Selasa, 19 Mei 2026

MD Pictures Rilis Official Trailer dan Poster 402 Rumah Sakit Angker Korea: Remake Masterpiece Horor Korea yang Sangat Menyeramkan

 




Jakarta, 19 Mei 2026 – MD Pictures bersama Umbara Brothers Film secara resmi merilis official trailer dan poster dari film horor terbaru yang paling diantisipasi tahun ini, "402 Rumah Sakit Angker Korea". Peluncuran perdana ini dilakukan melalui sebuah acara konferensi pers yang digelar hari ini, Selasa, 19 Mei 2026.

​Film ini merupakan remake resmi dari mahakarya horor Korea Selatan yang menjadi salah satu favorit para pencinta film horor di seluruh dunia, Gonjiam: Haunted Asylum by Jung Bum-shik. Namun, bukan sekadar adaptasi biasa, "402 Rumah Sakit Angker Korea" membawa rasa, perspektif, dan sentuhan baru Indonesia yang sangat kental ke dalam narasi ceritanya.

​Melalui official trailer dan poster yang dirilis, penonton disuguhkan kengerian penelusuran sinematik yang intens. Atmosfer yang dibangun memperlihatkan ketegangan yang tidak kalah mencekam dan misterius dari film originalnya, sekaligus menunjukkan betapa besarnya skala produksi dan effort ekstra dari seluruh kru serta pemain untuk menghormati materi aslinya.





​Sutradara Anggy Umbara membagikan pengalamannya dalam menahkodai proyek besar ini. Ia mengakui bahwa film ini merupakan salah satu produksi paling rumit dan menantang sepanjang karier penyutradaraannya.

​"Gonjiam itu bisa dibilang salah satu film horor favorit saya dan Lele (Penulis Skenario, Lele Laila). Jadi, pasti kami harus kasih usaha semaksimal mungkin untuk film ini, supaya bisa melampaui ekspektasi yang tinggi dari para fans. Kami menggunakan total 28 kamera di produksi ini, dan proses pengambilan gambar yang dilakukan secara teknis sangat-sangat rumit," ujar Anggy Umbara.

Komitmen untuk menghadirkan teror yang nyata bukan cuma urusan teknis, tapi juga dirasakan langsung oleh jajaran pemain saat di lokasi syuting. Aktor Saputra Kori, salah satu pemeran di film ini mengungkapkan betapa mencekamnya atmosfer yang dibangun di lokasi syuting selama proses produksi berlangsung.

​"Saat berada di set, suasananya saja sudah tidak main-main seramnya. Kami harus menjalani syuting malam-malam, dan set bangunan rumah sakit ini desainnya benar-benar mengerikan. Kami yang berakting di sana saja sampai merinding setiap kali syuting, jadi bisa dibayangkan bagaimana hasil jadinya nanti di layar lebar. Yang pasti akan jauh lebih seram lagi," ungkap Saputra Kori

​"402 Rumah Sakit Angker Korea" menampilkan deretan aktor dan aktris muda berbakat Indonesia serta kolaborasi lintas negara, di antaranya Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Jang Han-Sol, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, dan Aylena Fusil.

Film ini bercerita tentang sekelompok content creator asal Indonesia yang dikenal sebagai “Para Pencari Hantu”, berkolaborasi dengan kreator konten kakak-beradik “Soul Sisters” serta dua orang yang telah lama tinggal di Korea, nekat melakukan penelusuran langsung di rumah sakit terbengkalai paling angker di Korea Selatan, dengan misi besar meraih 3 juta penonton live. Juna, Adit, Bara, Arum, Yuri, Tyas, dan Daeho awalnya hanya mengejar popularitas viral dan mengharapkan sensasi instan yang mudah didapat.



​Namun, begitu lensa kamera mulai merekam, atmosfer rumah sakit seketika berubah mencekam. Bisikan misterius mulai terdengar, bayangan-bayangan bergerak dalam gelap, hingga satu per satu peralatan teknis mereka mengalami malfungsi. Apa yang awalnya dirancang sebagai aksi hiburan, kini berbalik menjadi teror yang mengancam nyawa.

