"Rumah Tanpa Cahaya tentang kehilangan dan bagaimana cinta seorang ibu tetap hidup serta membimbing keluarganya ketika ia sudah tiada," ujar Deddy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Skenario film tersebut ditulis oleh Syaikhu Luthfi, Deddy Mizwar, Zairin Zain, Odi Harahap, Amiruddin Olland, dan Rafi Muhammad Zuhdi. Odi Harahap bertindak sebagai sutradara film "Rumah Tanpa Cahaya".
Sebelumnya, Zairin Zain dan Deddy Mizwar pernah berkolaborasi dalam produksi film drama komedi yang dirilis pada 2010 berjudul "Alangkah Lucunya (Negeri Ini)".
"Seorang Ibu itu baru terasa kehadirannya setelah dia enggak ada. Waktu ada kayak biasa-biasa saja kan? Karena dia sudah terbiasa mencintai kita," ujar Deddy dengan nada emosional.
Deddy Mizwar mengambil analogi dari kisah sahabat Nabi, Umar bin Khattab, yang dikenal tegas namun memilih diam saat menghadapi amarah istrinya.
Deddy Mizwar pun memberikan pesan terbuka kepada masyarakat untuk lebih menghargai orang tua selagi mereka masih bernapas. Makanya, baik-baik kalau masih hidup ibunya, ya," tegas Deddy
Deddy menjelaskan bahwa sikap diam Umar adalah bentuk penghormatan atas beban tanggung jawab istri yang luar biasa besar, mulai dari mengurus rumah tangga hingga membesarkan anak.
"Istri ini mencuci pakaianku, memasak untukku, mengurus anak-anakku. Padahal itu semua adalah juga tanggung jawabku. Jadi saat dia marah, aku diam saja. Jangan ikut ngomel," kata Deddy menirukan prinsip sang Khalifah.
Ide ceritanya berfokus pada kehidupan tokoh Nurul (Ira Wibowo) dan suaminya, Qomar (Donny Damara). Mereka sehari-hari mengelola warung Empal Gentong. Nurul menjadikan warung tersebut sebagai ruang berbagi kasih kepada sesama. Ira Wibowo menjelaskan karakter Nurul yang diperankan dalam film ini.
![]() |
| Official Poster Film Rumah Tanpa Cahaya |
"Nurul adalah gambaran banyak ibu di Indonesia yang diam-diam kuat, penuh cinta, dan sering kali menjadi cahaya tanpa pernah meminta untuk dilihat," ujar Ira.
Buat saya, satu kehormatan yang luar biasa, diberi kesempatan, memerankan seorang ibu yang kalau kita bayangin, “Ibu itu idealnya kayak apa sih?” kata Ira Wibowo dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Senin, 9 Februari.
Menurutnya, ia memandang sosok ibu sebagai “Perekat dalam keluarga jadi ketika ibu pergi ya semuanya jadi berantakan. Kehilangan terasa tapi bukan berarti kebahagiaan itu tidak ada, tinggal bagaimana keluarga melanjutkan proses.”
Dalam film arahan Ody Harahap ini, Ira Wibowo beradu peran dengan Donny Damara, Ridwan Ghany dan Lavicky Nicholas.
Sudah pernah syuting sebelumnya dengan mereka tapi khusus untuk film ini kayak tokoh Nurul itu tidak ekspresif banget, serba sederhana. Cintanya sederhana tapi hatinya penuh untuk suami dan anak-anak,” katanya Ira Wibowo
Ia merasa dibantu banyak oleh para pemain lainnya dalam memerankan karakter Nurul yang berbeda drastis dari dirinya.
“Saat reading, aku sudah merasakan itu. Dari kenakalan Azizi, keberontakan kakaknya dan suaminya. Waktu syuting kayak gitu, sudah tahu lama menjalani bertahun tahun rumah tangga. Semua saling profesional saling membantu,” kata Ira Wibowo.
"Film ini mengajak kita merenung sering kali kita baru memahami arti keluarga dan pengorbanan setelah kehilangan itu benar-benar terjadi," kata Donny.
Keadaan serupa juga dirasakan oleh pemeran tokoh Samsul, Ridwan A. Ghany, dan Azizi, Lavicky Nicholas, kedua putra Nurul, mengenai arti kehadiran ibu mereka. Film "Rumah Tanpa Cahaya" juga turut menampilkan Dea Annisa, Galabby Thahira, Ence Bagus, dan Widi Dwinanda dalam jajaran pemerannya.
Film ini diharapkan dapat menjadi cerminan bagi banyak keluarga Indonesia, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang hangat, jujur, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Film terbaru yang diproduksi Citra Sinema bersama Sinemart dijadwalkan penayangannya di seluruh bioskop Indonesia mulai 12 Februari.
Trailer Nya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar