Kamis, 02 Juli 2026

Diadaptasi dari Buku Best Seller Habib Jafar, Film Seni Merayu Tuhan Merilis Official Trailer, Menuangkan Perjalanan Menemukan Hikmah yang Menginspirasi Anak Muda

 


​Film Seni Merayu Tuhan tayang mulai 13 Agustus 2026 di bioskop


​Jakarta, 2 Juli 2026 — Wahana Kreator mempersembahkan film drama terbaru berjudul Seni Merayu Tuhan, yang diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar. Di official trailernya, Seni Merayu Tuhan menampilkan perjalanan anak muda bernama Hikmah yang diperankan oleh Ari Irham. Sempat merasa enak dengan dunia yang ia jalani, Hikmah jatuh ke titik terendahnya saat sang ibu (Rieke Diah Pitaloka) meninggal.

​Semasa sang ibu masih hidup, Hikmah jarang pulang ke rumah. Telepon dan pesannya tak pernah dibalas. Ia selalu bersenang-senang dengan kehidupan masa mudanya, termasuk bersama sang pacar, Sophia (Lutesha). Saat diajak untuk salat Jumat, jawaban Hikmah bahkan: ‘sudah pernah’.

​Hidup Hikmah berubah 180°. Ia yang sebelumnya seperti tak mengenal Tuhan, kemudian justru mencari jalan untuk kembali mendekat, meski ia lupa kapan terakhir salat.

​Seni Merayu Tuhan dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy. Diproduseri oleh Salman Aristo dan Sigit Pratama, film ini menjadi debut penyutradaraan editor Pemenang 3 Piala Citra FFI Cesa David Luckmansyah. Naskah film ini ditulis oleh Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S. Noer. Di film ini, Gina juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania.

​"Seni Merayu Tuhan adalah film drama tentang perjalanan anak muda bernama Hikmah yang sedang menuju fase kedewasaannya. Sebuah cerita yang relevan dan dekat dengan generasi muda saat ini, dikemas dengan kisah tentang keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, dan pencarian makna hidup," ujar produser Salman Aristo.

​Bagi Cesa David, menyutradarai Seni Merayu Tuhan menjadi perjalanan baru filmografinya. Selama ini, Cesa telah berpengalaman menjadi penyunting gambar ratusan judul film Indonesia dari berbagai genre dan telah memenangkan penghargaan.

​"Seperti halnya Hikmah yang mendapat panggilan dalam perjalanan hidupnya, begitupun saya yang mendapat panggilan untuk memulai langkah baru di perfilman. Selama ini saya memang selalu berada di balik meja editing, tapi kisah Seni Merayu Tuhan sangat personal bagi saya dan itu memanggil saya untuk menangkap momen perjalanan Hikmah bersama ibunya dan orang-orang di sekitarnya dalam proses kedewasaannya," ujar sutradara Cesa David Luckmansyah.

​Bagi Ari Irham, yang selama ini dikenal dengan peran-perannya yang manis di film drama romance, Seni Merayu Tuhan menjadi wahana eksplorasi karakter terbarunya yang merefleksikan keresahannya.

​"Sebagai anak muda, gue juga sebenarnya punya keresahan terhadap apa yang gue lewati setiap hari. Gue pernah berada di posisi mencari jati diri gue, dan gue yakin cerita dari Hikmah di film ini bakal relate banget untuk anak-anak muda yang lagi proses memahami dirinya, keluarga, dan yang lagi bertumbuh," ungkap Ari Irham.

​Film Seni Merayu Tuhan akan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026. Film ini sekaligus menjadi momentum Wahana Kreator, yang melengkapi dan merayakan rilisnya dua slate besar bulan ini, termasuk film Original Netflix terbaru karya Gina S. Noer, Aku Sebelum Aku, yang akan rilis pada 16 Juli 2026.

​Seni Merayu Tuhan diproduksi oleh Wahana Kreator yang bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, dan Virtuelines Entertainment.

​Sebagai karya yang diadaptasi dari buku, Seni Merayu Tuhan juga berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), serta penerbit buku aslinya, Mizan Pustaka. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat Indonesia untuk kembali mengunjungi perpustakaan, membaca, dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang semakin modern dan terbuka untuk publik. Diharapkan juga dapat menjadi jembatan antara budaya membaca dan budaya menonton, sekaligus memperluas ruang diskusi bagi generasi muda.

​Tonton film Seni Merayu Tuhan di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial resmi di Instagram @wahana.kreator dan @filmsenimerayutuhan.


Tentang Wahana Kreator

​Wahana Kreator adalah perusahaan berbasis riset dan pengembangan cerita yang menghasilkan pencipta dan konten berkualitas tinggi. Unit usaha kami terdiri dari Wahana Edukasi (d/h PlotPoint Kreatif) yang memiliki fokus pada pengembangan pendidikan untuk regenerasi kreator konten Indonesia, Wahana Penulis yang meneliti kebutuhan dan mengembangkan cerita menarik tepat sasaran khalayak, serta Wahana Dimensi yang menghadirkan tim produksi terampil dan profesional untuk mengembangkan cerita menjadi konten audio visual.

