Rabu, 17 Juni 2026

Bayu Skak Bawa Penyegaran lewat Komedi Sci-fi di Film Foufo, Saat Alien Membantu Ibu dari Keluarga Madura yang Ingin Naik Haji! Trailer Tampilkan Tretan Muslim Jadi Anak yang Berbakti Pada Ibu

 

​Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 17 Juni 2026 — Setelah sukses dengan genre horor komedi, sutradara Bayu Skak merilis film terbarunya bergenre komedi sci-fi berjudul Foufo, yang dipersembahkan oleh Skak Studios dan Sinemart. Menyambut penayangannya di bioskop pada 9 Juli 2026, film Foufo merilis official trailer dan poster yang menampilkan persahabatan dan kisah haru cinta seorang anak terhadap ibunya yang ingin naik haji.

​Film Foufo dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Jafar, Ade 'Bibier' Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, dan Hari Otong. Film ini diproduseri oleh Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan, dengan produser eksekutif David Suwarto.

​Official trailer film Foufo menampilkan perjalanan Muslim yang diperankan oleh Tretan Muslim, sebagai anak yang menjadi tulang punggung keluarga hidup sebagai pengepul besi bekas. Di tengah keterbatasan ekonomi, Muslim memiliki cita-cita untuk memberangkatkan ibunya, Saiqonah, naik haji ke Mekah. Namun, di tengah semuanya, datang alien dari planet asing yang mendarat ke Bumi dan mengubah jalan hidup keluarga Muslim.

​Situasi pun menjadi semakin rumit. Alien yang mereka panggil Foufo itu butuh pertolongan keluarga Muslim untuk bisa kembali ke kapal induknya. Di satu sisi, batas pelunasan keberangkatan haji semakin dekat dan mendesak, dan membawa film ini memiliki drama yang mengharukan dari trailernya. Bagiamna perjalanan persahabatan antara keluarga Madura dan alien? Apa yang akan dilakukan Muslim dan Foufo?

​Bayu Skak mengungkapkan ide tentang film Foufo berawal dari sebuah keinginan untuk keluar dari zona nyamannya. Selama ini, Bayu dikenal dengan signature sutradara komedi dan bahasa Jawanya. Namun, untuk pertama kalinya Bayu menggarap film berbahasa Madura.

​Kisah yang dibawa pun sangat universal, tentang cinta yang begitu besar dari seorang anak terhadap sang ibu.

​"Semua orang punya pengalaman dan perasaan bagaimana rasanya mencintai ibu kita masing-masing dan keinginan untuk membahagiakan orang yang kita paling sayangi di dunia ini, yaitu ibu. Perasaan itu yang ingin kami sajikan di film ini," ujar produser dan sutradara film Foufo Bayu Skak.

​Film Foufo sekaligus menandai debut Tretan Muslim sebagai pemeran utama di film layar lebar. Jika biasanya Tretan tampil sebagai karakter yang komedik, justru di film ini ia ditantang untuk menampilkan karakter yang serius.

​"Ini pertama kalinya saya menjadi pemeran utama, ditambah kalian akan melihat sisi lain yang belum pernah dilihat selama ini. Saya bangga identitas Madura ditampilkan dengan baik dan unik oleh Bayu di film Foufo ini," ungkap Tretan Muslim.

​Film Foufo membawa beberapa terobosan yang menjadi penyegaran di perfilman Indonesia. Di antaranya adalah film pertama berbahasa Madura, dengan hampir 80% pemeran adalah berdarah Madura dan non-aktor, serta berkolaborasi dengan studio animasi lokal asal Surabaya, Hompimpa, untuk secara khusus mendesain karakter alien.

​Dalam prosesnya, film Foufo juga melakukan open casting yang melibatkan partisipasi 2.500 peserta! Skala yang sangat besar dan menjadi bentuk keseriusan Skak Studios dan Sinemart dalam mencari talenta otentik Madura.

​Film ini juga menggandeng pengisi suara (dubber) legendaris Indonesia, Ade 'Bibier' yang sudah sangat dikenal suaranya oleh masyarakat Indonesia, untuk mengisi suara alien. Ia juga untuk pertama kalinya debut di layar lebar, dan secara khusus pertama kalinya melakukan live dubbing.

