Minggu, 30 November 2025

Era Baru Film Laga Indonesia Dimulai! Kujang Emas "Batara Jayarasa" Hadirkan Silat Epik, Siap Tampil Memukau Di JAFF Both Festival 2025.


Restu Prabu Pictures dengan bangga mempersembahkan bahwa film perdananya: Kujang Emas "Batara Jayarasa" disutradarai oleh Peppi Piona, akan segera hadir di layar lebar.

Film ini dibintangi oleh Qausar Harta Yudana, Finn Bramasta, Richard Kyle, Ananda George, Barry Prima, Sugesta Handayani, serta didukung aktor lainnya, berpusat pada kisah Arya dan Rimba, dua sahabat dari padepokan silat yang dipisahkan oleh takdir dan pusaka sakti Kujang Emas.

Peppi Piona, Sutradara: "kami hadirkan 'Kujang Emas: Batara Jayarasa' sebagai pilihan baru yang segar. Film ini bukan hanya tentang pertarungan, tetapi tentang DNA bangsa kita— Kami ingin membuktikan bahwa film Laga memiliki tempat dan potensi besar untuk menghibur dan membanggakan."

Untuk memperkenalkan dan membuka peluang distribusi global, "Kujang Emas: Batara Jayarasa" berpartisipasi dalam program JAFF Market di gelaran akbar Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025.

"Kujang Emas: Batara Jayarasa" dijadwalkan akan segera mengumumkan tanggal perilisan resminya di bioskop seluruh Indonesia.

"RESTU PRABU PRODUCTION"



Jumat, 28 November 2025

Ji Chang-Wook Bintangi ABRACADABRA: The Galaxy of Ultimate Healing, reality series inovatif dari Viu dan Samsung Al dari Samsung menjadi elemen utama dalam series ini, memandu para bintang dalam perjalanan melintasi pulau-pulau terindah di Indonesia

 


PCCW (SEHK:0008) - INDONESIA, 28 November 2025. Viu, layanan video streaming over-the-top (OTT) pan-regional terkemuka dari PCCW, dar Samsung Electronics Indonesia hari ini mengumumkan ABRACADABRA: The Galaxy of Ultimate Healing, reality series terbaru yang dibintangi superstar Korea Ji Chang-Wook. Tayang perdana hari ini, 28 November 2025 secara eksklusif di Viu, series sepanjang lima episode ini juga menampilkan talenta terbaik Indonesia dari Team Galaxy, seperti Pevita Pearce, Maxime Bouttier, Dikta, Vanesha Prescilla, Bryan Domani, dan Agung Karmalogy.

Para penonton akan diajak mengikuti perjalanan Ji Chang-wook yang meninggalkan kesibukannya untuk menjalani perjalanan transformatif, healing, dan penemuan diri melalui kawasan budaya dan lanskap alam Jogjakarta, Bali, dan Sumba. Dipandu oleh para "Genies" lokal, semua pengalaman ini didukung secara menyeluruh oleh ekosistem Samsung Galaxy

Ji Chang-Wook menggunakan Galaxy Z Fold7-dengan fitur kamera berkelas profesional seperti Night Mode, Food Moce, dan Object Eraser-untuk menangkap foto dan video menakjubkan. Kebugarannya dipantau secara real-time oleh Galaxy Ring, sementara Galaxy Buds memberikan pengalaman audio yang imersif, semua terintegrasi melalui kecerdasan proaktif Galaxy Al. Dari penggunaan Al untuk penerjemahan real-time, menemukan rahasia lokal, hingga mengoptimalkan kesehatan, teknologi hadir sebagai karakter inti dalam perjalanannya.

"Series ini merupakan perpaduan kuat antara storytelling, kekuatan bintang, dan teknologi," ujar Avijit Dutta, Country Manager Viu Indonesia. "Dengan berkolaborasi bersama Samsung Electronics Indonesia, kami tidak hanya menciptakan hiburan premium: tetapi juga menetapkan standar baru bagi kemitraan kreatif di industri OTT, sekaligus membuka peluang baru untuk monetisasi, integrasi brand, can ekspansi regional," ujarnya.

"ABRACADABRA: The Galaxy of Ultimate Healing' adalah series yang penuh inspirasi di mana kecanggihan kamera hingga fitur Interpreter serta dukungan Google Gemini menjaci teman sejati perjalanan penggunanya. Berkolaborasi dengan Viu, dalam serial autentik ini Galaxy Z Fold7 beserta ekosistem menjadi perangkat yang memperkaya setiap aspek kehidupan penggunanya, baik personal healing maupun kreativitas, dalam perjalanannya selama di Indonesia," ujar Andi Airin, Head of MX Marketing & Demand Generation, Samsung Electronics Indonesia.

Highlight Utama Series Ini

-Kolaborasi Superstar Korea dan Bintang Ternama Indonesia: Series ini dipimpin oleh aktor top Korsel Ji Chang-Wook bersama deretan bintang Indonesia, menghadirkan pertukaran budaya yang unik.

-Al sebagai Penggerak Narasi: Galaxy Al terintegrasi dalam cerita, berkembang dari sekadar alat menjadi pendamping utama untuk eksplorasi dan proses healing.

-Perjalanan Menjelajahi Keindahan Alam dan Budaya: Tayangan ini merupakan eksplorasi visual dan emosional melintasi destinasi paling menawan di Indonesia, dibingkai dalam misi healing personal tingkat tertinggi.

Series ini menegaskan komitmen Viu terhadap storytelling yang kuat, relevan secara lokal, sekaligus mampu menjangkau pasar internasional. Dengan menggabungkan teknologi canggih dan talenta global, Viu terus menghadirkan produksi yang autentik, berakar lokal, dan memiliki daya tarik lintas negara.

Abracadabra: The Galaxy of Ultimate Healing akan tayang perdana mulai 28 November secara eksklusif di platform Viu di Indonesia. Viu tersedia di App Store, Google Play, berbagai smart TV terpilih, atau melalui www.viu.com.

Berikut Trailer ABRACADABRA: The Galaxy of Ultimate Healing, reality series inovatif dari Viu dan Samsung



Film 'Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel' Bongkar Ketidakadilan di Balik Kasus Bullying yang Mengguncang Indonesia

 

Dibintangi aktor dan aktris ternama seperti Chicco Jerikho, Muzakki Ramdhan, Erdin Werdrayana, Tika Bravani, Donny Damara, Annisa Kaila, serta Mathias Muchus, film ini akan tayang mulai 4 Desember 2025 di seluruh bioskop Indonesia.

Jakarta, 28 November 2025 - Indonesia tidak pernah lupa kasus David Ozora, la bukan sekadar nama, tetapi simbol luka, kemarahan publik, dan pertanyaan besar tentang keadilan, kekuasaan, serta budaya diam terhadap kekerasan. Dari kisah nyata tersebut, lahirlah sebuah film berjudul Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel yang secara berani menempatkan tragedi itu dalam konteks lebih luas, yakni soal gugatan dan suara rakyat, serta menyoroti ketimpangan hukum hingga perjalanan spiritual dan psikologis dari sudut pandang keluarga korban.

Disutradarai oleh Umbara Brothers-Anggy Umbara dan Bounty Umbara-film ini diproduksi oleh Umbara Brothers Film berkolaborasi dengan VMS Studio, 786 Entertainment, Rumpi Entertainment, Makara Production, A&Z Films, dan Dbay Film Factory. Film ini juga menjadi ajang reuni bagi Anggy dan Bounty setelah sekian lama tidak menggarap film bersama sebagai sutradara.

"Ide awal film ini memang lahir dari Bounty, namun ketika pertama kali merencanakan proyek ini, kami sudah sangat memiliki ceritanya dan sepakat untuk menyutradarainya bersama-sama," jelas Anggy dan Bounty.

Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel menceritakan perjuangan Jonathan menghadapi mimpi terburuknya ketika putranya, David Ozora, masuk koma akibat penganiayaan brutal oleh anak seorang pejabat tinggi negara. Saat kasus ini viral, Jonathan bersama dua sahabat setianya, Melissa dan Rustam, terus berjuang menegakkan keadilan di tengah sistem hukum yang terasa timpang, sementara sang pelaku justru mendapat keringanan karena kekuasaan ayahnya.

Film ini dipastikan bukan rekonstruksi kriminal, melainkan interpretasi yang memperlihatkan bagaimana bullying dan kekerasan meninggalkan dampak mendalam pada seseorang serta orang di sekitarnya. Ceritanya mengikuti perjalanan psikologis dan spiritual seorang ayah dalam menghadapi ketidakadilan saat anak kandungnya koma selama puluhan hari dan berusaha kembali bangkit, sekaligus menunjukkan bagaimana dukungan publik menjadi bagian dari proses pemulihannya.

"Kisah David ini memang mengguncang Indonesia, viral di mana-mana. Tapi banyak masyarakat yang tidak tahu bagaimana perjalanan psikologis bahkan spiritual seorang ayah yang melihat anaknya menjadi korban bullying dari seorang anak pejabat negara sampai harapan hidupnya hanya 2 persen. Jadi dalam film ini juga akan mengangkat soal harapan dan mujizat Tuhan" jelas Anggy Umbara, sutradara sekaligus produser film ini

Selain menyoroti perihal hukum dan keadilan, film ini membawa penonton masuk ke perjalanan emosional Jonathan, sosok ayah yang dimainkan oleh Chicco Jerikho. la mengaku bahwa karakter ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dan sangat menguras energi.

"Meski bukan film action yang berantem-berantem, rasanya bermain di film ini dan memerankan karakter Jonathan sangat melelahkan. Selain karena saya memiliki kedekatan dengan kasusnya, saya rasa manusia mana pun pasti akan merasa berat menghadapi cobaan hidup seperti ini. Perasaan emosional itulah yang membuat saya harus benar-benar mengatur emosi agar tetap berada di frekuensi Jonathan pada kejadian aslinya" papar Chicco Jerikho.

Selain menjadi pengingat atas kasus perundungan yang mengguncang Indonesia, film ini juga menyoroti bagaimana solidaritas masyarakat dapat tumbuh menjadi kekuatan nyata ketika ketidakadilan terjadi. Di tengah situasi ketika penyalahgunaan kekuasaan kerap mengemuka, Ozora mengajak publik untuk memanfaatkan berbagai ruang seperti halnya ruang-ruang digital untuk melawan ketidakadilan.

SINOPSIS OZORA: PENGANIAYAAN BRUTAL PENGUASA JAKSEL

Jonathan (Chicco Jerikho) harus berjuang menyelamatkan nyawa anaknya, David Ozora (Muzakki Ramdhan), yang dianiaya seorang anak Pejabat Tinggi Negara, hingga masuk ke dalam keadaan Koma. Kondisi David Ozora pun menjadi Viral, lalu bersama-sama seluruh masyarakat Indonesia yang beragam Agama serta kepercayaannya, mereka melakukan Doa bersama mengharapkan mukjizat untuk kesembuhan sang Anak.