​Pada tahun 2019, film DUA GARIS BIRU berhasil meraih 2,5++ juta penonton serta masuk ke dalam jajaran nominasi FFI 2019. Pada tahun 2023, Wahana Kreator merilis Like & Share yang meraih 3 penghargaan dalam FFI 2023. Wahana Kreator juga merilis film Agen +62 yang tayang di bioskop tahun 2025 dan telah tayang di Netflix.

​Selain berkolaborasi dalam produksi audio visual, kami juga terlibat dalam produksi drama audio/podcast seperti Horor Pendek dan Kisah Horor The Sacred Riana. Informasi lengkap mengenai Wahana Kreator bisa disimak pada situs kami: wahanakreator.com.

Rabu, 01 Juli 2026

Teaser Poster Bapakmu Kiper Resmi Dirilis, Fedi Nuril Jadi Kiper Sepakbola Tarkam

 

Jakarta, 30 Juni 2026 - Rumah produksi Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis teaser poster perdana Bapakmu Kiper sekaligus mengumumkan jadwal tayangnya pada 3 September 2026. Poster tersebut menampilkan Fedi Nuril sebagai kiper sepak bola dalam momen menegangkan saat harus menghadang bola yang meluncur deras ke arah gawang. Di belakangnya, rekan-rekan satu tim sudah pasrah. Ada yang mengangkat tangan, menutup mata, hingga berteriak sebelum bola benar-benar masuk. Lewat poster ini, Bapakmu Kiper memberi gambaran awal tentang cerita komedi yang dipenuhi kekocakan khas sepak bola tarkam.

​Bapakmu Kiper menjadi film perdana yang diproduksi oleh Entelekey Sinema Indonesia, rumah produksi yang berada di bawah naungan Entelekey Media Indonesia. Sebelumnya, Entelekey Media Indonesia telah memproduksi dua film layar lebar, Pernikahan Arwah dan Warung Pocong, melalui kolaborasi dengan rumah produksi lainnya. Melalui Bapakmu Kiper, Entelekey Sinema Indonesia membuka langkah perdananya sebagai rumah produksi yang menghadirkan karya secara mandiri.

​Bapakmu Kiper disutradarai oleh Ody Harahap, sineas di balik sejumlah film komedi sukses seperti Kapan Kawin?, Sweet 20, dan Orang Kaya Baru. Naskahnya ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut, serta diperkuat penampilan Fedi Nuril, Ali Fikry, Tanta Ginting, Augie Fantinus, Vidi Bule, Neysa Chandria, Djalto Tigor, Didi Mursidi, Cemen, Qomar, Arnold Kobogau, Dwie Yabes, Jabrik, Rian Reza, Lucky L. Moniaga, dan Joko Nugroho.

​Bapakmu Kiper berkisah tentang Dino (Ali Fikry), remaja yang memendam kemarahan terhadap ayahnya, Warto (Fedi Nuril), mantan kiper tarkam yang lebih dikenal karena sederet blunder dan kekacauan dalam hidupnya daripada aksi penyelamatan di bawah mistar.

​Saat kesempatan terakhir Dino mengejar mimpi sebagai pesepakbola profesional datang lewat Tarkam Super Cup, Warto justru kembali turun ke lapangan dan mengumpulkan tim paling nyeleneh mulai dari hansip, dukun, hingga pencopet demi membantu anaknya meraih juara. Mampukah mereka membawa pulang kemenangan, atau justru menciptakan kekacauan baru?

​Bagi Fedi Nuril, Bapakmu Kiper menjadi pengalaman baru dalam perjalanan karirnya. Setelah dikenal lewat berbagai karakter drama yang identik dengan karakter softboy, kali ia tampil dalam komedi dengan memerankan Warto, mantan kiper tarkam yang penuh kekacauan namun memiliki kepedulian besar terhadap anaknya.

​"Dunia sepak bola antar kampung punya kedekatan emosional dengan banyak keluarga Indonesia, tapi jarang diangkat secara utuh ke layar lebar. Menurut saya itu yang membuat Bapakmu Kiper terasa spesial. Film ini lucu, hangat, dan sangat membumi," papar Fedi Nuril.

​Sementara itu, Garnet Geraldine Tanja, selaku Direktur Entelekey Sinema Indonesia, menyampaikan bahwa peluncuran teaser poster ini menjadi langkah awal perjalanan Bapakmu Kiper sebelum menyapa penonton Indonesia di bioskop. Di tengah berbagai dinamika dan hiruk-pikuk kehidupan saat ini, Bapakmu Kiper hadir sebagai hiburan yang mengajak penonton sejenak melepas penat, tertawa bersama, dan menikmati kisah yang hangat serta menghibur.

