Jumat, 07 Agustus 2026

Film Siti Si Vampir Merilis Official First Look, Ketika Gadis Biasa Jadi Vampir Luar Biasa Film Siti Si Vampir tayang mulai 22 Oktober 2026 di bioskop Indonesia

 

Satine Zaneta dan Ciccio Manassero Jadi Vampir!


Jakarta, 6 Agustus 2026 — Satine Zaneta dan Ciccio Manassero akan beradu
peran untuk pertama kalinya secara bersama dalam film drama komedi Siti Si
Vampir persembahan rumah produksi Bahagia Tanpa Drama. Dalam official first
look yang dirilis, Satine Zaneta tampak bingung, ketika ia bangun tidur dan tiba-tiba
giginya bertaring. Sementara itu, Ciccio Manassero juga jadi sosok vampir yang
menawan dengan setelan serba hitam.

Dari klip perdana yang dirilis, film Siti Si Vampir menampilkan situasi komedi yang
unik, alih-alih suasana horor yang menyeramkan. Film Siti Si Vampir disutradarai
oleh Rahabi Mandra, dengan produser Celerina Judisari. Film ini akan tayang di
bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

“Sebagai produser, saya memang sudah memiliki impian untuk membuat film
tentang vampir. Siti Si Vampir menghadirkan pendekatan yang berbeda, sebuah
drama komedi dengan lapisan drama keluarga dan satir sosial. Perjalanan akan
dimulai ketika Siti yang biasanya bangun tidur di rusun, tiba-tiba terbangun di
kamar mewah,” ujar produser Celerina Judisari.

Selain Satine Zaneta dan Ciccio Manassero, jajaran pemeran film ini di antaranya
adalah Ajil Ditto dan Shania Gracia. Jajaran pemeran muda ini juga akan membawa
film Siti Si Vampir memiliki keunikan dan kesegaran yang dihadirkan lewat akting
dari ansambel yang baru pertama kali bermain bersama-sama.

“"Di Indonesia, vampir itu metafora yang pas untuk kelas atas. Siti ini ibarat
anomali—anak rusun yang mendadak 'digigit' nasib jadi elite. Siti Si Vampir bukan
sekadar komedi tentang taring yang tiba-tiba tumbuh (dari bawah), tapi
menertawakan jarak kelas sosial kita. Bayangkan saja orang biasa yang mendadak
dapat golden ticket masuk ke circle atas. Udah kaget, canggung, kacau balau, bukan
manusia pula,” ujar sutradara Rahabi Mandra.

Film Siti Si Vampir diproduksi oleh Bahagia Tanpa Drama, yang bekerja sama
dengan Vidsee, AZ Films, Spectrum Film, dan PK Films. Menghadirkan genre drama
komedi, Siti Si Vampir akan menjadi kisah yang segar dan unik yang relate dengan
penonton Indonesia, tentang perjalanan gadis biasa yang tiba-tiba masuk dalam
dunia yang serba mewah dan elite.

Film Siti Si Vampir akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober
2026! Ikuti perkembangan terbaru Siti Si Vampir melalui akun Instagram resmi
@bahagiatanpadrama dan @filmsitisivampir.

Viu Original Garam Muda Membawa Hipdut ke dalam Kisah Cinta Anak Muda

 

Dibintangi Junior Roberts dan Aisyah Aqilah, drama komedi romantis remaja sepanjang 12 episode ini tayang eksklusif di Viu mulai 7 Agustus 2026


JAKARTA, 7 Agustus 2026 – Viu, layanan streaming video OTT pan-regional terkemuka yang beroperasi di 16 negara, mengumumkan penayangan drama original terbarunya, Garam Muda (Gairah Masa Muda). Drama komedi romantis remaja sepanjang 12 episode ini menghadirkan jajaran pemain muda yang dipimpin Junior Roberts dan Aisyah Aqilah, sekaligus menghadirkan dunia hipdut, perpaduan khas Indonesia antara hip-hop dan dangdut. Garam Muda tayang eksklusif di Viu mulai 7 Agustus 2026.

Garam Muda berangkat dari sesuatu yang sangat khas Indonesia, tetapi membawa emosi yang universal. Hipdut mempertemukan dua dunia musik, dan keberanian untuk menciptakan perpaduan tersebut mencerminkan cara anak muda Indonesia membentuk kebudayaan dengan gaya mereka sendiri. Melalui perjalanan Kaizen dan Annet, serial ini mengeksplorasi identitas, rasa memiliki, serta keberanian memilih jalan hidup. Di Viu, kami ingin setiap Viu Original lokal memiliki akar budaya yang kuat sekaligus relevan secara emosional. Garam Muda mewakili ambisi tersebut,” ujar Avijit Dutta, Country Manager Viu Indonesia.

Kaizen (Junior Roberts) terlihat memiliki segalanya. Ia populer, dikagumi, dan menempati posisi nyaman dalam hierarki sosial di sekolahnya. Namun, citra yang selama ini ia jaga mulai goyah ketika ia kembali bertemu Annet (Aisyah Aqilah), gadis yang pernah melindunginya dari perundungan.


