Selasa, 17 Maret 2026

Baim Wong Merilis Film Ketiga, Semua Akan Baik-Baik Saja Dibintangi Reza Rahadian, Christine Hakim, Happy Salma, Raihaanun Drama Keluarga Emosional yang Menghangatkan Hati

 


Film Semua Akan Baik-Baik Saja tayang mulai 15 Mei 2026 di bioskop Indonesia



Jakarta, 17 Maret 2026 - Baim Wong bersama rumah produksi yang didirikannya, Tiger Wong Entertainment, mempersembahkan film terbaru berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja. Film ini menjadi film panjang ketiga yang disutradarai Baim, setelah sukses blockbuster berturut Lembayung dan Sukma.

Semua Akan Baik-Baik Saja menjadi film keempat dari Tiger Wong Entertainment, dan memperkaya variasi ragam genre yang diproduksi, setelah sukses secara kritis dengan thriller, dicintai banyak penonton dengan horor, dan kini drama keluarga yang hangat.

Semua Akan Baik-Baik Saja turut dibintangi oleh jajaran pemeran bertabur bintang yang juga menjadi ikon drama. Termasuk Pemenang 6 Piala Citra FFI Reza Rahadian, Pemenang 5 Piala Citra FFI Christine Hakim, Pemenang 2 Piala Citra FFI Raihaanun, Pemenang Piala Citra FFI Happy Salma, Asri Welas, Rebecca Tamara, Teuku Rifnu Wikana, Ari Irham, Eric Estrada, Amanda Soekasah, Janna Soekasah, Aimee Saras, Luna Maya, Aquene Djorghi, Ageng Carlitos, Malikha Shaquenna, Alim, Zean Guntara, Shaquille Fayzel, Nagra Pakusadewo, Chew Kin Wah, dan Ade Rai.


"Semua Akan Baik-Baik Saja adalah film tentang harapan yang hangat dan menguatkan. Tentang dinamika keluarga, yang dibintangi oleh jajaran ansambel yang sudah terbukti kualitas mereka, dan melalui film ini Tiger Wong Entertainment ingin memberikan keragaman sinema di layar perfilman Indonesia," ujar sutradara Baim Wong.

"Ini adalah sebuah karya yang akan mengaduk emosi dan membawa pesan hangat, kesempatan kedua adalah keluarga," lanjut Baim.

Dalam official teaser yang dirilis, film Semua Akan Baik-Baik Saja menampilkan lapisan emosi yang mendalam dari jajaran para bintangnya. Konflik bermula saat Ibu Wida (Christine Hakim) ingin menjual rumahnya. la pun mengumpulkan anak-anaknya, Lintang, Bintang, dan Banyu.

Namun, menantu Ibu Wida, Ilham (Teuku Rifnu Wikana) menjadi salah satu penghambat. Ilham ingin mengambil sertifikat rumah. Ibu Wida merasa Ilham selalu menyusahkan keluarganya, termasuk anaknya, Tari (Happy Salma) dan para cucu Ibu Wida.

Dinamika keluarga tersebut akan menggetarkan emosi kita dan mengingatkan tentang perjuangan menjadi bagian dari keluarga, meski tak sempurna.

Sementara itu official teaser poster film ini menampilkan sisi dramatis yang belum pernah terlihat dari karya-karya Baim sebelumnya. Film ini juga akan semakin memiliki lapisan emosional dengan OST. yang dinyanyikan oleh Barsena berjudul Seperti Laut Kepada Langit.

Film Semua Akan Baik-Baik Saja juga menjadi kerja sama terbaru Reza Rahadian bersama Tiger Wong Entertainment, setelah sukses lewat Berbalas Kejam, yang mengantarkannya memenangkan Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2023

"Kembali lagi bekerja bersama Baim Wong dan Tiger Wong Entertainment adalah hal yang sangat istimewa. Terlebih, di film Semua Akan Baik-Baik Saja, ini pertama kalinya saya disutradarai oleh Baim, yang menurut saya dia adalah kreator yang hebat. Mengejar kesempurnaan dengan sepenuh hati untuk memberikan yang terbaik, dan mampu meracik drama emosional yang hangat tentang keluarga dengan jajaran pemeran lain yang berkualitas dan berhasil menciptakan suasana yang natural," ujar Reza Rahadian yang memerankan karakter Langit di film Semua Akan Baik-Baik Saja.

