Platform streaming WeTV bersama Magma Entertainment resmi memperkenalkan proyek terbaru mereka bertajuk Asmara Asrama. Dalam konferensi pers perdana, pihak produksi membeberkan visi besar di balik serial remaja tersebut yang disebut akan menghadirkan kombinasi genre unik dan jarang ditemui di layar Indonesia.
Perwakilan WeTV Indonesia, Febri, mengungkapkan bahwa Asmara Asrama menjadi kolaborasi pertama antara WeTV Indonesia dan Magma Entertainment. Menurutnya, proyek ini langsung mendapat sambutan positif sejak konsep cerita pertama kali dipresentasikan kepada produser Charles Gozali dan sutradara Imran Ismail
Febri menyebut proses pengembangan serial ini berjalan cukup panjang dan intens. Mulai dari tahap penulisan naskah, pengembangan cerita, hingga diskusi kreatif antara tim WeTV, penulis, dan rumah produksi dilakukan secara serius demi menghadirkan tayangan yang berbeda dari serial remaja kebanyakan.
Menurutnya, daya tarik utama Asmara Asrama terletak pada perpaduan banyak elemen dalam satu cerita. Serial ini tidak hanya mengangkat kisah kehidupan asrama dan dunia atletik, tetapi juga menyisipkan unsur hidden identity, komedi romantis, hingga drama emosional yang dekat dengan kehidupan anak muda masa kini.
“Waktu baca skripnya lucu banget dan hidup,” ujar Febri dalam sesi konferensi pers. Ia menilai serial tersebut memiliki potensi besar menjadi tontonan favorit penonton Indonesia karena menghadirkan karakter-karakter yang kuat dan dinamis.
Sementara itu, produser Magma Entertainment, Charles Gozali, mengatakan proyek ini menjadi tantangan baru bagi rumah produksinya. Setelah sebelumnya lebih banyak bergerak di film layar lebar, Magma kini kembali menggarap serial televisi premium bersama WeTV.
Charles mengaku tertarik karena Asmara Asrama menawarkan nuansa remaja yang segar di tengah dominasi genre horor di industri hiburan Indonesia. Ia bahkan menyebut proyek ini mengingatkannya pada karya-karya bertema anak muda yang pernah ia garap sebelumnya.
sutradara Adis Kayl mengungkapkan proses produksi Asmara Asrama cukup menantang. Ia mengatakan tim harus melakukan banyak riset, terutama mengenai dunia atletik dan visual yang penuh energi agar tetap terasa sinematik.
Menurutnya, series ini tidak hanya menghadirkan hiburan semata, tetapi juga mengangkat isu tekanan mental remaja, hubungan keluarga, dan pentingnya menerima diri sendiri. Ia berharap cerita tersebut dapat menyentuh penonton lewat perjalanan karakter yang lebih manusiawi.
“Aku harapan series ini gak hanya jadi dokumen, tapi juga bisa membuka pengetahuan tentang tekanan mental, hubungan keluarga dan penerimaan diri. Karena pada akhirnya, ini bukan sekedar menjadi seorang atlet, tapi ini cerita menjadi manusia,” kata Adis.
Executive Producer = Febriamy Hutapea
Supervisor Sutradara = Charles Gozali
Sutradara =Adis Kayl
Imron Ayikayu
Cast
Emyr Razan = rama
Antonio Blanco Jr = Leo
Diandra Agatha = mara
Farhan Rasyid = radit



Tidak ada komentar:
Posting Komentar