![]() |
| Satine Zaneta dan Ciccio Manassero Jadi Vampir! |
Film Media & Community
![]() |
| Satine Zaneta dan Ciccio Manassero Jadi Vampir! |
![]() |
| Dibintangi Junior Roberts dan Aisyah Aqilah, drama komedi romantis remaja sepanjang 12 episode ini tayang eksklusif di Viu mulai 7 Agustus 2026 |
JAKARTA, 7 Agustus 2026 – Viu, layanan streaming video OTT pan-regional terkemuka yang beroperasi di 16 negara, mengumumkan penayangan drama original terbarunya, Garam Muda (Gairah Masa Muda). Drama komedi romantis remaja sepanjang 12 episode ini menghadirkan jajaran pemain muda yang dipimpin Junior Roberts dan Aisyah Aqilah, sekaligus menghadirkan dunia hipdut, perpaduan khas Indonesia antara hip-hop dan dangdut. Garam Muda tayang eksklusif di Viu mulai 7 Agustus 2026.
“Garam Muda berangkat dari sesuatu yang sangat khas Indonesia, tetapi membawa emosi yang universal. Hipdut mempertemukan dua dunia musik, dan keberanian untuk menciptakan perpaduan tersebut mencerminkan cara anak muda Indonesia membentuk kebudayaan dengan gaya mereka sendiri. Melalui perjalanan Kaizen dan Annet, serial ini mengeksplorasi identitas, rasa memiliki, serta keberanian memilih jalan hidup. Di Viu, kami ingin setiap Viu Original lokal memiliki akar budaya yang kuat sekaligus relevan secara emosional. Garam Muda mewakili ambisi tersebut,” ujar Avijit Dutta, Country Manager Viu Indonesia.
Kaizen (Junior Roberts) terlihat memiliki segalanya. Ia populer, dikagumi, dan menempati posisi nyaman dalam hierarki sosial di sekolahnya. Namun, citra yang selama ini ia jaga mulai goyah ketika ia kembali bertemu Annet (Aisyah Aqilah), gadis yang pernah melindunginya dari perundungan.
![]() |
Terpikat oleh kejujuran dan keberanian Annet, Kaizen diam-diam memasuki dunia hipdut dan bergabung dengan grup musik Annet yang tengah mengejar impian untuk menjadi viral. Upayanya mendekati Annet kemudian memaksa Kaizen berhadapan dengan tuntutan lingkungan pertemanan yang sangat memandang status, cinta segitiga yang rumit, serta ketakutannya kembali menjadi orang yang tersisih.
Dengan memadukan musik, romansa, dan humor khas anak muda, Garam Muda mengangkat pertanyaan yang dekat dengan banyak remaja: seberapa besar mereka berani mengambil risiko untuk menjadi diri sendiri?
Hipdut dalam serial ini menjadi ruang pertemuan bagi karakter-karakter yang sebelumnya terpisah oleh status, latar belakang, dan tuntutan sosial.
Serial ini turut dibintangi jajaran pemain muda, yakni Catherine Alicia (Catheez), Florian Rutters, Adam Farrel, Yusuf Alfiansha, Zoe Levana, dan Ryan Winter.
Garam Muda diperkenalkan melalui gala premiere dan peluncuran pers di Jakarta yang didukung oleh Pronas. Kolaborasi ini berlanjut di dalam serial, dengan Pronas hadir dalam keseharian para karakter, sejalan dengan semangat #AntiRibet dan gaya hidup anak muda yang dinamis.
Viu-ers dapat menyaksikan Garam Muda secara eksklusif melalui aplikasi Viu yang bisa diunduh secara gratis di App Store dan Google Play serta diakses melalui smart TV tertentu maupun situs www.viu.com. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, unduh Viu melalui App Store atau Google Play, atau kunjungi www.viu.com. Ikuti Viu di Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, dan TikTok.
Viu merupakan layanan streaming video over-the-top (OTT) terkemuka yang tersedia di berbagai pasar di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Selatan.
Viu hadir bagi konsumen melalui dua pilihan layanan, yaitu layanan gratis dengan dukungan iklan dan layanan berlangganan premium. Selain menghadirkan berbagai produksi original premium melalui merek “Viu Original”, Viu menayangkan serial televisi, film, dan program gaya hidup dari penyedia konten terkemuka dalam berbagai bahasa lokal dan regional, lengkap dengan pilihan teks terjemahan. Melalui Viu Scream Dates, program temu penggemar lintas pasar, Viu juga memperluas pengalaman menonton di luar layar dengan menghadirkan para bintang lebih dekat kepada penggemar melalui berbagai acara langsung.
