Selasa, 10 Maret 2026

Film Na Willa Tayang Lebih Dulu di 22 Kota Indonesia, Tiket Jakarta Sold Out dan Sejumlah Kota Hampir Habis

 

Film Na Willa akan tayang lebih dulu pada Minggu, 15 Maret 2026 di 22 kota

Jakarta, 10 Maret 2026 - Setelah mendapat sambutan hangat dan respons positif dari rangkaian special screening bersama para orang tua, anak-anak, hingga para sinefil, film terbaru persembahan Visinema Studios, Na Willa, akan tayang lebih. dulu di 22 kota di Indonesia pada Minggu, 15 Maret 2026. Program Nonton Duluan Na Willa menjadi cara Visinema untuk mengajak keluarga Indonesia merayakan kegembiraan Lebaran lebih awal sekaligus berkenalan dengan dunia Na Willa sebelum filmnya resmi tayang.

Antusiasme penonton terhadap Na Willa terlihat sangat tinggi. Hingga saat ini tiket program Nonton Duluan di Jakarta telah sold out, sementara penjualan di Bandung dan Depok juga hampir habis.

Para penonton yang telah menyaksikan film ini juga memberikan respons yang sangat positif. Banyak yang merekomendasikan Na Willa sebagai film yang menghadirkan rasa bahagia, fun, hidup, dan hangat untuk ditonton bersama keluarga. Sebagai film keluarga, Na Willa tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga menghadirkan kedalaman emosional yang dapat dirasakan oleh penonton dari berbagai usia.

"Masuk dunia Na Willa, best banget sih. Hatiku penuh banget, kayak dipeluk. Sepanjang nonton senyum," kata reviewer film @cinemuach usai special screening film Na Willa.

"Bagian parenting-nya relate banget, meski set-nya itu di tahun '60-an tapi masih sangat terasa buat orang-orang yang nonton dan hidup di masa sekarang," kata akun review film @WatchmendID.

Bukan cuma menghibur anak-anak, namun masuk ke dunia Na Willa juga terbukti sangat menyenangkan bagi penonton yang sudah dewasa. Sutradara film Na Willa Ryan Adriandhy pun mengungkapkan perasaan bahagianya saat film Na Willa mendapat respons positif dari penonton yang sudah lebih dulu menonton.

"Teman-teman yang berkesempatan nonton film Na Willa duluan lewat undangan exclusive screening telah mengutarakan ulasan dan perasaan mereka atas film kami. Dan hati kami tidak bisa lebih hangat lagi. Terima kasih banyak. Mari ikut masuki dunia Na Willa yang akan membuatmu merasa jadi anak-anak lagi," ujar sutradara Ryan Adriandhy.

Harapannya, Na Willa menjadi film keluarga yang juga menjadi film Lebaran yang dipilih oleh seluruh keluarga Indonesia," tambah Ryan.

Berikut adalah daftar bioskop di 22 kota di Indonesia yang akan menjadi lokasi Nonton Duluan Film Na Willa:

1. Bandung (CGV BEC)

2. Banjarmasin (Studio XXI)

3. Bekasi (KCM Jati Asih)

4. Bogor (Cibinong City XXI)

5. Cirebon (CSB XXI)

6. Denpasar (Level 21 XXI)

7. Depok (CGV Dmall)

8. Jakarta (Blok M XXI)

9. Kupang (Transmart Kupang XXI)

10. Lampung (Malkartini XXI)

11. Makassar (Panakkukang XXI)

12. Malang (Cinepolis Malang Town Square)

13. Medan (Cinepolis Plaza Medan Fair)

14. Padang (CGV Raya Padang)

15. Pekanbaru (Cinepolis Living World Pekanbaru)

16. Pontianak (Ayani XXI)

17. Purwokerto (Rajawali Cinema)

18. Semarang (Cinepolis Java Supermall)

19. Solo (Solo Paragon XXI)

20. Surabaya (Tunjungan XXI)

21. Tangerang (Tang City XXI)

22. Yogyakarta (Jwalk Mall)

Dijual secara terbatas, pembelian tiket Nonton Duluan Na Willa sudah bisa dibeli mulai Senin, 9 Maret 2026. Pembelian tiket bisa melalui aplikasi M-Tix, CGV, Cinepolis, dan KCMTix. Serta website CGV, bioskopkem.com, dan rajawalicinema.bigtix.io/en. Penonton juga bisa membeli tiket langsung di bioskop untuk menonton di Cinepolis, KCM, dan Rajawali Cinema.

Tonton petualangan yang penuh imajinasi, keajaiban, dan kehangatan yang akan membawa kita pulang menjadi anak-anak pada Lebaran bersama film Na Willa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia! Dan Nonton Duluan Film Na Willa, Minggu, 15 Maret 2026.


Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran 

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.


Catatan Produksi:


Judul Film: Na Willa

Genre: Drama, Keluarga

Sutradara: Ryan Adriandhy

Produser Eksekutif: Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem

Produser: Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari

Ko-Produser: Mia A. Santosa

Produser Lini: Tersi Eva Ranti

Asisten Sutradara: Mizam Fadilah Ananda

Unit Manajer Produksi: K. Dwi Prasetya

Sinematografer: Yadi Sugandi

Desainer Produksi: Sri Rini Handayani

Penata Busana: Astrid Rosiana Ishak

Penata Rias: Notje M. Tatipata

Penata Suara: Siti Asifa Nasution

Penyunting: Teguh Raharjo

Komposer: Ofel Obaja

Pemeran: 

Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Na Willa, Satu-Satunya Film Lebaran yang Bahagia Mengingatkan Kembali Orang Dewasa Rasarnya Jadi Anak-Anak yang Hidup Bebas Riang Gembira

 

Film Na Willa tayang 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 10 Maret 2026 - Visinema Studios kembali menghadirkan kebahagiaan pada Lebaran tahun ini lewat film Na Willa yang ditulis dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy, dari duo produser Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, trio sineas yang sukses merebut hati jutaan penonton Indonesia lewat JUMBO pada Lebaran tahun lalu.

Di film Na Willa, penonton diajak untuk merasakan kembali menjadi anak-anak, hidup bebas, riang, dan bahagia di Lebaran tahun ini. Film ini juga menandai pertama kalinya Ryan Adriandhy menyutradarai film live action, setelah sebelumnya sukses dengan karya animasi JUMBO. Lewat Na Willa, imajinasi kembali dihidupkan dan dirayakan, yang membuat para orang dewasa belajar melihat dunia seperti anak-anak lagi. Sebuah film yang hangat, emosional, dan menyimpan makna yang dalam.

Dengan latar Indonesia era 1960-an, Na Willa bersama Geng Krembangan mengajak penonton menyusuri gang, pasar, hingga lapangan luas tempat mereka bermain layangan dan kelereng. Film ini seakan membawa para penonton dewasa kembali ke pada kegembiraan sederhana yang sering terlupakan, sekaligus mengajak para penonton anak untuk ikut merayakan rasa penasaran dari imajinasi tanpa batas.

Film Na Willa hadir sebagai tontonan keluarga yang membawa suasana hangat, ceria, dan penuh kebahagiaan di momen Lebaran. Film ini menghadirkan pengalaman menonton yang bahagia, fun dan hidup, sebuah tontonan keluarga yang dapat dinikmati bersama, bukan hanya oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa.


Ryan pun berhasil menghidupkan imajinasi anak-anak di film ini, seperti ikan bandeng yang bermata banyak, atau yang hampir menjadi banyak pertanyaan dan rasa penasaran setiap anak di masa kecil, "apakah benar ada orang bernyanyi di dalamnya?"

"Kita semua pernah jadi Na Willa. Kita semua pernah menjalani keseharian sebagai anak-anak dengan lingkungan di sekitar kita, orang tua, sahabat, atau rasa kangen sama teman yang tiba-tiba pindah. Hal yang begitu sederhana atau dianggap sepele bagi orang dewasa bisa jadi terasa begitu besar untuk anak-anak. Menurutku itu rasa yang universal. Perasaan rindu masa anak-anak itu akan relevan sepanjang masa. Na Willa akan mengingatkan kembali kebahagiaan sederhana di dunia anak-anak. Rasa penasaran, imajinasi, dan kegembiraan yang sering kita lupakan saat dewasa," ujar penulis dan sutradara Ryan Adriandhy. 

Na Willa dibuat oleh studio dan para kreator JUMBO, yang telah terbukti dicintai dan merebut hati masyarakat Indonesia. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaudiamo, Visinema Studios juga kembali menggandeng laleilmanino untuk menggarap original soundtrack, berjudul "Sikilku Iso Muni", yang hadir sebagai bagian penting dari film Na Willa sekaligus membawa keceriaan bersama, baik di dalam maupun di luar bioskop.

