Senin, 09 Maret 2026

Tunggu Aku Sukses Nanti Jadi Film yang Memeluk Lelah Para Pejuang Hidup dan Tulang Punggung Keluarga Akan Menghangatkan Saat Lebaran 2026 di Bioskop

 



RAPI Films mempersembahkan film Tunggu Aku Jakarta, 9 Maret 2026 Sukses Nanti dari duet sukses sutradara Naya Anindita dan penulis Evelyn Afnilia saat momen Lebaran 2026. Sebuah film yang akan menghangatkan para pejuang hidup dan para tulang punggung keluarga dari sudut pandang Arga (Ardit Erwandha).

Film Tunggu Aku Sukses Nanti sukses mengaduk emosi penonton dengan ceritanya yang dekat, relevan, dan mewakili mereka yang saat ini masih berjuang menuju sukses. Ardit, yang pertama kalinya memerankan karakter utama di film drama, berhasil menampilkan lapisan emosi lelah, marah, dan peluh saat Arga berjuang untuk menjadi sosok yang ingin dihargai di keluarga besarnya.

"Ini adalah cerita tentang bagaimana Arga, si tulang punggung keluarga berusaha mewujudkan mimpi keluarganya, dan keluar dari ketergantungan keluarga besar. Bagi saya, ini film yang terasa personal dan juga dekat," ujar sutradara Naya Anindita.

Produser Sunil Samtani mengungkapkan Tunggu Aku Sukses Nanti juga membawa permasalahan realitas sosial yang mencerminkan dinamika banyak keluarga Indonesia di saat Lebaran..

"Film ini ringan namun menyentuh. Penonton akan merasa dekat dengan ceritanya, sehingga ketika keluar menonton, perasaannya akan hangat," tambah Sunil Samtani.

Di film ini, Naya menggambarkan dinamika kemeriahan keluarga Indonesia saat kumpul Lebaran. Ada saudara yang 'menyebalkan' yang selalu memunculkan pertanyaan-pertanyaan klasik, saling unjuk kesuksesan, hingga menjadi sebuah ruang perenungan bagi si karakter utamanya, Arga.

Ardit Erwandha, yang memerankan Arga, merasa karakter yang ia perankan memiliki lapisan yang sangat dekat dengan perjuangan hidupnya. Sekaligus, ia juga belajar dari perannya.

"Aku banyak belajar dari Arga. Dulu, kalau sedih itu selalu sok kuat, sekarang mencoba untuk belajar memvalidasi emosi itu. Kalau capek ya capek, enggak apa-apa. Selesai syuting film ini, aku bahkan nangis karena merasa sudah melewati tantangan yang aku takuti," ungkap Ardit Erwandha.

"Semoga para pejuang hidup dan tulang punggung keluarga bisa jujur sama diri sendiri. Bahwa capek dan marahmu itu valid. Semoga Tunggu Aku Sukses Nanti bisa memeluk kalian," tambah Ardit.

Selain Ardit Erwandha, Naya juga membawa puluhan pemeran bertabur bintang di film ini. Banyak di antaranya juga merupakan lingkaran pertemanan Naya, menjadikan film ini terasa begitu dekat dan personal bagi kreatornya.

Film Tunggu Aku Sukses Nanti dibintangi oleh Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Adzana Ashel, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, Soleh Solihun, Indra Brasco, Jourdy Pranata, dan Yono Bakrie. Serta penampilan spesial dari para bintang seperti Vidi Aldiano hingga Tara Basro.

Tunggu Aku Sukses Nanti diproduksi oleh RAPI Films, bekerja sama dengan Screenplay Films, Legacy Pictures, dan Vortera Studios.

Tonton film Tunggu Aku Sukses Nanti bersama keluarga pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perkembangan film Tunggu Aku Sukses Nanti melalui media sosial resmi.

Jumat, 06 Maret 2026

Merinding! Totalitas Luna Maya Sempat Terseret Arus Deras saat Syuting Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

 

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026

Jakarta, 4 Maret 2026 Dedikasi Luna Maya sebagai pemeran berbakat Tanah Air tak diragukan. Terbaru, Luna Maya harus berhadapan dengan arus deras yang membuatnya terseret hingga sempat tenggelam saat ia syuting film horor yang tayang Lebaran, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa.