Perusahaan induk Viu, Viu International Limited, juga mengoperasikan MOOV, layanan streaming musik digital dan konser langsung populer di Hong Kong.
Viu merupakan bagian dari PCCW Media di bawah PCCW Limited, perusahaan global yang berkantor pusat di Hong Kong dengan bisnis di bidang telekomunikasi, media, solusi teknologi informasi, pengembangan dan investasi properti, serta berbagai sektor lainnya. PCCW juga mengoperasikan ViuTV, layanan televisi gratis di Hong Kong, melalui HK Television Entertainment Company Limited, serta memiliki kepentingan bisnis di Pacific Century Premium Developments Limited dan berbagai investasi global lainnya.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.viu.com.
Jakarta, 4 Agustus 2026 — Kabar membanggakan datang dari rumah produksi Forka Films. Karya paling ambisius dari sutradara Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), secara resmi terpilih untuk ditayangkan perdana secara global (World Premiere) di ajang bergengsi Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Film yang dibintangi oleh deretan aktor papan atas Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Pitrashata Malasan dan banyak aktor yang lainnya—ini akan pulang dan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Empat Musim Pertiwi yang dengan judul Internasional Four Seasons In Java akan tayang di prpgram Centrepiece, yang merupakan program khusus di TIFF yang menayangkan film-film berkualitas dari seluruh dunia dari para sineas internasional.
Program ini menyoroti penceritaan yang beragam dari berbagai negara. Sebelumnya,program ini dikenal dengan nama Contemporary World Cinema. TIFF 2026 akan berlangsung pada 10–20 September 2026.
Terseleksinya Empat Musim Pertiwi di TIFF 2026 menandai kembalinya KamilaAndini ke panggung festival bergengsi tersebut, setelah sebelumnya sukses membawa pulang penghargaan Platform Prize lewat film Yuni pada tahun 2021.
The Dream Team: Sineas Bertabur Bintang. Kekuatan magis dari visual dan penceritaan Empat Musim Pertiwi tidak lepas dari deretan sineas brilian di balik layarnya. Diproduseri oleh Ifa Isfansyah, film ini kembali mempersatukan para kolaborator luar biasa dari serial fenomenal Gadis Kretek.
Visi penyutradaraan Kamila didukung penuh oleh jajaran kreator terbaik tanah air, termasuk Sinematografer Batara Goempar, I.C.S, Desainer Produksi Dita Gambiro, Penata Busana Hagai Pakan, Penata Rias Astrid Sambudiono, dan Editor Akhmad Fesdi Anggoro. Atmosfer film ini semakin hidup dan emosional berkat rancangan tata suara dari Sound Designer Vincent Villa, serta kolaborasi musik epik dari komposer Ricky Lionardi dan Bottlesmoker.
Karya Sinematik Paling Ambisius Secara skala produksi dan visi kreatif, Empat Musim Pertiwi hadir dengan skala produksi yang jauh lebih besar dibandingkan karya-karya Kamila Andini sebelumnya. Menjelajahi genre yang belum pernah disentuh oleh sang sutradara, film ini secara berani menggabungkan elemen psychological drama, sci-fi, magical realism, western, dan misteri.
Kamila Andini mengungkapkan bahwa pemilihan Gunung Bromo sebagai latar utama adalah sebuah keputusan yang disengaja. Latar ini digunakan untuk mengeksplorasi kontras antara keagungan alam yang megah dan mengisolasi, dengan kehadiran teknologi yang mampu memberdayakan sekaligus menghancurkan. "Ini adalah metafora yang kuat untuk perjalanan karakter saya alam yang megah, namun bisa terasa sangat isolatif," ungkap Kamila.
“Bromo memang sudah ada sejak awal proses kreatif film ini pada 2017. Bahkan sebelum Gadis Kretek atau Yuni. Secara skala produksi, Empat Musim Pertiwi memang lebih kompleks, berat, dengan kanvas yang lebih besar,” ujar produser Ifa Isfansyah.
Lebih dari itu, ambisi besar film ini dibuktikan melalui jaringan kerja sama produksi internasional prestisius. Empat Musim Pertiwi merupakan hasil kolaborasi produksi dari berbagai negara, melibatkan Forka Films (Indonesia) yang bekerja sama dengan ICI ET LA PRODUCTIONS (Prancis), LEMMING FILM (Belanda), STORM PICTURES (Norwegia), PFX (Polandia), dan GIRAFFE PICTURES (Singapura). Dari dalam negeri film ini didukung kolaborasi dari Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros.
Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026!
***
Tentang FORKA FILMS
Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan diberbagai fes:val film internasional.
Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:
● Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)
● Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)
● The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)
● Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzon: 2018)
● Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Plakorm Prize di Toronto 2021)
● Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)
● Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama Awards 2024)
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Setelah merilis single terbaru "Utara - Selatan" pada 30 Juli 2026 sebagai penanda dimulainya perayaan 30 tahun perjalanan bermusik, UNGU kembali menghadirkan babak baru dalam rangkaian perayaan tersebut. Hari ini, band yang digawangi Pasha, Enda, Oncy, Makki, dan Rowman resmi meluncurkan music video "Utara - Selatan", sekaligus membuka perjalanan menuju konser spesial "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang akan digelarkan pada 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Bagi UNGU, "Utara - Selatan" bukan sekadar single baru. Lagu ciptaan Enda ini menjadi awal dari cerita besar yang tengah mereka siapkan untuk merayakan tiga dekade perjalanan berkarya di industri musik Indonesia. Mengangkat kisah dua insan yang masih saling mencintai, tetapi harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak lagi berjalan menuju arah yang sama. "Dari semua perpisahan, saya rasa tidak ada satu pun yang benar-benar mudah untuk diikhlaskan. Selalu ada perasaan yang tertinggal, meskipun pada akhirnya kita harus menerima bahwa tidak semua orang bisa berjalan ke arah yang sama. Dari situlah 'Utara - Selatan' lahir," ungkap Enda.
Kepercayaan penuh dari Trinity Optima Production menjadi ruang bagi UNGU untuk mengeksplorasi kreativitas mereka. Menurut Handi Santoso, salah satu Pendiri Trinity Optima Production, perjalanan UNGU memiliki arti yang sangat penting bagi label yang mendampingi mereka sejak awal. "UNGU adalah band pertama yang bergabung bersama Trinity Optima Production. Selama bertahun-tahun mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan kami. Melihat hari ini Pasha menyutradarai sendiri music video UNGU, sementara Kiesha Alvaro dan Zara Leola menjadi pemeran utamanya, adalah kebanggaan tersendiri karena kami menyaksikan sebuah perjalanan yang terus bertumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya," ujar Handi Santoso.
Keseriusan UNGU dalam menghadirkan karya ini bahkan dimulai sejak proses kreatif. Aransemen lagu mengalami beberapa kali perubahan hingga seluruh personel merasa benar-benar yakin bahwa "Utara - Selatan" adalah lagu yang tepat untuk membuka perjalanan menuju konser 30 tahun. "Kami benar-benar memikirkan karya ini. Musiknya beberapa kali rombak sampai akhirnya semua sepakat, 'ini dia'. Bahkan untuk music videonya pun kami berkali-kali meeting. Jujur, baru kali ini kami seserius ini menggarap sebuah video musik," cerita Oncy.
Untuk pertama kalinya, music video UNGU disutradarai langsung oleh Pasha. Music video ini juga menghadirkan kolaborasi dua generasi keluarga UNGU dengan menampilkan Zara Leola, putri Enda, dan Kiesha Alvaro, putra Pasha, sebagai pemeran utama. Sebenarnya keinginan tersebut telah lama ia sampaikan kepada rekan-rekannya, namun baru kali ini dirasa menjadi momentum yang tepat. "Saya memang sudah beberapa kali menawarkan diri untuk menyutradarai video musik UNGU. Baru di lagu ini semuanya terasa pas. Ceritanya tepat, usia Kiesha dan Zara juga sudah sesuai dengan karakter yang ingin kami bangun. Saya ingin music video ini bisa menyampaikan rasa yang mungkin sulit diucapkan lewat kata-kata, sehingga penonton ikut merasakan perjalanan emosinya," kata Pasha.
Menariknya, ide menghadirkan Kiesha Alvaro dan Zara Leola sebagai pemeran utama justru datang dari Enda. Menurutnya, keduanya telah berada di usia yang tepat untuk membawakan cerita "Utara - Selatan". Selain sudah saling mengenal sejak kecil, chemistry mereka dinilai mampu menerjemahkan kisah cinta dalam lagu ini secara alami.
