Rabu, 08 Juli 2026

Sukses Cetak Hattrick Blockbuster! Baim Wong Siap Syuting Film Keempat Berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki, Dibintangi Prilly Latuconsina, Fadil Jaidi, Davina Karamoy, Sarah Sechan hingga Lukman Sardi Film Adopsi Lebaran segera melakukan proses syuting

Jakarta, 8 Juli 2026 - Setelah sukses mencetak hattrick blockbuster, Tiger Wong Entertainment dan Baim Wong kini tengah bersiap untuk memulai syuting film terbaru berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki. Film keempat yang disutradarai Baim Wong ini dibintangi oleh jajaran bintang.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Fadil Jaidi, Sarah Sechan, Lukman Sardi, Alex Abbad, Dhawiya Zaida, Davina Karamoy, Kenzo Eldrago Wong, Kiano Tiger Wong, Gita Bhebhita, Aming, Ria SW, Indra Birowo, Pak Muh, Erick Estrada, Ririn Dwi Ariyanti, Hans de Kraker, dan Erma Fatima. Film ini disutradarai dan diproduseri oleh Baim Wong, dengan naskah ditulis oleh Cassandra Massardi.

"Setelah genre horor dan drama keluarga, kali ini saya bersama Tiger Wong Entertainment akan mengeksplorasi genre drama komedi lewat film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki. Kami di Tiger Wong Entertainment bersama jajaran kru terbaik perfilman Indonesia dan pemeran terbaik Indonesia akan selalu membuat film bagus," ujar produser dan sutradara film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki Baim Wong.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki adalah drama komedi yang akan mengikuti kisah seorang perempuan introvert, yang selama ini selalu mementingkan keinginan orang lain dan mengikuti apa yang sudah direncanakan untuk dirinya.

Suatu ketika, di saat yang tidak terduga, ia mendapat kesempatan untuk memiliki identitas baru, saat ia mengetahui dirinya ternyata adalah anak adopsi hail penculikan.

Dibesarkan di keluarga muslim Pekalongan, ia mengalami culture shock saat kembali ke keluarga kandungnya di Manado. Dalam waktu dua minggu, ia harus menentukan yang mana jati diri sebenarnya. Sesuai lingkungan yang membesarkannya atau mengikuti takdir yang diturunkan melalui darahnya.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki menggabungkan jajaran ansambel yang unik dan kuat. Dibintangi jajaran pemeran utama dan pendukung yang kuat secara kedalaman drama dan lapisan komedi, serta diperkuat oleh ansambel yang akan membuat film ini terasa fresh.


TIGER WONG

Film ini juga menjadi kolaborasi perdana Prilly Latuconsina bersama Baim Wong dan Tiger Wong Entertainment. Bagi Prilly, film ini memberikannya tantangan baru untuk menampilkan lapisan karakter yang berbeda dan unik.

"Di film ini aku memerankan karakter Rizki, seorang people pleaser yang sulit menolak permintaan orang lain. Untuk pertama kalinya, di film ini aku akan menjadi guru ngaji. Tunggu perubahan yang berbeda dari aku," ujar Prilly Latuconsina.

Sementara itu, bagi Fadil Jaidi, Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki akan menjadi film ketiganya, dan untuk pertama kalinya ia akan menjadi bagian dari pemeran utama.

"Ini kesempatan yang besar banget yang diberikan Baim dan Tiger Wong Entertainment untuk aku. Aku bermain bersama jajaran pemeran yang keren dan hebat banget, dan aku kalau biasanya aku bercanda di medsos, di sini justru aku harus serius," ujar Fadil Jaidi.

Tiger Wong Entertainment bersama Baim Wong sebelumnya secara tiga kali beruntun telah mencetak blockbuster lewat film Lembayung (2024), Sukma (2025), dan Semua Akan Baik-Baik Saja (2026). Film debut Tiger Wong Entertainment, Berbalas Kejam (2023) telah mencetak berbagai penghargaan.

Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki akan mengambil lokasi syuting di berbagai daerah di Indonesia, termasuk salah satunya di Sulawesi Selatan.

Ikuti terus perkembangan informasi film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment.


Tentang Tiger Wong Entertainment

Didirikan pada tahun 2020 oleh Baim Wong, Tiger Wong Entertainment berkembang dengan visi dan misi yang kuat untuk memberikan dampak besar dalam industri hiburan Indonesia.

