara drama keluarganya juga bikin penonton relate, tentang anak yang ingin berbakti dan mewujudkan mimpi sang ibu naik haji.

​Komedi-komedi khas Bayu Skak disajikan dengan maksimal yang akan mengundang gemuruh tawa, saat para karakter di filmnya saling berinteraksi. Meski 70% berbahasa Madura, film Foufo mampu dipahami oleh penonton umum, yang membuat film ini memiliki kekuatan nilai universal tentang kasih dan cinta seorang anak untuk ibunya.

​Situasi absurd yang terjadi, saat UFO yang jatuh di Madura dan Alien datang ke keluarga Madura untuk membantu mereka di tengah himpitan ekonomi, membuat Foufo terasa fresh! Menggabungkan konsep unik fiksi ilmiah dengan setting yang sangat membumi berada di antara keluarga yang sedang berjuang dalam hidup mereka.

​Drama antara Muslim dan Ibu Saiqona juga terasa sangat menyentuh. Karakter yang diperankan Tretan Muslim, yang pertama kali memerankan pemeran utama, serta debutan Siti Kam, yang baru berakting di layar lebar pada usia 63 tahun, mampu membangun koneksi yang tulus antara anak dan ibu.

​Sementara itu, jajaran pemeran yang dihasilkan dari open casting yang melibatkan 2.500 peserta, dan hampir 90% pemain berasal dan berdarah Madura, menghasilkan cerita dan karakter yang autentik, sebagai film berbudaya Madura pertama di layar lebar Indonesia.

​“Setelah sukses dengan genre horor komedi, kali ini saya ingin menantang diri untuk enggan tetap berada di zona nyaman. Saya selalu ingin mengeksplorasi hal-hal baru di perfilman Indonesia. Lewat Foufo, yang menjadi film berbudaya Madura pertama di Indonesia, kami ingin menghadirkan cerita yang unik, lucu, tapi sekaligus juga mengharukan, menggabungkan elemen komedi sci-fi namun tetap terasa dekat,” ujar sutradara Bayu Skak.

​“Kolaborasi Sinemart bersama Skak Studios di film Foufo adalah melanjutkan kolaborasi sukses kami sebelumnya. Bayu Skak datang dengan ide yang out of the box dan saya yakin film ini akan sangat menghibur dengan komedi-komedi yang aneh, receh, namun juga ceritanya yang membumi dan menyentuh tentang anak yang ingin membahagiakan ibunya,” tambah produser eksekutif David Suwarto.

​Bagi Tretan Muslim, memerankan karakter Muslim di film Foufo menjadi tantangan baru. Selama ini, Tretan selalu bermain di ranah komedi. Namun, di film ini ia dituntut untuk menampilkan karakter yang serius dan memiliki lapisan drama yang dalam.

​“Di sini aku malah tidak boleh berkomedi, malahan aku harus nangis. Jadi ini sangat menantang bagiku, diberikan tanggung jawab dengan karakter yang sangat berbeda, dan pertama kalinya menjadi pemeran utama. Film Foufo ini juga menjadi kebanggaan saya, sebagai orang Madura, bisa menjadi bagian dari film berbudaya Madura pertama di Indonesia,” ujar Tretan Muslim.

​Film Foufo disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan, serta produser eksekutif David Suwarto. Film ini dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Ja’far, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.

​Tak hanya melibatkan jajaran pemeran asli dari Madura, film Foufo juga menggandeng studio animasi lokal Surabaya, Hompimpa, untuk menggarap animasi karakter alien di film ini. Ada sekitar 120 animator yang turut terlibat untuk mengerjakan karakter alien Foufo. Di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI), Foufo membuktikan kekuatan animator lokal tetap menjadi yang utama.

​Tak hanya menjadi kebanggaan lokal warga Madura dan Jawa Timur, Foufo juga membawa gebrakan bagi perfilman Indonesia yang akan membuka pintu bagi para kreator dan sineas untuk mengeksplorasi genre komedi sci-fi. Dengan komedinya yang rapat bikin ngakak chaos, serta dramanya yang sangat menyentuh, seluruh bioskop akan heboh mengikuti UFO yang jatuh di Madura!

​Tonton film Foufo di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.


Sinopsis

​Di tengah kesulitan ekonomi di Kampung Rombeng, Muslim (Tretan Muslim), seorang pengepul rongsok keturunan Madura terdesak harus segera melunasi sisa biaya ibadah haji ibunya. Situasi berubah ketika ia menemukan bangkai UFO jatuh di pinggiran kota. Alih-alih menjual besi UFO, Muslim justru menyembunyikan UFO dan alien sekarat, lalu ia namai Foufo

​Di luar dugaan, teknologi canggih Foufo berhasil menyelesaikan berbagai masalah keluarga Muslim. Namun, konflik memuncak saat tenggat waktu pelunasan haji tiba dan Foufo kehabisan energi. Muslim kini dihadapkan pada dilema krusial: memberangkatkan haji ibunya, atau membantu Foufo pulang ke kapal induknya?


Tentang Skak Studios

​Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.

​Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.


​Tentang Sinemart

​Sinemart, yang diambil dari 3 kata ‘Sinema’, ‘Art’, dan ‘Mart’, menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara ‘seni’ dan ‘dagang’ melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.

​Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Bagaimana Jika Paket yang Baru Kamu Terima Ternyata Berisi Santet? Film Horor Terbaru BASE Entertainment Memperkenalkan Tujuh Penerima Pertama Paket Santet.

 

Jakarta, 3 Juli 2026 - Bagaimana jika paket yang baru saja tiba di depan rumahmu ternyata bukan berisi pesanan, melainkan santet yang mematikan?

Premis itulah yang menjadi premis utama Paket Santet, film horor terbaru produksi BASE Entertainment garapan sutradara Dinna Jasanti, yang hari ini resmi memperkenalkan tujuh karakter utamanya melalui peluncuran poster karakter perdana. Film ini dijadwalkan untuk tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026.


Ketujuh poster karakter tersebut menampilkan Fatih Unru sebagai Deva, Yasamin Jasem sebagai Bella, Azela Putri sebagai Kiki, Fadly Faisal sebagai Ale, Gabriella Ekaputri sebagai Celia, Farandika sebagai Glen, dan Fiki Naki sebagai Firza. Mereka merupakan satu geng mahasiswa yang hidupnya terancam setelah menerima sebuah paket yang seharusnya tidak pernah datang.

Berangkat dari kepercayaan yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia, Paket Santet menghadirkan pendekatan baru terhadap santet. Jika selama ini santet identik dengan boneka jerami, tanah kuburan, rambut, atau benda-benda yang diam-diam diselipkan kepada korbannya, film ini membawa sesuatu yang jauh lebih dekat dengan kehidupan kita hari ini. Santet tidak lagi dikirim secara sembunyi-sembunyi. Santet kini datang dalam bentuk sebuah paket lengkap dengan plastik pembungkus, label alamat, barcode, dan identitas pengiriman, lalu diantar langsung ke tangan korbannya.


Tak ada dukun yang datang. Tak ada ritual yang terlihat. Hanya sebuah paket tanpa nama pengirim. Begitu paket diterima, teror santet pun dimulai.

Menurut sutradara Dinna Jasanti, kedekatan cerita film Paket Santet dengan keseharian yang membuat konsep film ini terasa menyeramkan dan menjadi alasan mengapa ia tertarik terlibat dalam proyek ini.


"Yang membuat saya tertarik dari Paket Santet adalah bagaimana sebuah kelompok sahabat yang sangat dekat tiba-tiba harus menghadapi teror yang datang dari sesuatu yang begitu biasa, sebuah paket. Dari situlah ketegangan cerita mulai tumbuh, karena setiap kali sebuah paket datang, mereka tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi korban berikutnya," kata Dinna. 

Di balik konsep horor yang dekat dengan keseharian tersebut, Paket Santet juga mempertemukan deretan talenta muda dari berbagai latar belakang. Yasamin Jasem kembali membintangi film horor, Fadly Faisal tampil dalam karakter yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya, Fiki Naki menjalani debut layar lebarnya, sementara Fatih Unru, Azela Putri, Gabriella Ekaputri, dan Farandika melengkapi chemistry satu geng mahasiswa selama ini terbiasa menjalani kegiatan kampus, malah menerima paket santet yang akan mengubah segalanya. 


Bagi Yasamin Jasem, daya tarik utama film ini justru terletak pada premisnya yang sederhana, tetapi terasa begitu dekat dengan keseharian sehingga pengalaman bermain di Paket Santet terasa berbeda.

“Daya tarik Paket Santet adalah idea dan ceritanya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan sial nya pasti ada orang yang pernah mengalaminya. Setelah menjalani proses syuting, ada yang berubah dalam diri saya saat melihat paket. Rasanya muncul ketakutan, ”gimana ya kalau suatu hari benar-benar saya terima paket tapi isinya santet?” cerita Yasamin. 


Hal serupa dirasakan oleh Fatih Unru, yang memerankan Deva. Bagi Fatih, kunci dari film ini bukan hanya terornya yang menyeramkan, melainkan seberapa kuat chemistry antar pemain dalam membangun persahabatan yang terasa nyata, karena justru dari sanalah film ini juga akan terasa lebih emosional.


“Kami mencoba membangun chemistry seperti teman kampus sungguhan. Karena di film ceritanya mereka sangat dekat. Saat satu per satu mulai menerima paket santet itu, saat syuting rasanya jadi lebih menegangkan," ujar Fatih Unru.

Peluncuran poster karakter ini menjadi langkah awal perjalanan Paket Santet sebelum merilis trailer dan poster resmi dalam waktu dekat. Ikuti perkembangan terbaru film ini melalui Instagram @paketsantet dan @base.id. 

TENTANG BASE ENTERTAINMENT

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 

2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.


KONTAK MEDIA

its@core-comm.com

Official Poster dan Trailer FILM KETOK MEJIK Resmi Dirilis, Ben, Made dan Saged Siap Mengajak Penonton Menebak Apa yang Sebenarnya Terjadi

  ​Drama komedi terbaru dari HAHA Production memperlihatkan perjalanan tiga sahabat, namun masih menyimpan banyak kejutan dan pertanyaan. ​J...