Jumat, 08 Mei 2026

Bukan Hajatan Biasa, “Hajatan Setan” Merilis Teaser Trailer-nya di Pembukaan film The Bell

 

​(Teaser Film Hajatan Setan menjadi tayangan Pembuka dari Film The Bell: Panggilan Untuk mati yang sedang tayang di bioskop)

​Jakarta, 8 Mei 2026 – Film horor Hajatan Setan merilis teaser trailer berdurasi 70 detik yang menjadi tayangan pembuka film horor The Bell: Panggilan untuk Mati, film produksi MBK Pictures lainnya, yang sudah tayang di bioskop sejak 7 Mei 2026 kemarin. Diproduksi oleh MBK Productions dan Drias Film Production, film ini mengangkat teror yang berakar dari tradisi mistik masyarakat pedesaan, dengan pendekatan atmosferik yang perlahan membangun ketegangan.

​Disutradarai secara kolaboratif oleh Eko Kristanto dan Drias, teaser ini menampilkan adegan kesurupan intens yang dialami Ari Irham, dengan tubuh yang bergerak di luar kendali dan wajah yang perlahan berubah menjadi putih pekat, hingga potongan ritual misterius yang melibatkan makhluk gaib. Visual yang dihadirkan terasa dekat dengan keseharian, namun perlahan bergeser menjadi pengalaman yang mencekam.

​Bagi Ari Irham, adegan kesurupan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling menantang selama proses syuting. “Itu salah satu adegan yang cukup nguras energi, karena harus banyak eksplor gerak tubuh yang tidak wajar. Tapi justru seru juga, karena bisa benar-benar lepas dan nyobain hal baru di set,” ujarnya.

​“Kami ingin penonton merasakan dulu atmosfernya. Ada sesuatu yang tidak beres, tapi belum sepenuhnya terlihat penyebabnya. Teror dalam film ini tidak hanya datang tiba-tiba, tapi dibangun dari hal-hal yang terasa dekat di kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar sutradara Drias.

​Film ini diproduseri oleh Rendy Gunawan, Bambang Drias, dan Lia Nurdiyani, dengan Budi Yulianto sebagai Produser Eksekutif. Naskah Hajatan Setan ditulis oleh Andhy Pulung, BW Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi. Selain Ari Irham dan Luna Maya, film ini juga turut dibintangi oleh Gisellma Firmansyah, Alika Jantinia, Karina Suwandi, Indra Birowo, Asri Welas, Sita Permatasari, Tanta Ginting, Bima Zeno, Abigail, Masayu Anastasia, Kukuh Prasetyo, dan Hassan Sule.


Ekspansi Pasar Asia Tenggara

​Menggabungkan elemen tradisi, relasi sosial, dan horor supranatural, Hajatan Setan dibangun dengan pendekatan yang tidak hanya menekankan ketegangan, tetapi juga kedekatan emosional dengan penonton. Pendekatan ini membuka kemungkinan bagi film untuk terhubung dengan audiens yang lebih luas.

​Hajatan Setan pun direncanakan tayang serentak di Asia Tenggara, dengan negara yang telah terkonfirmasi meliputi Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar. “Kami melihat potensi cerita ini untuk diterima secara regional, karena berangkat dari akar tradisi yang juga punya kedekatan dengan budaya di kawasan Asia Tenggara,” ujar Produser Eksekutif Budi Yulianto.

​Hajatan Setan akan hadir dengan teknologi Dolby Atmos, yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman audio yang lebih imersif bagi penikmat film horor Indonesia. Mulai dari detail-detail kecil hingga suara yang mengejutkan akan terasa nyata di sekeliling penonton. Dengan demikian, pengalaman menonton tidak hanya terasa visual, tetapi juga secara fisik memperkuat intensitas teror yang dibangun di sepanjang film.

​Hajatan Setan dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2026.

​Ikuti terus perkembangan terbaru film Hajatan Setan melalui akun media sosial resmi @filmhajatanfilm dan @driasfilm_ untuk mengetahui informasi selanjutnya.

​Bersiaplah, karena tidak semua perayaan berakhir dengan kebahagiaan...

Tentang MBK Productions dan Drias Film Production

​MBK Productions hadir sebagai ekosistem kreatif komprehensif yang menjembatani pembuatan konten, pengembangan talenta, dan keterlibatan audiens melalui kekuatan cerita yang inspiratif. Bermula dari sebuah rumah produksi, kini MBK Productions telah berkembang menjadi agensi kreatif layanan lengkap dengan portofolio beragam yang mencakup film panjang, serial OTT, kampanye merek, hingga produksi acara. Beberapa karya film kolaboratif MBK Pictures antara lain; Air Mata Di Ujung Sajadah, Pengin Hijrah, Pelangi Di Mars, dan The Bell: Panggilan Untuk Mati.