​"Kami ingin orang yang melihat judul maupun posternya langsung tersenyum. Poster ini sengaja kami rancang untuk langsung memperkenalkan karakter Warto. Dalam satu gambar, penonton bisa merasakan kepanikan, kekocakkan, sekaligus humor yang akan menjadi warna utama film ini. Bapakmu Kiper adalah film yang jujur, kocak, dan hangat, seperti suasana nonton bola di lapangan kampung. Kami berharap penonton pulang dari bioskop sambil tersenyum dan membawa kehangatan yang mereka temukan di dalam cerita," kata Garnet Geraldine Tanja, Direktur Utama Entelekey Sinema Indonesia.

​Menggabungkan komedi, sepak bola tarkam, persahabatan, dan hubungan ayah-anak dalam satu cerita yang hangat, Bapakmu Kiper siap menghibur penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

Film Rumah Singgah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures akan tayang bulan Agustus di bioskop Indonesia

 

Dibintangi Adhisty Zara & Devano, Video First Look Film Rumah Singgah Ditonton 4 Juta Orang hanya dalam 1 Hari

​Jakarta, 20 Juni 2026 — Pada Kamis lalu, 18 Juni 2026, film Rumah Singgah mempublikasikan video first look atau video perdananya melalui akun resmi media sosial film, para aktornya, rumah produksi serta rekan-rekan eksibitor. Unggahan tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari warganet, di mana dalam satu hari saja sudah mencapai total 4 juta views. Video berdurasi 38 detik tersebut menampilkan kolase potongan adegan-adegan, memperlihatkan look atau warna yang merepresentasikan keseluruhan film, para aktor yang terlibat, serta aksi dan reaksi tanpa dialog dari para aktornya.

​Reaksi positif publik terlihat pada kolom komentar, sebagian besar di antaranya mengungkapkan rasa tidak sabar ingin segera menonton film Rumah Singgah, ada pula yang memberi ungkapan emosi seperti "Nyeseknya sampe siniii" (@ilhahoam). Banyak juga di antaranya memberikan komentar baik yang ditujukan kepada Adhisty Zara sebagai salah satu aktor film Rumah Singgah. Antusiasme ini menandai kehadiran kembali Zara sebagai aktor utama dalam film layar lebar menjadi hal yang sangat dirindukan dan dinantikan oleh penonton.

​Film Rumah Singgah adalah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures serta disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo. Rumah Singgah dibintangi oleh Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Dewi Irawan, dan Aming. Ikuti perjalanan dan informasi terbaru film Rumah Singgah di akun-akun resmi media sosialnya. Film Rumah Singgah akan tayang di bioskop Indonesia bulan Agustus 2026.

​Hashtag : #rumahsinggah #filmrumahsinggah

Instagram : @rumahsinggahfilm

Threads : @rumahsinggahfilm

TikTok : @filmrumahsinggah

Industri Film Kian Kompetitif, JAFF Market Hadir Kembali Perkuat Peran sebagai Pasar Ekosistem Perfilman Indonesia

 


Jakarta, 26 Juni 2026 – Di tengah pertumbuhan industri film Indonesia yang semakin pesat dan kompetitif, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali menghadirkan JAFF Market, pasar film pertama dan terbesar di Indonesia yang telah berkembang menjadi salah satu agenda industri paling penting di kawasan.

​Di edisi ketiganya tahun ini, JAFF Market kembali menggandeng Amar Bank sebagai mitra utama untuk mendorong terciptanya ekosistem perfilman yang lebih terhubung, berkelanjutan, dan siap bersaing di tingkat global. Berlangsung pada 28-30 November 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. JAFF Market Powered by Amar Bank akan memperkuat perannya sebagai platform yang mempertemukan para pelaku industri dari berbagai mata rantai perfilman, mulai dari kreator, produser, investor, distributor, hingga institusi pendukung industri.

​Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan terus mendukung JAFF Market sebagai wujud nyata komitmen negara dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional. "Kita tidak hanya ingin menjadi pasar bagi film-film dunia, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, distribusi, dan pembiayaan agar semakin banyak karya Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional," kata dia dalam sambutannya di Konferensi Pers JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank.

​Untuk itu, Fadli Zon menilai kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan industri film nasional. Hadirnya JAFF Market pun strategis sebagai ruang kolaborasi yang produktif untuk memperkuat jejaring, membuka peluang baru, serta memperluas akses bagi karya dan talenta Indonesia di tingkat internasional. "Harapannya agar ekosistem perfilman Indonesia yang sedang tumbuh ini dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan," lanjut dia.

​Di tengah perlambatan ekonomi, industri perfilman Indonesia tetap menunjukkan daya tahannya. Berdasarkan data Cinepoint dalam Industry Trends and Performance in H1 2026, sebanyak 13 film Indonesia berhasil melampaui satu juta penonton sebelum semester pertama berakhir. Pencapaian ini menjadi yang tercepat dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya dan menunjukkan semakin banyak film yang mampu menjangkau audiens secara luas.