​Terjebak di dalam bangunan yang menyimpan masa lalu kelam, mereka akhirnya menyadari bahwa entitas di tempat tersebut nyata dan kini gantian memburu mereka. Di titik ini, keluar dan bertahan hidup menjadi satu-satunya konten paling berharga yang harus mereka perjuangkan.

Bersiaplah untuk menguji nyali Anda. “402: Rumah Sakit Angker Korea” siap meneror dan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.




Senin, 18 Mei 2026

WeTV dan Magma Entertainment Garap Asmara Asrama, Produser Sebut Jadi Series Remaja Paling Segar Tahun Ini

 


‎Platform streaming WeTV bersama Magma Entertainment resmi memperkenalkan proyek terbaru mereka bertajuk Asmara Asrama. Dalam konferensi pers perdana, pihak produksi membeberkan visi besar di balik serial remaja tersebut yang disebut akan menghadirkan kombinasi genre unik dan jarang ditemui di layar Indonesia. 

‎Perwakilan WeTV Indonesia, Febri, mengungkapkan bahwa Asmara Asrama menjadi kolaborasi pertama antara WeTV Indonesia dan Magma Entertainment. Menurutnya, proyek ini langsung mendapat sambutan positif sejak konsep cerita pertama kali dipresentasikan kepada produser Charles Gozali dan sutradara Imran Ismail 

‎Febri menyebut proses pengembangan serial ini berjalan cukup panjang dan intens. Mulai dari tahap penulisan naskah, pengembangan cerita, hingga diskusi kreatif antara tim WeTV, penulis, dan rumah produksi dilakukan secara serius demi menghadirkan tayangan yang berbeda dari serial remaja kebanyakan.

‎Menurutnya, daya tarik utama Asmara Asrama terletak pada perpaduan banyak elemen dalam satu cerita. Serial ini tidak hanya mengangkat kisah kehidupan asrama dan dunia atletik, tetapi juga menyisipkan unsur hidden identity, komedi romantis, hingga drama emosional yang dekat dengan kehidupan anak muda masa kini.

‎“Waktu baca skripnya lucu banget dan hidup,” ujar Febri dalam sesi konferensi pers. Ia menilai serial tersebut memiliki potensi besar menjadi tontonan favorit penonton Indonesia karena menghadirkan karakter-karakter yang kuat dan dinamis.

‎Sementara itu, produser Magma Entertainment, Charles Gozali, mengatakan proyek ini menjadi tantangan baru bagi rumah produksinya. Setelah sebelumnya lebih banyak bergerak di film layar lebar, Magma kini kembali menggarap serial televisi premium bersama WeTV.

‎Charles mengaku tertarik karena Asmara Asrama menawarkan nuansa remaja yang segar di tengah dominasi genre horor di industri hiburan Indonesia. Ia bahkan menyebut proyek ini mengingatkannya pada karya-karya bertema anak muda yang pernah ia garap sebelumnya.

‎sutradara Adis Kayl mengungkapkan proses produksi Asmara Asrama cukup menantang. Ia mengatakan tim harus melakukan banyak riset, terutama mengenai dunia atletik dan visual yang penuh energi agar tetap terasa sinematik.

‎Menurutnya, series ini tidak hanya menghadirkan hiburan semata, tetapi juga mengangkat isu tekanan mental remaja, hubungan keluarga, dan pentingnya menerima diri sendiri. Ia berharap cerita tersebut dapat menyentuh penonton lewat perjalanan karakter yang lebih manusiawi.

‎“Aku harapan series ini gak hanya jadi dokumen, tapi juga bisa membuka pengetahuan tentang tekanan mental, hubungan keluarga dan penerimaan diri. Karena pada akhirnya, ini bukan sekedar menjadi seorang atlet, tapi ini cerita menjadi manusia,” kata Adis.

