Selasa, 09 Juni 2026

Sukses Menembus Bucheon International Fantastic Film Festival (BiFan) 2026, MD Pictures Rilis Final Poster & Trailer "402 Rumah Sakit Angker Korea": Ketika Mistis Lokal Meneror Koridor Dunia

 


Jakarta, 9 Juni 2026 – MD Pictures bersama Umbara Brothers Film menggelar acara konferensi pers yang dihadiri oleh jajaran pemain dan filmmakers. Pertemuan ini menandai perilisan Final Poster dan Final Trailer dari film horor lintas negara yang dinanti-nantikan perilisannya tahun ini, "402 Rumah Sakit Angker Korea". Perilisan menuju tayang di bioskop ini menyajikan lapisan teror yang jauh lebih pekat, dan penuh teka-teki dibanding materi promosi sebelumnya.

​Dalam Final Poster yang diluncurkan, sentuhan estetika Korea berpadu dengan atmosfer mistis yang sangat kental terasa begitu mencekam. Sorotan utama tertuju pada hadirnya sebuah boneka misterius berbaju tradisional Korea (Hanbok) dengan noda darah di sekitarnya, sebuah visual kuat yang langsung menjanjikan misteri kelam dari dalam koridor rumah sakit terbengkalai.

​Sementara itu, Final Trailer yang ditayangkan berhasil membuka satu tabir baru yang mengejutkan. Meski penelusuran tim kreator konten Indonesia ini dilakukan di sebuah rumah sakit angker di Korea Selatan, film ini secara berani menyisipkan unsur mistis lokal yang sangat akrab dengan masyarakat Indonesia: permainan Jelangkung. Apakah kehadiran ritual pemanggilan arwah khas Nusantara di tanah asing ini akan menjadi puncak plot twist yang disiapkan?

​Sutradara Anggy Umbara mengungkapkan bahwa perpaduan budaya horor ini adalah keputusan kreatif yang matang untuk memberikan kejutan baru bagi para penggemar film originalnya, Gonjiam: Haunted Asylum karya Jung Bum-Sik.

​"Kami tidak ingin sekadar memindahkan cerita. Kehadiran boneka ber-hanbok dan ritual Jelangkung di film ini hadir untuk meneror mental. Yang membuat terornya terasa dekat sekaligus tak tertebak. Ini adalah eksperimen horor paling ambisius yang pernah saya arahkan," jelas Anggy Umbara.

​Aktor utama Arbani Yasiz juga membagikan pandangannya mengenai bagaimana karakter yang ia mainkan harus menghadapi teror psikologis yang bertingkat di dalam film ini.

​"Di final trailer ini penonton bisa melihat kalau taruhannya sudah bukan lagi soal views atau popularitas, tapi bertahan hidup. Karakter Juna yang saya mainkan bakal membawa penonton merasakan langsung kepanikan saat sadar bahwa ritual lokal yang kita bawa justru memicu sesuatu yang jauh lebih gelap di sana. Tekanannya benar-benar terasa nyata sampai ke lokasi syuting," ujar Arbani Yasiz.

​Melanjutkan hal tersebut, Saputra Kori menambahkan betapa intensnya atmosfer yang dibangun demi menjaga kualitas remake yang tetap menghormati materi aslinya. "Setiap sudut Rumah Sakit Yongwon di film ini hadir untuk meneror mental. Visual boneka hanbok berdarah itu baru sebagian kecil; ketakutan saat adegan Jelangkung itu dimulai adalah momen di mana kami semua, bahkan sebagai aktor, merasa merinding beneran. Penonton bioskop harus bersiap untuk sebuah pengalaman yang sangat emosional," ungkap Saputra Kori.


Prestasi Internasional: Tembus Bucheon International Fantastic Film Festival (BiFan) 2026

​Kabar yang tak kalah membanggakan datang dari panggung sinema internasional. Sebelum resmi meneror bioskop tanah air, "402 Rumah Sakit Angker Korea" dinyatakan berhasil lolos Official Selection di ajang bergengsi Bucheon International Fantastic Film Festival (BiFan) 2026 dan akan diputar dalam program bergengsi, Gala Presentation.

​Untuk di kancah internasional, film ini akan menggunakan judul global Korean Haunted Hospital, sedangkan untuk penayangan di Korea Selatan akan menggunakan judul resmi 402 (Pye-byeong-won 402). Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas dan standar teror yang disajikan mampu bersaing di level sinema dunia.

​Martin Lee, Programmer BiFan menyampaikan catatan di balik alasan lolosnya film ini di perhelatan bergensi tersebut. "Tanpa menghilangkan esensi premis dan ketegangan dari versi originalnya, film ini dengan cermat mengangkat fenomena budaya streaming dan pola konsumsi konten modern, membawa sebuah pengalaman baru yang relevan dengan masa kini. Karya ini menghadirkan keseruan baru bagi para penggemar lama, sekaligus menyuguhkan sensasi ketegangan dan ketakutan yang mendalam bagi penonton yang baru pertama kali menyelami kisahnya."

Jangan Sampai Ketinggalan Fenomenalnya!

​Ketika ritual lokal bertemu dengan tempat paling terkutuk di Korea, tidak ada lagi jalan untuk kembali. Siapkan nyalimu, ajak teman-teman terdekat, dan pastikan kamu menjadi bagian dari saksi mata teror Ruangan 402 di Rumah Sakit Angker Korea yang siap menjadi perbincangan nasional.

​Ketika ritual lokal bertemu dengan tempat paling terkutuk di Korea, tidak ada lagi jalan untuk kembali. Siapkan nyalimu, ajak teman-teman terdekat, dan pastikan kamu menjadi bagian dari saksi mata teror Ruangan 402 di Rumah Sakit Angker Korea yang siap menjadi perbincangan nasional.