Luna melakukan adegan ia terseret arus deras di sebuah sungai. Untuk melakukan adegan itu, Luna juga harus menggunakan wig dan tata rias, serta kostum yang cukup berat. Dalam beradegan, Luna bahkan turun sendiri, tanpa menggunakan stunt double.

Dalam sebuah video di balik layar (behind the scene) yang dirilis di kanal YouTube Soraya Intercine Films, terlihat arus sungai yang begitu deras. Belum lagi medan lokasi sungai yang dipenuhi bebatuan tajam. 

Sebenarnya, tim produksi Soraya Intercine Films juga telah melakukan pengamanan sesuai standar dan ditangani oleh profesional. Tubuh Luna juga telah dilengkapi dengan berbagai pengaman agar ia tidak cedera. Tim stunt juga telah bersiap di titik-titik yang telah ditentukan.

Namun, suasana menegangkan saat Luna yang tengah mengambil adegan terseret arus sungai deras. Awalnya, Luna masih bisa mengimbangi derasnya arus. Situasi mulai semakin menegangkan dan membuat panik saat Luna tiba-tiba tenggelam cukup lama, sebelum akhirnya ia muncul kembali.

"Kena arus air di dalam, tergulung. Pas aku mau naik ke permukaan, malah aku tertarik ke dalam semakin dalam lagi. Belum lagi tertabrak batu, terminum air juga, ditambah wig dan make up prostetik yang berat," kenang Luna Maya tentang pengalamannya saat syuting adegan terseret arus sungai di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa.

"Aku sempat mikir, kok lama banget ya di dalam arus sungai. Jadi aku harus melemaskan badanku, karena kalau aku semakin panik malah bisa habis tenaga dan napas. Wah, ini pengalaman yang seru sekali," tambah Luna Maya.

Usai beradegan yang menantang dan ekstrem, Luna pun terlihat beberapa kali menggunakan tabung oksigen untuk menstabilkan napasnya kembali. Lokasi syuting tersebut dilakukan di Sungai Citumang, Desa Bojong, Parigi, Pangandaran, Jawa Barat. Sungai ini memiliki luasan mencapai 6,6 hektar.

Ini adalah ketiga kalinya Luna Maya memerankan Suzzanna dalam waralaba horor paling ikonik di Indonesia, Suzzanna. Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa juga akan menjadi satu-satunya film Luna di tahun 2026.

Tonton film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru tentang film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa melalui akun Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.


Sinopsis

Suzzanna (Lana Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!


Catatan Produksi:

Judul Film: SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

Produksi: Soraya Intercine Films

Sutradara: Azhar Kinoi Lubis

Penulis: Ferry Lesmana, Jujur Prananto & 

Produser : Sunil Soraya

Genre : Horor-Aksi

Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu,

Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.

Joko Anwar Ajak 6 Ilustrator Indonesia Berskala Dunia untuk Berkolaborasi di Film Ghost in the Cell

 

Merayakan talenta dan pencapaian ilustrator lokal

Jakarta, 5 Maret 2026 - Penulis dan sutradara Joko Anwar mengajak enam ilustrator Indonesia berskala dunia untuk film terbarunya, Ghost in the Cell. Keenam ilustrator tersebut bertugas untuk membuat konsep seni "instalasi kengerian" ditampilkan dalam film horor komedi ini.

Keenam illustrator tersebut adalah Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, hafidzjudin, Dan Rudy AO. Mereka bertugas membuat konsep seni yang indah tapi mengerikan, yang jadi salah satu elemen utama cerita film Ghost in the Cell..

"Sejak awal saya ingin Ghost in the Cell tidak hanya menjadi film, tapi juga ruang kolaborasi lintas seni bagi seniman-seniman lokal. Indonesia punya begitu banyak ilustrator berbakat dengan gaya visual yang kuat dan unik. Dengan melibatkan mereka, kami bukan hanya memperkaya dunia visual film ini, tapi ingin membuat pernyataan bahwa kolaborasi lintas medium seperti ini penting agar ekosistem. kreatif kita terus tumbuh dan saling menguatkan," ujar ungkap penulis dan sutradara Joko Anwar.

"Kami berdiskusi bentuk untuk setiap adegan instalasi horor dalam film ini.. Semuanya merepresentasikan apa yang kita takuti secara kolektif dalam masyarakat.


