Rabu, 07 Januari 2026

Starvision Rilis Official Trailer dan Poster Film "KAFIR, Gerbang Sukma", Tayang di Bioskop 29 Januari 2026

 


Jakarta, 6 Januari 2026 - Film KAFIR, Bersekutu dengan Setan yang rilis tahun 2018, menjadi salah satu film iconic Starvision dengan memperkenalkan "film horor tanpa hantu". Setelah 8 tahun berlalu, dendam yang belum selesai masih mengintai keluarga Sri, dan berlanjut dalam film terbaru berjudul KAFIR, Gerbang Sukma, karya sutradara yang sama, Azhar Kinoi Lubis, berkolaborasi kembali dengan penulis skenario Upi yang kali ini bekerja sama dengan Dea April.

Dalam official trailer KAFIR, Gerbang Sukma diperlihatkan potongan-potongan adegan yang mengundang rasa penasaran sekaligus mengerikan. Apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga Sri, dengan kehadiran calon anggota keluarga baru dari pasutri Andi dan Rani yang tidak membuat Sri senang, hingga kakek dan nenek yang menunjukkan perilaku aneh. Film KAFIR, Gerbang Sukma menghadirkan pemain-pemain yang sama dengan film pendahulunya, dan ditambah pemain baru yang memerankan karakternya dengan penuh totalitas, seperti: Putri Ayudya, Rangga Azof, Nadya Arina, Indah Permatasari, Asha Assuncao, Arswendy Bening Swara, Muthia Datau, Sujiwo Tejo, Nova Eliza, Teddy Syach, Fuad Idris, Totos Rasiti, dan lain-lain.

Film KAFIR, Gerbang Sukma menceritakan kehidupan keluarga Sri setelah kematian tragis Herman karena santet yang terjadi 8 tahun lalu. Saat Sri dikabari bapak jika ibunya sakit keras, mereka datang menjenguk, dan itu menjadi awal malapetaka untuk mereka. Karena ada dosa masa lalu yang disembunyikan Sri, dan kini terus mengancam keselamatan keluarganya.

Chand Parwez Servia selaku produser menyampaikan, "Film KAFIR, Gerbang Sukma adalah horor yang menghadirkan suasana mencekam, dan terjadi dalam lingkungan keluarga, sehingga dekat dan sangat mungkin terjadi kepada keluarga kita. Menghadirkan sekuel film iconic ini membutuhkan effort yang besar sesuai script mbak Upi, dalam besutan sutradara Azhar Kinoi Lubis yang menjadi sutradara horor karena karya film pendahulunya, KAFIR, Bersekutu Dengan Setan. Menghadirkan kembali seluruh enerji film pertama, mulai dari karakter-karakter cerita, ditambah karakter-karakter baru, dibalut scoring Aghi Narotama, termasuk lokasi-lokasi syuting eksotis yang indah namun menyimpan misteri. Semua ini akan mengantar Film KAFIR, Gerbang Sukma ke level horor yang patut ditonton!"

Official Poster #1

Selanjutnya Azhar Kinoi Lubis menambahkan, "Karena perbuatan dosa yang dilakukan Sri, hingga berujung kematian suaminya, dendam masih terus mengintai setiap hari selama 8 tahun. Kali ini, kami ingin memberikan pengalaman menonton yang lebih kuat, baik dari sisi horor maupun emosional yang hadir dalam cerita. KAFIR, Gerbang Sukma akan lebih banyak menampilkan aksi mengerikan yang diperankan secara totalitas oleh para pemain dibandingkan film pertamanya".

Sebagai penulis skenario, Upi juga memberikan pandangannya mengenai film ini, "Sebagai lanjutan dari film KAFIR, Bersekutu dengan Setan (2018), Film KAFIR, Gerbang Sukma akan membuka tabir lebih gelap atas perbuatan Sri di masa lalu yang ternyata belum tuntas dan kembali mendatangkan petaka baru bukan saja bagi kedua anaknya, tetapi petaka itu juga menimpa pada menantu dan kedua orangtuanya".

Official Poster#2

"KAFIR, Gerbang Sukma melanjutkan kisah horor dari masa lalu yang tak pernah selesai. Terornya terasa lebih personal bagi keluarga Sri, karena bagaimana rasa bersalah, trauma dan dendam menjadi konsekuensi yang harus mereka hadapi. Hal yang paling menakutkan adalah suatu yang dekat dengan kita!", tambah Dea April.