Perusahaan ini berkembang dengan memproduksi berbagai acara TV populer. Beberapa di antaranya adalah Keluarga Bosque (Trans TV), Indonesia Giveaway (Trans 7), Rumah Teka-Teki (GTV), Bagi-bagi Angpau Asli Indonesia (RCTI), Cek Order Dadakan (RCTI), Panji Petualang 911 (SCTV), Rezeki Dadakan (NET TV), Bus Jutawan (RCTI), dan Tiba-Tiba Kuis (SCTV).

Selain acara televisi, Tiger Wong Entertainment juga telah menunjukkan eksistensinya dalam dunia hiburan dengan sukses merilis berbagai judul Film, seperti Berbalas Kejam (2023), Lembayung (2024), dan SUKMA (2025) yang telah disaksikan oleh jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Selasa, 07 Juli 2026

Film Kado Untuk Ibu Merilis Official Trailer & Poster: Usaha Anak Mencari Kado Ulang Tahun Menjadi Petualangan Seru Penuh Makna




​Jakarta, 7 Juli 2026 – Film terbaru dari Starvision bekerjasama dengan FMM Studios akan tayang di Bioskop 6 Agustus 2026, KADO UNTUK IBU karya Sutradara Amrul Ummami, berkolaborasi dengan Produser Chand Parwez Servia mempersembahkan kisah hangat keluarga setelah sukses film Senin Harga Naik yang meraih box office lebaran 2026. Hadirkan cerita yang penuh empati film KADO UNTUK IBU adalah perspektif kejujuran khas anak-anak yang sederhana ketika berusaha memberi kejutan untuk Ibu yang dicintainya.

​Melalui Official Trailer Film KADO UNTUK IBU ditampilkan perjuangan Ara mencari kado paling tepat dengan bantuan Faris, anggota pemadam kebakaran, mereka bersama-sama ke pasar hingga terjadi pencurian tas Ara yang berisi uang tabungan dari celengan ayamnya. Pengejaran pencuri membuat pencarian kado berubah jadi petualangan yang berujung petaka hilangnya Ara!

​Film KADO UNTUK IBU hadirkan deretan pemain piawai untuk memerankan karakter dari skenario M. Ali Ghifari di antaranya: Luisa Adreena, Emir Mahira, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Rey Bong, Elsa Japasal, Maizura, Mazaya Amania, Jordan Omar, Arif Alfiansyah, Dennis Adhiswara, Ence Bagus, Dio Pratama, Sadana Agung, Adam Xavier, Paloma Turagan, Maheera Yusuf, Vonny Anggraini, Siti Fauziah, Shafira Khadijah, Chacha Hits, Rama Jedi Master, Juju Mazaya, dan lain-lain.

​Chand Parwez Servia selaku produser menyampaikan, “Film KADO UNTUK IBU adalah realisasi komitmen Starvision untuk terus menghadirkan cerita kehangatan keluarga, sehingga kecintaan akan keluarga bisa tumbuh sejak usia dini. Disajikan dengan petualangan menyenangkan, dan merefleksikan situasi yang relate dengan penonton. Akan membawa penonton merasakan kembali serunya masa kanak-kanak yang indah, penuh tawa, juga keharuan melalui nilai-nilai kekeluargaan, kemanusiaan, perjuangan, dan makna pembuktian cinta.”



​“Usaha dalam pengungkapan rasa cinta kepada keluarga ada banyak cara melakukannya, Film KADO UNTUK IBU ilustrasi kita ketika memiliki impian untuk memberikan kado terindah buat ibu. Film ini juga menjadi film yang aman untuk ditonton segenap keluarga untuk merasakan kembali kehangatan keluarga dan interaksi sosial yang membahagiakan,”, Amrul Ummami selaku sutradara menambahkan.

​Bagi Luisa Adreena, KADO UNTUK IBU menjadi pengalaman yang menyenangkan. “Melalui Film ini aku merasa semakin mencintai Ibu. Bahagia sekali ketika Ibu, Bapak dan Kak Damkar selalu ngajarin aku dengan sabar, semua ini sungguh menjadi petualangan indah dan seru!”