Sementara itu, film Semua Akan Baik-Baik Saja juga akan menjadi kolaborasi kedua Baim bersama Christine Hakim, yang sebelumnya sukses bersama film horor Sukma. Di film ini, Christine juga akan kembali reuni dengan Asri Welas dan Luna Maya.

"Film Semua Akan Baik-Baik Saja mengajak kita untuk membuka dialog tentang ketidaksempurnaan dari sebuah keluarga. Film ini memberi kita refleksi bahwa sebagai keluarga, kita juga patut memberikan kesempatan kedua, terlepas dari kesalahan yang ada di masa lalu," ujar Christine Hakim.

Tak hanya itu, Baim juga mengambil langkah berani. Ia membawa jajaran ansambel pemeran dari non-aktor, membuktikan visirnya untuk selalu memberi ruang bagi nama-nama baru di industri perfilman Indonesia.

Film Semua Akan Baik-Baik Saja akan semakin membuktikan kesungguhan Baim Wong sebagai sutradara, yang sejalan dengan visi Tiger Wong Entertainment untuk memberikan hiburan dengan keragaman cerita.

Tonton film Semua Akan Baik-Baik Saja di bioskop Indonesia mulai 15 Mei 2026! Ikuti terus perkembangan informasi film Sukma melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment dan @filmsemuakanbaikbaiksaja.

Jumat, 13 Maret 2026

Penampakan Warga Mars Pertama di Bumi! Gala Premiere Pelangi di Mars Jadi Bukti Kekuatan Mimpi Anak Indonesia

 


Jakarta, 14 Maret 2026 - Suasana Epicentrum XXI Sabtu ini mendadak berubah menjadi lanskap ala planet merah yang futuristik, lengkap dengan robot-robit penghuni Mars. Film Pelangi di Mars secara resmi telah "mendarat" di Bumi untuk pertama kalinya melalui acara Gola Premiere yang digelar megah nan magis. Acara ini menandai puncak penantian panjang selama lima tahun bagi salah satu karya sinema paling ambisius di Indonesia.


Dihadiri Filmmaker dan Pemain Film Pelangi di Mars

Momen spesial malam ini dihadiri oleh dua "kapten" utama di balik layar, produser Dendi Reynando dan sutradara Upie Guava. Turut hadir juga komposer musik Eunike Tanzil dan jajaran bintang utama: Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata.

Tak ketinggalan, para pengisi suara (voice actor) karakter robot seperti Bimo Kusumo (Bimoky), Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya, hingga para body actor di balik gerakan ikonik robot; Almanzo Konoralma, Rika Kenja, dan Satria Towel.


Perayaan Sebelum Mulainya Petualangan Pelangi di Mars

Membawa Atmosfer Mars ke Jantung Jakarta Melalui dekorasi ala Planet Mars yang megah, Mahakarya Pictures berhasil menyulap area Epicentrum XXI menjadi ruang imajinasi tanpa batas.

Para undangan diajak merasakan langsung kekuatan mimpi anak Indonesia melalui visual dan atmosfer yang belum pernah ada sebelumnya dalam Gala Premiere film tanah air.

Dalam sesi konferensi pers, produser Dendi Reynando tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian ini.

"Setelah perjalanan panjang lebih dari lima tahun yang penuh tantangan, Mahakarya Pictures dengan sangat bangga akhirnya dapat mempersembahkan Pelangi di Mars untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah kado untuk mimpi anak-anak kita," ungkap Dendi.

Sutradara Upie Guava juga menyampaikan rasa harunya melihat visi yang ia bangun bersama ratusan kru akhirnya terwujud nyata di layar lebar.

