Jumat, 03 Juli 2026

Film Foufo Komedinya Bikin Ngakak Chaos, Dramanya Ngena Banget! Satu Studio Heboh Lihat UFO Jatuh di Maduraa Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia



​Jakarta, 3 Juli 2026 – Skak Studios dan Sinemart mempersembahkan film berbudaya Madura pertama di Indonesia, Foufo, yang akan tayang mulai 9 Juli 2025 di bioskop Indonesia. Film komedi sci-fi karya sutradara Bayu Skak ini berhasil membuat penontonnya ngakak chaos dari komedi-komedi yang tersaji, sementara drama keluarganya juga bikin penonton relate, tentang anak yang ingin berbakti dan mewujudkan mimpi sang ibu naik haji.

​Komedi-komedi khas Bayu Skak disajikan dengan maksimal yang akan mengundang gemuruh tawa, saat para karakter di filmnya saling berinteraksi. Meski 70% berbahasa Madura, film Foufo mampu dipahami oleh penonton umum, yang membuat film ini memiliki kekuatan nilai universal tentang kasih dan cinta seorang anak untuk ibunya.

​Situasi absurd yang terjadi, saat UFO yang jatuh di Madura dan Alien datang ke keluarga Madura untuk membantu mereka di tengah himpitan ekonomi, membuat Foufo terasa fresh! Menggabungkan konsep unik fiksi ilmiah dengan setting yang sangat membumi berada di antara keluarga yang sedang berjuang dalam hidup mereka.

​Drama antara Muslim dan Ibu Saiqona juga terasa sangat menyentuh. Karakter yang diperankan Tretan Muslim, yang pertama kali memerankan pemeran utama, serta debutan Siti Kam, yang baru berakting di layar lebar pada usia 63 tahun, mampu membangun koneksi yang tulus antara anak dan ibu.

​Sementara itu, jajaran pemeran yang dihasilkan dari open casting yang melibatkan 2.500 peserta, dan hampir 90% pemain berasal dan berdarah Madura, menghasilkan cerita dan karakter yang autentik, sebagai film berbudaya Madura pertama di layar lebar Indonesia.

​“Setelah sukses dengan genre horor komedi, kali ini saya ingin menantang diri untuk enggan tetap berada di zona nyaman. Saya selalu ingin mengeksplorasi hal-hal baru di perfilman Indonesia. Lewat Foufo, yang menjadi film berbudaya Madura pertama di Indonesia, kami ingin menghadirkan cerita yang unik, lucu, tapi sekaligus juga mengharukan, menggabungkan elemen komedi sci-fi namun tetap terasa dekat,” ujar sutradara Bayu Skak.

​“Kolaborasi Sinemart bersama Skak Studios di film Foufo adalah melanjutkan kolaborasi sukses kami sebelumnya. Bayu Skak datang dengan ide yang out of the box dan saya yakin film ini akan sangat menghibur dengan komedi-komedi yang aneh, receh, namun juga ceritanya yang membumi dan menyentuh tentang anak yang ingin membahagiakan ibunya,” tambah produser eksekutif David Suwarto.

​Bagi Tretan Muslim, memerankan karakter Muslim di film Foufo menjadi tantangan baru. Selama ini, Tretan selalu bermain di ranah komedi. Namun, di film ini ia dituntut untuk menampilkan karakter yang serius dan memiliki lapisan drama yang dalam.

​“Di sini aku malah tidak boleh berkomedi, malahan aku harus nangis. Jadi ini sangat menantang bagiku, diberikan tanggung jawab dengan karakter yang sangat berbeda, dan pertama kalinya menjadi pemeran utama. Film Foufo ini juga menjadi kebanggaan saya, sebagai orang Madura, bisa menjadi bagian dari film berbudaya Madura pertama di Indonesia,” ujar Tretan Muslim.

​Film Foufo disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan, serta produser eksekutif David Suwarto. Film ini dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Ja’far, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.

​Tak hanya melibatkan jajaran pemeran asli dari Madura, film Foufo juga menggandeng studio animasi lokal Surabaya, Hompimpa, untuk menggarap animasi karakter alien di film ini. Ada sekitar 120 animator yang turut terlibat untuk mengerjakan karakter alien Foufo. Di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI), Foufo membuktikan kekuatan animator lokal tetap menjadi yang utama.