​“Di Film KADO UNTUK IBU kita akan melihat bagaimana pengorbanan dari setiap anggota keluarga untuk mengungkapkan rasa cinta. Usaha yang dilakukan dari yang sudah dewasa hingga anak-anak secara bersama-sama ini menjadi seru untuk disimak. Sebuah tontonan reflektif tentang hubungan kita dengan orang-orang terkasih juga sesama.” Ungkap Emir Mahira.


Film KADO UNTUK IBU, tayang di Bioskop 6 Agustus!



Sinopsis

Faris, seorang damkar yang menanti kelahiran anak pertamanya, batal ke RS untuk dampingi istrinya karena harus membantu Ara mencari kado ulang tahun untuk ibunya. Perjalanan mereka menjadi petualangan seru yang mengajarkan banyak kebaikan juga memaknai kehilangan tak terduga.

Pemain & Tim Produksi

​Luisa Adreena – Ara
​Emir Mahira – Faris
​Agla Artalidia – Zizah
​Dimas Aditya – Musa
​Rey Bong – Yusuf
​Elsa Japasal – Zulaikha
​Maizura – Adis
​Mazaya Amania – Icha
​Jordan Omar – Boni
​Arif Alfiansyah – Pepeng
​Dennis Adhiswara – Pak Harto
​Ence Bagus – Pak Karsa
​Dio Pratama – Dio
​Sadana Agung – Pak Bondan
​Adam Xavier – Bumi
​Paloma Turagan – Mila
​Maheera Yusuf – Dini
​Vonny Anggraini – Ibu Ningsih
​Siti Fauziah – Ibu Toha
​Shafira Khadijah – Gina
​Chacha Hits – Nur
​Rama Jedi Master – Ayah Icha
​Juju Mazaya – Ibu Icha

​Produksi: Starvision, FMM Studios
​Produser: Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar, Ryan Kurniawan
​Sutradara: M. Amrul Ummami
​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia, M. Ali Ghifari
​Produser Lini: Andre Addin
​Penulis Skenario: M. Ali Ghifari
​Pengarah Artistik: Mai Harizon
​Penata Kamera: Mawan Kelana
​Penyunting Gambar: Wawan I. Wibowo, Riza I. Zulfikar
​Penata Suara: Aditya Trisnawan
​Perekam Suara: Febri Pratama
​Penata Musik: Hariopati Rinanto
​Penata Warna: In My Room
​Penata Grafis & VFX: Gabe Sima
​Penata Rias: Yulistiowati
​Penata Busana: Dwi Keke Novita
​Penata Peran: Arief Havidz, Erik Arifin
​Perancang Poster: Alvin Hariz
​OST: Terima Kasih Sudah Bertahan – Ghea Indrawari


Tentang Starvision

Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, Sekawan Limo, Dua Garis Biru, Sekawan Limo 2 Gunung Klawih, dan Senin Harga Naik. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna-meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Jumat, 03 Juli 2026

Official Trailer Film Dan Bandung Dirilis, Angkat Kisah Cinta Beda Kasta di Kota Bandung

 

Jakarta, 3 Juli 2026 – Verona Films secara resmi merilis official trailer film Dan Bandung, salah satu film romansa remaja yang paling dinantikan tahun ini. Diangkat dari novel terlaris karya Pidi Baiq, trailer berdurasi dua menit ini mengajak penonton menyelami kisah Basil dan Elma, mulai dari manisnya jatuh cinta, peliknya perbedaan latar belakang, hingga kerasnya kenyataan ketika restu orang tua menjadi tembok di antara mereka.

​Melalui proyek ini, sutradara Rudi Soedjarwo kembali ke dunia sinema romansa remaja untuk membawa penonton larut dalam dinamika emosi Basil dan Elma di tengah atmosfer romantis Kota Bandung.


Ketika Cinta Berhadapan dengan Perbedaan Latar Belakang

​Official trailer yang dirilis hari ini menyoroti kisah cinta anak muda melalui karakter Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon). Sebagai dua mahasiswa yang saling jatuh cinta, keduanya harus menghadapi kenyataan pahit bahwa mereka berasal dari latar belakang keluarga yang sangat berbeda.

Basil adalah pemuda gigih dari keluarga sederhana yang harus berjuang menghadapi ketidakpastian hidup, sementara sang ayah tengah mendekam di penjara. Di sisi lain, Elma berasal dari keluarga kaya raya yang membesarkannya dengan aturan-aturan ketat dari kedua orang tuanya (strict parents).

