Kamis, 28 Mei 2026

​"Bersama Sang Garuda" oleh Quinn Salman, OST Terbaru dari Film Animasi GARUDA DI DADAKU, Tentang Sahabat yang Selalu Percaya dan Menemani Perjalanan Mimpi Kita

OST "Bersama Sang Garuda" sudah dapat didengarkan di semua platform musik online


​Jakarta, 29 Mei 2026 — Kadang yang membuat kita terus berani mengejar mimpi bukan cuma keberanian diri sendiri, tapi juga hadirnya sahabat dan orang-orang yang tetap percaya bahwa kita bisa. Menjelang penayangan film animasi keluarga Garuda di Dadaku, BASE Entertainment dan KAWI Animation hari ini resmi merilis original soundtrack (OST) terbaru berjudul "Bersama Sang Garuda" yang dibawakan oleh Quinn Salman, pengisi suara karakter Naya di film ini. Penuh semangat, hangat, dan emosional, lagu ini menjadi pengingat arti persahabatan, dukungan, dan perjalanan mengejar mimpi bersama. "Bersama Sang Garuda" kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital.

​Setelah menghadirkan nuansa megah dan penuh harapan lewat OST "Garuda di Dadaku" versi Isyana Sarasvati, kali ini "Bersama Sang Garuda" membawa sisi yang lebih dekat, youthful, dan penuh energi dari dunia Garuda di Dadaku. Dengan aransemen yang uplifting dan emosional, lagu ini menjadi bagian dari perjalanan Putra, Naya, dan Gaga dalam menemukan keberanain untuk terus melangkah bersama.

​Lagu "Bersama Sang Garuda" terinspirasi dari jalinan persahabatan dalam film animasi Garuda di Dadaku. Persahabatan antara karakter Naya dan Patriot Garuda serta perjalanan mereka bersama Gaga, sosok Garuda kecil magis yang menjadi simbol harapan dan keberanian di film ini. Melalui liriknya, "Bersama Sang Garuda" menggambarkan bagaimana setiap kita membutuhkan sahabat-sahabat yang dapat melihat dan percaya pada potensi kita untuk menggapai mimpi, bahkan ketika kita sendiri kerap merasa ragu.

​Bagi Quinn Salman, keterlibatannya dalam lagu ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan dalam perjalanannya bermusik. Tidak hanya membawakan lagu, Quinn juga ikut terlibat langsung dalam proses penulisannya bersama komposer Ifa Fachir dan Simhala Avadana.

​"Lagu ini menjadi pengalaman pertama buat Quinn dalam banyak hal. Mulai dari eksplor warna musik yang baru, ikut terlibat dalam proses penulisan lagu, sampai workshop bareng Kak Ifa Fachir dan Kak Mhala yang dari kecil sudah Quinn kagumi banget. Proses workshop dan penulisan lagu dilakukan kurang lebih selama enam jam di rumah Kak Ifa, dan serunya lagi, demo lagu ini langsung dibuat di studio di hari yang sama," ujar Quinn Salman.

GARUDA DI DADAKU

​Tidak hanya dari sisi musik, Quinn juga menghadirkan warna vokal yang berbeda dibanding karya-karya sebelumnya. Dalam proses rekaman, Kamga sebagai vocal director membantu membentuk karakter vokal yang lebih emosional dan penuh semangat untuk merepresentasikan karakter Naya di film. Aransemen musik yang digarap Adrian Marthadinata turut memperkuat nuansa emotional rock yang uplifting dan powerful, dipadukan dengan sentuhan choir arahan Ifa Fachir dan Simhala Avadana yang menghadirkan rasa megah sekaligus hangat dalam lagu ini.

​"Buat Quinn, lagu ini terasa dekat banget dengan perasaan banyak anak-anak dan remaja yang kadang takut gagal atau merasa nggak cukup baik untuk mengejar mimpi mereka. Lewat 'Bersama Sang Garuda', Quinn ingin mengingatkan bahwa kita nggak harus berjalan sendirian, karena selalu ada orang-orang yang percaya dan siap menemani perjalanan kita," ujar Quinn Salman.

​Sutradara Ronny Gani menjelaskan bahwa "Bersama Sang Garuda" menjadi representasi penting dari hubungan antarkarakter di dalam film. "Kalau lagu 'Garuda di Dadaku' berbicara tentang keberanian untuk bermimpi, maka 'Bersama Sang Garuda' berbicara tentang siapa saja yang menemani perjalanan itu. Film ini selalu tentang mimpi yang tidak diperjuangkan sendirian. Ada sahabat, keluarga, dan orang-orang yang memilih untuk tetap percaya kepada kita, bahkan saat kita mulai meragukan diri sendiri," ujar Ronny Gani.

​Film animasi keluarga Garuda di Dadaku mengisahkan Putra (Keanu Azka), anak laki-laki berusia 13 tahun dengan mimpi besar menjadi pemain tim nasional Indonesia. Saat kegagalan dan rasa takut membuatnya hampir menyerah, kehadiran Gaga (Kristo Immanuel) membawanya pada perjalanan untuk menemukan kembali keberanian dan keyakinan pada dirinya sendiri, ditemani oleh Naya (Quinn Salman) dan teman-teman yang selalu mendukungnya.

​Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, dengan naskah yang ditulis oleh Sofia Lo bersama Makbul Mubarak, Garuda di Dadaku menjadi interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah lama hidup di hati keluarga Indonesia.

​Garuda di Dadaku merupakan produksi BASE Entertainment dan KAWI Animation, dengan ko-produksi bersama Robot Playground Media, serta kolaborasi dengan Springboard, BolaLob, AHHA Production, BRD Studio, Dasun Pictures, PK Films, Barunson E&A, IFI Sinema, dan Arendi. Film ini didukung oleh Singapore Film Commission serta bekerja sama dengan brand partners Pilus Garuda, Indomilk Kids, dan Chiki.

​Dengarkan OST "Bersama Sang Garuda" di seluruh platform musik digital, dan nantikan film animasi keluarga Garuda di Dadaku tayang mulai 11 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia, menjadi pilihan tontonan keluarga di libur sekolah tahun ini.


​#GarudaDiDadaku

#BeraniBermimpi


​Judul Lagu : Bersama Sang Garuda

Artist : Quinn Salman

Pencipta Lagu : Ifa Fachir, Simhala Avadana, Quinn Salman

Publisher : Sony Music Publishing Indonesia/Massive Music Entertainment

Arranged & Produced By : Ifa Fachir, Adrian Martadinata

Mixing & Mastering : Dimas Pradipta

Recording Arranger : Ifa Fachir, Adrian Martadinata

Copyright : BASE Entertainment

SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih Jadi Film dengan Opening Day Tertinggi Tahun 2026! Pilihan Hiburan Keluarga di Momen Libur Panjang Idul Adha

 

Tonton SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih sekarang di bioskop!

​Jakarta, 28 Mei 2026 — Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih persembahan Starvision, Skak Studios dan Legacy Pictures dari sutradara Bayu Skak dan produser Chand Parwez Servia baru saja mencetak rekor! Baru tayang sehari, film ini langsung menjadi pilihan utama penonton Indonesia di momen libur Idul Adha. Terbukti, SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih mencatatkan angka penonton hari pertama (Opening Day) hingga 212.469 penonton!

​Angka tersebut sekaligus menjadikan SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih sebagai film dengan angka Opening Day tertinggi sepanjang tahun 2026 hingga saat ini! Jumlah penonton hari pertama SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih juga melampaui 2x raihan Opening Day film pertamanya, Sekawan Limo (2024), yakni 100 ribu lebih penonton.

​“Ada hal yang sangat penting di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, bahwa dalam hidup, kita tidak boleh mengambil jalan pintas, akan ada konsekuensi dan resikonya. Ini adalah film keluarga yang akan menghibur. Terima kasih sudah menyambut karya terbaru Starvision, Skak Studios dan Legacy Pictures dengan kegembiraan,” ujar produser Chand Parwez Servia.

​“Dari segi cerita, saya memang sangat optimistis bahwa SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih sangat dinantikan penonton Indonesia. Dan terbukti di hari pertama langsung pada nonton. Keramaian orang yang nonton di Sekawan Limo pertama, tentunya mereka penasaran dengan yang ada di film keduanya, di sini kami juga memberikan hiburan dengan konflik cerita yang lebih dewasa,” ujar sutradara dan pemeran Bagas di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, Bayu Skak.

​SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih dibintangi oleh Bayu Skak, Nadya Arina, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Jihane Almira, Elsa Japasal, Joshua Suherman, Cak Kartolo, Ning Tini, Audya Ananta, Ellea Candice, Cak Ukil, Ferry Salim, Gisella Anastasia, Marwoto, Devina Aureel, Brandon Salim, Tutus Thomson, Andy Sugar, Irene Suwandi, Sanusi, Eunike Unik, Irwan Pramujito, Yongki Setyabudi, Rensia Sanvira, Furry Setya, Dayu Wijanto, Leona Zhen, Zoe Levana, Karina Moudy, Stanley Hao, dll.

​Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih menjadi sajian komedi horor yang sangat menghibur penonton Indonesia, mulai hari ini tayang lebih banyak, 2.983 total jumlah show di 482 Bioskop, dengan kenaikan 34% dari hari pertama untuk kenyamanan akses nonton SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih.

​Ikuti perjalanan Geng Sekawan Limo yang akan membuat tertawa dengan kelucuan maksimal! Pantau informasi terbaru melalui akun Instagram @Sekawanlimo, @Starvisionplus, @SkakStudios, @Legacy.pictures dan Tiktok @StarvisionMovie.


Sinopsis

​Tiga tahun sejak pendakian Gunung Madyopuro, persahabatan 5 sekawan semakin erat. Ketika mereka reuni di ulang tahun Angel putri Andrew, mereka menyaksikan keluarga itu terancam jadi tumbal pesugihan!

Berangkatlah mereka menemani Andrew ke Gunung Klawih. Namun, Juna menghilang ke dunia demit!


Pemain & Tim Produksi

Nama Pemain - Peran

Bayu Skak - Bagas

Nadya Arina - Lenni

Benidictus Siregar - Juna

Indra Pramujito - Andrew

Firza Valaza - Dicky

Jihane Almira - Aruna

Elsa Japasal - Kina

Joshua Suherman - Wisang

Cak Kartolo - Dukun Kartolo

Ning Tini - Mbah Uti

Audya Ananta - Michelle

Ellea Candice - Angel

Cak Ukil - Cak Ukil

Ferry Salim - Om Lim

Gisella Anastasia - Yu Chen

Marwoto - Dukun Ranto

Devina Aureel - Carrisa

Brandon Salim - Thomas Richard

Tutus Thomson - Ndaru

Andy Sugar - Rudy Alexander

Irene Suwandi - Elsa

Sanusi - Warga Pasar

Eunike Unik - Wening

Irwan Pramujito - Ko Hendi

Yongki Setyabudi - Papa Johan

Rensia Sanvira - Mama Nathalia

Furry Setya - Paijo

Dayu Wijanto - Oma Linda

Leona Zhen - Penyanyi

Zoe Levana - Han Yui

Stanley Hao - Jun Ping


Produksi: Starvision, Skak Studios

​Produser: Chand Parvez Servia, Riza, Mithu Nisar

​Sutradara: Bayu Skak

​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

​Produser Lini: Rini Atmodjo

​Penulis Skenario: Nona Ica

​Pengarah Artistik: Mai Harizon

​Penata Kamera: Adrian Sugiono

​Penyunting Gambar: Wawan I. Wibowo, Jalu Swandaru

​Penata Suara: Aditya Trisnawan

​Perekam Suara: Hasanudin Bugo

​Penata Musik: Mikhael Alpha Beltsazar

​Penata Warna: Chressandy Rorimpandey

​Penata VFX & Grafis: Dalang Digital Studio

​Penata Rias & Efek: Clarista Christie

​Penata Busana: Jeanne Elizabeth Fam

​Penata Peran: Arief Havidz, Hafshoh Mubarak

​Komedi Konsultan: Joshua Suherman

​Perancang Poster: Alvin Hariz


​OST

​Yue Liang Dai Biao Wo De Xin (The Moon Represents My Heart) - Josaphat Children Choir

​Wang Shi Zhi Neng Hui Wei (The Past Can Only Be Remembered) - Leona Zhen

​Gusti, Matur Nuwun - Bayu Skak

​Gandolane Ati - Yowis Ben

Film Jangan Buang Ibu Rilis Official Trailer Terbaru, Ingatkan untuk Berbagi dan Menghargai Keluarga di Momen Idul Adha

 

Jangan Buang Ibu tayang mulai 25 Juni 2026 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 27 Mei 2026 — Di momen penuh kehangatan dan berbagi pada sesama pada hari raya Idul Adha, Leo Pictures mempersembahkan sajian spesial lewat official trailer terbaru film Jangan Buang Ibu. Dalam official trailer terbarunya, menampilkan kisah hangat Ristiana (Nirina Zubir), ibu tiga anak yang berpesan kepada anak-anaknya untuk saling rukun dan memiliki saat ia telah tiada.

​Di tengah keterbatasan, Ristiana selalu mengajarkan anak-anaknya untuk selalu mendahulukan keluarga, dan seburuk apapun keluarga, mereka tetap anggota keluarga yang harus dijaga. Trailer terbaru Jangan Buang Ibu menampilkan kisah saat Ristiana seorang diri mengurus Tama (Refal Hady) dan Dewi (Amanda Manopo) saat kecil, hingga lahir si bungsu Tri (Saputra Kori). Saat dewasa, ketiga anaknya menghadapi masalah yang membuat relasi dengan ibu mereka merenggang dan memanas.

​Salah satu momen paling mengharukan adalah saat Dewi, yang diperankan Amanda Manopo, akan menikah. Namun, karena Ristiana telah bercerai dengan suaminya (Dwi Sasono), Dewi meminta agar ayahnya dicari untuk menjadi wali pernikahan. Sang kakak, Tama, meminta agar mengatakan si Bapak telah meninggal.

​"Di momen Idul Adha ini, Leo Pictures mempersembahkan trailer terbaru dari film Jangan Buang Ibu yang akan tayang mulai 25 Juni di bioskop. Trailer terbaru ini ingin mengajak penonton dan mengingatkan, di momen hangat Idul Adha, untuk selalu ingat dan perhatian dengan orangtua. Sesederhana telepon, tanya kabar, itu sudah cukup, karena orangtua kita itu hanya butuh diperhatikan," ujar produser dan CEO Leo Pictures Agung Saputra.

​Senada dengan produser, pemeran utama film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir mengungkapkan bahwa keluarga menjadi nilai penting. Keluarga hadir untuk bisa saling berbagi. Di momen Idul Adha ini, bagi Nirina, menjadi momen tepat untuk bisa saling memeluk keluarga dan berkumpul bersama.

​"Kita diingatkan kembali melalui film ini bahwa di tengah kamu lagi ada kesibukan, ingat, ada orangtua kamu yang dulu memberikan kamu kasih sayang yang besar sekali, coba untuk luangkan waktu sedikit. Rilisnya trailer terbaru Jangan Buang Ibu di momen Idul Adha ini ingin mengajak untuk kita bisa saling menghargai dan bisa berbagi dengan keluarga," ujar Nirina Zubir.

​Film Jangan Buang Ibu dibintangi oleh Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Dwi Sasono, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra.

​Disutradarai oleh sutradara blockbuster Hadrah Daeng Ratu, produser Agung Saputra yang juga telah memproduksi banyak film blockbuster, serta penulis blockbuster Widya Arifianti, Jangan Buang Ibu akan hadir menemani keluarga Indonesia mulai 25 Juni 2026 di bioskop. Film ini juga akan melanjutkan sukses Leo Pictures setelah sukses blockbuster drama keluarga Bila Esok Ibu Tiada yang meraih 3,9 juta lebih penonton di bioskop.

​Ikuti informasi terbaru film Jangan Buang Ibu melalui media sosial resmi Instagram @leopictures_official, @filmjanganbuangibu, dan TikTok @leopicturesofficial.


Sinopsis

​Ristiana (Nirina Zubir), seorang ibu tunggal dengan ketiga anaknya Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori) setelah ditinggal suaminya (Dwi Sasono) hidup dalam kesederhanaan dan kerja keras namun mampu membesarkan buah hatinya dengan baik dihadapkan pada kenyataan bahwa suaminya meninggalkan hutang yang sedemikian besar.

​Terusik dengan keputusan sepihak dari ibunya, Tama, Dewi, dan Tria dilema dengan keadaan dan kondisi yang ada. Mereka yang dulunya dekat, hangat, utuh sebagai keluarga harus merasakan kesenjangan jarak yang membuat kerinduan yang dalam dari Ristiana. Tak putus harapan untuk berbakti pada ibunda, akankah Tama, Dewi, dan Tria mampu mewujudkan itu sebelum terlambat?

Berikut Trailer Film Jangan Buang Ibu



Tentang Leo Pictures

​Leo Pictures adalah rumah produksi yang hadir sejak tahun 2019. Berfokus pada pengembangan film dan series dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan berbagai genre mulai dari drama keluarga, thriller, hingga horor, Leo Pictures terus berupaya menghadirkan karya yang mengutamakan emosi, kedekatan cerita, dan pengalaman menonton yang berkesan.

Semua Akan Baik-Baik Saja Ditonton 1 Juta Penonton, Pilihan Reflektif Keluarga Indonesia di Idul Adha. Tonton Semua Akan Baik-Baik Saja di bioskop, sekarang!

 

​Jakarta, 27 Mei 2026 — Film terbaru Baim Wong dan rumah produksi Tiger Wong Entertainment, Semua Akan Baik-Baik Saja baru saja meraih 1 juta penonton dalam 14 hari tayang di bioskop Indonesia! Ini sekaligus menjadikan Baim Wong sebagai sutradara yang mampu meraih film 1 juta penonton tiga kali beruntun!

​Sebelumnya, Baim Wong dan Tiger Wong Entertainment telah sukses dengan Lembayung dan Sukma yang sama-sama meraih lebih dari 1 juta penonton. Kini, di film ketiga yang disutradarai Baim, raihan 1 juta penonton juga telah didapatkan!

​"Terima kasih buat yang sudah menonton Semua Akan Baik-Baik Saja. Terima kasih untuk kepedulian teman-teman semua terhadap film Indonesia. Kami akan terus mencoba membuat film bagus," ujar produser, penulis, dan sutradara Baim Wong.

​Saat ini, film Semua Akan Baik-Baik Saja juga memberikan promo tiket Beli 1 Gratis 1 untuk merayakan momen libur Idul Adha. Pembelian tiket dapat diakses melalui aplikasi Tix ID untuk periode 26–28 Mei 2026.

​Film Semua Akan Baik-Baik Saja juga sangat tepat menjadi tontonan bersama keluarga di momen libur Idul Adha. Cerita yang hangat di film ini mengingatkan kita semua untuk pulang ke rumah dan keluarga, seberat apapun masalah yang kita hadapi dalam hidup.

​"Semoga menjadi manfaat untuk keluarga di rumah. Salam dari saya untuk keluarga. Semoga filmnya bisa bermanfaat banyak bagi banyak orang," tambah Baim Wong.

​Tonton film Semua Akan Baik-Baik Saja di bioskop sekarang! Ikuti terus perkembangan informasi film Semua Akan Baik-Baik Saja melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment dan @filmsemuaakanbaikbaiksaja.


Sinopsis

​Kematian mendadak Mentari (Happy Salma) menjadi badai yang memaksa tiga bersaudara dengan hidup yang saling bertolak belakang untuk kembali ke bawah satu atap. Langit (Reza Rahadian), pria yang keras oleh tempaan jalanan, kini harus memikul beban sebagai pengganti sosok orang tua bagi ketiga anak Tari yang ditinggalkan. Namun, kepulangan Langit disambut dingin oleh Malika (Aquene Djorghi), si sulung yang berbakat musik namun penuh luka dan ketidakpercayaan.

​Tak hanya Malika, Langit juga harus menghadapi Shaffa (Shaffa Almira) yang tengah terguncang dalam transisi remajanya yang rapuh, serta Alim (Alim), si bungsu berkebutuhan khusus yang menjadi sasaran perundangan di sekolah. Di tengah konflik harta dan adab yang dipicu oleh Ilham (Teuku Rifnu Wikana), mantan suami Tari, Langit bersama adik-adiknya–Bintang (Raihaanun) yang menyimpan rahasia kelam dan Banyu (Ari Irham) yang terjebak kepalsuan dunia maya–harus meruntuhkan ego masing-masing. Di bawah cinta teduh Ibu Wida (Christine Hakim), mereka belajar bahwa kehilangan adalah satu-satunya cara untuk akhirnya saling menemukan kembali dan membuktikan bahwa bagi keluarga, segalanya pasti akan baik-baik saja.


Tentang Tiger Wong Entertainment

​Didirikan pada tahun 2020 oleh Baim Wong, Tiger Wong Entertainment berkembang dengan visi dan misi yang kuat untuk memberikan dampak besar dalam industri hiburan Indonesia.

​Perusahaan ini berkembang dengan memproduksi berbagai acara TV populer. Beberapa di antaranya adalah Keluarga Bosque (Trans TV), Indonesia Giveaway (Trans 7), Rumah Teka-Teki (GTV), Bagi-bagi Angpau Asli Indonesia (RCTI), Cek Order Dadakan (RCTI), Panji Petualang 911 (SCTV), Rezeki Dadakan (NET TV), Bus Jutawan (RCTI), dan Tiba-Tiba Kuis (SCTV).

​Selain acara televisi, Tiger Wong Entertainment juga telah menunjukkan eksistensinya dalam dunia hiburan dengan sukses merilis berbagai judul Film, seperti Berbalas Kejam (2023), Lembayung (2024), dan SUKMA (2025) yang telah disaksikan oleh jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Resmi Dibuka! The BFF Festival 2026 Hadirkan Selebrasi Beauty, Fashion, & Fragrance Terbesar di Jakarta International Convention Center

 

JAKARTA, 28 Mei 2026 – Era baru industri kecantikan, mode, dan wewangian di Indonesia resmi dimulai hari ini melalui pembukaan megah The BFF (Beauty, Fashion, & Fragrance) Festival 2026. Diselenggarakan di Main Stage, Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), festival ini siap menjadi kiblat tren dan wadah kolaborasi terbesar bagi para pelaku industri, kreator konten, serta pencinta gaya hidup di tanah air.

