Kamis, 21 Mei 2026

Jelang Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 27 Mei 2026, Film SUAMIKU LUKAKU Semakin Menegaskan Diri Bukan Sekadar Film, tapi Ajakan untuk Memecahkan Kesunyian


Ajak publik bersama-sama memecahkan kesunyian dan menyuarakan stop KDRT melalui kampanye gerakan #memecahkankesunyian


Jakarta, 20 Mei 2026 – Menjelang penayangannya di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026, film terbaru produksi SinemArt, SUAMIKU LUKAKU, menegaskan posisinya bukan hanya sekadar sebuah film drama, tetapi juga sebuah gerakan sosial yang mengajak publik untuk lebih peka terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan dalam relasi, baik yang terlihat secara fisik maupun non-fisik, yang meninggalkan luka yang terlihat maupun luka emosional mendalam yang jarang sekali terlihat.

Selama rangkaian menuju penayangan film, SUAMIKU LUKAKU telah menghadirkan berbagai kegiatan sebagai bentuk aksi nyata untuk membuka ruang percakapan mengenai isu yang selama ini kerap dianggap tabu. Mulai dari Psychology Talkshow & Public Discussion, program Goes to Campus, rangkaian “Nonton Duluan” di berbagai kota, hingga kampanye turun ke jalan melalui gerakan #memecahkankesunyian di Car Free Day secara serentak di 5 kota besar Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat utama film ini, yaitu mengajak masyarakat untuk lebih berani melihat, mendengar, dan tidak lagi berpaling dari kekerasan yang sering tersembunyi di balik citra keluarga harmonis.

“Film ini kami hadirkan bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membangkitkan kesadaran. Banyak korban kekerasan hidup dalam ketakutan dan merasa sendirian karena lingkungan di sekitarnya memilih diam. Melalui SUAMIKU LUKAKU, kami ingin menyampaikan bahwa diam bukan lagi jawaban. Ada cara untuk membantu, ada ruang untuk bersuara, dan ada harapan untuk bangkit. 

Semoga film ini bisa membuka lebih banyak hati dan pikiran masyarakat agar semakin peduli terhadap isu kekerasan dalam relasi,” ujar Executive Producer David Suwarto.

Disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi, serta ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu, SUAMIKU LUKAKU mengangkat kisah AMINA (Acha Septriasa), seorang ibu yang hidup dalam ketakutan bersama IRFAN (Baim Wong), sosok motivator publik yang terlihat baik di mata masyarakat namun penuh kekerasan di dalam rumah. Saat kondisi putri mereka, NADIA (Azkya Mahira), memburuk, Amina mulai menghadapi pilihan terbesar dalam hidupnya: tetap diam atau melawan demi masa depan dirinya dan anaknya.

Produser sekaligus sutradara Ssharad Sharaan mengatakan bahwa film ini dibangun dari kenyataan yang selama ini sering disembunyikan oleh banyak orang. “Kami ingin memperlihatkan bahwa kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk luka fisik. Ada kata-kata, tekanan, rasa takut, dan kontrol yang perlahan menghancurkan seseorang dari dalam. Yang paling menyakitkan sering kali justru terjadi ketika tidak ada seorang pun yang mau percaya atau mau mendengar. Karena itu, film ini bukan hanya tentang penderitaan Amina, tetapi tentang bagaimana keberanian untuk bersuara bisa menjadi awal perubahan,” ujar Ssharad Sharaan.

Bagi Acha Septriasa, memerankan karakter Amina menjadi pengalaman yang membuka pemahaman baru tentang kompleksitas korban kekerasan dalam relasi. “Amina membuat saya memahami bahwa banyak korban sebenarnya sadar mereka terluka, tetapi mereka terjebak dalam rasa takut, tekanan sosial, dan harapan bahwa semuanya akan berubah. Yang paling penting dari karakter ini adalah bagaimana ia akhirnya memilih dirinya sendiri dan anaknya untuk keluar dari lingkaran tersebut. Saya berharap penonton bisa ikut merasakan bahwa keberanian sekecil apa pun tetap berarti,” ungkap Acha Septriasa.

Sementara itu, Baim Wong mengungkapkan bahwa karakter Irfan menjadi pengingat bahwa pelaku kekerasan tidak selalu tampak buruk di depan publik. “Yang membuat karakter Irfan terasa mengerikan justru karena dia terlihat normal, dihormati, bahkan dipercaya banyak orang. Itu yang sering terjadi di dunia nyata. Kekerasan bisa tersembunyi di balik citra baik seseorang. Saya berharap karakter ini bisa membuat penonton lebih sadar untuk tidak mudah menutup mata terhadap apa yang mungkin terjadi di sekitar mereka,” ujar Baim Wong.

Terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, SUAMIKU LUKAKU hadir sebagai cerita tentang luka yang tidak selalu terlihat, tentang keberanian untuk bersuara, dan tentang pentingnya dukungan lingkungan bagi korban kekerasan dalam relasi.

Original soundtrack “Aku Bangkit” yang dibawakan oleh Kris Dayanti dan ballad version-nya yang dibawakan oleh Chae Yeon, penyanyi asal Korea Selatan, turut menjadi penguat emosi perjalanan Amina tentang luka, keberanian, dan proses untuk bangkit.

Tonton film SUAMIKU LUKAKU di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.


SINOPSIS

Suamiku Lukaku bercerita tentang Amina (Acha Septriasa), seorang ibu yang menjalani kehidupan yang sulit, menikah dengan Irfan (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di depan orang lain, tapi menakutkan di dalam rumah. Saat kondisi anak mereka, Nadia (Azkya Mahira), semakin memburuk dan nyawanya terancam, Amina harus bertahan dalam kekerasan dan ketakutan setiap hari, tanpa ada yang benar-benar melihat penderitaannya. Ketika ia bertemu Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan, muncul harapan untuk 

bebas. Tapi kebebasan selalu ada harganya. Di dunia di mana kebenaran harus dibayar mahal, seberapa jauh seorang ibu akan berjuang demi anaknya.

The Other Sister Tayang 29 Mei, MAXstream TV dan iQIYI Hadirkan Drama Misteri yang Dekat dengan Realita Relasi Masa Kini

 

Kolaborasi strategis ini memperluas akses konten lokal berkualitas dan menghadirkan pengalaman menonton yang relevan, emosional, dan penuh kejutan bagi pelanggan


​JAKARTA, 21 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hiburan yang tidak hanya menghibur tetapi juga relevan secara emosional, MAXstream TV bersama iQIYI menghadirkan original series Indonesia Bercinta Dengan Maut (The Other Sister). Series ini dijadwalkan tayang mulai 29 Mei 2026 dan membawa kisah misteri yang membumi, dengan konflik keluarga, identitas, serta dinamika relasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran konten ini diharapkan dapat memberikan pilihan tontonan yang lebih bermakna bagi pelanggan. Inisiatif ini juga menjadi respon terhadap tren konsumsi konten digital yang semakin personal dan story-driven.

​Melalui cerita yang kuat dan atmosfer yang intens, The Other Sister menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam menghadirkan pengalaman hiburan digital yang lebih dari sekadar tontonan. Cerita dirancang untuk membangun keterlibatan penonton secara bertahap melalui narasi yang berlapis dan karakter yang kompleks. Pendekatan ini memungkinkan pelanggan menikmati pengalaman menonton yang lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, pelanggan tidak hanya terhibur tetapi juga merasa terhubung dengan cerita yang disajikan.

​VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, mengatakan, “Telkomsel memahami kebutuhan pelanggan akan hiburan yang relevan dan mudah diakses. pelanggan menjadi fokus utama dalam setiap inovasi layanan digital yang dihadirkan, sehingga setiap produk dan konten yang diluncurkan mampu memberikan nilai tambah yang nyata. Melalui kolaborasi ini, Telkomsel berupaya menghadirkan pengalaman menonton yang personal dan berkualitas sebagai bagian dari komitmen Melayani Sepenuh Hati.”

​Serial ini mengikuti perjalanan Raya (Haico Van Der Veken) yang berupaya mengungkap kebenaran di balik kematian misterius saudara kembarnya, Anna. Dalam prosesnya, Raya menyamar menjadi Anna untuk masuk ke dalam keluarga Ardiano yang dikenal memiliki kekuatan politik serta menyimpan banyak rahasia. Situasi ini menghadirkan berbagai konflik emosional, dilema moral, dan ketegangan psikologis yang terus berkembang di setiap episode.

​Dibintangi oleh Haico Van Der Veken, Maxime Bouttier, Dinda Kirana, dan Teuku Rassya, The Other Sister menghadirkan performa akting yang kuat dengan karakter yang memiliki lapisan moral yang kompleks. Setiap karakter dirancang untuk merepresentasikan sisi manusia yang realistis, termasuk kelemahan, ambisi, dan konflik batin. Alur cerita yang penuh plot twist memperkuat daya tarik series ini sebagai tontonan yang memancing rasa penasaran. Hal ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman binge-watching yang engaging bagi pelanggan.

​Sebagai hasil kolaborasi antara MAXstream TV, iQIYI, dan Hitmaker Studios, series ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati konten lokal berkualitas. Kolaborasi ini juga menunjukkan komitmen Telkomsel dalam memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia melalui distribusi yang lebih inklusif. Dengan dukungan platform yang luas, konten lokal memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau audiens yang lebih beragam. Upaya ini sekaligus mendorong daya saing industri kreatif Indonesia di tingkat global.

​Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam mengatakan, “Melalui Bercinta Dengan Maut (The Other Sister), kami merasa bangga dapat menghadirkan konten lokal pertama iQIYI Indonesia. Ini menjadi langkah penting sekaligus bentuk komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal dan menghadirkan cerita yang dekat dengan penonton Indonesia. Kami optimis series ini akan disukai karena memiliki cerita yang kuat, emosional, dan relevan dengan dinamika penonton saat ini. Ke depannya, iQIYI akan terus menghadirkan konten lokal berkualitas dengan standar produksi yang mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di tingkat regional dan global.”

​Dengan alur cerita yang penuh kejutan, The Other Sister diharapkan menjadi salah satu pilihan tontonan favorit pelanggan. Pendekatan karakter yang kuat membuat cerita terasa lebih hidup dan relatable. Hal ini memberikan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur tetapi juga membekas secara emosional. Series ini dirancang untuk menjawab ekspektasi penonton terhadap kualitas storytelling yang lebih matang.

​Fadhli menambahkan “Kolaborasi ini merupakan langkah berkelanjutan dalam membuka peluang lebih luas bagi karya kreatif lokal. Melalui distribusi lintas platform, konten Indonesia dapat menjangkau audiens yang lebih besar dan beragam. Selain itu, langkah ini turut memperkuat posisi Indonesia dalam industri konten digital global. Hal ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk terus mendorong kemajuan ekosistem digital nasional.”