​Tak hanya menjadi kebanggaan lokal warga Madura dan Jawa Timur, Foufo juga membawa gebrakan bagi perfilman Indonesia yang akan membuka pintu bagi para kreator dan sineas untuk mengeksplorasi genre komedi sci-fi. Dengan komedinya yang rapat bikin ngakak chaos, serta dramanya yang sangat menyentuh, seluruh bioskop akan heboh mengikuti UFO yang jatuh di Madura!

​Tonton film Foufo di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.


Sinopsis

​Di tengah kesulitan ekonomi di Kampung Rombeng, Muslim (Tretan Muslim), seorang pengepul rongsok keturunan Madura terdesak harus segera melunasi sisa biaya ibadah haji ibunya. Situasi berubah ketika ia menemukan bangkai UFO jatuh di pinggiran kota. Alih-alih menjual besi UFO, Muslim justru menyembunyikan UFO dan alien sekarat, lalu ia namai Foufo

​Di luar dugaan, teknologi canggih Foufo berhasil menyelesaikan berbagai masalah keluarga Muslim. Namun, konflik memuncak saat tenggat waktu pelunasan haji tiba dan Foufo kehabisan energi. Muslim kini dihadapkan pada dilema krusial: memberangkatkan haji ibunya, atau membantu Foufo pulang ke kapal induknya?


Tentang Skak Studios

​Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.

​Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.


​Tentang Sinemart

​Sinemart, yang diambil dari 3 kata ‘Sinema’, ‘Art’, dan ‘Mart’, menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara ‘seni’ dan ‘dagang’ melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.

​Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Bagaimana Jika Paket yang Baru Kamu Terima Ternyata Berisi Santet? Film Horor Terbaru BASE Entertainment Memperkenalkan Tujuh Penerima Pertama Paket Santet.

 

Jakarta, 3 Juli 2026 - Bagaimana jika paket yang baru saja tiba di depan rumahmu ternyata bukan berisi pesanan, melainkan santet yang mematikan?

Premis itulah yang menjadi premis utama Paket Santet, film horor terbaru produksi BASE Entertainment garapan sutradara Dinna Jasanti, yang hari ini resmi memperkenalkan tujuh karakter utamanya melalui peluncuran poster karakter perdana. Film ini dijadwalkan untuk tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026.


Ketujuh poster karakter tersebut menampilkan Fatih Unru sebagai Deva, Yasamin Jasem sebagai Bella, Azela Putri sebagai Kiki, Fadly Faisal sebagai Ale, Gabriella Ekaputri sebagai Celia, Farandika sebagai Glen, dan Fiki Naki sebagai Firza. Mereka merupakan satu geng mahasiswa yang hidupnya terancam setelah menerima sebuah paket yang seharusnya tidak pernah datang.

Berangkat dari kepercayaan yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia, Paket Santet menghadirkan pendekatan baru terhadap santet. Jika selama ini santet identik dengan boneka jerami, tanah kuburan, rambut, atau benda-benda yang diam-diam diselipkan kepada korbannya, film ini membawa sesuatu yang jauh lebih dekat dengan kehidupan kita hari ini. Santet tidak lagi dikirim secara sembunyi-sembunyi. Santet kini datang dalam bentuk sebuah paket lengkap dengan plastik pembungkus, label alamat, barcode, dan identitas pengiriman, lalu diantar langsung ke tangan korbannya.


Tak ada dukun yang datang. Tak ada ritual yang terlihat. Hanya sebuah paket tanpa nama pengirim. Begitu paket diterima, teror santet pun dimulai.

Menurut sutradara Dinna Jasanti, kedekatan cerita film Paket Santet dengan keseharian yang membuat konsep film ini terasa menyeramkan dan menjadi alasan mengapa ia tertarik terlibat dalam proyek ini.


"Yang membuat saya tertarik dari Paket Santet adalah bagaimana sebuah kelompok sahabat yang sangat dekat tiba-tiba harus menghadapi teror yang datang dari sesuatu yang begitu biasa, sebuah paket. Dari situlah ketegangan cerita mulai tumbuh, karena setiap kali sebuah paket datang, mereka tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi korban berikutnya," kata Dinna. 

Di balik konsep horor yang dekat dengan keseharian tersebut, Paket Santet juga mempertemukan deretan talenta muda dari berbagai latar belakang. Yasamin Jasem kembali membintangi film horor, Fadly Faisal tampil dalam karakter yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya, Fiki Naki menjalani debut layar lebarnya, sementara Fatih Unru, Azela Putri, Gabriella Ekaputri, dan Farandika melengkapi chemistry satu geng mahasiswa selama ini terbiasa menjalani kegiatan kampus, malah menerima paket santet yang akan mengubah segalanya. 