​Melalui rangkaian adegan yang manis sekaligus emosional, trailer ini memperlihatkan bagaimana perbedaan kasta sosial dan tidak adanya restu orang tua menjadi ujian terbesar bagi hubungan mereka. Sutradara Rudi Soedjarwo mengungkapkan bahwa konflik dalam film ini dirancang agar terasa dekat dengan realitas emosional penonton.

​"Saya ingin membawa gambaran kisah cinta yang sangat relatable dengan banyak anak muda. Perbedaan latar belakang menjadi ujian bagi Basil dan Elma, tapi saya percaya selalu ada harapan bagi mereka yang berani memperjuangkan cinta," ujar Rudi Soedjarwo.

​Produser Dan Bandung, Titin Suryani, juga mengungkapkan bahwa perjuangan untuk mendapatkan dan mempertahankan cinta merupakan pengalaman yang dapat dialami siapa saja, sehingga kisah dalam film ini akan terasa dekat bagi berbagai generasi.

​"Film Dan Bandung menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mendapatkan dan mempertahankan cinta bisa dialami siapa saja. Karena itulah kisah Basil dan Elma akan terasa dekat bagi banyak orang," tambah Titin Suryani.


Visual Ikonik dan Taburan Bintang Lintas Generasi

​Tak hanya menawarkan konflik yang menguras emosi, official trailer Dan Bandung juga menghadirkan visual Kota Bandung yang kaya akan identitas lokal. Setiap sudut kota dipilih dengan cermat, menjadikan Bandung sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan Basil dan Elma, seolah kota ini turut menyaksikan sekaligus merasakan setiap momen yang mereka lalui.

​Kekuatan cerita ini semakin lengkap berkat penampilan jajaran aktor berbakat lintas generasi. Selain Samo Rafael dan Shanna Shannon sebagai pemeran utama, film ini juga dibintangi Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Paul Aro, De Boer William, Raiqa Septia, Arswendy Bening Swara, Donny Damara, Jenny Zhang, Nugie, hingga Tike Priatnakusumah.

​Akankah kehangatan Kota Bandung mampu menyatukan dua hati yang dipisahkan oleh kasta dan restu?

​Saksikan pembuktian cinta Basil dan Elma dalam Dan Bandung, yang tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.

​Untuk informasi terbaru mengenai film Dan Bandung, ikuti akun media sosial resmi @filmdanbandung di Instagram.

Berikut Trailer nya



Film Foufo Komedinya Bikin Ngakak Chaos, Dramanya Ngena Banget! Satu Studio Heboh Lihat UFO Jatuh di Maduraa Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia



​Jakarta, 3 Juli 2026 – Skak Studios dan Sinemart mempersembahkan film berbudaya Madura pertama di Indonesia, Foufo, yang akan tayang mulai 9 Juli 2025 di bioskop Indonesia. Film komedi sci-fi karya sutradara Bayu Skak ini berhasil membuat penontonnya ngakak chaos dari komedi-komedi yang tersaji, sementara drama keluarganya juga bikin penonton relate, tentang anak yang ingin berbakti dan mewujudkan mimpi sang ibu naik haji.

​Komedi-komedi khas Bayu Skak disajikan dengan maksimal yang akan mengundang gemuruh tawa, saat para karakter di filmnya saling berinteraksi. Meski 70% berbahasa Madura, film Foufo mampu dipahami oleh penonton umum, yang membuat film ini memiliki kekuatan nilai universal tentang kasih dan cinta seorang anak untuk ibunya.

​Situasi absurd yang terjadi, saat UFO yang jatuh di Madura dan Alien datang ke keluarga Madura untuk membantu mereka di tengah himpitan ekonomi, membuat Foufo terasa fresh! Menggabungkan konsep unik fiksi ilmiah dengan setting yang sangat membumi berada di antara keluarga yang sedang berjuang dalam hidup mereka.

​Drama antara Muslim dan Ibu Saiqona juga terasa sangat menyentuh. Karakter yang diperankan Tretan Muslim, yang pertama kali memerankan pemeran utama, serta debutan Siti Kam, yang baru berakting di layar lebar pada usia 63 tahun, mampu membangun koneksi yang tulus antara anak dan ibu.

​Sementara itu, jajaran pemeran yang dihasilkan dari open casting yang melibatkan 2.500 peserta, dan hampir 90% pemain berasal dan berdarah Madura, menghasilkan cerita dan karakter yang autentik, sebagai film berbudaya Madura pertama di layar lebar Indonesia.