Acara ini diresmikan secara simbolis melalui sesi Opening Ceremony yang dihadiri oleh jajaran eksekutif, mitra strategis, dan ratusan rekan media nasional. Acara dibuka dengan sambutan utama dari Hanifa Ambadar selaku CEO Socially Significant Company, yang memaparkan visi besar di balik terselenggaranya festival tahun ini sebagai akselerator industri kreatif lokal agar mampu bersaing di kancah global.

"The BFF Festival 2026 bukan sekadar ruang pameran, melainkan sebuah ekosistem integratif di mana kecantikan, mode, dan wewangian bergerak beriringan dalam menciptakan standar baru di Indonesia. Kami ingin memberikan ruang inklusif bagi brand lokal dan internasional untuk saling menginspirasi dan mendekatkan diri secara langsung dengan komunitas mereka," ujar Hanifa Ambadar, CEO Socially Significant Company.

Dukungan penuh terhadap pertumbuhan industri ini juga ditegaskan oleh Bank Mandiri selaku mitra perbankan utama. Dalam sambutannya, Nila Mayta Dwi Rihandjani, Regional CEO Senior Vice President Region IV Jakarta 2 of Bank Mandiri, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendorong digitalisasi transaksi dan pertumbuhan bisnis UMKM di sektor lifestyle.

Salah satu sorotan utama dalam upacara pembukaan ini adalah peluncuran eksklusif BFF Walk by Make Over. Sesi ini menampilkan pagelaran mode interaktif yang memadukan keindahan kosmetik mutakhir dengan tren busana siap pakai (ready-to-wear) paling dinamis musim ini, menetapkan arah baru bagi tren penampilan di tahun 2026.

Agenda Utama: The BFF Festival 2026 (Opening Ceremony & Exhibition)

Lokasi: Main Stage, Hall B – Jakarta International Convention Center (JICC)

Tentang Socially Significant Company

Socially Significant Company adalah perusahaan media dan penyelenggara acara terkemuka di Indonesia yang berdedikasi untuk menciptakan platform berdampak sosial tinggi, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, industri kecantikan, mode, dan gaya hidup berkelanjutan.


Tentang The BFF Festival

The BFF (Beauty, Fashion, & Fragrance) Festival adalah perayaan tahunan terbesar di Jakarta yang mempertemukan ratusan brand terkemuka, pakar industri, dan komunitas untuk mengeksplorasi inovasi, edukasi, serta tren terbaru di dunia kecantikan, fesyen, dan wewangian.

Nobody Loves Kay Sukses Bikin Suasana Menharu Biru di Gala Premiere, Gambaran Nyata Perayaan Perjuangan dari Mimpi yang Kerap Diremehkan

 

Jakarta, 28 Mei 2026 – Menjelang penayangan resminya, film drama remaja yang paling dinantikan tahun ini, Nobody Loves Kay, sukses menggelar malam Gala Premiere yang megah sekaligus emosional pada Kamis, 28 Berlokasi di Senayan City XXI, Jakarta Pusat.

​Film kolaborasi dari ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, dan Qun Films, bekerja sama dengan Visinema Pictures ini berhasil membius ribuan penonton yang hadir, bahkan hingga memicu isak tangis di dalam studio.

​Terinspirasi dari kisah hidup pro-player Mobile Legends, ONIC Kairi, film ini membawa narasi jujur tentang perjuangan seorang anak muda yang menolak menyerah demi mimpinya yang tidak konvensional.


Banjir Komentar Positif

​Usai pemutaran film, gelombang reaksi positif langsung membanjiri area bioskop. Banyak penonton, termasuk rekan media dan influencer, mengaku tidak siap dengan kedalaman emosi yang disajikan.

​"Jujur awalnya mengira ini cuma film tentang game biasa. Tapi ternyata salah besar. Aku sampai nangis melihat dinamika persahabatan mereka yang retak karena ambisi, dan bagaimana seorang anak yang hidup berkekurangan bisa berjuang sekeras itu demi menggapai mimpinya," ungkap salah satu tamu undangan yang hadir.


Apresiasi dari Sang Inspirasi, ONIC Kairi

​Malam penuh haru ini juga dihadiri langsung oleh ONIC Kairi, sosok nyata di balik inspirasi karakter Kay. Kairi mengaku sangat tak menyangka dan terharu melihat bagaimana perjalanan hidupnya dieksekusi dengan begitu indah di layar lebar.

​"Nggak nyangka orang-orang bisa merasa sedekat itu dengan kisah perjuangan aku. Terima kasih untuk semua yang terlibat di film ini, sudah memberikan experience yang luar biasa ini," ujar Kairi dengan bangga.


Suara untuk Generasi Tanpa Privilege

​Sutradara debutan Bernardus Raka, yang sebelumnya dikenal lewat karya visual puitisnya di musik video Hindia, Sal Priadi, dan Perunggu, menjelaskan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada realitas karakternya.

​"Saya mengangkat kisah ini karena perjuangan Kay di sini dekat sekali dengan kita. Seorang anak pekerja migran, lahir tanpa privilege, tapi bisa mewujudkan mimpinya yang sering sekali disepelekan, diremehkan banyak orang, termasuk orangtuanya sendiri. Kay adalah representasi dari kita semua yang berani bermimpi," tegas Bernardus Raka.


Dihadiri Berbagai Pihak

​Malam bertabur bintang ini dihadiri oleh jajaran Produser dan Eksekutif Produser: Giovanni Rahmadeva, M. Faisal Hibatullah, Nick Musa, Zhafran Solichin, Justin Widjaja, dan Angga Dwimas Sasongko.

​Tak ketinggalan, jajaran pemain lengkap juga ikut merayakan momen krusial ini, mulai dari Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, Ariyo Wahab, Mian Tiara, Dewa Dayana, Elly D. Lutan, hingga Basboi dan Ayastrophile. Menariknya, salah satu Brand Ambassador (BA) ONIC, Melati Sesilia, turut berakting di film ini dan ikut hadir memeriahkan malam Gala Premiere. Player Dwi Woii yang juga berperan di film ini pun turut hadir dan mendapat sambutan meriah dari para penggemar e-sport yang memadati venue.

Siap Mengguncang Bioskop Mulai 4 Juni 2026

​Dengan kesuksesan besar di malam Gala Premiere, Nobody Loves Kay siap membuktikan taringnya dan menginspirasi jutaan anak muda di seluruh Indonesia untuk memperjuangkan mimpinya. Rasa perjuangan itu semakin kuat dengan terlibatnya Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli yang menangani original scoring untuk film ini. Pastikan tidak melewatkan kisah pembuktian Kay yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

​Bagi yang ingin lebih dulu menyaksikan film ini bisa langsung mengamankan tiket Special Screening yang akan diadakan pada 30 Mei 2026 di Ciwalk XXI dan CGV 23 Paskal Shopping Center Bandung, serta di Cinepolis Plaza Medan Fair, Medan. Sementara pada 31 Mei 2026 diadakan di Puri XXI Jakarta dan Summarecon Mall Bekasi. Dapatkan tiketnya melalui M-Tix dan TIX ID atau melalui pembelian langsung di XXI, CGV dan Cinepolis.

​Segera amankan tiketmu dan ikuti akun sosial media resmi @nobodyloveskay untuk informasi terupdate, jadwal nonton bareng, dan konten eksklusif di balik layar.


Selasa, 26 Mei 2026

Melisa Darusman Hidupkan Kembali Lagu “Lady Sky” , Persembahkan Untuk Sang Idola Charly Van Houten, dan Babak Baru Perjalanan Penemuan Diri

 


Penyanyi Melisa Darusman secara resmi merilis single terbarunya, “Lady Sky”, sebuah karya yang lebih dari sekadar lagu. “Lady Sky” adalah ruang Melisa untuk pulang ke masa kecilnya, percakapan personalnya dengan sang idola, sekaligus pintu pertama menuju layer-layer dirinya yang selama ini belum sempat ia perdengarkan.

Diciptakan oleh Charly van Houten, salah satu musisi yang sejak kecil menjadi idola Melisa, “Lady Sky” adalah lagu yang sudah lama menemani perjalanan Melisa sebagai pendengar, jauh sebelum ia berdiri sebagai seorang penyanyi. Membawakan kembali lagu ini menjadi cara Melisa untuk terhubung dengan versi dirinya yang lebih muda, sekaligus menyalurkan rasa hormat dan cintanya pada karya sang idola.

Untuk menghidupkan “Lady Sky” dalam warna yang baru, Melisa bekerja sama dengan produser musik Vinnie Ananta dan Kamga sebagai vocal director. Kolaborasi ini menghasilkan aransemen yang segar dan playful, memberi ruang bagi sisi centil Melisa yang selama ini hanya dikenal oleh para penonton ketika ia tampil di atas panggung. Hasilnya adalah single yang ringan, riang, dan dapat dinikmati lintas usia maupun lapisan masyarakat.

Bagi Melisa, “Lady Sky” bukan sekadar tonggak musikal, ia juga merupakan penanda fase penyembuhan. Selama bertahun-tahun, ada banyak sisi dari diri Melisa yang tidak diizinkan untuk hadir, dan sebagian dari proses menemukan dirinya ditemani oleh kritik yang keras dan menyakitkan. “Dulu, banyak sisi dari saya yang rasanya tidak boleh keluar. Sebagian dari perjalanan saya untuk menemukan diri saya sendiri diiringi cacian yang sangat menyakitkan,” ujar Melisa. “Lady Sky adalah cara saya pelan-pelan berdamai dengan masa kecil saya. Lewat lagu ini saya merasa bisa terhubung kembali dengan Charly van Houten, idola saya, dan juga dengan versi diri saya yang dulu ingin sekali jadi biduan dan sangat mencintai dangdut dan musik melayu.”

Single ini menjadi pintu pertama untuk membuka satu per satu layer dari persona Melisa. Layer-layer berikutnya akan tergambar lebih utuh di album yang sedang dipersiapkan, namun melalui “Lady Sky,” Melisa ingin memberi ruang lebih dahulu bagi sisi playful dan ringan dari dirinya untuk hadir, dinikmati, dan dirayakan.

Perjalanan ini tidak ditempuh sendirian. Sebagai Executive Producer, Anggie Setia Ariningsih mendampingi Melisa membangun ruang yang aman untuk setiap layer dari dirinya hadir tanpa ditekan oleh ekspektasi siapa pun “Peran saya adalah memastikan setiap sisi dari Melisa, baik yang sudah dikenal publik maupun yang selama ini ia rasa tidak boleh ditampilkan, punya tempat untuk muncul dengan utuh,” ungkap Anggie. “Lady Sky adalah lapisan pertama yang kami buka bersama. Akan ada lebih banyak lapisan beda yang menyusul di album mendatang.”