Berikut adalah profil keenam ilustrator macabre concept artist di film Ghost in the Cell:

1. Anwita Citriya

Anwita Citriya merupakan ilustrator asal Bandung. Ia membuat komik sebagai hobi hingga akhirnya dilirik oleh penerbit Amerika Serikat pada tahun 2021. la dikenal karena kemampuannya membangkitkan reaksi emosional yang kuat melalui cerita dan karya seninya.

Anwita memulai debutnya sebagai seniman lewat CREEPSHOW pada tahun 2022, dan kemudian sebagai seniman-penulis (artist-writer) bersama BOOM! Studios pada tahun 2025. Sejak saat itu, ia telah bekerja sama dengan banyak penerbit ternama.

Ketertarikan Anwita pada genre horor psikologis membuat karya-karyanya juga mampu mengungkap ketakutan tersembunyi hingga kenangan yang dikubur dalam-dalam.

Anwita juga terlibat dalam perilisan komik Universal Monsters versi terbaru sebagai cover artist (Phantom of the Opera, Frankenstein, dan lainnya).


2. Benediktus Budi

Ilustrator digital asal Wonogiri, Jawa Tengah, ini banyak mengerjakan ilustrasi untuk merchandise (t-shirt, poster, dan cover album) dan kebanyakan artwork yang dikerjakan bertema gelap.

Benediktus pernah mengerjakan poster dan t-shirt untuk band Toxicholocaust untuk promosi tur Jepang 2024 dan poster Scare Tactics, sebuah prank show yang tayang di USA Network pada 2024.


3. Benny Bennos Kusnoto

Benny Kusnoto adalah seniman storyboard yang telah berkarier selama lebih dari 17 tahun. la pernah menjadi ghost layout artist untuk komik Justice League Dark #7, ilustrator komik strip (web) lepas untuk Namco Bandai, dan ilustrator lepas untuk Stone Blade Entertainment. Benny juga dikenal dengan karya-karyanya sebagai creature designer.


4. Coki Greenway

Ilustrator asal Jakarta yang sekarang menetap di Purwokerto, Jawa Tengah, Ratusan karyanya bersama musisi rock dan metal mancanegara meliputi AC/DC, Motley Crue, Judas Priest, Dragon Force dll. Ia juga menghasilkan karya special merchandise untuk MARVEL (Deadpool dan Venom).

Berkarier lebih dari 15 tahun di dunia ilustrasi seni gelap (dark art illustration), karya-karyanya sangat terinspirasi dari buku komik dan tentu saja film-film horor era klasik serta era Slasher.


5. Hafidzjudin

Ilustrator yang berfokus pada tema visual yang bernuansa gelap, seram, dan gore. Visual yang ditampilkan adalah detail yang intens, dan selalu menjaga kesan 'hand drawing' yang khas.

Beberapa grup musik ternama yang pernah bekerja sama dengannya di antaranya adalah Seringai, Dead Squad, Down For Life, dll.


6. Rudy AO

Selain menjadi macabre concept artist, di film Ghost in the Cell Rudy AO juga mengerjakan poster ilustrasinya. Rudy dikenal melalui potret ikon budaya populer yang sangat realistis (hyper-realistic).

Rudy AO berasal dari Bandung, terkenal sebagai artis sampul komik untuk komik DC dan juga untuk dua IP besar Red Sonja dan Vampirella. Ia memiliki spesialisasi dalam teknik pensil (penciling) dan pewarnaan (coloring), menggunakan akrilik dan alat digital untuk menciptakan ilustrasi berkualitas sinematik layaknya potongan adegan film.

Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini.

Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026! Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram @comeandseepictures.


SINOPSIS

Di dalam lapas Labuhan Angsana, para napi hidup dengan masalah setiap hari: penindasan dari pejabat lapas, serta permusuhan dan kekerasan antar sesama tahanan. Suatu hari, seorang napi baru masuk dan satu per satu napi mati dengan cara yang sangat mengerikan. Setelah mengetahui bahwa ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi yang paling negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk membuat aura mereka tetap positif. Tapi tentunya sangat sulit tetap positif di penjara yang penuh ketidakadilan. Hingga mereka sadar satu satu hal yang sepertinya tak mungkin tapi harus mereka lakukan untuk tetap hidup: bersatu untuk melawan penindas, bahkan hantu sekalipun!