Terpikat oleh kejujuran dan keberanian Annet, Kaizen diam-diam memasuki dunia hipdut dan bergabung dengan grup musik Annet yang tengah mengejar impian untuk menjadi viral. Upayanya mendekati Annet kemudian memaksa Kaizen berhadapan dengan tuntutan lingkungan pertemanan yang sangat memandang status, cinta segitiga yang rumit, serta ketakutannya kembali menjadi orang yang tersisih.

Dengan memadukan musik, romansa, dan humor khas anak muda, Garam Muda mengangkat pertanyaan yang dekat dengan banyak remaja: seberapa besar mereka berani mengambil risiko untuk menjadi diri sendiri?

Hipdut dalam serial ini menjadi ruang pertemuan bagi karakter-karakter yang sebelumnya terpisah oleh status, latar belakang, dan tuntutan sosial.

Serial ini turut dibintangi jajaran pemain muda, yakni Catherine Alicia (Catheez), Florian Rutters, Adam Farrel, Yusuf Alfiansha, Zoe Levana, dan Ryan Winter.

Garam Muda diperkenalkan melalui gala premiere dan peluncuran pers di Jakarta yang didukung oleh Pronas. Kolaborasi ini berlanjut di dalam serial, dengan Pronas hadir dalam keseharian para karakter, sejalan dengan semangat #AntiRibet dan gaya hidup anak muda yang dinamis. 

Viu-ers dapat menyaksikan Garam Muda secara eksklusif melalui aplikasi Viu yang bisa diunduh secara gratis di App Store dan Google Play serta diakses melalui smart TV tertentu maupun situs www.viu.com. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, unduh Viu melalui App Store atau Google Play, atau kunjungi www.viu.com. Ikuti Viu di Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, dan TikTok.


Tentang Viu

Viu merupakan layanan streaming video over-the-top (OTT) terkemuka yang tersedia di berbagai pasar di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Selatan.

Viu hadir bagi konsumen melalui dua pilihan layanan, yaitu layanan gratis dengan dukungan iklan dan layanan berlangganan premium. Selain menghadirkan berbagai produksi original premium melalui merek “Viu Original”, Viu menayangkan serial televisi, film, dan program gaya hidup dari penyedia konten terkemuka dalam berbagai bahasa lokal dan regional, lengkap dengan pilihan teks terjemahan. Melalui Viu Scream Dates, program temu penggemar lintas pasar, Viu juga memperluas pengalaman menonton di luar layar dengan menghadirkan para bintang lebih dekat kepada penggemar melalui berbagai acara langsung.

Perusahaan induk Viu, Viu International Limited, juga mengoperasikan MOOV, layanan streaming musik digital dan konser langsung populer di Hong Kong.

Viu merupakan bagian dari PCCW Media di bawah PCCW Limited, perusahaan global yang berkantor pusat di Hong Kong dengan bisnis di bidang telekomunikasi, media, solusi teknologi informasi, pengembangan dan investasi properti, serta berbagai sektor lainnya. PCCW juga mengoperasikan ViuTV, layanan televisi gratis di Hong Kong, melalui HK Television Entertainment Company Limited, serta memiliki kepentingan bisnis di Pacific Century Premium Developments Limited dan berbagai investasi global lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.viu.com.


Karya Paling Ambisius Kamila Andini, EMPAT MUSIM PERTIWI, Terseleksi Masuk Toronto International Film Festival 2026 Akan tayang di Bioskop mulai tanggal 8 Oktober 2026, dibintangi Putri Marino, Arya Saloka,Christine Hakim, dan Hana Malasan

 

Jakarta, 4 Agustus 2026 — Kabar membanggakan datang dari rumah produksi Forka Films. Karya paling ambisius dari sutradara Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), secara resmi terpilih untuk ditayangkan perdana secara global (World Premiere) di ajang bergengsi Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Film yang dibintangi oleh deretan aktor papan atas Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Pitrashata Malasan dan banyak aktor yang lainnya—ini akan pulang dan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Empat Musim Pertiwi yang dengan judul Internasional Four Seasons In Java akan tayang di prpgram Centrepiece, yang merupakan program khusus di TIFF yang menayangkan film-film berkualitas dari seluruh dunia dari para sineas internasional. 

Program ini menyoroti penceritaan yang beragam dari berbagai negara. Sebelumnya,program ini dikenal dengan nama Contemporary World Cinema. TIFF 2026 akan berlangsung pada 10–20 September 2026.

Terseleksinya Empat Musim Pertiwi di TIFF 2026 menandai kembalinya KamilaAndini ke panggung festival bergengsi tersebut, setelah sebelumnya sukses membawa pulang penghargaan Platform Prize lewat film Yuni pada tahun 2021.

The Dream Team: Sineas Bertabur Bintang. Kekuatan magis dari visual dan penceritaan Empat Musim Pertiwi tidak lepas dari deretan sineas brilian di balik layarnya. Diproduseri oleh Ifa Isfansyah, film ini kembali mempersatukan para kolaborator luar biasa dari serial fenomenal Gadis Kretek.