Salah satu mimpi masa kecil Melisa adalah menjadi biduan. Kecintaannya pada dangdut ia jadikan acuan genre untuk “Lady Sky,” semangat dangdut, keinginan untuk menghibur seluruh lapisan masyarakat dengan kegembiraan yang tulus, terasa kuat dalam DNA single ini. Sebagai bentuk undangan kepada publik untuk ikut merayakan keceriaan “Lady Sky,” peluncuran ini juga disertai dengan dance challenge yang dapat diikuti penggemar di TikTok dan Instagram. Penggemar dapat menampilkan versi mereka sendiri dari challenge ini menggunakan tagar resmi yang akan diumumkan bersamaan dengan rilis lagu “Lady Sky” kini tersedia di seluruh platform digital, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music dan lainnya.



Drama Kolaborasi Asia Bertabur Bintang kiDnap GAME Siap Tayang di Viu pada Akhir 2026

 

Lee Joon Gi, Kentaro Sakaguchi, Alice Ko hingga Stanley Yau dari MIRROR bersatu dalam thriller lintas negara paling ambisius tahun ini

JAKARTA, 22 Mei 2026 – Viu siap menghadirkan salah satu drama Asia paling ambisius tahun ini lewat kiDnap GAME, serial thriller internasional hasil kolaborasi Hong Kong, Korea Selatan, dan Jepang yang dijadwalkan tayang pada kuartal keempat 2026.

Diproduksi oleh MakerVille (PCCW Media) bersama rumah produksi ternama Korea Selatan SimStory dan Fuji Television dari Jepang, kiDnap GAME menjadi proyek lintas negara berskala besar yang telah dipersiapkan selama tiga tahun.

Mengusung cerita penuh ketegangan, serial ini mengambil lokasi syuting di berbagai kota besar Asia, termasuk Hong Kong, Taipei, Seoul, Tokyo, Singapura, Bangkok, Manila, hingga Okinawa. Selain tayang di ViuTV Hong Kong, serial ini juga akan tersedia di platform Viu untuk penonton di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika Selatan.

Yang membuat kiDnap GAME semakin dinantikan adalah deretan cast lintas negara yang belum pernah disatukan sebelumnya.

Aktor Korea Selatan Lee Joon Gi, yang dikenal lewat Flower of Evil dan Again My Life, memerankan Han Ki-joo, seorang ahli bedah jenius yang terjebak dalam permainan mematikan.

Dari Jepang, Kentaro Sakaguchi aktor pemenang penghargaan yang juga dikenal lewat What Comes After Love berperan sebagai detektif elit Toshiro Niide.

Aktris Taiwan Alice Ko, dua kali peraih Golden Bell Awards, memerankan Christina, seorang influencer sekaligus ibu rumah tangga.

Hong Kong diwakili oleh Stanley Yau, anggota boy group fenomenal MIRROR, yang berperan sebagai pengacara korporasi multinasional bernama Andy.

Sementara itu, Singapura menghadirkan Carrie Wong sebagai Janice, seorang pramugari. Dari Filipina, aktor senior Joel Torre memerankan Miguel, seorang sopir taksi, dan Thailand menghadirkan Praew Narupornkamol Chaisang, yang dikenal lewat Master of the House, sebagai Ayun.

Secara premis, kiDnap GAME menawarkan konsep thriller yang intens.

Cerita dimulai ketika tujuh kasus penculikan mengejutkan terjadi secara bersamaan di tujuh kota berbeda di Asia. Saat perhatian media dunia tertuju pada kasus-kasus tersebut, keluarga para korban menerima email misterius dengan pesan mengerikan:

“Sejauh apa Anda bersedia melangkah untuk menyelamatkan orang yang Anda cintai? Hanya satu yang bisa selamat.”

Tujuh orang asing dari latar belakang, negara, dan keyakinan berbeda pun mendadak terhubung dalam permainan brutal yang memaksa mereka menjalankan misi masing-masing demi bertahan hidup.

Siapa dalang di balik semuanya? Dan mengapa hanya satu orang yang ditakdirkan selamat?

Dengan skala produksi lintas negara, ensemble cast papan atas Asia, serta premis thriller yang penuh misteri, kiDnap GAME diproyeksikan menjadi salah satu original title Asia yang paling banyak diperbincangkan saat tayang nanti.

Senin, 25 Mei 2026

The Beauty, Fashion, and Fragrance Festival (BFF Festival) Tahun Kedua: Kembalinya Kolaborasi Dunia Kecantikan & Fashion Indonesia

 

Setelah sukses di selenggarakan perdana Agustus 2025 lalu, The BFF Festival kembali menyapa dengan keterlibatan deretan brand favorit lintas kategori

Jakarta, 21 Mei 2026 – Kesuksesan The BFF Festival dalam menghadirkan pengalaman lintas industri yang mempertemukan pelaku kecantikan, fashion, fragrance, dan lifestyle di tahun perdananya, menjadikan festival ini kembali diselenggarakan pada tahun 2026.

Didirikan oleh Hanifa Ambadar dan Novita Imelda, dua sosok yang telah berkecimpung selama hampir dua dekade di industri kecantikan Indonesia, The BFF Festival lahir dari kebutuhan akan sebuah platform yang mampu mempertemukan berbagai brand berkualitas dengan audiens yang lebih luas dan apresiatif. Di tengah pesatnya pertumbuhan industri beauty dan fashion, tantangan yang dihadapi para pelaku industri masih terus berkembang, mulai dari persaingan harga, dominasi produk fast fashion, hingga kebutuhan membangun koneksi yang lebih bermakna dengan konsumen.

Melihat antusiasme besar pada penyelenggaraan sebelumnya di tahun 2025, The BFF Festival 2026 hadir dengan pengalaman yang lebih kaya. Festival ini kembali menjadi ruang dinamis bagi brand kecantikan, fashion, dan lifestyle untuk berkolaborasi, memperluas pasar, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan inspiratif bagi pengunjung.

Pendekatan Lebih Relevan, Suasana yang Tetap Nyaman Meski sama-sama menjadi bagian erat dari gaya hidup modern, industri kecantikan dan fashion di Indonesia hingga kini masih kerap bergerak dalam ekosistem yang berjalan sendiri-sendiri. Tidak sedikit konsumen brand kecantikan lokal yang belum akrab dengan jenama fashion dalam negeri, begitu pula sebaliknya. Padahal, keduanya memiliki keterhubungan yang kuat dalam membentuk identitas dan ekspresi personal.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang menjadikan online shopping sebagai bagian dari keseharian, pengalaman berbelanja secara offline nyatanya tetap memiliki nilai yang tak tergantikan. Ada pengalaman sensori dan emosional yang hanya dapat dirasakan ketika konsumen hadir secara langsung, mulai dari menyentuh material pakaian, mengamati detail craftsmanship pada tas dan sepatu, hingga menemukan aroma wewangian yang benar-benar merepresentasikan karakter dan preferensi diri.

Lebih dari sekadar transaksi, pengalaman tersebut mendorong proses konsumsi yang lebih personal, sadar, dan tepat sasaran. Konsumen tidak hanya membeli produk karena tren sesaat, melainkan memilih sesuatu yang benar-benar memiliki relevansi dan nilai dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini, banyak brand lokal tengah menghadapi tekanan besar, mulai dari penurunan pendapatan, melemahnya daya beli masyarakat, hingga lonjakan harga bahan baku yang kian membebani. Berangkat dari situasi tersebut, BFF Festival hadir sebagai ruang kolaborasi yang ingin merangkul para brand lokal dan mempertemukan mereka lebih dekat dengan konsumen, demi menciptakan ekosistem yang saling mendukung sekaligus memperkuat roda perekonomian bersama.

Hanifa Ambadar selaku co-founder mengungkapkan, “Saat banyak brand sedang menghadapi masa yang challenging, BFF Festival ingin menjadi ruang yang membawa optimisme, tempat di mana brand, komunitas, media dan tentunya konsumen bisa kembali terhubung dan saling menguatkan. Kami percaya industri kreatif lokal akan selalu punya masa depan yang cerah selama kita terus bergerak bersama.”

Kembali hadir di Jakarta International Convention Center (JICC), venue yang iconic untuk berbagai acara berskala internasional, BFF Festival menghadirkan pengalaman festival yang nyaman, terkurasi, dan menyenangkan. Lokasi ini dipilih untuk menciptakan atmosfer yang megah namun tetap hangat dan dinamis sebagai ruang bertemunya kreativitas, inspirasi, dan komunitas.


Apa Saja yang Dihadirkan oleh The BFF 2026?

● Pameran kurasi yang menampilkan 200 merek kecantikan, fashion, dan wewangian berkualitas di Indonesia. Nama-nama besar di industri kecantikan seperti Make Over,Avoskin, BLP Beauty, Buttonscarves Beauty, Luxcrime, Wet Brush, Guele, Skin Dewi, Dew It, Tulus Skin, ESQA, Glowell, hingga Sozo Skincare akan hadir di acara ini.

Dari ranah wewangian, pengunjung bisa menemukan Etre, Personal Chemistry, Citizens of The World, Scents of Pluto, Astree, Scent of Jarte, hingga Maison Garnet. Untuk kategori fashion, deretan label ternama seperti IKYK, Ria Miranda, Ella & Glo, Alex[a]lexa, BLZR ID, HSF Eyewear, Calla The Label, Dama Kara, Shaddy, Buttonscarves, NASL, White Noise, Khanaan, hingga TS The Label by Tities Sapoetra turut meramaikan acara.

●Pertunjukan trunk show yang menggabungkan narasi fashion dan kecantikan.

● Deretan workshop interaktif, edukatif, dan diskusi panel dengan para ahli di industri.

● Kesempatan networking untuk memicu kolaborasi antara merek, kreator, dan konsumen.

● Pertunjukan musik dan entertainment yang menarik dari HIVI!, Sivia Azizah, hingga Rapot (Reza Chandika, Radhini, Ankatama, dan Natasha Abigail).

Acara ini tidak akan mungkin terwujud tanpa kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki semangat dan visi yang sejalan dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia. Kami meyakini bahwa sebuah festival tidak hanya dibangun oleh ide, tetapi juga oleh sinergi yang kuat antar mitra yang percaya pada kekuatan kreativitas, komunitas, dan pengalaman yang bermakna. Dalam perjalanan ini, kami merasa sangat bangga dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Bank Mandiri sebagai sponsor utama yang menjadi salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan BFF Festival.

Dukungan dari Bank Mandiri diwujudkan melalui penyediaan layanan keuangan yang komprehensif untuk menghadirkan pengalaman spesial yang selaras dengan semangat melayani sepenuh hati. Tidak hanya menghadirkan layanan transaksi yang menyeluruh, Bank Mandiri juga menawarkan berbagai program menarik bagi pengunjung, mulai dari cashback transaksi, bonus Livin’ Poin, penukaran struk belanja dengan merchandise dan Livin’ Poin, program raffle berhadiah, hingga pengalaman interaktif di Mandiri Looping for Life.

