Rabu, 22 April 2026

Trailer Film Tumbal Proyek Rilis, Bongkar Kisah Kelam di Balik Proyek Besar

 


Jakarta, 23 April 2026 - Trailer film Tumbal Proyek resmi dirilis dan langsung memperlihatkan nuansa horor yang pekat sejak awal. Film ini mengangkat cerita yang beredar di masyarakat tentang sisi gelap di balik proyek-proyek besar, termasuk pembangunan Jembatan Surabaya–Madura atau Suramadu, yang sejak lama kerap dikaitkan dengan kisah-kisah mistis dan tumbal manusia.

​Lewat trailer perdananya, Tumbal Proyek tidak hanya menawarkan teror visual, tetapi juga membawa lapisan cerita yang emosional. Film ini menyoroti kisah keluarga yang terus menunggu kabar orang terdekat yang hilang, tanpa pernah mendapat kepastian dan tanpa pernah bisa menguburkan mereka dengan layak.

​Tema kehilangan menjadi salah satu kekuatan utama dalam film ini. Di tengah suasana mencekam dan misteri yang perlahan terbuka, Tumbal Proyek menghadirkan rasa duka yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Penantian, luka batin, dan ketidakpastian menjadi bagian penting yang membangun emosi cerita.

​Film ini juga memadukan unsur horor, misteri, dan drama emosional dalam satu alur yang saling menguatkan. Teror yang muncul tidak berdiri sendiri, tetapi tumbuh dari cerita manusia yang penuh trauma dan kehilangan. Karena itu, Tumbal Proyek hadir bukan sekadar sebagai film horor, tetapi juga sebagai kisah tentang keluarga, harapan yang tertahan, dan luka yang belum selesai.

​Dengan premis yang dekat dengan cerita tutur di tengah masyarakat, Tumbal Proyek mencoba membawa mitos yang selama ini hanya beredar dari mulut ke mulut ke layar lebar dalam bentuk yang lebih dramatis dan sinematis. Trailer film ini pun menjadi pintu awal bagi penonton untuk masuk ke dalam misteri besar yang menyelimuti hilangnya nyawa di balik sebuah proyek pembangunan.

​Melalui trailer yang telah dirilis, Tumbal Proyek menjanjikan pengalaman menonton yang menegangkan sekaligus menyentuh sisi emosional penonton. Film ini memperlihatkan bagaimana ketakutan bisa lahir bukan hanya dari sosok tak kasat mata, tetapi juga dari kehilangan yang terus menghantui orang-orang yang ditinggalkan. Saksikan Film Tumbal Proyek yang akan tayang mulai 13 Mei 2026 di Bioskop.

Film Ikatan Darah Menyajikan Roller Coaster Ride Action! Duel Laga Karakter Utama Perempuan yang Fresh Sekaligus Emosional dalam Misi Selamatkan Keluarga dari Jeratan Lintah Darat

 

Film Ikatan Darah tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 22 April 2026- Uwais Pictures bersama produser eksekutif Iko Uwais dan sutradara Sidharta Tata menghadirkan kesegaran baru di perfilman Indonesia melalui film Ikatan Darah yang akan tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia. Menampilkan duel dari karakter utama perempuan yang diperankan Livi Ciananta sebagai Mega saat berhadapan dengan geng mafia paling mematikan di Jakarta demi menyelamatkan keluarganya.

Di setiap adegan aksinya, Sidharta Tata memberikan keunikan masing-masing dengan lapisan emosional yang berbeda. Ikatan Darah membawa angin segar dengan menampilkan film aksi laga Indonesia yang kualitasnya setara film internasional, dengan pendekatan isu sosial yang dekat dengan Indonesia melalui permasalahan judi online (judol) dan jeratan pinjaman online (pinjol).

Sementara itu, sajian action di film Ikatan Darah seperti tak memberikan waktu penonton untuk bernapas, dan menjadi pengalaman sinematik yang sangat roller coaster ride.

Diproduseri oleh Ryan Santoso, dengan produser eksekutif Iko Uwais bersama Yentonius Jerriel Ho, dan Yocke Kaseger, film yang diproduksi Uwais Pictures yang turut didukung oleh KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active memberikan pengalaman baru bagi penonton Indonesia lewat genre aksi yang berkualitas

"Film Ikatan Darah membuktikan bahwa regenerasi action di Indonesia terjadi dan terus berkembang. Di film ini, pemeran utamanya perempuan, yang biasanya bahkan di dunia sekalipun, film oction didominasi oleh karakter utama laki-laki. Ini menjadi komitmen Uwais Pictures yang terus mendorong lahirnya bakat-bakat baru di genre action," kata produser eksekutif Iko Uwais.

