Rabu, 24 Juni 2026

KATYANA DAN WIDURI PUTERI RAYAKAN PERSAHABATAN PEREMPUAN LEWAT SINGLE TERBARU "LUPAKAN DIA"

 


Jakarta, 24 Juni 2026 — Di tengah banyaknya lagu tentang jatuh cinta dan patah hati, Katyana dan Widuri memilih menghadirkan sudut pandang yang berbeda melalui single terbarunya, "Lupakan Dia" yang menggambarkan percakapan akrab dua remaja perempuan. Tidak hanya bercerita tentang sulitnya melepaskan seseorang yang sebenarnya sudah diketahui tidak baik untuk diri kita, lagu ini juga menyoroti arti kehadiran sahabat yang setia mengingatkan dan menemani di tengah proses tersebut.

​Bagi Katyana, tema yang diangkat dalam lagu ini terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang seusianya. "Menurut aku, lagu ini menceritakan suatu pengalaman yang sangat universal, di mana ada dua sahabat yang lagi curhat dan membahas sesuatu yang sebenarnya sudah tahu jawabannya dan jelas banget, tapi kita tetap perlu konfirmasi lagi dari sahabat," ungkap Katyana.

Kolaborasi ini menjadi momen spesial bagi Katyana dan Widuri yang sama-sama tumbuh di dunia seni sejak usia muda. Chemistry yang terbangun dalam "Lupakan Dia" juga tidak lepas dari keduanya yang ingin menghadirkan kehangatan dan kedekatan yang kerap ditemukan dalam persahabatan remaja perempuan. Bagi Widuri, sosok sahabat memiliki peran penting dalam proses bertumbuh dan mengambil keputusan. "Teman yang baik, apalagi sebagai sesama perempuan, selain jadi partner seru untuk bermain dan bertualang juga yang mau mendengar dan memahami kita sebelum membuat keputusan," ujar Widuri. Semangat itulah yang kemudian menjadi pondasi dalam membawakan "Lupakan Dia", sebuah lagu yang menempatkan persahabatan sebagai inti cerita. Kolaborasi ini pun terasa semakin istimewa karena bagi Katyana, kesempatan bekerja sama dengan Widuri merupakan sesuatu yang sudah lama ia harapkan. "Aku senang banget bisa mendapatkan kesempatan untuk kolaborasi dengan Widuri. Aku dari dulu suka banget sama stylenya Widuri dan pengen banget ada proyek bareng dia," kata Katyana. Antusiasme yang sama juga dirasakan oleh Widuri saat pertama kali mendengar materi lagu tersebut. "So excited. Apalagi setelah dengar materi awal lagu 'Lupakan Dia'. Langsung nggak sabar mau latihan dan rekaman bareng Katyana," ujar Widuri.



​"Lupakan Dia" diciptakan oleh Rizky Maulana Hidayat, Shakira Jasmine, Tsaqib, dan Zara Adhisty melalui sebuah sesi workshop yang berlangsung secara spontan. Dari awal, mereka memang ingin menulis lagu duet perempuan yang menghadirkan dua perspektif berbeda dalam satu cerita: seseorang yang sedang terluka dan sahabat yang berusaha menguatkannya.

​Menurut Rizky Maulana Hidayat atau Ikiw, ide lagu ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan tema yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari para pendengarnya. "Di zaman sekarang terlalu banyak lagu yang konsepnya cinta-cintaan. Yang mengangkat persahabatan juga ada, tapi tidak sebanyak lagu cinta. Padahal kejadian seperti di lirik lagu ini, banyak terjadi di kehidupan persahabatan remaja perempuan," ujarnya.

​Bagi Shakira Jasmine, yang turut menulis lagu ini, situasi tersebut merupakan refleksi dari percakapan yang hampir selalu hadir dalam sebuah persahabatan. "Kalau misalnya lagi curhat sama teman atau lagi sharing sama teman, kita suka saling menguatkan sesama perempuan. Lagu ini sebenarnya lahir dari situ, dari obrolan yang natural antara sahabat," kata Shakira.

​Pengalaman serupa juga pernah disaksikan langsung oleh Katyana dari orang-orang terdekatnya. Dari situ, ia semakin memahami pentingnya kehadiran sahabat sebagai sistem pendukung di masa-masa sulit. "Aku sendiri pernah menyaksikan situasi ini di sahabat-sahabatku. Aku jadi belajar bahwa support dari teman untuk kita menyelesaikan sebuah masalah itu sangat penting," ujar Katyana.

​Dibalut dengan warna musik pop yang ringan, hangat, dan terasa seperti percakapan santai di sore hari, "Lupakan Dia" mengajak pendengar untuk menyadari bahwa proses melupakan seseorang memang tidak mudah. Namun, perjalanan tersebut akan terasa lebih ringan ketika dijalani bersama sahabat yang selalu hadir untuk mendengarkan, mengingatkan, dan menemani kita melewati setiap prosesnya.

​Single terbaru Katyana dan Widuri, "Lupakan Dia", telah resmi dirilis hari ini dan dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming. Lagu ini menjadi perayaan atas persahabatan perempuan yang hangat, suportif, dan penuh kasih. Lewat percakapan sederhana antara dua sahabat, "Lupakan Dia" mengingatkan bahwa terkadang yang paling kita butuhkan bukanlah jawaban baru, melainkan seseorang yang membantu kita menerima apa yang sebenarnya sudah kita ketahui sejak awal.



Trinity Optima Production (TOP)

​Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Pendaki Tersesat di Gunung Keramat! Film Petaka Gunung Welirang Bawa Kisah Horor dari Misteri yang Menguji Persahabatan di Tengah Teror Nyata Entitas Gaib Alas Lali Jiwo di Gunung Mistis!

 


Film Petaka Gunung Welirang tayang mulai 2 Juli 2026 di bioskop


​Jakarta, 24 Juni 2025 — Starvision menghadirkan film Petaka Gunung Welirang yang terinspirasi dari kisah nyata pendakian misterius di Gunung Welirang di Jawa Timur, tayang mulai 2 Juli 2026 di bioskop Indonesia. Film ini membawa kisah horor dari misteri yang menguji persahabatan saat mendaki gunung.

​Disutradarai oleh Indra Gunawan dari produser Chand Parwez Servia, film ini terinspirasi dari kisah nyata pendakian yang dialami oleh Maya Azka, dan naskahnya ditulis oleh Upi.

​Petaka Gunung Welirang menghadirkan teror gaib yang terasa menyeramkan saat para pendaki tersesat di sebuah hutan yang disebut Alas Lali Jiwo. Kisah-kisah yang selama ini hanya terdengar seperti mitos tentang hilangnya para pendaki di Gunung Welirang dan berbagai kejadian mistis, diceritakan secara nyata.