​Pelanggan dapat menyaksikan The Other Sister mulai 29 Mei 2026 melalui MAXstream TV dan iQIYI dengan akses yang mudah di berbagai perangkat digital. Akses ini mencakup aplikasi mobile, smart TV, hingga platform streaming berbasis internet lainnya. Kemudahan ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk menikmati konten kapan saja dan di mana saja. Dengan dukungan jaringan Telkomsel yang andal, pengalaman menonton menjadi lebih lancar dan nyaman.



Tentang MAXstream TV

MAXstream TV adalah platform OTT unggulan dengan koleksi film dan series Indonesia lintas era dan genre, eksklusif serta tanpa biaya tambahan bagi seluruh pelanggan Telkomsel, yang dapat diakses melalui aplikasi mobile, Android TV, maupun langsung dari Set-Top Box (STB) untuk TV dengan berlangganan IndiHome. Untuk mendownload aplikasi bisa melalui Google Play Store dan App Store.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: https://MAXstream.tv/

Instagram: @MAXstream.tv

TikTok: @MAXstream.tv

YouTube: @MAXstreamTV

App: App Store & Google Play Store


Tentang Telkomsel

Telkomsel adalah penyedia layanan telekomunikasi digital terbaik di Indonesia yang hadir untuk melayani sepenuh hati melalui konektivitas, layanan, dan solusi yang unggul dan inovatif. Berdiri sejak 1995, Telkomsel terus mendukung transformasi digital bangsa dengan jaringan 4G yang menjangkau 97% wilayah populasi serta menjadi pionir layanan 5G terdepan dan terluas di Indonesia. Melayani ratusan juta pelanggan mobile dan fixed broadband, Telkomsel fokus menghadirkan ragam produk bernilai tambah beyond telco serta memperluas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengakselerasi kemajuan Indonesia. Operasional perusahaan dijalankan secara berkelanjutan dengan prinsip ESG, dan layanan Telkomsel dapat diakses melalui telkomsel.com, media sosial @telkomsel, aplikasi MyTelkomsel, serta berbagai kanal resmi lainnya.


Tentang iQIYI International

iQIYI menghadirkan iQIYI International (iq.com dan aplikasi internasionalnya), layanan streaming yang menyajikan beragam series TV dan film Asia bagi penonton global. Layanan ini dapat diakses melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan internet di 191 wilayah di seluruh dunia, dengan antarmuka dan subtitle yang tersedia dalam 12 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, Inggris, Melayu, Thai, Vietnam, Korea, dan Spanyol. Saat ini, iQIYI International telah melayani lebih dari 100 juta pengguna dengan katalog konten yang mencakup lebih dari 1.700 judul drama, variety show, dan anime, serta sekitar 2.000 film. iQIYI International juga memiliki kantor lokal di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Amerika Utara.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: www.iq.com

Facebook: @iQIYIIndonesia

Instagram: @iqiyi_indonesia

TikTok: @iqiyi.indonesia

YouTube: @iQIYIIndonesia

App: App Store & Google Play Store

Rabu, 20 Mei 2026

“Unapologetic” Menandai Fase Baru Dikta sebagai Musisi

 

Setelah sempat “menghilang” dari rilisan besar dan hanya merilis satu single sepanjang tahun lalu, Dikta akhirnya resmi kembali lewat EP terbaru bertajuk “Unapologetic” pada tanggal 15 Mei 2026 ( Jumat ). sebuah proyek musik yang terasa jauh lebih personal, lebih berani, dan menjadi titik eksplorasi baru dalam perjalanan bermusiknya.

Bukan sekadar judul, “Unapologetic” menjadi representasi penuh dari kondisi Dikta saat mengerjakan EP ini. Ia menyebut seluruh proses kreatifnya dilakukan secara sadar, penuh keyakinan, dan tanpa penyesalan sedikit pun. “Gua happy dengan EP yang baru ini. Gua bener-bener ngasih 100% yang ada di gua untuk EP ini,” ungkapnya. Nama “Unapologetic” pun dipilih karena dianggap paling tepat menggambarkan keseluruhan energi yang ingin ia hadirkan.

Berisi enam lagu, EP ini memperlihatkan sisi musik Dikta yang belum pernah benar-benar ditampilkan sebelumnya. Meski tidak seluruhnya bersifat eksperimental, beberapa lagu di dalamnya menjadi ruang bagi Dikta untuk akhirnya memainkan warna musik yang selama ini ingin ia eksplor namun belum sempat diwujudkan. Hasilnya, “Unapologetic” hadir dengan nuansa yang berbeda dari karya-karya sebelumnya baik secara musikalitas, pendekatan lirik, hingga emosi yang dibangun.

Dari keenam lagu tersebut, ‘Stop Bilang Iya’ dipilih menjadi fokus track utama. Lagu ini mengangkat tema tentang people pleaser dan menjadi semacam pengingat untuk berani memprioritaskan diri sendiri. Lewat lagu tersebut, Dikta ingin menyampaikan bahwa mengatakan “tidak” bukanlah sesuatu yang salah. “Kalau ‘iya’ terus ya capek aja,” ujarnya.

Secara lirik dan cerita, “Unapologetic” juga banyak terinspirasi dari kehidupan pribadi Dikta sendiri. Mulai dari kisah hidupnya, hubungan keluarga, hingga refleksi personal yang selama ini jarang benar-benar ia buka di karya sebelumnya. Hal ini membuat EP tersebut terasa lebih jujur dan dekat secara emosional.