Tak hanya menyajikan aksi yang bikin tahan napas, sutradara Sidharta Tata juga menyajikan elemen drama yang emosional dan menyentuh. Tentang hubungan keluarga dan persaudaraan dan sikap rela berkorban.

Ceritanya juga diambil dari keseharian yang sangat dekat dengan banyak orang Tentang perjuangan kelas ekonomi bawah yang bertaruh demi mendapat hidup yang layak.

"Ikatan Darah menunjukkan soal bagaimana persaudaraan dan pertemanan menjadi harga mati yang saling terikat. Bagaimana kita merajut hubungan persaudaraan yang rela berkorban, rela untuk melakukan apapun demi kelangsungan hidup saudaranya," ujar sutradara Sidharta Tata.

"Secara action, saya menjanjikan akan menjadi pengalaman sinematik di bioskop yang juga roller coaster ride. Kami didukung oleh tim yang sangat berpengalaman, bersama Uwais Team yang telah mengerjakan berbagai proyek laga internasional dan akan menjadi hiburan yang begitu menegangkan hingga akhir di bioskop." tambah Sidharta Tata.

Ikatan Darah dibintangi oleh Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, Abdurrahman Arif, Ramadhan Ruswadi, Agra Piliang, Ismi Melinda, dan aktris senior Lydia Kandou.

Livi dan Derby akan menghadapi para musuh mereka dengan gaya bertarung yang berbeda-beda. Perbedaaan gaya duel inilah yang akan semakin membuat menarik Ratan Darah sehingga film ini terasa begitu kaya dengan teknik action yang berkualitas.

"Butuh waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan adegan fighting. Selama tiga bulan itu, kami hampir setiap hari mengulang koreografi yang sudah diciptakan oleh Uwais Team. Sehingga saat syuting pun minim cedera," kata Livi Ciananta, yang memerankan karakter utama bernama Mega di Ikatan Darah.

"Tentunya di film ini bagian adegan fighting-ku sangat banyak. Setiap ada adegan fight, itu ada aku, dan setiap fight, punya rasa yang berbeda-beda. Dalam perjalanan menyelamatkan kakaknya, Mega selalu bertemu dengan penjahat yang karakter membunuhnya itu bermacam-macam," tambah Livi.

Bagi Derby, ini adalah pengalaman pertamanya membintangi film aksi. Derby sendiri sebenarnya memiliki latar belakang atlet dan berbagai bidang beladiri, termasuk muay thai hingga jiu jitsu. Namun, di film ini, Derby justru harus beradegan aksi menggunakan instingnya.

"Sebenarnya latar belakang beladiriku sangat bermanfaat di Ikatan Darah, yang menjadi film action pertamaku. Karena filmnya sangat physical, aku harus sprint, jatuh dan segala macam, yang sebagian besar itu aku lakukan sendiri tanpa stunt. Aku juga banyak belajar tentang koreografi fighting di film ini yang seperti dance, ada ritme, beat, serta chemistry," kata Derby Romero yang memerankan Bilal

"Di film ini, aku fighting mengandalkan instingku, dan dipaksa untuk terus berlari," tambah Derby.

Ikatan Darah akan membawa penonton pada pengalaman sinematik dari sajian aksi laga dengan kualitas internasional, dengan bumbu cerita drama dan sentuhan lokal yang sangat Indonesia. Film ini adalah tentang pertaruhan hidup dan mati, yang juga berbicara tentang permasalahan yang banyak dihadapi orang di Indonesia.

Ikuti informasi dan perkembangan terbaru Uwais Pictures dan film Ikatan Darah melalui akun Instagram @uwaispictures.


SINOPSIS

Mega (Livi Ciananta), seorang mantan atlet pencak silat yang kini bekerja sebagai pramusaji, harus menyelamatkan kakaknya, Bilal (Derby Romero), yang menjadi buruan para gangster terkejam akibat hutang dan pembunuhan yang tak sengaja ia lakukan.

Aksi perburuan membuat kakak beradik itu terjebak di sebuah kampung yang seluruh pintu keluarnya telah ditutup oleh para preman anak buah dari bos gangster, yaitu Primbon (Teuku Rifnu). Kini, Mega dan Bilal harus bekerja sama untuk dapat meloloskan diri dari kejaran para gangster itu meski nyawa menjadi taruhannya.