‎Executive Producer = Febriamy Hutapea

‎Supervisor Sutradara = Charles Gozali 

‎Sutradara =Adis Kayl

‎Imron Ayikayu

‎Cast

‎Emyr Razan = rama

‎Antonio Blanco Jr =  Leo

‎Diandra Agatha = mara

‎Farhan Rasyid = radit

Eksplorasi Sal Priadi, Pencipta Lagu-Lagu Hit Romantis Kini Bikin OST Film yang Relate Jadi Anthem Pekerja Lembur Kepala, Pundak, Kerja Lagi diciptakan Sal Priadi dan menjadi OST film Monster Pabrik Rambut

 


Jakarta, 12 Mei 2026 — Nama Sal Priadi menjadi salah satu yang sering menghiasi layar di media sosial berkat lagu-lagunya yang hit. Mulai dari “Gala bunga matahari” hingga “Ada titik-titik di ujung doa”, lagu-lagu Sal yang terkenal romantis silih berganti ramai digunakan pendengar di media sosial. Lagu-lagu dan video musik Sal telah dinikmati oleh jutaan pendengar di Indonesia. 

Kini, Sal bereksplorasi lewat karya terbaru berjudul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”. Sebuah lagu yang menjadi OST film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), yang turut dibintanginya. Video liriknya kini telah disaksikan lebih dari 2,5 juta views di YouTube sejak dirilis pertama kali pada momen Hari Buruh.

Berbeda dengan nuansa-nuansa romantis pada lagu-lagunya terdahulu, lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” tampil secara berbeda. Lagu ini dibuka dengan lirik yang pernah kita dengar sejak masa kecil, tetapi dibawa ke suasana yang lebih muram. Mengangkat keresahan soal kelelahan dalam bekerja.

“Dalam menulis lirik untuk lagu Kepala, Pundak, Kerja Lagi aku tetap dengan gagasan yang sederhana. Sesuatu yang aku tangkap dari keseharian. Tema di film Monster Pabrik Rambut itu kan juga membahas soal overwork, lembur, sesuatu yang sangat dekat sekali. Sehingga dengan mudah aku bisa menangkap gagasan filmnya lalu aku sampaikan dengan caraku di lagunya,” ujar Sal Priadi.

Jika biasanya draf lagu-lagunya berangkat dari tuts piano dan petikan gitar, kini juga terdapat perbedaan dalam proses penciptaan lagu Sal. Ia berkolaborasi dengan produser musik elektronik, Attila Syah, untuk menciptakan soundscape dalam materi lagunya.

Dalam prosesnya, ini juga menjadi pertama kalinya Sal menulis lagu di sebuah set syuting. Sebelumnya, Sal juga pernah menggarap lagu tema untuk film. Namun, yang dikerjakan di set syuting, terjadi pertama kali di Monster Pabrik Rambut.

“Awal lagunya ditulis di lokasi syuting. Ini sebuah pengalaman yang baru dan menjadi pengalaman menulis lagu yang dahsyat. Saat menulis lirik, lagu ini juga terasa nuansa seperti sebuah marching solidaritas untuk para pekerja yang menghadapi dinamika dalam bekerja, termasuk overwork, semoga ini bisa menjadi anthem lembur untuk para pekerja,” kata Sal.

Film Monster Pabrik Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia.

Disutradarai oleh Edwin dari rumah produksi Palari Films, film ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.

Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film Monster Pabrik Rambut persembahan Palari Films melalui akun Instagram resmi @palarifilms.

***

Sinopsis

PUTRI (Rachel Amanda) kehilangan ibunya, yang mati setelah beberapa hari tak tidur karena bekerja siang dan malam. Menurut MARYATI (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik, ibunya mati bunuh diri. Awalnya ia percaya, tapi IDA (Lutesha), adiknya, mengatakan bahwa ibu mereka mati karena kesurupan. Untuk membuktikan omongannya, Ida memutuskan untuk lembur, tak tidur berhari-hari, demi melihat sendiri sosok hitam yang merebut tubuh ibunya. BONA (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka, memiliki kemampuan spesial. Ia mampu meregenerasi bagian tubuhnya. Sosok hitam berhasil menyandera Bona. Mampukah Putri dan Ida menyelamatkan Bona?