Visi penyutradaraan Kamila didukung penuh oleh jajaran kreator terbaik tanah air, termasuk Sinematografer Batara Goempar, I.C.S, Desainer Produksi Dita Gambiro, Penata Busana Hagai Pakan, Penata Rias Astrid Sambudiono, dan Editor Akhmad Fesdi Anggoro. Atmosfer film ini semakin hidup dan emosional berkat rancangan tata suara dari Sound Designer Vincent Villa, serta kolaborasi musik epik dari komposer Ricky Lionardi dan Bottlesmoker.

Karya Sinematik Paling Ambisius Secara skala produksi dan visi kreatif, Empat Musim Pertiwi hadir dengan skala produksi yang jauh lebih besar dibandingkan karya-karya Kamila Andini sebelumnya. Menjelajahi genre yang belum pernah disentuh oleh sang sutradara, film ini secara berani menggabungkan elemen psychological drama, sci-fi, magical realism, western, dan misteri.

Kamila Andini mengungkapkan bahwa pemilihan Gunung Bromo sebagai latar utama adalah sebuah keputusan yang disengaja. Latar ini digunakan untuk mengeksplorasi kontras antara keagungan alam yang megah dan mengisolasi, dengan kehadiran teknologi yang mampu memberdayakan sekaligus menghancurkan. "Ini adalah metafora yang kuat untuk perjalanan karakter saya alam yang megah, namun bisa terasa sangat isolatif," ungkap Kamila.

“Bromo memang sudah ada sejak awal proses kreatif film ini pada 2017. Bahkan sebelum Gadis Kretek atau Yuni. Secara skala produksi, Empat Musim Pertiwi memang lebih kompleks, berat, dengan kanvas yang lebih besar,” ujar produser Ifa Isfansyah.

Lebih dari itu, ambisi besar film ini dibuktikan melalui jaringan kerja sama produksi internasional prestisius. Empat Musim Pertiwi merupakan hasil kolaborasi produksi dari berbagai negara, melibatkan Forka Films (Indonesia) yang bekerja sama dengan ICI ET LA PRODUCTIONS (Prancis), LEMMING FILM (Belanda), STORM PICTURES (Norwegia), PFX (Polandia), dan GIRAFFE PICTURES (Singapura). Dari dalam negeri film ini didukung kolaborasi dari Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros.

Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026!

***


Tentang FORKA FILMS

Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan diberbagai fes:val film internasional.


Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:

● Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)

● Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)

● The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)

● Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzon: 2018)

● Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Plakorm Prize di Toronto 2021)

● Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)

● Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama Awards 2024)

Kamis, 06 Agustus 2026

UNGU Resmi Rilis Music Video "Utara - Selatan", Awali Perjalanan Menuju Konser 30 Tahun "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" Music Video Disutradarai Pasha, Hadirkan Kolaborasi Dua Generasi Keluarga UNGU melalui Kiesha Alvaro dan Zara Leola


 

Jakarta, 5 Agustus 2026 — Setelah merilis single terbaru "Utara - Selatan" pada 30 Juli 2026 sebagai penanda dimulainya perayaan 30 tahun perjalanan bermusik, UNGU kembali menghadirkan babak baru dalam rangkaian perayaan tersebut. Hari ini, band yang digawangi Pasha, Enda, Oncy, Makki, dan Rowman resmi meluncurkan music video "Utara - Selatan", sekaligus membuka perjalanan menuju konser spesial "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang akan digelarkan pada 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Bagi UNGU, "Utara - Selatan" bukan sekadar single baru. Lagu ciptaan Enda ini menjadi awal dari cerita besar yang tengah mereka siapkan untuk merayakan tiga dekade perjalanan berkarya di industri musik Indonesia. Mengangkat kisah dua insan yang masih saling mencintai, tetapi harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak lagi berjalan menuju arah yang sama. "Dari semua perpisahan, saya rasa tidak ada satu pun yang benar-benar mudah untuk diikhlaskan. Selalu ada perasaan yang tertinggal, meskipun pada akhirnya kita harus menerima bahwa tidak semua orang bisa berjalan ke arah yang sama. Dari situlah 'Utara - Selatan' lahir," ungkap Enda.

Kepercayaan penuh dari Trinity Optima Production menjadi ruang bagi UNGU untuk mengeksplorasi kreativitas mereka. Menurut Handi Santoso, salah satu Pendiri Trinity Optima Production, perjalanan UNGU memiliki arti yang sangat penting bagi label yang mendampingi mereka sejak awal. "UNGU adalah band pertama yang bergabung bersama Trinity Optima Production. Selama bertahun-tahun mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan kami. Melihat hari ini Pasha menyutradarai sendiri music video UNGU, sementara Kiesha Alvaro dan Zara Leola menjadi pemeran utamanya, adalah kebanggaan tersendiri karena kami menyaksikan sebuah perjalanan yang terus bertumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya," ujar Handi Santoso.

Keseriusan UNGU dalam menghadirkan karya ini bahkan dimulai sejak proses kreatif. Aransemen lagu mengalami beberapa kali perubahan hingga seluruh personel merasa benar-benar yakin bahwa "Utara - Selatan" adalah lagu yang tepat untuk membuka perjalanan menuju konser 30 tahun. "Kami benar-benar memikirkan karya ini. Musiknya beberapa kali rombak sampai akhirnya semua sepakat, 'ini dia'. Bahkan untuk music videonya pun kami berkali-kali meeting. Jujur, baru kali ini kami seserius ini menggarap sebuah video musik," cerita Oncy.