TENTANG UWAIS PICTURES

UWAIS PICTURES adalah rumah produksi film yang diluncurkan pada tahun 2023 oleh aktor sekaligus atlet bela diri Iko Uwais. Perjalanan Uwais Pictures berawal dari "Uwais Team" sebuah tim koreografi aksi yang telah dikenal luas lewat kontribusi di berbagai film nasional dan internasional. Uwais Pictures hadir dengan visi untuk menghadirkan film laga yang mengakar pada seni bela diri Indonesia, namun tetap mampu bersaing di pasar global.

Rumah produksi ini digerakkan oleh tim inti yang solid, termasuk Iko Uwais sebagai Chairman dan Ryan Santoso sebagai CEO. Setiap film yang diproduksi dihadirkan dengan filosofi bahwa aksi bukan sekadar hiburan visual, melainkan medium untuk bercerita dan menginspirasi generasi yang baru.

Proyek perdana Uwais Pictures, Ikatan Darah garapan Sidharta Tata dan Timur yang disutradarai langsung oleh Iko Uwais, menjadi penanda langkah pertama untuk memperkenalkan wajah baru film laga Indonesia. Melalui karya-karya tersebut, Uwais Pictures ingin mengedukasi penonton muda agar semakin menghargai film laga lokal, sekaligus memperkenalkan pencak silat sebagai bagian dari identitas bangsa. Dengan semangat kolaborasi dan orientasi pasar internasional, Uwais Pictures berkomitmen untuk menjangkau penonton yang lebih luas dan bisa menduniakan film laga Indonesia di kancah perfilman dunia.


AKUN MEDIA SOSIAL UWAIS PICTURES

​Instagram : @uwaispictures

​X : @uwaispictures

​YouTube : Uwais Entertainment

GHOST IN THE CELL MENEMBUS 1 JUTA PENONTON DALAM 6 HARI PENAYANGAN JOKO ANWAR CETAK REKOR 7 FILM BOX OFFICE BERTURUT-TURUT



​Jakarta, 21 April 2026 — Film ke-12 Joko Anwar, Ghost in the Cell baru saja meraih 1 juta penonton, hanya dalam waktu enam hari tayang di bioskop Indonesia! Hal tersebut membuktikan film yang diproduksi oleh Come and See Pictures ini sangat dinantikan dan diterima dengan baik oleh penonton film Indonesia di periode pasca-lebaran.

​Dengan raihan ini, sutradara Joko Anwar mencetak rekor baru sebagai satu-satunya sineas Indonesia yang berhasil mengantarkan tujuh film berturut-turut melewati angka 1 juta penonton di bioskop. Sebuah konsistensi yang belum pernah dicapai oleh sutradara mana pun dalam sejarah industri film Indonesia. Sebelumnya, film-film Joko yang menembus 1 juta penonton adalah Pengepungan di Bukit Duri (2025), Siksa Kubur (2024), Pengabdi Setan 2: Communion (2022), Perempuan Tanah Jahanam (2019), Gundala (2019), dan Pengabdi Setan (2017).

​Ghost in the Cell sekaligus mengukuhkan Joko Anwar sebagai sineas andal yang mampu melahirkan karya inovatif dari berbagai genre. Tak hanya sebagai maestro horor, namun juga piawai dalam meramu komedi, horor-komedi, hingga aksi-thriller.

​“Misi kami ketika membuat film ini adalah supaya setidaknya selama 1 jam 46 menit kita, para Warga Negara Indonesia (WNI) bisa merasa menang. Tidak menyangka akan disambut dengan begitu hangat. Perasaan kita sama. Mudah-mudahan keadilan bisa datang, dan tidak harus menunggu hantu turun tangan,” ujar penulis dan sutradara Joko Anwar.

​Ghost in the Cell juga mencetak rekor penjualan internasional setelah berhasil dibeli 86 negara untuk ditayangkan di bioskop luar.

​Joko Anwar juga menjadi satu-satunya sutradara Indonesia yang film-filmnya berhasil masuk seleksi resmi keempat festival film paling bergengsi di dunia: Sundance Film Festival, Berlinale, Venice Film Festival, dan Toronto International Film Festival (TIFF). Sebuah capaian yang menempatkan namanya dalam jajaran elite sineas Asia yang diakui secara global.