Menariknya, proses pengerjaan EP ini berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar dua bulan. Di balik itu, ada cerita penuh tekanan dan deadline yang membuat proses kreatifnya berjalan sangat intens. Dikta mengaku sempat salah memperhitungkan jadwal produksi karena terpotong libur Lebaran, membuat seluruh tim harus bekerja ekstra keras hingga kurang tidur demi menyelesaikan semuanya tepat waktu. Meski melelahkan, pengalaman tersebut justru menjadi salah satu proses paling seru baginya.

Perilisan “Unapologetic” juga menjadi momen penting bagi Dikta setelah cukup lama mengambil jeda untuk “me-scanning” dirinya sendiri dan mempertanyakan arah musik yang benar-benar ingin ia jalani. Kini, lewat EP ini, ia merasa sudah menemukan jawabannya dan siap membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya.

Ke depannya, Dikta mengaku akan kembali aktif merilis single secara berkala. Jika materi yang terkumpul sudah cukup banyak, bukan tidak mungkin seluruhnya akan bermuara menjadi sebuah album penuh. Lewat “Unapologetic”, Dikta bukan hanya menghadirkan comeback, tetapi juga memperlihatkan transformasi dirinya sebagai musisi yang lebih jujur, lebih berani, dan tanpa kompromi. EP Unapologetic akan hadir pada tanggal 15 Mei 2026 disemua digital platform.

Fabio Asher Rangkum Dinamika Hubungan Melalui Single Terbaru "Sakitnya Disini"

 

​Fabio Asher kembali lewat Singel menyentuh terbarunya "NIKMATI SAKITNYA". Penyanyi pop pria yang dikenal dengan kekuatan vokal emosional dan lirik yang galau ini resmi merilis single terbaru pertamanya di tahun 2026 ini. Nikmati Sakitnya menggambarkan tentang seseorang yang tetap memilih mencintai kekasihnya walaupun sadar hubungan itu menyakitkan dan tidak seimbang. Ia sadar bahwa dirinya sering diabaikan, hanya dicari saat dibutuhkan, bahkan tidak dianggap sepenuhnya oleh orang yang dicintainya, namun ia tetap bertahan karena rasa cintanya terlalu besar untuk dilepaskan.

​Dalam proses kreatifnya, Fabio turut melibatkan sejumlah nama penting, seperti S/EEK sebagai music arranger yang sudah pernah menangani beberapa karya Fabio sebelumnya. Trakast & Yafi Aria juga ikut kembali membantu mengcompose lagu ini, serta Plato Ginting sebagai vocal director. Lagu ini juga dipoles oleh Yafi Aria (vocal editor) dan Tito P Soenardi (mixing & mastering). Lagu ini juga hadir dengan music video dimana Fabio berperan sebagai model utamanya, videonya sendiri mencoba menggambarkan perasaan seseorang yang mencoba menerima kenyataan saat terus menerus disakiti oleh pasangannya, tapi dia memilih untuk terus bertahan.

​"NIKMATI SAKITNYA" menjadi langkah berikutnya sekaligus pembuktian eksistensi Fabio Asher dalam industri musik Indonesia, setelah sempat merilis album debut "EVERLAST" tahun lalu, serta sederet hits seperti "Bertahan Terluka", "Rumah Singgah", "Tanpa Rasa Bersalah" dan "Berharap Kau Kembali" yang sempat memuncaki berbagai tangga lagu nasional dan internasional. Simak single terbaru Fabio Asher, bertajuk "NIKMATI SAKITNYA" di seluruh digital streaming platform di Indonesia.

Kredit Lagu:

​Composer: Fabio Asher, Trakast, Yafi Aria

​Music Arranger: S/EEK

​Mixing & Mastering: Tito P Soenardi

​Keyboards & Synth: Adrian Rahmat Purwanto

​Drums & Programming: Marco Steffiano & Jessilardus Mates

​Guitar: Yafi Aria

​Vocal Director: Plato Ginting

​Vocal Editor: Yafi Aria

​Indie Label: MJ Entertainment


Tentang Fabio Asher

​Pada bulan 02 Februari 2022 Fabio Asher merilis "Bertahan Terluka" berada dibawah naungan independent label MJ entertainment dan berhasil mencapai peringkat #2 dari Spotify Top 200 Indonesia dan peringkat #1 dari Spotify Viral Top 50 Indonesia, lagu ini juga sukses mendapat peringkat #1 pada Spotify Viral Top 50 Malaysia dan juga masuk pada peringkat #1 dari Spotify Viral 50 Global. Bahkan lagu ini juga berhasil masuk peringkat #1 di Apple Music Top 100 Indonesia dan peringkat #5 di Apple Music Top 100 Malaysia.

​Kemudian pada 5 Mei 2022, Fabio Asher merilis single keduanya yang berjudul "Rumah Singgah" yang kemudian berhasil masuk ke peringkat #2 dari Spotify Top 200 Indonesia, peringkat #6 dari Spotify Viral 50 Indonesia, peringkat #2 dari Spotify Viral 200 Malaysia dan peringkat #3 dari Spotify Viral Top 50 Malaysia. Pada Apple Music lagu ini sukses menduduki peringkat #3 dari Apple Music Top 100 Indonesia dan peringkat #1 dari Apple Music Top 100 Malaysia.

​Lalu pada 3 Agustus 2022 Fabio kembali merilis double-single yang berjudul "Hati Lain Di Hatimu" dan "Akhir Yang Manis". Dimana "Hati Lain Di Hatimu" berhasil kembali menduduki peringkat #35 dari Apple Music Top 100 Indonesia dan Malaysia. Pada 2 Februari 2023, Fabio juga sudah sukses menelurkan mini album pertamanya "ASHER", dimana terdapat 7 lagu didalam EPnya tersebut, dimana 3 lagu diantaranya adalah lagu baru yang belum pernah direlease sebelumnya.