Jajaran pemeran Na Willa juga mencerminkan keberagaman dan komitmen regenerasi talenta perfilman Indonesia dari Visinema Studios. Film ini dibintangi oleh para aktor anak, aktor pendatang baru, hingga aktor senior Tanah Air. Mereka adalah Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Setelah kesuksesan Jumbo pada Lebaran tahun lalu, Visinema Studios kembali menghadirkan karya terbaru untuk keluarga Indonesia melalui Na Willa. Kehadiran film ini sekaligus melanjutkan komitmen Visinema untuk menghadirkan karya-karya berkualitas yang dapat menjadi pengalaman menonton yang hangat dan menyenangkan bagi keluarga Indonesia di momen Lebaran.

"Di Visinema Studios, kami percaya bahwa film keluarga bukan sekadar hiburan, tetapi ruang emosional tempat generasi bertemu, anak, orang tua, dan bahkan anak dalam diri kita. Karena itu kami berkomitmen untuk selalu hadir di momen Lebaran dengan cerita yang bisa dinikmati bersama di bioskop.

Melalui Na Willa, kami ingin menghadirkan film yang hangat, imajinatif, dan relevan bagi keluarga Indonesia. Setelah melihat bagaimana JUMBO mampu memeluk jutaan penonton, kami juga melihat Na Willa sebagai langkah penting dalam membangun IP lokal yang kuat, berkelanjutan, dan dapat terus hidup bersama penontonnya. Industri film Indonesia membutuhkan lebih banyak cerita yang ramah bagi anak dan keluarga, cerita yang tidak hanya menghibur hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan banyak generasi." ujar Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma.


Setelah berhasil memberikan dampak positif dan memeluk jutaan Keluarga Indonesia melalui JUMBO, Na Willa juga akan diproyeksikan oleh Visinema Studios sebagai kekayaan intelektual (IP) kuat berikutnya. "Industri film Indonesia membutuhkan IP lokal yang kuat dan berkelanjutan, serta lebih banyak konten yang ramah bagi anak dan keluarga. Melalui Na Willa, kami berharap dapat menghadirkan cerita yang bukan hanya relevan hari ini, tetapi juga memiliki potensi studios untuk terus hidup dan berkembang sebagai IP lokal Indonesia," tambah produser eksekutif Na Willa & CEO Visinema Studios Herry B. Salim. 


Bukan hanya sekadar film keluarga, No Willa juga menjadi ruang dan tontonan yang menghibur, sekaligus orang tua bisa kembali belajar cara melihat dunia seperti anak Film ini akan mengajak para orang tua untuk bisa ikut mengerti ini kepala anak-anak, dan para orang dewasa ingat rasanya menjadi anak.


Penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo pun sangat tersentuh dengan hasil karya Ryan Adriandhy bersama Visinema Studios. Menurut Reda, Ryan dan Visinema Studios mampu menghidupkan imajinasi anak-anak yang penuh kegembiraan. la pun berharap film Na Willa bisa menjadi ruang bagi orang tua mendengarkan suara anak mereka dan tetap merawat semangat anak di dalam diri.

"Saya ingin orang tua, agar bisa mendengar suara anak-anak kita, kembali menciptakan kebahagiaan yang pernah kita rasakan waktu kecil dan menjadikannya milik anak-anak kita. Sambil menjaganya juga untuk kita sendiri, menyalakan semangat anak kecil di dalam diri kita," ungkap Reda Gaudiamo.

Film Na Willa juga sangat direkomendasikan oleh orang yang sudah menonton. Beberapa ulasan positif dari special screening di antaranya setuju film Na Willa hangat, indah, dan magical.

"Bagussss, so so magical!" Kata akun review film di X @Watchmen_ID.

"BAGUSSSSSSSSS WEYYYYY. Ini sih Millenial yang udah punya gen alpha, wajib buanget nonton. Luisa as Na Willa JUARAAKKKKKKK. Directing-nya @Adriandhy warbyasaaa. Selain filmnya yang magical, BTS nya juga menyenangkan buat didenger ceritanya," kata akun film di X @txtanakbioskop.