Bagi Yasamin Jasem, daya tarik utama film ini justru terletak pada premisnya yang sederhana, tetapi terasa begitu dekat dengan keseharian sehingga pengalaman bermain di Paket Santet terasa berbeda.

“Daya tarik Paket Santet adalah idea dan ceritanya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan sial nya pasti ada orang yang pernah mengalaminya. Setelah menjalani proses syuting, ada yang berubah dalam diri saya saat melihat paket. Rasanya muncul ketakutan, ”gimana ya kalau suatu hari benar-benar saya terima paket tapi isinya santet?” cerita Yasamin. 


Hal serupa dirasakan oleh Fatih Unru, yang memerankan Deva. Bagi Fatih, kunci dari film ini bukan hanya terornya yang menyeramkan, melainkan seberapa kuat chemistry antar pemain dalam membangun persahabatan yang terasa nyata, karena justru dari sanalah film ini juga akan terasa lebih emosional.


“Kami mencoba membangun chemistry seperti teman kampus sungguhan. Karena di film ceritanya mereka sangat dekat. Saat satu per satu mulai menerima paket santet itu, saat syuting rasanya jadi lebih menegangkan," ujar Fatih Unru.

Peluncuran poster karakter ini menjadi langkah awal perjalanan Paket Santet sebelum merilis trailer dan poster resmi dalam waktu dekat. Ikuti perkembangan terbaru film ini melalui Instagram @paketsantet dan @base.id. 

TENTANG BASE ENTERTAINMENT

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 

2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.


KONTAK MEDIA

its@core-comm.com

Kamis, 02 Juli 2026

Andovi da Lopez, Jadi Calon Gubernur yang Tak Bisa Berbohong di Film Komedi “BAPAK PALING JUJUR”




Jakarta, 26 Juni 2026 – Apa jadinya jika seorang calon gubernur yang sedang berkampanye kena kutuk neneknya hingga tidak bisa berbohong? Di tengah dunia yang penuh pencitraan, kejujuran yang tak terkendali menjadi masalah dan membawa berbagai kekacauan.

​Premis unik dan menggelitik inilah yang menjadi dasar cerita BAPAK PALING JUJUR (BPJ), film komedi terbaru persembahan Cahaya Pictures. Setelah sebelumnya menghadirkan film Pesugihan Sate Gagak, kali ini Cahaya Pictures kembali menawarkan komedi yang relevan dan dekat dengan keseharian di Indonesia.


​"Ada kerinduan dari seluruh rakyat Indonesia, bahwa kami ingin memiliki pemimpin yang jujur. Inilah yang saya rasa menjadi relevansi dari film ini. BAPAK PALING JUJUR berbicara tentang kejujuran di tengah dunia yang penuh pencitraan," ujar Aoura Lovenson Chandra, Produser Cahaya Pictures.

​Film yang merupakan adaptasi dari film Brasil, O Candidato Honesto (2014), ini disutradarai oleh Fajar Nugros yang sebelumnya sukses menggarap berbagai film komedi seperti Cinta Brontosaurus, seri Yowis Ben, film Srimulat, hingga Seni Memahami Kekasih.


​Dibintangi oleh Andovi da Lopez, Claresta Taufan, Soleh Solihun, Nayla D Purnama, Benidictus Siregar, Lolox, Cing Abdel, David Nurbianto, TJ Ruth, Indi Barens, Rizki Muhamad Firman, Adi Har @Mrkeminggris, Jeremy Teti, Elwina (Ceritaibun), Ben Bening, Mieke Shahir, Korban Bank Emok, hingga para stand-up comedian, Deki Sutrisna, Akim Bagil, Yudha Yudzz, Faizal Wash dan Fajar Mukti.

​Tepat lima tahun setelah memutuskan mengakhiri perjalanan di kanal YouTube miliknya pada 24 Juni 2021, Andovi da Lopez kembali ke layar lebar melalui BAPAK PALING JUJUR. Dalam film ini, ia dipercaya memerankan tokoh utama sekaligus memimpin ensemble cast yang menghadirkan perpaduan aktor, komika, kreator konten, presenter, hingga figur publik.