​Pada pertengahan sampai akhir 2023, Fabio banyak berkolaborasi dengan musisi2 ternama seperti Andi Rianto, Brisia Jodie & Prinsa Mandagie. Pada 2 Februari 2024, Fabio merilis single "Berharap Kau Kembali" yang menjadi pengantar untuk full album pertamanya "EVERLAST" yang dirilis pada 24 Mei 2024, berisikan 10 lagu baru termasuk lagu "Berharap Kau Kembali".


Access Fabio Asher :

Instagram : @fabioasher | TikTok : @fabioasher | All DSP : Fabio Asher | YouTube : Fabio Asher

Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih Lucu Maksimal! Bikin Ngakak Sekaligus Merinding, Komedi di Tengah Horor Pesugihan yang Terinspirasi dari Kisah Nyata di Jawa Timur

 

SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih tayang mulai 27 Mei 2026 di Bioskop Indonesia


​Jakarta, 20 Mei 2026 — Starvision kembali bekerja sama dengan Skak Studios dan Legacy Pictures, mempersembahkan karya terbaru lewat sekuel Sekawan Limo, SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih. Di film keduanya, sutradara Bayu Skak dan produser Chand Parwez Servia menampilkan kolaborasi karya yang kembali menghibur penonton Indonesia.

​SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih menjadi film yang menghadirkan kelucuan maksimal melalui komedi-komedi para jajaran ansambelnya, termasuk Demit Benedictus Siregar yang tak pernah gagal memecah tawa penonton. SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih juga menghadirkan lapisan drama dengan bumbu horor yang unik, tentang pesugihan yang menyangkut member dari geng Sekawan Limo, Andrew (Indra Pramujito).

​SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih akan menghadirkan hiburan yang lengkap dengan komedi yang lebih lucu, drama yang menyentuh, dan horor yang bikin merinding. Salah satu pesan mendalam yang disampaikan di film ini adalah tentang jangan pernah mengambil jalan pintas.

​“Di film ini yang menjadi pesan adalah 'ojo nggolek dalan pintas (jangan mencari jalan pintas).' Sesuatu yang instan itu akan berujung petaka. Kita sering banget membandingkan dengan hidup orang lain, apalagi di media sosial kita banyak melihat kesenangan dan kemewahan, tapi kan kita nggak pernah tahu perjuangan di balik itu,” ujar sutradara SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, Bayu Skak.

​Salah satu yang menarik di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih adalah kembalinya geng Yowis Ben, yang secara lengkap menjadi bagian dari jajaran ansambel pemain bersama pemeran baru lain di semesta Sekawan Limo. SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih dibintangi oleh Bayu Skak, Nadya Arina, Benedictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Jihane Almira, Elsa Japasal, Joshua Suherman, Cak Kartolo, Ning Tini, Audya Ananta, Ellea Candice, Cak Ukil, Ferry Salim, Gisella Anastasia, Marwoto, Devina Aureel, Brandon Salim, Tutus Thomson, Andy Sugar, Irene Suwandi, Sanusi, Eunike Unik, Irwan Pramujito, Yongki Setyabudi, Rensia Sanvira, Furry Setya, Dayu Wijanto, Leona Zhen, Zoe Levana, dan Stanley Hao.

​“Di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih kami menyajikan cerita yang lebih kompleks. Setiap karakter memiliki cerita mereka masing-masing, yang akan menambah kekuatan komedinya dan membuat penasaran. Tentunya, film ini akan menjadi hiburan yang dua kali lipat lebih lucu dari film pertamanya,” ujar produser Chand Parwez Servia.

​Film ini akan melanjutkan kesuksesan film pertamanya, yang sukses meraih 2.508.008 penonton. Film pertamanya juga berhasil membawa tren horor-komedi pendakian gunung yang diminati penonton Indonesia.

​Kini, SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih juga masih membawa tema gunung dan pendakian. Namun, di film ini juga ada kisah yang terinspirasi dari kisah nyata tentang praktik pesugihan di Gunung Kawi, Jawa Timur.

Bayu mengungkapkan, dalam penulisan yang terinspirasi dan penggunaan set Gunung Kawi, ia bersama penulis Nona Ica telah melakukan riset secara mendalam. Bahkan, termasuk penggunaan dialek bahasa Jawa yang cukup berbeda dengan wilayah Jawa Timur lain di kawasan Gunung Kawi.

​Jihane Almira, salah satu bintang yang baru bergabung di film ini mengungkapkan antusiasmenya. Syuting bersama Bayu Skak dan Geng Sekawan Limo dengan menggunakan bahasa Jawa, membuat Jihane terasa seperti pulang.

​“Feels like home. Karena kebetulan aku orang Semarang, dan berkarier di perfilman juga sebenarnya ada kesulitan untuk menghilangkan medok bahasa Jawaku. Jadi ketika bertemu dengan sutradara dan pemain yang sangat fasih berbahasa Jawa, itu merasa nyaman,” ujar Jihane Almira, pemeran Aruna di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih.

​“Sekawan Limo adalah salah satu film yang membuat saya semakin dikenal di perfilman Indonesia. Senang rasanya bisa memberikan sajian komedi yang makin pecah di film keduanya ini. Penonton juga akan melihat salah satu adegan yang bakal bikin kalian enggak rela aku punya adegan itu bareng Elsa Japasal,” ungkap Benedictus Siregar.

​Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih akan menjadi sajian komedi horor yang menghibur penonton Indonesia di Bioskop. Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih tayang mulai 27 Mei 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perjalanan Geng Sekawan Limo yang akan membuat tertawa dengan kelucuan maksimal! Pantau informasi terbaru melalui akun Instagram @Sekawanlimo, @Starvisionplus, @SkakStudios, @Legacy.pictures dan Tiktok @StarvisionMovie.


​Sinopsis

​Tiga tahun sejak pendakian Gunung Madyopuro, persahabatan 5 sekawan semakin erat. Ketika mereka reuni di ulang tahun Angel putri Andrew, mereka menyaksikan keluarga itu terancam jadi tumbal pesugihan!

Berangkatlah mereka menemani Andrew ke Gunung Klawih. Namun, Juna menghilang ke dunia demit!

Pemain & Tim Produksi

Nama Pemain - Peran

Bayu Skak - Bagas

Nadya Arina - Lenni

Benidictus Siregar - Juna

Indra Pramujito - Andrew

Firza Valaza - Dicky

Jihane Almira - Aruna

Elsa Japasal - Kina

Joshua Suherman - Wisang

Cak Kartolo - Dukun Kartolo

Ning Tini - Mbah Uti

Audya Ananta - Michelle

Ellea Candice - Angel

Cak Ukil - Cak Ukil

Ferry Salim - Om Lim

Gisella Anastasia - Yu Chen

Marwoto - Dukun Ranto

Devina Aureel - Carrisa

Brandon Salim - Thomas Richard

Tutus Thomson - Ndaru

Andy Sugar - Rudy Alexander

Irene Suwandi - Elsa

Sanusi - Warga Pasar

Eunike Unik - Wening

Irwan Pramujito - Ko Hendi

Yongki Setyabudi - Papa Johan

Rensia Sanvira - Mama Nathalia

Furry Setya - Paijo

Dayu Wijanto - Oma Linda

Leona Zhen - Penyanyi

Zoe Levana - Han Yui

Stanley Hao - Jun Ping


Produksi: Starvision, Skak Studios

​Produser: Chand Parvez Servia, Riza, Mithu Nisar

​Sutradara: Bayu Skak

​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

​Produser Lini: Rini Atmodjo

​Penulis Skenario: Nona Ica

​Pengarah Artistik: Mai Harizon

​Penata Kamera: Adrian Sugiono

​Penyunting Gambar: Wawan I. Wibowo, Jalu Swandaru

​Penata Suara: Aditya Trisnawan

​Perekam Suara: Hasanudin Bugo

​Penata Musik: Mikhael Alpha Beltsazar

​Penata Warna: Chressandy Rorimpandey

​Penata VFX & Grafis: Dalang Digital Studio

​Penata Rias & Efek: Clarista Christie

​Penata Busana: Jeanne Elizabeth Fam

​Penata Peran: Arief Havidz, Hafshoh Mubarak

​Komedi Konsultan: Joshua Suherman

​Perancang Poster: Alvin Hariz


​OST

​Yue Liang Dai Biao Wo De Xin (The Moon Represents My Heart) - Josaphat Children Choir

​Wang Shi Zhi Neng Hui Wei (The Past Can Only Be Remembered) - Leona Zhen

​Gusti, Matur Nuwun - Bayu Skak

​Gandolane Ati - Yowis Ben

Selasa, 19 Mei 2026

Mandela Pictures dan OMG Studios Luncurkan Foto Adegan Bisikan Desa Gringsing yang dibintangi Aghniny Haque, Film Horor Indonesia Pertama dengan Virtual Production, di Marché du Film, Cannes Film Festival 2026

 

Terobosan Baru Asia Tenggara dalam Kolaborasi Produksi, Teknologi, dan Dukungan Pemerintah untuk Industri Kreatif

​Jakarta, 18 Mei 2026 - Setelah diumumkan sebagai bagian dari slate produksi Mandela Pictures di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025 dan Asia TV Forum (ATF) 2025, hari ini Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) untuk pertama kalinya mempublikasikan lima foto adegan dari film terbarunya, sebuah horor misteri berjudul Bisikan Desa Gringsing. Film yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana ini merupakan hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia, sekaligus menjadi film horor Indonesia pertama yang menggunakan teknologi virtual production (VP), menandai terobosan baru bagi sinema genre Asia Tenggara.

​Film Bisikan Desa Gringsing bercerita tentang HESTI (Aghniny Haque), seorang perempuan yang mencari ayahnya yang hilang. Pencarian membawanya ke sebuah kampung bernama Desa Gringsing dan ia pun terseret ke dalam teror arwah FATIMAH (Fatmah Nahdi) yang menghantui desa itu.

​Melalui media sosial, Bisikan Desa Gringsing mempublikasikan foto-foto adegan yang menampilkan tokoh Hesti, diperankan Aghniny Haque, berdiri di sebuah gerbang yang dapat diasumsikan sebagai gerbang menuju Desa Gringsing. Dua foto memperlihatkan Hesti dengan ekspresi yang intens, berdiri di antara sejumlah sosok yang terbaring di sekitarnya dan pada foto ketiga menampilkan karakter Hesti yang sedang berhadapan dengan sosok Fatimah, diperankan oleh Fatmah Nahdi, aktor Indonesia muda pendatang baru yang berbakat. Dua foto lainnya menampilkan tokoh Gagan, diperankan oleh Surya Saputra, serta tokoh Melati, diperankan oleh Hesti Putri.