Juga bersama kedua sahabatnya, Melissa (Tika Bravani), dan Rustam (Rizky Hanggono), Jonathan terus memperjuangkan keadilan, dimana Dennis (Erdin Werdrayana), sang penganiaya, terus mendapatkan bantuan dan keringanan dari system yang dipertanyakan kebersihannya dalam menerapkan Hukum, karena peranan dan jabatan ayahnya yang mengaku sebagai Penguasa Jakarta Selatan.


Berikut Trailer Film OZORA: PENGANIAYAAN BRUTAL PENGUASA JAKSEL



INFORMASI FILM

Judul: Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel

Genre: Drama, Thriller, Kriminal

Produser: Indah Destriana, Anggy Umbara.

Penulis: Ardi & Tata Rak Buku, Anggy Umbara

Sutradara: Anggy Umbara & Bounty Umbara

Pemeran:

° Chicco Jerikho,

° Muzakki Ramdhan,

° Erdin Werdrayana,

° Tika Bravani,

° Donny Damara,

° Annisa Kaila,

° Mathias Muchus.

° Produksi: Umbara Brothers Film

ORIGINAL SOUNDTRACK (OST) FILM OZORA: PENGANIAYAAN BRUTAL PENGUASA JAKSEL

OST Film OZORA adalah kurasi musik yang brilian, yang secara strategis memperkuat pesan film melalui spektrum suara kritik. Sutradara Anggy Umbara memilih lagu-lagu yang secara terbuka menyuarakan keresahan publik, menjadikannya manifesto kritik audiotif.

1. Hidup Setara

Band: Armia And The Shadows (A.N.T.S)

Single: 'Hidup Setara' (Feat. Sara Wijayanto & Anggy Umbara)

Lagu ini menggunakan Rock Modern dramatis dan sentuhan spiritual (Sara Wijayanto) untuk membangun empati dan melambangkan perjuangan batin korban. A.N.T.S menyediakan jembatan emosional yang sinergis antara narasi film dan penonton.

2. Bayar, Bayar, Bayar & Gegap Gempita

Band: Sukatani

Lagu: 'Bayar, Bayar, Bayar', Gegap Gempita

Lagu punk kontroversial yang mengkritik praktik pungutan liar ini secara eksplisit dibawa ke layar lebar. Keputusan Anggy Umbara mempertahankan lagu ini adalah tindakan subversif yang secara simbolis menolak pembungkaman yang sempat dialami band tersebut, mengintegrasikan protes nyata publik ke dalam film. Jika "Bayar, Bayar, Bayar menghadirkan dunia Sukatani melalui kritik sosial yang meletup dari ruang keseharian, maka "Gelap Gempita" bergerak lebih dalam, ia menyuarakan kekalutan batin, hiruk pikuk tekanan sosial, dan keheningan gelap yang kerap menyelimuti para korban ketidakadilan.

Lagu ini menangkap atmosfer emosional OZORA: bising oleh opini publik, tetapi sunyi di ruang hukum; gaduh di media, namun gelap di dalam diri, Pemilihan "Gelap Gempita" sebagai bagian dari OST bukan keputusan estetis semata, melainkan upaya memperkaya narasi perlawanan film, menegaskan bahwa ketidakadilan tidak hanya tercatat dalam berita, tetapi juga bergetar dalam tubuh manusia.

3. Kuning (Marky Najoan)

Musisi: Marky Najoan

Lagu: 'Kuning

Lagu ikonik ini, yang diciptakan dan/atau dibawakan oleh Marky Najoan (anggota Rumah Sakit), menyajikan kritik reflektif terhadap idealisme dan kekuasaan yang terkikis. 'Kuning' berfungsi sebagai cermin psikologis yang melengkapi amarah Sukatani dengan perenungan moral dan eksistensial, menciptakan kritik berlapis dalam OST.

Kamis, 27 November 2025

Gala Premiere Mertua Ngeri Kali Pecah! Bunda Corla Bikin Penonton Ngakak Sampai Baper,Siap Guncang Bioskop 11 Desember 2025

 


Jakarta, 27 November 2025 – Suasana pada Kamis malam 27 November 2025 mendadak menjadi lautan tawa yang tak terbendung! Rumah produksi Im-a-gin-e sukses besar menggelar Gala Premiere untuk film terbaru mereka, "Mertua Ngeri Kali."

Sorak sorai dan gelak tawa penonton pecah di setiap sudut saat menyaksikan aksi ikonik Bunda Corla yang tampil memukau sebagai Donda, si mertua yang benar-benar “ngeri kali” di layar lebar. Antusiasme malam itu tidak main-main; mulai dari tepuk tangan riuh, tawa histeris,hingga momen-momen haru yang mengejutkan, membuktikan bahwa film ini adalah paket lengkap komedi dan drama yang menyentuh hati.

Kehebohan Bintang Lintas Generasi

Acara gala premiere ini dihadiri lengkap oleh Produser Chetan A. Samtani, Nisha A. Samtani,Sutradara Key Mangunsong, serta seluruh bintang utama film. Kehadiran para cast, termasuk Bunda Corla, Dimas Anggara, Naysilla Mirdad, Gita Bhebhita, Sophie Navita, Siti Fauziah,Farrell Rafisqy, dan Bonar Manalu, menambah semarak malam spesial tersebut. Para pemain lintas generasi ini berbagi cerita seru dan pengalaman tak terlupakan selama proses produksi.

Produser Nisha Samtani berbagi cerita seru dari balik layar, memuji peran Bunda Corla yang tak tergantikan. "Proyek ini adalah salah satu produksi paling seru yang pernah saya kerjakan.

Energi para cast luar biasa, dan Bunda Corla membawa nuansa yang sangat menyegarkan kedalam set. Saya tidak sabar penonton melihat sendiri bagaimana Bunda ‘meledak’ sebagai Donda. Mulai 11 Desember nanti, siap-siap ketawa sekaligus baper,” ungkap Nisha.

Komedi yang Hidup dan Kisah Keluarga yang Relatable

Sutradara Key Mangunsong menekankan bahwa meskipun film ini dikemas dengan komedi yang kuat, di baliknya terdapat kisah keluarga yang sangat dekat dengan realitas banyak pasangan muda. "Saya ingin menghadirkan komedi yang hidup, tapi juga cerita yang menyentuh. Banyak pasangan muda menghadapi tuntutan untuk terlihat seperti ‘istri sempurna’ atau ‘suami sempurna.’ Tekanan dari keluarga, ekspektasi, dan dinamika generasi menjadi hal yang sangat nyata. Itu yang ingin saya tonjolkan di balik kelucuan film ini," jelas Key Mangunsong.


Quote ikoniknya langsung mengundang gelak tawa penonton dan awak media. "Aduh ya ampun sayang, Bunda tuh senang sekali ya bisa main film di sini. Seru nian! Bunda bisa marah-marah, bisa cerewet, bisa ngeriii kali tapi tetep cantik ya kan

Sementara itu, Bunda Corla dengan gaya khasnya yang spontan dan heboh, menyampaikan kegembiraannya melakukan debut sebagai aktris film Indonesia. Quote ikoniknya langsung mengundang gelak tawa penonton dan awak media. "Aduh ya ampun sayang, Bunda tuh senang sekali ya bisa main film di sini. Seru nian! Bunda bisa marah-marah, bisa cerewet, bisa ngeriii kali tapi tetep cantik ya kan. Main sama keluarga di layar tuh tantangan tapi Bunda enjoy betul! Kalian harus nonton yaaa, jangan bikin Bunda malu di depan keluarga besar!” serunya.

Naysilla Mirdad mengaku dalam salah satu adegan dengan pengambilan gambar close up (CU) yang penuh emosi, fokusnya terganggu ketika melihat Bunda Corla tiba-tiba tertawa kecil di depannya, bahkan harus mengambil ulang adegan berkali-kali.

“Pas CU aku, mukanya Bunda di depan aku, aku lagi nangis, terus tiba-tiba Bunda ‘terkikik-kikik’. ‘Bun, kenapa sih Bun, ini adegannya nangis Bun, ayo dong Bun tolong fokus Bun’. Terus dia jawab ‘Bunda inget video lucu yang tadi’, itu ada tujuh kali take kali ya Bun,” kenang Naysilla

Naysilla Mirdad mengungkapkan bahwa syuting bareng Bunda Corla hampir penuh dengan improvisasi dan spontanitas. Meski sudah melakukan reading selama sekitar dua mingguan, proses tersebut dinilainya lebih sebagai sarana mengenal kepribadian Bunda lantaran tampil berbeda saat kamera mulai berputar.

“Itu bukan reading buat skrip, tapi buat pengenalan aja sama Bunda karena begitu di lapangan, situasinya beda lagi, dialognya nanti bisa beda lagi. Tapi seru, dan Bunda juga tetep align sama skrip dan penjiwaannya juga bagus banget, keren banget sih menurut aku,” tutur dia.

Kalau suruh baca-baca, bunda enggak bisa. Enggak ngerti ngapain ceritanya, ngawang. Akhirnya ketemu sama penulisnya, ketemu sama yang mengalami kisah nyata itu, baru masuk di otak gitu. Jadi kalau menyampaikan ke bunda tuh jangan dengan tulisan, langsung ngomong," ujar Bunda Corla.

Ketika pertama kali ditawari membintangi film ini, Bunda Corla telah menjelaskan kepada tim produksi mengenai kekurangannya dalam menghafal. "Bunda tuh orangnya enggak bisa menghafal. Banyak bahasa Indonesia yang bunda enggak ngerti. Baca komen saja kadang mesti pelan-pelan," ujar Bunda Corla, menyoroti kendala bahasa dan daya ingatnya.

Bunda Corla juga mengungkapkan bahwa hasil improvisasinya di lokasi syuting sangat membantu dalam sejumlah adegan, dan respons positif dari sutradara serta para pemain lain sangat mendukungnya. "Bunda terima kasih dengan sutradara kasih kebebasan buat Bunda, dia mengerti karakter Bunda di lapangan. Semua para lawan main sudah tahu bagaimana kekurangan Bunda, banyak hal-hal," ucap Bunda Corla , mengapresiasi dukungan tim.

Sementara itu, Cynthia Corla Pricillia atau akrab disapa Bunda Corla mengaku sempat tidak bisa fokus masuk ke adegan emosional lantaran sebelum memulai pengambilan adegan dirinya menonton video lucu yang diberikan oleh Naysilla Mirdad.

“Sebelum akting dia (Naysilla Mirdad) menunjukkan video lucu, jadi Bunda ketawa. Terus Bunda senyum-senyum kecil masih kebayang yang video tadi, itu ada berapa kali take gitu,” ujar Corla.

Bunda Corla mengungkapkan adegan tersulit yang dijalaninya di film Mertua Ngeri Kali. Adegan tersebut adalah di mana Bunda Corla harus menunggangi kuda putih. Bunda Corla mengatakan kuda sebagai hewan sangat sulit untuk diatur ketika syuting. "Yang paling susah itu kuda. Karena dia binatang," kata Bunda Corla. 