​“Setelah sukses dengan genre horor komedi, kali ini saya ingin menantang diri untuk enggan tetap berada di zona nyaman. Saya selalu ingin mengeksplorasi hal-hal baru di perfilman Indonesia. Lewat Foufo, yang menjadi film berbudaya Madura pertama di Indonesia, kami ingin menghadirkan cerita yang unik, lucu, tapi sekaligus juga mengharukan, menggabungkan elemen komedi sci-fi namun tetap terasa dekat,” ujar sutradara Bayu Skak.

​“Kolaborasi Sinemart bersama Skak Studios di film Foufo adalah melanjutkan kolaborasi sukses kami sebelumnya. Bayu Skak datang dengan ide yang out of the box dan saya yakin film ini akan sangat menghibur dengan komedi-komedi yang aneh, receh, namun juga ceritanya yang membumi dan menyentuh tentang anak yang ingin membahagiakan ibunya,” tambah produser eksekutif David Suwarto.

​Bagi Tretan Muslim, memerankan karakter Muslim di film Foufo menjadi tantangan baru. Selama ini, Tretan selalu bermain di ranah komedi. Namun, di film ini ia dituntut untuk menampilkan karakter yang serius dan memiliki lapisan drama yang dalam.

​“Di sini aku malah tidak boleh berkomedi, malahan aku harus nangis. Jadi ini sangat menantang bagiku, diberikan tanggung jawab dengan karakter yang sangat berbeda, dan pertama kalinya menjadi pemeran utama. Film Foufo ini juga menjadi kebanggaan saya, sebagai orang Madura, bisa menjadi bagian dari film berbudaya Madura pertama di Indonesia,” ujar Tretan Muslim.

​Film Foufo disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan, serta produser eksekutif David Suwarto. Film ini dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Ja’far, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.

​Tak hanya melibatkan jajaran pemeran asli dari Madura, film Foufo juga menggandeng studio animasi lokal Surabaya, Hompimpa, untuk menggarap animasi karakter alien di film ini. Ada sekitar 120 animator yang turut terlibat untuk mengerjakan karakter alien Foufo. Di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI), Foufo membuktikan kekuatan animator lokal tetap menjadi yang utama.

​Tak hanya menjadi kebanggaan lokal warga Madura dan Jawa Timur, Foufo juga membawa gebrakan bagi perfilman Indonesia yang akan membuka pintu bagi para kreator dan sineas untuk mengeksplorasi genre komedi sci-fi. Dengan komedinya yang rapat bikin ngakak chaos, serta dramanya yang sangat menyentuh, seluruh bioskop akan heboh mengikuti UFO yang jatuh di Madura!

​Tonton film Foufo di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.


Sinopsis

​Di tengah kesulitan ekonomi di Kampung Rombeng, Muslim (Tretan Muslim), seorang pengepul rongsok keturunan Madura terdesak harus segera melunasi sisa biaya ibadah haji ibunya. Situasi berubah ketika ia menemukan bangkai UFO jatuh di pinggiran kota. Alih-alih menjual besi UFO, Muslim justru menyembunyikan UFO dan alien sekarat, lalu ia namai Foufo

​Di luar dugaan, teknologi canggih Foufo berhasil menyelesaikan berbagai masalah keluarga Muslim. Namun, konflik memuncak saat tenggat waktu pelunasan haji tiba dan Foufo kehabisan energi. Muslim kini dihadapkan pada dilema krusial: memberangkatkan haji ibunya, atau membantu Foufo pulang ke kapal induknya?


Tentang Skak Studios

​Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.

​Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.


​Tentang Sinemart

​Sinemart, yang diambil dari 3 kata ‘Sinema’, ‘Art’, dan ‘Mart’, menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara ‘seni’ dan ‘dagang’ melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.

​Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Bagaimana Jika Paket yang Baru Kamu Terima Ternyata Berisi Santet? Film Horor Terbaru BASE Entertainment Memperkenalkan Tujuh Penerima Pertama Paket Santet.

 

Jakarta, 3 Juli 2026 - Bagaimana jika paket yang baru saja tiba di depan rumahmu ternyata bukan berisi pesanan, melainkan santet yang mematikan?