​"402 Rumah Sakit Angker Korea" siap membuka gerbang mistisnya secara serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026!

TENTANG MD PICTURES

MD Pictures adalah salah satu rumah produksi film dan konten hiburan terbesar di Indonesia yang didirikan oleh Manoj Punjabi. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen berbagai film box office, serial televisi, serta konten digital yang sukses menarik jutaan penonton di dalam maupun luar negeri.

​Sejak berdiri pada tahun 2002, MD Pictures telah memproduksi banyak film populer dari berbagai genre, mulai dari drama keluarga, komedi, hingga horor. Beberapa karya mereka bahkan mencetak rekor jumlah penonton di bioskop Indonesia dan menjadi bagian penting dari perkembangan industri perfilman nasional.


Berikut Trailer Film nya



Senin, 08 Juni 2026

Dwi Sasono Tampil Jadi Bapak yang Problematik di Trailer Terbaru Film Jangan Buang Ibu, Tayang di Bulan Juni Ini!

 

Jangan Buang Ibu jadi rekomendasi film yang tayang bulan Juni ini di bioskop

​Jakarta, 8 Juni 2026 – Aktor Dwi Sasono tampil berbeda saat ia menjadi sosok ayah yang problematik. Ia terlihat banyak mengeluarkan kata kasar hingga membentak, bahkan melakukan kekerasan fisik. Namun, penampilan itu ditunjukkan Dwi Sasono dalam official trailer terbaru film Jangan Buang Ibu yang akan tayang bulan Juni ini di bioskop Indonesia.

​Setelah merilis trailer sebelumnya yang mengharukan dari sudut pandang perjuangan seorang ibu dalam membesarkan ketiga anaknya, kini Leo Pictures merilis cuplikan adegan yang akan membuat penonton terhenyak saat menyaksikan penampilan Dwi Sasono yang jauh di luar dugaan.

​Di trailer terbarunya, Jangan Buang Ibu juga menampilkan kisah tiga anak yang tumbuh dewasa tanpa kasih sayang seorang ayah. Sebuah perasaan dan pengalaman yang banyak dialami anak di Indonesia.

​Memerankan seorang bapak yang problematik dan sosoknya tak hadir untuk keluarga menjadi tantangan tersendiri bagi Dwi Sasono yang dikenal sebagai seorang family man. Namun, ia menyadari bahwa kondisi yang dihadapi oleh karakter Bapak di film Jangan Buang Ibu adalah karena orangtua ingin anaknya berhasil.

​"Dia punya harapan yang terbaik untuk anaknya. Dia tidak mau anaknya gagal seperti dia," kata Dwi Sasono.

​Sementara itu, Dwi sendiri menerapkan parenting bahwa anak adalah titipan, dan bukan sepenuhnya milik orangtua.

​"Parenting yang saya jalani terhadap anak-anak saya, saya percaya anak-anak saya itu bukan milik saya, tapi mereka itu milik semesta. Saya percaya setiap kelahiran itu punya misinya masing-masing, punya blueprint-nya masing-masing," tambah Dwi.

​Sementara itu, Saputra Kori, yang memerankan Tria di film ini, anak bungsu dari Ibu Ristiana, digambarkan sebagai anak yang tak memiliki kasih sayang dari bapaknya bahkan sejak ia dalam kandungan.

​Tria tak mengenal siapa sosok ayahnya, hingga ia tumbuh sebagai remaja. Dan karena situasi itu, Tria tumbuh menjadi anak yang 'cukup' nakal di sekolah. Namun, karena didikan dan kasih sayang ibunya, ia pun berusaha memperbaiki semuanya.

​"Kalau aku di kehidupan nyata jadi anaknya Ibu Ristiana, aku tidak akan melakukan hal-hal bodoh. Aku akan fokus bekerja, benar-benar segiat mungkin sampai aku bisa membalikkan derajat keluargaku dan aku enggak bakal bawa Ibu Ristiana ke tempat yang seperti di film. Aku bakal bikinin dia rumah, aku bakal ajak dia tinggal di sana, aku enggak akan pernah lupain dia," ujar Saputra Kori.

​Di film Jangan Buang Ibu yang akan tayang bulan Juni ini, Dwi Sasono beradu peran dengan Nirina Zubir sebagai suami istri. Keduanya akan menampilkan dinamika orangtua yang penuh emosi dan membawa pengalaman banyak orang dari dalam rumah.

​Selain Dwi Sasono, Nirina Zubir, dan Saputra Kori, Jangan Buang Ibu juga dibintangi oleh Refal Hady, Amanda Manopo, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra.

​Disutradarai oleh sutradara blockbuster Hadrah Daeng Ratu, produser Agung Saputra yang juga telah memproduksi banyak film blockbuster, serta penulis blockbuster Widya Arifianti, Jangan Buang Ibu akan hadir menemani keluarga Indonesia mulai 25 Juni 2026 di bioskop.

​Jangan Buang Ibu juga akan melanjutkan sukses Leo Pictures setelah sukses blockbuster drama keluarga Bila Esok Ibu Tiada yang meraih 3,9 juta lebih penonton di bioskop.

​Ikuti informasi terbaru film Jangan Buang Ibu melalui media sosial resmi Instagram @leopictures_official, @filmjanganbuangibu, dan TikTok @leopicturesofficial.

​***

Sinopsis

​Ristiana (Nirina Zubir), seorang ibu tunggal dengan ketiga anaknya Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori) setelah ditinggal suaminya (Dwi Sasono) hidup dalam kesederhanaan dan kerja keras namun mampu membesarkan buah hatinya dengan baik dihadapkan pada kenyataan bahwa suaminya meninggalkan hutang yang sedemikian besar.