Bunda Corla mengaku sangat khawatir dengan tingkah laku kuda yang tak bisa ditebak. Maksudnya gini, Bunda memang susah diatur, tapi masih mau ngikut. Nah kalau kuda ini kan binatang katany bunda Corla.

Selama syuting adegan tersebut, Bunda Corla sudah memiliki pemikiran pemikiran aneh. Kuda kan larinya amburadul. Kayak membabi buta, enggak bisa ditebak ke mana arahnya. Takutnya Bunda dia masuk ke jalan tol, berlawanan arah," kata Bunda Corla.

Pada akhirnya adegan tersebut diambil berulang-ulang. Namun untungnya adegan naik kuda itu berhasil diselesaikan oleh Bunda Corla.

Dukungan Mitra untuk Mertua Ngeri Kali

Keseruan gala premiere "Mertua Ngeri Kali" turut dimeriahkan oleh MK Skin yang hadir sebagai official partner, menambah pengalaman spesial bagi seluruh tamu yang hadir. Setelah gelaran yang sukses dan penuh tawa ini, kini publik tinggal menantikan momen menyaksikan Donda dan segala kekacauan keluarga Bataknya secara lengkap di layar lebar.

Melanjutkan keseruan gala premiere, Bunda Corla dan Mertua Ngeri Kali akan menyambut para penonton langsung dalam rangkaian acara roadshow ke Surabaya, Nganjuk, Solo, Yogyakarta,makassar, Lampung dan Jakarta.

Siapkan mental dan siapkan tawamu! "Mertua Ngeri Kali" tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 11 Desember 2025.


Berikut Trailer Film Mertua Ngeri Kali 


Sinopsis

Mertua Ngeri Kali adalah film drama komedi yang mengikuti kisah Andara (Naysila Mirdad), seorang penulis sinetron kejar tayang yang harus berjuang menghadapi tekanan dari sang mertua, Donda (Bunda Corla), seorang janda sosialita yang tidak rela melepaskan putra semata wayangnya, Raja (Dimas Anggara). Ketegangan meningkat ketika dua perempuan dari generasi dan tradisi berbeda terpaksa hidup di bawah satu atap. Namun saat sebuah peristiwa tak terduga mengguncang hidup mereka, Andara dan Donda harus memilih melanjutkan hidup masing-masing, atau belajar membuka hati demi sang cucu tercinta.

Ketika Andara dan Donda akhirnya harus tinggal serumah, benturan dua kepribadian dan dua dunia pun tak terhindarkan, antara tradisi lama dan gaya hidup modern, antara gengsi dan keikhlasan. Namun, sebuah peristiwa besar kemudian mengguncang keluarga kecil ini, memaksa keduanya untuk menyingkirkan ego dan mempertanyakan, demi kebahagiaan sang cucu, mampukah mereka berdamai dan saling memahami?... 

Produser : Chetan A. Samtani

Sutradara : Key Mangunsong

Penulis : Eginina Oey, Henovia Rosalinda

Production : Im-a-gin-e 

Pemain

√ Bunda Corla
√ Naysila Mirdad
√ Dimas Anggara
√ Sophie Navita
√ Bonar Manalu
√ Gita Bhebhita
√ Siti Fauziah
√ Farrell Rafisqy

Rabu, 26 November 2025

Adhya Pictures dan Dapur Film Umumkan dan Rilis Teaser Poster Film Horor-Misteri Terbaru ‘Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi’ Karya Hanung Bramantyo

 


Jakarta, 21 November 2025 — Adhya Pictures bersama Dapur Film resmi mengumumkan film terbaru mereka, Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi, dalam konferensi pers yang digelar pada 21 November 2025. Film ini menjadi karya terbaru sutradara Hanung Bramantyo, yang kembali untuk menghadirkan cerita misteri dengan sentuhan sejarah dan unsur mistik khas Indonesia. 

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi akan melaksanakan world premiere di ajang International Film Festival Rotterdam pada Februari 2026 nanti, menjadi film kedua karya Hanung Bramantyo yang tayang perdana di festival ini setelah Gowok: Kamasutra Jawa. 

Berlatar di Lubang Buaya era 1960-an, Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi menghadirkan kisah misteri tentang serangkaian pembunuhan dengan pola yang sama: setiap korban tewas pada tanggal 30 setiap bulannya, ditemukan dengan sebuah lubang besar pada tubuh mereka, serta tulisan pesan-pesan mengerikan di wajah masing-masing. 

Terinspirasi dari beragam teori dan narasi yang beredar seputar Gerakan 30 September, film ini tidak menelusuri ulang sejarah, melainkan membangun kisah baru yang berakar pada cerita rakyat dan imajinasi kolektif yang terbentuk dari peristiwa tersebut. 

“Film ini bukan hanya eksplorasi terhadap sejarah kelam Indonesia. Saya ingin menunjukkan bagaimana rumor, cerita gaib, dan cerita rakyat bisa dengan mudah tersebar dan membentuk pola pikir masyarakat,” ujar penulis dan sutradara Hanung Bramantyo mengenai visinya terhadap film terbarunya ini. 

Misteri dalam film ini akan dibongkar bersama jajaran cast yang impresif, menghadirkan Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Khiva Iskak, dan Anya Zen. 

Carissa Perusset yang memerankan salah satu tokoh sentral mengungkapkan tantangannya dalam berperan dalam film ini. “Karakter yang aku mainkan punya kompleksitas psikologis yang sangat intens. Peran ini bakal bikin penonton terus bertanya sebenarnya apa yang terjadi di balik semua ini,” ungkap Carissa. 

Setelah penayangan perdananya di International Film Festival Rotterdam, film ini dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia pada 2026.


Tak hanya mengumumkan film terbaru mereka, Adhya Pictures dan Dapur Film juga menyajikan first look exclusive dalam acara press conference ini. Untuk penonton yang penasaran dengan teror yang ditampilkan dalam first look yang ditampilkan. 

WASIAT WARISAN: Drama Keluarga Penuh Haru tentang Tiga Saudara Mempertahankan Warisan Orang Tua

 

Wasiat Warisan produksi PIM Pictures Dibintangi Derby Romero, Sarah Sechan, dan Astrid Tiar, Tayang di Bioskop mulai 4 Desember 2025

Jakarta, 26 November 2025 Wasiat Warisan produksi PIM Pictures siap Tayang d Bioskop. Film ini mengangkat kisah tiga saudara yang harus melanjutkan bisnis hotel peninggalan orang tua mereka di tepi Danau Toba, sekaligus menghadapi kenyataan bahwa warisan tersebut ternyata diiringi utang yang selama ini tidak mereka ketahui.

Derby Romero, Sarah Sechan, dan Astrid Tiar berperan sebagai tiga kakak beradik dari keluarga Batak asal Pulau Samosir. Ketiganya terlibat dalam konflik besar keluarga ketika harus memutuskan masa depan hotel peninggalan orang tua mereka.

Film ini disutradarai dan diproduseri oleh Agustinus Sitorus, yang juga menulis naskahnya bersama Rhido Brado. Ide cerita dikembangkan dari riset PIM Pictures mengenai konflik warisan yang kerap terjadi di kawasan Danau Toba. Keistimewaan lain dari film ini adalah keterlibatan banyaknya talenta asli asal Sumatera Utara, yang kian menambahkan keotentikan unsur budayanya. Kelancaran produksi film tak luput dari dukungan penuh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BOPDT).

"Wasiat Warisan menitikberatkan tentang bagaimana sebuah keluarga menyelesaikan konflik, terutama ketika ada faktor utang yang terlibat." jelas Agustinus.

"Bagi saya, keluarga adalah tempat kita kembali, apa pun yang terjadi. Lewat Wasiat Warisan, saya diingatkan bahwa warisan terbesar bukanlah harta,melainkan nilai-nilai tentang tanggung jawab, kebersamaan, dan keberanian untuk saling merawat. Pulang bukan hanya soal tempat, tetapi tent menunggu kita di sana," ucap Derby. 

Aksi para aktor ingin menegaskan kedekatan film tersebut dengan identitas Budaya Batak yang menjadi latar utama cerita. Momen tersebut terjadi ketika aktor pemeran Marlon dalam film, Jenda Munthe, memegang mikrofon dan secara tak terduga ditantang untuk menyanyikan lagu Batak oleh hadirin.

Jenda menerima tantangan tersebut seraya menyebut bahwa ia bersedia karena dorongan dari sutradara Agustinus Sitorus dan Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Wahyu Dito Galih Indarto yang juga hadir dalam acara gala perdana film tersebut. Agustinus kemudian meminta para pemeran filmnya, termasuk aktor Vito Sinaga dan Oppung Medan (yang bernama asli Aldi Rangkuti) untuk ikut menyanyikan lagu tersebut bersama Jenda.

Lagu "O Tano Batak" dipilih mereka karena selain dinyanyikan dalam film, juga dikenal luas sebagai ekspresi kebanggaan suku Batak terhadap tanah leluhur mereka. Lagu itu memiliki resonansi emosional yang mendalam, terbukti dari semangat para pemain berdarah Batak yang menyanyikannya secara spontan di atas panggung.

Agustinus turut memuji suara mereka, khususnya Jenda Munthe yang diakuinya sebagai multitalenta. "Jenda multitalenta. Memang orang Batak suaranya enak-enak ya," ujar dia.

Agustinus mengonfirmasi bahwa lagu "O Tano Batak" juga hadir sebagai lajur suara sebuah adegan dalam film "Wasiat Warisan" guna menggambarkan kegiatan khas masyarakat lokal sekitar kawasan Danau Toba saat kongkow.

"Dalam adegan tersebut, Jenda Munthe tampil menyanyi secara akustik, bersama Hamka Hamzah, Oppung Medan, dan Vito Sinaga," kata Agustinus.

Agustinus menambahkan bahwa film itu sendiri berupaya menyoroti warisan budaya dan dinamika keluarga yang terjadi di kawasan Danau Toba.

Selain lagu" O Tano Batak", turut menampilkan sederet lajur suara lain seperti "Rege Rege" dan "Mama Papa OST Wasiat Warisan

Official Poster Film Wasiat Warisan

Sarah Mengaku sering dibuat kesal oleh ulah iseng Derby Romero selama proses syuting film Wasiat Warisan. Dalam beberapa kesempatan, Derby kerap mengganggu konsentrasi Sarah ketika ia sedang berusaha fokus mendalami peran. “Aku kalau bisa, kalau diajak main film lagi, mau sama dia (Derby), tapi jangan satu scene. Ganggu manusia ini,” ujar Sarah

Sebagai satu-satunya pemain non-Batak, Sarah harus menjaga fokus untuk menghafal logat dan dialog yang harus dibawakan. Namun pada momen-momen penting itu, Derby justru membuyarkan konsentrasinya dengan berbisik menggunakan Bahasa Sunda “Dia entar bisik-bisik. Kita sudah siap acting. Action. (Derby bisik-bisik). Astaga, buyar semuanya,” kata Sarah mengenang kejadian tersebut.