​"Ide tentang UFO yang crash landing di Madura sudah sangat lucu. Film ini membawa komedi dengan sentuhan sci-fi, namun juga ada kedalaman dramanya tentang cinta seorang anak yang ingin berbakti pada ibunya, sebuah perasaan yang rasanya sangat relate untuk kita semua. Sinemart percaya dengan mendukung penuh film Foufo sejak awal dikembangkan dan akhirnya siap tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia," ujar produser eksekutif David Suwarto.

​Film Foufo akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.


Tentang Skak Studios

​Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.

​Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.

Tentang Sinemart

​Sinemart, yang diambil dari 3 kata 'Sinema', 'Art', dan 'Mart', menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara 'seni' dan 'dagang' melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.

​Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Selasa, 16 Juni 2026

Badan Perfilman Indonesia dan Kementerian Ekonomi Kreatif Sepakat Perkuat Kolaborasi untuk Ekosistem Film Indonesia

Jakarta, 16 Juni 2026. Badan Perfilman Indonesia (BPI) melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif untuk membahas arah pengembangan industri film nasional dalam kerangka Rencana Induk Ekonomi Kreatif. Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih erat antara masyarakat film dan pemerintah.

Dalam pemaparannya, Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa film menjadi salah satu sektor prioritas dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif yang tertuang dalam Peraturan Presiden. Sektor film masuk dalam bidang Media, satu dari empat bidang kreatif utama bersama Budaya, Desain, serta Digital dan Teknologi. Target RPJMN 2025-2029 mencakup pertumbuhan PDB ekonomi kreatif, peningkatan ekspor, perluasan tenaga kerja, dan investasi, dengan fokus pada komersialisasi kekayaan intelektual (IP) agar produk film Indonesia berdaya saing global. Pemerintah menargetkan investasi sektor film mencapai Rp 2,15 triliun, dan tengah menyusun skema insentif khusus untuk subsektor Film, Game, dan Aplikasi.

Langkah ini sejalan dengan amanat Presiden untuk mengaktivasi 200 desa kreatif, menghidupkan creative hub di daerah, dan mendorong inisiatif "Creative by Indonesia".

Pemerataan industri kreatif ini membuka ruang tumbuh yang lebih luas bagi talenta film Indonesia, dari sineas di kota besar hingga komunitas film di daerah.

Beberapa agenda strategis yang dibahas bersama antara lain:

● Pengembangan SDM dan akses data. BPI mencatat masukan penting soal keterbukaan akses ke industri bagi mahasiswa dan talenta muda, termasuk kebutuhan sistem data terbuka untuk pembelajaran perfilman.

● Pemberantasan pembajakan. Pembajakan masih menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan industri, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 14,8 triliun pada 2024. BPI bersama pemerintah berkomitmen memperkuat gerakan anti-pembajakan secara menyeluruh, mulai dari inisiasi Anti-Piracy Task Force bersama Komdigi, DJKI, dan aparat penegak hukum, pemblokiran situs ilegal, hingga kampanye budaya menonton film secara legal kepada masyarakat luas.

● Perluasan akses layar. Saat ini baru sekitar separuh film yang lulus sensor berhasil tayang di bioskop. Wacana pembangunan layar bioskop lokal menjadi perhatian bersama agar lebih banyak film Indonesia bertemu dengan penontonnya.

"Tantangan industri film kita masih banyak, dan kami tidak menutup mata soal itu. Yang penting sekarang kita punya arah yang sama dengan pemerintah. BPI siap bekerja, bertahap, bersama seluruh masyarakat film, termasuk memperjuangkan kepastian hukum dan dukungan pendanaan yang stabil bagi kemajuan industri film Indonesia," ujar Fauzan Zidni, Ketua Umum BPI.

BPI memandang seluruh kesepakatan ini sebagai titik berangkat, bukan capaian akhir. BPI berterima kasih atas keterbukaan Kementerian Ekonomi Kreatif dan berkomitmen menjaga komunikasi yang berkelanjutan demi ekosistem film yang sehat, adil, dan berdaya saing. Sebagai tindak lanjut, BPI dan Kementerian Ekonomi Kreatif akan segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) kolaborasi beserta timeline eksekusi.