​Terusik dengan keputusan sepihak dari ibunya, Tama, Dewi, dan Tria dilema dengan keadaan dan kondisi yang ada. Mereka yang dulunya dekat, hangat, utuh sebagai keluarga harus merasakan kesenjangan jarak yang membuat kerinduan yang dalam dari Ristiana. Tak putus harapan untuk berbakti pada ibunda, akankah Tama, Dewi, dan Tria mampu mewujudkan itu sebelum terlambat?


Berikut Trailer Film nya 



Tentang Leo Pictures

​Leo Pictures adalah rumah produksi yang hadir sejak tahun 2019. Berfokus pada pengembangan film dan series dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan berbagai genre mulai dari drama keluarga, thriller, hingga horor, Leo Pictures terus berupaya menghadirkan karya yang mengutamakan emosi, kedekatan cerita, dan pengalaman menonton yang berkesan.

Jadi 'Angin Segar' di Film 'Nobody Loves Kay', Aurora Ribero Menyuarakan tentang Mimpi Itu Tidak Ada yang Lebih Tinggi atau Lebih Rendah, Semua Valid!

 


Sejak Gala Premiere hingga tayang perdana di bioskop, respons positif dan ulasan penuh haru terus membanjiri penayangan film drama remaja terbaru, Nobody Loves Kay. Film perdana garapan sutradara debutan Bernardus Raka ini sukses menyentuh hati ribuan penonton lewat kisah kegigihan seorang remaja bernama Kay (Bima Azriel) yang nekat mengejar mimpi tak konvensional menjadi pro-player Mobile Legends, meski dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitarnya.

​Namun, daya tarik film kolaborasi ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, dan Qun Films, bekerja sama dengan Visinema Pictures ini tidak hanya terletak pada ketegangan arena e-sports. Kehadiran aktris muda berbakat, Aurora Ribero, yang memerankan karakter Amanda, sukses membawa bumbu romansa anak muda yang segar sekaligus penuh dilema emosional.


Bumbu Romansa yang Terhalang Tuntutan Masa Depan

​Aurora Ribero, yang merupakan peraih dua kali nominasi Piala Citra, kali ini bertransformasi menjadi Amanda, seorang siswi berprestasi, ambisius di bidang akademis, dan memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan Kay.

​Pertemuan dua dunia yang berbeda ini melahirkan dinamika hubungan yang sangat menarik. Berada di batas tipis antara persahabatan dan romansa, karakter Amanda memberikan gambaran nyata tentang bagaimana indahnya romansa masa sekolah yang sayangnya harus berbenturan dengan kerasnya tuntutan masa depan.

​Meskipun Amanda berambisi mengejar jalur konvensional untuk menjadi seorang dokter dan Kay fokus pada layar ponselnya, keduanya justru memperlihatkan hubungan yang dewasa. Di tengah badai skeptisisme lingkungan, mereka terus berusaha memahami mimpi satu sama lain dan saling menguatkan dalam menjalani beratnya fase pendewasaan remaja.


Pesan Mendalam: Tidak Ada Mimpi yang Lebih Rendah!

​Melalui perannya sebagai Amanda, Aurora Ribero mengaku sangat jatuh cinta dan percaya dengan pesan moral mendalam yang ditiupkan oleh Bernardus Raka ke dalam film ini. Bagi Aurora, film ini adalah tamparan sekaligus pelukan hangat bagi anak muda yang sering merasa mimpinya dihakimi.

​"Walau punya mimpi yang berbeda dengan Kay, menjadi dokter, sebuah mimpi yang lebih mudah diterima dan diakui oleh banyak orang, Amanda sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Kay. Keduanya punya tujuan besar yang ingin mereka raih, bagaimanapun caranya," ungkap Aurora Ribero dengan penuh keyakinan.

​Aurora juga menambahkan bahwa karakter Amanda memberikan sudut pandang baru yang sangat penting bagi generasi sekarang tentang arti menghargai pilihan hidup orang lain.

​"Aku rasa karakter ini memberi pelajaran penting ke kita semua kalau semua mimpi itu valid dan pantas diperjuangkan, bagaimanapun bentuknya. Tidak ada mimpi yang lebih tinggi atau lebih rendah," lanjutnya.


Serbu Bioskop Sekarang, Nikmati Promo Buy 1 Get 1 Free!

​Kisah kedekatan Amanda dan Kay menjadi bukti bahwa Nobody Loves Kay adalah film yang komplet. Bukan cuma soal game, tapi soal cinta, ego, persahabatan, dan keberanian untuk prove them wrong di hadapan dunia.

​Bagi kamu yang sedang berjuang demi cita-cita atau sedang merindukan hangatnya romansa masa SMA, film ini adalah tontonan yang wajib kamu saksikan minggu ini.

​Kabar gembira untuk kalian, film Nobody Loves Kay sedang menanti kalian di bioskop hari ini dengan Promo Spesial BOGOF (Buy One Get One Free) yang bisa kamu sikat langsung di aplikasi M-TIX, TIX ID, Cinepolis, dan CGV!

​Yuk, ajak orang tersayang atau gebetan kamu ke bioskop sekarang juga sebelum kehabisan tempat duduk! Jangan lupa pantau terus akun sosial media resmi @nobodyloveskay untuk kejutan dan informasi ter-update lainnya!