Pemeran Sri, Putri Ayudya mengungkapkan bahwa sekuel ini menghadirkan tantangan yang luar biasa lebih besar dibanding film sebelumnya, "Film KAFIR, Gerbang Sukma sangat meningkat secara cerita, ketegangan, tantangan, emosi, dan teror yang terus terjadi. Film ini bukan hanya tentang dendam, tetapi juga tentang keluarga, kehilangan, harapan, dan pengorbanan."

Rangga Azof menyampaikan "Akhirnya saya sudah beristri, dan akan dianugerahi buah hati, namun hal tersebut tidak berbalas baik dari ibu, mengingat dosa yang telah ibu lakukan. KAFIR, Gerbang Sukma benar-benar double dari segala sisi, bahkan tantangan yang harus aku lakukan pun berkali-kali lipat dari sebelumnya. Semoga cerita ini bisa diterima oleh penonton di bioskop mulai 29 Januari nanti."

"Saya merasa benar-benar gila dengan tantangan yang diberikan Azhar Kinoi Lubis di film ini, benar-benar tantangan yang luar biasa untuk hadirkan karya istimewa dalam menyambut tahun 2026, dan semoga menjadi hiburan sekaligus pembelajaran bagi para penonton KAFIR, Gerbang Sukma." Ujar Arswendy Bening Swara.

Saksikan KAFIR, Gerbang Sukma, mulai 29 Januari 2026 di Bioskop seluruh Indonesia.

Berikut Trailer Film Kafir Gerbang Sukma

Sinopsis

Delapan tahun sejak kematian tragis Herman karena santet, Sri menata kembali hidupnya bersama anaknya Dina, dan Andi yang sudah menikahi Rani. Sri dikabari bapak jika ibunya sakit keras. Mereka datang menjenguk, dan itu menjadi awal malapetaka. Karena ada dosa masa lalu yang disembunyikan Sri, dan kini mengancam keluarganya!


Pemain & Tim Produksi

Putri Ayudya : Sri

Rangga Azof : Andi

Nadya Arina : Dina

Indah Permatasari : Hanum

Asha Assuncao : Rani

Arswendy Bening Swara : Kakek

Muthia Datau : Nenek

Sujiwo Tejo : Jarwo

Nova Eliza : Laila

Teddy Syach : Herman

Fuad Idris : Ki Rojo

Totos Rasiti : Seno


Produksi : Starvision

Produser : Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar

Sutradara : Azhar Kinoi Lubis

Produser Eksekutif : Reza Servia, Amrit, Dido Servia, Raza Servia

Produser Lini : Erland Tanjung

Penulis Skenario : Upi, Dea April

Desain Produksi : Iqbal Marjono

Penata Kamera : Muhammad Firdaus, I.C.S.

Penyunting Gambar : Teguh Raharjo

Penata Suara : Aditya Trisnawan

Perekam Suara : Sutrisno

Penata Musik : Aghi Narottama

Penata Warna : Chressandy Rorimpandey

Penata Grafis & VFX : The Organism & Dreamcatcher

Penata Rias & Efek : Ernaka Puspita Dewi

Penata Busana : Aldie Harra

Penata Peran : Arief Havidz, Erik Arfin

Perancang Poster : Alvin Hariz

OST : 

Aaas – Mawar Berduri 

Noh Salleh – Sang Penikam

Selasa, 06 Januari 2026

Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) Merilis Official Poster & Trailer yang Kocak dan Konyol! Dibintangi Amanda Manopo, Fajar Sadboy, dan Devano

 

Tayang mulai 5 Februari 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 6 Januari 2026 - Setelah sukses dengan serial Pay Later, Scovi Films dan RAPI Films kini mempersembahkan cerita baru lewat film layar lebar berjudul Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER). Film Check Out Sekarang, Pay Later akan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 Februari 2026. Film ini sekaligus menjadi karya layar lebar perdana Scovi Films.

Kini, sutradara Surya Ardy Octaviand membawa kisah baru dalam dunia Amanda Manopo dan Fajar Sadboy sebagai kakak-beradik ciamik yang mencuri perhatian penonton lewat chemistry unik mereka di serial Pay Later. Film ini diproduseri oleh Surya Ardy Octaviand bersama Sunar S Samtani, dengan naskah yang ditulis Surya Ardy Octaviand bersama penulis Pemenang Piala Citra FFI 2025, Widya Arifianti.