*****

Tentang Badan Perfilman Indonesia (BPI):

Berdiri pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009, Badan Perfilman Indonesia adalah lembaga swasta mandiri yang dibentuk masyarakat sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen perfilman Indonesia: dikukuhkan Presiden, difasilitasi Pemerintah. BPI memiliki tugas: memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mendorong kebijakan perfilman dan mempercepat PP Rencana Induk Perfilman Nasional dan PP Sanksi. Menyelenggarakan dan mengikuti festival film di dalam dan luar negeri. Mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing. Melakukan penelitian dan pengembangan perfilman. Memberikan penghargaan kepada insan perfilman. Memfasilitasi pendanaan pembuatan film bermutu tinggi.

––––––––––––––––

Minggu, 14 Juni 2026

Di Tengah Indonesia yang Semakin Berat, Tanah Runtuh Mengajak Kita Melihat Dunia dari Sudut Pandang Cinta Lewat Sosok Anak Down syndrome

 


​Di Tengah Indonesia yang Semakin Berat, Tanah Runtuh Mengajak Kita Melihat Dunia dari Sudut Pandang Cinta Lewat Sosok Anak Down syndrome

​Diperankan Ridho Khaliq, karakter anak dengan Down Syndrome dalam Tanah Runtuh menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang semakin rumit, manusia masih memiliki kemampuan untuk mencintai dan saling menjaga.

​Jakarta, 10 Juni 2026 – Hidup orang dewasa hari ini terasa semakin berat. Mulai dari tekanan ekonomi, ketidakpastian masa depan, hingga dunia yang semakin dipenuhi kemarahan dan perpecahan, banyak orang menjalani hari-harinya dalam keadaan lelah, cemas, dan terus-menerus dituntut untuk bertahan.

​Di tengah situasi tersebut, film Tanah Runtuh justru hadir dengan sebuah ajakan yang sederhana, melihat dunia dengan lebih tenang dan lebih penuh cinta.

​Melalui karakter Ringgo yang diperankan Ridho Khaliq, seorang anak dengan Down Syndrome, Tanah Runtuh tidak hanya menghadirkan representasi yang jarang terlihat di layar lebar Indonesia, tetapi juga mengajak penonton untuk kembali pada hal-hal yang paling mendasar dalam hidup manusia, keluarga, kasih sayang, dan kepedulian.

​Disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan diproduseri oleh Denny Siregar, Tanah Runtuh mengikuti perjalanan Kai dan Ringgo yang terpisah dari ibu mereka di tengah sebuah peristiwa besar yang mengubah kehidupan mereka. Namun lebih dari sekadar kisah pencarian, film ini menjadi refleksi tentang bagaimana manusia tetap dapat memilih cinta ketika dunia di sekeliling mereka terasa runtuh.

​Bagi Rudi Soedjarwo, yang paling menarik dari film ini justru bukan peristiwa besarnya, melainkan bagaimana manusia-manusia di dalamnya berusaha bertahan dan saling menjaga.

​"Ketika dunia terasa runtuh, yang sering menyelamatkan kita justru bukan hal-hal besar tetapi orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal dan peduli. Saya tertarik pada manusia-manusia di dalamnya, dan melalui Ringgo, saya merasa film ini memiliki hati yang sangat kuat," ujar Rudi Soedjarwo.

​Produser Denny Siregar mengatakan bahwa sejak awal Tanah Runtuh memang tidak dibuat untuk berbicara tentang konflik, melainkan tentang cinta yang tetap bertahan di tengah keadaan yang paling sulit sekalipun.

​"Hari ini kita hidup di masa ketika semua orang seperti sedang marah, takut, dan lelah. Kita terlalu sering melihat dunia dengan prasangka dan kebisingan. Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana, bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan," ujar Denny Siregar.

​Menurutnya, karakter Ringgo tidak pernah dimaksudkan sebagai simbol atau objek belas kasihan. Justru sebaliknya, sosok yang diperankan Ridho Khaliq tersebut menjadi pusat perjalanan emosional film sekaligus jembatan bagi penonton untuk melihat dunia dengan cara yang lebih tenang.

​"Di tengah dunia yang semakin rumit, kadang kita justru belajar dari mereka yang memandang hidup dengan lebih jujur dan lebih tulus. Ringgo mengingatkan kita bahwa cinta dan keluarga adalah hal-hal yang membuat manusia tetap bertahan ketika semuanya terasa runtuh," lanjutnya.

​Hal serupa juga dirasakan oleh Vino G. Bastian yang memerankan Idham, seorang anggota yang tanpa sengaja dipertemukan dengan Kai dan Ringgo di tengah perjalanan mereka mencari sang ibu.