Jumat, 05 Juni 2026

UFO Jatuh ke Bumi, Tretan Muslim Berteman dengan Alien di Official Teaser Trailer & Poster Film Foufo

 

Film Foufo tayang 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia


Jakarta, 5 Juni 2026 — Setelah kehebohan yang menggemparkan Indonesia dan media sosial adanya kejatuhan UFO di Madura, kini gebrakan fenomenal dihadirkan oleh Skak Studios dan Sinemart, dengan menghadirkan film komedi sci-fi berjudul Foufo karya sutradara Bayu Skak. Dalam official teaser trailer yang dirilis, memperlihatkan UFO yang jatuh ke Bumi, dan membuat Tretan Muslim berteman dengan Alien.

Teaser trailer Foufo menampilkan benturan yang sangat lucu, saat alien berada di tengah-tengah keluarga Madura. Muslim sedang berusaha mendapat pinjaman bank untuk melunasi biaya haji ibunya.

Di tengah keterdesakan itu, Muslim diajak temannya, Kacung, untuk mencuri rel kereta. Suatu malam, keduanya bersama ipar Muslim, Ipul pun melancarkan aksi mereka.

Namun, di tengah aksi pencurian, tiba-tiba benda asing jatuh dari langit. Ketiganya pun lalu membawa pulang benda yang penuh besi tersebut dan gagal mencuri rel kereta. Saat di rumah, benda asing itu ternyata membawa penumpang yang membuat kaget seluruh anggota keluarga besar Muslim. Apa yang akan terjadi berikutnya?

Sementara itu, dalam official teaser poster Foufo, menampilkan fokus terhadap sosok Foufo sang alien yang jatuh ke Madura, dengan kepala bulatnya yang besar berantena, serta wajahnya yang berbinar tersenyum lugu. Di sebelahnya, hadir Tretan Muslim, yang akan menjadi kawan si alien tersebut.

Film Foufo disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser eksekutif David Suwarto, dan produser Bayu Skak bersama Ricky R. Setiawan. Film ini menggabungkan elemen animasi dan live action, dan hampir 80% dari para pemerannya adalah casting saat di Madura.

“Kami ingin membawa sesuatu yang baru di perfilman Indonesia, yakni komedi sci-fi. Cerita awalnya adalah sangat sederhana, bagaimana jika alien jatuh di Madura, dan dia bertemu dengan keluarga Madura? Itu menjadi sesuatu yang unik,” ujar produser dan sutradara Bayu Skak.

Keterlibatan Sinemart berkolaborasi dengan Skak Studios sendiri sudah dilakukan sejak awal proyek ini berjalan. Saat itu dimulai di JAFF Market 2024, di mana Sinemart dan Skak Studios mengumumkan kerja sama untuk memproduksi film Foufo.

“Kami melihat ide dan cerita yang unik yang dibawa Bayu Skak, yang membuat Sinemart yakin untuk turut berkolaborasi di film Foufo. Film ini juga akan menjadi penawaran baru yang segar di perfilman Indonesia, dengan mengangkat cerita keluarga Madura, serta balutan komedi sci-fi yang menjadikannya unik,” ujar produser eksekutif David Suwarto.

Selain Tretan Muslim, film ini turut dibintangi di antaranya oleh Habib Jafar, Benedictus Siregar, Mieke Shahir, dan Siti Kamariyah. Foufo juga menjadi film pertama Tretan sebagai pemeran utama.

“80% pemain film Foufo itu casting, bahkan ada yang tidak punya latar belakang sebagai aktor. Dan ini yang menjadikan filmnya menarik, karena Bayu Skak tidak mau menjadikan orang Jakarta sebagai orang Madura, tapi memang orang Madura yang menjadi orang Madura di filmnya. Foufo akan menjadi film yang unik karena mempertemukan alien dengan keluarga Madura,” ujar Tretan Muslim.

Film Foufo akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.

***


Tentang Skak Studios

Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.

Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di OTT, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah

OTT. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.


Tentang SinemArt

Sinemart, yang diambil dari 3 kata ‘Sinema’, ‘Art’, dan ‘Mart’, menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara ‘seni’ dan ‘dagang’ melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.

Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Kamis, 04 Juni 2026

Naura Ayu Buka Babak Baru Lewat Album Paling Personal Berjudul “Cerita Penuh Cahaya”

 


Melalui tujuh lagu yang lahir dari pengalaman hidupnya, Naura berbagi kisah tentang bertumbuh, keluarga, persahabatan, kehilangan, dan proses beranjak dewasa Naura Ayu kembali menyapa pendengar melalui album terbarunya bertajuk Cerita Penuh Cahaya. Album ini menjadi album kelima dalam perjalanan bermusiknya, setelah album terakhir delapan tahun lalu. Karya ini hadir di momen yang sangat penting dalam kehidupan Naura, saat ia menginjak usia 21 tahun dan memasuki fase baru sebagai seorang perempuan muda yang tengah bertumbuh. Lebih dari sekadar album, Cerita Penuh Cahaya menjadi dokumentasi perjalanan emosional Naura selama beberapa tahun terakhir. Album ini merekam berbagai fase kehidupan yang ia lalui. Tentang bertahan di tengah hari-hari sulit, menghadapi kehilangan, belajar menerima diri sendiri, hingga menemukan kembali harapan dalam orang-orang yang dicintai.

“Album ini sangat spesial buat aku karena hadir di fase hidup yang juga sangat spesial. Setelah delapan tahun tidak merilis album, aku merilis Cerita Penuh Cahaya di usia 21 tahun, saat aku sedang mengalami banyak perubahan dan pertumbuhan sebagai individu. Buat aku, album ini adalah penanda babak baru, peralihan dari masa remaja menuju kedewasaan. Aku berharap lagu-lagu di dalamnya bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang merasa sendiri, sedang bertumbuh, atau sedang mencari cahaya di masa-masa sulit mereka,” ujar Naura Ayu.