Bagi Kiesha, keterlibatan dalam music video ini menjadi momen yang telah lama ia nantikan. "Aku sempat bertanya kepada Ayah, apakah saya dipilih karena memang sudah layak atau karena tidak ada pilihan lain. Ternyata jawabannya sederhana, karena memang waktunya sudah tepat. Rasanya menyenangkan akhirnya bisa menjadi bagian dari karya UNGU," ujar Kiesha sambil tersenyum.
Sementara itu, Zara mengaku tidak mengalami kesulitan membangun chemistry dengan Kiesha karena keduanya telah saling mengenal sejak kecil. Tantangan terbesar justru datang dari keinginannya untuk memberikan penampilan terbaik dalam proyek yang menurutnya sangat personal. "Buat aku ini bukan sekadar pekerjaan. Ini proyek keluarga. Karena itu aku ingin memberikan yang terbaik untuk Ayahku dan ayah-ayah ku yang lain, Om Pasha, Om Oncy, Pakde Makki, Pakde Rowman, dan semua yang terlibat di dalamnya," tutur Zara.
Tak hanya melibatkan dua generasi keluarga UNGU, music video "Utara - Selatan" juga melibatkan lebih dari 400 Cliquers, sebutan bagi penggemar UNGU, sebagai extras. Kehadiran ratusan penggemar tersebut menjadikan video musik ini sebagai salah satu produksi terbesar yang pernah dikerjakan UNGU sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan yang telah terjalin antara band dan para penggemarnya selama tiga dekade. Kisah dalam music video pun sengaja diakhiri dengan tulisan "To Be Continued", menjadi petunjuk bahwa perjalanan "Utara - Selatan" belum benar-benar berakhir. Bagi UNGU, ini adalah awal dari rangkaian cerita yang akan terus berlanjut, seiring perjalanan mereka menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter."
Konser yang akan digelar pada 30 Oktober 2026 tersebut dipersiapkan sebagai perayaan terbesar UNGU selama 30 tahun berkarya. Bukan sekadar menghadirkan lagu-lagu hits, konser ini akan membawa penonton menyusuri perjalanan musikal UNGU melalui tata panggung, konsep pertunjukan, dan berbagai kolaborasi yang belum pernah mereka tampilkan sebelumnya. "Ini bukan sekadar konser tunggal. Ini adalah cara kami mengucapkan terima kasih kepada industri musik Indonesia dan kepada semua pendengar yang sudah menemani perjalanan UNGU selama 30 tahun. Karena itu kami mempersiapkannya dengan sangat serius."
Akan ada banyak hal baru yang belum pernah kami lakukan sebelumnya, tetapi semuanya tetap menjadi bagian dari cerita besar perjalanan UNGU," tutup Makki.
Single "Utara -Selatan" telah tersedia di seluruh platform layanan musik digital, sedangkan music video resminya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production mulai hari ini. Perjalanan menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" pun resmi dimulai, dengan berbagai kejutan lain yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Tiket konser yang akan digelar pada 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan ini, kini telah resmi tersedia dan dapat dibeli melalui platform TipTip.id.
Trinity Optima Production (TOP)
Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti UNGU, Afgan, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.
![]() |
| Film Agensi Rumah Tangga tayang mulai 10 September 2026 di bioskop |
![]() |
| Official poster #1 |
![]() |
| Official poster #2 |
![]() |
| Official poster #3 |
Jakarta, 31 Juli 2026 — Setelah konsisten menghadirkan karya yang mewarnai industri musik Indonesia selama tiga dekade, UNGU kembali mempersembahkan single terbaru bertajuk "Utara Selatan". Dirilis bertepatan dengan perayaan 30 tahun perjalanan bermusik UNGU, lagu ini menjadi pembuka menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter".
Diciptakan oleh Enda UNGU, "Utara - Selatan" mengangkat kisah dua insan yang masih saling mencintai, namun tidak lagi mampu berjalan ke arah yang sama. Melalui simbol arah mata angin yang berjauhan, utara dan selatan, lagu ini menggambarkan jarak emosional yang lahir dari perbedaan sudut pandang, prinsip, serta pilihan hidup yang semakin sulit dipersatukan.
"Kadang dua orang masih saling mencintai, tetapi hidup membawa mereka ke arah yang berbeda. 'Utara - Selatan' lahir dari perasaan ketika kita harus menerima bahwa melepaskan bukan berarti berhenti mencintai, melainkan memberi ruang agar masing-masing bisa melanjutkan perjalanan hidupnya" tutur Enda.