Tentang Palari Films

Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”.

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah “Kabut Berduri” (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya “Dear David” (2023), omnibus “Piknik Pesona” (2022), “Ali & Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018), “Posesif” (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Prilly Latuconsina Bawa “Pocong” ke Cannes Film Festival 2026 lewat Film Holy Crowd

 

 

Aktris  Prilly  Latuconsina  kembali  menorehkan  langkah  baru di panggung internasional lewat  keterlibatannya  dalam  film  Holy  Crowd,  yang  terpilih  dalam  program  Next  Step Studio di La Semaine de la Critique, bagian dari rangkaian Cannes Film Festival. 

Dalam  film  arahan  M.  Reza  Fahriyansyah  dan  Ananth  Subramaniam  ini,  Prilly memerankan Ratna, sosok perempuan yang bangkit kembali saat prosesi pemakamannya berlangsung. Namun alih-alih kembali sebagai manusia biasa, Ratna justru berubah menjadi pusat  perhatian  warga  karena  tubuhnya  dipercaya  mampu  menghadirkan  kesembuhan misterius. Sosok pocong yang lekat dengan kultur Indonesia kemudian berkembang menjadi simbol kepercayaan, harapan, sekaligus eksploitasi sosial di tengah masyarakat. 

Bagi Prilly Latuconsina, daya tarik utama Holy Crowd bukan hanya terletak pada elemen supernaturalnya,  tetapi  pada bagaimana film ini memotret perilaku manusia dan budaya masyarakat hari ini. 

“Yang  paling  menarik  buat  aku  justru  bukan  aspek  horornya,  tapi  bagaimana  perilaku manusia di sekitar Ratna terasa sangat realistis. Film ini bicara tentang perhatian publik, eksploitasi, dan bagaimana seseorang bisa tiba-tiba dijadikan simbol oleh masyarakat,” ujar Prilly. 

Menurutnya, karakter Ratna terasa sangat relevan dengan situasi sosial modern, terutama di era media sosial ketika seseorang dapat menjadi pusat perhatian publik dalam waktu singkat. 

“Kadang  masyarakat  sebenarnya  bukan  peduli  pada  manusianya,  tapi  pada  atensinya. Seseorang bisa dipuja, dibicarakan, lalu dilupakan dengan sangat cepat. Dan menurut aku, itu  yang  membuat  cerita  ini  terasa  sangat  dekat  dengan  kondisi  sosial  kita  hari  ini,” lanjutnya. 

Keterlibatan Prilly dalam Holy Crowd juga menjadi bagian dari perjalanan artistiknya sebagai aktris yang kini semakin selektif memilih cerita dengan lapisan emosional dan isu sosial yang kuat. 

Lewat  Holy  Crowd,  Prilly Latuconsina tidak hanya membawa film Indonesia ke Cannes, tetapi juga membawa salah satu figur horor paling ikonik dalam kultur lokal, pocong, ke percakapan  sinema  internasional  dengan  pendekatan  yang  lebih  manusiawi,  satir,  dan relevan dengan realitas sosial saat ini

Film Horor Psikologis Kamu Harus Mati Siap Meneror Bioskop Indonesia Mulai, Jakarta 21 Mei 2026



​Jakarta, 18 Mei 2026 — Nant Entertainment mempersembahkan film horor psikologis terbaru berjudul Kamu Harus Mati, sebuah film penuh misteri yang mengangkat kisah tentang trauma, kehilangan, dan batas tipis antara kenyataan dengan halusinasi. Disutradarai oleh Tema Patrosza serta diproduseri oleh Muhammad Hananto dan Ninin Musa, film ini siap membawa penonton masuk ke dalam pengalaman mencekam yang penuh teka-teki.