Album ini dibuka dengan lagu berjudul Cerita Penuh Cahaya, sebuah intro yang hadir sebagai doa sekaligus pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit, bahkan setelah melewati hari-hari yang paling sulit. Lagu ini menjadi pembuka yang mengajak pendengar untuk tetap percaya bahwa selama masih diberi satu hari lagi untuk bernapas, selalu ada kesempatan baru dan harapan yang menunggu di depan.

Perjalanan kemudian berlanjut melalui Lampu Jalan, yang sebelumnya sudah dirilis sebagai single. Lagu ini merupakan sebuah refleksi tentang masa kecil yang terasa begitu sederhana dibandingkan kehidupan saat dewasa. Lewat lagu ini, Naura mengajak pendengar bernostalgia dengan diri mereka yang lebih muda, sekaligus mempertanyakan berbagai perubahan, tekanan, dan overthinking yang datang seiring bertambahnya usia.

Sisi yang lebih rapuh hadir dalam Apa yang Kurang?, lagu yang lahir dari pengalaman pengkhianatan dalam sebuah pertemanan yang pernah begitu berarti bagi Naura. Lagu ini menggambarkan perasaan ketika kepercayaan yang telah diberikan sepenuhnya justru berbalas luka, hingga membuat seseorang mempertanyakan nilai dirinya sendiri dan bertanya, “apa yang sebenarnya kurang dari diriku?”

Di Untukmu, yang Belum Kutemui, Naura berbicara tentang cinta dari sudut pandang yang berbeda. Alih-alih mencari seseorang untuk mengisi kekosongan, lagu ini menjadi surat bagi sosok yang belum hadir dalam hidupnya. Sebuah cerita tentang memilih bertumbuh,memulihkan diri, dan menjaga diri dengan baik sambil percaya bahwa cinta akan datang pada waktu yang tepat.

Salah satu lagu paling personal dalam album ini adalah Pilih Kalian Lagi. Ditulis sebagai kejutan untuk kedua orang tuanya, lagu ini menjadi ungkapan cinta dan rasa syukur atas keluarga yang telah membesarkannya. Melalui lagu ini, Naura menyampaikan bahwa di tengah segala perbedaan, kesalahpahaman, dan kekurangan yang dimiliki setiap keluarga, ia akan selalu memilih kedua orang tuanya lagi dan lagi.

Pesan penerimaan diri hadir melalui Tak Ada Tata Caranya. Lagu ini mengingatkan bahwa tidak ada panduan sempurna untuk menjalani kehidupan. Setiap orang pernah merasa bingung, melakukan kesalahan, merasa kurang, atau berusaha terlihat kuat di hadapan banyak orang.

Melalui lagu ini, Naura mengajak pendengar untuk menerima bahwa tidak harus selalu baik-baik saja, karena menjadi manusia berarti memberi ruang bagi diri sendiri untuk terus belajar dan bertumbuh.

Album ini ditutup dengan Terima Kasih, sebuah surat hangat yang dipersembahkan untuk para sahabat, teman sekolah, dan guru-guru yang telah menemani perjalanan hidupnya sejak kecil.

Berangkat dari kerinduan pada masa sekolah dan rasa syukur atas persahabatan yang tetap terjaga hingga hari ini, lagu ini menjadi penghormatan bagi orang-orang yang selalu membuatnya merasa diterima, pulang, dan tetap membumi di tengah berbagai perubahan yang terjadi dalam hidupnya.

Dalam proses kreatif album ini, Naura bekerja sama dengan produser Ivan Tangkulung yang membantu menerjemahkan cerita-cerita personal tersebut ke dalam lanskap musikal yang lebih matang dan modern.

“Bagi saya, album ini menunjukkan metamorfosis Naura. Dari sisi sound dan gaya bermusik, album ini tetap mempertahankan identitas musikal yang selama ini dikenal dari Naura, tetapi hadir dengan sentuhan pop modern yang lebih matang. Prosesnya juga sangat kolaboratif.

Naura banyak berbagi cerita hidup dan referensi musik yang ingin ia hadirkan, sementara saya membantu menerjemahkan cerita-cerita tersebut melalui orkestrasi dan pendekatan produksi pop modern,” ujar Ivan Tangkulung.

Melalui Cerita Penuh Cahaya, Naura Ayu tidak hanya menandai kembalinya dirinya sebagai penyanyi dengan album setelah delapan tahun, tetapi juga membuka lembaran baru dalam perjalanan hidup dan bermusiknya. Sebuah karya yang lahir dari pengalaman personal, namun pada akhirnya berbicara tentang hal yang dekat dengan banyak orang: bertumbuh, menerima, dan menemukan cahaya di tengah perjalanan hidup.

Album terbaru Naura Ayu, “Cerita Penuh Cahaya”, resmi dirilis dan dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming mulai 4 Juni 2026.


NAURA AYU

Artist : NAURA AYU

Album Title : CERITA PENUH CAHAYA

Executive Producer: YONATHAN NUGROHO for TRINITY OPTIMA PRODUCTION

Produced by: IVAN TANGKULUNG

Tracklist :

1. INTRO: Cerita Penuh Cahaya

2. Lampu Jalan SONGLIST

3. Cerita Penuh Cahaya

4. Apa yang Kurang?

5. Untukmu, yang Belum Kutemui

6. Tak Ada Tata Caranya

7. Pilih Kalian Lagi

8. Terima Kasih


Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi “Nurturing STARS to Inspire Happiness”, TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent,perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Rabu, 03 Juni 2026

​Film animasi keluarga tentang keberanian bermimpi dan orang-orang yang memilih untuk percaya pada kita Keajaiban Berawal Dari Rasa Percaya, Saksikan Garuda Di Dadaku Mulai 11 Juni 2026 Di Bioskop

 

​Jakarta, 3 Juni 2026 — Setelah melalui perjalanan panjang dan melibatkan ratusan kreator animasi Indonesia, film animasi keluarga Garuda Di Dadaku akhirnya siap menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 11 Juni 2026.