Bagi pengunjung yang belum menjadi nasabah, Bank Mandiri turut menyediakan program akuisisi berupa cashback hingga Rp200 ribu untuk pembukaan Tabungan NOW dan aktivasi

Livin’, serta welcome bonus hingga Rp1,5 juta dan bebas biaya membership hingga 1 tahun untuk pembukaan Mandiri Kartu Kredit. Seluruh inisiatif ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih seamless, relevan, dan terintegrasi.

Senior Vice President Digital Marketing Group Bank Mandiri, Diah Eka Purwanti mengatakan, kolaborasi perdana dengan The BFF Festival 2026 merupakan langkah strategis Bank Mandiri dalam memperluas engagement dengan ekosistem lifestyle dan creative commerce yang terus bertumbuh di Indonesia. Melalui BFF Festival, Bank Mandiri melihat hadirnya ekosistem yang kuat dan saling terhubung antara brand, pelaku usaha kreatif, komunitas, hingga konsumen dalam satu pengalaman yang lebih interaktif dan dekat dengan gaya hidup masyarakat saat in

“Sebagai bagian dari ekosistem penggerak negeri, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi finansial yang tidak hanya mendukung transaksi, tetapi juga memperkuat pertumbuhan industri kreatif secara menyeluruh. Melalui peran sebagai strategic banking partner, kami menghadirkan layanan dan ekosistem pembayaran digital yang seamless, aman, dan mudah diakses, sehingga mendorong terciptanya keunggulan yang berkelanjutan bagi seluruh pelaku industri,” ujarnya.

Melalui keterlibatan ini, Bank Mandiri memperkuat perannya sebagai ekosistem penggerak negeri yang tidak hanya menyediakan layanan finansial, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi brand untuk meningkatkan engagement, memperluas pasar, dan bertumbuh bersama dalam ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kompetitif. Seluruh inisiatif ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang semakin relevan, modern, dan seamless bagi masyarakat.


Detail Acara

Tanggal: 28-31 Mei 2026, Pukul 10.00 - 21.00 WIB

Lokasi: Jakarta International Convention Center Hall B

Jl. Gatot Subroto, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270, Tiket dan informasi pembelian tersedia di thebfffestival.com dan Sukha - Livin’ by Mandiri.

Ikuti BFF di Instagram @thebfffestival untuk update, bocoran eksklusif, dan konten menarik lainnya

Minggu, 24 Mei 2026

Lomba Sihir Hadirkan ‘Melompat Lebih Tinggi’, Lagu Ikonik Sheila On 7 yang Tetap Relevan Lintas Generasi

 

Lomba Sihir kembali menghadirkan kejutan lewat interpretasi baru dari lagu legendaris ‘Melompat Lebih Tinggi’, karya ikonik milik Sheila On 7. Lagu ini menjadi rilisan pembuka dari proyek “Reka Ulang: Karya dan Komposisi Lagu Terbaik”, sebuah inisiatif dari Sony Music Entertainment Indonesia yang bertujuan menghidupkan kembali karya-karya legendaris Indonesia melalui sentuhan musisi generasi baru.

Bagi Lomba Sihir, membawakan ulang lagu ciptaan Eross Candra bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tantangan yang menyenangkan. Sebagai band yang tumbuh bersama lagu-lagu Sheila On 7, ‘Melompat Lebih Tinggi’ telah menjadi bagian dari memori kolektif mereka sejak lama. Karena itu, menghadirkan versi baru dari lagu tersebut terasa seperti sebuah perjalanan emosional yaitu antara rasa hormat terhadap karya aslinya dan keinginan untuk memberikan identitas musikal mereka sendiri. “Terhormat dan merupakan tantangan besar sekaligus menarik untuk Lomba Sihir untuk memberikan karakter baru untuk lagu yang ikonik,” ujar Lomba Sihir mengenai keterlibatan mereka dalam proyek ini.

Alih-alih mengubah lagu secara drastis, Lomba Sihir memilih untuk membawa warna musikal mereka sendiri ke dalam ‘Melompat Lebih Tinggi’. Eksplorasi aransemen dilakukan dengan pendekatan yang lebih khas Lomba Sihir, namun tetap mempertahankan ruh utama lagu tersebut. Bagi mereka, proses pengerjaan lagu ini justru membuktikan satu hal penting: lagu yang benar-benar kuat akan tetap terasa istimewa dalam balutan aransemen apa pun.

“Serunya mengerjakan lagu ini adalah kita jadi bisa tahu bahwa lagu bagus mau diaransemen seperti apa pun akan tetap bagus. Jadi kita memilih untuk mencoba memberikan rasa Lomba Sihir di lagu yang sudah terlampau bagus ini,” lanjut mereka. Salah satu elemen yang tetap dipertahankan dalam versi terbaru ini adalah riff gitar ikonik di bagian tengah lagu. Menurut Lomba Sihir, bagian tersebut sudah menjadi identitas yang tak terpisahkan dari ‘Melompat Lebih Tinggi’. “Solonya Mas Eross memang padanannya di lagu ini. Harus dimainkan persis seperti aslinya, kalau nggak, bukan ‘Melompat Lebih Tinggi’ namanya.”

Lewat interpretasi baru ini, Lomba Sihir tidak hanya menghadirkan nostalgia bagi para pendengar lama, tetapi juga membuka jalan bagi generasi baru untuk kembali mengenal salah satu lagu paling berpengaruh dalam perjalanan musik pop Indonesia. Dengan karakter musikal mereka yang eksploratif dan relevan dengan lanskap musik saat ini, ‘Melompat Lebih Tinggi’ versi Lomba Sihir hadir sebagai bentuk penghormatan yang tetap terasa personal, hangat, dan dekat dengan identitas mereka sendiri.

Pada akhirnya, perilisan ‘Melompat Lebih Tinggi’ menjadi pengingat bahwa lagu-lagu yang tumbuh bersama sebuah generasi akan selalu menemukan cara untuk hidup kembali. Melintasi batas waktu, usia, dan pendengarnya. Dan lewat tangan Lomba Sihir, lagu ini kembali melompat lebih tinggi menuju generasi yang baru. ‘Melompat Lebih Tinggi’ versi Lomba Sihir sudah tersedia di seluruh digital streaming platform mulai 22 Mei 2026.

Sabtu, 23 Mei 2026

All Women Project! Palari Films Memperkenalkan Pemeran & Sineas Film Desember Jani yang Seluruhnya Perempuan dari Lintas Generasi

 

Film Desember Jani tayang jelang Hari Ibu pada Desember 2026 di bioskop Indonesia


Jakarta, 22 Mei 2026 — Setelah merayakan 1 Dekade perjalanan Palari Films, rumah produksi yang telah banyak memenangkan penghargaan dan judul-judul yang banyak diminati penonton Indonesia, kini Palari Films memperkenalkan judul film terbarunya, Desember Jani (Jani Be Good). Film ini semakin menarik karena menjadi All Women Project yang ditulis, diproduseri,disutradarai, dan diperankan oleh semuanya perempuan.

Film Desember Jani disutradarai oleh sutradara dan seniman visual Ariani Darmawan, sekaligus menjadikan film ini sebagai debut feature nya. Naskah film ini ditulis oleh Cyntha Hariadi, novelis dan penyair pemenang penghargaan yang juga untuk pertama kalinya menulis naskah film.

Sementara itu, Meiske Taurisia, menjadi produser di film ini, yang semakin memperkuat jajaran suara perempuan dalam ceritanya. Meiske memproduseri film ini bersama Muhammad Zaidy.

Film Desember Jani juga menggabungkan jajaran ansambel aktris yang unik dan kuat, berasal dari pemeran perempuan lintas generasi. Film ini dibintangi oleh Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan debut layar lebar Hyori Mika.

“Ini adalah film pertama Palari Films yang sangat perempuan. Seluruh pembuatnya hingga pemerannya adalah perempuan, dengan cerita yang juga sangat dekat dengan perempuan, terutama untuk seorang ibu dan anak perempuan,” ujar produser Meiske Taurisia.

Film Desember Jani berkisah tentang tiga generasi perempuan dalam satu rumah yang hampir kehilangan cara untuk saling bicara, hingga yang paling muda, Jani (13 tahun), memilih menjadi jembatan yang menyambungkan kembali. Film ini mengangkat tema yang dekat dengan keseharian keluarga Indonesia: jarak emosional antargenerasi, cinta yang hadir dalam diam, dan keberanian untuk memulai kembali.

“Ini adalah proyek yang luar biasa, bersama Palari Films, saya mengeksplorasi gagasan kreatif dengan lebih leluasa. Memanfaatkan Bandung sebagai sepenuhnya latar di film ini, yang juga punya nilai sentimental tersendiri untuk saya. Bersama jajaran pemeran perempuan di film ini kami meramu kisah yang akan menghangatkan menjelang akhir tahun nanti,” ujar sutradara Ariani Darmawan.

Empat pemeran perempuan di film ini masing-masing membawa lapisan emosi yang berbeda. Tutie Kirana memerankan Oma, perempuan berusia 75 tahun yang mengungkapkan cinta lewat tindakan, bukan kata-kata. Sigi Wimala memerankan Winnie, seorang ibu yang menyimpan rasa bersalah yang tak pernah terucapkan. Hyori Mika memerankan Julia, anak yang pergi dan belum tahu cara pulang.

Chempa Puteri memerankan Jani, anak 13 tahun yang melihat retaknya keluarga lebih jelas dari siapapun, dan memilih untuk menjadi yang pertama bergerak.

Bagi aktris Sigi Wimala, yang cukup lama menepi dari layar lebar, bergabung dengan film Desember Jani seperti menemukan keluarga baru. “Kami diberi waktu untuk berkumpul bersama sebagai keluarga itu cukup lama. Jadi semuanya dibangun secara organik. Tanpa diburu-buru dan dipaksakan. Jadi pas kami syuting sudah sangat nyaman,” ujar Sigi Wimala.

Desember Jani adalah film kesekian bagi Chempa Puteri, namun untuk pertama kalinya Chempa dipercaya sebagai pemeran utama. “Untuk persiapannya, aku latihan chemistry dengan Mama Sigi, Oma Tutie, Ibu Rani sebagai sutradara, dan Bu Dede sebagai produser. Aku belajar banyak dari orang-orang hebat di film ini dan mendapatkan ilmu yang berharga,” ujar Chempa Puteri.

Sementara itu, ada kisah menarik di balik pemilihan Hyori Mika. Mulanya, sang sutradara melihat akting Hyori dalam sebuah iklan di kereta api. Saat itu, ia pun meminta tim casting untuk mencari Hyori Mika dan akhirnya ia memerankan Julia di film panjang debutnya.

“Senang rasanya dipercaya untuk memerankan karakter Julia di film ini. Anak sulung yang memutuskan pergi dari rumah karena tidak didengar. Film ini jadi perjalanan awalku di dunia film, dan semoga karakterku juga bisa mewakili penonton yang merasakan keresahan sama tentang boundaries dan mereka yang lagi mencari jati diri,” ujar Hyori Mika.

Tutie Kirana, legenda perfilman Indonesia yang telah mewarnai perfilman sejak era ‘70-an dan telah meraih 5 nominasi Piala Citra FFI, bergabung menjadi karakter yang menguatkan dinamika keluarga di film ini. Bagi Tutie, film ini adalah gambaran tentang perempuan-perempuan yang berdaya.