Tak hanya Amanda Manopo dan Fajar Sadboy, film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) juga dibintangi oleh Devano, Jovial Da Lopez, Sastra Silalahi, Wavi Zihan, Kaneishia Yusuf, Shanice Margaretha, Merry Sanger, Richard Derrick, dan Martin Carter.

Dalam official poster filmnya, Amanda Manopo dan Fajar Sadboy tampil beda. Amanda terlihat mengenakan mahkota dan selempang yang lekat dengan kontes putri kecantikan. Sementara itu, yang juga mencuri perhatian adalah penampilan Devano, dengan tatanan rambut poni lempar (polem), kacamata hitam-kuning frame besar, membuatnya tampil nyentrik.

Official Poster Check Out Sekarang Pay Later

Sementara official trailernya menampilkan Amanda Manopo yang dikejar tagihan utang pinjaman online-nya. Amanda Manopo memerankan Tina, pemenang kontes putri kecantikan yang hidup bersama sang adik, Umski (Fajar Sadboy) dan sang nenek, yang diperankan Merry Sanger.

"IP Pay Later sangat dicintai oleh penonton Indonesia. Karakter yang diperankan Amanda Manopo dan Fajar Sadboy ternyata menjadi karakter pasangan kakak-adik yang sangat menghibur. Untuk itu, saat Ardy membawa ide ini untuk dikembangkan menjadi cerita yang baru, kami ingin mendengar cerita dari sudut pandang yang lain dari perjalanan baru dari dinamika karakter Amanda dan Fajar Sadboy," kata produser Sunar S Samtani.

Pada tahun 2024, kata kunci Pay Later Series menjadi salah satu Top Trending search untuk kategori Film/TV Serial di Google Indonesia. Serial Pay Later juga berhasil bertengger di Top 1 selama 3 bulan dan tak tergantikan oleh serial lain di Netflix, dan selama 6 bulan di Top 10 Tayangan Serial Indonesia di Netflix. Kini, perjalanan dan cerita baru dari IP ini akan berlanjut dengan cerita dan karakter yang lebih konyol!

"Film Check Out Sekarang, Pay Later atau CAPER sangat spesial bagi Scovi Films karena ini menjadi karya layar lebar perdana kami. Ini adalah cerita yang benar-benar baru dan dunianya berbeda dari serial Pay Later. Bukan sekuel atau lanjutan. Nama karakternya baru, plotnya juga berbeda, serta ada banyak karakter-karakter baru yang akan membawa kisah baru untuk diikuti penonton tentang orang-orang yang terjerat pinjol dengan plot yang lebih kompleks, dan komedi yang akan menghibur," kata produser, sutradara, dan penulis Surya Ardy Octaviand.

Demi melunasi utang pinjaman online, Tina (Amanda Manopo) perempuan pemenang kontes kecantikan murahan yang boros dan gila belanja, terpaksa bekerja di kantor pinjaman online tersebut, demi membiayai adik semata wayangnya Umski (Fajar Sadboy) dan untuk melunasi utang-utangnya.

Selama perjalanan mengungkap bisnis pinjol illegal, ia juga bertemu dengan korban pinjol ilegal yang lain, Mail (Devano). Tanpa sadar, mereka mengungkap sosok di balik gurita bisnis pinjol ilegal yang melibatkan orang-orang penting di dalamnya.

Amanda Manopo mengungkapkan perannya sebagai Tina yang kembali menghadapi teror tagihan dari pinjol di film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) akan menghadirkan kekonyolan baru bersama Fajar Sadboy.

"Penonton bakal menyaksikan kekonyolanku bersama Fajar Sadboy. Meski capek ya, harus berhadapan dengan Fajar tapi seru sekali ketika menjalani syuting bersama dia. Di film ini, penonton juga akan mengikuti kisah baru, dari karakter-karakter yang baru serta perjalananku bersama Fajar yang berbeda," ujar Amanda Manopo.

"Aku senang banget bisa satu project bareng Kak Manda lagi. Secara chemistry tentunya kami udah dapat banget ya, karena aku sudah dianggap seperti adiknya bukan cuma di depan layar tapi juga di kehidupan nyata. Kalian bakal lihat aksi kocak dan konyol kami berdua di film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER)," kata Fajar Sadboy.

Bagi Devano, yang menjadi karakter baru dalam dunia kakak-adik Amanda Manopo-Fajar Sadboy, ia merasa senang bisa terlibat dalam film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER). Terlebih, ia mendapat tantangan untuk membawakan karakter yang sangat bertolak belakang darinya.

"Di sini aku mungkin seperti Jamet' ya. Aku memerankan Mail, D.J yang adiknya juga terlilit pinjol. Kalian bakal menyaksikan petualanganku dalam membongkar siapa di balik pinjol ilegal bareng Amanda dan Fajar," kata Devano.

Tonton aksi kocak dan kekonyolan film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) di bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026!


Sinopsis

Demi melunasi utang pinjaman online, Tina (Amanda Manopo) perempuan pemenang kontes kecantikan murahan yang boros dan gila belanja, terpaksa bekerja di kantor pinjaman online tersebut, demi membiayai adik semata wayangnya Umski (Fajar Sadboy) dan untuk melunasi utang-utangnya.

Selama perjalanan mengungkap bisnis pinjol illegal, ia juga bertemu dengan korban pinjol ilegal yang lain, Mail (Devano). Tanpa sadar, mereka mengungkap sosok di balik gurita bisnis pinjol ilegal yang melibatkan orang-orang penting di dalamnya.

Catatan Produksi:

Judul Film: Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER)

Produksi: Seovi Films & RAPI Films

Sutradara: Surya Ardy Octaviand

Penulis: Widya Arifianti & Surya Ardy Octaviand

Produser: Sunar Samtani & Surya Ardy Octaviand

Genre: Drama komedi

Pemain: Amanda Manopo, Fajar Sadboy, Devano, Jovial Da Lopez, Sastra Silalahi, Wavi Zihan, Kaneishia Yusuf, Shanice Margaretha, Merry Sanger, Richard Derrick, Arnold Kobogau, dan Martin Carter.

Minggu, 04 Januari 2026

Film "Alas Roban" Angkat Urban Legend Jalan Paling Melegenda: Saat Mitos Menjadi Teror yang Terasa Nyata

 



Jakarta, 5 Januari 2026 - Alas Roban sejak lama dikenal bukan sekadar jalur penghubung, melainkan ruang cerita yang melekat di ingatan banyak orang. Dari bisik-bisik sopir lintas kota, obrolan penumpang, hingga kisah yang diwariskan antargenerasi, kawasan di Batang, Jawa Tengah ini kerap disebut sebagai tempat di mana logika sering "kalah" oleh hutan yang rapat, kabut yang turun mendadak, serta rasa tidak nyaman yang muncul tanpa sebab jelas.

Di titik itulah urban legend tumbuh bukan karena semua orang melihat hal yang sama, melainkan karena banyak orang pulang membawa perasaan yang serupa. Bagi sebagian pelintas, Alas Roban bukan cuma soal jalan gelap dan berliku, tetapi juga tentang "aturan tak tertulis" yang dipercaya harus dihormati.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu menyebut Alas Roban punya latar yang kuat karena. menyimpan sejarah panjang dan misteri yang terus hidup di tengah masyarakat. "Alas Roban menyimpan banyak sejarah dan misteri. Jalur ini dikenal sebagai salah satu lintasan paling angker di Jawa," kata Hadrah.

la menambahkan, mitos yang beredar kerap menyebut banyak pengendara mengalami kejadian ganjil, baik saat melintas maupun setelah melewati kawasan tersebut. "Banyak yang menemukan hal-hal gaib dan mistis saat melewati, bahkan setelahnya," ujarnya.

Menjelang penayangannya pada 15 Januari 2026, film "Alas Roban" merangkum larangan-larangan mistis yang selama ini kerap dibicarakan: menghindari melintas tepat tengah malam, tidak singgah ke warung pinggir jalan, mewaspadai spion kendaraan, tidak menanggapi suara yang memanggil nama dari sisi jalan, serta tidak menatap bayangan diam yang tampak di pepohonan.

Atmosfer itulah yang menjadi pijakan utama film ini. "Alas Roban" memotret cara mitos bekerja tidak selalu hadir sebagai sosok, tetapi sebagai keyakinan, ketakutan yang menular, dan serangkaian larangan yang mengubah perjalanan malam menjadi ujian mental.