Bagi Vino, hubungan yang terbangun dengan kedua anak tersebut menjadi inti dari film ini.

​"Yang paling menyentuh buat saya bukan konflik atau kekacauan yang terjadi di sekeliling mereka. Justru bagaimana Ringgo melihat dunia dengan cara yang sangat tenang. Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini," kata Vino G. Bastian. 

​Sebagai seorang ayah, Vino juga merasa perjalanan Kai dan Ringgo memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat.

​"Kita hidup di masa ketika orang sibuk, semua orang terburu-buru, dan semua orang dituntut untuk terus kuat. Tapi melalui Ringgo, saya merasa diingatkan bahwa kadang yang paling penting bukan menjadi yang paling kuat, melainkan tetap punya hati untuk peduli pada orang lain," ujarnya.

​Tanah Runtuh tidak menempatkan karakter dengan Down Syndrome sebagai simbol inspirasi. Sebaliknya, film ini memberikan ruang bagi Ringgo untuk menjadi manusia yang utuh dengan segala rasa takut, kasih sayang, dan harapannya sendiri.

​Melalui sosok Ringgo, Tanah Runtuh mengajak penonton melampaui segala keterbatasan dan melihat bahwa bahkan ketika tanah di bawah kaki terasa runtuh, manusia masih memiliki satu hal yang tidak dapat diruntuhkan: kemampuan untuk mencintai.

​Dibintangi oleh Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, hingga Tike Priatnakusumah, Tanah Runtuh akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.


SINOPSIS

​Dalam kerusuhan agama di Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah, Kai (9) bersama kakaknya Ringgo (11), seorang anak dengan Down Syndrome, terpisah dari ibu mereka, Emmy (40). Bertekad menemukan ibunya, Kai membawa mereka dalam perjalanan melintasi berbagai lokasi pengungsian di tengah konflik yang terus berlangsung.

​Di sisi lain, Idham, seorang anggota, ditugaskan ke wilayah tersebut untuk menangani kerusuhan. Pertemuannya dengan Kai dan Ringgo membuatnya berjanji untuk membantu mereka. Dalam perjalanan yang penuh risiko, ketiganya menghadapi berbagai situasi yang menguji batas kemanusiaan, hingga akhirnya tidak hanya menemukan apa yang mereka cari, tetapi juga membentuk ikatan keluarga yang tak terduga.


CATATAN PRODUKSI

​Judul: Tanah Runtuh

​Sutradara: Rudi Soedjarwo

​Produser: Denny Siregar

​Produksi: Denny Siregar Production

​Durasi: 2 jam 51 menit

​Genre: Drama


​PEMERAN


​Vino G. Bastian

​Ridho Khaliq

​Yoan

​Sigi Wimala

​Jenda Munthe

​Tubagus Ali

​Agnes Naomi

​Jerry Likumahwa

​Royhan Hidayat

​Umar

​Tike Priatnakusumah

​Luna Allegra

​Sari Koeswoyo


TENTANG DENNY SIREGAR PRODUCTION

​Denny Siregar Production merupakan rumah produksi yang dikenal melalui karya-karya dengan pendekatan cerita yang berani dan relevan secara sosial. Dengan fokus pada narasi yang kuat dan perspektif yang berbeda, perusahaan ini terus mengembangkan film-film yang membuka ruang refleksi sekaligus mendorong representasi yang lebih inklusif dalam industri perfilman Indonesia.

Film Drama Horor Misteri Datang Akan Pergi Memperkenalkan Jajaran Pemeran Bertabur Bintang Lintas Generasi, Kolaborasi Terbaru yang Fresh dari Upi Bersama Starvision

 


Film Datang Akan Pergi segera tayang di bioskop Indonesia


Jakarta, 15 Juni 2026 — Starvision kembali bekerja sama dengan sutradara Upi dalam film terbaru berjudul Datang Akan Pergi. Film bergenre Drama Horor Misteri yang ditulis dan disutradarai oleh Upi, dengan produser Chand Parwez Servia ini menjadi kolaborasi terbaru Upi bersama Chand Parwez dan Starvision setelah horor thriller yang meraih Nominasi Piala Citra FFI 2024 Sehidup Semati.

Film Datang Akan Pergi dijadwalkan tayang di bioskop tahun ini.