“Saya memerankan Oma Peggy, sosok yang sudah lanjut usia tapi masih bikin usaha lumpia. Sebagai perempuan memang harus berdaya, bahkan di saat sudah lanjut usia. Di film ini, bersama perempuan-perempuan yang sangat berdaya, menjadikan semuanya satu kesatuan di dalam ceritanya,” ujar Tutie Kirana.

Desember, Jani akan hadir di bioskop tepat menjelang Hari Ibu, 22 Desember 2026, sebuah momen yang terasa pas untuk sebuah film tentang perempuan, keluarga, dan cinta yang butuh waktu untuk menemukan suaranya.

***


Tentang Palari Films

Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”.

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah “Kabut Berduri” (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya “Dear David” (2023), omnibus “Piknik Pesona” (2022), “Ali & Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018), “Posesif” (2017). 

Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Jumat, 22 Mei 2026

Badut Gendong ‘Hidup’ di Epicentrum! Intip Kengerian Gala Premiere Monster Baru di Universe Qodrat


Jakarta, 22 Mei 2026 – Mendekati hari penayangannya yang sudah sangat dinantikan, MAGMA Entertainment secara resmi menggelar acara Press Screening dan Gala Premiere untuk film horor-aksi terbarunya, Badut Gendong. Film yang lahir dari perluasan semesta Cross-Universe Qodrat ini sukses menggelar karpet merahnya di Epicentrum XXI, Jakarta, pada hari ini, Jumat, 22 Mei 2026.

Acara pemutaran perdana ini berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh produser Linda Gozali, sutradara Charles Gozali, serta seluruh jajaran pemain, di antaranya Marthino Lio, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, Totos Rasiti, Akbar Kobar, Vonny Anggraini, hingga aktor senior Jose Rizal Manua.

Badut Gendong Sebagai Kreasi yang Menantang

Dalam acara ini, sutradara Charles Gozali mengungkapkan bahwa sosok antagonis baru ini merupakan salah satu kreasi paling menantang sepanjang kariernya.

“Badut Gendong adalah salah satu karakter paling kompleks yang pernah saya ciptakan. Berangkat dari dualitas rasa cinta dan kebencian yang mendalam, karakter ini akan menjadi pemain yang sangat menarik sekaligus berbahaya di dalam semesta Qodrat,” jelas Charles.

Komitmen total untuk menghadirkan kualitas visual dan narasi yang premium juga ditegaskan oleh sang produser. Linda Gozali membeberkan bahwa film ini menuntut dedikasi yang luar biasa dari sisi produksi.

“Ini adalah proyek pertama MAGMA yang overbudget, namun keputusan tersebut harus kami ambil karena kami sepenuhnya percaya pada kekuatan cerita serta masa depan jangka panjang dari karakter Badut Gendong ini,” ungkap Linda.

Epicentrum Jadi Saksi Dimulainya Teror Badut Gendong

Kengerian film tidak hanya tersaji di dalam studio bioskop, tetapi sengaja dihidupkan di area lobby Epicentrum XXI. MAGMA Entertainment menyulap lokasi Gala Premiere dengan dekorasi yang mencekam untuk menyambut para tamu undangan.

Mulai dari deretan toples kaca berisi replika wajah manusia yang dikuliti secara sadis, hingga pameran properti prostetik asli yang digunakan selama proses syuting, semuanya dihadirkan demi memberikan pengalaman teror yang nyata sejak pertama kali melangkah masuk.

Aktor utama semesta Qodrat, Vino G. Bastian, yang turut hadir dan menyaksikan kegilaan film ini memberikan apresiasinya. "MAGMA tidak main-main dalam memperluas Semesta Qodrat. Badut Gendong ini bukan sekadar horor yang menjual kaget, tapi aksi dan intensitas terornya sangat terasa. Marthino Lio luar biasa membawakan karakter yang kompleks ini. Sebagai 'kakak' dari semesta ini, saya bangga dan sekaligus ngeri melihat ancaman baru yang diciptakan Charles Gozali ini," puji Vino.

Film Badut Gendong siap menghantui dan menguji nyali seluruh pencinta film horor di bioskop tanah air mulai 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran Idul Adha. Segera amankan tiket Anda dan ikuti perkembangan informasi terbarunya melalui akun media sosial resmi di @magmaent dan @badutgendong

20 Tahun Kemudian, RAN Kembali ke “Pandangan Pertama” Lewat Super Remake Music Video


 

Jakarta, 22 Mei 2026 — Tahun 2026 menjadi perjalanan yang penuh makna bagi RAN. Setelah sukses menggelar musikal “Pandangan Pertama” bersama Jakarta Movin dan Seraya Live pada April lalu, perjalanan menuju 20 tahun berkarya yang akan dirayakan November nanti kini kembali diperkuat lewat sebuah langkah yang terasa sangat personal, merilis super remake music video “Pandangan Pertama” yang dibuat hampir identik dengan versi aslinya pada tahun 2006.

Jika musikal “Pandangan Pertama” menjadi cara RAN merayakan perjalanan mereka lewat panggung teater, maka remake music video ini adalah cara mereka kembali menatap titik awal yang memulai semuanya. Bagi RAN, “Pandangan Pertama” bukan hanya lagu pertama. Lagu itu adalah fondasi.

Sebuah titik nol yang tanpa mereka sadari perlahan mengubah hidup tiga anak SMA menjadi salah satu grup musik dengan perjalanan paling panjang diIndonesia.

Dan dua puluh tahun kemudian, mereka memutuskan untuk kembali ke sana.

“Kita nggak pernah benar-benar meninggalkan lagu ini,” kata Nino. “Semakin dewasa, kita justru makin sadar kalau hidup kita berubah karena satu lagu ini. Yang dulu terasa sederhana, sekarang rasanya sakral banget.

Namun menariknya, music video “Pandangan Pertama” yang selama ini dikenal banyak orang ternyata bukan diunggah dari akun YouTube resmi RAN sendiri.

Di era awal 2000-an, ketika YouTube bahkan belum menjadi platform utama seperti sekarang, music video dibuat sebagai syarat agar lagu bisa tayang di televisi musik nasional. RAN pun membuat video klip “Pandangan Pertama” untuk kebutuhan promosi saat itu. Tapi ketika era digital mulai berubah dan YouTube menjadi rumah baru bagi video musik, mereka justru lupa mengunggah video tersebut ke akun resmi mereka sendiri.

Lucunya, video itu kemudian hidup sendiri di internet setelah diunggah oleh seseorang yang bahkan sampai hari ini tidak pernah mereka kenal.

“Jadi selama bertahun-tahun orang nonton MV ‘Pandangan Pertama’ dari upload-an orang random yang bahkan kita nggak tahu siapa,” cerita Nino sambil tertawa. “Dan anehnya, itu justru jadi bagian dari sejarah lagu ini.”

Karena itulah ketika memutuskan membuat ulang music video tersebut, RAN tidak ingin membuat versi modern yang terlalu berbeda. Mereka justru ingin menghadirkan ulang rasa yang sama. Hampir semua detail dibuat semirip mungkin dengan video klip aslinya mulai dari wardrobe, styling, angle kamera, gestur, hingga tone visualnya.

“Kita benar-benar sampai nonton frame per frame video lama buat memastikan semuanya terasa familiar,” ujar Rayi. “Ini bukan tentang memperbaiki masa lalu, tapi menghormati awal yang membentuk kita.”

Asta mengaku proses remake ini justru terasa lebih emosional dibanding yang mereka perkirakan sebelumnya.

“Ada momen waktu syuting di mana kita tiba-tiba diem sendiri karena kayak ketemu versi muda diri kita. Semua memori itu balik lagi,” kata Asta. “Dan ternyata setelah 20 tahun, chemistry itu masih ada.”

Di balik proses yang penuh detail tersebut, ada satu cerita kecil yang paling membuat mereka tertawa selama syuting berlangsung.

Pada music video original tahun 2006, Nino ternyata memakai sepatu “Nike KW” karena saat itu mereka belum punya banyak uang untuk kebutuhan styling video klip.

Dan ketika tim produksi mencoba mencari sepatu yang sama untuk kebutuhan remake versi 2026, mereka akhirnya menemukan bahwa versi original sepatu tersebut memang ada, hanya saja sangat langka dan sulit ditemukan hari ini.

“Pas kita cari lagi, ternyata ada versi originalnya, cuma susah banget dicari karena emang udah langka,” kata Nino sambil tertawa. “Tapi lucunya, karena dulu gue pakainya yang KW, akhirnya demi akurasi sejarah… gue beli yang KW lagi.”

Meski dipenuhi cerita-cerita hangat dan nostalgia personal, remake “Pandangan Pertama” tetap menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekadar mengulang masa lalu berhenti.

Setelah musikal yang sukses membawa “Pandangan Pertama” ke panggung teater, remake music video ini menjadi langkah berikutnya menuju perayaan 20 tahun RAN pada akhir tahun nanti.

“Kami nggak melihat ini sebagai comeback,” tambah Nino. “Karena buat kami, perjalanan itu nggak pernah berhenti. Ini cuma kelanjutan dari langkah yang sudah dimulai sejak ‘Pandangan Pertama’.”

Dan seperti lagu yang terus menemukan pendengarnya selama dua dekade terakhir, RAN pun percaya bahwa perjalanan mereka masih akan terus berlari.

“Dua puluh tahun bukan garis akhir,” tutup Nino. “Ini cuma pengingat kalau semuanya dimulai dari satu pandangan pertama, dan sejak saat itu kita nggak pernah berhenti jalan bareng.”


Tentang RAN

RAN adalah grup musik asal Jakarta yang telah berkarya sejak 2006. Terdiri dari Rayi, Asta, dan Nino, mereka dikenal lewat musik pop, R&B, soul, dan funk yang ringan di telinga tapi dalam di rasa. Dengan formasi yang tidak pernah berubah sejak hari pertama, RAN telah menemani dua generasi pendengar Indonesia melewati momen-momen paling personal dalam hidup mereka dan di tahun 2026 ini, perjalanan itu memasuki babak yang kedua puluh.


Info Media Sosial resmi RAN:

YouTube RAN

: https://www.youtube.com/@RANforyourlife

Instagram RAN

: https://www.instagram.com/ranforyourlife/

Instagram Rayi

: https://www.instagram.com/rayiputra26/

Instagram Asta

: https://www.instagram.com/astaandoko/

Instagram Nino

: https://www.instagram.com/ninokayam/


Kamis, 21 Mei 2026

Jelang Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 27 Mei 2026, Film SUAMIKU LUKAKU Semakin Menegaskan Diri Bukan Sekadar Film, tapi Ajakan untuk Memecahkan Kesunyian


Ajak publik bersama-sama memecahkan kesunyian dan menyuarakan stop KDRT melalui kampanye gerakan #memecahkankesunyian


Jakarta, 20 Mei 2026 – Menjelang penayangannya di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026, film terbaru produksi SinemArt, SUAMIKU LUKAKU, menegaskan posisinya bukan hanya sekadar sebuah film drama, tetapi juga sebuah gerakan sosial yang mengajak publik untuk lebih peka terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan dalam relasi, baik yang terlihat secara fisik maupun non-fisik, yang meninggalkan luka yang terlihat maupun luka emosional mendalam yang jarang sekali terlihat.