Jelang Tayang Lebaran 2026, Pelangi di Mars Rilis Poster Nerotek: Gambarkan Misi yang Dipimpin Anak Bangsa di Planet Merah

 


Jakarta, 6 Maret 2026 - Menjelang penayangannya di layar lebar pada momen Lebaran nanti, rumah produksi Mahakarya Pictures resmi merilis poster Nerotek terbaru dari film sci-fi anak-anak paling dinanti tahun ini, Pelangi di Mars. Poster ini memberikan gambaran lebih mendalam mengenai petualangan epik yang akan membawa penonton menjelajahi keindahan. sekaligus tantangan di Planet Merah pada 18 Maret 2026 mendatang

Perilisan poster ini sekaligus mempertegas konflik utama yang melibatkan Nerotek, sebuah perusahaan raksasa yang menguasai pasokan air bersih di Bumi. Nerotek memimpin ekspedisi besar ke Mars untuk mencari Zeolit Omega, elemen langka yang mampu menjernihkan air. Namun, ketika Pratiwi (Lutesha), berhasil menemukan lokasi Zeolit Omega, Nerotek secara tiba-tiba membatalkan misi tersebut tanpa alasan yang jelas.


Pelangi dengan Petualangan Epik Menjelajahi Mars

Tak sendirian, Pratiwi memiliki putri yang ia beri nama Pelangi (Messi Gusti), yang akhirnya bertualang di Mars untuk menemukan Zeolit Omega. Pelangi Tak sendiri, ia didampingi oleh barisan sahabat robotnya yang setia: Batik (Bimo Kusumo), Petya (Gilang Dirga), Yoman (Kristo Immanuel), Kimchi (Vanya Rivani), dan Sulil (Dimitri Arditya).

Bersama-sama, mereka menjelajahi medan ekstrem Planet Merah demi menyelamatkan Bumi dari Nerotek dan mencari jalan pulang. Apakah tim Pelangi akan berhasil mengalahkan perusahaan raksasa ini? Apakah Pelangi akan menggapai mimpinya dan menyentuh tanah Bumi?


Visi Besar untuk Pemimpin Masa Depan

Bagi sutradara Upie Guava, karakter Pelangi bukan sekadar tokoh fiksi, melainkan simbol harapan bagi generasi muda Indonesia. "Melalui petualangan Pelangi, saya ingin anak-anak Indonesia percaya kalau mereka bisa menjadi pemimpin, seperti Pelangi yang memimpin misinya untuk mencari Zeolit Omega untuk menyelamatkan Bumi," ungkap Upie.

Pemeran Pelangi, Messi Gusti, pun turut membagikan antusiasmenya terhadap pesan moral yang dibawa oleh film ini. "Gak cuma teman-teman akan dibawa petualangan seru, tapi film Pelangi di Mars mengajarkan kita untuk terus bermimpi setinggi-tingginya, dan tidak pernah menyerah untuk menggapainya," ujar Messi Gusti dengan semangat.

Senada dengan visi tersebut, produser Dendi Reynando menyampaikan ambisi besarnya terhadap brand ini. "Harapannya Pelangi di Mars bisa menjadi Intellectual Property (IP) baru yang membanggakan untuk anak-anak Indonesia," tambah Dendi.


Jajaran Cast Bertabur Bintang

Film ini didukung oleh talenta-talenta terbaik tanah air, mulai dari Messi Gusti (Pelangi), Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, hingga Livy Renata. Kehadiran pengisi suara karakter robot seperti Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya semakin memberikan warna dan keceriaan pada petualangan ini.

Siapkan diri Anda untuk ikut mengangkasal Petualangan Pelangi di Mars akan hadir di seluruh bioskop Indonesia mulai Lebaran 2026. Untuk informasi lebih lanjut dan melihat detail poster terbaru, ikuti akun media sosial resmi kami di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Para Perasuk Merilis Official Trailer Menampilkan Kepiawaian Wregas Bhanuteja Penampilan tak Terduga dari Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan

 


Para Perasuk tayang di bioskop mulai 23 April 2026


Jakarta, 6 Maret 2026 - Setelah sukses mendapat sambutan positif dan hangat saat world premiere (penayangan perdana) di Sundance Film Festival 2026, film terbaru Wregas Bhanuteja, Para Perasuk kini merilis official trailer yang mengejutkan! Menampilkan kepiawaian terbaru dari penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja, dengan penampilan tak terduga dari para pemeran bintang Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Selain mereka, film ini juga dibintangi Ganindra Bimo dan Indra Birowo.