​Keempat festival tersebut dicapai lewat film-film yang berbeda: A Copy of My Mind (2015) tayang perdana di Venice Film Festival dan dilanjutkan ke Toronto International Film Festival; Gundala (2019) debut di Toronto International Film Festival; Impetigore (2019) premiere di Sundance Film Festival dan dipilih sebagai wakil Indonesia untuk Academy Awards; dan Ghost in the Cell (2026) premiere internasional di Berlinale.

​Ghost in the Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Ical Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah.

​Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini.


SINOPSIS

​Di dalam lapas Labuhan Angsana, para napi hidup dengan masalah setiap hari: penindasan dari pejabat lapas, serta permusuhan dan kekerasan antar sesama tahanan. Suatu hari, seorang napi baru masuk dan satu per satu napi mati dengan cara yang sangat mengerikan. Setelah mengetahui bahwa ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi yang paling negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk membuat aura mereka tetap positif. Tapi tentunya sangat sulit tetap positif di penjara yang penuh ketidakadilan. Hingga mereka sadar satu hal yang sepertinya tak mungkin tapi harus mereka lakukan untuk tetap hidup: bersatu untuk melawan penindas, bahkan hantu sekalipun!

Selasa, 21 April 2026

Vidio dan BYON Tempuh Jalur Hukum atas Pembajakan Siaran BYON Combat Sport Showbiz Vol. 6

 


Jakarta, 21 April 2026 — Vidio bersama BYON Combat mengambil langkah hukum atas praktik pembajakan siaran BYON Combat Sport Showbiz Vol. 6 yang disiarkan ulang secara ilegal melalui platform digital, khususnya TikTok.

​Siaran ilegal tersebut diketahui menjangkau lebih dari 7.000 penonton secara simultan dan dapat diakses secara bebas oleh masyarakat Indonesia tanpa izin dari pemegang hak siar resmi. Berdasarkan perkembangan terbaru, perkara ini saat ini telah meningkat ke tahap penyidikan (sidik) dan tengah dalam proses gelar perkara oleh pihak berwenang.

​Berdasarkan hasil penelusuran, pelaku menggunakan metode sederhana namun sistematis dengan dua perangkat telepon genggam. Perangkat pertama digunakan untuk memutar tayangan resmi berbayar, sementara perangkat kedua menyorot layar perangkat tersebut dan menyiarkannya kembali secara langsung melalui fitur live streaming di akun TikTok pembajak. Praktik ini membuat konten eksklusif berbayar dapat ditonton secara gratis oleh publik.

​President BYON Combat, Yoshua Marcellos, menyatakan bahwa pembajakan tidak hanya berdampak pada penyelenggara, tetapi juga seluruh ekosistem olahraga combat sport nasional.

​"BYON Combat hadir untuk membangun industri combat sport yang profesional di Indonesia. Ketika siaran dibajak, dampaknya dirasakan oleh atlet, promotor, kru produksi, hingga mitra industri yang terlibat. Kami menegaskan sikap zero tolerance terhadap segala bentuk pembajakan. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas melalui langkah hukum tanpa pengecualian," katanya.

​Dukungan terhadap upaya perlindungan hak cipta juga disampaikan oleh Cecep Rukendi, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

​"Perlindungan kekayaan intelektual merupakan salah satu fondasi utama dalam ekosistem ekonomi kreatif. Penegakan hukum juga perlu diiringi dengan pendekatan sistemik melalui penguatan akses terhadap konten legal, peningkatan pengawasan digital, serta penguatan kolaborasi lintas sektor agar industri kreatif Indonesia dapat tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing," ujarnya.

​Sementara itu dari sisi platform, Gina Golda Pangaila, General Counsel Vidio, menekankan bahwa pembajakan kini berkembang mengikuti teknologi digital.

​"Metodenya mungkin terlihat sederhana, namun tetap merupakan pelanggaran hukum. Kami terus memperkuat pengawasan dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi konten berlangsung secara tepat dan tidak melanggar hukum dan memberikan pengalaman menonton yang aman bagi pengguna," jelasnya.

Kuasa Hukum Vidio, Ebeneser Ginting, menegaskan bahwa retransmisi tanpa izin merupakan pelanggaran hukum yang memiliki konsekuensi pidana.

​"Setiap bentuk penyiaran ulang tanpa hak melanggar ketentuan Undang-Undang Hak Cipta. Penegakan hukum diperlukan untuk menjaga kepastian hukum sekaligus melindungi investasi industri kreatif digital di Indonesia," ujarnya. \rightarrow tindakan ini melanggar hukum dan vidio kan menindak tegas.