​Salah satu yang paling meneror adalah kehadiran entitas penjaga istana gaib Gunung Welirang, Ratu dan para penarinya, bunyi gamelan misterius yang bikin merinding, dan perbedaan alam yang membuat sang pendaki tak bisa mencari jalan pulang.

​Mengikuti pendakian lima sahabat, Satria (Antonio Blanco Jr), Naya (Alika Jantinia), Arga (Giulio Parengkuan), Noval (Razan Zu), dan Tita (Jinan Safa). Kelimanya mendaki Gunung Welirang bertepatan mendekati Malam 1 Suro. Mendaki di waktu yang sakral tersebut justru membawa kelimanya mengalami hal-hal gaib, hingga masuk ke alam gaib.

​“Petaka Gunung Welirang menyajikan kisah horor yang akan membuat penonton merinding, namun sekaligus mengharukan dari cerita persahabatannya. Kita bisa melihat bagaimana Arga, Satria, dan Naya berjuang untuk bisa keluar dari Alas Lali Jiwo, sementara Noval dan Tita yang tidak ikut summit terus berjuang mencari 3 sahabatnya. Kisah inilah yang akan mengingatkan kita tentang keyakinan dan persahabatan,” ujar produser Chand Parwez Servia.

​“Proses syuting Petaka Gunung Welirang sangat menantang. Kami mengambil beberapa lokasi yang memang ikonik di sepanjang jalur pendakian Gunung Welirang, termasuk air terjun yang memiliki keindahan luar biasa namun menyimpan energi magis yang sangat kuat,” tambah sutradara Indra Gunawan.

​Antonio Blanco Jr, yang memerankan karakter Satria di film ini mengungkapkan Petaka Gunung Welirang menjadi pengalaman pertamanya syuting di jalur pendakian.

​"Medannya sangat menantang dan memang membutuhkan fisik yang kuat. Beruntungnya aku memang terbiasa berolahraga, jadi itu sangat membantuku saat di lokasi. Di sini aku belajar hal positif dari filmnya, mulai dari menghormati nilai-nilai kepercayaan lokal dan tentunya cerita tentang persahabatannya yang bikin relate, kita pasti sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang melatih diri kita untuk mengendalikan ego sendiri," ujar Antonio Blanco Jr.

​Bagi Giulio Parengkuan, Petaka Gunung Welirang mengajarkan tentang nilai untuk bisa saling percaya terhadap teman dan tak mementingkan ego pribadi. "Aku memerankan Arga, pendaki yang sangat keras kepala dan mementingkan diri sendiri saat mendaki, dan pada akhirnya ikut mencelakakan teman-temannya, dia akhirnya tersadar bahwa dalam berteman kita tidak bisa mementingkan diri sendiri," kata Giulio.

​Bagi Alika Jantinia, Petaka Gunung Welirang mengajarkan nilai positif tentang ego dan kejujuran. Salah satu yang menarik di film ini adalah kisah persahabatannya untuk bisa menyingkirkan ego masing-masing agar mereka selamat.

​"Di film ini kita bisa belajar bahwa memang ada entitas lain di sana, yang menguji adab dan ego kita, apalagi bagi seorang pendaki. Kejujuran dalam niat mendaki itu benar-benar harus dibuka. Ada banyak pesan positif yang akan penonton rasakan saat keluar bioskop," ungkap Alika.

​Film Petaka Gunung Welirang akan menghadirkan horor pendakian gunung dari kisah survival lima sahabat di alam liar yang diangkat dari kisah nyata tentang pendakian di Gunung Welirang, Jawa Timur yang akan menjadi hiburan dengan teror mencekam dalam kisah yang menyentuh.

​Tonton film Petaka Gunung Welirang di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026! Ikuti perkembangan terbaru film Petaka Gunung Welirang melalui akun media sosial resmi di Instagram @petakagunungwelirang, @starvisionplus, dan TikTok @StarvisionMovie.


***


​Sinopsis

5 sahabat merayakan kelulusan dengan mendaki Gunung Welirang. Ketika pendakian melewati Alas Lali Jiwo, mereka mendengar suara gamelan. Berbagai peristiwa misteri terjadi, dan mereka terpisah dalam pusaran dimensi teror magis Alas Lali Jiwo!


Pemain dan Tim Produksi

​Antonio Blanco Jr — Satria

Alika Jantinia — Naya

Giulio Parengkuan — Arga

Razan Zu — Noval

Jinan Safa — Tita

Hana Saraswati — Putri Welirang

Ramon Y Tungka — Pak Joko

Agus Kuncoro — Om Heru

Jameelah Saleem — Sekar

Derry Oktami — Kuncen

Cak Ukil — Pak Cokro

Shatora Narajan — Bagaskara

Astri Nurdin — Santi

Ruth Marini — Ibu Marsih

Tutus Thomson — Petugas Jaga

Gilbert Pattiruhu — Bapak Satria

Lucky Moniaga — Bapak Tua/Penambang

​Produksi — Starvision

Produser — Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar

Sutradara — Indra Gunawan

Produser Eksekutif — Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

Produser Lini — Eko Gumilang

Penulis Skenario — Upi

Dari Cerita — Maya Azka

Pengarah Artistik — Oscart Firdaus

Penata Kamera — Ujel Bausad

Penyunting Gambar — Wawan I. Wibowo

Penata Suara — Aditya Trisnawan

Perekam Suara — Oky S Nugroho

Penata Musik — Mikhael Alpha Beltsazar

Penata Warna — Chressandy Rorimpandey

Penata VFX — The Organism

Penata Rias & Efek — Anel Ismail

Penata Busana — Diah Wattab

Penata Peran — Arief Havidz, Elhan Shaleh

Perancang Poster — Alvin Hariz

OST

Trimakasih Bijaksana – Sheila On 7

Tempat Aku Pulang – Fiersa Besari


​Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Selasa, 23 Juni 2026

​4 Jurnalis Memburu Berita Kriminal Terbesar Abad Ini di Film Memburu Pemangsa, Horror Crime Action yang Dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem

Film Memburu Pemangsa tayang 24 September di seluruh bioskop Indonesia


​Jakarta, 22 Juni 2026 – Sinemaku Pictures datang dengan karya segar terbarunya, garapan sutradara Umay Shahab, horror crime action berjudul Memburu Pemangsa. Film ini menjadi judul terakhir dari slate Sinemaku Pictures tahun ini yang diumumkan pada awal tahun dengan working title Siksa Sampai Mati.

​Dalam video terbaru yang dirilis melalui kanal media sosial Sinemaku Pictures, diperkenalkan jajaran 4 pemeran utama yang memerankan karakter jurnalis: Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Di video menampilkan petunjuk-petunjuk tentang film ini yang ceritanya akan mengikuti kisah empat jurnalis tersebut memburu satu pemangsa yang bekerja sama dengan iblis.