Official trailer Para Perasuk menampilkan dunia yang lebih luas yang berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukannya. Angga Yunanda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan berperan sebagai murid dari Anggun. Mereka bertiga bercita-cita menjadi 'Perasuk', orang yang memiliki kemampuan memimpin orang lain bisa merasakan kerasukan.

Di trailer, juga diperlihatkan yang menjadi permasalahan para warga di Desa Latas. Keberlangsungan hidup mereka terancam, saat mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh terancam digusur. Trailer menampilkan perlawanan kolektif warga dalam menjaga mata air tersebut.

"Pesta sambetan dan kerasukan di sini merefleksikan pengalaman komunal yang kita temui sehari-hari di Indonesia. Mereka melepaskan tekanan dan saling terkoneksi satu sama lain. Di sisi lain, kami juga ingin memperlihatkan adanya ketegangan yang berasal dari luar, yang berusaha merebut Desa Latas dari para warganya, dan bagaimana para warga di Desa Latas mempertahankannya," ujar penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja.

Diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi, Para Perasuk diproduksi oleh Rekata Studio. Film ini menjadi ko-produksi Indonesia bersama Singapura, Prancis, dan Taiwan.

Angga Yunanda, yang memerankan karakter utama bernama Bayu menjelaskan karakternya memiliki ambisi yang sangat besar.

"Bayu berusaha sekuat tenaga dengan apa yang dia bisa untuk mencapai level sempurna, dan selalu merasa tidak pernah cukup. Tantangan-tantangan dari Wregas dengan imajinasinya yang luar biasa, membuat karakterku di Para Perasuk menjadi sangat berkesan. Kompleksitasnya luar biasa," kata Angga Yunanda.

Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film Para Perasuk melalui akun Instagram resmi @filmparaperasuk dan @rekatastudio. Tonton film Para Perasuk di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026!



Sinopsis

Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota, dikenal dengan pesta kerasukan, sebuah tradisi turun-temurun yang sudah lama jadi bagian dari kehidupan dan hiburan warganya. Ketika mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh mulai terancam digusur, Bayu (20) bertekad buat jadi Perasuk utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu. Tapi di tengah perjalanannya, Bayu sadar bahwa ambisi saja tidak cukup buat menjadikannya Perasuk sejati, apalagi buat menyelamatkan desa yang ia cintai.

Novel Mega Best Seller "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" Diadaptasi ke Film, Siap Masuk Tahap Produksi

 


"Hidup ternyata bukanlah perlombaan. Tidak masalah jika langkahmu melambat dan tak secepat orang yang lain. Sekali-sekali kita memang perlu menikmati apa yang sedang terjadi dan terus percaya bahwa pada akhirnya semua akan membaik."

Itulah salah satu kutipan menohok dari novel mega best seller Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna yang resmi diadaptasi menjadi film layar lebar dan akan segera memasuki tahap produksi pada April 2026.

Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati menjadi kolaborasi dua rumah produksi antara Sinergi Pictures dan Ben Film. Film ini akan disutradarai oleh Kuntz Agus (Dear Nathan: Thank You Salma, Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah), dengan penulisan skenario dipercayakan kepada Alim Sudio (Miracle In Cell No.7, Kang Mak from Pee Mak) dengan Nia Dinata (Arisan!, Berbagi Suami) sebagai konsultan skenario.

Film ini akan berpusat pada Ale, seorang pria yang berada di titik terendah hidupnya dan merencanakan untuk mengakhirinya. Dalam 24 jam terakhir sebelum keputusan itu, Ale berkeinginan untuk menyantap mie ayam. Namun rencana tersebut tertunda karena warung yang ia tuju tutup. Penundaan tersebut justru menjadi awal dari berbagai pertemuan yang mengubah cara pandangnya tentang hidup.

Kisah sederhana namun menyentuh ini berhasil menggerakkan ratusan ribu pembaca, hingga novel tersebut menyandang status mega best seller dan akan memasuki cetakan ke-100, menjadikannya salah satu IP buku lokal dengan capaian komersial terkuat dalam beberapa tahun terakhir. Novel ini juga telah diterjemahkan dan terbit ke dalam bahasa Jepang. memperluas jangkauan pembacanya hingga ke pasar internasional. Adaptasi filmnya diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih besar, termasuk penonton yang belum membaca novelnya.