Kalimat yang seharusnya diucapkan dengan logat Batak pun sering kali berubah menjadi logat Sunda karena ulah Derby. “Aku tuh pengin dapat Piala Citra ya. Kalau digangguin kayak gini susah lho,” ujar Sarah sambil berkelakar.

Meski begitu, Sarah mengaku pengalaman syuting di Samosir sangat berkesan. Selain pemandangan alam yang indah, suasana kekeluargaan turut terasa karena kekompakan para pemain.

Aktris Astrid Tiar mendapat kesempatan menampar Derby Romero dalam salah satu adegan film Wasiat Warisan. Awalnya, Astrid enggan menampar Derby secara sungguhan. Namun, Derby justru memintanya melakukan tamparan asli agar emosi dalam adegan tersebut dapat tersampaikan dengan maksimal kepada penonton. “Tadinya enggak terlalu asli ya. Cuma kata Derby, ‘Tampar aja, gue beneran, Trid.’ Terus dia contohin, ‘Eh, bener kayak gini.’ Jadi ya sudah,” kata Astrid

Adegan tampar tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Astrid dalam film Wasiat Warisan. Selain menampar, adegan itu merupakan one take shot panjang yang membutuhkan konsentrasi penuh serta emosi yang stabil. “Itu one shot. Benar-benar cukup sulit sih scene itu. Tapi di sini Derby dan juga Kak Sarah membantu,” ujar Astrid.

Ulos jadi semiotika budaya sebagai kunci yang membuka rahasia dari wasiat atas warisan bagi keluarga bahwa dibalik kain ulos ada kwitansi dan bukti perjanjian pelunasan yang dititipkan ke Maria, calon isteri Togar.

Wasiat Warisan mulai tayang di jaringan bioskop pada 4 Desember 2025


Sinopsis Film Wasiat Warisan

Film Wasiat Warisan mengisahkan kehidupan anak-anak yang ditinggal meninggal dunia oleh kedua orang tuanya. Selepas Pak Gomgom (Hamka Siregar) dan Mak Dame (Rita Matu Mona) meninggal, ketiga anak mereka—Tarida (Sarah Sechan), Ramona (Astrid Tiar), dan Togar (Derby Romero)—mewarisi sebuah hotel keluarga di Toba yang kini terbengkalai. Togar yang bekerja di Jakarta akhirnya memutuskan kembali ke Toba untuk membantu kedua kakaknya mengurus hotel yang diwariskan kepada mereka.

Masalah semakin rumit saat Linda (Dharty Manullang) , sahabat almarhum Mak Dame, datang membawa kabar bahwa sang ibu memiliki hutang besar yang belum dibayar selama tiga tahun. Linda menuntut agar hutang tersebut segera dilunasi, atau hotel dijadikan jaminan. Persoalan ini membuat hubungan ketiga saudara itu memanas. Mereka saling menyalahkan dan kecewa karena merasa orang tua mereka meninggalkan beban, bukan kenangan indah.

Di tengah kekacauan itu, Togar tanpa sengaja bertemu kembali dengan cinta lamanya, yang justru membuka sebuah rahasia besar, rahasia yang tersembunyi di balik wasiat terakhir sang ibu, dan mampu mengubah cara pandang mereka terhadap keluarga, cinta, dan arti sesungguhnya dari warisan.

Berikut Trailer Film Wasiat Warisan



Film Wasiat Warisan menggandeng sejumlah aktor dan aktris ternama. Berikut ini daftarnya:

√ Derby Romero(Togar Sidabutar)

√ Astrid Tiar(Ramona Sidabutar)

√ Sarah Sechan (Tarida Sidabutar)

√ Hamka Siregar(Bapak Gogom)

√ Rita Ch Panduri(Mamak Dame)

√ Femila Sinukaban(Maria)

√ Bang Tigor(Bang Johan suami Ramona)

√ Jenda Munthe(Marlon)

√ Vito Sinaga(Doli)

√ Aldi Rangkuti

√ Dorman Manik(Bang Evan suami Tarida)

√ Opung Medan (Herbert)

√ Jemimah Cita (Lina)

√ Dharty Manullang (Inang Linda)

√ Diknal (Theo)

√ Director & Story : Agustinus Sitorus

√ Screenplay: Agustinus Sitorus, Rhido Brado

√ DOP (Director of Photography): Budi Utomo

√ Editor: Aditya Respati

√ Sound Designer: Adi Karno

√ Executive Producers: Agustinus Sitorus, Simonta Tuan Siagian, Jimmy Bernando Panjaitan

√ Producers: Agustinus Sitorus

√ Line Producer: Adi Irawan

Selasa, 25 November 2025

Tiket Nonton Duluan di JAFF Habis, Film Suka Duka Tawa Rilis Official Trailer & Poster: Menampilkan Rachel Amanda yang Berjalan Bersama Luka dari Masa Lalunya dengan Tawa

 

Film Suka Duka Tawa tayang perdana di JAFF 20, tiket penjualan habis dalam satu hari

Jakarta, 25 November 2025 Menyusul penjualan tiket nonton duluan yang sold out dalam satu hari untuk penayangan penutup di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20, BION Studios dan Spasi Moving Image hari ini merilis official trailer dan poster Suka Duka Tawa, debut film panjang sutradara Aco Tenriyagelli. Ini membuktikan film Suka Duka Tawa begitu diantisipasi oleh penonton, dengan antusiasme tinggi menyambut karya debut Aco bersama BION Studios dan Spasi Moving Image, lewat genre drama komedi keluarga.

Poster resmi menampilkan jajaran pemain dengan tawa lebar kontras dengan trailer yang justru menggali sisi rapuh seorang komika perempuan yang selama ini menggunakan tawa sebagai tameng hidup.

Kisah Komika Perempuan yang Mengolah Luka Menjadi Tawa

Trailer memperkenalkan Tawa (Rachel Amanda), komika perempuan yang sedang merintis karier berbekal olahan pengalaman pribadi termasuk ditinggal ayahnya sejak kecil sebagai materi lawakan.

Hidup Tawa berubah ketika Keset (Teuku Rifnu Wikana), ayah yang hilang selama 20 tahun, tiba-tiba muncul kembali. Kembalinya Keset bukan hanya mengguncang hubungan Tawa dengan ibunya (Marissa Anita), tapi juga seluruh fondasi hidup yang selama ini ia anggap stabil.

Dari panggung stand-up hingga ruang keluarga, trailer menyorot bagaimana Tawa dipaksa menghadapi pertanyaan paling sulit: bisakah ia memaafkan seseorang yang selama ini membuatnya terluka dan hanya jadi materi lawakan belaka?

Soundtrack "Bunga Maaf" dari band populer The Lantis mengiringi trailer, memberi warna lembut namun getir pada cerita tentang rekonsiliasi dan keberanian menghadapi masa lalu. Trailer juga menampilkan sekilas Pandji Pragiwaksono, salah satu ikon stand-up Indonesia, serta Bintang Emon, Arif Brata, Gilang Bhaskara hingga Enzy Storia, memperkuat dunia komedi yang menjadi latar keseharian Tawa.

Ansambel Lintas Generasi Pelawak dan Aktor

Selain Rachel Amanda, film ini dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata. Nazira C. Noer, Abdel Achrian, dan Mang Saswi yang menghadirkan pertemuan dua dunia: generasi pelawak televisi dan komika stand-up.

Disutradarai oleh Aco Tenriyagelli yang telah banyak mendapat pengakuan sebagai sutradara film pendek dan video musik, Suka Duka Tawa diproduseri Tersi Eva Ranti dan Ajish Dibyo.

Produser Tersi Eva Ranti mengatakan "Aco selalu punya cara bercerita yang unik dan penuh kejutan, yang menembus batas kreativitas yang jarang ditemukan di film Indonesia hari ini. Di film Suka Duka Tawa penonton akan banyak melihat perbenturan dari kontras yang ada. Mulai dari generasi pelawak televisi dan Stand-Up Comedian, hingga ke pilihan musik dan sisi teknis, film ini menawarkan pengalaman yang emosional tapi juga segar."

Sutradara Aco Tenriyagelli menuturkan, "Film Suka Duka Tawa berbicara banyak tentang luka dan menertawakan luka. Harapannya, ketika nanti penonton menyaksikan film ini dan keluar dari bioskop, penonton bisa menjalani hidup. dengan penuh harapan, kemudian berani melihat luka atau duka mereka sebagai sesuatu untuk mereka bawa dan pikul untuk bertumbuh bersama dengan Tawa."

Sementara itu, Amanda yang memerankan Tawa berefleksi pada karakter dan cerita di film Suka Duka Tawa. Bagi Amanda, film ini memiliki kedekatan dengan banyak orang tentang momen untuk memperbaiki hubungan yang renggang dan hampir usang.

Rachel Amanda menambahkan, "Buat aku, ini drama komedi keluarga yang dekat dengan banyak orang. Gak semua cerita kita sama, tapi pasti ada momen ketika kita ingin memperbaiki hubungan yang renggang dan sering kali caranya aneh, lucu, atau malah bikin bingung. Itu yang bikin cerita ini terasa nyata. Seperti rasa bagaimana misalnya kita kesal dengan seseorang tapi dihadapkan sama hidup kita yang juga penuh dengan komedi"

Bintang Emon yang memerankan Iyas, sahabat Tawa, berkata, "Yang paling kena buat gue justru relasi ayah-anaknya. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari karakter Keset. Film ini bikin gue refleksi juga sebagai manusia dan ayah."

Ikuti perkembangan terbaru dari film Suka Duka Tawa persembahan BION Studios dan Spasi Moving Image yang akan tayang segera di jaringan bioskop seluruh Indonesia pada 8 Januari 2026.


Berikut Trailer Film Suka Duka Tawa



Catatan Produksi

√ Judul : Suka Duka Tawa

√ Produksi : BION Studios & Spasi Moving Image

√ Sutradara : Aco Tenriyagelli

√ Penulis : Indriani Agustina

√ Produser : Tersi Eva Ranti, Ajish Dibyo

Genre : Drama, Komedi, Keluarga

Pemain :

° Rachel Amanda,

° Teuku Rifnu Wikana, 

° Marissa Anita,

° Bintang Emon,

° Gilang Bhaskara,

° Arif Brata,

° Enzy Storia,

° Myesha Lin,

° Nazira C. Noer,

° Mang Saswi,

° Abdel Achrian.

Senin, 24 November 2025

Mahakarya Pictures Rilis Teaser Trailer Resmi Pelangi di Mars

 


Mahakarya Pictures resmi mengumumkan perilisan teaser trailer perdana Pelangi di Mars, sebuah film petualangan keluarga. Film Pelangi Di Mars menggabungkan live-action dengan animasi 3D secara penuh dan terintegrasi.