​Mengangkat kisah Putra (Keanu Azka), seorang anak laki-laki yang bercita-cita menjadi pemain tim nasional Indonesia, Garuda Di Dadaku bukan hanya bercerita tentang mimpi besar seorang anak. Film ini adalah kisah tentang rasa takut, keraguan, kegagalan, dan orang-orang yang tetap memilih untuk percaya pada kita ketika kita mulai meragukan diri sendiri.

​Dalam perjalanannya, Putra ditemani oleh Gaga (Kristo Immanuel), sosok Garuda kecil magis yang membawanya menemukan kembali keberanian untuk melangkah. Ia juga ditemani oleh Naya (Quinn Salman), sahabat yang selalu hadir untuk mengingatkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar ketika kita tidak berjalan sendirian.

​Melalui petualangan yang hangat, emosional, dan penuh tawa, Garuda Di Dadaku mengajak keluarga Indonesia melihat bahwa keajaiban sering kali tidak dimulai dari kemenangan besar, melainkan dari satu langkah kecil, satu dukungan sederhana, dan satu orang yang memilih untuk percaya.

​"Bagi saya, Garuda Di Dadaku lahir dari pengalaman yang sangat personal. Saya percaya setiap anak pernah merasa tidak cukup baik, pernah takut gagal, atau merasa mimpinya terlalu jauh untuk diraih. Saya juga pernah merasakan hal yang sama. Dan sering kali yang membuat kita terus melangkah bukan karena kita tiba-tiba menjadi berani, tetapi ada seseorang yang lebih dulu percaya pada kita," ujar sutradara Ronny Gani.

​Pesan tersebut juga menjadi alasan mengapa Garuda Di Dadaku dirancang sebagai film keluarga.

​"Sebagai orang tua, kadang kita lupa bahwa satu kalimat sederhana, satu bentuk dukungan kecil, bisa menentukan apakah seorang anak berani melangkah atau memilih menyerah. Garuda Di Dadaku adalah pengingat bahwa kepercayaan yang kita berikan hari ini bisa menjadi bagian penting dari mimpi besar mereka di masa depan," ujar produser Shanty Harmayn.

​Selain menghadirkan petualangan yang menghibur, Garuda Di Dadaku juga menjadi wujud kolaborasi besar para kreator animasi Indonesia. Film ini mempertemukan ratusan talenta dari berbagai disiplin kreatif dan studio animasi untuk menghadirkan sebuah cerita yang dekat dengan pengalaman keluarga Indonesia. Selain diproduksi oleh KAWI Animation, film ini turut melibatkan studio-studio animasi dan kreatif seperti Imaji Studio, Manimonki Studio, Leomotions Studio, Robot Playground Media, Ayena Studio, BRD Studio, Bara Studio, AtomicTune Studio, Loom Creations, Moving Things Production, IMV Studio, Shark Animation, LiteFX, serta Brown Bag Films Bali.

​Perjalanan Garuda Di Dadaku juga mendapat pengakuan di panggung internasional. Film ini baru saja terpilih sebagai salah satu nominasi kategori Animation dalam Golden Goblet Awards di ajang Shanghai International Film Festival 2026 dan bersaing bersama karya-karya animasi dari Brazil, Swedia, Norwegia, Denmark, Prancis, Spanyol, Chile, dan Argentina. Pencapaian ini menjadi salah satu langkah penting bagi animasi Indonesia untuk semakin dikenal dan diperhitungkan di kancah global.

​Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, Garuda Di Dadaku merupakan interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah hidup di hati banyak keluarga Indonesia selama lebih dari satu dekade.

​Film ini disutradarai oleh Ronny Gani, dengan Dewi Rosma sebagai Produser Pelaksana. Tim kreatif inti Garuda Di Dadaku juga mencakup R. Katamsi sebagai Art Director, Dimas Yoga MK sebagai Animation Director, Herwin Arkiando sebagai 3D Asset Supervisor, serta Dika Irami sebagai Lighting, Render & Compositing Supervisor.

​Garuda Di Dadaku menghadirkan jajaran pengisi suara Keanu Azka, Kristo Immanuel, Quinn Salman, Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, Sal Priadi, Ringgo Agus Rahman, Rizky Ridho, Zee Asadel, Oki Rengga, Emir Mahira, dan Bima Sena.

​Film ini juga menghadirkan dua original soundtrack, yaitu "Garuda Di Dadaku" yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati dan "Bersama Sang Garuda" yang dinyanyikan oleh Quinn Salman.

Saksikan Garuda Di Dadaku mulai 11 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia.

​Tiket film animasi keluarga GARUDA DI DADAKU sudah bisa dibeli mulai hari ini di semua online platform bioskop XXI, CGV dan Cinepolis juga TIX.ID.

​Karena setiap mimpi besar selalu dimulai dari seseorang yang percaya.

​#GarudaDiDadaku #BeraniBermimpi

Catatan tentang Garuda Di Dadaku

​Garuda Di Dadaku merupakan produksi BASE Entertainment dan KAWI Animation, dengan ko-produksi bersama Robot Playground Media, serta kolaborasi dengan Springboard, BolaLob, AHHA Production, BRD Studio, Dasun Pictures, PK Films, Barunson E&A, IFI Sinema, dan Arendi. Film ini didukung oleh Singapore Film Commission serta bekerja sama dengan brand partners Pilus Garuda, Indomilk Kids, dan Chiki.