"Selain karena banyak dibaca, alasan kami dari Sinergi Pictures mengadaptasi novel ini ke film adalah karena ceritanya sangat bagus, dekat dengan banyak orang dan tentunya inspiratif. Hal ini tentu sejalan dengan film-film Sinergi Pictures yang selalu menghadirkan cerita-cerita kuat dan menangkap realita di sekitar kita." papar Philip Lesmana, produser film.

Sementara itu, Ardina Atles, produser Ben Film, menambahkan bahwa pemilihan filmmaker dan para pemeran film ini dipikirkan secara matang agar dapat memberikan hasil terbaik serta memenuhi ekspektasi para pembaca novel.

Komitmen tersebut juga tercermin dalam pendekatan kreatif yang diusung pada adaptasi layar lebarnya. Film ini dipastikan akan mempertahankan esensi novel yang dekat dan emosional, sekaligus memperluas pengalaman visual dan dramatiknya.

"Alih wahana novel ke film itu gampang-gampang susah, tapi disitulah daya tarik mengadaptasi karya novel. Para pembaca tentu memiliki ekspektasi tinggi terhadap karya yang mereka cintai. Namun bersama Sinergi Pictures, mulai dari pemilihan filmmaker hingga para pemain, kami berupaya agar karya ini dapat memuaskan penonton, baik yang sudah membaca novelnya maupun yang belum. Kami juga tidak sabar untuk segera memulai proses shooting." jelas Ardina.

Setelah menggelar proses casting di beberapa kota dan menetapkan sejumlah pemain, hingga saat ini pemeran karakter Ale masih belum diumumkan kepada publik. Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dijadwalkan memulai proses shooting pada April 2026 mendatang, dengan tahap praproduksi yang saat ini tengah berlangsung.

Lewat kisah sederhana tentang seporsi mie ayam, film ini ingin mengingatkan bahwa harapan bisa datang dari hal-hal yang tak terduga. Informasi lebih lanjut mengenai jajaran pemain, perkembangan produksi, serta jadwal rilis film dapat diakses melalui akun Instagram resmi Sinergi Pictures (@sinergi.pictures) dan Ben Film (@benfilm.id)



FILMOGRAFI SINERGI PICTURES

Perjanjian Gaib (2023)

Bukannya Aku Tidak Mau Nikah (2023) Lampir (2024) Godaan Setan yang Terkutuk (2025) Jangan Panggil Mama Kafir (2025)


FILMOGRAFI BEN FILM

Perjalanan Pembuktian Cinta (2024) Godaan Setan yang Terkutuk (2025) Kampung Jabang Mayit (2025) Jangan Panggil Mama Kafir (2025) Semua Akan Baik-Baik Saja (2026)

Rabu, 04 Maret 2026

Prince Poetiray & Quinn Salman Bawakan Perdana OST Na Willa "Sikilku Iso Muni" Bersama Pemain Na Willa Momen Kolaborasi Hangat JUMBO x Na Willa Sambut Penayangan 18 Maret 2026 di Bioskop Seluruh Indonesia

 


Jakarta, 1 Maret 2026 - Lagu Original Soundtrack (OST) film Na Willa berjudul "Sikilku Iso Muni" untuk pertama kalinya diperdengarkan secara utuh di hadapan publik dalam acara penutupan Festival Imlek Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu malam (29/2).

Momen spesial ini dibawakan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman, voice cast sekaligus penyanyi OST Jumbo, film animasi terlaris terlaris sepanjang masa di Asia Tenggara, bersama para pemeran anak film Na Willa, dalam sebuah kolaborasi hangat yang mempertemukan dua semesta cerita.

Sebelum membawakan lagu terbaru tersebut, Prince dan Quinn terlebih dahulu menyanyikan "Selalu Ada di Nadimu", lagu yang telah melekat dalam perjalanan mereka bersama penonton Indonesia. Suasana panggung semakin meriah ketika keduanya kemudian memperkenalkan "Sikilku Iso Muni" dan menyanyikannya secara penuh untuk pertama kalinya, disambut antusias ribuan pengunjung yang hadir.

Penampilan ini menjadi momen kolaboratif antara yang menyatukan dua semesta JUMBO dan Na Willa. Lagu ciptaan laleilmanino tersebut juga dinyanyikan bersama Geng Krembangan, yaitu Luisa Adreena (Na Willa), Freya Mikhayla (Farida), dan Ibrahim Arsenio (Bud). Kebersamaan mereka di atas panggung menghadirkan suasana hangat dan ceria, selaras dengan semangat masa kecil yang menjadi jiwa film Na Willa.