​Sementara itu, proses adaptasi skenario film ini dipercayakan kepada penulis Rino Sarjono. Guna memperkuat unsur humor, komedian David Nurbianto tidak hanya didapuk sebagai salah satu pemeran, tetapi juga terlibat aktif di balik layar sebagai konsultan komedi. Dalam proyek ini, Cahaya Pictures berkolaborasi secara sinergis dengan Studio Antelope sebagai partner rumah produksi.

​BAPAK PALING JUJUR dijadwalkan tayang di bioskop pada paruh akhir 2026.

​Informasi terbaru mengenai film BAPAK PALING JUJUR dapat diikuti melalui akun Instagram @cahayapictures_id dan TikTok @cahayapicturesid.


​TENTANG CAHAYA PICTURES

Cahaya Pictures berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya sinematik yang relevan dan dekat dengan keseharian penonton Indonesia. Kami menciptakan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai dan kehidupan masyarakat Indonesia.

​Perjalanan Cahaya Pictures dimulai dengan film perdananya, ‘1 Imam 2 Makmum’, sebuah tontonan yang relatable dan sarat makna. Dilanjutkan dengan ‘Pesugihan Sate Gagak’, sebuah film komedi horor yang absurd, yang di balik kelucuannya justru menyelipkan cermin realitas tentang lelahnya hidup di tengah tekanan ekonomi dan godaan jalan pintas.

​Melalui perpaduan dan kolaborasi talenta lokal berbakat, Cahaya Pictures hadir untuk menyampaikan cerita-cerita dari Indonesia, yang penuh makna, menyentuh dan dapat dinikmati oleh khalayak ramai.

Cetak Prestasi Internasional: 'Bandit', Film Action Thriller Indonesia Berlatar Bali Raih Penghargaan Tertinggi di Dances With Films Festival, Los Angeles

 

Los Angeles, 1 Juli 2026 – Industri perfilman Indonesia semakin memantapkan langkahnya di panggung internasional. Film action thriller terbaru asal tanah air, Bandit, sukses membawa pulang penghargaan tertinggi, Grand Jury Prize: Best Narrative Feature, dalam malam penganugerahan festival film bergengsi Dances With Films Festival edisi ke-29 yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 28 Juni 2026 waktu setempat.

​Kemenangan ini menjadi puncak dari sambutan luar biasa yang diterima film Bandit sepanjang festival. Pada pemutaran resminya yang berlangsung 26 Juni 2026 lalu, film ini berhasil menyedot perhatian publik Los Angeles hingga membuat seluruh bangku bioskop terisi penuh (sold out). Penonton global yang memadati ruang teater tampak terpukau oleh ketegangan intens dan visual memikat yang disajikan.

​Hadir langsung di Los Angeles untuk menerima penghargaan tersebut, sutradara Brian L. Tan dan sinematografer Austin Ahlborg menyampaikan rasa haru sekaligus bangga atas apresiasi tinggi yang diberikan oleh para juri internasional.

​Dalam sambutan kemenangannya, Brian L. Tan mengungkapkan visi di balik pembuatan film ini: "Saya sangat berterima kasih bisa mendapat kesempatan untuk menerima penghargaan ini. Kami membuat film Bandit untuk memberikan eksplorasi dan perspektif baru tentang sebuah pulau yang menjadi kebanggaan dan selalu dipandang indah oleh kita semua. Kami hadir membawa pertanyaan: bagaimana kalau realita tidak seindah itu?"

Sisi Kelam dan Ketegangan di Balik Eksotisme Bali

​Diproduksi oleh kolaborasi solid antara Adaptif Films, Aufklarung Pictures, Viking Sunset Studios, dan Naga Film, Bandit menawarkan sebuah penataan ulang terhadap citra Bali yang selama ini dikenal sebagai paradis tropis yang tenang, menjadi sesuatu yang menegangkan.

​Di tangan dingin sutradara Brian L. Tan, yang sebelumnya dikenal lewat Murder Below Deck, film Bandit menjelma menjadi sebuah tontonan yang memacu adrenalin dengan sinematografi kelas dunia dari Austin Ahlborg. Naskah film ini digarap tajam oleh Husein M. Atmodjo, penulis yang sebelumnya sukses membidani film hits Mencuri Raden Saleh serta Pertaruhan: The Series.