Melalui media sosial, Starvision memperkenalkan jajaran pemeran lintas generasi yang membintangi film ini yaitu Iqby Gazza, Jeremie Moeremans, Nicholas Anderson, Baim Alkatiri, Widuri Puteri, Razan Zu, Surya Saputra, Amira Marissa Anita, Shareefa Daanish, Marissa Anita, Keysha Angelica, Zack Lee, Ratu Felisha, Okan Kornelius, Izabel Jahja, Jofa Knoch, Arkhan Daud, Anasya Makahekum, Alesia Nishka, Gilbert Pattiruhu, Haydar Salishz, Ina Rosalien, Sari Nila, Benjamin Malaiholo, Afrian Arisandy, Dara Warganegara. Yeremia Luddin, Daffa Saputra, dan Farell Akbar, serta penampilan spesial dari grup band Sukses Lancar Rejeki.

“Starvision selalu percaya dengan kualitas yang diberikan oleh Upi. Karya-karya sukses Starvision juga lahir dari banyak kolaborasi bersama Upi. Kali ini kami menghadirkan film Datang Akan Pergi, membawa genre drama horor misteri yang fresh. Tunggu di bioskop segera,” kata produser Chand Parwez Servia.

“Film Datang Akan Pergi menjadi kolaborasi terbaru saya bersama Pak Chand Parwez dan Starvision, dengan jajaran pemeran bintang dan nama-nama baru yang saya percaya dengan kualitas mereka. Semoga akan menjadi sajian drama horor misteri yang memberikan kesegaran di layar bioskop Indonesia,” ujar penulis dan sutradara Upi.

Bersama Starvision, Upi telah dipercaya untuk menulis judul-judul film ikonis dan sukses secara blockbuster. Beberapa di antaranya adalah Petaka Gunung Gede (2025), Sihir Pelakor (2025), Kafir: Gerbang Sukma (2026), dan Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018).

Film Datang Akan Pergi akan menjadi kolaborasi Upi bersama Starvision yang menyajikan drama horor misteri menegangkan, menyegarkan, dan menghibur di bioskop Indonesia!

Ikuti perkembangan terbaru film Datang Akan Pergi melalui akun media sosial resmi di Instagram @starvisionplus, @filmdatangakanpergi, dan TikTok @StarvisionMovie.


Tentang Starvision

Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsistenmenghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya,sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, diantaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru.

Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Aksi Heroik Fadi Alaydrus Selamatkan Saskia Chadwick di Gudang Sekolah, Awal Takdir Manis di WeTV Original Samuel


Jakarta– Penayangan perdana WeTV Original Samuel langsung mencuri perhatian jutaan pasang mata minggu ini pada hari Jumat dan Sabtu. Serial yang diangkat dari fenomena Wattpad dengan 21,7 juta pembaca ini mempertemukan Fadi Alaydrus dan Saskia Chadwick dalam sebuah narasi yang penuh ketegangan, emosi, dan kerumitan takdir.

Kisah bermula dengan tragedi memilukan saat mobil yang dikendarai orang tua Azzura (Saskia Chadwick) mengalami sabotase rem hingga menabrak pohon dan menewaskan keduanya. Di tengah duka mendalam, Azzura yang kini sebatang kara harus menerima kenyataan bahwa ia telah dijodohkan dengan sahabat masa kecilnya, Samuel Erlangga (Fadi Alaydrus), berdasarkan wasiat mendiang ayahnya.

Namun, pertemuan kembali ini jauh dari ekspektasi. Samuel yang kini menjadi ketua Diamond Gang yang disegani tampil dengan aura dingin dan garang. Ia menganggap kehadiran Azzura sebagai beban, bahkan melarang Azzura memanggilnya dengan nama kecil mereka, "Baby El", demi menjaga wibawanya di sekolah.

Ketegangan semakin memuncak dengan hadirnya Raskal (Emyr Razan), pemimpin Geng Chayton yang merupakan rival bebuyutan Samuel. Raskal secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada Azzura, yang memicu kemarahan dan kecemburuan Samuel. Demi membuktikan kelayakannya untuk berteman dengan Samuel, Azzura dengan polos menyanggupi "ujian" membersihkan gudang sekolah yang kotor.

Puncak drama di episode pembuka terjadi saat Azzura tanpa sengaja terkunci di dalam gudang sekolah yang gelap hingga kehabisan napas. Dalam kepanikan luar biasa, Samuel datang mendobrak pintu dan memberikan bantuan napas buatan untuk menyelamatkan nyawa Azzura. Momen intim yang tak terduga ini menjadi titik balik hubungan keduanya, menyisakan tatapan penuh makna di tengah kegelapan gudang.