​Kehadiran Bisikan Desa Gringsing di Marché du Film dalam rangkaian Festival Film Cannes 2026 menjadi debut internasional film ini di panggung pasar global. Mandela Pictures dan OMG Studios juga tengah aktif melakukan pertemuan dengan distributor internasional di market tersebut, dengan penjualan internasional ditangani langsung oleh Mandela Pictures dan target perilisan bioskop yang telah dikonfirmasi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan.

​"Kami di Mandela Pictures berkomitmen untuk menghadirkan karya yang melibatkan kerja kolaborasi jangka panjang seraya berinovasi dalam teknik produksi serta melahirkan cerita-cerita yang meninggalkan jejak emosional bagi penontonnya, tidak berhenti di layar bioskop namun terus dibicarakan. Bisikan Desa Gringsing adalah bukti satu lagi karya kami yang dilatari oleh misi-misi tersebut. Kami senang sekali mendapat dukungan dari Nick Tan beserta tim dari OMG Studios. Semoga kerjasama baik yang kami jalani bersama, dapat sampai juga dirasakan oleh penonton melalui layar bioskop nantinya," ujar Manoj Samtani, Produser Mandela Pictures.

​"Indonesia adalah pasar yang sangat menjanjikan untuk pengembangan karya kreatif. Penonton di sini mengapresiasi karya dengan kisah yang kuat dan unik, karya dengan production value tinggi, serta karya yang memanfaatkan inovasi teknologi. Kolaborasi ini menjadi kesempatan yang tidak mungkin kami lewatkan. Bekerja bersama Mandela Pictures, sutradara Ivander Tedjasukmana, dan jajaran head department yang sangat handal di bidangnya menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi kami. Virtual production bukan sekadar teknologi, ini adalah bahasa kreatif baru bagi penceritaan Asia Tenggara, dan kami bangga bisa menjadi pionir penggunaannya di perfilman Indonesia bersama para partner kami," ujar Nick GC Tan, CEO OMG Studios.

​Teknologi virtual production menghadirkan atmosfer yang mencekam dari Desa Gringsing, mulai dari jalanan berkabut, struktur desa yang terasa mengancam, hingga kemunculan visi supernatural, dengan presisi sinematik yang sulit dicapai melalui pengambilan gambar yang konvensional. Bisikan Desa Gringsing menjadi film panjang Indonesia pertama yang memanfaatkan LED volumetric stage berstandar dunia, di mana para aktor berakting di depan layar LED beresolusi tinggi yang menampilkan lingkungan digital fotorealistik secara real time.

​Bisikan Desa Gringsing menjalani proses syuting di studio virtual production milik OMG Studios yang berlokasi di Iskandar Malaysia Studios (IMS), dengan dukungan program insentif FIMI+ yang dikelola Studios Film Office (SFO). Di Singapura, produksi film ini juga didukung oleh Infocomm Media Development Authority (IMDA). Sementara di Indonesia, film ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana film genre Indonesia dengan production value yang tinggi dapat terwujud melalui infrastruktur kreatif Asia Tenggara yang didukung pemerintah.

​Film Bisikan Desa Gringsing dibintangi oleh Aghniny Haque, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Nina Tamam, Fatmah Nahdi, Iyang Darmawan, Akun Gege, dan Mian Tiara. Film saat ini berada pada tahap akhir paska-produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026, dilanjutkan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Ikuti perkembangan Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun resmi media sosialnya.


INFORMASI FILM

KEY CREW

​Director: Ivander Tedjasukmana

​Screenplay: Ivander Tedjasukmana

​Producers: Manoj K. Samtani, Deepak M. Samtani, Lachman G. Samtani, Nick GC Tan, Chan Pui Yin

​Cinematographer: Oki Prabowo

​Art Director: Ade

​Virtual Production Supervisor: Kelvin Koh

​Virtual Production Technical Director: Shawn Ang

​Virtual Art Directors: Tommy Tan, Mohamed Farhan

​Music Composer: Fajar Yuskemal

​Editor: Yoga Kristianto

Sound Design: Syaifullah Praditya

​SUPPORTED BY Infocomm Media Development Authority (IMDA) | Studios Film Office (SFO) | Ministry of Culture, Republic of Indonesia

​SALES CONTACT Mandela Pictures Email: info@rec.id

​AKUN MEDIA SOSIAL RESMI Instagram: @bisikandesagringsing @mandela_pictures

Twitter/X: @mandela_pictures

TikTok: @mandela_pictures

YouTube: Mandela Pictures

TENTANG MANDELA PICTURES 

Mandela Pictures (dahulu 13 Entertainment) adalah unit bisnis dari REC Media (https://rec.id/mandela-pictures/) yang fokus pada pengembangan cerita, produksi film layar lebar, dan layanan paska produksi termasuk restorasi film berkualitas tinggi. Hingga saat ini, Mandela Pictures telah berhasil merestorasi ratusan film Indonesia sebagai upaya pro aktif untuk turut melestarikan warisan budaya dan sejarah sinema Indonesia. Beberapa film layar lebar yang telah diproduksi adalah Love (2008), Surat Dari Praha (2016), Filosofi Kopi 2 (2017), dan Lagi-Lagi Ateng (2019).

​Visi Mandela Pictures adalah untuk menjadi pemimpin industri dalam inovasi dan kreativitas film, dengan tidak melupakan untuk memelihara warisan naratif yang menginspirasi dan menghibur audiens lokal dan global. Misi Mandela Pictures adalah untuk menghasilkan karya-karya film kolaborasi dengan para insan perfilman terbaik dengan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya kehidupan dan mendidik hati nurani.