​Market Director JAFF Market, Linda Gozali, menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa industri film Indonesia memasuki fase yang semakin matang. Menurut dia, tantangan industri saat ini tidak lagi hanya menghasilkan lebih banyak film, tetapi juga memastikan setiap proyek memiliki akses terhadap pembiayaan, pasar, serta peluang kolaborasi yang lebih luas.

​"Di sinilah JAFF Market mengambil peran sebagai market hub. Kami melihat semakin banyak proyek menemukan mitra pendanaan, talenta memperoleh peluang pengembangan, dan IP Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas. Pengalaman dua tahun terakhir menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap platform industri seperti JAFF Market terus meningkat, seiring semakin besarnya minat investasi dan kolaborasi di sektor perfilman," kata Linda.

​Senada dengan itu, Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah mengatakan pertumbuhan industri perlu diimbangi dengan penguatan ekosistem yang mampu mempertemukan pelaku industri dengan pasar dan investor. "Indonesia memiliki talenta dan kekayaan intellectual property (IP) yang besar, namun masih membutuhkan infrastruktur industri yang mampu memperluas peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan," jelasnya.

​Untuk menjawab kebutuhan tersebut, JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank mempertahankan berbagai program utama yang mencakup seluruh rantai nilai industri, mulai dari pengembangan proyek, peningkatan kapasitas talenta, business matching, hingga perluasan akses pasar internasional. Program tersebut meliputi Film Industry Exhibitions, JAFF Future Project, Talent Day, Film Lab, Film & Market Conference, Market Screening, Company Showcase, Networking Events, serta JAFF IP Connection yang sebelumnya dikenal sebagai JAFF Content Market.

​Berlanjutnya kemitraan dengan Amar Bank juga mencerminkan semakin besarnya perhatian sektor keuangan terhadap potensi ekonomi industri film Indonesia. Kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung penyelenggaraan event, tetapi juga membuka peluang pengembangan model pembiayaan dan layanan yang lebih sesuai dengan karakteristik industri kreatif.

​Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, menegaskan bahwa mendorong pertumbuhan sektor kreatif membutuhkan perubahan infrastruktur dalam akses pembiayaan. "JAFF Market telah secara konsisten membuktikan perannya sebagai hub yang kuat dalam membangun ekosistem yang terintegrasi bagi industri film dan kreatif. Oleh karena itu, dukungan kami terhadap JAFF Market 2026 merupakan langkah untuk mendorong ekosistem multipemangku kepentingan, di mana kami mengajak para pembuat kebijakan dan pelaku industri untuk berkolaborasi dalam merancang layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif. Dengan bergerak menuju solusi yang selaras dengan model bisnis unik industri ini, kita dapat memastikan bahwa potensi kreatif dapat sepenuhnya ditransformasikan menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Vishal.

​Sebagai bentuk nyata penguatan ekosistem perfilman dari hulu ke hilir, JAFF Market dan Amar Bank memperluas kolaborasi dengan melibatkan Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan berbagai asosiasi industri film, diantaranya APROFI, IFDC, PILAR, INAFED, ICS, dan ACI dalam pengembangan kapasitas industri lokal.

​Selain mendorong peningkatan kompetensi pelaku industri, kemitraan ini juga membuka peluang eksplorasi inovasi, teknologi, serta pendekatan bisnis baru yang dapat memperkuat daya saing industri film Indonesia di tingkat regional maupun global.

​Di luar penyelenggaraan tahunannya, JAFF Market juga terus memperluas kehadiran internasional melalui partisipasi dalam berbagai ajang industri seperti Marché du Film - Cannes, Asian Contents & Film Market - Busan, dan Asia TV Forum & Market (ATF) - Singapore. Upaya ini dilakukan untuk mempromosikan kreator dan IP Indonesia sekaligus memperkuat jejaring global yang dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri film nasional.


Tentang JAFF & JAFF Market:

​Didirikan pada tahun 2006 sebagai respons terhadap perkembangan distribusi digital di awal 2000-an, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) telah menjadi platform penting dalam memperkuat ekosistem sinema di Yogyakarta dan Indonesia. Lebih dari sekadar festival film, JAFF berfungsi sebagai pusat pembelajaran, pertukaran budaya, serta wadah bagi sineas Asia untuk berkembang.

​Seiring berkembangnya distribusi digital secara global, Indonesia menjadi salah satu pasar film terbesar di Asia Tenggara, yang menuntut kehadiran sineas dan tenaga profesional berkualitas. Dari kebutuhan ini, lahirlah JAFF Market sebagai hub industri untuk menghubungkan sineas, talenta baru, kreator konten, investor, institusi film, media, dan komunitas film.

​Kini, sebagai gerbang menuju kencangnya laju industri film Indonesia, JAFF Market menjadi pasar film terbesar di Asia Tenggara yang membuka peluang kerja sama dan bisnis lintas sektor industri. Dengan berbagai program unggulan, JAFF Market terus berkembang sebagai event industri terkemuka yang mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem film Indonesia yang dinamis.

​Bersiaplah untuk JAFF (28 November - 5 Desember 2026) dan JAFF MARKET 2026 (28 - 30 November 2026) – Let’s Shape the Future of Asian Cinema!


Tentang Amar Bank

PT Bank Amar Indonesia Tbk. atau Amar Bank adalah bank digital Indonesia. Didirikan pada tahun 1991, diluncurkan kembali menjadi Amar Bank pada tahun 2015, sejak itu bank telah mengalami transformasi digital yang signifikan untuk menjadi salah satu pelopor lembaga fintech melalui platform pinjaman digital Tunaiku, yang telah memenangkan berbagai penghargaan. Diluncurkan pada tahun 2014, Tunaiku adalah platform pinjaman digital berbasis aplikasi pertama di Indonesia yang memanfaatkan big data dan analitik prediktif untuk melayani populasi yang tidak memiliki rekening bank dan kurang terlayani di Indonesia, dan terus menjadi produk unggulan Amar Bank. Tunaiku memberikan pinjaman pribadi kepada individu dan UMKM. Aplikasi diproses dan disetujui dalam waktu 24 jam. Amar Bank (kode saham: AMAR) tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 2020, Amar Bank meluncurkan aplikasi perbankan digital, bank cerdas khusus seluler berbasis cloud pertama di Indonesia, yang mengadopsi teknologi baru AI untuk mendorong kebiasaan menabung yang baik sambil meningkatkan disiplin untuk kontrol keuangan pribadi yang lebih baik.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

​Website: www.amarbank.co.id & www.tunaiku.com

​Facebook: Amar Bank / Tunaiku

​Twitter: @amarbankID / @tunaikucom

​Instagram: @amarbank.id / @tunaikucom

​Instagram: @lifeatamar.tunaiku

​LinkedIn: Amar Bank / Tunaiku

Rabu, 24 Juni 2026

KATYANA DAN WIDURI PUTERI RAYAKAN PERSAHABATAN PEREMPUAN LEWAT SINGLE TERBARU "LUPAKAN DIA"

 


Jakarta, 24 Juni 2026 — Di tengah banyaknya lagu tentang jatuh cinta dan patah hati, Katyana dan Widuri memilih menghadirkan sudut pandang yang berbeda melalui single terbarunya, "Lupakan Dia" yang menggambarkan percakapan akrab dua remaja perempuan. Tidak hanya bercerita tentang sulitnya melepaskan seseorang yang sebenarnya sudah diketahui tidak baik untuk diri kita, lagu ini juga menyoroti arti kehadiran sahabat yang setia mengingatkan dan menemani di tengah proses tersebut.

​Bagi Katyana, tema yang diangkat dalam lagu ini terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang seusianya. "Menurut aku, lagu ini menceritakan suatu pengalaman yang sangat universal, di mana ada dua sahabat yang lagi curhat dan membahas sesuatu yang sebenarnya sudah tahu jawabannya dan jelas banget, tapi kita tetap perlu konfirmasi lagi dari sahabat," ungkap Katyana.

Kolaborasi ini menjadi momen spesial bagi Katyana dan Widuri yang sama-sama tumbuh di dunia seni sejak usia muda. Chemistry yang terbangun dalam "Lupakan Dia" juga tidak lepas dari keduanya yang ingin menghadirkan kehangatan dan kedekatan yang kerap ditemukan dalam persahabatan remaja perempuan. Bagi Widuri, sosok sahabat memiliki peran penting dalam proses bertumbuh dan mengambil keputusan. "Teman yang baik, apalagi sebagai sesama perempuan, selain jadi partner seru untuk bermain dan bertualang juga yang mau mendengar dan memahami kita sebelum membuat keputusan," ujar Widuri. Semangat itulah yang kemudian menjadi pondasi dalam membawakan "Lupakan Dia", sebuah lagu yang menempatkan persahabatan sebagai inti cerita. Kolaborasi ini pun terasa semakin istimewa karena bagi Katyana, kesempatan bekerja sama dengan Widuri merupakan sesuatu yang sudah lama ia harapkan. "Aku senang banget bisa mendapatkan kesempatan untuk kolaborasi dengan Widuri. Aku dari dulu suka banget sama stylenya Widuri dan pengen banget ada proyek bareng dia," kata Katyana. Antusiasme yang sama juga dirasakan oleh Widuri saat pertama kali mendengar materi lagu tersebut. "So excited. Apalagi setelah dengar materi awal lagu 'Lupakan Dia'. Langsung nggak sabar mau latihan dan rekaman bareng Katyana," ujar Widuri.