​Perkara ini merujuk pada pelanggaran Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, khususnya:

Pasal 113 Undang-Undang Hak Cipta

• ​Pelanggaran hak ekonomi pencipta untuk tujuan komersial dapat dipidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda hingga Rp1 miliar.

• ​Pelanggaran hak ekonomi lembaga penyiaran dapat dipidana penjara paling lama 3 tahun dan/atau denda hingga Rp500 juta.

​Berkaca dari penyelenggaraan sebelumnya, pada pertandingan berikutnya BYON Combat Showbiz Vol. 7 Vidio bersama seluruh penyelenggara akan memperketat pengawasan selama jalannya pertandingan. Apabila ditemukan pelanggaran serupa, tindakan hukum akan kembali ditempuh secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Vidio juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada aparat penegak hukum yang telah membantu mengawal kasus pembajakan ini, khususnya Polda Metro Jaya Direktorat Siber.

​Sebagai informasi, pertandingan akan digelar pada Sabtu, 25 April 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia mulai disiarkan pukul 14.30 WIB secara eksklusif melalui Vidio, dengan duel utama Putra Abdullah melawan Ronal Siahaan.

Menikah Langsung Mesra, Realita: Gak Dikasih Nafkah Batin! Lakukan 5 Hal Ini Kalau "Pacaran Setelah Menikah" Kamu Gagal Total

 


Siapa, sih, yang nggak baper bayangin indahnya pacaran setelah menikah? Mandi pahala, pegangan tangan halal, sampai bangun tidur ada yang masakin.

​Tapi, gimana kalau realitanya justru kayak Amira (Zee Asadel) dan Furqon (Emir Mahira) di film Kupilih Jalur Langit? Alih-alih romantis, yang ada malah canggung level dewa, malah ga dikasih nafkah batin! Statusnya sudah suami-istri, tapi Furqon malah sedingin kulkas 2 pintu.

​Kalau kamu terjebak di situasi "sudah sah tapi terasa asing" ala Amira, jangan menyerah dulu. Coba lakukan langkah-langkah trial and error berikut ini:


1. Sholat Berjamaah Tiap Malam, Mulai Keintiman Melibatkan Yang Maha Kuasa

​Kalau mau ngobrol aja masih kaku, coba mulai dari ibadah bareng. Bayangkan intimnya saat bersujud di atas sajadah yang sama. Siapa tahu, lewat lantunan doa, dinding es di hatinya pelan-pelan mencair.

​Sholat bareng bukan cuma soal pahala, tapi momen paling tenang buat saling merasakan keberadaan satu sama lain tanpa perlu banyak bicara. Ini sudah dicoba oleh pasangan Amira dan Furqon, walau ternyata belum cukup ampuh, sih. Setidaknya kedekatan itu mulai terbangun.


​2. Curhat ke Sahabat, Meski Kadang Malah Jadi "Asbun" karena Nggak Berpengalaman

​Saat suami sendiri nggak mau nyentuh, curhat dan minta saran ke sahabat adalah kunci! Seperti Amira yang lari ke Wati (Neneng Risma) untuk curhat.

​Tapi namanya juga sahabat yang sama-sama nggak paham urusan ranjang, saran Wati seringkali malah asbun alias asal bunyi. Pelajarannya? Curhat boleh, tapi jangan kaget kalau solusinya malah bikin kamu makin bingung. Setidaknya, beban di hati sedikit berkurang, kan?


​3. Masak Makanan Favorit Suami, karena Terkadang Jalur Perut Adalah Kunci

​Kalau jalur obrolan buntu, coba pakai jalur perut. Jangan menyerah begitu saja; coba belajar untuk memasak hidangan favorit sang suami langsung dari ibu mertua.

​Menaklukkan hati pria lewat masakan itu klasik, seperti yang dilakukan Amira, yang belajar langsung dari resep rahasia sang ibu, masa iya Furqon nggak luluh juga?


​4. Obat Kuat? Polosnya Amira yang Bikin Nyesek

​Nah, ini fase paling desperate sekaligus menggemaskan. Kepikiran buat beli obat kuat biar suami yang kayak kulkas itu mencair? Kamu nggak sendiri, karena Amira melakukan ini! Saking polosnya, Amira sampai mencoba membeli obat kuat untuk Furqon karena menduga suaminya punya "masalah" kesehatan.

​Padahal, masalah Furqon bukan di raga, tapi di hatinya yang masih terkunci oleh masa lalu bersama Dara (Ratu Rafa). Effort Amira di sini beneran definisi "melakukan segalanya demi cinta" yang bikin kita antara pengen ketawa tapi juga kasihan.