​Drias Film Productions adalah rumah produksi berbasis di Jakarta yang fokus pada produksi film dan distribusi film. Melalui kolaborasi strategis dan visi kreatif yang kuat, Drias Film Production terus memperkokoh posisinya dalam industri hiburan tanah air.

​Dedikasi tersebut dibuktikan melalui beberapa film terakhirnya, seperti Rumah Iblis, Paku Tanah Jawa, Anak Kunti, dan Dilanjutkan Salah Disudahi Perih.

Rapi Films Gelar Gala Premiere "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan": Sebuah Pengingat Bahwa Memori Bersama Orang Tersayang Tidaklah Abadi

 

​Jakarta, 8 Mei 2026 – Kita sering lupa bahwa percakapan di meja makan atau sekadar suapan sarapan dari ibu adalah kemewahan yang memiliki batas waktu. Memotret realita pahit tentang kehilangan ingatan yang perlahan, Rapi Films, Screenplay Films dan Vortera Studios, resmi menggelar Gala Premiere film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" di Epicentrum XXI, Jakarta.

​Setelah sebelumnya sukses menyentuh hati penonton lewat Tunggu Aku Sukses Nanti dan Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, Rapi Films kini kembali dengan drama yang mengajak kita menghargai setiap detik kehadiran sebelum semuanya menjadi asing.

​Film arahan sutradara Kuntz Agus dan penulis Alim Sudio ini mengeksplorasi ketakutan manusia yang paling mendasar: dilupakan oleh orang yang paling kita cintai. Melalui karakter Yuke Yolanda (Lulu Tobing) seorang ibu tiga anak yang menghadapi Alzheimer. Film ini bukan sekadar bercerita tentang kondisi medis, melainkan tentang bagaimana sebuah keluarga tetap memilih untuk mencintai meski ingatan mulai memudar.


​Lulu Tobing Belajar Hidup dengan Memori yang Memudar

​Bagi Lulu Tobing, memerankan Yuke adalah proses menyelami rasa sakit yang tenang namun mendalam. "Yang paling menyesakkan bagi saya adalah posisi Yuke sebagai sosok yang sangat dicintai, namun karena memorinya berkhianat karena terus memudar, dia harus belajar hidup tanpa menyadari besarnya kasih sayang di sekelilingnya. Ini bukan hanya tentang lupa nama atau jalan pulang, tapi perjuangan untuk tetap 'ada' saat pikiran mulai menjauh dari orang-orang tersayang," ungkap Lulu.

​Sementara bagi Yasmin Napper, yang memerankan sang anak sulung, Kesha, merasa film ini memberikan perspektif baru tentang hubungan keluarga.

​"Di sini aku menemukan rumah baru. Kedekatan kami sebagai 'Keluarga' terasa sangat jujur dan jauh berbeda dari peran-peran yang pernah aku mainkan sebelumnya. Chemistry yang terbangun membuat setiap adegan kehilangan di film ini terasa sangat nyata, karena kami benar-benar tumbuh sebagai keluarga selama proses produksi," tutur Yasmin.

Sutradara Kuntz Agus menambahkan bahwa film ini berangkat dari keresahan personal tentang kefanaan. "Pertanyaan besarnya adalah apa yang tersisa saat memori kita akan orang-orang tersayang mulai hilang? Film ini ingin memotret kepingan ingatan yang sering kita anggap sepele, namun sebenarnya itulah harta paling berharga yang kita miliki," ujarnya.


​Kemeriahan Malam Gala Premiere

​Rangkaian acara diawali dengan Media Screening, dilanjutkan sesi konferensi pers yang dihadiri produser Sunil Samtani, sutradara, penulis, serta jajaran pemain utama seperti Ibnu Jamil, Shofia Shireen, dan Jordan Omar.

​Suasana malam semakin hangat dan meriah saat prosesi red carpet, di mana para pemeran tampil serasi dalam dresscode Blue & Pink. Acara ditutup dengan pemutaran film serentak di Epicentrum XXI yang dihadiri oleh tamu undangan dan rekan media.

​Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" siap menyapa dan mengajak setiap keluarga Indonesia untuk kembali pulang mulai 13 Mei 2026 di seluruh bioskop.

Kamis, 07 Mei 2026

Pelukan Teror Badut Gendong untuk Penggemar Setia Universe Qodrat, MAGMA Entertainment Gelar Exclusive Screening untuk Pertama Kalinya

 

Jakarta, 5 Mei 2026 — Senayan City XXI menjadi saksi kehangatan sekaligus ketegangan yang luar biasa saat MAGMA Entertainment menggelar acara Exclusive Screening film horor-aksi terbaru mereka, Badut Gendong. Pemutaran terbatas ini didekasikan khusus bagi para penggemar setia Universe Qodrat yang telah lama menantikan diperluasnya cerita dari semesta ini. Acara ini bukan sekadar nonton bareng biasa, melainkan sebuah bentuk apresiasi nyata bagi mereka yang terus mendukung perjalanan kisah Qodrat hingga saat ini.