Tonton petualangan yang penuh imajinasi, keajaiban, dan kehangatan yang akan membawa kita pulang menjadi anak-anak pada Lebaran bersama film Na Willa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia!


Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.


Catatan Produksi:

Judul Film : Na Willa

Genre : Drama,Keluarga

Sutradara: Ryan Adriandhy

Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem

Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari

Ko-Produser : Mia A. Santosa

Produser Lini : Tersi Eva Ranti

Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda

Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya

Sinematografer : Yadi Sugandi

Desainer Produksi : Sri Rini Handayani

Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak

Penata Rias : Notje M. Tatipata

Penata Suara : Siti Asifa Nasution

Penyunting : Teguh Raharjo

Komposer : Ofel Obaja

Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Senin, 09 Maret 2026

Na Willa Banjir Pujian Penonton! Film Keluarga yang Bikin Bahagia dan Hangatkan Hati di Lebaran

 

Tonton Film Na Willa bareng Keluarga pada 18 Maret 2026 di bioskop


Jakarta, 9 Maret 2026 — Film terbaru persembahan Visinema Studios, Na Willa,

yang tayang pada Lebaran tahun ini di bioskop banjir pujian dari para penonton

yang sudah menonton terlebih dahulu di rangkaian special screening, press

screening, dan Gala Premiere. Film Na Willa sangat direkomendasikan oleh

orang-orang yang sudah menonton, karena membuat bahagia, fun, dan hidup.


Sementara itu, para penonton yang sudah menjadi orangtua merasakan film Na

Willa bisa menjadi pengingat agar orangtua bisa melihat dunia dari mata seorang

anak. Seperti yang diungkapkan VP of Marketing Parentstory Ayunda Wardhani

Shandini, film ini juga membawa kembali ke masa kecil dan ingatkan nilai tentang

keluarga, persahabatan, dan budi baik seperti kejujuran.

“Film Na Willa adalah pengingat yang sangat indah tentang bagaimana dunia terlihat dari mata seorang anak. Ceritanya hangat dan jujur. Film ini membawa kita

kembali ke masa kecil, sekaligus mengingatkan bahwa keluarga, persahabatan, dan

hal-hal sederhana dalam hidup seringkali menjadi yang paling berharga,” kata VP

of Marketing Parentstory Ayunda Wardhani Shandini.


Sebagai film keluarga, yang bukan hanya menjadi film anak, Na Willa memiliki

kedalaman emosional. Kepiawaian sutradara Ryan Adriandhy yang telah sukses

bersama JUMBO pada Lebaran tahun lalu, akan menjadikan pengalaman yang

hangat saat Lebaran di bioskop tahun ini lewat film Na Willa.


“Relate banget dengan parenting-nya. Mengajarkan hal sederhana, seperti tidak

boleh berbohong dan kejujuran itu penting,” kata salah satu Ibu yang

menonton film Na Willa bersama anak dan suaminya.


Sementara itu, Ibu lain merasakan saat menonton film Na Willa seperti kembali ke

kapsul waktu. “Imajinasi terwujud dengan begitu magisnya. Perasaannya kayak

ngajak anak ke time capsule ke zaman kami kecil, jadi mereka juga bisa ada

bayangan.”


Tak hanya para orangtua yang merasakan kehangatan film Na Willa, para penonton

dewasa hingga akun-akun film yang kerap menjadi rujukan rekomendasi tontonan

pun merasakan kehangatan di film ini.


“SUPER MAGICAL SEKALI NA WILLA. Senyam-senyum sendiri sepanjang nonton.

Udahannya bikin happy hahaha sukaaaa bangettt!” Kata akun X @paradigmafilm.


“Speechless! Na Willa sangat amat indah, heartwarming, magical, dan super duper

gemes. Selama nonton full senyum & ikut ketarik ke dalam dunia Na Willa,” kata

akun X @aussieskid.


“Film lebaran yang wajib ditonton baik anak-anak, orang tua, dan semua orang untuk lebih mendengarkan dan merasakan dunia anak-anak. Ketika kita sudah

menjadi kupu-kupu, sungguh kita tak bisa balik sebagai ulat yang kita rindukan,”kata akun X @AlbamaFadhal.

Tonton petualangan yang penuh imajinasi, keajaiban, dan kehangatan yang akan

membawa kita pulang menjadi anak-anak pada Lebaran bersama film Na Willa pada

Lebaran 2026 di bioskop Indonesia!