Premis itulah yang menjadi premis utama Paket Santet, film horor terbaru produksi BASE Entertainment garapan sutradara Dinna Jasanti, yang hari ini resmi memperkenalkan tujuh karakter utamanya melalui peluncuran poster karakter perdana. Film ini dijadwalkan untuk tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026.


Ketujuh poster karakter tersebut menampilkan Fatih Unru sebagai Deva, Yasamin Jasem sebagai Bella, Azela Putri sebagai Kiki, Fadly Faisal sebagai Ale, Gabriella Ekaputri sebagai Celia, Farandika sebagai Glen, dan Fiki Naki sebagai Firza. Mereka merupakan satu geng mahasiswa yang hidupnya terancam setelah menerima sebuah paket yang seharusnya tidak pernah datang.

Berangkat dari kepercayaan yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia, Paket Santet menghadirkan pendekatan baru terhadap santet. Jika selama ini santet identik dengan boneka jerami, tanah kuburan, rambut, atau benda-benda yang diam-diam diselipkan kepada korbannya, film ini membawa sesuatu yang jauh lebih dekat dengan kehidupan kita hari ini. Santet tidak lagi dikirim secara sembunyi-sembunyi. Santet kini datang dalam bentuk sebuah paket lengkap dengan plastik pembungkus, label alamat, barcode, dan identitas pengiriman, lalu diantar langsung ke tangan korbannya.


Tak ada dukun yang datang. Tak ada ritual yang terlihat. Hanya sebuah paket tanpa nama pengirim. Begitu paket diterima, teror santet pun dimulai.

Menurut sutradara Dinna Jasanti, kedekatan cerita film Paket Santet dengan keseharian yang membuat konsep film ini terasa menyeramkan dan menjadi alasan mengapa ia tertarik terlibat dalam proyek ini.


"Yang membuat saya tertarik dari Paket Santet adalah bagaimana sebuah kelompok sahabat yang sangat dekat tiba-tiba harus menghadapi teror yang datang dari sesuatu yang begitu biasa, sebuah paket. Dari situlah ketegangan cerita mulai tumbuh, karena setiap kali sebuah paket datang, mereka tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi korban berikutnya," kata Dinna. 

Di balik konsep horor yang dekat dengan keseharian tersebut, Paket Santet juga mempertemukan deretan talenta muda dari berbagai latar belakang. Yasamin Jasem kembali membintangi film horor, Fadly Faisal tampil dalam karakter yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya, Fiki Naki menjalani debut layar lebarnya, sementara Fatih Unru, Azela Putri, Gabriella Ekaputri, dan Farandika melengkapi chemistry satu geng mahasiswa selama ini terbiasa menjalani kegiatan kampus, malah menerima paket santet yang akan mengubah segalanya. 


Bagi Yasamin Jasem, daya tarik utama film ini justru terletak pada premisnya yang sederhana, tetapi terasa begitu dekat dengan keseharian sehingga pengalaman bermain di Paket Santet terasa berbeda.

“Daya tarik Paket Santet adalah idea dan ceritanya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan sial nya pasti ada orang yang pernah mengalaminya. Setelah menjalani proses syuting, ada yang berubah dalam diri saya saat melihat paket. Rasanya muncul ketakutan, ”gimana ya kalau suatu hari benar-benar saya terima paket tapi isinya santet?” cerita Yasamin. 


Hal serupa dirasakan oleh Fatih Unru, yang memerankan Deva. Bagi Fatih, kunci dari film ini bukan hanya terornya yang menyeramkan, melainkan seberapa kuat chemistry antar pemain dalam membangun persahabatan yang terasa nyata, karena justru dari sanalah film ini juga akan terasa lebih emosional.


“Kami mencoba membangun chemistry seperti teman kampus sungguhan. Karena di film ceritanya mereka sangat dekat. Saat satu per satu mulai menerima paket santet itu, saat syuting rasanya jadi lebih menegangkan," ujar Fatih Unru.

Peluncuran poster karakter ini menjadi langkah awal perjalanan Paket Santet sebelum merilis trailer dan poster resmi dalam waktu dekat. Ikuti perkembangan terbaru film ini melalui Instagram @paketsantet dan @base.id. 

TENTANG BASE ENTERTAINMENT

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 

2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.


KONTAK MEDIA

its@core-comm.com

Kamis, 02 Juli 2026

Andovi da Lopez, Jadi Calon Gubernur yang Tak Bisa Berbohong di Film Komedi “BAPAK PALING JUJUR”




Jakarta, 26 Juni 2026 – Apa jadinya jika seorang calon gubernur yang sedang berkampanye kena kutuk neneknya hingga tidak bisa berbohong? Di tengah dunia yang penuh pencitraan, kejujuran yang tak terkendali menjadi masalah dan membawa berbagai kekacauan.

​Premis unik dan menggelitik inilah yang menjadi dasar cerita BAPAK PALING JUJUR (BPJ), film komedi terbaru persembahan Cahaya Pictures. Setelah sebelumnya menghadirkan film Pesugihan Sate Gagak, kali ini Cahaya Pictures kembali menawarkan komedi yang relevan dan dekat dengan keseharian di Indonesia.


​"Ada kerinduan dari seluruh rakyat Indonesia, bahwa kami ingin memiliki pemimpin yang jujur. Inilah yang saya rasa menjadi relevansi dari film ini. BAPAK PALING JUJUR berbicara tentang kejujuran di tengah dunia yang penuh pencitraan," ujar Aoura Lovenson Chandra, Produser Cahaya Pictures.

​Film yang merupakan adaptasi dari film Brasil, O Candidato Honesto (2014), ini disutradarai oleh Fajar Nugros yang sebelumnya sukses menggarap berbagai film komedi seperti Cinta Brontosaurus, seri Yowis Ben, film Srimulat, hingga Seni Memahami Kekasih.


​Dibintangi oleh Andovi da Lopez, Claresta Taufan, Soleh Solihun, Nayla D Purnama, Benidictus Siregar, Lolox, Cing Abdel, David Nurbianto, TJ Ruth, Indi Barens, Rizki Muhamad Firman, Adi Har @Mrkeminggris, Jeremy Teti, Elwina (Ceritaibun), Ben Bening, Mieke Shahir, Korban Bank Emok, hingga para stand-up comedian, Deki Sutrisna, Akim Bagil, Yudha Yudzz, Faizal Wash dan Fajar Mukti.

​Tepat lima tahun setelah memutuskan mengakhiri perjalanan di kanal YouTube miliknya pada 24 Juni 2021, Andovi da Lopez kembali ke layar lebar melalui BAPAK PALING JUJUR. Dalam film ini, ia dipercaya memerankan tokoh utama sekaligus memimpin ensemble cast yang menghadirkan perpaduan aktor, komika, kreator konten, presenter, hingga figur publik.


​Sementara itu, proses adaptasi skenario film ini dipercayakan kepada penulis Rino Sarjono. Guna memperkuat unsur humor, komedian David Nurbianto tidak hanya didapuk sebagai salah satu pemeran, tetapi juga terlibat aktif di balik layar sebagai konsultan komedi. Dalam proyek ini, Cahaya Pictures berkolaborasi secara sinergis dengan Studio Antelope sebagai partner rumah produksi.

​BAPAK PALING JUJUR dijadwalkan tayang di bioskop pada paruh akhir 2026.

​Informasi terbaru mengenai film BAPAK PALING JUJUR dapat diikuti melalui akun Instagram @cahayapictures_id dan TikTok @cahayapicturesid.


​TENTANG CAHAYA PICTURES

Cahaya Pictures berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya sinematik yang relevan dan dekat dengan keseharian penonton Indonesia. Kami menciptakan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai dan kehidupan masyarakat Indonesia.

​Perjalanan Cahaya Pictures dimulai dengan film perdananya, ‘1 Imam 2 Makmum’, sebuah tontonan yang relatable dan sarat makna. Dilanjutkan dengan ‘Pesugihan Sate Gagak’, sebuah film komedi horor yang absurd, yang di balik kelucuannya justru menyelipkan cermin realitas tentang lelahnya hidup di tengah tekanan ekonomi dan godaan jalan pintas.

​Melalui perpaduan dan kolaborasi talenta lokal berbakat, Cahaya Pictures hadir untuk menyampaikan cerita-cerita dari Indonesia, yang penuh makna, menyentuh dan dapat dinikmati oleh khalayak ramai.

Cetak Prestasi Internasional: 'Bandit', Film Action Thriller Indonesia Berlatar Bali Raih Penghargaan Tertinggi di Dances With Films Festival, Los Angeles

 

Los Angeles, 1 Juli 2026 – Industri perfilman Indonesia semakin memantapkan langkahnya di panggung internasional. Film action thriller terbaru asal tanah air, Bandit, sukses membawa pulang penghargaan tertinggi, Grand Jury Prize: Best Narrative Feature, dalam malam penganugerahan festival film bergengsi Dances With Films Festival edisi ke-29 yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 28 Juni 2026 waktu setempat.

​Kemenangan ini menjadi puncak dari sambutan luar biasa yang diterima film Bandit sepanjang festival. Pada pemutaran resminya yang berlangsung 26 Juni 2026 lalu, film ini berhasil menyedot perhatian publik Los Angeles hingga membuat seluruh bangku bioskop terisi penuh (sold out). Penonton global yang memadati ruang teater tampak terpukau oleh ketegangan intens dan visual memikat yang disajikan.

​Hadir langsung di Los Angeles untuk menerima penghargaan tersebut, sutradara Brian L. Tan dan sinematografer Austin Ahlborg menyampaikan rasa haru sekaligus bangga atas apresiasi tinggi yang diberikan oleh para juri internasional.

​Dalam sambutan kemenangannya, Brian L. Tan mengungkapkan visi di balik pembuatan film ini: "Saya sangat berterima kasih bisa mendapat kesempatan untuk menerima penghargaan ini. Kami membuat film Bandit untuk memberikan eksplorasi dan perspektif baru tentang sebuah pulau yang menjadi kebanggaan dan selalu dipandang indah oleh kita semua. Kami hadir membawa pertanyaan: bagaimana kalau realita tidak seindah itu?"

Sisi Kelam dan Ketegangan di Balik Eksotisme Bali

​Diproduksi oleh kolaborasi solid antara Adaptif Films, Aufklarung Pictures, Viking Sunset Studios, dan Naga Film, Bandit menawarkan sebuah penataan ulang terhadap citra Bali yang selama ini dikenal sebagai paradis tropis yang tenang, menjadi sesuatu yang menegangkan.

​Di tangan dingin sutradara Brian L. Tan, yang sebelumnya dikenal lewat Murder Below Deck, film Bandit menjelma menjadi sebuah tontonan yang memacu adrenalin dengan sinematografi kelas dunia dari Austin Ahlborg. Naskah film ini digarap tajam oleh Husein M. Atmodjo, penulis yang sebelumnya sukses membidani film hits Mencuri Raden Saleh serta Pertaruhan: The Series.

Diperankan Aktor Papan Atas dan Siap Menggebrak

​Ketegangan dalam film Bandit dihidupkan lewat akting brilian dari jajaran aktor ternama Indonesia, di antaranya Wafda Saifan, Roy Sungkono, Claresta Taufan, Rifnu Wikana, Bukie B. Mansur, Abdurrahman Arief, Mike Lucock, dan Kiki Narendra. Kombinasi akting yang kuat, koreografi aksi yang presisi, dan naskah yang penuh kejutan membuat film ini menjadi satu karya bergenre action-thriller paling diantisipasi tahun ini.

​Sebelum mencetak prestasi gemilang di Amerika Serikat, Bandit telah lebih dulu menyapa para pencinta film dalam negeri melalui penayangan spesial yang sukses di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 dan Balinale International Film Festival 2026 lalu. Kemenangan besar di Los Angeles ini diprediksi akan menjadi modal kuat sekaligus pemantik antusiasme yang masif menjelang perilisan resminya secara luas di Tanah Air.

Sinopsis Film Bandit

​Ketika istri Gatra yang sedang hamil mengalami komplikasi medis yang berbahaya, rasa putus asa memaksanya untuk kembali ke dunia kriminal dan mencuri sebuah mobil. Bersama Tiar, mantan partner kejahatannya, aksi tersebut semula dikira berjalan lancar. Namun, situasi berubah menjadi horor ketika mereka menemukan mayat termutilasi dan sebilah pistol di dalam mobil misterius tersebut.

​Kini, diburu oleh pemilik mobil yang haus balas dendam dan kejam, keduanya terjebak dalam mimpi buruk penuh kekerasan di tengah malam gelap. Fajar adalah satu-satunya harapan mereka untuk selamat, itu pun jika mereka masih hidup untuk menyaksikannya.

​Untuk terus memperbarui informasi, menyaksikan cuplikan eksklusif, dan mengetahui jadwal penayangan film Bandit, masyarakat dapat mengikuti akun Instagram resmi di @bandit.film.