​Sebagai kado spesial bagi para undangan yang hadir, MAGMA Entertainment memberikan kejutan eksklusif berupa Komik Badut Gendong. Para penggemar yang hadir menjadi orang pertama yang memiliki karya literasi ini sebelum nantinya dilepas ke publik. Komik ini dirancang khusus untuk melengkapi pengalaman menonton, membawa pembaca menyelami lebih dalam tentang sang entitas yang penuh misteri.

Kehadiran Nyata Sang Entitas Teror

​Suasana di dalam bioskop semakin memuncak ketika usai pemutaran film, Marthino Lio muncul secara mengejutkan dengan kostum lengkap sebagai Badut Gendong. Ia tidak sendiri; bersama Dayinta Melira, pemeran utama wanita, keduanya menarikkan tarian mistis yang menghidupkan aura mengerikan langsung di hadapan penonton. Ini menjadi momen perdana bagi publik untuk menyaksikan detail fisik dan kehadiran nyata sosok Badut Gendong di luar layar bioskop.

​"Tampil dengan kostum lengkap hari ini adalah pengalaman yang sangat intens. Ini adalah kali pertama saya menunjukkan wujud 'Badut Gendong' secara langsung di luar layar lebar. Saya berharap teror yang kami bangun dalam film ini bisa menghadirkan sesuatu yang berkesan dan membekas di benak seluruh penonton Indonesia," ungkap Marthino Lio di sela-sela acara.

Apresiasi bagi Penggemar Setia Qodrat

​Kehadiran sutradara Charles Gozali bersama jajaran pemain utama seperti Dayinta Melira, Clara Bernadeth, Iskak Khivano, dan Totos Rasiti menambah keakraban suasana. Dalam sesi diskusi yang hangat, Charles menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mereka yang telah menjadi ruh bagi semesta ini.

​"Saya merasa sangat bersyukur dan terharu melihat dukungan luar biasa dari para penggemar Qodrat sejak hari pertama. Kehadiran Badut Gendong adalah bentuk dedikasi kami untuk memperkaya semesta ini. Semoga film ini bisa menghadirkan sesuatu yang segar, berbeda, dan memberikan perspektif baru bagi perjalanan Universe Qodrat ke depannya," ujar Charles Gozali.

​Linda Gozali, selaku Produser, menambahkan bahwa keterlibatan penggemar dalam screening ini merupakan bagian dari komitmen MAGMA Entertainment untuk menjaga kedekatan dengan audiens yang telah membesarkan nama semesta ini.

Segera Meneror Bioskop

​Didukung oleh jajaran pemain yang solid dan akting yang menyentuh jiwa, Badut Gendong menjanjikan pengalaman menonton yang tidak hanya memacu adrenalin lewat aksi, tetapi juga menguras emosi. Kesuksesan acara eksklusif ini menjadi awal dari kengerian yang akan segera menyebar ke seluruh penjuru negeri.

​Persiapkan nyali Anda, Badut Gendong akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026. Jadilah saksi lahirnya ikon teror baru ini di layar lebar. Ikuti perkembangan terbaru mengenai film dan ketersediaan komik melalui media sosial resmi di @magmaent dan @badutgendong.

Tumbal Proyek Hadirkan Horor Penuh Misteri dan Drama Keluarga yang Menunggu Kepulangan



​Jakarta, 7 Mei 2026 – Film horor terbaru “Tumbal Proyek” siap hadir dengan cerita yang memadukan misteri, teror supranatural, dan drama keluarga yang emosional. Film ini mengangkat kisah tentang proyek pembangunan yang menyimpan rahasia gelap serta penantian seorang anak terhadap sosok ayah yang tak kunjung pulang.

​Diproduseri oleh Dheeraj Kalwani dan disutradarai oleh Jero Point, “Tumbal Proyek” membawa penonton masuk ke suasana mencekam di sebuah kawasan proyek yang dipenuhi tanda tanya. Di balik aktivitas pembangunan, muncul kejadian-kejadian aneh yang perlahan membuka luka lama para tokohnya.

​Cerita film ini berpusat pada Yuda, karakter yang diperankan oleh Kiesha Alvaro. Yuda hidup dengan bayang-bayang kehilangan sang ayah, Bayu, yang diperankan oleh Rendy Khrisna. Bayu dikisahkan hilang secara misterius saat bekerja di sebuah proyek.