Di balik ketangguhannya sebagai pemimpin geng motor, Samuel mulai memperlihatkan sisi lembutnya. Ia tertangkap kamera membacakan buku dongeng Rapunzel untuk menenangkan Azzura yang rapuh, membuktikan bahwa ikatan masa kecil mereka belum sepenuhnya hilang.

Ikuti terus kelanjutan chemistry antara Fadi Alaydrus dan Saskia Chadwick dalam WeTV Original Samuel yang tayang eksklusif minggu ini di hari Jumat dan Sabtu, serta akan terus berlanjut hingga episode 8 hanya di aplikasi WeTV.

Saat Aku Bersuara, Film yang Angkat Perjuangan Penyintas Kekerasan Seksual Lawan Budaya Bungkam

Film garapan sutradara Sonu Samtani dengan naskah Tisa TS ini mengangkat isu kekerasan seksual dan budaya bungkam. Tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026.


​Jakarta, 14 Juni 2026 — Penyintas kekerasan seksual sering menyimpan luka yang terlalu sering dipaksa diam. Penyintas kekerasan seksual kerap menghadapi kenyataan pahit: pelaku terlindungi, korban disalahkan, dan suara mereka tenggelam dalam stigma. Di tengah realita ini Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures siap menghadirkan film drama terbaru berjudul Saat Aku Bersuara yang akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Juni 2026.

​Film ini mengisahkan Nadia (Marshanda), seorang pengacara muda cerdas dengan karier cemerlang yang hidupnya tampak sempurna usai dilamar kekasihnya, Reza (Nino Fernandez). Namun kegelisahan mulai menggerogoti Nadia ketika firma hukum tempatnya bekerja memenangkan kasus yang melibatkan putra seorang pengusaha kaya sebagai terduga pelaku pemerkosaan.

​Situasi semakin memanas ketika suatu malam tragedi justru menimpa Nadia sendiri, berawal dari upayanya menolong sahabat karibnya, Andien (Rini Yulianti).

​Bersama Andien, Riana (Hana Malasan), dan Adrian (Ibnu Jamil) seorang Jaksa Penuntut Umum yang menyimpan luka pribadi akibat kegagalan sistem hukum, Nadia berupaya membangun kembali hidupnya. Film ini juga menggambarkan perjuangan Nadia memperbaiki hubungan yang renggang dengan sang ayah (Teuku Rifnu Wikana), sembari membuktikan bahwa keberanian untuk bersuara mampu menghadirkan harapan baru.

​Saat Aku Bersuara mengangkat isu sensitif yang dekat dengan realita sosial Indonesia, kekerasan seksual, trauma, stigma, dan perjuangan para penyintas melawan budaya bungkam yang selama ini melindungi pelaku dan menyudutkan korban.

​Film ini adalah bentuk perlawanan. Perlawanan terhadap hukum yang timpang, terhadap masyarakat yang lebih memilih diam daripada berpihak kepada penyintas, serta ketakutan yang selama ini membelenggu para penyintas untuk angkat bicara. Film ini hadir dengan satu janji kepada penontonnya; keluar dengan harapan. Harapan bahwa semua orang harus bersuara. Bahwa tidak ada penyintas yang harus berjuang sendirian. Dan bahwa perubahan dimulai ketika satu orang berani bersuara.

​Saat Aku Bersuara juga mengajak penonton memaknai pentingnya dukungan persahabatan, keluarga, dan keberanian menyuarakan kebenaran ketika harapan mulai memudar di tengah keadilan yang sering dipertanyakan.

​Didukung jajaran aktor dan aktris papan atas Indonesia, film ini menampilkan Marshanda yang beradu akting dengan Ibnu Jamil untuk pertama kalinya di film panjang. Keduanya pernah bekerja sama dalam sinetron lebih dari 16 tahun lalu. Film ini didukung oleh deretan cast lainnya, Lukman Sardi, Cut Mini sebagai Ibu Nadia, Lydia Kandou, Omar Daniel, serta Unique Priscilla.

​Semua informasi mengenai film Saat Aku Bersuara dapat diakses melalui kanal resmi Instagram @saatakubersuara.