"Saya merasa terharu sekaligus lega. Kerja keras ratusan kru yang memiliki satu visi untuk membangkitkan mimpi anak Indonesia akhirnya siap dikonsumsi masyarakat. Saya berharap film ini menjadi pelajaran bahwa kerja keras untuk menggapai mimpi, setinggi apa pun itu, tidak akan pernah sia-sia," tutur Upie.


Apresiasi dari Penonton Gala Premiere

Decak Kagum dan Air Mata Haru Penonton Pasca pemutaran perdana, gelombang apresiasi mengalir deras dari para undangan dan tokoh perfilman yang hadir. Banyak yang tak menyangka sinema Indonesia telah mencapai level teknis dan penceritaan sekelas ini.

"Jujur saya terharu dan sangat bangga. Ternyata film Indonesia sudah bisa di tahap ini, di skala ini. Titik bersejarah ini ditandai oleh sebuah film anak yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Mas Upie dan tim," ungkap salah satu penonton yang hadir.


Segera Tayang untuk Semua Keluarga

Momen magis di Gala Premiere ini hanyalah awal. Persahabatan Pelangi dan teman-teman robotnya siap menyapa seluruh penonton di bioskop-bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran.

Jangan lewatkan petualangan lintas planet pertama dari Indonesia! Untuk informasi lebih lanjut, ikuti akun media sosial resmi kami di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Setelah Berkeliling Lebih dari 30 Festival Dunia, Crocodile Tears Siap Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 7 Mei 2026

 


Jakarta, 13 Maret 2026 - Film panjang debut sutradara Tumpal Tampubolon, yang diproduseri oleh Mandy Marahimin, Crocodile Tears, akan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026. Film Crocodile Tears telah lebih dulu berkeliling ke berbagai festival film internasional dan meraih sejumlah penghargaan sebelum akhirnya tayang di tanah air.

Sejak World Premiere di Toronto International Film Festival 2024 dan Asian Premiere di Busan International Film Festival 2024, Crocodile Tears terus melanjutkan perjalanannya di berbagai festival film dunia. Hingga saat ini, film tersebut telah diputar di lebih dari 30 Festival Internasional, di antaranya, BFI London Film Festival, Adelaide Film Festival, Torino Film Festival dan Red Sea International Film Festival. Serta meraih beberapa nominasi dan penghargaan, antara lain, Nominee Ingmar Bergman Competition, Goteborg Film Festival 2025, Asian Feature Film In Competition, Singapore International Film Festival 2024, memenangkan Direction Award dan Nongshim Award, Jakarta Film Week 2025, dan Best Screenplay in the Panorama Section, Asian Film Festival Barcelona 2025.

Crocodile Tears merupakan film panjang pertama dari Tumpal Tampubolon. Tumpal memulai perjalanannya di dunia film ketika skenario pendek pertamanya, The Last Believer, memenangkan kompetisi pengembangan skenario di Jakarta International Film Festival (JiFFest) pada 2005. Sejak itu, ia menulis dan menyutradarai berbagai film pendek yang diputar di festival nasional dan internasional, serta mengikuti sejumlah program pengembangan sineas seperti Asian Young Filmmakers Forum di Jeonju, Korea, Berlinale Talent Campus di Berlin, dan Asian Film Academy di Busan. Pada 2021, film pendek "Laut Memanggilku" yang disutradarai dan ditulis oleh Tumpal berhasil meraih Sonje Award untuk Film Pendek Terbaik di section Wide Angle Busan International Film Festival 2021 dan terpilih sebagai Film Cerita Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2021.

Film Crocodile Tears bercerita tentang Johan (Yusuf Mahardika) dan Mama (Marissa Anita) yang tinggal di sebuah taman buaya yang telah usang. Tempat itu bukan sekadar rumah bagi mereka, tetapi juga dunia kecil yang selama ini membentuk kehidupan Johan. Johan tumbuh di bawah pengawasan ibunya yang memiliki cara tersendiri dalam membesarkan dan melindunginya. Johan mulai mempertanyakan kehidupan yang selama ini ia jalani.. Keinginannya untuk mengenal dunia di luar taman buaya mempertemukan ia dengan seorang gadis bernama Arumi (Zulfa Maharani). Keseimbangan dalam hubungan Johan dan Mama menjadi goyah. Mama tidak menyetujui hubungan tersebut, dan ketidaksetujuannya terlihat dalam sikap Mama yang perlahan berubah semakin ganjil dan menegangkan.