​"Lupakan Dia" diciptakan oleh Rizky Maulana Hidayat, Shakira Jasmine, Tsaqib, dan Zara Adhisty melalui sebuah sesi workshop yang berlangsung secara spontan. Dari awal, mereka memang ingin menulis lagu duet perempuan yang menghadirkan dua perspektif berbeda dalam satu cerita: seseorang yang sedang terluka dan sahabat yang berusaha menguatkannya.

​Menurut Rizky Maulana Hidayat atau Ikiw, ide lagu ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan tema yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari para pendengarnya. "Di zaman sekarang terlalu banyak lagu yang konsepnya cinta-cintaan. Yang mengangkat persahabatan juga ada, tapi tidak sebanyak lagu cinta. Padahal kejadian seperti di lirik lagu ini, banyak terjadi di kehidupan persahabatan remaja perempuan," ujarnya.

​Bagi Shakira Jasmine, yang turut menulis lagu ini, situasi tersebut merupakan refleksi dari percakapan yang hampir selalu hadir dalam sebuah persahabatan. "Kalau misalnya lagi curhat sama teman atau lagi sharing sama teman, kita suka saling menguatkan sesama perempuan. Lagu ini sebenarnya lahir dari situ, dari obrolan yang natural antara sahabat," kata Shakira.

​Pengalaman serupa juga pernah disaksikan langsung oleh Katyana dari orang-orang terdekatnya. Dari situ, ia semakin memahami pentingnya kehadiran sahabat sebagai sistem pendukung di masa-masa sulit. "Aku sendiri pernah menyaksikan situasi ini di sahabat-sahabatku. Aku jadi belajar bahwa support dari teman untuk kita menyelesaikan sebuah masalah itu sangat penting," ujar Katyana.

​Dibalut dengan warna musik pop yang ringan, hangat, dan terasa seperti percakapan santai di sore hari, "Lupakan Dia" mengajak pendengar untuk menyadari bahwa proses melupakan seseorang memang tidak mudah. Namun, perjalanan tersebut akan terasa lebih ringan ketika dijalani bersama sahabat yang selalu hadir untuk mendengarkan, mengingatkan, dan menemani kita melewati setiap prosesnya.

​Single terbaru Katyana dan Widuri, "Lupakan Dia", telah resmi dirilis hari ini dan dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming. Lagu ini menjadi perayaan atas persahabatan perempuan yang hangat, suportif, dan penuh kasih. Lewat percakapan sederhana antara dua sahabat, "Lupakan Dia" mengingatkan bahwa terkadang yang paling kita butuhkan bukanlah jawaban baru, melainkan seseorang yang membantu kita menerima apa yang sebenarnya sudah kita ketahui sejak awal.



Trinity Optima Production (TOP)

​Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Pendaki Tersesat di Gunung Keramat! Film Petaka Gunung Welirang Bawa Kisah Horor dari Misteri yang Menguji Persahabatan di Tengah Teror Nyata Entitas Gaib Alas Lali Jiwo di Gunung Mistis!

 


Film Petaka Gunung Welirang tayang mulai 2 Juli 2026 di bioskop


​Jakarta, 24 Juni 2025 — Starvision menghadirkan film Petaka Gunung Welirang yang terinspirasi dari kisah nyata pendakian misterius di Gunung Welirang di Jawa Timur, tayang mulai 2 Juli 2026 di bioskop Indonesia. Film ini membawa kisah horor dari misteri yang menguji persahabatan saat mendaki gunung.

​Disutradarai oleh Indra Gunawan dari produser Chand Parwez Servia, film ini terinspirasi dari kisah nyata pendakian yang dialami oleh Maya Azka, dan naskahnya ditulis oleh Upi.

​Petaka Gunung Welirang menghadirkan teror gaib yang terasa menyeramkan saat para pendaki tersesat di sebuah hutan yang disebut Alas Lali Jiwo. Kisah-kisah yang selama ini hanya terdengar seperti mitos tentang hilangnya para pendaki di Gunung Welirang dan berbagai kejadian mistis, diceritakan secara nyata.

​Salah satu yang paling meneror adalah kehadiran entitas penjaga istana gaib Gunung Welirang, Ratu dan para penarinya, bunyi gamelan misterius yang bikin merinding, dan perbedaan alam yang membuat sang pendaki tak bisa mencari jalan pulang.

​Mengikuti pendakian lima sahabat, Satria (Antonio Blanco Jr), Naya (Alika Jantinia), Arga (Giulio Parengkuan), Noval (Razan Zu), dan Tita (Jinan Safa). Kelimanya mendaki Gunung Welirang bertepatan mendekati Malam 1 Suro. Mendaki di waktu yang sakral tersebut justru membawa kelimanya mengalami hal-hal gaib, hingga masuk ke alam gaib.