Diperankan Aktor Papan Atas dan Siap Menggebrak

​Ketegangan dalam film Bandit dihidupkan lewat akting brilian dari jajaran aktor ternama Indonesia, di antaranya Wafda Saifan, Roy Sungkono, Claresta Taufan, Rifnu Wikana, Bukie B. Mansur, Abdurrahman Arief, Mike Lucock, dan Kiki Narendra. Kombinasi akting yang kuat, koreografi aksi yang presisi, dan naskah yang penuh kejutan membuat film ini menjadi satu karya bergenre action-thriller paling diantisipasi tahun ini.

​Sebelum mencetak prestasi gemilang di Amerika Serikat, Bandit telah lebih dulu menyapa para pencinta film dalam negeri melalui penayangan spesial yang sukses di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 dan Balinale International Film Festival 2026 lalu. Kemenangan besar di Los Angeles ini diprediksi akan menjadi modal kuat sekaligus pemantik antusiasme yang masif menjelang perilisan resminya secara luas di Tanah Air.

Sinopsis Film Bandit

​Ketika istri Gatra yang sedang hamil mengalami komplikasi medis yang berbahaya, rasa putus asa memaksanya untuk kembali ke dunia kriminal dan mencuri sebuah mobil. Bersama Tiar, mantan partner kejahatannya, aksi tersebut semula dikira berjalan lancar. Namun, situasi berubah menjadi horor ketika mereka menemukan mayat termutilasi dan sebilah pistol di dalam mobil misterius tersebut.

​Kini, diburu oleh pemilik mobil yang haus balas dendam dan kejam, keduanya terjebak dalam mimpi buruk penuh kekerasan di tengah malam gelap. Fajar adalah satu-satunya harapan mereka untuk selamat, itu pun jika mereka masih hidup untuk menyaksikannya.

​Untuk terus memperbarui informasi, menyaksikan cuplikan eksklusif, dan mengetahui jadwal penayangan film Bandit, masyarakat dapat mengikuti akun Instagram resmi di @bandit.film.

Official Poster Operasi Pesta Copet Rilis: Rencana Nyopet di Konser Dimulai! Iqbaal Ramadhan dan Geng Copet Amatir Tampil Dekil di Markas yang Bikin Was-Was!

 

Operasi Pesta Copet tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026

​Jakarta, 27 Juni 2026 — Setelah merilis official teaser poster dan poster karakter yang menyita perhatian warganet, Imajinari merilis official poster film drama komedi terbaru Operasi Pesta Copet yang menampilkan geng copet amatir tampil dekil: Iqbaal Ramadhan (Ijal), Kristo Immanuel (Adut), Zulfa Maharani (Tia), dan Kawai Labiba (Melodi). Keempatnya adalah copet amatir yang menanggung banyak beban dan kesulitan hidup di ibukota. Mereka nekat bikin rencana nyopet di festival musik paling besar di Indonesia, Pestapora.

​Dalam official poster Operasi Pesta Copet, keempatnya ditampilkan tampak dalam sebuah markas kumuh di sebuah bus yang terbengkalai. Di belakangnya, ada papan tulis bertulis rencana pencopetan di festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora, dengan target pencopetan fantastis Rp600 juta! Mampukah para copet amatir ini mencapai targetnya?

​"Copet bukan kejahatan spontan. Mereka punya cara kerja yang sistematis. Operasi Pesta Copet membongkar cara mereka beroperasi, dan ketika tahu bagaimana mereka bekerja, kita jauh lebih mudah menghindarinya. Film ini hiburan sekaligus bekal," ujar produser Ernest Prakasa.

​Diproduksi oleh Imajinari yang bekerja sama dengan Angin Segar dan Boss Creator, Operasi Pesta Copet menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod, dengan produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan.

​Film Operasi Pesta Copet akan mengajak penonton mengintip lika-liku rencana nekat geng copet amatir yang penuh drama, aksi, dan tawa. Dengan latar festival musik terbesar di tengah puluhan ribu penonton.

​"Saat pertama kali saya datang dengan ide ini, sebenarnya yang menarik adalah saya bisa membahas skena musik Indonesia tapi tidak dari kacamata yang konvensional, namun kacamata sosiologisnya. Lewat film Operasi Pesta Copet, kita bukan hanya membahas musik Indonesia masa kini, tapi memotret juga permasalahan sosial di Indonesia," ungkap sutradara Edy Khemod.