Inspirasi cerita Crocodile Tears yang skenarionya ditulis langsung oleh Tumpal, berangkat dari pengalaman personalnya. "Cerita ini terinspirasi ketika saya menonton sebuah dokumenter di TV yang memperlihatkan seekor buaya betina yang melindungi anak-anaknya di dalam rahangnya dari pemangsa. Ada sesuatu yang menakutkan sekaligus lembut dalam tindakan buaya. Melalui film ini, "Melalui film ini, saya mencoba mempertanyakan makna bakti dan cinta dalam keluarga. Bagaimana sesuatu yang lahir dari cinta bisa berubah menjadi beban, dan mengapa hubungan yang seharusnya melindungi justru bisa terasa menyesakkan", ujar Tumpal.

Dibintangi oleh Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani, Crocodile Tears menghadirkan drama keluarga yang ekstrim. Di mana kasih sayang mama yang menjaga berubah menjadi obsesif. Film ini juga akan menghadirkan perpaduan antara realisme magis dan teror psikologis dalam balutan visual yang memikat. Saksikan film Crocodile Tears mulai 7 Mei 2026 di bioskop.

Film ini diproduksi oleh Talamedia bekerja sama dengan Acrobates Films, Giraffe Pictures, Poetik Films, dan 2Pilots Filmproduction, serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan E-Motion Entertainment. Ikuti akun media sosial resmi Talamedia untuk informasi terbaru mengenai film Crocodile Tears.


CROCODILE TEARS

Production : Talamedia & E-Motion Entertainment

Co-Production : Acrobates Films, Poetik Films, Giraffe Pictures, 2Pilots Filmproduction

International Sales & Festivals : Cercamon


Casts : 

Yusuf Mahardika (Johan)

Marissa Anita (Mama)

Zulfa Maharani (Arumi)


Director : Tumpal Tampubolon

Writer : Tumpal Tampubolon

Producer : Mandy Marahimin

Co-Producers : Claire Lajoumard, Anthony Chen, Christophe Lafont, Harry Flöter, Jörg Siepmann, Teoh Yi Peng

Executive Producer : Arnold J. Limasnax, Lianto Winata Vachon, Tjen Foeng Fa, Kevin Danudoro

Cinematographer : Teck Siang Lim

Production Designer : Jafar

Art Director : Guntur Mupak

Costume : Hagai Pakan

Make-up : Cherry Wirawan, Agustin Puji

Sound : Roman Dymny, Bruno Ehlinger, Romain Ozanne

Music : Kin Leonn

Editor : Jasmine Ng Kin Kia, Kelvin Nugroho

Poster & Logo : Evan Wijaya

Photo Poster : Mikael Aldo

Kamis, 12 Maret 2026

"Seberapa Mahal Harga Sebuah Kejujuran?": Reborn Initiative & Ody Harahap Bongkar Keresahan Sistem dalam "Meja Tanpa Laci"




Jakarta, 12 Maret 2026 - Di tengah krisis kepercayaan dan sentimen publik yang kerap diwarnai rasa curiga terhadap institusi penegak hukum, rumah produksi Reborn Initiative bersama sutradara Ody Harahap mengumumkan produksi film layar lebar terbaru berjudul "Meja Tanpa Laci".

Melalui acara peluncuran proyek ini, film ini memposisikan diri sebagai sebuah sentilan keras dari masyarakat, sekaligus memotret harapan terdalam kita akan keadilan yang belum terwujud "Meja Tanpa Laci" memotret sebuah fenomena sunyi tentang betapa mahalnya menjadi orang jujur di Indonesia saat ini. Melalui karakter IPTU Dipa (Daffa Wardhana), yang menjadi simbol bahwa kejujuran juga perlu pergerakan.