​“Petaka Gunung Welirang menyajikan kisah horor yang akan membuat penonton merinding, namun sekaligus mengharukan dari cerita persahabatannya. Kita bisa melihat bagaimana Arga, Satria, dan Naya berjuang untuk bisa keluar dari Alas Lali Jiwo, sementara Noval dan Tita yang tidak ikut summit terus berjuang mencari 3 sahabatnya. Kisah inilah yang akan mengingatkan kita tentang keyakinan dan persahabatan,” ujar produser Chand Parwez Servia.

​“Proses syuting Petaka Gunung Welirang sangat menantang. Kami mengambil beberapa lokasi yang memang ikonik di sepanjang jalur pendakian Gunung Welirang, termasuk air terjun yang memiliki keindahan luar biasa namun menyimpan energi magis yang sangat kuat,” tambah sutradara Indra Gunawan.

​Antonio Blanco Jr, yang memerankan karakter Satria di film ini mengungkapkan Petaka Gunung Welirang menjadi pengalaman pertamanya syuting di jalur pendakian.

​"Medannya sangat menantang dan memang membutuhkan fisik yang kuat. Beruntungnya aku memang terbiasa berolahraga, jadi itu sangat membantuku saat di lokasi. Di sini aku belajar hal positif dari filmnya, mulai dari menghormati nilai-nilai kepercayaan lokal dan tentunya cerita tentang persahabatannya yang bikin relate, kita pasti sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang melatih diri kita untuk mengendalikan ego sendiri," ujar Antonio Blanco Jr.

​Bagi Giulio Parengkuan, Petaka Gunung Welirang mengajarkan tentang nilai untuk bisa saling percaya terhadap teman dan tak mementingkan ego pribadi. "Aku memerankan Arga, pendaki yang sangat keras kepala dan mementingkan diri sendiri saat mendaki, dan pada akhirnya ikut mencelakakan teman-temannya, dia akhirnya tersadar bahwa dalam berteman kita tidak bisa mementingkan diri sendiri," kata Giulio.

​Bagi Alika Jantinia, Petaka Gunung Welirang mengajarkan nilai positif tentang ego dan kejujuran. Salah satu yang menarik di film ini adalah kisah persahabatannya untuk bisa menyingkirkan ego masing-masing agar mereka selamat.

​"Di film ini kita bisa belajar bahwa memang ada entitas lain di sana, yang menguji adab dan ego kita, apalagi bagi seorang pendaki. Kejujuran dalam niat mendaki itu benar-benar harus dibuka. Ada banyak pesan positif yang akan penonton rasakan saat keluar bioskop," ungkap Alika.

​Film Petaka Gunung Welirang akan menghadirkan horor pendakian gunung dari kisah survival lima sahabat di alam liar yang diangkat dari kisah nyata tentang pendakian di Gunung Welirang, Jawa Timur yang akan menjadi hiburan dengan teror mencekam dalam kisah yang menyentuh.

​Tonton film Petaka Gunung Welirang di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026! Ikuti perkembangan terbaru film Petaka Gunung Welirang melalui akun media sosial resmi di Instagram @petakagunungwelirang, @starvisionplus, dan TikTok @StarvisionMovie.


***


​Sinopsis

5 sahabat merayakan kelulusan dengan mendaki Gunung Welirang. Ketika pendakian melewati Alas Lali Jiwo, mereka mendengar suara gamelan. Berbagai peristiwa misteri terjadi, dan mereka terpisah dalam pusaran dimensi teror magis Alas Lali Jiwo!


Pemain dan Tim Produksi

​Antonio Blanco Jr — Satria

Alika Jantinia — Naya

Giulio Parengkuan — Arga

Razan Zu — Noval

Jinan Safa — Tita

Hana Saraswati — Putri Welirang

Ramon Y Tungka — Pak Joko

Agus Kuncoro — Om Heru

Jameelah Saleem — Sekar

Derry Oktami — Kuncen

Cak Ukil — Pak Cokro

Shatora Narajan — Bagaskara

Astri Nurdin — Santi

Ruth Marini — Ibu Marsih

Tutus Thomson — Petugas Jaga

Gilbert Pattiruhu — Bapak Satria

Lucky Moniaga — Bapak Tua/Penambang

​Produksi — Starvision

Produser — Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar

Sutradara — Indra Gunawan

Produser Eksekutif — Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

Produser Lini — Eko Gumilang

Penulis Skenario — Upi

Dari Cerita — Maya Azka

Pengarah Artistik — Oscart Firdaus

Penata Kamera — Ujel Bausad

Penyunting Gambar — Wawan I. Wibowo

Penata Suara — Aditya Trisnawan

Perekam Suara — Oky S Nugroho

Penata Musik — Mikhael Alpha Beltsazar

Penata Warna — Chressandy Rorimpandey

Penata VFX — The Organism

Penata Rias & Efek — Anel Ismail

Penata Busana — Diah Wattab

Penata Peran — Arief Havidz, Elhan Shaleh

Perancang Poster — Alvin Hariz

OST

Trimakasih Bijaksana – Sheila On 7

Tempat Aku Pulang – Fiersa Besari


​Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Selasa, 23 Juni 2026

​4 Jurnalis Memburu Berita Kriminal Terbesar Abad Ini di Film Memburu Pemangsa, Horror Crime Action yang Dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem

Film Memburu Pemangsa tayang 24 September di seluruh bioskop Indonesia


​Jakarta, 22 Juni 2026 – Sinemaku Pictures datang dengan karya segar terbarunya, garapan sutradara Umay Shahab, horror crime action berjudul Memburu Pemangsa. Film ini menjadi judul terakhir dari slate Sinemaku Pictures tahun ini yang diumumkan pada awal tahun dengan working title Siksa Sampai Mati.