​Kepergian Bayu meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Penantian yang tak berujung membuat Yuda terus mencari jawaban atas hilangnya sang ayah. Namun, pencarian itu justru membawanya pada fakta-fakta mengerikan yang tersembunyi di balik proyek tersebut.

​Kehadiran Callista Arum sebagai Laras turut memperkuat konflik cerita. Laras menjadi salah satu karakter penting yang terlibat dalam perjalanan Yuda mengungkap misteri di sekitar proyek. Hubungan antarkarakter dibangun tidak hanya melalui ketegangan, tetapi juga emosi dan rasa kehilangan.

​Aktris senior Karina Suwandi hadir sebagai Bu Martha, sosok yang membawa lapisan drama keluarga dalam cerita. Karakternya menjadi bagian penting dari konflik emosional yang berkembang seiring terbukanya rahasia demi rahasia.

​Nuansa mistis dalam “Tumbal Proyek” juga diperkuat lewat karakter Mbah Tarmo, yang diperankan oleh Fuad Idris. Mbah Tarmo digambarkan sebagai sosok orang pintar di sekitar kawasan proyek yang mengetahui banyak hal tentang peristiwa janggal di tempat tersebut.

​Film ini tidak hanya mengandalkan teror dan jumpscare. “Tumbal Proyek” juga menawarkan cerita tentang keluarga, kehilangan, rasa bersalah, dan keberanian untuk mencari kebenaran meski harus berhadapan dengan hal-hal yang tidak masuk akal.

​Dengan latar proyek pembangunan yang gelap dan penuh rahasia, film ini mencoba menghadirkan horor yang dekat dengan isu kehidupan sehari-hari. Pembangunan yang seharusnya menjadi simbol kemajuan justru berubah menjadi ruang penuh ketakutan ketika masa lalu yang terkubur mulai menuntut jawaban.

​“Tumbal Proyek” diharapkan menjadi tontonan horor yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton melalui kisah keluarga yang menunggu kepulangan. Film ini tayang di seluruh bioskop Indonesia tanggal 13 Mei 2026.

Rabu, 06 Mei 2026

Film The Bell: Panggilan untuk Mati telah sukses melakukan special screening di beberapa bioskop di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Bogor, Tangerang, Depok, serta di Belitung sebagai lokasi yang menjadi asal folklor cerita film ini.

 

Ketika Lonceng Berbunyi, Semuanya Akan Berubah. ​Film The Bell: Panggilan untuk Mati Tayang di Bioskop!

​Jakarta, 7 Mei 2026 – Film horor The Bell: Panggilan untuk Mati resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai hari ini. Menghadirkan sosok Penebok sebagai ikon horor baru yang berakar dari folklore lokal, film ini menawarkan pengalaman berbeda yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga meninggalkan rasa penasaran yang sulit diabaikan.

​Film The Bell: Panggilan untuk Mati telah melaksanakan special screening di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Bandung, Bogor, Belitung, Depok, Tangerang, dan Jakarta. Penayangan ini menjadi awal dari sambutan penonton terhadap atmosfer horor yang dihadirkan film ini, khususnya di Belitung sebagai lokasi yang menjadi akar folklor cerita. Selanjutnya, film ini juga akan melanjutkan rangkaian roadshow di berbagai bioskop di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, untuk memperluas jangkauan penonton serta menghadirkan pengalaman horor yang lebih dekat dengan pecinta horor.

​Di tengah tren film horor yang terus diminati, The Bell: Panggilan untuk Mati, menghadirkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan ketegangan, tetapi juga memiliki cerita dengan latar budaya yang kuat. Penebok diperkenalkan sebagai sosok yang lahir dari mitos lokal, membawa atmosfer yang tidak hanya mencekam, tetapi juga memiliki kedalaman cerita yang jarang diangkat ke layar lebar.

​Lebih dari sekadar menghadirkan rasa takut, film ini juga mengangkat isu yang relate dengan kehidupan saat ini, termasuk fenomena obsesi terhadap viralitas di era digital. Melalui cerita yang dihadirkan, penonton diajak melihat bagaimana batas antara hiburan dan konsekuensi sering kali menjadi semakin sulit dibedakan.

​Sutradara Jay Sukmo menghadirkan pendekatan visual yang berbeda dengan menggunakan tiga aspek rasio gambar untuk membedakan periode waktu dalam cerita. “Saya ingin menakut-nakuti penonton dengan cerita dan situasi, bukan cuma jumpscare. Ada treatment yang mungkin belum ada di film horor lain, seperti penggunaan tiga frame aspek rasio yang berbeda untuk menggambarkan setiap periodenya,” ujarnya.