​Unsur misteri di film ini juga terasa dari cuplikan video, lewat berkas-berkas kriminalitas serta adegan kesurupan dan adegan aksi penuh ketegangan dengan intensitas tinggi.

​Selain keempat jajaran pemeran perempuan yang tampil sebagai para pemburu tangguh, film ini juga akan dibintangi oleh Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Norman Akyuwen, Jordan Omar, Ruth Marini dan Shareefa Daanish.

​"Film Memburu Pemangsa menjadi eksplorasi terbaru dari Sinemaku Pictures, yang selama ini dikenal kuat lewat genre drama. Kali ini kami melangkah ke ranah yang lebih gelap. Lewat genre horror crime action, kami mengikuti seorang jurnalis investigasi yang menelusuri kasus kriminal terbesar abad ini, dan menemukan bahwa yang paling menakutkan bukanlah sesuatu yang gaib, melainkan monster yang berwajah manusia, hidup di tengah kita, dan mengincar mereka yang paling kita jaga. Ini isu yang nyata dan meresahkan, dan kami ingin penonton merasakannya bukan sebagai berita yang lewat begitu saja, tapi sebagai renungan yang ikut mereka bawa pulang," ujar sutradara Umay Shahab.

​"Memburu Pemangsa mendorong aku jauh keluar dari zona nyaman. Untuk memerankan jurnalis investigasi ini, aku sempat menemui sejumlah jurnalis dan pimpinan redaksi media demi memahami dunia mereka dari dekat. Tapi di balik semua tantangan itu, buat aku film ini penting karena apa yang diperjuangkan. Semakin dalam aku masuk ke peran ini, semakin aku sadar betapa nyata ancaman yang dihadapi mereka yang paling rentan di sekitar kita. Ini bukan sekadar film yang menegangkan, tapi film yang harus dibicarakan," tambah salah satu pemeran Prilly Latuconsina.

​Sementara itu, Laura Basuki mengungkapkan Memburu Pemangsa membawanya kembali mengeksplorasi akting di genre film horor juga untuk pertama kalinya bermain di film action.

​"Salah satu alasanku menerima tawaran bermain di film ini adalah karena isu penting yang dibawa Memburu Pemangsa, sampai aku memutuskan bergabung meski hanya punya waktu persiapan selama 17 hari. Selain karena aku berkesempatan mengeksplorasi karakter yang aku perankan, film ini juga menandai kembalinya aku berakting ke genre horor untuk pertama kalinya sejak 2018. Dan ini juga pertama kalinya aku bermain di film action, sebuah eksplorasi baru untuk aku" ujar Laura Basuki.

​Memburu Pemangsa akan menjadi debut Horror Crime Action Umay Shahab yang menjadi film paling ambisins dari Sinemaku. Film ini juga diperkuat dengan mempersatukan tiga Ratu Horor Indonesia, serta menjadi horror action pertama Laura Basuki, dan action pertama Prilly Latuconsina.

​Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa. Tonton film Memburu Pemangsa di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026!



Tentang Sinemaku Pictures

Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan pada tahun 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Berfokus pada pengembangan cerita yang relevan dan emosional, Sinemaku Pictures telah menghasilkan sejumlah film box office, antara lain Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolohkah Sekali Saja Kumenangis (2024), serta Perayaan Mati Rasa (2025).

​Sinemaku Pictures berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya yang autentik dan berdampak bagi industri perfilman Indonesia.

Netflix, APROFI, dan BPI Mencari Sineas Muda Film Anak dan Keluarga melalui Program Cerita Anak Nusantara

 

Cerita Anak Nusantara membuka jalan bagi sineas baru untuk mengembangkan ide cerita hingga treatment skenario, dengan bimbingan langsung dari para filmmaker berpengalaman.

Jakarta, 23 Juni 2026. Netflix, bekerja sama dengan, Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI), meluncurkan Cerita Anak Nusantara, sebuah program kompetisi dan pengembangan ide cerita film panjang yang berfokus pada tema anak, remaja, dan keluarga Indonesia. Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup pada 1 Juli 2026.

Didukung oleh Netflix Fund for Creative Equity, inisiatif ini lahir dari sebuah pengamatan industri film Indonesia saat ini di mana penonton keluarga Indonesia semakin tumbuh, semakin kritis, dan semakin aktif mencari konten yang mencerminkan realitas dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari. Kesuksesan film ramah keluarga terbukti di film animasi Jumbo (2025) karya Ryan Adriandhy berhasil mencatatkan rekor luar biasa dengan meraih lebih dari 10 juta penonton di bioskop nasional.

Cerita Anak Nusantara hadir sebagai medium mencari ide cerita autentik melalui kompetisi ide cerita. Sepuluh finalis terpilih akan menjalani proses pengembangan proyek, mulai dari ide cerita hingga menjadi treatment skenario yang matang, didampingi melalui serangkaian lokakarya dan sesi mentorship bersama sineas Indonesia yang telah memiliki rekam jejak di film bertemakan anak, remaja, dan keluarga. Program ini dirancang untuk menemukan ide terbaik dan memastikan ide cerita berkembang serta mendorong regenerasi sineas di Indonesia.

”Keluarga kini semakin banyak meluangkan waktu untuk menonton bersama, termasuk judul-judul seperti KPop Demon Hunters, Stranger Things dan Jumbo yang relevan untuk berbagai kalangan usia. Ada peluang besar untuk mengembangkan cerita yang ramah keluarga dan menghadirkan ekosistem tontonan yang aman dan terpercaya.

Bersama-sama, kami ingin menciptakan ruang yang dapat memberikan rasa nyaman bagi orang tua, dengan cerita berkualitas yang menghibur, memperkaya pengalaman anak dan memicu percakapan bermakna,” ujar Ruben Hattari, Director of Global Affairs, Southeast Asia, Netflix.

“Film anak dan keluarga Indonesia bukan genre kecil, ini adalah cermin dari cara kita memandang generasi berikutnya. Lewat Cerita Anak Nusantara, kami ingin membuktikan bahwa sineas Indonesia punya kapasitas untuk mengisi layar dengan cerita yang relevan, autentik, dan layak ditonton bersama keluarga. APROFI percaya bahwa investasi terbaik dalam industri ini dimulai dari cerita yang kuat yang dibuat oleh pembuat sineas muda”, ungkap Edwin Nazir, Ketua Umum APROFI.

"BPI melihat Cerita Anak Nusantara sebagai bagian dari upaya bersama membangun fondasi industri film anak dan keluarga yang lebih kuat. Cerita yang lahir dari sineas muda Indonesia, yang tumbuh dari pengalaman nyata dan pemahaman mendalam tentang keluarga Indonesia, adalah investasi jangka panjang bagi industri ini. Kolaborasi APROFI, BPI, dan Netflix dalam program ini membuktikan bahwa ekosistem perfilman kita bisa bergerak bersama, saling menguatkan," ungkap Fauzan Zidni, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia.