***


Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil

tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai

bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti

merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.


Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh

imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.


Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua,

untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan

masa kecil.

Ess Jay Studio Rilis Poster & Trailer "Tiba-Tiba Setan", Horor Komedi Penuh Teror dan Tawa

 

Rumah produksi Ess Jay Studio resmi merilis poster dan trailer perdana film layar lebar mereka bertajuk "Tiba-Tiba Setan", sebuah film komedi horor yang menghadirkan perpaduan ketegangan, kekonyolan, dan drama keluarga dalam satu paket hiburan segar.

Film ini disutradarai oleh Etienne Caesar. Sebelumnya, Etienne dikenal sebagai asisten sutradara dalam sejumlah film sukses seperti Ghost Writer, Pelukis Hantu, dan Cek Toko Sebelah. Tiba-Tiba Setan menjadi debutnya sebagai sutradara film panjang.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Ratu Felisha, Poppy Sovia, Tanta Ginting, Oki Rengga, Lolox, Naura Hakim, serta sejumlah pemain lainnya yang turut meramaikan kisah penuh kejutan ini.

Tiba-Tiba Setan mengisahkan petualangan surreal, menggelitik sekaligus menegangkan. Kekacauan terjadi ketika kakak beradik tiba di sebuah hotel tua yang terbengkalai tempat mereka percaya ayah mereka telah menyembunyikan sebuah harta karun untuk mereka, tanpa mengetahui bahwa salah satu saudara kandung telah menyewa penjaga hotel untuk berpura pura menjadi hantu agar mereka terbebas dari masalah. Namun tanpa sepengetahuan mereka, penjaga hotel telah membangkitkan roh seorang wanita yang dibunuh dan dikubur di hotel tersebut dan akhirnya menghantui mereka. Sekarang mereka semua menjadi korban dan harus menemukan cara untuk bertahan hidup dari teror tersebut. Tanpa sepengetahuan anggota keluarga lainnya, salah satu dari mereka diam-diam menyewa penjaga hotel untuk berpura-pura menjadi hantu. Tujuannya sederhana: menakut-nakuti saudara-saudaranya agar konflik keluarga segera selesai.

Sutradara Etienne Caesar mengungkapkan bahwa film ini bukan sekadar horor komedi biasa. "Saya ingin membuat horor yang tidak hanya mengandalkan jumpscare, tapi juga situasi yang absurd dan dekat dengan dinamika keluarga. Ide dasarnya sederhana: kebohongan kecil bisa memanggil masalah besar. Di film ini, bahkan bisa 'memanggil' sesuatu yang seharusnya tidak dibangunkan," ujar Sutradara yang sukses lewat film Cinta Tak Seindah Drama Korea.

la juga menambahkan bahwa keseimbangan antara komedi dan horor menjadi tantangan terbesar selama proses produksi, "Timing komedi harus presisi, tapi ketegangannya juga tidak boleh hilang. Saya beruntung punya cast yang berani eksplorasi dan total dalam setiap adegan."

Ratu Felisha mengaku tertarik karena naskahnya berbeda dari horor kebanyakan. "Begitu baca skripnya, saya langsung merasa ini unik. Kita ketawa, tapi beberapa detik kemudian langsung tegang. Emosinya naik turun, dan itu seru banget dimainkan."

Sementara itu, Poppy Sovia menyebut pengalaman syuting di lokasi hotel tua menjadi tantangan tersendiri. "Lokasinya memang sudah punya aura yang kuat. Kadang kami bercanda untuk mencairkan suasana, tapi tetap saja ada momen-momen yang bikin merinding."

Sedangkan Lolox, yang dikenal dengan gaya komedinya yang khas, mengatakan: "Awalnya kita pikir cuma pura-pura jadi hantu. Eh, malah ketemu yang asli. Itu sih namanya salah strategi! Film ini benar-benar 'tiba-tiba' dalam segala hal."

Dengan perpaduan cerita keluarga, misteri, komedi segar, serta teror supranatural yang tak terduga, Tiba-Tiba Setan siap menjadi warna baru dalam genre horor komedi Indonesia.

Saksikan "Tiba-Tiba Setan" di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.