5. Jika Semua Jalur Bumi Buntu, Saatnya Jalur Langit!

​Jika masak sudah, curhat sudah, bahkan obat kuat pun tak mempan, jangan lupa bahwa ada satu jalur yang nggak akan pernah tertutup: Jalur Langit. Di sepertiga malam, saat semua orang terlelap, seperti Amira yang memasrahkan segala insecurity-nya kepada Sang Pemilik Hati.

​Apakah doa Amira sanggup menghapus bayang-bayang Dara dari ingatan Furqon? Ataukah Amira memang harus belajar melepaskan pria yang raganya ia miliki, namun jiwanya milik wanita lain?

​Film garapan sutradara Archie Hekagery ini didukung oleh deretan aktor ternama lintas generasi: Zee Asadel sebagai Amira, Emir Mahira sebagai Furqon, dan nama-nama lainnya seperti Ratu Rafa, Ardit Erwandha, Neneng Risma Wulandari, Surya Saputra, Putri Ayudya, Dina Lorenza, dan Irgi Fahrezi.

​Jangan lewatkan transformasi emosional Zee Asadel dalam "Kupilih Jalur Langit" yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 23 April 2026. Ikuti terus update terbarunya melalui akun resmi @kupilihjalurlangitmovie dan @mdpictures_official.

Sejak "Pandangan Pertama", Sejak Saat Itu Kita Mencintai RAN Bersama Jakarta Movin dan Seraya Live, RAN Sukses Gelar Musikal "Pandangan Pertama" dan Ajak Penonton Merayakan Dua Dekade Berlari Bersama.

 


Jakarta, 21 April 2026 — Tahun 2026 adalah tahun yang istimewa bagi musik Indonesia. Grup musik RAN (Rayi, Asta, dan Nino), resmi memasuki usia dua puluh tahun. Dua dekade tanpa pergantian formasi, tanpa berhenti berkarya, dan tanpa pernah kehilangan tempat di hati pendengarnya. Sebuah pencapaian yang tidak banyak dimiliki oleh grup musik mana pun di negeri ini. Dan mereka merayakannya dengan cara yang paling berani sekaligus paling personal, mengangkat lagu yang melahirkan mereka ke atas panggung teater. 

Musikal “Pandangan Pertama” dari RAN sukses digelar pada 18 April 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Bekerja sama dengan Jakarta Movin dan Seraya Live, pertunjukan ini bukan sekadar konser nostalgia, melainkan sebuah karya teater penuh yang menghidupkan kembali "Pandangan Pertama" dalam bentuk yang. sama sekali baru, dengan seni peran, dramatisasi, dan musik yang mengalir menjadi satu cerita utuh.

Penonton yang hadir tidak hanya bernyanyi bersama lagu yang sudah melekat bertahun-tahun, mereka dibawa masuk ke dalam sebuah cerita. Musikal ini mengikuti Asti dan Randi, dua orang yang setiap hari menyiarkan kisah-kisah cinta di radio, tapi justru gagal membaca perasaan mereka sendiri. Di tengah ambisi, kerumitan, dan munculnya sosok lain yang menawarkan kepastian, RAN hadir bukan sebagai pengisi latar, melainkan sebagai suara hati yang menemani setiap langkah keduanya. Persis seperti yang selama ini mereka lakukan untuk kita lewat karya-karyanya.

Bagi RAN sendiri, musikal “Pandangan Pertama” itu bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah momen melingkari perjalanan, kembali ke titik nol, ke lagu yang menjadi segalanya. "Pandangan Pertama" bukan hanya lagu pertama mereka; ia adalah fondasi dari seluruh bangunan karir yang berdiri setelahnya. "Kami tidak menyangka 'Pandangan Pertama' bisa sampai sejauh ini. Dari ajang lomba 20 tahun lalu dan sekarang bisa bertransformasi menjadi sebuah musikal. Rasanya seperti mimpi yang terus tumbuh," kata Rayi.


“Ini bukan cuma soal lagu. Ini soal semua orang yang ikut perjalanan ini bersama kita.” tambah Nino.

Sementara itu, Asta yang selama ini selalu jadi suara yang paling tenang di antara ketiganya, mengakui bahwa malam itu berbeda dari pertunjukan mana pun yang pernah mereka lakukan, "Ada momen di tengah pertunjukan tadi di mana aku berdiri di sisi panggung dan nggak bisa ngomong apa-apa. Dua puluh tahun itu terasa nyata banget malam ini."