Taskya Namya, yang memerankan Tika, menyoroti salah satu momen yang menjadi pemantik ketegangan dalam cerita. "Momen ketika Tika menemukan gambar Gendis. yang tidak wajar, kecurigaan muncul makin kuat karena ada yang aneh. Terlebih saat Gendis mengajak main petak umpet, di situ ekspresinya tidak seperti Gendis yang ia kenal," ujar Taskya, menggambarkan perubahan yang terasa janggal dan mengusik..

Film "Alas Roban" digarap melalui kolaborasi Unlimited Production, Narasi Semesta, dan Legacy Pictures, serta disutradarai Hadrah Daeng Ratu. Deretan pemainnya antara lain Michelle Ziudith sebagai Sita, Rio Dewanto sebagai Anto, Taskya Namya sebagai Tika, Imelda Therinne sebagai Dewi Raras, serta Fara Shakila sebagai Gendis.

Sabtu, 03 Januari 2026

Tahun Baru, Rekor Baru! AGAK LAEN: Menyala Pantiku! Sah Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa!

 

Film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! catatkan rekor baru 10,250,00++ penonton!

Jakarta, 2 Januari 2026 - Selamat Tahun Baru 2026, para pasukan! Tahun baru, rekor baru! Film komedi persembahan Imajinari, AGAK LAEN: Menyala Pantiku! kini telah resmi menjadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa! Film ini berhasil meraih 10,250,00++ penonton dalam 37 hari.

Kini, film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! berhasil menggeser film animasi JUMBO yang sebelumnya menjadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa. Jarak pemecahan rekor ini hanya terpaut sekitar enam bulan. Sebelumnya, untuk memecahkan rekor Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa membutuhkan waktu sekitar 3 tahun, saat JUMBO (2025) menggeser film KKN Di Desa Penari (2022).

Film AGAK LAEN: Menyala Pantikul juga menjadi film Indonesia ketiga yang berhasil meraih perolehan 10 juta lebih penonton setelah JUMBO (2025) dan KKN Di Desa Penari (2022), AGAK LAEN: Menyala Pantiku! juga turut mendongkrak angka kumulatif perolehan penonton film Indonesia sepanjang 2025 yang kini telah menyentuh angka 80 juta lebih!

"Sangat terharu sekali dengan pencapaian ini bersama Imajinari dan seluruh kru dan pemeran film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! Terima kasih juga untuk seluruh penonton yang telah mendukung film ini untuk bisa terus berjalan hingga akhirnya mencapai titik ini, sebagai Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa. Filmnya masih bisa ditonton di bioskop, dan semoga menjadi hiburan bagi warga pada tahun baru 2026," ujar penulis dan sutradara Muhadkly Acho.

"Sejak awal, tujuan Imajinari adalah membuat AGAK LAEN: Menyala Pantiku! untuk lebih lucu dari film pertamanya, itu saja. Namun ternyata sambutannya luar biasa hingga pecah rekor berkali-kali selama film ini tayang. Terima kasih telah menemani perjalanan kami, terima kasih telah meneguhkan semangat kami," ujar produser Ernest Prakasa.

"Target awalku yang kugaransi ya 1,1 juta penonton. Naik sedikit dari target di film pertama. Namun ternyata capaian yang diraih AGAK LAEN: Menyala Pantiku! tinggi sekali. Alhamdulillah. Terima kasih untuk semua orang yang terlibat dan orang yang nonton, terima kasih! Sebentar lagi, kita jumpa di tiga kota dengan penonton terbanyak ya!" Kata Indra Jegel mewakili kuartet AGAK LAEN.

Menjawab tantangan pasukan, kwartet AGAK LAEN: Menyala Pantiku! juga akan hadir di tiga kota Indonesia dengan penonton terbanyak. Penonton terbanyak ini ditentukan pada periode 17 Desember-31 Desember 2025. Tiga kota tersebut adalah Tangerang, Medan, dan Bekasi. Hal ini menjadi bentuk apresiasi dan perayaan bagi Para Pasukan yang telah mendukung perjalanan AGAK LAEN: Menyala Pantiku! di bioskop. Untuk jadwal kehadiran para ketua AGAK LAEN, akan segera diinfokan di sosial media resmi Imajinari.

Dengan jumlah showtime yang juga masih tinggi, kini film AGAK LAEN: Menyala Pantikul juga masih berpeluang untuk mematahkan rekor yang dimiliki film Hollywood Avengers: Endgame (2019). Film tersebut menjadi Film Terlaris Sepanjang Masa yang pernah tayang di jaringan bioskop Indonesia, dengan jumlah 10,9 juta.