Dari sisi musik, "Utara - Selatan" hadir dengan nuansa yang membawa pendengar bernostalgia pada warna musik khas UNGU di era awal. Aransemen pop rock yang menjadi identitas band ini dipadukan dengan lirik yang sederhana namun emosional, membuat lagu ini terasa akrab sekaligus relevan. Di balik kisah perpisahannya, lagu ini juga menggambarkan rasa sakit dari sebuah cinta yang harus berhadapan dengan berbagai tekanan dari luar, termasuk tidak adanya restu untuk melanjutkan hubungan tersebut. Meski perasaan di antara keduanya tetap jurang perbedaan yang semakin lebar membuat mereka menyadari bahwa cinta saja tidak selalu cukup untuk mempertahankan kebersamaan.
Pasha, vokalis UNGU, mengungkapkan bahwa aransemen lagu ini akan membawa pendengar bernostalgia. "Lewat Utara - Selatan, kami seperti kembali ke warna musik UNGU yang sudah sangat akrab bagi para pendengar sejak dulu. Dari aransemennya, ada nuansa yang mungkin akan mengingatkan mereka pada lagu-lagu UNGU di era awal. Kami berharap lagu ini bukan hanya menjadi obat rindu, tetapi juga bisa menemani siapa pun yang sedang menjalani cerita yang sama."
Perilisan "Utara - Selatan" juga menjadi bagian dari perjalanan 30 tahun UNGU berkarya. Bersamaan dengan hadirnya single ini, UNGU bersiap menyapa para penggemarnya melalui konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang dilaksanakan tgl 30 oktober 2026. Nantikan informasi selanjutnya mengenai konser tersebut melalui sosial media UNGU dan Trinity Optima Production.
Selain itu, music video untuk lagu ini sudah dipersiapkan, disutradarai langsung oleh Pasha UNGU dengan model Kiesha Alvaro dan Zara Leola. Menariknya lagi selain music video ini dibintangi oleh anak dari Pasha dan Enda, music video ini akan menampilkan 400 lebih extras.
Single "Utara Selatan" telah resmi dirilis dan dapat didengarkan di seluruh platform layanan musik digital mulai 31 Juli 2026, sementara video musik resminya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production mulai 5 Agustus 2026.
Trinity Optima Production
Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti UNGU, Afgan, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan tampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.
![]() |
Film Seni Merayu Tuhan tayang mulai 13 Agustus 2026 di bioskop |
Jakarta, 4 Agustus 2026 — Wahana Kreator Nusantara mempersembahkan film drama coming of age terbaru berjudul Seni Merayu Tuhan, yang diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar, dan akan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026. Mengikuti perjalanan Hikmah (Ari Irham), anak muda yang ditinggal mati ibunya, dan kehilangan arah hidup.
Film ini memberikan perasaan hangat dengan sajian yang mengharukan sekaligus dekat. Di tengah hidup yang serba sibuk dan mengejar duniawi, terkadang kita lupa dengan orang-orang sekitar, hingga waktu mengambil hal yang paling berharga. Itulah yang menjadi perjalanan Hikmah saat ia hilang arah, ingin berubah menjadi lebih baik dengan cara instan, justru membuatnya malah makin jauh dari tujuan.
Melalui Hikmah, kita kembali diingatkan bahwa perubahan dalam hidup tak perlu terburu-buru, namun dengan cara perlahan dan kelembutan, kita bisa memaknai setiap makna dari peristiwa yang kita alami.
Disutradarai oleh Cesa David, yang menjadi debut penyutradaraannya, film Seni Merayu Tuhan menawarkan drama coming of age dengan sentuhan sudut pandang yang berbeda. Kisah Hikmah, 'pemuda tersesat' di film ini seakan menjadi refleksi untuk yang menontonnya, alih-alih menghakimi. Film ini juga mengajak penontonnya untuk bertumbuh, seiring perjalanan kedewasaan yang dialami Hikmah.
"Bagi saya, film ini menjadi ruang kontemplasi. Kisah di film ini adalah bagaimana kita juga bisa mencintai sesama, dan menjadi orang baik untuk semuanya, semangat itu yang ingin saya hadirkan lewat filmnya," ujar sutradara Cesa David.
Sementara itu, bagi Habib Jafar, film Seni Merayu Tuhan diharapkan juga menjadi karya yang bisa membawa penontonnya bisa berefleksi. Makna Seni Merayu Tuhan, disebutkan Habib Jafar sebagai sebuah filosofi mengajak Tuhan turut hadir dalam setiap langkah hidup menuju manusia yang lebih baik.