Sedikit tentang cerita mereka, RAN lahir dari persahabatan tiga teman SMA yang sama-sama percaya bahwa musik bisa jadi lebih dari sekadar hobi. Ketiganya menciptakan "Pandangan Pertama" dan membawanya ke Indonesian Song Festival di JakTV pada 2006. Mereka pulang dengan posisi kedua dan sebuah lagu yang ternyata membuka pintu segalanya termasuk menjadi cikal bakal lahirnya album debut RAN For Your Life yang membuat Indonesia pun jatuh hati. Sejak saat itu, lagu-lagu RAN hadir di hampir setiap

momen penting dalam hidup kita dari perjalanan pagi hari sampai playlist iPod yang sudah lama tidak dibuka. RAN bukan hanya tumbuh sebagai grup musik, mereka tumbuh bersama kita, menjadi semacam teman hidup yang tidak pernah pergi.



Dan teman yang baik, tentu saja, selalu punya kejutan.

Setelah sukses dengan musikal, RAN secara resmi mengumumkan akan merilis ulang music video "Pandangan Pertama" sebuah penghormatan terhadap lagu yang dua puluh tahun lalu memulai semuanya, kini dihadirkan kembali dengan wajah baru. Ini adalah cara RAN mengajak kita semua untuk sekali lagi berdiri di titik yang sama, di awal, di momen pertama, di pandangan pertama yang mengubah segalanya. Dan sebagai penutup tahun yang penuh tonggak sejarah ini, RAN juga tengah mempersiapkan Konser 20 Tahun RAN pada akhir 2026, sebuah perayaan yang menjanjikan lebih dari sekadar pertunjukan musik. Dua puluh tahun dan hari ini RAN.

bukan hanya tentang musik namun tentang persahabatan, mimpi, dan keputusan untuk memilih terus berlari bersama. "Dua puluh tahun itu bukan garis akhir. Buat kami, ini baru babak berikutnya dan kami mau terus berlari, bareng kalian semua." tutup Nino.


Tentang RAN

RAN adalah grup musik asal Jakarta yang telah berkarya sejak 2006. Terdiri dari Rayi,Asta, dan Nino, mereka dikenal lewat musik pop, R&B, soul, dan funk yang ringan ditelinga tapi dalam di rasa. Dengan formasi yang tidak pernah berubah sejak hari pertama,RAN telah menemani dua generasi pendengar Indonesia melewati momen-momen paling personal dalam hidup mereka dan di tahun 2026 ini, perjalanan itu memasuki babak yang kedua puluh.


Info Media Sosial resmi RAN:

YouTube RAN : https://www.youtube.com/@RANforyourlife

Instagram RAN : https://www.instagram.com/ranforyourlife/

Instagram Rayi : https://www.instagram.com/rayiputra26/

Instagram Asta : https://www.instagram.com/astaandoko/

Instagram Nino : https://www.instagram.com/ninokayam/

Viu Hadirkan Reality Series Original Terbaru Bite Me Sweet



JAKARTA, 20 April 2026 – Viu menghadirkan reality series kuliner original terbaru, Bite Me Sweet, yang resmi tayang mulai 17 April di Indonesia. 

Berbeda dari kompetisi baking pada umumnya, program ini membawa pendekatan yang lebih dalam, menjadikan dessert sebagai medium untuk membaca dan menerjemahkan karakter manusia.

Dipandu oleh Yoon Shi-yoon, Bite Me Sweet mempertemukan pastry chef terbaik Asia Tenggara dengan selebriti Korea dalam format kompetisi lintas budaya. 

Dalam setiap tantangan, para peserta diminta menciptakan dessert dengan rasa dan tampilan terbaik, dan menerjemahkan kepribadian “muse” mereka ke dalam bentuk hidangan.

Di antara para peserta, Luvita Ho dari Indonesia tampil dengan pendekatan yang menggabungkan kreativitas dan observasi karakter. Sebagai pemenang termuda MasterChef Indonesia sekaligus kreator konten dengan lebih dari 1,2 juta subscribers, Luvita membawa perspektif berbeda dalam melihat dessert—bukan sekadar produk kuliner, tetapi refleksi kepribadian.

Luvita Ho bergabung dalam kompetisi bersama chef dari Malaysia, Hong Kong, Thailand, dan Filipina, yang masing-masing membawa pengaruh budaya serta kreativitas kuliner yang menonjolkan keragaman dan inovasi dalam perkembangan dessert modern Asia Tenggara.