Dengan aransemen ringan dan menyenangkan, "Sikilku Iso Muni" merepresentasikan sudut pandang anak yang penuh imajinasi dan rasa ingin tahu. Lagu ini menjadi bagian penting dari cara Na Willa bercerita, memperlihatkan bagaimana hal-hal sederhana dalam keseharian dapat terasa ajaib di mata anak-anak.

Selain penampilan lagu, official trailer Na Willa juga turut diputar di atas panggung, memperkenalkan kembali dunia Willa yang berlatar Indonesia era 1960-an. Para pemeran film, termasuk Irma Rihi yang memerankan Mak, juga hadir dalam sesi ngobrol bersama penonton, berbagi cerita tentang proses kreatif dan pengalaman. mereka membangun chemistry sebagai keluarga dalam film.

Prince Poetiray mengungkapkan kegembiraannya dapat terlibat dalam momen spesial tersebut dan menyampaikan dukungannya terhadap film Na Willa, yang menurutnya memiliki semangat yang mengingatkannya pada awal perjalanannya bersama JUMBO.

"Aku senang sekali bisa jadi bagian dari momen pertama kali 'Sikilku Iso Muni' dinyanyikan secara penuh di depan publik. Waktu ikut membawakan lagu ini bareng teman-teman Na Willa, rasanya mengingatkanku ke masa awal aku mengerjakan JUMBO dulu, sama-sama penuh semangat, keceriaan, kehangatan, dan dikerjakan dengan hati. Aku yakin Na Willa juga akan jadi film yang dekat di hati banyak orang," ujar Prince Poetiray.

Penulis dan sutradara Na Willa, Ryan Adriandhy, menjelaskan bahwa musik menjadi bagian penting dalam membangun emosi cerita film ini. "Di Na Willa, musik bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari cara kami bercerita. 'Sikilku Iso Muni' Lahir dari semangat dunia anak-anak yang sederhana tapi penuh imajinasi. Kami senang akhirnya lagu ini bisa didengarkan secara penuh oleh publik dan menjadi langkah awal menuju perjalanan filmnya di Lebaran nanti," ujar Ryan Adriandhy.

Semangat Festival Imlek Nasional yang merayakan kebersamaan dan keberagaman juga selaras dengan semangat film Na Willa. Film ini menghadirkan potret keluarga sederhana dengan latar budaya yang beragam, mencerminkan wajah Indonesia yang hangat dan penuh toleransi.

Antusiasme pengunjung juga terlihat di area interaktif Na Willa yang dihadirkan dalam rangkaian acara. Booth Na Willa memungkinkan anak-anak membaca buku dan mewarnai, sementara Perpustakaan Keliling Na Willa mengajak pengunjung menikmati pengalaman membaca bersama di ruang publik. Aktivitas ini memperkuat semangat literasi dan imajinasi yang menjadi napas utama film.

Na Willa diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan diproduksi oleh Visinema Studios, menghadirkan kisah keluarga sederhana dengan latar keberagaman budaya Indonesia yang hangat dan relevan lintas generasi. Film ini akan tayang pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran, di bioskop seluruh Indonesia.

Tonton kisah penuh imajinasi, kehangatan, dan kebersamaan keluarga bersama film Na Willa di bioskop mulai 18 Maret 2026.


Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.


Catatan Produksi:

Judul Film : Na Willa

Genre : Drama, Keluarga

Sutradara : Ryan Adriandhy

Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem

Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari

Ko-Produser : Mia A. Santosa

Produser Lini : Tersi Eva Ranti

Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda

Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya

Sinematografer : Yadi Sugandi

Desainer Produksi : Sri Rini Handayani

Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak

Penata Rias : Notje M. Tatipata

Penata Suara : Siti Asifa Nasution

Penyunting : Teguh Raharjo

Komposer : Ofel Obaja

Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya, dan Ratna Riantiarno

Tunggu Aku Sukses Nanti Jadi Film yang Memeluk Lelah Para Pejuang Hidup dan Tulang Punggung Keluarga Akan Menghangatkan Saat Lebaran 2026 di Bioskop

  RAPI Films mempersembahkan film Tunggu Aku Jakarta, 9 Maret 2026 Sukses Nanti dari duet sukses sutradara Naya Anindita dan penulis Evelyn ...