Program ini terbuka bagi sineas Indonesia yang ingin mengembangkan cerita fiksi orisinal untuk film panjang dengan rating Semua Umur (SU), 7+, atau 13+. Cerita tidak harus berbasis cerita rakyat, melainkan cerita dengan tema anak, keluarga, persahabatan, petualangan, drama remaja, komedi, hingga fiksi ilmiah semuanya disambut, selama karakter utamanya adalah anak-anak dan/atau keluarga Indonesia, dan seluruh latar cerita berlokasi di Indonesia.

Cerita Anak Nusantara diprioritaskan bagi sutradara yang baru memulai, mereka yang pernah terlibat dalam produksi film pendek dan maksimal telah menyutradarai satu film panjang. Sutradara yang telah terlibat dalam lebih dari satu film panjang tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi.

Informasi lengkap mengenai mekanisme submisi, regulasi, dan timeline dapat diakses melalui www.ceritaanaknusantara.id

— AKHIR —


Tentang Netflix

Netflix adalah salah satu penyedia layanan hiburan terkemuka di dunia, menyuguhkan serial TV, film, game, dan program live dalam berbagai genre dan bahasa. Anggota dapat memutar, menjeda, dan melanjutkan menonton sesuka mereka, kapan saja, di mana saja, dan dapat mengubah paket mereka kapan pun. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berita terbaru dari Netflix,silakan kunjungi Netflix Media Center.

Tentang Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) Dibentuk pada 17 Oktober 2013, anggota APROFI adalah individu profesional yang memiliki perusahaan film atau tidak, yang cakupan tanggung jawabnya meliputi kepemilikan atas HAKI, Perencanaan Produksi, Manajemen Pendanaan, Manajemen Produksi, Distribusi, dan Promosi. APROFI memiliki misi mencapai industri film yang menghasilkan film Indonesia yang unggul dengan lingkungan kerja yang tidak berkompromi dalam kualitas dan selalu berinovasi dengan jangkauan distribusi yang luas sehingga menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dan internasional.


Tentang Badan Perfilman Indonesia (BPI)

Berdiri pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009, Badan Perfilman Indonesia adalah lembaga swasta mandiri yang dibentuk masyarakat sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen perfilman Indonesia: dikukuhkan Presiden, difasilitasi Pemerintah. BPI memiliki tugas: memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mendorong kebijakan perfilman dan mempercepat PP Rencana Induk Perfilman Nasional dan PP Sanksi. Menyelenggarakan dan mengikuti festival film di dalam dan luar negeri. Mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing. Melakukan penelitian dan pengembangan perfilman. Memberikan penghargaan kepada insan perfilman. Memfasilitasi pendanaan pembuatan film bermutu tinggi.

Minggu, 21 Juni 2026

NEONA TEGUR SI DIA YANG TAK KUNJUNG PASTI LEWAT SINGLE TERBARU “PLIN PLAN”

 

Masih mengusung energi fun dan centil khasnya dalam warna hip-dut yang segar, NEONA kembali hadir dengan lagu yang mewakili keresahan anak muda tentang hubungan yang tak kunjung pasti.

​Jakarta, 15 Juni 2026 — Setelah menyuarakan keresahan tentang hubungan tanpa kepastian melalui single LUPA!, penyanyi muda berbakat NEONA kembali melanjutkan ceritanya lewat single terbaru berjudul PLIN PLAN. Masih mengusung warna musik hip-dut yang fun, catchy, dan penuh karakter, PLIN PLAN hadir sebagai lagu yang mewakili rasa kesal ketika seseorang terus digantung dalam hubungan yang tidak jelas arahnya.

​Jika LUPA! berbicara tentang keberanian meminta kepastian, maka PLIN PLAN menjadi respons ketika kepastian itu tak kunjung datang. Lewat lirik yang ringan, jenaka, namun tetap tajam, NEONA menyuarakan perasaan banyak anak muda yang lelah menghadapi pasangan yang terus berubah pikiran dan tidak berani menentukan arah hubungan.

​“Lagu PLIN PLAN bercerita tentang seseorang yang digantungin terus sama orang yang dia suka. Hubungannya nggak jelas, maunya apa juga nggak tahu. Aku rasa ini masalah yang cukup banyak dialami seumuran aku, jadi waktu workshop lagu ini, temannya langsung terasa relate banget,” ujar NEONA. Melalui lagu ini, NEONA juga menyampaikan pesan sederhana namun tegas untuk siapa saja yang masih berada dalam situasi serupa. “Kalau memang nggak yakin, bilang aja. Jangan ngegantung, jangan mainin perasaan orang, dan jangan plin-plan,” tambahnya.

​Proses kreatif PLIN PLAN kembali mempertemukan NEONA dengan tim yang sebelumnya menggarap LUPA!, yaitu Anangga Surya Dewangga dan Yosua Albert atau DIA yang tergabung dalam AntiNRML. Lagu ini lahir dari workshop kreatif yang melibatkan NEONA secara langsung dalam pengembangan ide dan penulisan lirik, sehingga mampu merepresentasikan pengalaman dan perspektif remaja masa kini secara autentik.

​Menurut Anangga, keterlibatan NEONA menjadi elemen penting dalam membentuk karakter lagu ini. “Kami ingin melanjutkan warna yang sudah dibangun lewat LUPA!, tetapi dengan karakter yang lebih dewasa. PLIN PLAN tetap mempertahankan sisi tengil dan centil khas NEONA, namun dengan cara penyampaian yang lebih berani dan tegas. Karena ceritanya datang dari sudut pandang perempuan yang sedang kesal, keterlibatan NEONA sangat membantu untuk membuat emosinya terasa lebih spesifik dan nyata,” jelas Anangga.

​Sebagai produser, DIA juga melihat PLIN PLAN sebagai kelanjutan yang natural dari perjalanan musikal NEONA. “Benang merah antara LUPA! dan PLIN PLAN adalah keduanya sama-sama seru, menyenangkan, dan punya energi yang kuat. Kami ingin menghadirkan lagu yang bisa membuat pendengar ikut bernyanyi, tetapi tetap merasa dekat dengan cerita yang disampaikan,” ungkap DIA.

​Dengan kombinasi lirik yang relate, karakter musik hip-dut yang semakin matang, serta kepribadian NEONA yang semakin kuat sebagai seorang penyanyi, PLIN PLAN menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan musikal NEONA yang terus berkembang. Lagu ini diharapkan dapat menjadi teman bagi siapa saja yang pernah menunggu kepastian terlalu lama, sekaligus pengingat bahwa tidak ada alasan untuk terus bertahan dalam hubungan yang arahnya tidak jelas.

​Single PLIN PLAN dari NEONA sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital di Indonesia mulai 15 Juni 2026.



Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

​“Main ke Rumah” Yura Yunita, Perunggu Jadi Tamu Pertama yang Berkolaborasi

 

​Series video live performance terbaru dari Yura Yunita ini siap menyuguhkan kolaborasi intim dengan deretan musisi, dimulai dengan penampilan hangat bersama Perunggu


​Jakarta, 18 Juni 2026 — Pintu hangat “Main ke Rumah” resmi dibuka. Yura Yunita meluncurkan series video live performance terbarunya yang mengusung konsep kebersamaan intim tanpa sekat dengan beragam musisi melalui kanal YouTube-nya. Sebagai suguhan pembuka, suasana hangat nan guyub langsung terasa di episode pertama saat Yura menyambut grup band, Perunggu, untuk bertamu dan melebur bersama dalam aransemen segar lagu “Mau Jadi Apa?”.

​Mau Jadi Apa? versi kolaborasi dengan Perunggu memberikan warna baru dan segar lagu tersebut, yang video musiknya telah disaksikan lebih dari 1,9 juta views. Karakter vokal Yura dan Maul Ibrahim, vokalis Perunggu, begitu menyatu dan kita bisa mendengarkan kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

​Mengusung konsep hangat dengan jamming session di ruang tamu, Yura seperti mengajak kita untuk ikut dalam kunjungan Perunggu ke rumahnya, yang juga baru selesai direnovasi tersebut.

​“Aku merenovasi rumah ini juga karena mimpinya ingin banget banyak teman-teman bisa datang ke rumah, termasuk teman-teman musisi. Dan kebetulan Perunggu juga main ke rumah aku dan kami bersenang-senang, dengan jamming santai,” ujar Yura Yunita.

​“Biasanya kan kami berada di ingar-bingar di atas panggung, tapi justru dengan main ke rumah suasananya jadi lebih intim, jadi lebih dekat juga antara pertemanan sesama musisi. Aku merasa ini hal yang mewah sekali, punya keintiman bermusik seperti ini. Kami berbagi kesenangan dan berbagi keintiman dengan main ke rumah ini, justru ini hal yang bikin hati lebih penuh,” tambah Yura.

​Perunggu, yang digawangi Maul Ibrahim, Adam Adenan, dan Ildo Hasman pun antusias saat main ke rumah Yura dengan nuansa baru dan hangat, namun sekaligus bisa saling berkolaborasi secara natural.

Maul sendiri mengungkapkan awal pertemanan dan perkenalan dengan Yura justru bermula dari Ildo Hasman, drummer Perunggu, yang merupakan teman main tenis Yura.

​Perunggu sendiri sebelumnya pernah mengajak Yura berkolaborasi di atas panggung di salah satu pertunjukan mereka di Bandung. Saat Main ke Rumah Yura dan jamming Mau Jadi Apa?, menurut Maul menjadi kesempatan berbeda untuk mengenal musik Yura lebih dekat.

​“Lagu Mau Jadi Apa? itu bagus dan seru. Saat Main ke Rumah Yura, kami rasanya enggak mau rearrange lagunya. Penginnya bunyinya tetap dengan yang aslinya, cuma dibawakan dalam bentuk yang lebih nongkrong, jadi seperti iseng-iseng main gitar di rumah orang,” ujar Maul Ibrahim.

Tak hanya Perunggu yang Main ke Rumah, Yura juga akan membagikan pengalamannya berkolaborasi dengan para musisi lainnya yang dapat disaksikan dalam episode mendatang di serial Main ke Rumah di kanal YouTube Yura Yunita. Episode perdana Main ke Rumah Yura dapat disaksikan di tautan berikut Main ke Rumah Yura Yunita & Perunggu - Mau Jadi Apa? (Live Session).

​Saksikan kehangatan dan sisi lain Yura bersama para musisi dalam serial Main ke Rumah yang bisa disaksikan mulai 18 Juni 2026 di YouTube Yura Yunita. Serial ini juga akan menjadi perjalanan menuju perilisan album terbaru Yura tahun ini.

Dibintangi Adhisty Zara & Devano, Video First Look Film Rumah Singgah Ditonton 4 Juta Orang hanya dalam 1 Hari

 

Film Rumah Singgah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures akan tayang bulan Agustus di bioskop Indonesia


​Jakarta, 20 Juni 2026 — Pada Kamis lalu, 18 Juni 2026, film Rumah Singgah mempublikasikan video first look atau video perdananya melalui akun resmi media sosial film, para aktornya, rumah produksi serta rekan-rekan eksibitor. Unggahan tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari warganet, di mana dalam satu hari saja sudah mencapai total 4 juta views. Video berdurasi 38 detik tersebut menampilkan kolase potongan adegan-adegan, memperlihatkan look atau warna yang merepresentasikan keseluruhan film, para aktor yang terlibat, serta aksi dan reaksi tanpa dialog dari para aktornya.

​Reaksi positif publik terlihat pada kolom komentar, sebagian besar di antaranya mengungkapkan rasa tidak sabar ingin segera menonton film Rumah Singgah, ada pula yang memberi ungkapan emosi seperti "Nyeseknya sampe siniii" (@ilhahoam). Banyak juga di antaranya memberikan komentar baik yang ditujukan kepada Adhisty Zara sebagai salah satu aktor film Rumah Singgah. Antusiasme ini menandai kehadiran kembali Zara sebagai aktor utama dalam film layar lebar menjadi hal yang sangat dirindukan dan dinantikan oleh penonton.

​Film Rumah Singgah adalah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures serta disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo. Rumah Singgah dibintangi oleh Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Dewi Irawan, dan Aming. Ikuti perjalanan dan informasi terbaru film Rumah Singgah di akun-akun resmi media sosialnya. Film Rumah Singgah akan tayang di bioskop Indonesia bulan Agustus 2026.

​Hashtag : #rumahsinggah #filmrumahsinggah

Instagram : @rumahsinggahfilm

Threads : @rumahsinggahfilm

TikTok : @filmrumahsinggah


Berikut Firs Look Film Rumah Singgah



Sabtu, 20 Juni 2026

Dari Adaptasi Karya Epik Pidi Baiq & Arahan Sutradara Rudi Soedjarwo: Verona Films Rilis Teaser Poster dan Trailer ‘Dan Bandung’, Angkat Kisah Romansa Manis Beda Kasta

 

Bandung, 19 Juni 2026 — Rumah produksi Verona Films secara resmi memperkenalkan proyek layar lebar terbaru mereka, Film Dan Bandung. Diadaptasi dari novel karya penulis legendaris Pidi Baiq, pengumuman ini ditandai dengan perilisan resmi teaser trailer dan teaser poster dalam sebuah acara press conference yang digelar langsung di "rumah" bagi kisah romansa ini, yaitu Kota Bandung.