​"Kamu Harus Mati" mengikuti perjalanan Meta, seorang gadis muda yang hidup dalam bayang-bayang masa lalu setelah kehilangan kekasihnya, Sam, akibat tragedi tragis beberapa tahun silam. Sejak saat itu, Meta kerap mengalami halusinasi dan merasa diteror oleh sosok arwah misterius yang diyakininya berkaitan dengan orang-orang di sekitarnya.

​Namun, ketakutan Meta justru dianggap sebagai gangguan jiwa oleh kedua sahabatnya, Dona dan Kesi. Ketidakpercayaan itu perlahan merusak hubungan persahabatan mereka dan membuat Meta merasa sendirian menghadapi teror yang terus menghantuinya.

​"Film ini bukan hanya tentang hantu atau jumpscare, tapi tentang rasa kehilangan dan bagaimana seseorang berjuang melawan pikirannya sendiri. Penonton akan dibuat bertanya-tanya mana yang nyata dan mana yang hanya ada di kepala Meta" ujar sutradara Tema Patrosza.



​Ketika berbagai kejadian aneh mulai mengincar Dona dan Kesi, Meta sadar bahwa teror yang selama ini ia rasakan mungkin benar-benar nyata. Dalam kondisi mental yang semakin rapuh, Meta harus memecahkan berbagai teka-teki demi menyelamatkan dirinya dan orang-orang yang pernah meragukan dirinya.

​Produser Muhammad Hananto mengatakan bahwa Kamu Harus Mati hadir dengan pendekatan horor yang berbeda, memadukan nuansa psikologis dengan misteri yang emosional dan dekat dengan ketakutan manusia sehari-hari.

​"Ketakutan terbesar sering kali bukan berasal dari sosok tak kasat mata, tetapi dari trauma dan rasa bersalah yang terus menghantui seseorang. Itu yang ingin kami hadirkan lewat film ini" ungkap Muhammad Hananto.

​Film ini dibintangi oleh deretan aktor muda ternama seperti Sahila Hisyam, Pamela Bowie, Sitha Marino, Leo Consul, dan Leon Alexander yang berhasil menghadirkan chemistry emosional sekaligus ketegangan intens sepanjang cerita.

​Dengan atmosfer mencekam, konflik persahabatan yang emosional, serta misteri yang perlahan terungkap, Kamu Harus Mati diharapkan menjadi salah satu film horor yang meninggalkan kesan mendalam bagi penonton Indonesia tahun ini.

​Saksikan Kamu Harus Mati mulai 21 Mei 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Minggu, 17 Mei 2026

Unit Metal Rahasia Intelijen Lepas Single "Suci Tanah Pembantaian"

 

Jakarta - Grup band metal alternatif, Rahasia Intelijen kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Indonesia dengan merilis single terbaru berjudul "Suci Tanah Pembantaian". Dirilis di bawah label HALOS Records, lagu ini memuat kritik keras dalam liriknya.

Hadir dengan aransemen yang agresif, matang, dan penuh energi, karya ini hadir sebagai sebuah pernyataan musikal yang menyoroti konflik berkepanjangan atas wilayah yang telah dipolitisasi selama lebih dari 1.200 tahun.

Formasi terbaru Rahasia Intelijen terdiri dari Anindya Pramadhyana, Winky Wiryawan, Cesar Alkautsar, Topan Tofano, dan Nicko Rahmat Prabowo.

Kehadiran Winky Wiryawan, yang dikenal luas sebagai DJ, aktor, dan musisi, membawa warna tersendiri dalam eksplorasi musikal band ini. Sementara itu, Anindya yang juga dikenal sebagai vokalis band Saint Loco memperkuat karakter agresif dan intens dalam musikalitas Rahasia Intelijen.