Tunggu Aku Sukses Nanti Jadi Film yang Memeluk Lelah Para Pejuang Hidup dan Tulang Punggung Keluarga Akan Menghangatkan Saat Lebaran 2026 di Bioskop

 



RAPI Films mempersembahkan film Tunggu Aku Jakarta, 9 Maret 2026 Sukses Nanti dari duet sukses sutradara Naya Anindita dan penulis Evelyn Afnilia saat momen Lebaran 2026. Sebuah film yang akan menghangatkan para pejuang hidup dan para tulang punggung keluarga dari sudut pandang Arga (Ardit Erwandha).

Film Tunggu Aku Sukses Nanti sukses mengaduk emosi penonton dengan ceritanya yang dekat, relevan, dan mewakili mereka yang saat ini masih berjuang menuju sukses. Ardit, yang pertama kalinya memerankan karakter utama di film drama, berhasil menampilkan lapisan emosi lelah, marah, dan peluh saat Arga berjuang untuk menjadi sosok yang ingin dihargai di keluarga besarnya.

"Ini adalah cerita tentang bagaimana Arga, si tulang punggung keluarga berusaha mewujudkan mimpi keluarganya, dan keluar dari ketergantungan keluarga besar. Bagi saya, ini film yang terasa personal dan juga dekat," ujar sutradara Naya Anindita.

Produser Sunil Samtani mengungkapkan Tunggu Aku Sukses Nanti juga membawa permasalahan realitas sosial yang mencerminkan dinamika banyak keluarga Indonesia di saat Lebaran..

"Film ini ringan namun menyentuh. Penonton akan merasa dekat dengan ceritanya, sehingga ketika keluar menonton, perasaannya akan hangat," tambah Sunil Samtani.

Di film ini, Naya menggambarkan dinamika kemeriahan keluarga Indonesia saat kumpul Lebaran. Ada saudara yang 'menyebalkan' yang selalu memunculkan pertanyaan-pertanyaan klasik, saling unjuk kesuksesan, hingga menjadi sebuah ruang perenungan bagi si karakter utamanya, Arga.

Ardit Erwandha, yang memerankan Arga, merasa karakter yang ia perankan memiliki lapisan yang sangat dekat dengan perjuangan hidupnya. Sekaligus, ia juga belajar dari perannya.

"Aku banyak belajar dari Arga. Dulu, kalau sedih itu selalu sok kuat, sekarang mencoba untuk belajar memvalidasi emosi itu. Kalau capek ya capek, enggak apa-apa. Selesai syuting film ini, aku bahkan nangis karena merasa sudah melewati tantangan yang aku takuti," ungkap Ardit Erwandha.

"Semoga para pejuang hidup dan tulang punggung keluarga bisa jujur sama diri sendiri. Bahwa capek dan marahmu itu valid. Semoga Tunggu Aku Sukses Nanti bisa memeluk kalian," tambah Ardit.

Selain Ardit Erwandha, Naya juga membawa puluhan pemeran bertabur bintang di film ini. Banyak di antaranya juga merupakan lingkaran pertemanan Naya, menjadikan film ini terasa begitu dekat dan personal bagi kreatornya.

Film Tunggu Aku Sukses Nanti dibintangi oleh Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Adzana Ashel, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, Soleh Solihun, Indra Brasco, Jourdy Pranata, dan Yono Bakrie. Serta penampilan spesial dari para bintang seperti Vidi Aldiano hingga Tara Basro.

Tunggu Aku Sukses Nanti diproduksi oleh RAPI Films, bekerja sama dengan Screenplay Films, Legacy Pictures, dan Vortera Studios.

Tonton film Tunggu Aku Sukses Nanti bersama keluarga pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia. 

Jumat, 06 Maret 2026

Merinding! Totalitas Luna Maya Sempat Terseret Arus Deras saat Syuting Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

 

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026

Jakarta, 4 Maret 2026 Dedikasi Luna Maya sebagai pemeran berbakat Tanah Air tak diragukan. Terbaru, Luna Maya harus berhadapan dengan arus deras yang membuatnya terseret hingga sempat tenggelam saat ia syuting film horor yang tayang Lebaran, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa.

Luna melakukan adegan ia terseret arus deras di sebuah sungai. Untuk melakukan adegan itu, Luna juga harus menggunakan wig dan tata rias, serta kostum yang cukup berat. Dalam beradegan, Luna bahkan turun sendiri, tanpa menggunakan stunt double.