Untuk pertama kalinya, music video UNGU disutradarai langsung oleh Pasha. Music video ini juga menghadirkan kolaborasi dua generasi keluarga UNGU dengan menampilkan Zara Leola, putri Enda, dan Kiesha Alvaro, putra Pasha, sebagai pemeran utama. Sebenarnya keinginan tersebut telah lama ia sampaikan kepada rekan-rekannya, namun baru kali ini dirasa menjadi momentum yang tepat. "Saya memang sudah beberapa kali menawarkan diri untuk menyutradarai video musik UNGU. Baru di lagu ini semuanya terasa pas. Ceritanya tepat, usia Kiesha dan Zara juga sudah sesuai dengan karakter yang ingin kami bangun. Saya ingin music video ini bisa menyampaikan rasa yang mungkin sulit diucapkan lewat kata-kata, sehingga penonton ikut merasakan perjalanan emosinya," kata Pasha.

Menariknya, ide menghadirkan Kiesha Alvaro dan Zara Leola sebagai pemeran utama justru datang dari Enda. Menurutnya, keduanya telah berada di usia yang tepat untuk membawakan cerita "Utara - Selatan". Selain sudah saling mengenal sejak kecil, chemistry mereka dinilai mampu menerjemahkan kisah cinta dalam lagu ini secara alami.

Bagi Kiesha, keterlibatan dalam music video ini menjadi momen yang telah lama ia nantikan. "Aku sempat bertanya kepada Ayah, apakah saya dipilih karena memang sudah layak atau karena tidak ada pilihan lain. Ternyata jawabannya sederhana, karena memang waktunya sudah tepat. Rasanya menyenangkan akhirnya bisa menjadi bagian dari karya UNGU," ujar Kiesha sambil tersenyum.

Sementara itu, Zara mengaku tidak mengalami kesulitan membangun chemistry dengan Kiesha karena keduanya telah saling mengenal sejak kecil. Tantangan terbesar justru datang dari keinginannya untuk memberikan penampilan terbaik dalam proyek yang menurutnya sangat personal. "Buat aku ini bukan sekadar pekerjaan. Ini proyek keluarga. Karena itu aku ingin memberikan yang terbaik untuk Ayahku dan ayah-ayah ku yang lain, Om Pasha, Om Oncy, Pakde Makki, Pakde Rowman, dan semua yang terlibat di dalamnya," tutur Zara.

Tak hanya melibatkan dua generasi keluarga UNGU, music video "Utara - Selatan" juga melibatkan lebih dari 400 Cliquers, sebutan bagi penggemar UNGU, sebagai extras. Kehadiran ratusan penggemar tersebut menjadikan video musik ini sebagai salah satu produksi terbesar yang pernah dikerjakan UNGU sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan yang telah terjalin antara band dan para penggemarnya selama tiga dekade. Kisah dalam music video pun sengaja diakhiri dengan tulisan "To Be Continued", menjadi petunjuk bahwa perjalanan "Utara - Selatan" belum benar-benar berakhir. Bagi UNGU, ini adalah awal dari rangkaian cerita yang akan terus berlanjut, seiring perjalanan mereka menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter."

Konser yang akan digelar pada 30 Oktober 2026 tersebut dipersiapkan sebagai perayaan terbesar UNGU selama 30 tahun berkarya. Bukan sekadar menghadirkan lagu-lagu hits, konser ini akan membawa penonton menyusuri perjalanan musikal UNGU melalui tata panggung, konsep pertunjukan, dan berbagai kolaborasi yang belum pernah mereka tampilkan sebelumnya. "Ini bukan sekadar konser tunggal. Ini adalah cara kami mengucapkan terima kasih kepada industri musik Indonesia dan kepada semua pendengar yang sudah menemani perjalanan UNGU selama 30 tahun. Karena itu kami mempersiapkannya dengan sangat serius."

Akan ada banyak hal baru yang belum pernah kami lakukan sebelumnya, tetapi semuanya tetap menjadi bagian dari cerita besar perjalanan UNGU," tutup Makki.

Single "Utara -Selatan" telah tersedia di seluruh platform layanan musik digital, sedangkan music video resminya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production mulai hari ini. Perjalanan menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" pun resmi dimulai, dengan berbagai kejutan lain yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Tiket konser yang akan digelar pada 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan ini, kini telah resmi tersedia dan dapat dibeli melalui platform TipTip.id.


Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti UNGU, Afgan, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Rabu, 05 Agustus 2026

Agensi Rumah Tangga Rilis Trailer & Poster! Film Terbaru Sutradara Langganan Blockbuster Lebaran Naya Anindita, Kini Kembali Angkat Realita Anak Muda yang Terkena PHK dengan Balutan Komedi Segar

 

Film Agensi Rumah Tangga tayang mulai 10 September 2026 di bioskop



Jakarta, 5 Agustus 2026 — Setelah sukses di box office dengan film-film Lebarannya, sutradara Naya Anindita kini kembali dengan sajian film terbarunya berjudul Agensi Rumah Tangga. Film bergenre drama komedi persembahan Starvision dari produser Chand Parwez Servia ini akan tayang mulai 10 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Naya yang selalu mengangkat isu relevan, termasuk di film Lebarannya yang sukses tentang dinamika pencari kerja, kini ia kembali dengan isu yang dekat. Memotret fenomena PHK yang melanda pekerja urban, dan cara kembali bangkit. Film ini diadaptasi dari novel best seller karya Almira Bastari, dengan penulis skenario Upi dan Ayu Anggraini Putri.


Official poster #1


Kisahnya mengikuti Katia (Enzy Storia), yang hidupnya lagi apes-apesnya. Jadi korban PHK, ditolak kerja di banyak tempat, dapat banyak tekanan dari ibunya, sampai terdesak cicilan KPR. Hal itu pun membuatnya berpikir keras, apa sudah saatnya membuka usaha?

Saat lagi terpuruk, Katia pun dapat ide bisnis cemerlang setelah ibunya yang mau pensiun terpaksa memberhentikan asisten rumah tangganya, Bi Minah (Tike Priatnakusumah). Katia berpikir, bagaimana kalau jadi penyalur asisten rumah tangga (ART) saja?


Official poster #2


Tapi menjadi penyalur ART ternyata penuh drama, termasuk drama romantika dengan klien artisnya, Kafka (Afgangsyah Reza). Drama ART yang tak ada habisnya pun membuat Katia menghadapi dilema. Apakah lebih baik jadi PNS sesuai harapan ibunya, atau mempertahankan para ART yang sudah jadi keluarga baru baginya?

Dalam official trailer yang dirilis, konflik ibu dan anak tentang mencari nafkah terasa sangat emosional. Sementara bercandaan yang muncul sepanjang trailer juga sudah bikin pecah.

"Bagi Starvision, film Agensi Rumah Tangga adalah potret apa yang sedang terjadi dengan situasi banyak orang saat ini, ketika mencari kerja begitu sulit, dan banyak karyawan yang terkena PHK. Diceritakan dengan drama komedi yang menghibur, dengan jajaran ansambel pemain yang meriah, sehingga karya ini menjadi proyek yang memecahkan rekor menggabungkan banyak komika perempuan di perfilman Indonesia," ujar produser Chand Parwez Servia.


Official poster #3



Sebagai sutradara yang dikenal punya banyak sirkel pertemanan, Naya pun kembali memboyong para sahabatnya untuk bermain di film ini. Agensi Rumah Tangga dibintangi oleh Enzy Storia, Afgangsyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Dea Panendra, Astrid Juwita, Nury Zhafira, Farrell Rafisqy, Khalif Al Juna, Sheila Dara, Hesti Purwadinata, Lulu Tobing, Febby Rastanty, Dayu Wijanto, Nazira C Noer, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Niky Putra, Mario Caesar, Kev, Oline Mendeng, Yono Bakrie, Marchella FP, Rendha Rais, Reza Chandika, Arvino Ramadhan, Oki DM, Anyun Cadel, Elia Margaretha, Yudha Brajamusti, McDanny, Shela Lala, Vadie Akbar, Dian Iyoy. Sementara itu, jajaran komika perempuan terbanyak hadir di film ini, mereka di antaranya adalah Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila.

"Film Agensi Rumah Tangga menjadi proyek yang sangat menyenangkan dan hangat. Dari proses persiapan sampai akhir syuting. Proses ini juga menjadi rezeki bagi saya, bisa berkarya dengan orang-orang hebat yang selalu bekerja dengan sepenuh hati," ujar sutradara Naya Anindita.

Di film ini, untuk pertama kalinya Enzy Storia menjadi pemeran utama untuk film yang disutradarai Naya Anindita. "Syutingnya sehat banget, bukan karena isinya teman-temannya Naya, tapi semua kru juga happy. Ini jadi project pertemanan yang seru dan sangat menyenangkan," kata Enzy Storia.





Di film ini, Afgan tak hanya menjadi pemeran. Namun juga mengisi OST lewat lagu barunya berjudul Langit Merah Muda, yang menggambarkan POV dan perasaan Kafka, tokoh utama yang diperankan oleh Afgan.

"Rasanya Agensi Rumah Tangga jadi bentuk karya yang bisa menjadi legacy dari sebuah pertemanan. Di film ini, aku berperan bareng Enzy dan terlibat love interest dengan cerita yang mendalam, disutradarai oleh Naya. Kami berteman sudah sangat lama dan saling support satu sama lain, dan ini jadi bentuk support proyek teman yang paling maksimal dari aku," kata Afgan.

Menuju tayangnya film Agensi Rumah Tangga pada 10 September 2026 di bioskop, OST lagu Langit Merah Muda akan dirilis terlebih dulu pada 27 Agustus 2026 di seluruh platform streaming digital.

Dengan dukungan ansambel pemeran yang menarik dan lucu, film Agensi Rumah Tangga siap mengocok perut penonton dengan humor yang tidak terduga dan cerita drama yang menyentuh.

Ikuti perkembangan terbaru film Agensi Rumah Tangga melalui Instagram @FilmAgensiRumahTangga, @Starvisionplus, @LegacyPictures, @VorteraStudios, @Navvaros.entertainment dan TikTok @StarvisionOfficial.

Sinopsis

Katia yang di-PHK perlu pekerjaan baru untuk membayar KPR, hingga memutuskan menjadi penyalur asisten rumah tangga (ART). Berbagai drama yang penuh romantika membuatnya bimbang antara mencari pekerjaan baru sesuai harapan ibunya, atau mempertahankan para ART yang sudah jadi keluarga baru baginya.

Official Trailer 



Pemain dan Tim Produksi

Enzy Storia — Katia Amaranto
Afgansyah Reza — Kafka
Fita Anggriani — Sashi
Ardit Erwandha — Banu
Yunita Siregar — Mila
Unique Priscilla — Titin
Tike Priatnakusumah — Bi Minah
Nada Novia — Nisa
Ummi Quary — Siti
Musdalifah Basri — Asih
Neneng Wulandari — Marsih
Dea Panendra — Dini
Boah Sartika — Denok
Priska Baru Segu — Rina
Astrid Juwita — Ratih
Nury Zhafira — Fitri
Mega Salsabila — Ica
Farrell Rafisqy — Kenzi
Khalif Al Juna — Kenzo
Sheila Dara — Viona
Hesti Purwadinata — Tessa Effendi
Lulu Tobing — Danila
Febby Rastanty — Quina
Dayu Wijanto — Miranti
Nazira C. Noer — Ira
Freya Mikhayla — Aurora
Azamy Syauqi — Dio
Niky Putra — Petugas CPNS 1
Mario Caesar — Peserta Ujian CPNS 1
Kev — Peserta Ujian CPNS 2
Oline Mendeng — Hani
Yono Bakrie — Yono Sayur
Marchella FP — Cecel Pegawai TV
Rendha Rais — Widya
Reza Chandika — Candra Chandika
Arvino Ramadhan — Petugas CPNS 2
Oki DM — Wanto Furniture
Anyun Cadel — Toha
Elia Margaretha — Wanita Bertubuh Besar
Yudha Brajamusti — Dukun
McDanny — Pembeli Mobil Katia
Shela Lala — Mbak Lala
Vadie Akbar — Reza
Dian Iyoy — Bapak Main Gaple

Produksi: 
Starvision
Legacy Pictures
Vortera Studios
Navvaros

Produser:
Chand Parwez Servia
Riza
Reza Servia
Mithu Nisar

Sutradara: Naya Anindita

Produser Eksekutif:
Amrit Dido Servia
Raza Servia
Futih Aljihadi
Lisbeth Simarmata
Muhammad Noviar Rahman
Nazira C Noer
Trivet Sembel

Produser Lini: Rini Atmodjo

Penulis Skenario:
Upi
Ayu Anggraini Putri

Dari Novel Best Seller: Almira Bastari
Penata Artistik: Jacobus Dimas
Penata Kamera: Robert Cauble
Penyunting Gambar: Ahmad Yuniardi
Penata Suara: Aditya Trisnawan
Perekam Suara: Waim Ahmad Fahreizi
Penata Musik: Hariopati Rinanto
Penata Warna & VFX: Super 8MM Studio
Penata Grafis: Mataque Studio
Penata Rias: Amalia Cantiqa
Penata Busana: Aldie Harra
Penata Peran:
Arief Havidz
Abie Prabu
Perancang Poster: Alvin Hariz
OST:
Langit Merah Muda — Afgan
Tak Ada Rencana (Kujatuh Cinta) — Afgan
Jatuh, Bangkit Kembali! — HIVI!
Kita Bikin Romantis — MALIQ & D'Essentials

Tentang Starvision

Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Tentang Legacy Pictures

PT LEGACY FILM berdiri sejak tahun 2011 dan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Perfilman dan Perekaman Video.

Pada Tahun 2011-2017 PT LEGACY FILM memproduksi film dan mulai tahun 2018, Legacy aktif melakukan investasi film. "PENGABDI SETAN", "AGAK LAEN", "PETUALANGAN SHERINA 2" dan "THE ARCHITECTURE OF LOVE (TAOL)" merupakan beberapa film box office dari LEGACY.

Tentang Vortera Studios

Vortera Studios adalah sebuah perusahaan film asal Indonesia yang aktif berkolaborasi dalam berbagai proyek film layar lebar nasional. Sebagai studio film baru di industri perfilman tanah air, Vortera Studios gencar menjalin kemitraan strategis dengan rumah produksi besar mapan seperti Rapi Films, Starvision, dan Screenplay Films.

Tentang Navvaros

Navvaros Entertainment adalah perusahaan pemasaran, investasi, dan pengembangan film di Indonesia. Didukung jaringan new media terbesar di Indonesia (30+ inventory media, 80 juta+ followers), Navvaros mendanai dan mengembangkan film Indonesia sekaligus membawa kekuatan amplifikasi media.

Selasa, 04 Agustus 2026

Menyambut 30 Tahun Berkarya, UNGU Rilis Single Terbaru "Utara - Selatan" tentang Cinta yang Tak Lagi Menuju Arah yang Sama

 


Jakarta, 31 Juli 2026 — Setelah konsisten menghadirkan karya yang mewarnai industri musik Indonesia selama tiga dekade, UNGU kembali mempersembahkan single terbaru bertajuk "Utara Selatan". Dirilis bertepatan dengan perayaan 30 tahun perjalanan bermusik UNGU, lagu ini menjadi pembuka menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter".

Diciptakan oleh Enda UNGU, "Utara - Selatan" mengangkat kisah dua insan yang masih saling mencintai, namun tidak lagi mampu berjalan ke arah yang sama. Melalui simbol arah mata angin yang berjauhan, utara dan selatan, lagu ini menggambarkan jarak emosional yang lahir dari perbedaan sudut pandang, prinsip, serta pilihan hidup yang semakin sulit dipersatukan.

"Kadang dua orang masih saling mencintai, tetapi hidup membawa mereka ke arah yang berbeda. 'Utara - Selatan' lahir dari perasaan ketika kita harus menerima bahwa melepaskan bukan berarti berhenti mencintai, melainkan memberi ruang agar masing-masing bisa melanjutkan perjalanan hidupnya" tutur Enda.

Dari sisi musik, "Utara - Selatan" hadir dengan nuansa yang membawa pendengar bernostalgia pada warna musik khas UNGU di era awal. Aransemen pop rock yang menjadi identitas band ini dipadukan dengan lirik yang sederhana namun emosional, membuat lagu ini terasa akrab sekaligus relevan. Di balik kisah perpisahannya, lagu ini juga menggambarkan rasa sakit dari sebuah cinta yang harus berhadapan dengan berbagai tekanan dari luar, termasuk tidak adanya restu untuk melanjutkan hubungan tersebut. Meski perasaan di antara keduanya tetap jurang perbedaan yang semakin lebar membuat mereka menyadari bahwa cinta saja tidak selalu cukup untuk mempertahankan kebersamaan.

Pasha, vokalis UNGU, mengungkapkan bahwa aransemen lagu ini akan membawa pendengar bernostalgia. "Lewat Utara - Selatan, kami seperti kembali ke warna musik UNGU yang sudah sangat akrab bagi para pendengar sejak dulu. Dari aransemennya, ada nuansa yang mungkin akan mengingatkan mereka pada lagu-lagu UNGU di era awal. Kami berharap lagu ini bukan hanya menjadi obat rindu, tetapi juga bisa menemani siapa pun yang sedang menjalani cerita yang sama."

Perilisan "Utara - Selatan" juga menjadi bagian dari perjalanan 30 tahun UNGU berkarya. Bersamaan dengan hadirnya single ini, UNGU bersiap menyapa para penggemarnya melalui konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang dilaksanakan tgl 30 oktober 2026. Nantikan informasi selanjutnya mengenai konser tersebut melalui sosial media UNGU dan Trinity Optima Production.

Selain itu, music video untuk lagu ini sudah dipersiapkan, disutradarai langsung oleh Pasha UNGU dengan model Kiesha Alvaro dan Zara Leola. Menariknya lagi selain music video ini dibintangi oleh anak dari Pasha dan Enda, music video ini akan menampilkan 400 lebih extras.

Single "Utara Selatan" telah resmi dirilis dan dapat didengarkan di seluruh platform layanan musik digital mulai 31 Juli 2026, sementara video musik resminya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production mulai 5 Agustus 2026.




Trinity Optima Production

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti UNGU, Afgan, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan tampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.


Dari Buku Best Seller Habib Jafar ke Layar Lebar: Seni Merayu Tuhan, Film yang Menyajikan Perjalanan Mencari Makna Hidup dan Jati Diri

 


Film Seni Merayu Tuhan tayang mulai 13 Agustus 2026 di bioskop


Jakarta, 4 Agustus 2026 — Wahana Kreator Nusantara mempersembahkan film drama coming of age terbaru berjudul Seni Merayu Tuhan, yang diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar, dan akan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026. Mengikuti perjalanan Hikmah (Ari Irham), anak muda yang ditinggal mati ibunya, dan kehilangan arah hidup.

Film ini memberikan perasaan hangat dengan sajian yang mengharukan sekaligus dekat. Di tengah hidup yang serba sibuk dan mengejar duniawi, terkadang kita lupa dengan orang-orang sekitar, hingga waktu mengambil hal yang paling berharga. Itulah yang menjadi perjalanan Hikmah saat ia hilang arah, ingin berubah menjadi lebih baik dengan cara instan, justru membuatnya malah makin jauh dari tujuan.

Melalui Hikmah, kita kembali diingatkan bahwa perubahan dalam hidup tak perlu terburu-buru, namun dengan cara perlahan dan kelembutan, kita bisa memaknai setiap makna dari peristiwa yang kita alami.

Disutradarai oleh Cesa David, yang menjadi debut penyutradaraannya, film Seni Merayu Tuhan menawarkan drama coming of age dengan sentuhan sudut pandang yang berbeda. Kisah Hikmah, 'pemuda tersesat' di film ini seakan menjadi refleksi untuk yang menontonnya, alih-alih menghakimi. Film ini juga mengajak penontonnya untuk bertumbuh, seiring perjalanan kedewasaan yang dialami Hikmah.

"Bagi saya, film ini menjadi ruang kontemplasi. Kisah di film ini adalah bagaimana kita juga bisa mencintai sesama, dan menjadi orang baik untuk semuanya, semangat itu yang ingin saya hadirkan lewat filmnya," ujar sutradara Cesa David.