​Dalam video terbaru yang dirilis melalui kanal media sosial Sinemaku Pictures, diperkenalkan jajaran 4 pemeran utama yang memerankan karakter jurnalis: Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Di video menampilkan petunjuk-petunjuk tentang film ini yang ceritanya akan mengikuti kisah empat jurnalis tersebut memburu satu pemangsa yang bekerja sama dengan iblis.

​Unsur misteri di film ini juga terasa dari cuplikan video, lewat berkas-berkas kriminalitas serta adegan kesurupan dan adegan aksi penuh ketegangan dengan intensitas tinggi.

​Selain keempat jajaran pemeran perempuan yang tampil sebagai para pemburu tangguh, film ini juga akan dibintangi oleh Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Norman Akyuwen, Jordan Omar, Ruth Marini dan Shareefa Daanish.

​"Film Memburu Pemangsa menjadi eksplorasi terbaru dari Sinemaku Pictures, yang selama ini dikenal kuat lewat genre drama. Kali ini kami melangkah ke ranah yang lebih gelap. Lewat genre horror crime action, kami mengikuti seorang jurnalis investigasi yang menelusuri kasus kriminal terbesar abad ini, dan menemukan bahwa yang paling menakutkan bukanlah sesuatu yang gaib, melainkan monster yang berwajah manusia, hidup di tengah kita, dan mengincar mereka yang paling kita jaga. Ini isu yang nyata dan meresahkan, dan kami ingin penonton merasakannya bukan sebagai berita yang lewat begitu saja, tapi sebagai renungan yang ikut mereka bawa pulang," ujar sutradara Umay Shahab.

​"Memburu Pemangsa mendorong aku jauh keluar dari zona nyaman. Untuk memerankan jurnalis investigasi ini, aku sempat menemui sejumlah jurnalis dan pimpinan redaksi media demi memahami dunia mereka dari dekat. Tapi di balik semua tantangan itu, buat aku film ini penting karena apa yang diperjuangkan. Semakin dalam aku masuk ke peran ini, semakin aku sadar betapa nyata ancaman yang dihadapi mereka yang paling rentan di sekitar kita. Ini bukan sekadar film yang menegangkan, tapi film yang harus dibicarakan," tambah salah satu pemeran Prilly Latuconsina.

​Sementara itu, Laura Basuki mengungkapkan Memburu Pemangsa membawanya kembali mengeksplorasi akting di genre film horor juga untuk pertama kalinya bermain di film action.

​"Salah satu alasanku menerima tawaran bermain di film ini adalah karena isu penting yang dibawa Memburu Pemangsa, sampai aku memutuskan bergabung meski hanya punya waktu persiapan selama 17 hari. Selain karena aku berkesempatan mengeksplorasi karakter yang aku perankan, film ini juga menandai kembalinya aku berakting ke genre horor untuk pertama kalinya sejak 2018. Dan ini juga pertama kalinya aku bermain di film action, sebuah eksplorasi baru untuk aku" ujar Laura Basuki.

​Memburu Pemangsa akan menjadi debut Horror Crime Action Umay Shahab yang menjadi film paling ambisins dari Sinemaku. Film ini juga diperkuat dengan mempersatukan tiga Ratu Horor Indonesia, serta menjadi horror action pertama Laura Basuki, dan action pertama Prilly Latuconsina.

​Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa. Tonton film Memburu Pemangsa di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026!



Tentang Sinemaku Pictures

Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan pada tahun 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Berfokus pada pengembangan cerita yang relevan dan emosional, Sinemaku Pictures telah menghasilkan sejumlah film box office, antara lain Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolohkah Sekali Saja Kumenangis (2024), serta Perayaan Mati Rasa (2025).

​Sinemaku Pictures berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya yang autentik dan berdampak bagi industri perfilman Indonesia.

Diadaptasi dari Buku Best Seller Habib Jafar, Film Seni Merayu Tuhan Merilis Official Trailer, Menuangkan Perjalanan Menemukan Hikmah yang Menginspirasi Anak Muda

  ​Film Seni Merayu Tuhan tayang mulai 13 Agustus 2026 di bioskop ​Jakarta, 2 Juli 2026 — Wahana Kreator mempersembahkan film drama terbaru ...