Dalam sebuah video di balik layar (behind the scene) yang dirilis di kanal YouTube Soraya Intercine Films, terlihat arus sungai yang begitu deras. Belum lagi medan lokasi sungai yang dipenuhi bebatuan tajam. 

Sebenarnya, tim produksi Soraya Intercine Films juga telah melakukan pengamanan sesuai standar dan ditangani oleh profesional. Tubuh Luna juga telah dilengkapi dengan berbagai pengaman agar ia tidak cedera. Tim stunt juga telah bersiap di titik-titik yang telah ditentukan.

Namun, suasana menegangkan saat Luna yang tengah mengambil adegan terseret arus sungai deras. Awalnya, Luna masih bisa mengimbangi derasnya arus. Situasi mulai semakin menegangkan dan membuat panik saat Luna tiba-tiba tenggelam cukup lama, sebelum akhirnya ia muncul kembali.

"Kena arus air di dalam, tergulung. Pas aku mau naik ke permukaan, malah aku tertarik ke dalam semakin dalam lagi. Belum lagi tertabrak batu, terminum air juga, ditambah wig dan make up prostetik yang berat," kenang Luna Maya tentang pengalamannya saat syuting adegan terseret arus sungai di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa.

"Aku sempat mikir, kok lama banget ya di dalam arus sungai. Jadi aku harus melemaskan badanku, karena kalau aku semakin panik malah bisa habis tenaga dan napas. Wah, ini pengalaman yang seru sekali," tambah Luna Maya.

Usai beradegan yang menantang dan ekstrem, Luna pun terlihat beberapa kali menggunakan tabung oksigen untuk menstabilkan napasnya kembali. Lokasi syuting tersebut dilakukan di Sungai Citumang, Desa Bojong, Parigi, Pangandaran, Jawa Barat. Sungai ini memiliki luasan mencapai 6,6 hektar.

Ini adalah ketiga kalinya Luna Maya memerankan Suzzanna dalam waralaba horor paling ikonik di Indonesia, Suzzanna. Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa juga akan menjadi satu-satunya film Luna di tahun 2026.

Tonton film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru tentang film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa melalui akun Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.


Sinopsis

Suzzanna (Lana Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!


Catatan Produksi:

Judul Film: SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

Produksi: Soraya Intercine Films

Sutradara: Azhar Kinoi Lubis

Penulis: Ferry Lesmana, Jujur Prananto & 

Produser : Sunil Soraya

Genre : Horor-Aksi

Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu,

Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.

Joko Anwar Ajak 6 Ilustrator Indonesia Berskala Dunia untuk Berkolaborasi di Film Ghost in the Cell

 

Merayakan talenta dan pencapaian ilustrator lokal

Jakarta, 5 Maret 2026 - Penulis dan sutradara Joko Anwar mengajak enam ilustrator Indonesia berskala dunia untuk film terbarunya, Ghost in the Cell. Keenam ilustrator tersebut bertugas untuk membuat konsep seni "instalasi kengerian" ditampilkan dalam film horor komedi ini.

Keenam illustrator tersebut adalah Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, hafidzjudin, Dan Rudy AO. Mereka bertugas membuat konsep seni yang indah tapi mengerikan, yang jadi salah satu elemen utama cerita film Ghost in the Cell..

"Sejak awal saya ingin Ghost in the Cell tidak hanya menjadi film, tapi juga ruang kolaborasi lintas seni bagi seniman-seniman lokal. Indonesia punya begitu banyak ilustrator berbakat dengan gaya visual yang kuat dan unik. Dengan melibatkan mereka, kami bukan hanya memperkaya dunia visual film ini, tapi ingin membuat pernyataan bahwa kolaborasi lintas medium seperti ini penting agar ekosistem. kreatif kita terus tumbuh dan saling menguatkan," ujar ungkap penulis dan sutradara Joko Anwar.

"Kami berdiskusi bentuk untuk setiap adegan instalasi horor dalam film ini.. Semuanya merepresentasikan apa yang kita takuti secara kolektif dalam masyarakat.


Berikut adalah profil keenam ilustrator macabre concept artist di film Ghost in the Cell:

1. Anwita Citriya

Anwita Citriya merupakan ilustrator asal Bandung. Ia membuat komik sebagai hobi hingga akhirnya dilirik oleh penerbit Amerika Serikat pada tahun 2021. la dikenal karena kemampuannya membangkitkan reaksi emosional yang kuat melalui cerita dan karya seninya.

