Jakarta, 26 Maret 2026 - Setelah menempuh perjalanan panjang di berbagai festival film internasional sejak 2024, film Yohanna karya sutradara Razka Robby Ertanto (Ave Maryam,Jakarta vs Everybody) akhirnya siap tayang di bioskop Indonesia mulai 9 April 2026.
Dibintangi oleh Laura Basuki, Yohanna mengisahkan seorang biarawati muda yang dikirim dalam misi kemanusiaan ke Sumba, Nusa Tenggara Timur, pasca Badai Tropis Seroja. Misi tersebut berubah menjadi perjalanan penuh ujian ketika truk berisi bantuan yang ia bawa dicuri.
Situasi ini memaksanya terjun langsung menghadapi realitas sosial yang keras, mulai dari kemiskinan, korupsi, hingga eksploitasi anak, yang perlahan mulai mengguncang imannya.
Yohanna memulai debut dunia di International Film Festival Rotterdam ke-53 pada Januari 2024, dalam kompetisi VPRO Big Screen Award. Sejak itu, film ini terus melanjutkan perjalanannya ke berbagai festival internasional, termasuk Jakarta Film Week 2024 sebagai pemutaran perdana di Indonesia dan meraih Best Direction Award di festival ini. Prestasi gemilang diraih di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-19 dengan membawa pulang lima penghargaan, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Storytelling Terbaik, Akting Terbaik, dan Sinematografi Terbaik. Film ini juga terpilih sebagai Official Selection Adelaide Film Festival 2025 di Australia.
Pencapaian internasional lainnya datang dari Laura Basuki yang meraih penghargaan Best Actress di Asian Film Festival 2025 di Roma, Italia. Pada Februari 2025, Yohanna juga dinobatkan sebagai Film Pilihan Tempo 2024 sekaligus mengantarkan Laura Basuki meraih Aktris Pilihan Tempo dalam Festival Film Tempo 2024.
“Perjalanan Yohanna ke festival-festival dunia adalah proses yang sangat berarti, tapi tujuan akhirnya memang untuk bisa kembali dan bertemu penonton Indonesia. Film ini adalah refleksi tentang kemanusiaan, tentang apa yang terjadi ketika keyakinan kita diuji oleh kenyataan yang tidak selalu hitam putih.” ujar Razka Robby Ertanto.
Robby juga mengaku jika kisah ini juga bukan hanya sekadar kisah seorang biarawati tapi tentang kita sebagai manusia saat menghadapi berbagai realitas.
“Sejak awal, saya ingin Yohanna terasa sangat dekat dengan kita sebagai manusia. Ini bukan hanya tentang seorang biarawati, tapi tentang bagaimana seseorang menghadapi realitas yang tidak selalu sesuai dengan keyakinannya. Banyak hal yang kita anggap benar bisa goyah ketika berhadapan langsung dengan kehidupan. Lewat film ini, saya ingin mengajak penonton melihat bahwa di balik semua itu, selalu ada ruang untuk memahami, berempati, dan memilih terhadap apa yang kita yakini” tambah Robby.
Sementara itu, Laura Basuki sebagai pemeran Yohanna Laura Basuki, karakter Yohanna menjadi salah satu peran paling berkesan dalam kariernya.
“Peran ini membawa saya ke pengalaman yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, baik secara fisik maupun emosional. Saya berinteraksi sangat dekat dengan anak-anak di Sumba,bahkan ada adegan naik kuda yang menjadi pengalaman baru yang menantang, seru dan menyenangkan. Tapi dari semua proses itu, saya mendapat pelajaran berharga untuk
memahami sisi kemanusiaan Yohanna, bahwa dia bukan sosok yang sempurna, melainkan seseorang yang terus belajar memahami hubungannya dengan Tuhan dan kehidupan di sekitarnya.” papar Laura.
Selain dibintangi oleh Laura Basuki, film Yohanna juga menghadirkan Jajang C Noer, Kirana Grasela, dan Iqua Tahlequa, serta melibatkan anak-anak Sumba sebagai bagian penting dalam cerita.
Film ini merupakan hasil kolaborasi produksi antara Indonesia, Inggris, dan Italia di bawah naungan Summerland, Reason8 Films, dan Pilgrim Film. Seluruh proses pengambilan gambar dilakukan di Sumba, Nusa Tenggara Timur, untuk menghadirkan latar yang autentik sekaligus memperkuat kedekatan cerita dengan realitas setempat. Yohanna juga telah mendapatkan klasifikasi Semua Umur, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan penonton.
Film ini akan tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 9 April 2026







.jpeg)
.jpeg)