Diproduseri oleh Deden Ridwan, Reborn Initiative ingin menyuguhi cerita yang nyata dengan kritik yang menyuluruh, terutama untuk para generasi muda yang saat ini sangat kritis dan rasional.

"Film ini akan mengajak penonton untuk melihat bahwa di balik kemarahan dan sikap sinis kita terhadap penegakan hukum, namun dibalik itu semua ada harapan besar bagi keadilan bila sistem ini bisa diisi oleh orang-orang yang tegak lurus. Dipa adalah salah satu perwujudan dari harapan yang hampir mustahil itu," ujar Deden Ridwan.

Dipercayakan sebagai sutradara, Ody Harahap berkolaborasi dengan Joko Nugroho sebagai penulis naskah untuk memotret beratnya beban seragam dalam keadaan sistem birokraksi yang telah terinfeksi oleh korupsi dan nepotisme ke film layar lebar. Ini adalah sebuah "surat cinta" sekaligus dukungan moral bagi para "Dipa" di luar sana, mereka yang masih bertaruh nyawa demi integritas meski tak pernah tersorot kamera.

"Mungkin satu kalimat yang tepat adalah menyatakan bahwa film ini terasa pinggir jurang. dimana kami ingin menggambarkan bahwa tantangan terbesar adalah menghadapi ketidakberdayaan untuk berhadapan dengan birokrasi yang sudah terinfeksi hingga ke akar. ucap Ody Harahap.

Film ini dibintangi oleh jajaran pemain lintas generasi yang solid yaitu Daffa Wardhana, Arla Ailani, Cut Mini, Roy Marten, serta Surya Saputra. Reborn Initiative berharap "Meja Tanpa Laci" dapat memicu polemik cerdas dan diskusi terbuka mengenai integritas penegakan hukum di Indonesia.


Tentang "Meja Tanpa Laci"

Informasi Film

Produser: Deden Ridwan

Sutradara: Ody Harahap

Penulis: Joko Nugroho


Informasi Pemain

Daffa Wardhana sebagai IPTU Dipa

Arla Ailani sebagai Key

Cut Mini sebagai Bu Marina

Surya Saputra sebagai AKP Hendrawan

Rabu, 11 Maret 2026

MD Pictures Rilis Poster "Kupilih Jalur Langit": Ketika Ekspektasi 'Pacaran Setelah Menikah' Terbentur Rahasia Masa Lalu

 


Jakarta, 10 Maret 2026 - MD Pictures dan Manara Studio kembali meramaikan industri perfilman tanah air dengan merilis Official Poster film drama religi terbarunya, "Kupilih Jalur Langit". Diadaptasi dari kisah nyata viral karya Elizasifaa (kreator Ipar Adalah Maut), film ini menyoroti potret rapuhnya pernikahan muda yang dibangun di atas fondasi masa lalu yang belum usai.

Melalui poster resmi yang diluncurkan dalam acara Press Conference, publik diperlihatkan pada kontras emosi yang tajam. Amira (Azizi Asadel) tampil mencolok dalam balutan busana merah yang melambangkan keberanian sekaligus cinta yang tulus. Namun, di belakangnya, Furqon (Emir Mahira) berdiri dengan tatapan kosong, sementara siluet Dara (Ratu Rafa) membayangi mereka berdua.

Visual ini menjadi sebuah perlambang bahwa dalam sebuah pernikahan, terkadang ada "orang ketiga" yang tidak hadir secara fisik, melainkan menetap di dalam ingatan yang belum selesai.

Manoj Punjabi, CEO & Founder MD Pictures, menyebut kisah ini sebagai refleksi bagi generasi muda. "Saat pertama kali mendengar kisah nyata dari Elizasifaa ini, saya langsung berpikir bahwa ini adalah kisah yang harus didengar oleh banyak orang di Indonesia," ungkapnya. "Terutama bagi mereka muda-mudi yang ingin melangkah ke jenjang pernikahan; film ini memberikan perspektif mendalam tentang komitmen dan kejujuran."