​Sementara itu, aktor senior Mathias Muchus menilai film ini memiliki kekuatan pada pengangkatan mitos lokal. “Film ini tidak hanya menghadirkan horor, tetapi juga memperkenalkan Penebok sebagai bagian dari mitos yang hidup di masyarakat. Horor yang dibangun bukan sekadar menakutkan, tetapi juga memiliki makna,” ungkapnya.

​Dengan kombinasi antara teror, pendekatan sinematik yang berbeda, serta cerita yang berakar pada budaya lokal, The Bell: Panggilan untuk Mati menjadi salah satu film horor yang layak disaksikan di bioskop saat ini.

​Film ini juga dibintangi oleh Mathias Muchus, Shaloom Razade, Givina, Zidan Zhu, Septian Dwi Cahyo, Sita Permatasari, Nabil Lunggana, serta Felsen yang turut memperkuat jajaran pemeran dalam film ini.

​Tak hanya tayang di dalam negeri, The Bell: Panggilan untuk Mati juga melangkah ke kancah internasional dengan berpartisipasi dalam Cannes Film Market yang berlangsung pada 12–20 Mei 2026, sebagai upaya memperkenalkan film ini kepada para sineas industri perfilman global.

​Tonton The Bell: Panggilan untuk Mati di bioskop Indonesia mulai hari ini, 7 Mei 2026, dan rasakan langsung pengalaman teror yang berbeda di layar lebar! Ikuti informasi terbaru mengenai film ini melalui Instagram @thebell.film.

SINOPSIS

Sebuah lonceng keramat di Belitung yang dipercaya mampu mengurung roh-roh jahat dicuri oleh sekelompok YouTuber demi konten. Tanpa mereka sadari, tindakan tersebut justru membebaskan Penebok—entitas mengerikan yang telah terkurung selama ratusan tahun. Sosok hantu tanpa kepala bergaun merah itu mulai memburu mereka satu per satu, meninggalkan jejak kematian dengan kondisi kepala terpenggal. Kini teror menyebar ke warga desa. Setiap denting lonceng menjadi pertanda kematian—Penebok datang untuk menagih kepala dari siapa pun yang mendengarnya.


Cast dan Filmmaker

​Eksekutif Produser : Budi Yulianto, Avesina Soebli

​Produser : Aris Muda, Rendy Gunawan

​Sutradara : Jay Sukmo

​Penulis : Priesnanda

​Co-Produser : Agus Suhardi

​Lini Produser : Ipunk Purwono

DoP : Indra Suryadi

Cast : Bhisma Mulia (Danto), Ratu Sofya (Airin), Mathias Muchus (Tuk Baharun), Shaloom Razade (Isabel), Septian Dwi Cahyo (dr. Usman), Givina Lukita Dewi (Saidah), Maulidan Zuhri (Hanafi).

​Produksi : SINEMATA BUANA KRESINDO / 2026


Tentang Sinemata Buana Kresindo

​Sinemata Buana Kresindo merupakan kolaborasi dari dua perusahaan kreatif, yaitu Multi Buana Kreasindo (MBK Productions) dan Sinemata Productions, yang menyatukan kekuatan di bidang pengembangan konten, produksi, hingga distribusi film. Berangkat dari pengalaman MBK dalam storytelling dan strategi komunikasi berbasis konten, serta perjalanan Sinemata sebagai agensi marketing film yang berkembang menjadi produser dan distributor, kolaborasi ini hadir dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam industri perfilman. Melalui Sinemata Buana Kresindo, keduanya berkomitmen menghadirkan karya yang relevan, kuat secara cerita, serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas melalui kolaborasi strategis di industri kreatif Indonesia.


Tentang OST Film

​“Penuh Kenangan” merupakan original soundtrack (OST) dari film The Bell: Panggilan untuk Mati yang dibawakan oleh Egha De Latoya. Lagu ini menghadirkan nuansa emosional yang kuat, mengangkat tema kesetiaan, harapan, dan keyakinan dalam cinta di tengah ketidakpastian. Tidak hanya sebagai pelengkap film, “Penuh Kenangan” juga berperan memperkuat narasi dan pengalaman emosional penonton melalui lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, aransemen yang menyentuh, serta karakter vokal yang penuh penghayatan. Didistribusikan melalui berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan Langit Musik, lagu ini menyasar penikmat film dan musik digital, khususnya generasi muda. Promosinya didukung oleh strategi digital yang terintegrasi, mulai dari kolaborasi dengan kampanye film, aktivasi media sosial, hingga kerja sama dengan influencer.

​Diproduksi bersama RPM Music sebagai label yang berpengalaman di industri musik digital, “Penuh Kenangan” juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai brand dan partner melalui bentuk sponsorship, campaign, serta aktivasi kreatif lainnya. Kehadiran lagu ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara musik, film, dan audiens secara luas.