“Dessert membutuhkan tingkat presisi yang tinggi. Implementasi rasa, tekstur, dan tujuan dessert tersebut disajikan bisa menunjukkan karakter seseorang apakah perfeksionis, risk taker, atau autentik,” ujar Luvita Ho.

Dalam kompetisi ini, Luvita dipasangkan dengan Lee Sae-on, salah satu rising star Korea Selatan, untuk menciptakan dessert yang terinspirasi dari karakter dan kepribadiannya. Proses kreatif tersebut dimulai jauh sebelum memasak—dengan observasi mendalam terhadap muse yang menjadi sumber inspirasi.

“First impression matters. Setiap orang punya vibe yang berbeda. Aku biasanya perhatikan cara mereka berbicara, gaya berpakaian, sampai energi yang mereka bawa,” jelasnya. “Dari situ aku bisa membayangkan visual dan tekstur dessert yang paling sesuai untuk menggambarkan karakter mereka.

Menurut Luvita, rasa memiliki dimensi emosional yang universal dalam menyampaikan identitas seseorang. “Rasa adalah bahasa emosi yang paling universal,” tambahnya.

Pendekatan ini menjadikan Bite Me Sweet lebih dari sekadar kompetisi kuliner. Program ini menghadirkan eksplorasi tentang bagaimana makanan dapat menjadi medium ekspresi—menghubungkan rasa, emosi, dan identitas dalam satu pengalaman yang utuh.

Namun, proses tersebut tidak selalu berjalan mulus. Kolaborasi lintas budaya menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam komunikasi antara chef dan muse yang berasal dari latar belakang berbeda.

“Perbedaan bahasa dan kultur membuat komunikasi jadi tidak selalu mudah. Kadang kami mengandalkan bahasa tubuh untuk saling memahami,” ungkap Luvita. Meski demikian, dinamika tersebut justru memperkaya proses kreatif selama kompetisi berlangsung.

Menggabungkan cita rasa Asia Tenggara dengan inspirasi camilan Korea, Bite Me Sweet juga memperluas perspektifnya ke ranah gaya hidup seperti kecantikan dan fashion, menjadikannya sebagai konten yang tidak hanya relevan bagi pecinta kuliner, tetapi juga audiens hiburan dan lifestyle.

Tim pemenang akan mendapatkan kesempatan untuk meluncurkan pop-up store Bite Me Sweet di Singapura, membawa pengalaman dari layar ke dunia nyata melalui konsep yang menghubungkan hiburan, kreativitas, dan interaksi langsung dengan audiens.

Diproduksi oleh Studio CR, series ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis Viu bersama Korea Creative Content Agency (KOCCA) dan Ministry of Culture, Sports and Tourism (MCST) dalam mengembangkan konten dengan daya tarik global yang menggabungkan kekuatan budaya Korea dan Asia Tenggara.

Melalui pendekatannya yang unik, kehadiran Luvita Ho dalam Bite Me Sweet  membawa nama Indonesia ke panggung regional, sekaligus memperkenalkan cara baru dalam melihat dessert sebagai medium untuk memahami manusia.


***

Tentang Viu

Viu adalah layanan streaming over-the-top (OTT) terkemuka yang tersedia di berbagai negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Selatan.

Viu menawarkan dua model layanan, yaitu versi gratis berbasis iklan dan layanan premium berlangganan. Selain memproduksi konten original berkualitas melalui label “Viu Original”, Viu juga menghadirkan serial TV, film, serta program gaya hidup dari berbagai penyedia konten lokal dan regional, lengkap dengan subtitle dalam berbagai bahasa.

Melalui program Viu Scream Dates, Viu juga menghadirkan pengalaman fan-meet lintas negara yang mempertemukan para bintang dengan penggemarnya secara langsung.

Viu berada di bawah naungan Viu International Limited, yang juga mengoperasikan MOOV, layanan streaming musik dan konser digital populer di Hong Kong.

Viu merupakan bagian dari PCCW Media di bawah PCCW Limited, perusahaan global yang berbasis di Hong Kong dengan bisnis di bidang telekomunikasi, media, solusi IT, pengembangan properti, dan investasi global lainnya.


Trailer Film Tumbal Proyek Rilis, Bongkar Kisah Kelam di Balik Proyek Besar

  Jakarta, 23 April 2026 - Trailer film Tumbal Proyek resmi dirilis dan langsung memperlihatkan nuansa horor yang pekat sejak awal. Film ini...