Bagi Azizi Asadel, memerankan Amira adalah sebuah perjalanan emosi yang sangat menantang. "Peran ini mewakili insecurity banyak perempuan muda di luar sana," ujar Azizi. "Bagaimana rasanya sudah sah sebagai istri, tapi tetap harus berjuang melawan bayang-bayang masa lalu suaminya sendiri."

Film ini bercerita tentang Amira (Azizi Asadel), santriwati cerdas dan enerjik, mengira mimpinya menjadi nyata saat ia dijodohkan dengan Furqon (Emir Mahira), ustadz muda yang ia kagumi sejak pesantren. Namun, kebahagiaan itu hancur di malam pertama.

Furqon bersikap sangat dingin dan tak kunjung menyentuh Amira meski status mereka telah sah sebagai suami-istri. Di tengah keputusasaan, Amira mulai bertanya-tanya: Apakah suaminya memiliki rahasia besar, atau justru ada perempuan lain yang jiwanya masih bertahta di hati Furqon?

Benarkah pacaran setelah menikah itu selalu lebih menyenangkan? Ataukah itu hanya mitos bagi mereka yang menikahi seseorang yang hatinya masih terjebak di masa lalu?

Saat jalur bumi terasa buntu dan cinta manusia terasa hampa, Amira kini hanya memiliki satu sandaran: Mengetuk pintu langit. Tunggu kisah Furqon dan Amira! Film garapan sutradara Archie Hekagery ini dijadwalkan akan mengetuk hati penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.

Film Ikatan Darah Merilis Official Poster & Trailer Menampilkan Aksi Laga Berkelas Arahan Sidharta Tata dari Rumah Produksi Uwais Pictures

 

Film Ikatan Darah tayang mulai 30 April 2006 di bioskop

Jakarta, 11 Maret 2026 - Uwais Pictures, rumah produksi yang didirikan aktor laga internasional Iko Uwais, Uwais Pictures, mempersembahkan film aksi laga terbaru berjudul Ikatan Darah. Film vang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 30 April 2026 ini baru saja merilis official poster dan trailer yang menampilkan aksi laga berkelas dari arahan sutradara Sidharta Tata. 

Dalam dekade terakhir, Sidharta Tata telah menancapkan namanya di industri perfilman Indonesia sebagai salah satu sutradara film genre yang paling berbakat. Tata mampu mengarahkan dengan apik baik horor hingga aksi laga. 

Di official trailer Ikatan Darah, Sidharta Tata menampilkan aksi laga epik dengan karakter utama perempuan bernama Mega (Livi Ciananta). Memerankan Mega, aktris pendatang baru Livi Ciananta pun menunjukkan bakat laganya dengan aksi pencak silat. Dikenal dengan aksi laga kejamnya, Tata pun memberikan elemen gore dan suspense di official trailer-nya, saat Mega harus berhadapan dengan jaringan lintah darat yang menjerat sang kakak, Bilal (Derby Romero).

Tata juga menghadirkan villain yang mengancam, dipimpin Teuku Rifnu Wikana, yang semakin menambah intens aksi laga di film ini, dan terlihat dari trailernya yang membangkitkan adrenalin.

Sementara itu, official poster menampilkan Livi Ciananta dan Derby Romero yang akan bekerja sama dalam menghadapi jaringan lintah darat. Berhadapan dengan Teuku Rifnu Wikana yang tampil menyeramkan dengan para anak buahnya.

"Bekerja sama dengan Iko Uwais dan Uwais Pictures adalah mimpi yang menjadi nyata. Di film Ikatan Darah, mereka mengajari saya cara menggarap adegan laga dengan benar. Cara merencanakan pergerakan, menggunakan video board, dan mengatur sudut kamera sedemikian rupa untuk menjaga energi para aktor sekaligus membuat adegannya tetap seru," ujar Sidharta Tata.

Film Ikatan Darah dibintangi oleh Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, Abdurrahman Arif, Ramadhan Ruswadi, Agra Piliang, Ismi Melinda, dan aktris senior Lydia Kandou. Diproduksi oleh Uwais Pictures, film ini turut didukung oleh KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active. Film ini diproduseri oleh CEO Uwais Pictures Ryan Santoso dengan produser eksekutif Iko Uwais, Yentonius Jerriel Ho, dan Yocke Kaseger.