Disutradarai oleh Upie Guava dan diproduseri oleh Dendi Reynando, film ini menghadirkan perjalanan Pelangi, manusia pertama yang lahir di Mars, yang tumbuh bersama robot-robot cerdas dan memulai misi penting menemukan mineral ajaib untuk menyelamatkan bumi. Perpaduan drama keluarga, petualangan, sains, dan visual menjadi inti pengalaman sinematik yang ditawarkan.

Para pemain utama dalam film ini meliputi Messi Gusti, Myesha Lin Adeeva, Lutesha, Livy Renata, serta Rio Dewanto. Mereka berperan dalam dunia yang diciptakan melalui integrasi teknologi hybrid, memungkinkan interaksi antara aktor live-action dan karakter robot animasi

Teaser Poster Film Pelangi Di Mars

"Teaser ini kami siapkan untuk sebagai pintu masuk ke dunia Pelangi Di Mars," ujar produser Dendi Reynando. 

Sementara itu, produser Dendi Reynando mengungkap bahwa film ini lahir dari kegelisahan mereka atas minimnya film anak karya anak bangsa. Selama ini, menurut dia, tak banyak rumah produksi Indonesia yang menciptakan tontonan berkualitas bagi anak-anak.

"Saya punya anak, Upie juga punya anak, dan setiap kita ke bioskop itu tidak selalu ada film anak yang digarap oleh filmmaker Indonesia. Makanya kami merasa sangat penting untuk menggarap film ini," kata Dendi.

la pun berharap Pelangi di Mars bisa menjadi intelectual property (IP) asli Indonesia yang akan tumbuh membersamai anak-anak. "Ya mungkin seperti IP yang ada di Amerika, di Jepang, generasi mereka itu tumbuh dengan IP seperti Star Wars misalnya," kata Dendi.

Sutradara Upie Guava menambahkan bahwa proses kreatif film ini menantang namun membuka banyak kemungkinan baru. "Teknologi hybrid memberi ruang untuk imajinasi yang lebih luas, namun tetap humanis karena inti film ini adalah hubungan keluarga dan persahabatan." Tambah Upie Guava Sutradara Di Pelangi Di Mars

Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Ifan Seventeen, menyatakan bahwa PFN turut memberikan dukungan bagi film Pelangi di Mars. 

Dukungan tersebut mencakup kontribusi pendanaan hingga upaya pemasaran dan distribusi film. Ifan mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan tim produksi berawal dari latar belakang mereka yang sama-sama bergerak di dunia musik.

Ifan menjelaskan bahwa PFN masuk pada tahap akhir proses produksi, namun berusaha memberikan kontribusi signifikan. Dan a menyebut pertemuan mereka bukan hal baru, sebab sudah pernah bekerja sama sejak 2007. 

“Jadi kebetulan kita pertama kali ketemu tahun 2007 itu waktu itu saya bikin video klip Selalu Mengalah . "Kebetulan manajemen Seventeen itu Mas Dendy, sutradaranya adalah Mas Upi. Jadi ini what a coincidence banget, jadi sangat-sangat kebetulan,” tutur Ifan

Ifan juga menjelaskan hubungan panjang dengan Dendy Reynando selaku produser Mahakarya Picture dan Upie Guava selaku sutradara. Jadi, Begitu PFN masuk itu di tahapan terakhir. Jadi, ya bisa PFN support, ya pertama pasti kita chip in (dana)," Kedua, lebih banyak di kegiatan yang sifatnya marketing dan promosi, juga distribusi,” jelas Ifan

Teaser trailer Pelangi Di Mars menampilkan atmosfer Mars, robot-robot pendamping Pelangi, serta dinamika karakter yang menjadi jantung cerita. 

Pelangi di Mars dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia tahun depan, 2026.


Berikut Teaser Trailer Film Pelangi Di Mars

√ Presented by: Mahakarya Pictures & MBK Bekerja sama dengan Guava Film, DossGuavaXR Studio dan PFN

√ Sutradara: Upie Guava

√ Produser: Dendi Reynando

√ Penulis: Alim Sudio & Upie Guava

√ Karakter Manusia: 

° Messi Gusti,

° Lutesha,

° Rio Dewanto,

° Livy Renata,

° Myesha Lin Adeeva

√ Karakter Robot

° Batik, Sulil,

° Kimchi, Yoman,

° Petya

Sabtu, 22 November 2025

Malam Anugerah Piala Citra FFI 2025: Perayaan 70 Tahun Sinema Rayakan Puncak Sinema Indonesia dalam Semangat Kolaborasi Jakarta Kota Sinema

 

FILM CERITA PANJANG TERBAIK (Judul Film – Produksi – Produser) PANGKU - GAMBAR GERAK - ARYA IBRAHIM & GITA FARA

Jakarta, 20 November 2025, Kementerian Kebudayaan RI bersama Komite Festival Film Indonesia (FFI) periode 2024-2026 dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi menyelenggarakan Malam Anugerah Festival Film Indonesia 2025. Berlokasi di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, perayaan malam anugerah ini merupakan ajang pengumuman penghargaan tertinggi bagi para insan perfilman tanah air, setelah sebelumnya melewati proses penjurian resmi mulai 9 September 2025 lalu dan di siarkan secara langsung melalui akun YouTube Festival Film Indonesia, Kemenbud RI, Indonesiana TV, dan TVRI.

Dengan mengangkat tema “Puspawarna Sinema Indonesia”, FFI 2025 menekankan spirit keragaman warna, identitas, serta sudut pandang kreatif yang membentuk wajah perfilman nasional. Tema ini merefleksikan keberagaman genre, gaya bertutur, dan ragam pendekatan artistik dalam sinema Indonesia, pada proses penjurian dari karya-karya yang didaftarkan. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang turut menghadiri Malam Anugerah Festival Film Indonesia 2025, pun menyebutkan satu hal yang patut dirayakan malam ini adalah semakin kayanya keberagaman genre dalam dunia perfilman kita, yang tidak hanya didominasi genre tertentu, namun semakin luas spektrum yang dihasilkan baik drama sosial, film dengan narasi lokal yang kuat, kepahlawanan dan sejarah, fiksi ilmiah, hingga film dokumenter.

"Ke depan, saya berharap semakin banyak film Indonesia yang mengangkat narasi kepahlawanan dan sejarah bangsa. Karya-karya yang memperkuat identitas nasional, menumbuhkan kebanggaan, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda," ujarnya. 

Menbud turut menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memastikan bahwa warisan budaya Indonesia tidak hanya terjaga, tetapi juga dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat jati diri bangsa, mempererat persatuan nasional, dan memberikan kontribusi bagi peradaban dunia. Selanjutnya Menteri Fadli Zon, turut menyampaikan capaian-capaian yang membanggakan dunia perfilman tanah air, bioskop Indonesia mencatat hingga November 2025 lebih dari 75 juta penonton yang menikmati film Indonesia. Serta menurutnya yang lebih membanggakan, yakni film-film Indonesia berhasil menguasai sekitar 70% pangsa pasar box office nasional. "Berbagai capaian malam ini merupakan wujud semangat kolektif, keberagaman bangsa, dan kekayaan narasi yang menjadi denyut nadi kebudayaan kita. Mari kita jadikan malam ini momentum untuk memperkuat komitmen bersama memajukan perfilman Indonesia. Dengan kerja keras, kolaborasi, dan semangat yang tak pernah padam, sinema Indonesia akan terus menjadi kekuatan yang menyatukan, menginspirasi, dan mengangkat martabat bangsa," tutup Menbud.

PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK RINGGO AGUS RAHMAN - PANGGIL AKU AYAH & PEMERAN UTAMA PEREMPUAN TERBAIK SHEILA DARA AISHA - SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN

Ketua Komite periode 2024-2026, Ario Bayu, menyampaikan semangat yang diusung FFI adalah "Puspawarna Sinema Indonesia" karena sadar bahwa kekuatan film tidaklah tunggal. Setiap cerita, setiap sudut pandang adalah kepingan mozaik yang membentuk narasi besar tentang Indonesia. Menurutnya kita sedang menyusun bersama sebuah sejarah kolektif tentang siapa kita, di mana kita berdiri, dan ke mana kita melangkah. Tahun ini, kita menyaksikan bagaimana sinema Indonesia tumbuh dengan keragaman yang semakin kaya, puspawarna dari budaya dan imajinasi; serta perspektif yang berbeda-beda namun berpadu dalam satu ruang yang sama, yaitu layar.

"Mari kita jadikan malam ini sebagai sebuah refleksi bahwa di tengah hingar-bingar dunia yang semakin cepat, di tengah arus yang tak terbendung, kita para pekerja film Indonesia memiliki peran yang begitu penting. Tidak sekadar menghibur, tetapi juga menjaga martabat kemanusiaan, melestarikan warisan budaya, dan menyalakan obor kritik sosial yang mencerahkan," ujarnya.

Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, yakni Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Staf Khusus Menteri Bidang Media dan Komunikasi Publik, Muhammad Asrian Mirza; Ketua Lembaga Sensor Film RI, Naswardi; dan jajaran Kementerian Kebudayaan. Selain itu juga turut hadir yakni: Didit Hediprasetyo; Wakil Gubernur D.K.I Jakarta, Rano Karno; Duta besar Perancis, Fabien Penone; serta para artis dan juga insan perfilman Tanah Air.


Penyelenggaraan anugerah Festival Film Indonesia telah mengukuhkan posisi FFI sebagai standar penilaian perfilman nasional yang kredibel, transparan, dan profesional. Proses penjurian telah melibatkan 80 anggota Akademi Citra, 13 asosiasi profesi perfilman, serta Dewan Juri Akhir. Proses penjurian berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu: seleksi awal, rekomendasi akademi citra, penetapan nominasi oleh asosiasi, dan penjurian akhir oleh dewan juri. Pada sejumlah tahap, metode evaluasi mengkombinasikan penilaian berbasis skor atau voting dengan diskusi kualitatif. Penyelenggaraan Malam Anugerah FFI 2025 terasa istimewa karena menandai perayaan usia ke-70 tahun FFI sebagai cerminan kemajuan teknis dan keberagaman sinema nasional.

Kesuksesan Malam Anugerah Piala Citra FFI 2025 tidak lepas dari dukungan penuh para mitra yang memiliki visi sama dalam memajukan kebudayaan Indonesia. Acara tahun ini didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta. Serta sejumlah rekanan sponsor yakni; Telkom Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Indonesia Kaya, OMG, InJourney, Primagrapia, Cinema XXI, Polygon, Paxel, Perfect Water, Dapur Bu Sastro, Azarine, Stanley, Bioskop Online, Korte, dan Telusur Kultur.