​Untuk tampil dekil seperti belum mandi yang baru terlihat sekilas di official poster, Iqbaal melakukan perubahan paling nekat! Untuk pertama kalinya ia harus menurunkan berat badan dan mengubah perawakan dengan berjemur selama 2 bulan!


​IMAJINARI BOSS CREATOR ANGINSEGAR

​"Selama 2 bulan, saya harus berjemur setiap hari selama 2 jam. Itu untuk mengejar transformasi fisik karakter Ijal yang di filmnya tinggal area pinggir rel kereta api. Bukan cuma itu, saya juga harus manjangin kumis saya, yang jadinya seperti kumis lele," kelakar Iqbaal Ramadhan.

​Ikuti informasi terbaru film Operasi Pesta Copet melalui akun Instagram @imajinari.id. Tunggu keseruan copet konser beraksi di bioskop mulai 27 Agustus 2026!


​TENTANG IMAJINARI

Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berpijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film "AGAK LAEN MENYALA PANTIKU" yang menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton, film mega box office "AGAK LAEN" yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton, serta "Jatuh Cinta Seperti Di Film Film" yang memenangkan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.

​Didirikan oleh duo Ernest Prakasa & Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film "Ngeri-Ngeri Sedap" (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023.


​TENTANG ANGIN SEGAR

Angin Segar terbentuk dari kegelisahan pekerja produksi iklan di bawah naungan Cerahati yang ingin lebih fokus mengerjakan proyek inisiatif sendiri. Video musik dari Seringai dan The Panturas dengan pendekatan film cerita pendek, film dokumenter GELORA merupakan proyek awal inisiatif tersebut. Film music scoring, audio mixing & mastering juga menjadi kendaraan kami dalam berinisiatif di industri film. Operasi Pesta Copet diharapkan menjadi langkah awal baru untuk lebih aktif berinisiatif mengembangkan cerita dan memproduksinya dalam medium film.


​TENTANG BOSS CREATOR

BOSS Creator adalah promotor musik dan festival terkemuka di Indonesia. Salah satu acara unggulannya adalah Pestapora, sebuah festival musik yang menghadirkan pengalaman unik dan tak terlupakan bagi para penggemar musik Indonesia. Pestapora 2025 meraih kesuksesan dengan penjualan 100 ribu tiket untuk penyelenggaraan 3 hari festival.

Diadaptasi dari Buku Best Seller Habib Jafar, Film Seni Merayu Tuhan Merilis Official Trailer, Menuangkan Perjalanan Menemukan Hikmah yang Menginspirasi Anak Muda


​Film Seni Merayu Tuhan tayang mulai 13 Agustus 2026 di bioskop


​Jakarta, 2 Juli 2026 — Wahana Kreator mempersembahkan film drama terbaru berjudul Seni Merayu Tuhan, yang diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar. Di official trailernya, Seni Merayu Tuhan menampilkan perjalanan anak muda bernama Hikmah yang diperankan oleh Ari Irham. Sempat merasa enak dengan dunia yang ia jalani, Hikmah jatuh ke titik terendahnya saat sang ibu (Rieke Diah Pitaloka) meninggal.

​Semasa sang ibu masih hidup, Hikmah jarang pulang ke rumah. Telepon dan pesannya tak pernah dibalas. Ia selalu bersenang-senang dengan kehidupan masa mudanya, termasuk bersama sang pacar, Sophia (Lutesha). Saat diajak untuk salat Jumat, jawaban Hikmah bahkan: ‘sudah pernah’.

​Hidup Hikmah berubah 180°. Ia yang sebelumnya seperti tak mengenal Tuhan, kemudian justru mencari jalan untuk kembali mendekat, meski ia lupa kapan terakhir salat.

​Seni Merayu Tuhan dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy. Diproduseri oleh Salman Aristo dan Sigit Pratama, film ini menjadi debut penyutradaraan editor Pemenang 3 Piala Citra FFI Cesa David Luckmansyah. Naskah film ini ditulis oleh Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S. Noer. Di film ini, Gina juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania.

​"Seni Merayu Tuhan adalah film drama tentang perjalanan anak muda bernama Hikmah yang sedang menuju fase kedewasaannya. Sebuah cerita yang relevan dan dekat dengan generasi muda saat ini, dikemas dengan kisah tentang keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, dan pencarian makna hidup," ujar produser Salman Aristo.

​Bagi Cesa David, menyutradarai Seni Merayu Tuhan menjadi perjalanan baru filmografinya. Selama ini, Cesa telah berpengalaman menjadi penyunting gambar ratusan judul film Indonesia dari berbagai genre dan telah memenangkan penghargaan.