"Uwais Pictures memiliki visi menjadi rumah produkai vang mampu mendukung pennh sinema aksi laga Indonesia. Melalui Ikatan Darah, kami ingin menunjukkan film aksi laga Indonesia yang kualitas dan skala produksinya juga setara dengan yang ada di Asia maupun Hollywood," ujar produser eksekutif Iko Uwais.


Bagi Derby Romero, yang selama ini dikenal dengan peran-perannya sebagai karakter manis', kini ia harus menjadi karakter yang cukup problematik. la juga menunjukkan bakat aksinya bersama Livi.

"Dari dulu salah satu cita-citaku adalah bermain di film action, karena punya latar belakang bela diri. Selama syuting Ikatan Darah aku merasa sangat fun banget," ungkap Derby Romero.

Sementara untuk Livi Ciananta, meski sebelumnya ia juga pernah bermain di film aksi laga, dirinya menemukan tantangan baru di film Ikatan Darah. "Aku seperti upgrade skill bela diri aku di Ikatan Darah. Uwais team sangat membantu kami mempelajari gerakan koreografi laga dengan baik. Setiap koreografi, setiap pukulan itu bukan hanya gerakan, tapi ada rasa yang disampaikan di sana."

Film Ikatan Darah telah melakukan world premiere di Fantastic Fest 2025, Texas, dan berkompetisi di JAFF20. Film Ikatan Darah tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia.


SINOPSIS

Mega (Livi Ciananta), seorang mantan atlet pencak silat yang kini bekerja sebagai pramusaji, harus menyelamatkan kakaknya, Bilal (Derby Romero), yang menjadi buruan para gangster terkejam akibat hutang dan pembunuhan yang tak sengaja ia lakukan.

Aksi perburuan membuat kakak beradik itu terjebak di sebuah kampung yang seluruh pintu keluarnya telah ditutup oleh para preman anak buah dari bos gangster, yaitu Primbon (Teuku Rifnu). Kini, Mega dan Bilal harus bekerja sama untuk dapat meloloskan diri dari kejaran para gangster itu meski nyawa menjadi taruhannya.

Selasa, 10 Maret 2026

Film Na Willa Tayang Lebih Dulu di 22 Kota Indonesia, Tiket Jakarta Sold Out dan Sejumlah Kota Hampir Habis

 

Film Na Willa akan tayang lebih dulu pada Minggu, 15 Maret 2026 di 22 kota

Jakarta, 10 Maret 2026 - Setelah mendapat sambutan hangat dan respons positif dari rangkaian special screening bersama para orang tua, anak-anak, hingga para sinefil, film terbaru persembahan Visinema Studios, Na Willa, akan tayang lebih. dulu di 22 kota di Indonesia pada Minggu, 15 Maret 2026. Program Nonton Duluan Na Willa menjadi cara Visinema untuk mengajak keluarga Indonesia merayakan kegembiraan Lebaran lebih awal sekaligus berkenalan dengan dunia Na Willa sebelum filmnya resmi tayang.

Antusiasme penonton terhadap Na Willa terlihat sangat tinggi. Hingga saat ini tiket program Nonton Duluan di Jakarta telah sold out, sementara penjualan di Bandung dan Depok juga hampir habis.

Para penonton yang telah menyaksikan film ini juga memberikan respons yang sangat positif. Banyak yang merekomendasikan Na Willa sebagai film yang menghadirkan rasa bahagia, fun, hidup, dan hangat untuk ditonton bersama keluarga. Sebagai film keluarga, Na Willa tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga menghadirkan kedalaman emosional yang dapat dirasakan oleh penonton dari berbagai usia.

"Masuk dunia Na Willa, best banget sih. Hatiku penuh banget, kayak dipeluk. Sepanjang nonton senyum," kata reviewer film @cinemuach usai special screening film Na Willa.

"Bagian parenting-nya relate banget, meski set-nya itu di tahun '60-an tapi masih sangat terasa buat orang-orang yang nonton dan hidup di masa sekarang," kata akun review film @WatchmendID.