​Acara ini dihadiri langsung oleh produser Titin Suryani, sutradara Rudi Soedjarwo, penulis Pidi Baiq, serta jajaran pemeran utama, Samo Rafael, Shanna Shannon, Theo Supple, dan Razan Zu.

Eksplorasi Romansa Baru yang Relatable dan Sentuhan Feminim yang Kuat

​Berbeda dengan karya-karya berlatar Bandung sebelumnya, Dan Bandung menawarkan eksplorasi cerita yang lebih modern, relatable, dan mendalam. Film ini menyoroti kisah cinta beda kasta antara Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon), dua remaja yang tumbuh dari latar belakang dunia yang bertolak belakang, namun berjuang keras untuk menyatukan perasaan mereka di tengah lingkungan yang tidak mendukung.

​Tidak hanya berfokus pada sisi maskulin, film ini memberikan porsi besar pada perspektif perempuan melalui karakter Elma. Penonton akan diajak menyelami konflik emosional seorang remaja perempuan yang berhadapan dengan strict parents, trauma akibat kekangan orang tua, serta bagaimana kehadiran sistem pendukung seperti sahabat perempuan yang saling menjaga menjadi penyelamat hidupnya. Melalui Basil, Elma akhirnya mulai berani melihat dan menjelajahi dunia baru yang selama ini terkunci dari hidupnya.

​Pidi Baiq, selaku penulis novel, menyatakan antusiasmenya terhadap adaptasi ini. "Berbeda dengan Dilan, Dan Bandung akan membawa cerita yang lebih fresh dan modern untuk anak-anak muda zaman sekarang," ungkap Pidi Baiq.

Comeback Sutradara Rudi Soedjarwo Menangani Kisah Cinta Masa Muda

​Proyek ini juga menjadi momen penting kembalinya sutradara ikonik Rudi Soedjarwo (Ada Apa Dengan Cinta?, Mendadak Dangdut) dalam menggarap dinamika romansa masa muda. Melalui film ini, Rudi siap membawa penonton terhanyut dalam manisnya cinta yang autentik, kecanggungan remaja, hingga proses beranjak dewasa yang penuh pencarian jati diri.

​"Film ini akan membawakan cerita yang manis tentang dua anak muda yang tetap berjuang untuk perasaan mereka, walaupun lingkungan di sekitarnya tidak mendukung. Saya gak sabar untuk penonton merasakan kisah cinta Basil dan Elma nantinya di bioskop," ujar Rudi Soedjarwo.

Debut Shanna Shannon: Menghidupkan Karakter Elma yang Kompleks

​Karakter Elma diperankan oleh aktris muda berbakat Shanna Shannon, yang sekaligus menandai debut aktingnya di industri sinema. Shanna sukses menerjemahkan sosok Elma yang pendiam dan tertutup dari luar, namun menyimpan gejolak emosi yang besar di dalam dirinya. Elma dipasangkan dengan Basil yang dihidupkan oleh aktor berbakat Samo Rafael (yang pernah membintangi Sebelum Iblis Menjemput, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa), seorang pemuda ekstrovert dan gigih yang datang dari realitas hidup yang jauh berbeda.

​Shanna Shannon mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya bisa langsung diarahkan oleh sutradara sekaliber Rudi Soedjarwo untuk peran yang emosional ini. "Aku gak nyangka debut aktingku bisa bekerja langsung di bawah sutradara legendaris seperti Mas Rudi. Karakter Elma ini sangat menantang karena dia punya luka dari rumahnya akibat strict parents, tapi di sisi lain dia punya sahabat perempuan yang luar biasa suportif. Berperan di film ini menjadi pengalaman yang seru, menantang, dan pastinya manis sekali terhanyut dalam ceritanya," kata Shanna.

Teaser Poster dan Trailer: Romantisasi Bandung sebagai Saksi Bisu

​Dalam teaser trailer yang diputar perdana, penonton disuguhkan cuplikan emosional dari romansa Basil dan Elma yang hangat sekaligus pelik. Sentuhan visual yang dihadirkan mempertegas Bandung-pride dan meromantisasi sudut-sudut Kota Bandung bukan sekadar sebagai latar tempat, melainkan sebagai "saksi bisu" dan karakter yang hidup dalam perjalanan cinta mereka.

Sementara itu, teaser poster resmi menampilkan jajaran kelompok anak muda yang akan menggerakkan cerita ini, dengan Basil dan Elma berada di titik sentral berlatar lanskap Kota Bandung yang magis, menjanjikan kekuatan chemistry, kehangatan persahabatan (bromance & sisterhood), serta konflik keluarga yang kuat.

​Film Dan Bandung dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Informasi terbaru mengenai perkembangan film dapat diakses melalui akun media sosial resmi di @filmdanbandung





Adaptasi Film Korea, "Dua Nafas" Sentuh Hati Penonton dengan Kisah Kasih Sayang Keluarga Anatara Nenek dan Cucu

 

Film drama keluarga berjudul "Dua Nafas" resmi diperkenalkan kepada publik melalui gala premiere, press screening, dan konferensi pers yang digelar di Studio 2 XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026). 

Film hasil kolaborasi Anypearl Film, Sunrise Pictures, dan Syakir Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 2 Juli 2026

Disutradarai oleh Hasto Broto dan ditulis oleh Exan Zen, "Dua Nafas" merupakan adaptasi dari film Korea Selatan yang telah mengalami penyesuaian besar agar lebih dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia

Film "Dua Nafas" mengisahkan perjuangan seorang nenek bernama Mariyam yang dengan penuh kasih sayang merawat cucunya, Anto, di sebuah desa. Anto dititipkan oleh ibunya, Waty, yang harus menjalani operasi dan perawatan medis selama dua bulan di rumah sakit.

Melalui hubungan emosional antara nenek dan cucu, film ini menghadirkan pesan tentang pengorbanan, kasih sayang keluarga, penghormatan kepada orang tua, serta pentingnya menjaga ikatan antar generasi.

Sutradara Hasto Broto menjelaskan bahwa meskipun film ini diadaptasi dari karya Korea Selatan, sebagian besar cerita telah disesuaikan dengan budaya Indonesia.

"Konsep awal memang berasal dari film Korea Selatan, tetapi sekitar 75 persen cerita dan pendekatannya telah diubah agar sesuai dengan budaya Indonesia. Fokus utama tetap pada hubungan seorang nenek dan cucunya," ujar Hasto Broto.

Menurutnya, adaptasi tersebut dilakukan agar penonton Indonesia dapat lebih mudah merasakan kedekatan emosional dengan karakter dan konflik yang dihadirkan dalam film.

Produser sekaligus pemeran Anto dewasa, Syakir Daulay, mengatakan bahwa "Dua Nafas" merupakan film perdana yang diproduksi oleh Syakir Film.

Ia menilai film tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi antara industri perfilman Indonesia dengan negara-negara Asia lainnya.