Kamis, 11 Juni 2026

MAGMA Entertainment Umumkan Proyek Horor-Komedi Terbaru "Jump Scare", Siap Syuting Tahun Ini Bersama Dion Wiyoko Segera Tayang 2027

 


​Jakarta, 11 Juni 2026 – Setelah sukses menggebrak industri perfilman Indonesia lewat deretan karya horor box office yang solid seperti Qodrat 1 & 2, Pemukiman Setan, dan yang teranyar Badut Gendong, rumah produksi MAGMA Entertainment siap kembali menyapa para pencinta sinema. Tahun ini, MAGMA mengumumkan proyek film layar lebar terbaru mereka yang diberi judul resmi Jump Scare.

​Berbeda dari karya-karya menegangkan sebelumnya, melalui Jump Scare, MAGMA Entertainment akan mengeksplorasi ramuan menyegarkan yang memadukan atmosfer mencekam dengan sentuhan komedi spontan.

​Film ini mengangkat premis tentang empat sekawan dengan ambisi untuk membuat sebuah film impian mereka. Setelah mendapatkan warisan sebuah rumah tua, mereka berdebat untuk menjual rumah tersebut demi mendanai mimpi. Namun, rencana tersebut berubah menjadi malapetaka ketika mereka justru menemukan sesuatu yang tak diduga-duga di dalam rumah: sesosok mayat tentara kekaisaran Cina yang telah tersegel selama berabad-abad yang kemudian bangkit meneror.

​Dibangun di atas atmosfer ketegangan konstan dan rasa ketakutan yang mendalam, penonton akan diajak menyaksikan bagaimana para karakter utama harus mengandalkan keahlian seadanya serta aksi konyol yang spontan demi bertahan hidup sekaligus menjaga impian mereka tetap hidup.

Bertabur Bintang Lintas Generasi

​Proses produksi Jump Scare dijadwalkan akan memulai masa syuting pada tahun ini. Untuk menghidupkan dinamika cerita yang kaya akan ketegangan dan tawa, MAGMA Entertainment resmi menggandeng jajaran aktor serta aktris papan atas, di antaranya: Dion Wiyoko, Ardit Erwandha, Yono Bakrie, Faris Fadjar, Jenny Zhang, dan memperkenalkan Angie Marcheria dalam debut peran utama layar lebar pertamanya.

​Dion Wiyoko (Sore: Istri Dari Masa Depan, Cek Toko Sebelah) membagikan antusiasmenya terhadap project terbarunya ini bersama MAGMA Entertainment. "Saya excited sekali bisa ikut bergabung film ini. Saya yakin Jump Scare akan membawa angin segar untuk genre horor-komedi yang sangat dicintai penonton Indonesia, ini adalah film yang sangat unik!" Ujar aktor peraih tiga kali nominasi Piala Citra.

​Kekuatan akting dalam proyek terbaru ini juga semakin lengkap dengan keterlibatan bintang senior dan aktor karakter berbakat yaitu Chew Kin Wah, Mike Lucock, Ira Maya Sopha, serta Verdi Solaiman. Jajaran pemain lintas generasi ini dipercaya akan memberikan performa yang kuat dalam memadukan ketegangan horor dengan elemen komedi yang segar.

​"Lewat Jump Scare, kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda kepada penonton setelah pencapaian dari karya-karya kami sebelumnya seperti Qodrat, Pemukiman Setan, dan Badut Gendong. Kami mengeksplorasi bagaimana legenda klasik dapat berpadu apik dengan humor situasi yang organik. Kami sangat antusias memulai proses produksi tahun ini bersama jajaran pemeran luar biasa yang kami percaya mampu menghidupkan jiwa dari film ini," ungkap sutradara Charles Gozali dari MAGMA Entertainment.

​Proses produksi akan segera dimulai dalam waktu dekat, dan Jump Scare direncanakan untuk "meloncat" ke layar bioskop Indonesia 2027 nanti. Ikuti terus perkembangan tentang film ini di media sosial @magmaent.

Bayu Skak Bawa Penyegaran lewat Komedi Sci-fi di Film Foufo, Saat Alien Membantu Ibu dari Keluarga Madura yang Ingin Naik Haji! Trailer Tampilkan Tretan Muslim Jadi Anak yang Berbakti Pada Ibu

  ​Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia ​Jakarta, 17 Juni 2026 — Setelah sukses dengan genre horor komedi, sutradara Bay...