Bukan cuma menghibur anak-anak, namun masuk ke dunia Na Willa juga terbukti sangat menyenangkan bagi penonton yang sudah dewasa. Sutradara film Na Willa Ryan Adriandhy pun mengungkapkan perasaan bahagianya saat film Na Willa mendapat respons positif dari penonton yang sudah lebih dulu menonton.

"Teman-teman yang berkesempatan nonton film Na Willa duluan lewat undangan exclusive screening telah mengutarakan ulasan dan perasaan mereka atas film kami. Dan hati kami tidak bisa lebih hangat lagi. Terima kasih banyak. Mari ikut masuki dunia Na Willa yang akan membuatmu merasa jadi anak-anak lagi," ujar sutradara Ryan Adriandhy.

Harapannya, Na Willa menjadi film keluarga yang juga menjadi film Lebaran yang dipilih oleh seluruh keluarga Indonesia," tambah Ryan.

Berikut adalah daftar bioskop di 22 kota di Indonesia yang akan menjadi lokasi Nonton Duluan Film Na Willa:

1. Bandung (CGV BEC)

2. Banjarmasin (Studio XXI)

3. Bekasi (KCM Jati Asih)

4. Bogor (Cibinong City XXI)

5. Cirebon (CSB XXI)

6. Denpasar (Level 21 XXI)

7. Depok (CGV Dmall)

8. Jakarta (Blok M XXI)

9. Kupang (Transmart Kupang XXI)

10. Lampung (Malkartini XXI)

11. Makassar (Panakkukang XXI)

12. Malang (Cinepolis Malang Town Square)

13. Medan (Cinepolis Plaza Medan Fair)

14. Padang (CGV Raya Padang)

15. Pekanbaru (Cinepolis Living World Pekanbaru)

16. Pontianak (Ayani XXI)

17. Purwokerto (Rajawali Cinema)

18. Semarang (Cinepolis Java Supermall)

19. Solo (Solo Paragon XXI)

20. Surabaya (Tunjungan XXI)

21. Tangerang (Tang City XXI)

22. Yogyakarta (Jwalk Mall)

Dijual secara terbatas, pembelian tiket Nonton Duluan Na Willa sudah bisa dibeli mulai Senin, 9 Maret 2026. Pembelian tiket bisa melalui aplikasi M-Tix, CGV, Cinepolis, dan KCMTix. Serta website CGV, bioskopkem.com, dan rajawalicinema.bigtix.io/en. Penonton juga bisa membeli tiket langsung di bioskop untuk menonton di Cinepolis, KCM, dan Rajawali Cinema.

Tonton petualangan yang penuh imajinasi, keajaiban, dan kehangatan yang akan membawa kita pulang menjadi anak-anak pada Lebaran bersama film Na Willa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia! Dan Nonton Duluan Film Na Willa, Minggu, 15 Maret 2026.


Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran 

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.


Catatan Produksi:


Judul Film: Na Willa

Genre: Drama, Keluarga

Sutradara: Ryan Adriandhy

Produser Eksekutif: Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem

Produser: Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari

Ko-Produser: Mia A. Santosa

Produser Lini: Tersi Eva Ranti

Asisten Sutradara: Mizam Fadilah Ananda

Unit Manajer Produksi: K. Dwi Prasetya

Sinematografer: Yadi Sugandi

Desainer Produksi: Sri Rini Handayani

Penata Busana: Astrid Rosiana Ishak

Penata Rias: Notje M. Tatipata

Penata Suara: Siti Asifa Nasution

Penyunting: Teguh Raharjo

Komposer: Ofel Obaja

Pemeran: 

Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Baim Wong Merilis Film Ketiga, Semua Akan Baik-Baik Saja Dibintangi Reza Rahadian, Christine Hakim, Happy Salma, Raihaanun Drama Keluarga Emosional yang Menghangatkan Hati

  Film Semua Akan Baik-Baik Saja tayang mulai 15 Mei 2026 di bioskop Indonesia Jakarta, 17 Maret 2026 - Baim Wong bersama rumah produksi yan...