​Akun Resmi:

​Instagram: @base.id | @garudadidadaku.film

​TikTok: @base.id | @garudadidadaku.film

​YouTube: BASE Entertainment Indonesia | @BASEIndonesia


Tentang BASE Entertainment

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.


Tentang KAWI Animation

KAWI Animation adalah studio pengembangan IP animasi yang berbasis di Jakarta, dengan tim talenta terbaik Indonesia yang memiliki spesialisasi di bidang Character Designs, Environment Concepts, Narrative & Story development, dan 3D RnD. Sebagai bagian dari ekosistem BASE Entertainment, studio film terkemuka Asia Tenggara yang didirikan oleh Shanty Harmayn, Ben Soebiakto, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, KAWI Animation berkolaborasi dengan berbagai kreator dan studio untuk mengembangkan IP berkualitas yang siap diproduksi menjadi karya animasi. Dukungan dari BASE Entertainment yang telah memproduksi karya-karya seperti serial orisinal Indonesia Netflix Gadis Kretek (Cigarette Girl) dan serial animasi orisinal Netflix Trese, COMEDY ISLAND Indonesia & Filipina di Prime Video, serta film Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore), memperkuat posisi KAWI Animation sebagai pengembang IP animasi terdepan di Indonesia yang menghubungkan talenta lokal dengan standar produksi internasional.


Berikut Trailer nya



​INFORMASI FILM

​Sutradara: Ronny Gani

​Penulis Skenario: Sofia Lo, Makbul Mubarak

​Berdasarkan film orisinil Garuda Di Dadaku oleh Salman Aristo dan Shanty Harmayn

​Produser: Shanty Harmayn, Tanya Yuson, Aoura Lovenson Chandra, Ben Soebiakto, Ronny Gani

​Produser Eksekutif: David Wayne Ika, Raharja Suwitono, Atta Halilintar, Peter Harjani, Jackol Kao, Agus Wibowo, Ervin Han, Bernard Toh, Adi Sumarjono, Michelle Nadya Suwarno, M Fajrin Rasyid, Yoonhee Choi, Sylvie Kim

​Pengarah Artistik: R Katamsi

​Animation Director: Dimas Yoga

​Supervisor Asset 3D: Herwin Arkiando

​Supervisor Lighting Render & Compositing: Dika Irami

​Penyunting Gambar: Aline Jusria

​Penata Musik: Ricky Lionardi

​Penata Suara: Hiro Ishizaka

​Voice Director: Rudolf Baldonado Jr.

​Voice Coach: Jati Andito

​Produser Pelaksana: Dewi Rosma Aswati

​Asisten Produser: Vanesa Valensca, Theo Napitupulu

​Eksekutif Pengembangan Kreatif: Aloysia Rarasningtyas, Sasthi Nandani

​Penyelia Pascaproduksi: Fabrian Hendro


Pemeran:

​Kristo Immanuel sebagai Gaga

​Keanu Azka sebagai Putra

​Quinn Salman sebagai Naya

​Bima Sena sebagai Aldo

​Revalina S. Temat sebagai Dewi Garuda

​Revalina S Temat sebagai Dewi Garuda

​Ringgo Agus Rahman sebagai Bima Garuda

​Sal Priadi sebagai Jaya Garuda

​Rizky Ridho sebagai Saka Garuda

​Zee Asadel sebagai Isha Garuda

​Emir Mahira sebagai Bayu

​Ibnu Jamil sebagai Ayah Putra

​Oki Rengga sebagai Coach Ronggur

Senin, 01 Juni 2026

Film Monster Pabrik Rambut Menyajikan Horor Fantasi Retro dengan Pengalaman Sinematik yang Berbeda, Mengangkat Secara Jujur Keresahan Jutaan Pekerja Tentang Normalisasi Lembur Kurang Tidur

Film Monster Pabrik Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 1 Juni 2026 — Palari Films mempersembahkan film terbaru karya sutradara Edwin, Monster Pabrik Rambut, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev, Monster Pabrik Rambut menghadirkan pengalaman horor fantasi retro dari latar pabrik rambut dan situasi para pekerjanya yang kurang tidur.

​Edwin menghadirkan sosok monster, yang turut menawarkan keberagaman genre horor di Indonesia. Situasi-situasi horor di film ini dibangun dari atmosfer pabrik rambut yang creepy, sosok Bos Maryati (Didik Nini Thowok) yang tersenyum manis namun eksploitatif, serta serangkaian kejadian janggal yang menimpa para pekerja mereka.

​Sebagai sutradara yang karya-karyanya telah diakui secara internasional dari berbagai festival dan ajang penghargaan, Edwin kembali membawa kebaruan dengan eksperimen visual dan eksplorasi cerita yang inovatif di Monster Pabrik Rambut. Di film ini, Edwin mengkritisi hustle culture yang justru diglorifikasi, dengan menghadirkan ketegangan horor yang berasal dari rutinitas kerja sehari-hari, bukan horor spiritual.

​Film ini menyoroti realita bahwa kerja berlebihan juga bisa membawa pada situasi yang menyeramkan. Dengan mengangkat keresahan jutaan pekerja saat lembur dinormalisasi, Monster Pabrik Rambut secara jujur meneriakkan jeritan yang sudah terlalu lama ditahan oleh para pekerja Indonesia.

Eksplorasi Edwin di Monster Pabrik Rambut salah satunya ditunjukkan dengan pendekatan practical effect tanpa CGI, untuk menampilkan sisi retro yang ada di film ini. Menjadi sebuah tawaran yang segar dan berbeda di tengah lanskap film horor Indonesia saat ini.