​"Seperti halnya Hikmah yang mendapat panggilan dalam perjalanan hidupnya, begitupun saya yang mendapat panggilan untuk memulai langkah baru di perfilman. Selama ini saya memang selalu berada di balik meja editing, tapi kisah Seni Merayu Tuhan sangat personal bagi saya dan itu memanggil saya untuk menangkap momen perjalanan Hikmah bersama ibunya dan orang-orang di sekitarnya dalam proses kedewasaannya," ujar sutradara Cesa David Luckmansyah.

​Bagi Ari Irham, yang selama ini dikenal dengan peran-perannya yang manis di film drama romance, Seni Merayu Tuhan menjadi wahana eksplorasi karakter terbarunya yang merefleksikan keresahannya.

​"Sebagai anak muda, gue juga sebenarnya punya keresahan terhadap apa yang gue lewati setiap hari. Gue pernah berada di posisi mencari jati diri gue, dan gue yakin cerita dari Hikmah di film ini bakal relate banget untuk anak-anak muda yang lagi proses memahami dirinya, keluarga, dan yang lagi bertumbuh," ungkap Ari Irham.

​Film Seni Merayu Tuhan akan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026. Film ini sekaligus menjadi momentum Wahana Kreator, yang melengkapi dan merayakan rilisnya dua slate besar bulan ini, termasuk film Original Netflix terbaru karya Gina S. Noer, Aku Sebelum Aku, yang akan rilis pada 16 Juli 2026.

​Seni Merayu Tuhan diproduksi oleh Wahana Kreator yang bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, dan Virtuelines Entertainment.

​Sebagai karya yang diadaptasi dari buku, Seni Merayu Tuhan juga berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), serta penerbit buku aslinya, Mizan Pustaka. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat Indonesia untuk kembali mengunjungi perpustakaan, membaca, dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang semakin modern dan terbuka untuk publik. Diharapkan juga dapat menjadi jembatan antara budaya membaca dan budaya menonton, sekaligus memperluas ruang diskusi bagi generasi muda.

​Tonton film Seni Merayu Tuhan di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial resmi di Instagram @wahana.kreator dan @filmsenimerayutuhan.


Tentang Wahana Kreator

​Wahana Kreator adalah perusahaan berbasis riset dan pengembangan cerita yang menghasilkan pencipta dan konten berkualitas tinggi. Unit usaha kami terdiri dari Wahana Edukasi (d/h PlotPoint Kreatif) yang memiliki fokus pada pengembangan pendidikan untuk regenerasi kreator konten Indonesia, Wahana Penulis yang meneliti kebutuhan dan mengembangkan cerita menarik tepat sasaran khalayak, serta Wahana Dimensi yang menghadirkan tim produksi terampil dan profesional untuk mengembangkan cerita menjadi konten audio visual.

​Pada tahun 2019, film DUA GARIS BIRU berhasil meraih 2,5++ juta penonton serta masuk ke dalam jajaran nominasi FFI 2019. Pada tahun 2023, Wahana Kreator merilis Like & Share yang meraih 3 penghargaan dalam FFI 2023. Wahana Kreator juga merilis film Agen +62 yang tayang di bioskop tahun 2025 dan telah tayang di Netflix.

​Selain berkolaborasi dalam produksi audio visual, kami juga terlibat dalam produksi drama audio/podcast seperti Horor Pendek dan Kisah Horor The Sacred Riana. Informasi lengkap mengenai Wahana Kreator bisa disimak pada situs kami: wahanakreator.com.

Rabu, 01 Juli 2026

Teaser Poster Bapakmu Kiper Resmi Dirilis, Fedi Nuril Jadi Kiper Sepakbola Tarkam

 

Jakarta, 30 Juni 2026 - Rumah produksi Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis teaser poster perdana Bapakmu Kiper sekaligus mengumumkan jadwal tayangnya pada 3 September 2026. Poster tersebut menampilkan Fedi Nuril sebagai kiper sepak bola dalam momen menegangkan saat harus menghadang bola yang meluncur deras ke arah gawang. Di belakangnya, rekan-rekan satu tim sudah pasrah. Ada yang mengangkat tangan, menutup mata, hingga berteriak sebelum bola benar-benar masuk. Lewat poster ini, Bapakmu Kiper memberi gambaran awal tentang cerita komedi yang dipenuhi kekocakan khas sepak bola tarkam.