Sementara itu, bagi Habib Jafar, film Seni Merayu Tuhan diharapkan juga menjadi karya yang bisa membawa penontonnya bisa berefleksi. Makna Seni Merayu Tuhan, disebutkan Habib Jafar sebagai sebuah filosofi mengajak Tuhan turut hadir dalam setiap langkah hidup menuju manusia yang lebih baik.

"Saya berharap, setelah penonton menonton film ini bisa merenungkan dirinya secara utuh, sebagai manusia, hamba Tuhan, sebagai anak, sebagai orangtua, dan sebagai dirinya sendiri. Saya berharap, detik itu akan menjadi detik paling kencang sebagai Seni Merayu Tuhan," ujar Habib Jafar.

Salah satu adegan yang membuat Habib Jafar terharu adalah saat karakter Hikmah mengabaikan ibunya, yang diperankan Rieke Diah Pitaloka. Menurut Habib Jafar, bagian itu juga cukup dekat dengan dirinya. Ketika kecil, banyak dari kita yang merasa ingin selalu hadir untuk orangtua, namun dalam kenyataan hidup tidak semudah itu.

Ari Irham, yang memerankan Hikmah, mengungkapkan bahwa di film ini juga berbicara dari dekat. Termasuk relasi antara anak dan orangtua. "Mungkin kita sering terlalu fokus sama hal yang ada di pikiran kita. Kita mau ngapain, harus ngapain, dan karena kita terlalu fokus dengan apa yang kita inginkan, seringnya melupakan orang-orang di sekitar kita, melupakan orangtua. Bagiku itu sangat relate," ujar Ari Irham.

Seni Merayu Tuhan dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfianfy. Film ini diproduseri oleh Salman Aristo dan Sigit Pratama, dengan produser eksekutif Gina S. Noer dan Orchida Ramadhania.

Selain menjadi produser eksekutif, Gina juga turut menulis naskah film ini bersama Rino Sarjono dan Salman Aristo. Menurut Gina, dalam proses menulis film ini juga menjadi ruang reflektif secara personal.

"Saat menulis naskah untuk film ini, juga turut menjadi perjalanan saya melihat duka ketika ayah saya meninggal. Proses menulisnya menjadi refleksi baru, tentang kehilangan dan ketuhanan. Ketika berproses, saya merasakan kesejukan yang berbeda dibanding dengan menulis skenario lainnya," ungkap produser eksekutif dan penulis skenario Gina S. Noer.

Seni Merayu Tuhan diproduksi oleh Wahana Kreator yang bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, Virtuelines Entertainment, dan Suraya Filem.

"Film Seni Merayu Tuhan juga menandai ketiga kalinya PK Films bekerja sama dengan Wahana Kreator Nusantara. Di film ini, PK Films turut mendukung dengan integrasi ekosistem melalui serangkaian aktivasi promosi strategis. Termasuk membawa Seni Merayu Tuhan di panggung festival musik The Sounds Project pada 8 Agustus 2026, bersama para musisi yang mengisi OST film ini, Adhitia Sofyan dan Biru Baru. Tak hanya itu, kami juga membawa Habib Jafar untuk take over siaran di Prambors," ujar produser eksekutif dari PK Films Peter Harjani.

Tonton film Seni Merayu Tuhan di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial resmi di Instagram @wahana.kreator dan @filmsenimerayutuhan.


Tentang Wahana Kreator


Wahana Kreator adalah perusahaan berbasis riset dan pengembangan cerita yang menghasilkan pencipta dan konten berkualitas tinggi. Unit usaha kami terdiri dari Wahana Edukasi (d/h PlotPoint Kreatif) yang memiliki fokus pada pengembangan pendidikan untuk regenerasi kreator konten Indonesia, Wahana Penulis yang meneliti kebutuhan dan mengembangkan cerita menarik tepat sasaran khalayak, serta Wahana Dimensi yang menghadirkan tim produksi terampil dan profesional untuk mengembangkan cerita menjadi konten audio visual.


Pada tahun 2019, film DUA GARIS BIRU berhasil meraih 2,5++ juta penonton serta masuk ke dalam jajaran nominasi FFI 2019. Pada tahun 2023, Wahana Kreator merilis Like & Share yang meraih 3 penghargaan dalam FFI 2023. Wahana Kreator juga merilis film Agen +62 yang tayang di bioskop tahun 2025 dan telah tayang di Netflix.


Selain berkolaborasi dalam produksi audio visual, kami juga terlibat dalam produksi drama audio/podcast seperti Horor Pendek dan Kisah Horor The Sacred Riana. Informasi lengkap mengenai Wahana Kreator bisa disimak pada situs kami: wahanakreator.com.

Film Siti Si Vampir Merilis Official First Look, Ketika Gadis Biasa Jadi Vampir Luar Biasa Film Siti Si Vampir tayang mulai 22 Oktober 2026 di bioskop Indonesia

  Satine Zaneta dan Ciccio Manassero Jadi Vampir! Jakarta, 6 Agustus 2026 — Satine Zaneta dan Ciccio Manassero akan beradu peran untuk perta...