PropVaganza 2026 by Rumah123 hadir dengan pendekatan berbasis data, menggabungkan edukasi, hiburan, dan pengalaman transaksi langsung di enam area strategis.

 ******


Harga rumah naik 1,6% MoM, sementara suplai turun 8,1% YoY, mempersempit pilihan pembeli. Suku bunga stabil di 4,75% dan inflasi melandai, membuka momentum pembelian yang lebih terjangkau.


Pasokan Menyusut & Harga Naik 1,6%: PropVaganza 2026 by Rumah123 Hadirkan Cara Mudah Miliki Hunian Sebelum Terlambat

Tangerang Selatan, 6 Mei 2026 – Dinamika pasar properti nasional di kuartal kedua tahun ini menunjukkan urgensi yang tinggi bagi calon pembeli. Berdasarkan data terbaru Rumah123, harga rumah nasional tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,6% (MoM), yang diperparah dengan kontraksi suplai hunian seken sebesar 8,1% (YoY). Di tengah keterbatasan pilihan tersebut, Rumah123 resmi membuka rangkaian PropVaganza 2026 by Rumah123 hari ini di AEON Mall BSD City, guna memberikan jalan yang lebih mudah bagi konsumen untuk mengamankan momentum pembelian.

Meskipun harga merangkak naik, indikator makroekonomi menunjukkan titik cerah dengan suku bunga Bank Indonesia yang stabil di level 4,75% serta inflasi yang melandai ke angka 3,48%. Kondisi ini menciptakan jendela peluang (window of opportunity) di mana biaya pinjaman masih relatif terjangkau sebelum harga properti melambung lebih jauh. 

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, PropVaganza 2026 by Rumah123 berevolusi menjadi pameran properti yang lebih cerdas dengan menghadirkan 150 booth dari ratusan pengembang dan brand ternama. Di antaranya termasuk SYNTHESIS DEVELOPMENT, Metland Cyber Puri, EleVee Residences, Sequoia Hills, HIERA, PONDOK INDAH GROUP, Progress Group, KOTA BARU PARAHYANGAN, Suvarna Sutera, Property Cuan, Greenwoods Group, MAS GROUP, CIPTA HARMONI LESTARI, Aerium Residence hingga kawasan unggulan seperti PIK2. Berbeda dengan pameran konvensional, Rumah123 menerapkan strategi precision targeting untuk memastikan setiap pengunjung mendapatkan opsi hunian yang relevan dengan mudah, didukung oleh profil finansial dan intensi beli yang matang. 

Bayu Qresna, Head of Brand Marketing Rumah123 saat menjelaskan makna campaign #RumahUntukSemua 

"Banyak konsumen terjebak dalam pola pikir menunggu kondisi ekonomi yang sempurna. Padahal, dengan suplai yang terus menyusut dan harga yang konsisten naik, menunda justru meningkatkan opportunity cost. Kami ingin menunjukkan bahwa melalui platform yang tepat, langkah memiliki hunian impian sebenarnya bisa dilakukan dengan lebih mudah di saat momentum terbaik seperti sekarang," ujar Bayu Qresna, Head of Brand Marketing Rumah123. 

Pemilihan Tangerang sebagai lokasi pembukaan didasarkan pada data aktual di mana kawasan ini menyumbang 16,3% dari total pencarian properti nasional. PropVaganza 2026 by Rumah123 menyapa masyarakat di enam area strategis untuk memberikan akses mudah terhadap hunian berkualitas, termasuk ekspansi perdana ke Bekasi.

Berikut jadwal rangkaian PropVaganza 2026 by Rumah123:

° AEON Mall BSD City: 5 - 10 Mei 2026

° Lippo Mall Puri: 16 - 19 Juli 2026

° Kota Kasablanka: 8 - 13 September 2026

° Pakuwon Mall Bekasi: 6 - 11 Oktober 2026

° MARGOCITY: 27 Oktober - 1 November 2026

° Central Park: 1 - 6 Desember 2026


Rumah123 mengintegrasikan edukasi dan hiburan untuk memberikan pengalaman sensorik yang tidak bisa didapatkan secara digital. Berbagai program dirancang untuk membuat proses mencari rumah menjadi pengalaman yang mudah dan menyenangkan bagi keluarga:

Developer Talkshow: Memberikan pemahaman mudah terkait tren, prospek lokasi, dan literasi KPR dari para ahli. 

Agent Gathering: Memperkuat sinergi dengan agen profesional untuk memandu konsumen dengan lebih baik.

Program Interaktif: Happy Daily Deals, Wheel of Fortune, dan Collect and Win untuk menurunkan hambatan psikologis pengunjung. 

Lifestyle Experience: Penampilan musik hingga kolaborasi dengan brand Oni Ola, ICHINOGAMI, dan ruparupa untuk memvisualisasikan hunian masa depan secara nyata. 