​Edwin juga kembali bermain-main dengan fantasinya yang unik dan eksentrik dengan hadirnya sosok Monster di film ini, Bos Pabrik, Maryati, yang memanfaatkan persona misterius Didik Nini Thowok, serta kehadiran karakter Bona yang didesain mampu meregenerasi tubuhnya. Visualisasi yang tampak 'liar dan berani' adalah sisi fantasi film Monster Pabrik Rambut, meneruskan visi sinematik dari filmografinya terdahulu.

​Lewat Monster Pabrik Rambut, Edwin menghadirkan gagasan horor yang hadir dari rutinitas keseharian para pekerja. Menggabungkannya dengan genre yang paling populer, menjadi sebuah pengalaman menonton horor yang berbeda.

​Di Monster Pabrik Rambut, Edwin bermain dengan bentuk horor. Bukan dalam bentuk horor spiritual, namun terinspirasi dari horor dan film retro Indonesia era '80-an, dengan menciptakan ketegangan dari nuansa atmosferik dan banyak mengandalkan practical effect.

​“Ketegangan dan teror horor di Monster Pabrik Rambut tercipta dari situasi kita bekerja sehari-hari yang kita hadapi, tanpa harus bersinggungan dengan setan. Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror,” ujar sutradara Edwin.

​Untuk menciptakan nuansa atmosferik horor fantastis retro di Monster Pabrik Rambut, Edwin menggandeng desainer produksi Menfo Tantono, Pemenang Piala Citra FFI 2024 untuk Penata Artistik Terbaik. Edwin dan Menfo menyulap Studio PFN menjadi sebuah pabrik rambut dengan kehadiran rambut asli hingga sekitar dua truk, beserta manekin, prostetik, sisir paku, dan berbagai elemen yang ada di pabrik rambut/wig di dunia nyata.

​Diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Monster Pabrik Rambut turut menjadi ko-produksi internasional lima negara, Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Film ini lebih dulu tayang perdana (world premiere) di Berlin International Film Festival 2026. Monster Pabrik Rambut juga telah tayang di berbagai festival film internasional termasuk Brussels Fantastic Film Festival, Hong Kong International Film Festival (HKIFF) 2026, dan yang akan datang Fantasia Film Festival 2026 di Montreal, Kanada.

​“Keinginan Palari Films membuat film horor adalah sebuah kebutuhan untuk mencoba menghasilkan karya baru, sambil memperkaya khasanah film horor Indonesia. Ide awal film Monster Pabrik Rambut muncul saat Edwin datang dengan pernyataan bahwa sepertinya tempat kerja kita bisa lebih horor dibandingkan film horor itu sendiri. Kita semua pernah merasakan ini, apapun bidang pekerjaan kita. Bagaimana bentuk Monster di tempat kerja kamu?,” ujar produser Meiske Taurisia.

​Rachel Amanda, yang memerankan Putri, mengungkapkan Monster Pabrik Rambut membawa tema yang sangat dekat untuk kelas pekerja di segala lini. Film ini menjadi refleksi terhadap kondisi kerja yang belum ideal.

​“Paling relate dari film ini adalah kita para pekerja kan sering sekali lembur, bahkan terkadang sampai harus mengorbankan beberapa hal di hidup kita seperti waktu dengan keluarga atau waktu luang. Cerita dan para karakter di film ini memperlihatkan betapa horornya dunia kerja yang terkadang bahkan dinormalisasi. Sakit dianggap kerja keras, tapi apakah sistem kerjanya itu benar?” ujar Rachel Amanda.

Sementara Iqbaal Ramadhan, yang memerankan Bona, menyebutkan karakternya sangat unik dan imajinatif. Untuk menciptakan Bona, Iqbaal banyak berdiskusi dengan Edwin.

“Bona adalah karakter yang unik, ajaib, fantastis, dan aneh. Bentuknya berbeda tapi tetap punya keterkaitan yang penting dengan cerita yang diangkat di film ini. Monster Pabrik Rambut adalah horor retro fantasi yang keren dari Edwin, nikmati perjalanannya,” ujar Iqbaal.

“Bona juga menjadi simbol resistansi terhadap standar produktivitas gila-gilaan yang dipaksakan oleh sebuah sistem kepada diri kita yang banyak terjadi saat ini dan banyak dinormalisasi,” tambah Iqbaal.

Saksikan Monster Pabrik Rambut yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Dapatkan informasi terkini melalui akun Instagram @palarifilms atau situs resmi palarifilms.com.


Sinopsis

PUTRI (Rachel Amanda) kehilangan ibunya, yang mati setelah beberapa hari tak tidur karena bekerja siang dan malam. Menurut MARYATI (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik, ibunya mati bunuh diri. Awalnya ia percaya, tapi IDA (Lutesha), adiknya, mengatakan bahwa ibu mereka mati karena kesurupan. Untuk membuktikan omongannya, Ida memutuskan untuk lembur, tak tidur berhari-hari, demi melihat sendiri sosok hitam yang merebut tubuh ibunya. BONA (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka, memiliki kemampuan spesial. Ia mampu meregenerasi bagian tubuhnya. Sosok hitam berhasil menyandera Bona. Mampukah Putri dan Ida menyelamatkan Bona?

Berikut Trailer Film nya


Tentang Palari Films

Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”.

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah “Kabut Berduri” (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya “Dear David” (2023), omnibus “Piknik Pesona” (2022), “Ali & Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018), “Posesif” (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Sukses Menembus Bucheon International Fantastic Film Festival (BiFan) 2026, MD Pictures Rilis Final Poster & Trailer "402 Rumah Sakit Angker Korea": Ketika Mistis Lokal Meneror Koridor Dunia

  Jakarta, 9 Juni 2026 – MD Pictures bersama Umbara Brothers Film menggelar acara konferensi pers yang dihadiri oleh jajaran pemain dan film...