​Bapakmu Kiper menjadi film perdana yang diproduksi oleh Entelekey Sinema Indonesia, rumah produksi yang berada di bawah naungan Entelekey Media Indonesia. Sebelumnya, Entelekey Media Indonesia telah memproduksi dua film layar lebar, Pernikahan Arwah dan Warung Pocong, melalui kolaborasi dengan rumah produksi lainnya. Melalui Bapakmu Kiper, Entelekey Sinema Indonesia membuka langkah perdananya sebagai rumah produksi yang menghadirkan karya secara mandiri.

​Bapakmu Kiper disutradarai oleh Ody Harahap, sineas di balik sejumlah film komedi sukses seperti Kapan Kawin?, Sweet 20, dan Orang Kaya Baru. Naskahnya ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut, serta diperkuat penampilan Fedi Nuril, Ali Fikry, Tanta Ginting, Augie Fantinus, Vidi Bule, Neysa Chandria, Djalto Tigor, Didi Mursidi, Cemen, Qomar, Arnold Kobogau, Dwie Yabes, Jabrik, Rian Reza, Lucky L. Moniaga, dan Joko Nugroho.

​Bapakmu Kiper berkisah tentang Dino (Ali Fikry), remaja yang memendam kemarahan terhadap ayahnya, Warto (Fedi Nuril), mantan kiper tarkam yang lebih dikenal karena sederet blunder dan kekacauan dalam hidupnya daripada aksi penyelamatan di bawah mistar.

​Saat kesempatan terakhir Dino mengejar mimpi sebagai pesepakbola profesional datang lewat Tarkam Super Cup, Warto justru kembali turun ke lapangan dan mengumpulkan tim paling nyeleneh mulai dari hansip, dukun, hingga pencopet demi membantu anaknya meraih juara. Mampukah mereka membawa pulang kemenangan, atau justru menciptakan kekacauan baru?

​Bagi Fedi Nuril, Bapakmu Kiper menjadi pengalaman baru dalam perjalanan karirnya. Setelah dikenal lewat berbagai karakter drama yang identik dengan karakter softboy, kali ia tampil dalam komedi dengan memerankan Warto, mantan kiper tarkam yang penuh kekacauan namun memiliki kepedulian besar terhadap anaknya.

​"Dunia sepak bola antar kampung punya kedekatan emosional dengan banyak keluarga Indonesia, tapi jarang diangkat secara utuh ke layar lebar. Menurut saya itu yang membuat Bapakmu Kiper terasa spesial. Film ini lucu, hangat, dan sangat membumi," papar Fedi Nuril.

​Sementara itu, Garnet Geraldine Tanja, selaku Direktur Entelekey Sinema Indonesia, menyampaikan bahwa peluncuran teaser poster ini menjadi langkah awal perjalanan Bapakmu Kiper sebelum menyapa penonton Indonesia di bioskop. Di tengah berbagai dinamika dan hiruk-pikuk kehidupan saat ini, Bapakmu Kiper hadir sebagai hiburan yang mengajak penonton sejenak melepas penat, tertawa bersama, dan menikmati kisah yang hangat serta menghibur.

​"Kami ingin orang yang melihat judul maupun posternya langsung tersenyum. Poster ini sengaja kami rancang untuk langsung memperkenalkan karakter Warto. Dalam satu gambar, penonton bisa merasakan kepanikan, kekocakkan, sekaligus humor yang akan menjadi warna utama film ini. Bapakmu Kiper adalah film yang jujur, kocak, dan hangat, seperti suasana nonton bola di lapangan kampung. Kami berharap penonton pulang dari bioskop sambil tersenyum dan membawa kehangatan yang mereka temukan di dalam cerita," kata Garnet Geraldine Tanja, Direktur Utama Entelekey Sinema Indonesia.

​Menggabungkan komedi, sepak bola tarkam, persahabatan, dan hubungan ayah-anak dalam satu cerita yang hangat, Bapakmu Kiper siap menghibur penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

Film Foufo Komedinya Bikin Ngakak Chaos, Dramanya Ngena Banget! Satu Studio Heboh Lihat UFO Jatuh di Maduraa Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 3 Juli 2026 – Skak Studios dan Sinemart mempersembahkan film berbudaya Madura pertama di Indonesia, Foufo, yang akan tayang mulai ...