Daftar lengkap pemenang Piala Citra FFI 2025 dapat dilihat pada lampiran di bawah ini atau diakses melalui situs resmi festivalfilm.id. Siaran ulang Malam Anugerah dapat disaksikan melalui kanal YouTube Festival Film Indonesia dan Indonesiana TV

PEMENANG PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2025

Jakarta, 20 November 2025

PENGHARGAAN PIALA CITRA

1. FILM CERITA PANJANG TERBAIK (Judul Film – Produksi – Produser) PANGKU - GAMBAR GERAK - ARYA IBRAHIM & GITA FARA

2. SUTRADARA TERBAIK YANDY LAURENS - SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN

3. PENULIS SKENARIO ASLI TERBAIK REZA RAHADIAN & FELIX K. NESI - PANGKU

4. PENULIS SKENARIO ADAPTASI TERBAIK WIDYA ARIFIANTI & SABRINA ROCHELLE KALANGIE - HOME SWEET LOAN

5. PENGARAH SINEMATOGRAFI TERBAIK ICAL TANJUNG, I.C.S - PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI

6. PENGARAH ARTISTIK TERBAIK EROS EFLIN - PANGKU

7. PENATA EFEK VISUAL TERBAIK ABBY ELDIPIE, KALVIN IRAWAN, QANARY STUDIO, LMN STUDIO, GAJAFX & NO3G VISUAL EFFECTS - PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI

8. PENYUNTING GAMBAR TERBAIK HENDRA ADHI SUSANTO - SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN

9. PENATA SUARA TERBAIK RIDHO FACHRI & INDRASETNO VYTRANTRA - HOME SWEET LOAN

10. PENATA MUSIK TERBAIK AGHI NAROTTAMA - PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI 

11. PENCIPTA LAGU TEMA TERBAIK (Pencipta Lagu - Judul Lagu - Judul Film) GERALD SITUMORANG, IGA MASSARDI & ASTERISKA - “TERBUANG DALAM WAKTU” - SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN

12. PENATA BUSANA TERBAIK VICTORIA ESTI WAHYUNI - THE SHADOWS STRAYS

13. PENATA RIAS TERBAIK NOVIE ARIYANTI - PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI

14. PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK RINGGO AGUS RAHMAN - PANGGIL AKU AYAH

15. PEMERAN UTAMA PEREMPUAN TERBAIK SHEILA DARA AISHA - SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN

16. PEMERAN PENDUKUNG PRIA TERBAIK OMARA ESTEGHLAL - PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI

17. PEMERAN PENDUKUNG PEREMPUAN TERBAIK CHRISTINE HAKIM - PANGKU

18. FILM CERITA PENDEK TERBAIK SAMMI, WHO CAN DETACH HIS BODY PARTS - SUTRADARA: REIN MAYCHAELSON - PRODUSER: IHSAN IBRAHIM & ASTRID SAERONG

19. FILM DOKUMENTER PANJANG TERBAIK TAMBANG EMAS RA RITEK - SUTRADARA: ALVINA N. A. - PRODUSER: WAHYU A. O.

20. FILM DOKUMENTER PENDEK TERBAIK SIE - SUTADARA: YOSEF LEVI - PRODUSER: ELSYN PUKA

21. FILM ANIMASI PANJANG TERBAIK JUMBO - SUTRADARA: RYAN ADRIANDHY - PRODUSER: ANGGIA KUSUMA & NOVIA PUSPA SARI 

22. FILM ANIMASI PENDEK TERBAIK SO I PRAY - SUTRADARA: AMY RAHMADHITA - PRODUSER: RE:ANIMA & AMY RAHMADHITA

23. PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM EL MANIK

24. PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM FRANKI RADEN

25. PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM HENDRICK GOZALI


PENGHARGAAN KHUSUS FESTIVAL FILM INDONESIA

1. PENGHARGAAN KHUSUS FFI 2025 - PILIHAN DEWAN JURI AKHIR FILM DOKUMENTER SATU LANGKAH LAGI - SUTRADARA: ALIF FAUZAN & WAHYU JULIANSYAH - PRODUSER: LALA JASIN & ALIF FAUZAN

2. PIALA ANTEMAS – FILM TERLARIS 2025 JUMBO - PRODUKSI: VISINEMA STUDIOS - PRODUSER: ANGGIA KHARISMA & NOVIA PUSPA SARI

3. KARYA KRITIK FILM TERBAIK (Judul Karya - Nama Penulis /Kreator - Media Rilis) RAMBUT DALAM ‘NANA’, TEMPAT TRAUMA DAN RAHASIA DIGELUNG BERSAMA - CATRA WARDHANA - WWW.MAGDALENE.CO

4. PENGHARGAAN NYA’ ABBAS AKUP - FILM PILIHAN PENONTON FFI 2025 RANGGA & CINTA - PRODUKSI: MILES FILM - PRODUSER: MIRA LESMANA, NICHOLAS SAPUTRA & TOTO PRASETYANTO 

4. PENGHARGAAN RACHMAT HIDAJAT - AKTOR PILIHAN PENONTON FFI 2025 EL PUTRA SARIRA: FILM RANGGA & CINTA

5. PENGHARGAAN MIEKE WIDJAJA - AKTRIS PILIHAN PENONTON FFI 2025 LEYA PRINCY: FILM RANGGA & CINTA 


Foto acara Malam Anugerah Piala Citra FFI 2025 dapat diakses di tautan berikut: foto



Jumat, 21 November 2025

Amar Bank Soroti Peluang Pembiayaan Digital untuk Industri Film

 

Jakarta, 21 November 2025 – Momentum akselerasi digital kini ikut mengubah cara kerja dunia perfilman Indonesia. Dari proses produksi, promosi, hingga pengelolaan dana, semuanya kini bergerak lebih cepat dan transparan berkat dukungan teknologi. Industri film pun tumbuh jadi bagian penting dari ekonomi kreatif dan membuka peluang baru bagi banyak pelaku UMKM di dalamnya. Geliat ini juga mendorong kolaborasi dengan sektor finansial digital untuk membawa ekonomi kreatif Indonesia naik kelas. 

Lewat dukungannya sebagai sponsor utama di JAFF Market 2025, Amar Bank melihat dua peluang besar di perfilman nasional yang bisa berkembang lebih jauh lewat kolaborasi dengan sektor finansial digital. Dengan sinergi yang tepat, dunia film Indonesia bisa makin luas jangkauannya, lebih efisien dalam prosesnya, dan makin kuat bersaing di pasar global.

Produksi film bersama makin populer.

Tren co-production kini makin marak di industri film Indonesia. Banyak rumah produksi menggandeng mitra lokal maupun internasional demi memperluas pasar dan memperkuat daya saing. Sepanjang 2025, delapan dari sepuluh film terlaris di Indonesia lahir dari kolaborasi lintas studio, seperti Jumbo, Sore: Istri dari Masa Depan, dan Qodrat 2, bukti co-production jadi cara sukses baru di perfilman Tanah Air. Contoh lainnya adalah Rangga dan Cinta, hasil kolaborasi Miles Film, Barunson E&A (Korea Selatan), dan Imajinari Productions. 

Kolaborasi produksi membuka peluang menarik bagi perbankan. Dengan menyediakan pembiayaan fleksibel dan risiko yang lebih terukur, bank digital bisa mendukung kualitas film tetap terjaga sekaligus menghadirkan solusi finansial yang mempermudah pengelolaan keuangan sepanjang proses pembuatan film.

“Amar Bank ingin menghadirkan solusi yang memudahkan rumah produksi dalam mengelola keuangan bersama mitra co-production mereka. Ini bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga tentang membangun sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan kolaboratif, yang memungkinkan para pembuat film, produser, dan investor bekerja sama dengan tingkat kepercayaan dan efisiensi yang lebih tinggi,” ujar Josua Sloane, SVP MSME, Amar Bank.

Sumber pendanaan film makin beragam

Pendanaan film di Indonesia juga semakin beragam mulai dari investor swasta, crowdfunding, sponsor dari brand, hingga program hibah pemerintah yang membuka peluang lebih luas bagi sineas lokal. Namun, peluang besar ini juga menuntut pengelolaan yang lebih profesional. Produser tidak hanya fokus pada sisi kreatif, tapi juga harus memastikan keuangan dan distribusi dikelola dengan efisien dan transparan.

Permasalahan pendanaan masih menjadi tantangan besar bagi industri film. Proses meyakinkan investor sering memakan waktu, sementara dana yang terkumpul kerap belum cukup menutup seluruh kebutuhan produksi. Ketidakpastian pengembalian investasi juga membuat akses pendanaan semakin terbatas, padahal di tahap pra-produksi saja biaya seperti lokasi, peralatan, kostum, dan kru sudah harus disiapkan. 

Sementara pendanaan adalah mekanisme terbaik bagi para pembuat film untuk bisa lebih ekspresif dalam membuat film dengan cerita yang lebih menarik termasuk membuka peluang besar bagi pembuat film debutan untuk menunjukkan kemampuannya bertumbuh dalam industri film Indonesia, bahkan global.

Gita Fara, Produser film Pangku menegaskan hal tersebut tentang pentingnya portofolio keuangan yang sehat dan terkelola baik yang dapat membuka akses terhadap pembiayaan lebih luas. “Kami melihat potensi besar jika bank digital bisa hadir lebih dekat dengan dunia film. Banyak produser masih menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan di tahap produksi, sehingga akses pendanaan dari investor menjadi lebih terbatas. Padahal, dengan dukungan teknologi finansial yang tepat, proses pendanaan dan pelaporan bisa jauh lebih cepat dan transparan.” jelasnya

Film Pangku, yang saat ini tengah tayang di bioskop, sebelumnya berhasil meraih penghargaan White Light Post-Production Awards di JAFF Market 2024 dan juga memenangkan HAF Goes to Cannes Program, yang membawanya ke Festival Film Cannes 2025.



Amar Bank siap Mendukung industri kreatif

Menjawab peluang tersebut, Amar Bank melihat bahwa peran bank digital dapat berkembang lebih jauh dari sekadar penyedia pendanaan. Bank digital dapat menjadi mitra strategis bagi para sineas dalam mengelola keuangan secara lebih cerdas dan terukur. 

Pendekatan ini berangkat dari kesadaran bahwa industri kreatif, termasuk film, memiliki dinamika dan kebutuhan finansial yang unik dan belum sepenuhnya terpenuhi. Setiap tahap pembuatan film, seperti produksi, distribusi, dan pemasaran, memerlukan perencanaan keuangan yang cermat.

“Kolaborasi antara bank digital dan industri kreatif menegaskan bahwa masa depan ekonomi kreatif tidak hanya ditentukan oleh ide besar, tetapi juga oleh infrastruktur digital yang mampu memperkuat ekosistemnya. Di sinilah peran Amar Bank yang berfokus pada UMKM menjadi relevan, melalui solusi perbankan yang dapat membantu sineas mengelola keuangan secara efisien dari pencatatan transaksi hingga pengaturan arus kas agar mereka dapat membangun portofolio keuangan yang solid dan berbasis data, yang pada akhirnya memperkuat analisis risiko, strategi mitigasi, serta kepercayaan investor terhadap potensi proyek film yang dijalankan,” tutup Josua.