Selama rangkaian menuju penayangan film, SUAMIKU LUKAKU telah menghadirkan berbagai kegiatan sebagai bentuk aksi nyata untuk membuka ruang percakapan mengenai isu yang selama ini kerap dianggap tabu. Mulai dari Psychology Talkshow & Public Discussion, program Goes to Campus, rangkaian “Nonton Duluan” di berbagai kota, hingga kampanye turun ke jalan melalui gerakan #memecahkankesunyian di Car Free Day secara serentak di 5 kota besar Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat utama film ini, yaitu mengajak masyarakat untuk lebih berani melihat, mendengar, dan tidak lagi berpaling dari kekerasan yang sering tersembunyi di balik citra keluarga harmonis.

“Film ini kami hadirkan bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membangkitkan kesadaran. Banyak korban kekerasan hidup dalam ketakutan dan merasa sendirian karena lingkungan di sekitarnya memilih diam. Melalui SUAMIKU LUKAKU, kami ingin menyampaikan bahwa diam bukan lagi jawaban. Ada cara untuk membantu, ada ruang untuk bersuara, dan ada harapan untuk bangkit. 

Semoga film ini bisa membuka lebih banyak hati dan pikiran masyarakat agar semakin peduli terhadap isu kekerasan dalam relasi,” ujar Executive Producer David Suwarto.

Disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi, serta ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu, SUAMIKU LUKAKU mengangkat kisah AMINA (Acha Septriasa), seorang ibu yang hidup dalam ketakutan bersama IRFAN (Baim Wong), sosok motivator publik yang terlihat baik di mata masyarakat namun penuh kekerasan di dalam rumah. Saat kondisi putri mereka, NADIA (Azkya Mahira), memburuk, Amina mulai menghadapi pilihan terbesar dalam hidupnya: tetap diam atau melawan demi masa depan dirinya dan anaknya.

Produser sekaligus sutradara Ssharad Sharaan mengatakan bahwa film ini dibangun dari kenyataan yang selama ini sering disembunyikan oleh banyak orang. “Kami ingin memperlihatkan bahwa kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk luka fisik. Ada kata-kata, tekanan, rasa takut, dan kontrol yang perlahan menghancurkan seseorang dari dalam. Yang paling menyakitkan sering kali justru terjadi ketika tidak ada seorang pun yang mau percaya atau mau mendengar. Karena itu, film ini bukan hanya tentang penderitaan Amina, tetapi tentang bagaimana keberanian untuk bersuara bisa menjadi awal perubahan,” ujar Ssharad Sharaan.

Bagi Acha Septriasa, memerankan karakter Amina menjadi pengalaman yang membuka pemahaman baru tentang kompleksitas korban kekerasan dalam relasi. “Amina membuat saya memahami bahwa banyak korban sebenarnya sadar mereka terluka, tetapi mereka terjebak dalam rasa takut, tekanan sosial, dan harapan bahwa semuanya akan berubah. Yang paling penting dari karakter ini adalah bagaimana ia akhirnya memilih dirinya sendiri dan anaknya untuk keluar dari lingkaran tersebut. Saya berharap penonton bisa ikut merasakan bahwa keberanian sekecil apa pun tetap berarti,” ungkap Acha Septriasa.

Sementara itu, Baim Wong mengungkapkan bahwa karakter Irfan menjadi pengingat bahwa pelaku kekerasan tidak selalu tampak buruk di depan publik. “Yang membuat karakter Irfan terasa mengerikan justru karena dia terlihat normal, dihormati, bahkan dipercaya banyak orang. Itu yang sering terjadi di dunia nyata. Kekerasan bisa tersembunyi di balik citra baik seseorang. Saya berharap karakter ini bisa membuat penonton lebih sadar untuk tidak mudah menutup mata terhadap apa yang mungkin terjadi di sekitar mereka,” ujar Baim Wong.

Terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, SUAMIKU LUKAKU hadir sebagai cerita tentang luka yang tidak selalu terlihat, tentang keberanian untuk bersuara, dan tentang pentingnya dukungan lingkungan bagi korban kekerasan dalam relasi.

Original soundtrack “Aku Bangkit” yang dibawakan oleh Kris Dayanti dan ballad version-nya yang dibawakan oleh Chae Yeon, penyanyi asal Korea Selatan, turut menjadi penguat emosi perjalanan Amina tentang luka, keberanian, dan proses untuk bangkit.

Tonton film SUAMIKU LUKAKU di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.


SINOPSIS

Suamiku Lukaku bercerita tentang Amina (Acha Septriasa), seorang ibu yang menjalani kehidupan yang sulit, menikah dengan Irfan (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di depan orang lain, tapi menakutkan di dalam rumah. Saat kondisi anak mereka, Nadia (Azkya Mahira), semakin memburuk dan nyawanya terancam, Amina harus bertahan dalam kekerasan dan ketakutan setiap hari, tanpa ada yang benar-benar melihat penderitaannya. Ketika ia bertemu Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan, muncul harapan untuk 

bebas. Tapi kebebasan selalu ada harganya. Di dunia di mana kebenaran harus dibayar mahal, seberapa jauh seorang ibu akan berjuang demi anaknya.

The Other Sister Tayang 29 Mei, MAXstream TV dan iQIYI Hadirkan Drama Misteri yang Dekat dengan Realita Relasi Masa Kini

 

Kolaborasi strategis ini memperluas akses konten lokal berkualitas dan menghadirkan pengalaman menonton yang relevan, emosional, dan penuh kejutan bagi pelanggan


​JAKARTA, 21 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hiburan yang tidak hanya menghibur tetapi juga relevan secara emosional, MAXstream TV bersama iQIYI menghadirkan original series Indonesia Bercinta Dengan Maut (The Other Sister). Series ini dijadwalkan tayang mulai 29 Mei 2026 dan membawa kisah misteri yang membumi, dengan konflik keluarga, identitas, serta dinamika relasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran konten ini diharapkan dapat memberikan pilihan tontonan yang lebih bermakna bagi pelanggan. Inisiatif ini juga menjadi respon terhadap tren konsumsi konten digital yang semakin personal dan story-driven.

​Melalui cerita yang kuat dan atmosfer yang intens, The Other Sister menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam menghadirkan pengalaman hiburan digital yang lebih dari sekadar tontonan. Cerita dirancang untuk membangun keterlibatan penonton secara bertahap melalui narasi yang berlapis dan karakter yang kompleks. Pendekatan ini memungkinkan pelanggan menikmati pengalaman menonton yang lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, pelanggan tidak hanya terhibur tetapi juga merasa terhubung dengan cerita yang disajikan.

​VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, mengatakan, “Telkomsel memahami kebutuhan pelanggan akan hiburan yang relevan dan mudah diakses. pelanggan menjadi fokus utama dalam setiap inovasi layanan digital yang dihadirkan, sehingga setiap produk dan konten yang diluncurkan mampu memberikan nilai tambah yang nyata. Melalui kolaborasi ini, Telkomsel berupaya menghadirkan pengalaman menonton yang personal dan berkualitas sebagai bagian dari komitmen Melayani Sepenuh Hati.”

​Serial ini mengikuti perjalanan Raya (Haico Van Der Veken) yang berupaya mengungkap kebenaran di balik kematian misterius saudara kembarnya, Anna. Dalam prosesnya, Raya menyamar menjadi Anna untuk masuk ke dalam keluarga Ardiano yang dikenal memiliki kekuatan politik serta menyimpan banyak rahasia. Situasi ini menghadirkan berbagai konflik emosional, dilema moral, dan ketegangan psikologis yang terus berkembang di setiap episode.

​Dibintangi oleh Haico Van Der Veken, Maxime Bouttier, Dinda Kirana, dan Teuku Rassya, The Other Sister menghadirkan performa akting yang kuat dengan karakter yang memiliki lapisan moral yang kompleks. Setiap karakter dirancang untuk merepresentasikan sisi manusia yang realistis, termasuk kelemahan, ambisi, dan konflik batin. Alur cerita yang penuh plot twist memperkuat daya tarik series ini sebagai tontonan yang memancing rasa penasaran. Hal ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman binge-watching yang engaging bagi pelanggan.

​Sebagai hasil kolaborasi antara MAXstream TV, iQIYI, dan Hitmaker Studios, series ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati konten lokal berkualitas. Kolaborasi ini juga menunjukkan komitmen Telkomsel dalam memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia melalui distribusi yang lebih inklusif. Dengan dukungan platform yang luas, konten lokal memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau audiens yang lebih beragam. Upaya ini sekaligus mendorong daya saing industri kreatif Indonesia di tingkat global.

​Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam mengatakan, “Melalui Bercinta Dengan Maut (The Other Sister), kami merasa bangga dapat menghadirkan konten lokal pertama iQIYI Indonesia. Ini menjadi langkah penting sekaligus bentuk komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal dan menghadirkan cerita yang dekat dengan penonton Indonesia. Kami optimis series ini akan disukai karena memiliki cerita yang kuat, emosional, dan relevan dengan dinamika penonton saat ini. Ke depannya, iQIYI akan terus menghadirkan konten lokal berkualitas dengan standar produksi yang mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di tingkat regional dan global.”

​Dengan alur cerita yang penuh kejutan, The Other Sister diharapkan menjadi salah satu pilihan tontonan favorit pelanggan. Pendekatan karakter yang kuat membuat cerita terasa lebih hidup dan relatable. Hal ini memberikan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur tetapi juga membekas secara emosional. Series ini dirancang untuk menjawab ekspektasi penonton terhadap kualitas storytelling yang lebih matang.

​Fadhli menambahkan “Kolaborasi ini merupakan langkah berkelanjutan dalam membuka peluang lebih luas bagi karya kreatif lokal. Melalui distribusi lintas platform, konten Indonesia dapat menjangkau audiens yang lebih besar dan beragam. Selain itu, langkah ini turut memperkuat posisi Indonesia dalam industri konten digital global. Hal ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk terus mendorong kemajuan ekosistem digital nasional.”

​Pelanggan dapat menyaksikan The Other Sister mulai 29 Mei 2026 melalui MAXstream TV dan iQIYI dengan akses yang mudah di berbagai perangkat digital. Akses ini mencakup aplikasi mobile, smart TV, hingga platform streaming berbasis internet lainnya. Kemudahan ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk menikmati konten kapan saja dan di mana saja. Dengan dukungan jaringan Telkomsel yang andal, pengalaman menonton menjadi lebih lancar dan nyaman.