Tertawalah di bioskop untuk memulai Tahun Baru 2026 bersama film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! 

Berikut Trailer Film Agak Laen : Menyala Pantiku! 

Sinopsis

Setelah berulang kali gagal menjalankan misi, Detektif Bene, Boris, Jegel, dan Oki diberi satu kesempatan terakhir: Menyamar dan menyusup ke sebuah panti jompo, untuk mencari buronan kasus pembunuhan anak wali kota.

Rilis Poster & Trailer Resmi, Buto Ijo Menjadi Ancaman dalam Film Horor Terbaru Garapan Gandhi Fernando

 

Official Poster Film Penunggu Rumah : Buto Ijo 

Jakarta, 2 Januari 2026 - Film horor terbaru garapan rumah produksi milik Gandhi Fernando, Penunggu Rumah: Buto Ijo hadir meramaikan industri perfilman Indonesia di awal tahun 2026. Diproduksi oleh Creator Media bersama Maxstream Studios,Seru Juga Film Studio, dan Vibe dan disutradarai Achmad Romie, film ini mengadaptasi bebas kisah legendaris Timun Mas ke dalam horor modern dengan konflik keluarga yang kuat dan baru saja merilis poster dan trailer resmi.

Dalam Poster tersebut menampilkan sosok Buto Ijo dengan visual yang menyeramkan,sementara trailer berdurasi dua menit banyak menggambarkan kisah Ali, seorang konten kreator uji nyali yang diteror dan dihantui oleh sosok menyeramkan si Buto Ijo.

Film ini bercerita bercerita Srini (Celine Evangelista), seorang janda dengan satu anak,yang mulai diteror sosok raksasa menjelang ulang tahun ke-6 anaknya. Dalam upaya mencari pertolongan, Srini kembali menghubungi Ali (Gandhi Fernando), mantan kekasihnya yang kini berprofesi sebagai konten kreator horor uji nyali.

Ali dan Lana (Valerie Thomas) adiknya yang terdesak kebutuhan ekonomi pun setuju untuk membantu Srini. Situasi berubah menjadi kelam ketika sosok Buto Ijo mulai menampakkan diri di hadapan Ali. Perlahan teror demi teror muncul dan mulai menguak rahasia gelap di rumah tersebut hingga membuka tabir tentang sosok Buto Ijo, sosok mistis yang dikenal dalam folklor Jawa sebagai penjaga sekaligus pembawa malapetaka.

Penunggu Rumah: Buto Ijo tidak hanya menonjolkan elemen jumpscare seperti film horor pada umumnya, tetapi juga membangun ketegangan melalui suasana, simbol budaya, serta drama yang kuat antar karakter. Film ini mencoba menawarkan pengalaman horor yang berbeda dengan mengeksplorasi ji cerita folklor Timun Mas dari sisi yang lebih gelap.

“Kami ingin menghadirkan horor yang tidak sekadar menakutkan, tetapi juga membekas secara emosional. Mitos Buto Ijo dari cerita Timun Mas kami tafsirkan sebagai keserakahan dan konsekuensi dari pilihan manusia.” tegas Gandhi yang juga bertindak sebagai penulis dan produser.

Dari sisi visual, film ini memaksimalkan penggunaan rumah sebagai ruang teror utama yang mencekam. Atmosfer tersebut diperkuat melalui tata cahaya dan desain suara yang intens, serta pendekatan cerita modern yang berakar dari sebuah folklor.

Perpaduan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman menonton yang dekat,mistis, dan membekas bagi penonton.

Berikut Trailer Film Penunggu Rumah: Buto Ijo

Film Penunggu Rumah: Buto Ijo dijadwalkan tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 15 Januari 2026 

° Celine Evangelista sebagai Srini,

° Meryem Hasanah sebagai Tisya,

° Gandhi Fernando sebagai Ali,

° Valerie Thomas sebagai Lana,

° Adnan Djani sebagai Indra,

° Pratito Wibowo sebagai Buto Ijo dan

° Arie Dwi Andhika sebagai Riza.

Starvision Rilis Official Trailer dan Poster Film "KAFIR, Gerbang Sukma", Tayang di Bioskop 29 Januari 2026

  Jakarta, 6 Januari 2026 - Film KAFIR, Bersekutu dengan Setan yang rilis tahun 2018, menjadi salah satu film iconic Starvision dengan mempe...