"Saya berharap, setelah penonton menonton film ini bisa merenungkan dirinya secara utuh, sebagai manusia, hamba Tuhan, sebagai anak, sebagai orangtua, dan sebagai dirinya sendiri. Saya berharap, detik itu akan menjadi detik paling kencang sebagai Seni Merayu Tuhan," ujar Habib Jafar.
Salah satu adegan yang membuat Habib Jafar terharu adalah saat karakter Hikmah mengabaikan ibunya, yang diperankan Rieke Diah Pitaloka. Menurut Habib Jafar, bagian itu juga cukup dekat dengan dirinya. Ketika kecil, banyak dari kita yang merasa ingin selalu hadir untuk orangtua, namun dalam kenyataan hidup tidak semudah itu.
Ari Irham, yang memerankan Hikmah, mengungkapkan bahwa di film ini juga berbicara dari dekat. Termasuk relasi antara anak dan orangtua. "Mungkin kita sering terlalu fokus sama hal yang ada di pikiran kita. Kita mau ngapain, harus ngapain, dan karena kita terlalu fokus dengan apa yang kita inginkan, seringnya melupakan orang-orang di sekitar kita, melupakan orangtua. Bagiku itu sangat relate," ujar Ari Irham.
Seni Merayu Tuhan dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfianfy. Film ini diproduseri oleh Salman Aristo dan Sigit Pratama, dengan produser eksekutif Gina S. Noer dan Orchida Ramadhania.
Selain menjadi produser eksekutif, Gina juga turut menulis naskah film ini bersama Rino Sarjono dan Salman Aristo. Menurut Gina, dalam proses menulis film ini juga menjadi ruang reflektif secara personal.
"Saat menulis naskah untuk film ini, juga turut menjadi perjalanan saya melihat duka ketika ayah saya meninggal. Proses menulisnya menjadi refleksi baru, tentang kehilangan dan ketuhanan. Ketika berproses, saya merasakan kesejukan yang berbeda dibanding dengan menulis skenario lainnya," ungkap produser eksekutif dan penulis skenario Gina S. Noer.
Seni Merayu Tuhan diproduksi oleh Wahana Kreator yang bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, Virtuelines Entertainment, dan Suraya Filem.
"Film Seni Merayu Tuhan juga menandai ketiga kalinya PK Films bekerja sama dengan Wahana Kreator Nusantara. Di film ini, PK Films turut mendukung dengan integrasi ekosistem melalui serangkaian aktivasi promosi strategis. Termasuk membawa Seni Merayu Tuhan di panggung festival musik The Sounds Project pada 8 Agustus 2026, bersama para musisi yang mengisi OST film ini, Adhitia Sofyan dan Biru Baru. Tak hanya itu, kami juga membawa Habib Jafar untuk take over siaran di Prambors," ujar produser eksekutif dari PK Films Peter Harjani.
Tonton film Seni Merayu Tuhan di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial resmi di Instagram @wahana.kreator dan @filmsenimerayutuhan.
Tentang Wahana Kreator
Wahana Kreator adalah perusahaan berbasis riset dan pengembangan cerita yang menghasilkan pencipta dan konten berkualitas tinggi. Unit usaha kami terdiri dari Wahana Edukasi (d/h PlotPoint Kreatif) yang memiliki fokus pada pengembangan pendidikan untuk regenerasi kreator konten Indonesia, Wahana Penulis yang meneliti kebutuhan dan mengembangkan cerita menarik tepat sasaran khalayak, serta Wahana Dimensi yang menghadirkan tim produksi terampil dan profesional untuk mengembangkan cerita menjadi konten audio visual.
Pada tahun 2019, film DUA GARIS BIRU berhasil meraih 2,5++ juta penonton serta masuk ke dalam jajaran nominasi FFI 2019. Pada tahun 2023, Wahana Kreator merilis Like & Share yang meraih 3 penghargaan dalam FFI 2023. Wahana Kreator juga merilis film Agen +62 yang tayang di bioskop tahun 2025 dan telah tayang di Netflix.
Selain berkolaborasi dalam produksi audio visual, kami juga terlibat dalam produksi drama audio/podcast seperti Horor Pendek dan Kisah Horor The Sacred Riana. Informasi lengkap mengenai Wahana Kreator bisa disimak pada situs kami: wahanakreator.com.
Satine Zaneta dan Ciccio Manassero Jadi Vampir! Jakarta, 6 Agustus 2026 — Satine Zaneta dan Ciccio Manassero akan beradu peran untuk perta...