"Film ini terinspirasi dari karya sineas Korea yang mengingatkan kita pada kenangan masa kecil bersama nenek. Saya sangat menghormati film ini karena memiliki pesan yang kuat tentang keluarga. Kami berharap film ini membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara Asia dalam industri perfilman," kata Syakir Daulay

"Film ini memiliki pesan moral yang kuat dan sangat layak ditonton oleh anak-anak maupun keluarga Indonesia," tambahnya.

Produser asal Korea Selatan, Daniel Kwon, mengaku terharu karena proyek yang digarap selama hampir satu tahun tersebut akhirnya dapat dipertontonkan kepada publik Indonesia.

"Saya sangat bersyukur karena setelah melalui proses yang panjang, akhirnya film ini sampai pada tahap gala premiere. Terima kasih kepada Hasto Broto dan seluruh pemain serta kru yang telah bekerja keras menyukseskan film ini," ungkap Daniel Kwon.

Ia menjelaskan bahwa alasan utama menghadirkan film tersebut adalah karena nilai-nilai keluarga yang universal dan dekat dengan budaya masyarakat Asia.

"Kisah ini mengingatkan kita akan cinta dan pengorbanan seorang nenek kepada cucunya. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan keindahan budaya Indonesia serta nilai-nilai dalam menyelesaikan konflik keluarga," ujarnya.

Selain menghadirkan cerita yang menyentuh, proses produksi "Dua Nafas" juga diwarnai berbagai tantangan di lapangan.

Aktor Kanie Junaedi yang memerankan ayah Udin mengungkapkan bahwa selama proses syuting, kru menghadapi berbagai kejadian tak terduga.

"Proses produksinya memakan waktu hampir satu tahun. Banyak tantangan yang kami hadapi, mulai dari kondisi lokasi hingga berbagai kejadian di luar dugaan, termasuk ada kru yang digigit ular saat proses syuting berlangsung. Namun semua itu menjadi pengalaman berharga bagi kami," ujarnya.

Film "Dua Nafas" dibintangi oleh Aty Cancer, Adela Rasya, Syakir Daulay, Auzan Noh Karepesina, Bilqis Hafsa, Mantra Gurindam, Kanie Zainal, serta sejumlah aktor dan aktris lainnya.

Film ini diproduseri oleh Mr. Park, Daniel Kwon, dan Syakir Daulay, serta diharapkan menjadi salah satu film keluarga yang mampu menyentuh hati penonton Indonesia melalui kisah sederhana tentang cinta, pengorbanan, dan kehangatan keluarga.

Dengan mengusung tema hubungan nenek dan cucu yang penuh makna, "Dua Nafas" hadir sebagai tontonan keluarga yang sarat nilai kehidupan dan siap menyapa penonton Indonesia mulai 2 Juli 2026.

Dari Sweetheart Menjadi Anak Jalanan; Iqbaal Ramadhan Tampil “Jamet” di Teaser Poster Operasi Pesta Copet

 

Operasi Pesta Copet tayang mulai Agustus 2026 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 19 Juni 2026 — IMAJINARI kembali dengan gebrakan karya terbaru berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film drama komedi yang menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod, dengan produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan.

​Dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba, keempatnya bakal menjadi komplotan copet konser yang meresahkan. Melalui teaser poster yang dirilis, keempatnya tampil berbeda, termasuk Iqbaal Ramadhan yang untuk pertama kalinya terlihat seperti “jamet”.

​Mengambil latar di festival musik besar Indonesia, Pestapora, sebagai arena operasi pencopetan, Iqbaal, Kristo, Zulfa, dan Kawai akan menunjukkan aksi nekat mereka di tengah ribuan penonton.

​Operasi Pesta Copet akan menjadi kolaborasi paling tidak terduga tahun ini, menggandeng promotor festival musik terbesar di Indonesia, dengan Direktur Festival Pestapora Kiki Aulia Ucup sebagai produser eksekutif, serta kualitas produksi dari studio paling sukses di Indonesia dengan franchise AGAK LAEN-nya, IMAJINARI, film ini menjadi perayaan terbesar dari kultur festival musik dan film di Indonesia. Namun, juga mengangkat tentang sisi dramatis dari para manusia di baliknya, serta isu yang relevan dengan situasi Indonesia saat ini.

​“Operasi Pesta Copet menjadi produksi Imajinari yang paling nekat sejauh ini. Film dengan set festival asli Pestapora dengan puluhan ribu penonton, dan menceritakan tentang operasi copet di konser,” ujar produser Ernest Prakasa.

“Film ini prosesnya sangat panjang. Pertama kali Khemod cerita soal ide ini pada tahun 2023. Jadi berselang tiga tahun sampai akhirnya nanti bisa tayang di bioskop Indonesia. Dan seperti biasa, ketika Imajinari menerima penawaran cerita, hal pertama yang kami tanya adalah kenapa film ini perlu dibuat? Dari keresahan Khemod soal kemiskinan struktural, kami percaya film ini punya alasan yang cukup kuat.” tambah Ernest.

Sutradara Operasi Pesta Copet, Edy Khemod, yang juga dikenal sebagai drummer band Seringai serta creative & show director berbagai pertunjukan musik di Indonesia mengungkapkan di debut penyutradaraannya, ia ingin menceritakan tentang kisah yang ada di dunia musik, namun dari sisi orang-orang di baliknya.

​“Masalah copet konser ini kan sebenarnya jadi permasalahan yang kerap dihadapi sama penonton musik. Bukan cuma penontonnya, tapi juga band dan penyelenggaranya. Dan cerita ini berangkat dari kisah nyata yang saya alami bersama Seringai. Namun, di sini saya juga ingin menyampaikan kritik sosial lewat copet konser, tentang adanya tekanan ekonomi dan tidak adanya pilihan lain dalam hidup,” ujar sutradara Edy Khemod.

Sementara itu, bagi Iqbaal Ramadhan, Operasi Pesta Copet jadi wahana baru baginya. Lama dikenal dengan persona sweetheart, kini Iqbaal tampil berbeda. Ia menunjukkan transformasinya sebagai seorang jamet copet konser, sekaligus transformasi perannya di balik layar dalam debutnya sebagai produser kreatif.

“Saking jametnya, saya ditahan sama satpam Pestapora. Jadi pas lagi syuting di area Pestapora, satpamnya bilang ke saya, ‘Mas, maaf lagi ada yang syuting.’” ungkap Iqbaal tentang pengalamannya.

“Kalau sebagai produser, ini pengalaman pertama sebagai produser film. Sejauh ini, Operasi Pesta Copet menjadi project paling kompleks yang pernah saya kerjakan namun bikin nagih,” tutup Iqbaal.

​Ikuti informasi terbaru film Operasi Pesta Copet melalui akun Instagram @imajinari.id. Tunggu keseruan copet konser beraksi di bioskop mulai Agustus 2026!