Latar belakang para personel yang beragam, dengan pengalaman panjang di industri kreatif dan musik Indonesia, menjadikan identitas band ini semakin solid dan matang.

Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Anindya Pramadhyana mengatakan bahwa single "Suci Tanah Pembantaian", Rahasia Intelijen mengangkat isu mengenai tanah yang disucikan dan diperebutkan oleh beberapa agama besar dunia.


Di balik narasi religius yang selama ini berkembang, kata dia. wilayah tersebut terus menjadi arena pertumpahan darah dengan lapisan kepentingan politik, sosial, ekonomi, dan perdagangan.

"Lewat lagu ini kami ingin menunjukkan bahwa konflik yang berlangsung berabad-abad bukan hanya soal perebutan wilayah, tetapi juga tentang bagaimana kepentingan elit sering kali mengorbankan masyarakat sipil. Musik adalah cara kami menyuarakan keresahan itu," ucap Anindya Pramadhyana.

Dalam liriknya, single "Suci Tanah Pembantaian" membahas bagaimana nama Tuhan kerap dijadikan justifikasi atas konflik dan kekerasan, sementara pihak yang paling diuntungkan dari konflik berkepanjangan ini adalah para elit dan pemegang kekuasaan. Di sisi lain, masyarakat sipil tetap menjadi korban utama dari situasi yang tidak kunjung usai.

Meski terinspirasi dari konflik global dan perang modern yang masih berlangsung hingga hari ini, lagu ini juga merefleksikan realitas sosial yang lebih luas. Rahasia Intelijen menyoroti meningkatnya sentimen antar pemeluk agama, perang opini di ruang publik, serta derasnya arus disinformasi yang memecah masyarakat.

Dengan pesan yang kuat, band ini ingin menyuarakan pentingnya persatuan dan menjaga kemanusiaan di tengah berbagai konflik global, tanpa kehilangan fokus terhadap tanah tempat kita berpijak dan kehidupan yang kita jalani.

"Kami percaya musik adalah medium yang paling jujur untuk menyampaikan refleksi sosial. 'Suci Tanah Pembantaian' adalah ekspresi kami terhadap realitas yang sering diabaikan," tutur Winky Wiryawan.

Dengan riff gitar yang tajam, vokal intens, serta ritme drum yang menghentak, single "Suci Tanah Pembantaian" mempertegas identitas Rahasia Intelijen di skena musik Indonesia. Lagu ini bukan hanya sekadar ekspresi musikal, tetapi juga manifesto tentang bagaimana musik dapat menjadi suara perlawanan terhadap ketidakadilan.

Single "Suci Tanah Pembantaian" milik Rahasia Intelijen, sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital mulai 15 Mei 2026. 

Jumat, 15 Mei 2026

Melalui musik yang megah dan emosional, Isyana Sarasvati mengiringi perjalanan Putra mengejar mimpinya di film animasi keluarga Garuda di Dadaku

 Isyana Sarasvati Hidupkan Perjuangan Putra di MV Garuda di Dadaku

Jakarta, 15 Mei 2026 — Setelah lebih dulu mencuri perhatian publik lewat potongan lagu yang muncul dalam trailer film animasi keluarga Garuda di Dadaku pada April lalu, hari ini BASE Entertainment dan KAWI Animation resmi merilis video musik “Garuda di Dadaku” yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati. Video musik ini kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube BASE Entertainment dan Isyana Sarasvati.

Menjadi bagian penting menuju penayangan film animasi keluarga Garuda di Dadaku pada 11 Juni 2026 mendatang, video musik ini menghadirkan interpretasi baru yang megah, emosional, dan penuh harapan dari lagu ikonis “Garuda di Dadaku”. Melalui sentuhan aransemen orkestra khas Isyana Sarasvati, video musik ini menjadi representasi tentang mimpi besar seorang anak yang berani terus melangkah meski penuh keraguan dan tantangan.

Video musik ini mengikuti perjalanan Putra, seorang anak laki-laki yang memiliki mimpi besar untuk bermain di lapangan terbesar, meski sering diremehkan dan dianggap tidak cukup kuat untuk mewujudkan mimpinya. Dari gang kecil tempat anak-anak bermain bola bersama hingga sorotan stadion dan pertandingan penuh tensi, video musik ini menjadi gambaran tentang keberanian untuk terus percaya pada mimpi, bahkan ketika semuanya terasa tidak mudah.

Selain menghadirkan visual emosional, video musik ini juga menampilkan bocoran adegan terbaru dari film animasi keluarga Garuda di Dadaku, termasuk berbagai aksi pertandingan Putra dan teman-temannya yang akan menjadi salah satu daya tarik utama film saat tayang di bioskop nanti.

“Buat aku, lagu ini bukan cuma tentang sepak bola, tapi tentang mimpi anak-anak yang sering kali terlihat sederhana, tapi sebenarnya sangat besar di hati mereka. Yang aku suka dari music video ini adalah emosinya terasa dekat sekali tentang anak-anak yang berani mencoba, berani bermimpi, dan terus berjalan meski sering merasa takut atau diragukan. Aku rasa banyak dari kita juga pernah memulai mimpi dari tempat-tempat kecil seperti itu,” ujar Isyana Sarasvati.

Sutradara Garuda di Dadaku, Ronny Gani, menjelaskan bahwa video musik ini memang dirancang untuk memperlihatkan jiwa utama film: tentang keberanian anak-anak untuk terus percaya pada diri mereka sendiri.

“Putra adalah anak yang sering merasa dirinya tidak cukup kuat untuk mengejar mimpinya. Tapi justru perjalanan itulah yang membuat ceritanya terasa dekat dengan banyak orang. Kami ingin video musik ini mengingatkan bahwa mimpi besar tidak selalu dimulai dari tempat besar. Kadang semuanya dimulai dari langkah kecil, dari keberanian sederhana untuk terus mencoba, dan dari orang-orang di sekitar yang memilih untuk percaya dan mendukung kita,” ujar Ronny Gani.

Film animasi keluarga Garuda di Dadaku mengisahkan Putra (Keanu Azka), anak laki-laki berusia 13 tahun yang perlahan kehilangan rasa percaya dirinya. Saat kegagalan dan rasa takut membuatnya hampir menyerah pada mimpinya, kehadiran Gaga (Kristo Immanuel), sosok Garuda kecil magis, membawanya pada perjalanan menemukan kembali keberanian dan keyakinan pada dirinya sendiri.

Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, dengan naskah yang ditulis oleh Sofia Lo bersama Makbul Mubarak, film ini menjadi interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah hidup di hati banyak keluarga Indonesia.

Garuda di Dadaku merupakan produksi BASE Entertainment dan KAWI . Animation, dengan ko-produksi bersama Robot Playground Media, serta kolaborasi dengan Springboard, BolaLob, AHHA Production, BRD Studio, Dasun Pictures, PK Films, Barunson E&A, IFI Sinema, dan Arendi. Film ini didukung oleh Singapore Film Commission serta bekerja sama dengan brand partners Pilus Garuda, Indomilk Kids, dan Chiki.

Saksikan video musik “Garuda di Dadaku” di kanal YouTube BASE Entertainment dan Isyana Sarasvati, dan nantikan film animasi keluarga Garuda di Dadaku tayang mulai 11 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia menjadi pilihan tontonan keluarga di libur sekolah tahun ini.

#GarudaDiDadaku

#BeraniBermimpi


Saksikan musik video “Garuda Di Dadaku” di sini  



MD Pictures Rilis Official Trailer dan Poster 402 Rumah Sakit Angker Korea: Remake Masterpiece Horor Korea yang Sangat Menyeramkan

  Jakarta, 19 Mei 2026 – MD Pictures bersama Umbara Brothers Film secara resmi merilis official trailer dan poster dari film horor terbaru y...