Tentang MAXstream TV

MAXstream TV adalah platform OTT unggulan dengan koleksi film dan series Indonesia lintas era dan genre, eksklusif serta tanpa biaya tambahan bagi seluruh pelanggan Telkomsel, yang dapat diakses melalui aplikasi mobile, Android TV, maupun langsung dari Set-Top Box (STB) untuk TV dengan berlangganan IndiHome. Untuk mendownload aplikasi bisa melalui Google Play Store dan App Store.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: https://MAXstream.tv/

Instagram: @MAXstream.tv

TikTok: @MAXstream.tv

YouTube: @MAXstreamTV

App: App Store & Google Play Store


Tentang Telkomsel

Telkomsel adalah penyedia layanan telekomunikasi digital terbaik di Indonesia yang hadir untuk melayani sepenuh hati melalui konektivitas, layanan, dan solusi yang unggul dan inovatif. Berdiri sejak 1995, Telkomsel terus mendukung transformasi digital bangsa dengan jaringan 4G yang menjangkau 97% wilayah populasi serta menjadi pionir layanan 5G terdepan dan terluas di Indonesia. Melayani ratusan juta pelanggan mobile dan fixed broadband, Telkomsel fokus menghadirkan ragam produk bernilai tambah beyond telco serta memperluas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengakselerasi kemajuan Indonesia. Operasional perusahaan dijalankan secara berkelanjutan dengan prinsip ESG, dan layanan Telkomsel dapat diakses melalui telkomsel.com, media sosial @telkomsel, aplikasi MyTelkomsel, serta berbagai kanal resmi lainnya.


Tentang iQIYI International

iQIYI menghadirkan iQIYI International (iq.com dan aplikasi internasionalnya), layanan streaming yang menyajikan beragam series TV dan film Asia bagi penonton global. Layanan ini dapat diakses melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan internet di 191 wilayah di seluruh dunia, dengan antarmuka dan subtitle yang tersedia dalam 12 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, Inggris, Melayu, Thai, Vietnam, Korea, dan Spanyol. Saat ini, iQIYI International telah melayani lebih dari 100 juta pengguna dengan katalog konten yang mencakup lebih dari 1.700 judul drama, variety show, dan anime, serta sekitar 2.000 film. iQIYI International juga memiliki kantor lokal di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Amerika Utara.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: www.iq.com

Facebook: @iQIYIIndonesia

Instagram: @iqiyi_indonesia

TikTok: @iqiyi.indonesia

YouTube: @iQIYIIndonesia

App: App Store & Google Play Store

Rabu, 20 Mei 2026

“Unapologetic” Menandai Fase Baru Dikta sebagai Musisi

 

Setelah sempat “menghilang” dari rilisan besar dan hanya merilis satu single sepanjang tahun lalu, Dikta akhirnya resmi kembali lewat EP terbaru bertajuk “Unapologetic” pada tanggal 15 Mei 2026 ( Jumat ). sebuah proyek musik yang terasa jauh lebih personal, lebih berani, dan menjadi titik eksplorasi baru dalam perjalanan bermusiknya.

Bukan sekadar judul, “Unapologetic” menjadi representasi penuh dari kondisi Dikta saat mengerjakan EP ini. Ia menyebut seluruh proses kreatifnya dilakukan secara sadar, penuh keyakinan, dan tanpa penyesalan sedikit pun. “Gua happy dengan EP yang baru ini. Gua bener-bener ngasih 100% yang ada di gua untuk EP ini,” ungkapnya. Nama “Unapologetic” pun dipilih karena dianggap paling tepat menggambarkan keseluruhan energi yang ingin ia hadirkan.

Berisi enam lagu, EP ini memperlihatkan sisi musik Dikta yang belum pernah benar-benar ditampilkan sebelumnya. Meski tidak seluruhnya bersifat eksperimental, beberapa lagu di dalamnya menjadi ruang bagi Dikta untuk akhirnya memainkan warna musik yang selama ini ingin ia eksplor namun belum sempat diwujudkan. Hasilnya, “Unapologetic” hadir dengan nuansa yang berbeda dari karya-karya sebelumnya baik secara musikalitas, pendekatan lirik, hingga emosi yang dibangun.

Dari keenam lagu tersebut, ‘Stop Bilang Iya’ dipilih menjadi fokus track utama. Lagu ini mengangkat tema tentang people pleaser dan menjadi semacam pengingat untuk berani memprioritaskan diri sendiri. Lewat lagu tersebut, Dikta ingin menyampaikan bahwa mengatakan “tidak” bukanlah sesuatu yang salah. “Kalau ‘iya’ terus ya capek aja,” ujarnya.

Secara lirik dan cerita, “Unapologetic” juga banyak terinspirasi dari kehidupan pribadi Dikta sendiri. Mulai dari kisah hidupnya, hubungan keluarga, hingga refleksi personal yang selama ini jarang benar-benar ia buka di karya sebelumnya. Hal ini membuat EP tersebut terasa lebih jujur dan dekat secara emosional.

Menariknya, proses pengerjaan EP ini berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar dua bulan. Di balik itu, ada cerita penuh tekanan dan deadline yang membuat proses kreatifnya berjalan sangat intens. Dikta mengaku sempat salah memperhitungkan jadwal produksi karena terpotong libur Lebaran, membuat seluruh tim harus bekerja ekstra keras hingga kurang tidur demi menyelesaikan semuanya tepat waktu. Meski melelahkan, pengalaman tersebut justru menjadi salah satu proses paling seru baginya.

Perilisan “Unapologetic” juga menjadi momen penting bagi Dikta setelah cukup lama mengambil jeda untuk “me-scanning” dirinya sendiri dan mempertanyakan arah musik yang benar-benar ingin ia jalani. Kini, lewat EP ini, ia merasa sudah menemukan jawabannya dan siap membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya.

Ke depannya, Dikta mengaku akan kembali aktif merilis single secara berkala. Jika materi yang terkumpul sudah cukup banyak, bukan tidak mungkin seluruhnya akan bermuara menjadi sebuah album penuh. Lewat “Unapologetic”, Dikta bukan hanya menghadirkan comeback, tetapi juga memperlihatkan transformasi dirinya sebagai musisi yang lebih jujur, lebih berani, dan tanpa kompromi. EP Unapologetic akan hadir pada tanggal 15 Mei 2026 disemua digital platform.

Fabio Asher Rangkum Dinamika Hubungan Melalui Single Terbaru "Sakitnya Disini"

 

​Fabio Asher kembali lewat Singel menyentuh terbarunya "NIKMATI SAKITNYA". Penyanyi pop pria yang dikenal dengan kekuatan vokal emosional dan lirik yang galau ini resmi merilis single terbaru pertamanya di tahun 2026 ini. Nikmati Sakitnya menggambarkan tentang seseorang yang tetap memilih mencintai kekasihnya walaupun sadar hubungan itu menyakitkan dan tidak seimbang. Ia sadar bahwa dirinya sering diabaikan, hanya dicari saat dibutuhkan, bahkan tidak dianggap sepenuhnya oleh orang yang dicintainya, namun ia tetap bertahan karena rasa cintanya terlalu besar untuk dilepaskan.

​Dalam proses kreatifnya, Fabio turut melibatkan sejumlah nama penting, seperti S/EEK sebagai music arranger yang sudah pernah menangani beberapa karya Fabio sebelumnya. Trakast & Yafi Aria juga ikut kembali membantu mengcompose lagu ini, serta Plato Ginting sebagai vocal director. Lagu ini juga dipoles oleh Yafi Aria (vocal editor) dan Tito P Soenardi (mixing & mastering). Lagu ini juga hadir dengan music video dimana Fabio berperan sebagai model utamanya, videonya sendiri mencoba menggambarkan perasaan seseorang yang mencoba menerima kenyataan saat terus menerus disakiti oleh pasangannya, tapi dia memilih untuk terus bertahan.

​"NIKMATI SAKITNYA" menjadi langkah berikutnya sekaligus pembuktian eksistensi Fabio Asher dalam industri musik Indonesia, setelah sempat merilis album debut "EVERLAST" tahun lalu, serta sederet hits seperti "Bertahan Terluka", "Rumah Singgah", "Tanpa Rasa Bersalah" dan "Berharap Kau Kembali" yang sempat memuncaki berbagai tangga lagu nasional dan internasional. Simak single terbaru Fabio Asher, bertajuk "NIKMATI SAKITNYA" di seluruh digital streaming platform di Indonesia.

Kredit Lagu:

​Composer: Fabio Asher, Trakast, Yafi Aria

​Music Arranger: S/EEK

​Mixing & Mastering: Tito P Soenardi

​Keyboards & Synth: Adrian Rahmat Purwanto

​Drums & Programming: Marco Steffiano & Jessilardus Mates

​Guitar: Yafi Aria

​Vocal Director: Plato Ginting

​Vocal Editor: Yafi Aria

​Indie Label: MJ Entertainment


Tentang Fabio Asher

​Pada bulan 02 Februari 2022 Fabio Asher merilis "Bertahan Terluka" berada dibawah naungan independent label MJ entertainment dan berhasil mencapai peringkat #2 dari Spotify Top 200 Indonesia dan peringkat #1 dari Spotify Viral Top 50 Indonesia, lagu ini juga sukses mendapat peringkat #1 pada Spotify Viral Top 50 Malaysia dan juga masuk pada peringkat #1 dari Spotify Viral 50 Global. Bahkan lagu ini juga berhasil masuk peringkat #1 di Apple Music Top 100 Indonesia dan peringkat #5 di Apple Music Top 100 Malaysia.

​Kemudian pada 5 Mei 2022, Fabio Asher merilis single keduanya yang berjudul "Rumah Singgah" yang kemudian berhasil masuk ke peringkat #2 dari Spotify Top 200 Indonesia, peringkat #6 dari Spotify Viral 50 Indonesia, peringkat #2 dari Spotify Viral 200 Malaysia dan peringkat #3 dari Spotify Viral Top 50 Malaysia. Pada Apple Music lagu ini sukses menduduki peringkat #3 dari Apple Music Top 100 Indonesia dan peringkat #1 dari Apple Music Top 100 Malaysia.

​Lalu pada 3 Agustus 2022 Fabio kembali merilis double-single yang berjudul "Hati Lain Di Hatimu" dan "Akhir Yang Manis". Dimana "Hati Lain Di Hatimu" berhasil kembali menduduki peringkat #35 dari Apple Music Top 100 Indonesia dan Malaysia. Pada 2 Februari 2023, Fabio juga sudah sukses menelurkan mini album pertamanya "ASHER", dimana terdapat 7 lagu didalam EPnya tersebut, dimana 3 lagu diantaranya adalah lagu baru yang belum pernah direlease sebelumnya.

​Pada pertengahan sampai akhir 2023, Fabio banyak berkolaborasi dengan musisi2 ternama seperti Andi Rianto, Brisia Jodie & Prinsa Mandagie. Pada 2 Februari 2024, Fabio merilis single "Berharap Kau Kembali" yang menjadi pengantar untuk full album pertamanya "EVERLAST" yang dirilis pada 24 Mei 2024, berisikan 10 lagu baru termasuk lagu "Berharap Kau Kembali".


Access Fabio Asher :

Instagram : @fabioasher | TikTok : @fabioasher | All DSP : Fabio Asher | YouTube : Fabio Asher

Di Tengah Indonesia yang Semakin Berat, Tanah Runtuh Mengajak Kita Melihat Dunia dari Sudut Pandang Cinta Lewat Sosok Anak Down syndrome

  ​Di Tengah Indonesia yang Semakin Berat, Tanah Runtuh Mengajak Kita Melihat Dunia dari Sudut Pandang Cinta Lewat Sosok Anak Down syndrome ...