Anwita memulai debutnya sebagai seniman lewat CREEPSHOW pada tahun 2022, dan kemudian sebagai seniman-penulis (artist-writer) bersama BOOM! Studios pada tahun 2025. Sejak saat itu, ia telah bekerja sama dengan banyak penerbit ternama.

Ketertarikan Anwita pada genre horor psikologis membuat karya-karyanya juga mampu mengungkap ketakutan tersembunyi hingga kenangan yang dikubur dalam-dalam.

Anwita juga terlibat dalam perilisan komik Universal Monsters versi terbaru sebagai cover artist (Phantom of the Opera, Frankenstein, dan lainnya).


2. Benediktus Budi

Ilustrator digital asal Wonogiri, Jawa Tengah, ini banyak mengerjakan ilustrasi untuk merchandise (t-shirt, poster, dan cover album) dan kebanyakan artwork yang dikerjakan bertema gelap.

Benediktus pernah mengerjakan poster dan t-shirt untuk band Toxicholocaust untuk promosi tur Jepang 2024 dan poster Scare Tactics, sebuah prank show yang tayang di USA Network pada 2024.


3. Benny Bennos Kusnoto

Benny Kusnoto adalah seniman storyboard yang telah berkarier selama lebih dari 17 tahun. la pernah menjadi ghost layout artist untuk komik Justice League Dark #7, ilustrator komik strip (web) lepas untuk Namco Bandai, dan ilustrator lepas untuk Stone Blade Entertainment. Benny juga dikenal dengan karya-karyanya sebagai creature designer.


4. Coki Greenway

Ilustrator asal Jakarta yang sekarang menetap di Purwokerto, Jawa Tengah, Ratusan karyanya bersama musisi rock dan metal mancanegara meliputi AC/DC, Motley Crue, Judas Priest, Dragon Force dll. Ia juga menghasilkan karya special merchandise untuk MARVEL (Deadpool dan Venom).

Berkarier lebih dari 15 tahun di dunia ilustrasi seni gelap (dark art illustration), karya-karyanya sangat terinspirasi dari buku komik dan tentu saja film-film horor era klasik serta era Slasher.


5. Hafidzjudin

Ilustrator yang berfokus pada tema visual yang bernuansa gelap, seram, dan gore. Visual yang ditampilkan adalah detail yang intens, dan selalu menjaga kesan 'hand drawing' yang khas.

Beberapa grup musik ternama yang pernah bekerja sama dengannya di antaranya adalah Seringai, Dead Squad, Down For Life, dll.


6. Rudy AO

Selain menjadi macabre concept artist, di film Ghost in the Cell Rudy AO juga mengerjakan poster ilustrasinya. Rudy dikenal melalui potret ikon budaya populer yang sangat realistis (hyper-realistic).

Rudy AO berasal dari Bandung, terkenal sebagai artis sampul komik untuk komik DC dan juga untuk dua IP besar Red Sonja dan Vampirella. Ia memiliki spesialisasi dalam teknik pensil (penciling) dan pewarnaan (coloring), menggunakan akrilik dan alat digital untuk menciptakan ilustrasi berkualitas sinematik layaknya potongan adegan film.

Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini.

Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026! Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram @comeandseepictures.


SINOPSIS

Di dalam lapas Labuhan Angsana, para napi hidup dengan masalah setiap hari: penindasan dari pejabat lapas, serta permusuhan dan kekerasan antar sesama tahanan. Suatu hari, seorang napi baru masuk dan satu per satu napi mati dengan cara yang sangat mengerikan. Setelah mengetahui bahwa ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi yang paling negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk membuat aura mereka tetap positif. Tapi tentunya sangat sulit tetap positif di penjara yang penuh ketidakadilan. Hingga mereka sadar satu satu hal yang sepertinya tak mungkin tapi harus mereka lakukan untuk tetap hidup: bersatu untuk melawan penindas, bahkan hantu sekalipun!

Film Na Willa Tayang Lebih Dulu di 22 Kota Indonesia, Tiket Jakarta Sold Out dan Sejumlah Kota Hampir Habis

  Film Na Willa akan tayang lebih dulu pada Minggu, 15 Maret 2026 di 22 kota Jakarta, 10 Maret 2026 - Setelah mendapat sambutan hangat dan r...