Penjelasan dari Rury Yudhiawati, Event and Partnership Manager Rumah123 mengenai rangkaian PropVaganza 2026

“Membeli rumah bukan keputusan individu, tapi keputusan keluarga. Melalui PropVaganza by Rumah123, kami memastikan proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah, ringan, dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga,” ujar Rury Yudhiawati, Event and Partnership Manager Rumah123. 

Sebagai platform marketplace properti, Rumah123 melihat bahwa proses membeli rumah tidak berhenti di pencarian online. Melalui PropVaganza by Rumah123, calon pembeli dapat melanjutkan perjalanan tersebut ke tahap yang lebih konkret dengan mudah, mulai dari konsultasi langsung hingga memahami skema pembiayaan. 

“Pasar properti bukan hanya soal kemampuan membeli, tapi juga soal akses terhadap informasi yang tepat. Kami ingin memastikan lebih banyak orang punya kesempatan yang sama untuk melangkah,” tambah Rury. Di tengah pasar yang terus bergerak, PropVaganza 2026 by Rumah123 menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengambil keputusan dengan lebih percaya diri dan terinformasi. 

“Jangan menunggu kondisi sempurna, karena itu tidak pernah ada. Yang ada adalah momentum yang lebih baik dari sebelumnya dan hari ini adalah salah satunya sebagai bentuk mewujudkan #RumahUntukSemua,” tutup Bayu. 


-------

Kunjungi situs press room Rumah123 di laman https://www.rumah123.com/pressroom/ untuk mengetahui lebih lanjut seputar profil dan kegiatan perusahaan, laporan data tren harga properti terkini, rilis pers, foto, video, serta informasi relevan lainnya.


Tentang Rumah123

Rumah123 merupakan marketplace properti nomor satu di Indonesia yang menjadi bagian dari induk perusahaan 99 Group yang juga menaungi 99.co dan Singapore Real Estate Exchange (SRX). Sejak didirikan pada tahun 2007, Rumah123 berkomitmen membantu masyarakat Indonesia menemukan properti impiannya dengan mudah, dan memberikan solusi terbaik bagi pelaku bisnis properti, mulai dari investor, agen dan developer properti. Saat ini, Rumah123 dengan lebih dari 2 juta iklan properti, dan didukung puluhan ribu agen properti, developer, serta berbagai institusi keuangan dan perbankan melayani jutaan pencari properti setiap bulannya.

Rumah123 juga menjadi satu tempat untuk semua urusan terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mulai dari simulasi KPR, cek kemampuan cicilan KPR, membantu proses pengajuan KPR ke berbagai bank pilihan, dan pindah KPR.


Portal: www.rumah123.com   

LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/rumah123/   


Film Semua Akan Baik-Baik Saja Sajikan Drama Hangat Tentang Keluarga yang Saling Memikul Beban Bersama Dibintangi: Reza Rahadian, Christine Hakim, Raihaanun, dan Ari Irham Jadi Film Terbaik Garapan Sutradara Baim Wong

 

Semua Akan Baik-Baik Saja tayang mulai 13 Mei 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 6 Mei 2026 — Setelah sukses box office dengan dua horornya, Lembayung dan Sukma, Baim Wong bersama Tiger Wong Entertainment menantang diri dengan menyajikan kisah hangat lewat drama keluarga terbaru berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja yang akan tayang mulai 13 Mei 2026 di bioskop. Dibintangi sederet ikon drama Indonesia yang akan menjadikan film Semua Akan Baik-Baik Saja sebagai film terbaik Baim Wong sejauh ini.

Penampilan jajaran ansambel pemeran yang telah menjadi ikon drama: Reza Rahadian, Christine Hakim, Raihaanun, dan Teuku Rifnu Wikana, dengan kolaborasi para bintang muda Ari Irham dan pendatang baru seperti Aquene Djorghi, Malika Shaquena, serta penampilan pendatang baru aktor down syndrome Alim, memberikan drama realis yang lengkap dan matang.

Film ini turut dibintangi oleh Happy Salma, Asri Welas, Chew Kin Wah, Aimee Saras, Erick Estrada, Amanda Soekasah, Janna Soekasah, Muzakki Ramdhan, Nagra Pakusadewo, Rebecca Tamara, Kenzo Eldrago Wong, Kiano Tiger Wong, serta debut layar lebar Ade Rai.

Semua Akan Baik-Baik Saja akan mengaduk emosi penonton dengan kisah dinamika keluarga yang relate dengan banyak orang. Membawa pesan tentang masalah dan beban yang dihadapi oleh satu keluarga, namun akan terasa ringan dan terlewati jika dipikul bersama.

"Ini adalah cerita tentang manusia yang mengalami pergulatan batinnya masing-masing. Sebuah cerita tentang keluarga, tentang seorang ibu dengan anak-anaknya yang punya punya luka batinnya sendiri-sendiri, dan menemukan satu titik bersama, bahwa apapun yang kita lewati dalam hidup, semua akan sampai pada satu titik di mana kita bisa bilang bahwa semua akan baik-baik aja pada waktunya," ujar penulis dan sutradara Baim Wong.

Di film ini, Baim turut menulis skenarionya bersama penulis dari banyak film laris box office Oka Aurora. Kolaborasi keduanya mampu menghasilkan cerita yang kuat, dramatis secara natural, dan berbagai lapisan komedi yang tak terduga.

Sentuhan komedi di film ini menjadi refleksi terhadap kehidupan di dunia nyata, bahwa terkadang kita juga harus tetap tertawa dalam menghadapi berbagai masalah. Selalu ada sisi positif yang bisa dirayakan dari setiap kekurangan.

Reza Rahadian, yang memerankan karakter Langit di film ini, mengungkapkan salah satu yang ia cintai dari karakternya adalah Langit digambarkan sebagai sosok yang sangat manusiawi.

Langit memiliki masalah hidupnya sendiri, namun karena cintanya terhadap salah satu anggota keluarganya, membuat ia memperbaiki hubungannya bersama keluarga dari kesempatan kedua yang diberikan. Dari yang hidupnya sempat tak punya arah, jadi punya tujuan, saat tiba-tiba harus menjadi sosok orangtua untuk anak-anak dari kakaknya.

"Setiap keluarga yang banyak anggotanya, pasti ada salah satu yang complicated. Tapi ada satu satu yang bisa mengubah hidup seseorang. Yang saya suka dari karakter saya adalah betapa realistis karakternya. Dia bukan sosok satu-satunya hero. Dia memiliki kekurangan, tapi dia memiliki satu hal yang mengetuknya, yakni hubungan cinta dengan seseorang di anggota keluarganya," ujar Reza Rahadian.

Salah satu poin menarik dari proses produksi film Semua Akan Baik-Baik Saja adalah bahwa Baim benar-benar memberikan kesempatan untuk aktor down syndrom Alim terlibat secara penuh dengan kemampuannya berakting.

"Saat reading pertama, Alim itu kesulitan untuk berdialog, jadi hampir gagal. Kemudian Alim pulang dan dia berlatih lagi bersama ibunya, dan kembali lagi ke Tiger Wong Entertainment untuk reading. Kemampuannya pun meningkat jauh. Saya di sini ingin memberikan kesempatan bukan karena Alim unik, tapi karena memang dia mampu dan punya kemampuan, inilah kesempatan talenta baru bersama dengan jajaran aktor yang sudah sangat berpengalaman," cerita Baim Wong.

Semua Akan Baik-Baik Saja adalah kisah tentang manusia-manusia yang memiliki cerita dan perjalanan mereka masing-masing. Dan setiap cerita, valid. Film Semua Akan Baik-Baik Saja juga sangat relate di tengah situasi saat ini yang dialami oleh banyak keluarga Indonesia.

Tonton film Semua Akan Baik-Baik Saja mulai 13 Mei 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti terus perkembangan informasi film Semua Akan Baik-Baik Saja melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment dan @filmsemuakanbaikbaiksaja.


Tentang Tiger Wong Entertainment

Didirikan pada tahun 2020 oleh Baim Wong, Tiger Wong Entertainmen berkembang dengan visi dan misi yang kuat untuk memberikan dampak besar dalam industri hiburan Indonesia.

Perusahaan ini berkembang dengan memproduksi berbagai acara TV populer. Beberapa di antaranya adalah Keluarga Bosque (Trans TV), Indonesia Giveaway (Trans 7), Rumah Teka-Teki (GTV), Bagi-bagi Angpau Asli Indonesia (RCTI), Cek Order Dadakan (RCTI), Panji Petualang 911 (SCTV), Rezeki Dadakan (NET TV), Bus Jutawan (RCTI), dan Tiba-Tiba Kuis (SCTV).

Selain acara televisi, Tiger Wong Entertainment juga telah menunjukkan eksistensinya dalam dunia hiburan dengan sukses merilis berbagai judul Film, seperti Berbalas Kejam (2023), Lembayung (2024), dan SUKMA (2025) yang telah disaksikan oleh jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Bukan Hajatan Biasa, “Hajatan Setan” Merilis Teaser Trailer-nya di Pembukaan film The Bell

  ​(Teaser Film Hajatan Setan menjadi tayangan Pembuka dari Film The Bell: Panggilan Untuk mati yang sedang tayang di bioskop) ​Jakarta, 8 M...