Amar Bank melihat tantangan di industri kreatif sebagai peluang untuk tumbuh bersama para pelakunya. Dengan pendekatan digital yang mudah dan fleksibel, Amar Bank membantu para pelaku usaha kreatif, termasuk industri film untuk mendapatkan akses pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka hingga Rp 5 Miliar. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak ide, inovasi, dan karya lahir dari ekosistem kreatif Indonesia.

***

Raditya Dika Adakan Tur Pertunjukan Stand up Comedy “Cerita Anehku”, Keliling 6 Kota Besar di Luar Jakarta

 

Penjualan tiket akan dibuka mulai 28 November 2025 Pukul 14.00 WIB untuk 7 Tanggal Show di Bali, Pontianak, Bandung, Surabaya, Samarinda dan Medan

Jakarta, 21 November 2025 - Pertunjukan komedi terbaru dari Raditya Dika yaitu Cerita Anehku, akan memulai rangkaian tur Luar Jakarta Batch 1 pada bulan Januari 2026 sampai dengan April 2026. Tur ini akan diadakan di 6 Kota besar, yaitu Bali, Pontianak, Bandung, Surabaya, Samarinda dan Medan. Penjualan tiket dengan total 7 Tanggal Show di 6 Kota akan dibuka mulai 28 November 2025 Pukul 14.00 WIB hanya di www.ceritaanehku.com Seluruh rangkaian tur diselenggarakan oleh EKRESA, perusahaan event organizer yang didirikan oleh Raditya Dika.

Cerita Anehku merupakan lanjutan dari seri pertunjukan komedi tunggal Raditya Dika, dimulai pada 2019 dengan Cerita Cintaku dan sempat terhenti karena pandemi, lalu berlanjut dengan Cerita Sebelku (2023-2024) dan Cerita Sialku (2024-2025). Setiap pertunjukan menampilkan cerita personal yang dibawakan dengan humor khas Raditya Dika. Rangkaian pertama Cerita Anehku pada tahun 2025 digelar sejak September lalu 10 Titik di Jakarta dengan total 20 Show dan menghasilkan 12.800 penonton. Di setiap pertunjukan, tiket selalu terjual habis dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Kesuksesan ini menegaskan posisi Raditya Dika sebagai salah satu komika paling konsisten dan dicintai di Indonesia.

“Stand up Comedy atau pertunjukan komedi tunggal adalah pekerjaan yang paling saya senangi. Karena saya tidak punya teman dan jarang nongkrong, panggung stand up comedy adalah tempat buat saya menceritakan keresahan-keresahan saya,” tutur Raditya Dika tentang konsistensinya menggelar pertunjukan komedi. “Setelah pertunjukan komedi Cerita Cintaku, Sebelku, Sialku, dan Cerita Anehku ini fokusnya adalah cerita-cerita aneh antara saya dan penonton yang maju ke atas panggung. Dan yang membuat seru adalah, cerita-ceritanya ternyata lebih menarik lagi dibanding Cerita Cintaku, Sebelku, dan Sialku. Mungkin karena dari namanya saja sudah Cerita Anehku, yang keluar betul-betul cerita yang aneh dari penonton,” ujar Raditya Dika tentang pengalamannya selama gelaran Cerita Anehku di Jakarta yang masih akan berlangsung sampai Desember 2025.

Tur Cerita Anehku Luar Jakarta Batch 1 diadakan tanggal 10 Januari 2026 di Bali, 17 Januari di Pontianak, 24 Januari dan 11 April 2026 di Bandung, 7 Februari 2026 di Surabaya, dan 14 Februari 2026 di Samarinda, dan 18 April di Medan dengan total 14 Show dan 15,200 penonton. “Pilihan kota-kota luar Jakarta Batch pertama ini dipilih karena lebih dulu cocok secara jadwal dan lokasi. Juga maunya sebisa mungkin selang seling mendatangi Bali, Kalimantan, Sumatera, Jawa.  Semoga di Batch berikutnya, kota-kota permintaan teman-teman di sosial media juga bisa didatangi,” ucap Raditya.

Konferensi pers Cerita Anehku hari ini didukung oleh restoran Cacamarica yang menjadi lokasi berlangsungnya acara. “Sebagai restoran Indonesia yang berlokasi di Menara Sun Life lantai 5, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Cacamarica juga menyediakan ruang yang nyaman dan fleksibel untuk berbagai kegiatan dan acara. Dengan nilai kenyamanan yang membuat setiap tamu merasa "Serasa di Rumah", kami mendukung Cerita Anehku sebagai bentuk dukungan kami pada kreativitas lokal. Kami berharap tur ini disambut hangat oleh para penontonnya dan membuka peluang kolaborasi kreatif di banyak kota, “ ujar Nadia, Marketing Representative Cacamarica.

Dengan materi terbaru penuh cerita aneh dari Raditya Dika dan penontonnya, disampaikan melalui gaya penceritaan yang jujur, dekat dengan keseharian, dan tentunya gaya khas komedi Raditya Dika, Cerita Anehku akan menjadi salah satu tur pertunjukan komedi yang paling dinantikan. Penjualan tiket Cerita Anehku akan dibuka mulai 28 November 2025 Pukul 14.00 WIB di www.ceritaanehku.com

Kamis, 20 November 2025

Dar Der Dor! Film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! Siap Bikin Seluruh Bioskop Bergemuruh Tawa Jadi Hiburan Rakyat Indonesia Menuju Akhir Tahun

 

Sukses dengan special screening di 27 kota dan semua tiket terjual habis, AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! siap rapatkan tawa mulai 27 November

Jakarta, 20 November 2025 Dar Der Dor! Film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! persembahan Imajinari siap membuat seluruh bioskop Indonesia bergemuruh dengan tawa yang rapat mulai 27 November 2025! Memulai cerita baru yang mengikuti empat detektif cupu dalam misi mengungkap pelaku pembunuhan anak walikota yang diduga bersembunyi di panti jompo, kwartet AGAK LAEN menghadirkan ledakan tawa yang tak terduga, layaknya sebuah petunjuk yang ditemukan dalam teka-teki investigasi.

Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga kini menjadi detektif. Namun, mereka terancam dipecat karena tidak becus dalam menyelesaikan tiap misi yang diberikan atasan mereka. Memecahkan kasus pembunuhan anak walikota Yamakarta, bakal jadi wild card keempatnya agar tetap bisa bekerja namun sekaligus jadi pertaruhan terakhir.

Setelah menemukan petunjuk bahwa terduga pelaku pembunuhan bersembunyi di panti jompo, kwartet AGAK LAEN pun menyusun strategi, layaknya saat Indra Jegel menawarkan solusi ketika ada pengunjung yang mati di rumah hantu di film pertamanya. Awalnya, misi seperti akan berjalan mulus. Namun, ide menyusup ke panti jompo malah membawa mereka ke dalam labirin misteri yang harus dipecahkan dalam sebuah investigasi.

Di tengah berbagai ketegangan, AGAK LAEN tetaplah menjadi AGAK LAEN. Meledakkan tawa penonton dengan komedi situasi yang tak terduga bahkan liar. Semakin lengkap dengan kehadiran para ansambel komika dan pemeran kawakan Indonesia yang merapatkan tawa per menit di filmnya.

Tiket special screening film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! pada 15-16 November pun terjual habis (SOLD OUT)! Sementara roadshow special screening di Sumatera akan diadakan pada 22-25 November, di Medan, Pekanbaru, dan Batam sold out. Hanya menyisakan Pematang Siantar yang masih menyisakan sedikit tiket special screening. Dalam roadshow special screening kwartet AGAK LAEN juga akan menghadirkan kejutan!

AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! menawarkan cerita baru yang menyegarkan. Dengan latar panti jompo, menawarkan genre komedi Indonesia yang semakin beragam.

"Di film kedua ini, Imajinari bersama AGAK LAEN mengambil latar panti jompo yang sebenarnya kalau secara persepsi umum kerap dianggap sebagai sebuah tempat 'penelantaran' para lansia. Di film ini, penonton akan menemukan twist, dan tujuan utama AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! adalah membuat penonton tertawa terbahak-bahak," ujar produser Ernest Prakasa.

Produser Dipa Andika menambahkan optimisme Imajinari bersama film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! untuk menciptakan ledakan tawa di bioskop diyakini akan berhasil. Hal itu setidaknya tercermin dari respons para penonton dalam rangkaian special screening di 27 kota di Indonesia.

"Bersyukur saat film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! menggelar special screening di 27 kota di Indonesia mendapat respons positif yang membuktikan film ini bisa menghibur penonton. Semoga energi tawa ini juga menular ke penonton lain saat filmnya tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 27 November 2025, dan menjadikan akhir tahun penuh dengan tawa dan bahagia," kata Dipa Andika.

Dalam penggarapan film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! penulis dan sutradara Muhadkly Acho mengungkapkan ada perbedaan warna komedi. Setelah di film pertamanya ada keriuhan dan ketegangan dari latar pasar malam dan rumah hantu, di film kedua praktis gaya berkomedi pun berubah.

"Di film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! ini kami melibatkan para lansia di banyak adegan. Jadi kami sangat memikirkan dengan hati-hati agar penonton tetap bisa tertawa. Tentunya komedi tanpa empati akan membuat orang sulit untuk ikut tertawa, sebab itu kami memikirkan dengan matang agar komedi di film ini tetap mudah dinikmati dan ditertawakan," kata Muhadkly Acho.

Indra Jegel, yang di film pertama dan keduanya memiliki kemiripan secara karakter menuturkan ia tetap akan bermain di ranah komedi yang tetap seru untuk diikuti.

"Ada petunjuk-petunjuk baru di film kedua ini. Dengan komedi yang bertabrakan dengan situasi, penonton bakal tetap merasakan keseruan komedi ala AGAK LAEN," kata Indra Jegel.

Sementara itu, bagi Boris Bokir, yang memiliki porsi drama utama secara karakter di film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! mengungkapkan Acho telah dengan jeli memilih cerita-cerita dan inside joke yang tepat. Sehingga, meski bukan pendengar Podcast AGAK LAEN, menurut Boris kisah dan komedinya juga akan terasa universal bagi seluruh penonton.

"Acho itu pendengar Podcast AGAK LAEN. Jadi secara cerita dan komedi, itu memang dia yang menentukan sejak awal, bagian mana saja dalam kehidupan kami berempat yang ikut dimasukkan ke dalam film ini. Tentunya, sebagai pemeran, saya mengikuti naskah yang sudah ditulis oleh Acho dan memainkannya dengan sepenuh hati untuk membuat penonton tertawa," kata Boris Bokir.

Salah satu yang spesial di film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! Oki Rengga turut bermain bersama sang istri. Di film ini, Oki juga menuturkan ada adegan yang sangat membuatnya terkesan hingga berbunga-bunga.

"Di film ini aku bermain dengan istriku yang memang jadi pasangan suami-istri dan sedang menunggu kelahiran anak kami. Nah, ada satu adegan yang membuatku berbunga-bunga selama dua minggu setelahnya dan membuat pandanganku berbeda saat menjalani syuting. Itu golden scene yang patut ditunggu di film ini," kata Oki Rengga.

Bene Dion, yang juga turut mensupervisi ide cerita dan naskah bersama Ernest Prakasa menuturkan di film kedua ini ada perbaikan sisi komedi dan naskah. Namun, bukan berarti membatasi komedinya.

"Tentunya dalam setiap proses, ada evaluasi untuk membuat karya menjadi lebih baik. Namun evaluasi tidak serta merta mengharuskan mengubah komedi untuk selalu terasa aman. Di film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku!, komedi-komedi pinggir jurang tetap dihadirkan dengan pertimbangan yang dalam; lucu dan aman," kata Bene Dion.

Bawalah jas hujan saat menonton film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! karena akan ada hujan tawa! Tonton film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! di jaringan bioskop mulai 27 November 2025. Hari pertama penayangan (Opening Day) akan dibuka Advance Ticket Sales (ATS). Selain itu, juga ada beberapa promo menarik pada hari pertama yang bisa diakses penonton, dan untuk informasi lengkapnya bisa ikuti di media sosial. Sementara ATS juga akan dibuka pada 21/22 November 2025 melalui MTix, TIX ID, Cinepolis APPS, dan CGV APPS.

Film AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! juga akan tayang di Malaysia mulai 4 Desember 2025, dan akan melakukan roadshow ke Malaysia 4-7 Desember 2025!

Berikut Trailer Film Agak Laen : Menyala Pantiku


***

Sinopsis

Setelah berulang kali gagal menjalankan misi, Detektif Bene, Boris, Jegel, dan Oki diberi satu kesempatan terakhir: Menyamar dan menyusup ke sebuah panti jompo, untuk mencari buronan kasus pembunuhan anak wali kota.


Pemain

√ Bene Dion, 

√ Boris Bokir,

√ Indra Jegel

√ Oki Rengga, 

√ Tissa Biani, 

√ Ariyo Wahab,

√ Gita Bhebhita, 

√ Chew Kin Wah,

√ Jajang C. Noer,

√ Tika Panggabean, 

√ Jarwo Kwat,

√ Egy Fedly,

√ Priska Baru Segu, 

√ Boah Sartika,

√ Ayushita,

√ Surya Saputra.

Diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika, serta masih ditulis dan disutradarai oleh Muhadkly Acho,

Rabu, 19 November 2025

"AIR MATA MUALAF': KISAH KELUARGA YANG DIUJI, CINTA YANG BERTAHAN, DAN HATI YANG MEMILIH JALANNYA SENDIRI

 

Konferensi pers dan press screening film Air Mata Mualaf yang diselenggarakan pada 19 November 2025 menjadi momentum penting dalam perjalanan perilisan film ini. Dalam forum tersebut, para kreator dan jajaran pemain untuk pertama kalinya menguraikan secara mendalam bagaimana film ini membahas tema keluarga, perbedaan keyakinan, keberanian memilih jalan hidup, serta hidayah yang kerap datang tanpa diduga.

"Apakah ini hidayah... atau sekadar pelarian dari hati yang sedang terluka?" Tekanan batin, ketakutan kehilangan, amarah, lalu keheningan setelah memilih, semua dieksplorasi dengan pendekatan emosional yang intim.

Sutradara Indra Gunawan menekankan bahwa film ini dibangun bukan untuk menggurui, tetapi untuk memotret manusia saat berhadapan dengan persimpangan hidup. la mengatakan, "Saya membuat film ini bukan untuk menunjukkan siapa yang benar atau salah. Fokus kami adalah menghadirkan manusia apa adanya, dengan ketakutan, cinta, dan keberanian mereka. Setiap orang pernah berada di titik ketika ia harus memilih jalannya. sendiri, dan proses itulah yang kami ceritakan." Ungkap Indra Gunawan Sutradara Film Air Mata Mualaf

Produser Dewi Amanda menambahkan bahwa keberanian untuk mengangkat tema sensitif justru berangkat dari kedekatannya dengan realitas. la menyampaikan, "Perbedaan dalam keluarga sering dipandang sebagai ancaman. Tetapi melalui film ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bisa menjadi ruang belajar. Hidayah atau jalan pilihan tidak datang karena paksaan manusia, ia datang dari Tuhan. Film ini mengajak penonton melihat itu dengan hati yang lebih lembut." Ujar Dewi Amanda

Pada sisi karakter, Acha Septriasa mengungkapkan bahwa peran Anggie memberinya. perspektif baru tentang keteguhan hati seorang perempuan. "Anggie adalah sosok yang memilih tanpa membenci dan melangkah tanpa marah. Dia tahu apa yang ia rasakan sebagai kebenaran, tetapi ia juga mencintai keluarganya dengan sangat dalam. Peran ini mengingatkan saya bahwa memilih jalan sendiri bukan tindakan meninggalkan, tetapi keberanian untuk jujur pada diri sendiri," Ungkap Acha Septriasa

Untuk memahami kompleksitas karakter ini, Acha tidak hanya mengandalkan naskah. Ia benar-benar menggali sisi emosional terdalamnya sebagai seorang ibu.

Acha mengungkapkan bahwa ia membayangkan putrinya, Bridgia, berada dalam situasi sulit seperti Angie. Bayangan itu menjadi pegangan utama untuk memunculkan emosi yang tulus dalam setiap adegan.

“Jadi saya ketika menggambarkan karakter Angie ini saya ngebayangin Bridgia sebenarnya,” ungkap Acha

"Bahwa saya sekarang berada di Australia yang saya tahu anak saya juga tinggal di lingkungan yang banyak orang Western-nya, saya juga merasa bahwa hal itu mesti saya persiapkan sebagai orang tua," jelas Acha.

"Sebelum film ini kami memang mengadakan press conference even sebelum shooting kepada teman-teman yang membuat channel YouTube tentang mualaf," paparnya.

Ibu satu anak ini pun banyak berbincang dengan narasumber yang mengalami perjalanan seperti Angie, bahkan beberapa memiliki kisah lebih berat.

"Jadi saya banyak ngobrol sama narasumber yang mereka juga belum diterima sampai hari ini sama keluarganya. Jadi hal itu yang membuat saya juga bisa me-riset peran Angie tersebut," tandas Acha.

Sementara Achmad Megantara, yang berperan sebagai seorang Ustad, menyoroti bahwa perjalanan spiritual seseorang tidak pernah seragam, la menjelaskan, "Banyak orang datang kepada keyakinan bukan karena amarah, tetapi karena panggilan. Hidayah tidak bisa ditebak, dan tidak semua orang bisa memahaminya di waktu yang sama. Melalui karakter saya, film ini ingin menunjukkan bahwa dialog antara iman dan kemanusiaan harus selalu diberi ruang." Tutur Achmad Megantara,

Dalam perspektif keluarga, Rizky Hanggono bercerita bahwa beberapa adegan menggugah pengalaman pribadinya. la mengatakan, "Ada adegan yang membuat saya teringat pada adik perempuan saya. Konflik keluarga sering kali lahir bukan dari kebencian, tetapi dari rasa takut kehilangan. Film ini mengingatkan bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti mengarahkan hidupnya." Ucap Rizky Hanggono

Air Mata Mualaf juga menjadi simbol kolaborasi lintas budaya, melibatkan industri film Indonesia, Malaysia, dan Australia. Para aktor internasional, Syamim Freida, Hazman Al Idrus, dan Matthew Williams-memberikan warna baru dalam proses kreatif, menegaskan bahwa cerita mengenai keluarga dan pencarian arti hidup adalah bahasa universal.

Acara konferensi pers 19 November mempertemukan ratusan rekan media yang kemudian menyaksikan langsung bagaimana film ini menyentuh isu-isu lintas generasi: relasi ibu-anak, batas antara melindungi dan mengekang, proses menerima perbedaan dalam keluarga, hingga perenungan tentang hidayah yang datang tanpa diundang Dalam banyak kasus, para jurnalis merespons bahwa film ini tidak hanya berbicara tentang keyakinan, tetapi tentang rasa manusia yang paling mendasar: ingin dimengerti, ingin dicintai, dan ingin memilih dengan hati yang tenang.

Air Mata Mualaf tidak menawarkan satu jawaban pasti. Film ini justru membuka ruang tanya, ruang refleksi, dan ruang dialog. Sebagaimana disampaikan Sutradara Indra Gunawan: "Hidup tidak pernah menutup cerita dengan satu jawaban. Yang ada hanya perjalanan, pertumbuhan, dan keberanian seseorang untuk berkata dalam hati: inilah jalan pilihanku."

Film Air Mata Mualaf tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 November 2025, disusul Asia Tenggara dan Timur Tengah pada awal Desember.

Berikut Trailer Film Air Mata Mualaf


SINOPSIS

Air Mata Mualaf bercerita tentang Anggie, seorang wanita Indonesia yang tinggal dan sekolah di Australia, merupakan korban kekerasan dalam hubungan yang dilakukan oleh kekasihnya Ethan di Sydney. Suatu hari, Anggie memutuskan untuk meninggalkan Ethan setelah hidupnya terpuruk. Dalam kondisi mabuk dan terluka, ia jatuh di depan sebuah masjid dan diselamatkan oleh seorang gadis pengurus masjid.

Kebaikan hati gadis itu menyentuh Anggie, terlebih saat ia mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an dari mulut sang gadis tersebut. Sejak saat itu, Anggie meminta untuk diajarkan tentang Islam.

Keputusan Anggie untuk memeluk Islam menjadi titik balik hidupnya. Namun di saat itu, la harus menghadapi penolakan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Perjalanannya. penuh dengan luka, keteguhan, dan harapan untuk berubah. Film ini sarat makna tentang spiritualitas, penerimaan diri, keluarga yang disayangi, dan pengampunan, yang relevan bagi semua kalangan.

PEMERAN:

√ Acha Septriasa: Anggie

√ Achmad Megantara: Ust. Reza

√ Budi Ros: Pak Joseph

√ Dewi Irawan: Bu Maria

√ Matthew Williams: Ethan

√ Yama Carlos: Ramli

√ Almeera Quinn: Alya

√ Sutradara: Indra Gunawan

√ Produser: Dewi Amanda

√ Rumah Produksi: Merak Abadi Productions & Suraya Filem Malaysia

Air Mata Mualaf dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 November 2025, di seluruh bioskop IIndonesi.


Starvision Rilis Official Trailer dan Poster Film "KAFIR, Gerbang Sukma", Tayang di Bioskop 29 Januari 2026

  Jakarta, 6 Januari 2026 - Film KAFIR, Bersekutu dengan Setan yang rilis tahun 2018, menjadi salah satu film iconic Starvision dengan mempe...