MANDELA PICTURES | OCEANUS MEDIA GLOBAL

​TENTANG OCEANUS MEDIA GLOBAL (OMG STUDIOS) Oceanus Media Global (OMG Studios) adalah perusahaan MediaTech berbasis di Singapura yang mengoperasikan studio virtual production (VP) serta kapabilitas konten AIGC di kawasan Asia Tenggara. Studio virtual production milik OMG Studios berlokasi di Iskandar Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia fasilitas yang didukung oleh Khazanah Nasional  sehingga memungkinkan terciptanya produksi virtual production berstandar dunia di kawasan ini. Deretan proyek ko-produksi internasional yang terus berkembang menjadi bagian dari misi perusahaan untuk menempatkan Asia Tenggara sebagai pusat global bagi generasi baru penceritaan kreatif.

MD Pictures Rilis Official Trailer dan Poster 402 Rumah Sakit Angker Korea: Remake Masterpiece Horor Korea yang Sangat Menyeramkan

 




Jakarta, 19 Mei 2026 – MD Pictures bersama Umbara Brothers Film secara resmi merilis official trailer dan poster dari film horor terbaru yang paling diantisipasi tahun ini, "402 Rumah Sakit Angker Korea". Peluncuran perdana ini dilakukan melalui sebuah acara konferensi pers yang digelar hari ini, Selasa, 19 Mei 2026.

​Film ini merupakan remake resmi dari mahakarya horor Korea Selatan yang menjadi salah satu favorit para pencinta film horor di seluruh dunia, Gonjiam: Haunted Asylum by Jung Bum-shik. Namun, bukan sekadar adaptasi biasa, "402 Rumah Sakit Angker Korea" membawa rasa, perspektif, dan sentuhan baru Indonesia yang sangat kental ke dalam narasi ceritanya.

​Melalui official trailer dan poster yang dirilis, penonton disuguhkan kengerian penelusuran sinematik yang intens. Atmosfer yang dibangun memperlihatkan ketegangan yang tidak kalah mencekam dan misterius dari film originalnya, sekaligus menunjukkan betapa besarnya skala produksi dan effort ekstra dari seluruh kru serta pemain untuk menghormati materi aslinya.





​Sutradara Anggy Umbara membagikan pengalamannya dalam menahkodai proyek besar ini. Ia mengakui bahwa film ini merupakan salah satu produksi paling rumit dan menantang sepanjang karier penyutradaraannya.

​"Gonjiam itu bisa dibilang salah satu film horor favorit saya dan Lele (Penulis Skenario, Lele Laila). Jadi, pasti kami harus kasih usaha semaksimal mungkin untuk film ini, supaya bisa melampaui ekspektasi yang tinggi dari para fans. Kami menggunakan total 28 kamera di produksi ini, dan proses pengambilan gambar yang dilakukan secara teknis sangat-sangat rumit," ujar Anggy Umbara.

Komitmen untuk menghadirkan teror yang nyata bukan cuma urusan teknis, tapi juga dirasakan langsung oleh jajaran pemain saat di lokasi syuting. Aktor Saputra Kori, salah satu pemeran di film ini mengungkapkan betapa mencekamnya atmosfer yang dibangun di lokasi syuting selama proses produksi berlangsung.

​"Saat berada di set, suasananya saja sudah tidak main-main seramnya. Kami harus menjalani syuting malam-malam, dan set bangunan rumah sakit ini desainnya benar-benar mengerikan. Kami yang berakting di sana saja sampai merinding setiap kali syuting, jadi bisa dibayangkan bagaimana hasil jadinya nanti di layar lebar. Yang pasti akan jauh lebih seram lagi," ungkap Saputra Kori

​"402 Rumah Sakit Angker Korea" menampilkan deretan aktor dan aktris muda berbakat Indonesia serta kolaborasi lintas negara, di antaranya Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Jang Han-Sol, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, dan Aylena Fusil.

Film ini bercerita tentang sekelompok content creator asal Indonesia yang dikenal sebagai “Para Pencari Hantu”, berkolaborasi dengan kreator konten kakak-beradik “Soul Sisters” serta dua orang yang telah lama tinggal di Korea, nekat melakukan penelusuran langsung di rumah sakit terbengkalai paling angker di Korea Selatan, dengan misi besar meraih 3 juta penonton live. Juna, Adit, Bara, Arum, Yuri, Tyas, dan Daeho awalnya hanya mengejar popularitas viral dan mengharapkan sensasi instan yang mudah didapat.



​Namun, begitu lensa kamera mulai merekam, atmosfer rumah sakit seketika berubah mencekam. Bisikan misterius mulai terdengar, bayangan-bayangan bergerak dalam gelap, hingga satu per satu peralatan teknis mereka mengalami malfungsi. Apa yang awalnya dirancang sebagai aksi hiburan, kini berbalik menjadi teror yang mengancam nyawa.

​Terjebak di dalam bangunan yang menyimpan masa lalu kelam, mereka akhirnya menyadari bahwa entitas di tempat tersebut nyata dan kini gantian memburu mereka. Di titik ini, keluar dan bertahan hidup menjadi satu-satunya konten paling berharga yang harus mereka perjuangkan.

Bersiaplah untuk menguji nyali Anda. “402: Rumah Sakit Angker Korea” siap meneror dan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.




Jelang Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 27 Mei 2026, Film SUAMIKU LUKAKU Semakin Menegaskan Diri Bukan Sekadar Film, tapi Ajakan untuk Memecahkan Kesunyian

Ajak publik bersama-sama memecahkan kesunyian dan menyuarakan stop KDRT melalui kampanye gerakan #memecahkankesunyian Jakarta, 20 Mei 2026 –...