TENTANG IMAJINARI

Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berpijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film "AGAK LAEN", "MENYALA PANTIKU" yang menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton, film mega box office "AGAK LAEN" yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton, serta "Jatuh Cinta Seperti Di Film Film" yang memenangkan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.

​Didirikan oleh duo Ernest Prakasa & Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film "Ngeri-Ngeri Sedap" (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023.

TENTANG ANGIN SEGAR

Angin Segar terbentuk dari kegelisahan pekerja produksi iklan di bawah naungan Cerahati yang ingin lebih fokus mengerjakan proyek inisiatif sendiri. Video musik dari Seringai dan The Panturas dengan pendekatan film cerita pendek, film dokumenter GELORA merupakan proyek awal inisiatif tersebut. Film music scoring, audio mixing & mastering juga menjadi kendaraan kami dalam berinisiatif di industri film. Operasi Pesta Pora diharapkan menjadi langkah awal untuk lebih aktif berinisiatif mengembangkan cerita dan memproduksinya dalam medium film.

TENTANG BOSS CREATOR

BOSS Creator adalah promotor musik dan festival terkemuka di Indonesia. Salah satu acara unggulannya adalah Pestapora, sebuah festival musik yang menghadirkan pengalaman unik dan tak terlupakan bagi para penggemar musik Indonesia. Pestapora 2025 meraih kesuksesan dengan penjualan 100 ribu tiket untuk penyelenggaraan 3 hari festival.

Kamis, 18 Juni 2026

BrookFarm Almond Run 2026 Digelar 23 Agustus di GBK, Targetkan 5.000 Peserta di Tengah Tren Lari yang Terus Meningkat

 

Pendaftaran BrookFarm Almond Run 2026 telah dibuka, dengan kategori 5K dan 10K serta kuota peserta lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya.

Menjawab meningkatnya tren lari di Indonesia, BrookFarm mendorong gaya hidup aktif yang didukung pilihan nutrisi yang lebih seimbang.

​Selain pengalaman berlari, peserta akan mendapatkan official race jersey dan finisher medal berbentuk almond yang ikonik, serta menikmati berbagai aktivitas interaktif termasuk 360° Booth dan penampilan spesial dari grup musik RAN.

​[Foto: (ki-ka) Philip Chen, President Director PT Diamond Food Indonesia; Widianto Juwono, Chief Growth Officer PT Diamond Food Indonesia; Gatot Sudarsono, CEO Indonesia Muda Road Runner; dr. Maria Melisa, Director of Marketing & Trading PT Sukanda Djaya; dr. Ikhsanuddin Qoth'i, Dokter

Jakarta, 18 Juni 2026 - BrookFarm kembali menghadirkan BrookFarm Almond Run 2026 yang akan digelar pada 23 Agustus 2026 di Plaza Parkir Timur GBK, Senayan, Jakarta. Setelah mendapatkan antusiasme positif pada penyelenggaraan sebelumnya, ajang lari yang menggabungkan aktivitas fisik, dukungan nutrisi, dan semangat komunitas ini menargetkan lebih dari 5.000 peserta sebagai bagian dari upaya BrookFarm untuk mendorong gaya hidup aktif dan sehat di Indonesia.

​Mengusung kategori 5K dan 10K, BrookFarm Almond Run 2026 hadir sebagai ajang yang terbuka bagi semua kalangan, dari pelari pemula hingga berpengalaman, untuk berlari bersama, membangun koneksi, dan merayakan gaya hidup aktif dalam pengalaman komunitas yang inklusif.

Popularitas lari di Indonesia terus meningkat, menjadikannya tidak hanya sebagai aktivitas untuk menjaga kesehatan, tetapi juga bagian dari gaya hidup aktif yang semakin diminati masyarakat. Sebanyak 7 dari 10 masyarakat Indonesia tercatat menjadikan kegiatan lari dan aktivitas outdoor sebagai bagian dari keseharian mereka. Pertumbuhan ini turut mendorong berkembangnya komunitas lari, yang tercermin dari peningkatan jumlah klub lari hingga 3,5 kali lipat. Menjawab tren tersebut, BrookFarm Almond Run 2026 hadir sebagai wadah bagi masyarakat untuk bergerak, terhubung, dan merayakan semangat hidup aktif bersama.

​Philip Chen, President Director Diamond Food Indonesia, selaku produsen BrookFarm, menyatakan, “Kami melihat adanya pergeseran cara masyarakat memaknai olahraga lari. Aktivitas ini tidak lagi hanya berfokus pada kebugaran, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang mendorong koneksi sosial, kebiasaan positif, dan wellbeing secara menyeluruh. Di tengah tren tersebut, kami percaya bahwa gaya hidup aktif yang berkelanjutan perlu ditopang oleh dua hal yang berjalan beriringan: aktivitas fisik yang konsisten dan dukungan nutrisi yang mencukupi. Melalui BrookFarm Almond Run 2026, kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk memahami pentingnya keseimbangan tersebut sekaligus membangun kebiasaan hidup aktif yang dapat dijalani secara konsisten, inklusif, dan berkelanjutan.”

​Tren lari yang terus berkembang turut meningkatkan kebutuhan akan nutrisi yang mendukung energi dan pemulihan tubuh.

​Di antara berbagai pilihan plant-based milk seperti oat dan soy, almond menjadi salah satu yang banyak dipilih karena kandungan nutrisinya yang mendukung gaya hidup aktif. Almond merupakan sumber alami vitamin E dan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif, serta mengandung magnesium yang berperan dalam fungsi otot dan metabolisme energi. Kandungan nutrisi tersebut menjadikan almond pilihan yang relevan bagi masyarakat yang semakin memperhatikan keseimbangan antara aktivitas fisik dan asupan harian.

​Menjawab kebutuhan akan nutrisi yang mendukung gaya hidup aktif, Br ​Hadir dalam kemasan praktis 200 ml dan empat varian rasa yakni Original, Dark Chocolate, Matcha, dan Salted Caramel, BrookFarm Almond Milk menawarkan pilihan yang sesuai dengan beragam preferensi konsumen, membuktikan bahwa pilihan nutrisi yang lebih baik tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan pengalaman rasa. ookFarm menghadirkan BrookFarm Almond Milk yang dibuat dari almond California pilihan dan diperkaya berbagai nutrisi penting seperti Vitamin B12, Vitamin D, Vitamin E, kalsium, dan serat. Dengan kandungan rendah gula dan kalori serta profil nutrisi yang seimbang, produk ini dirancang sebagai pilihan praktis untuk mendukung aktivitas sehari-hari tanpa mengesampingkan kebutuhan nutrisi.

​Hadir dalam kemasan praktis 200 ml dan empat varian rasa yakni Original, Dark Chocolate, Matcha, dan Salted Caramel, BrookFarm Almond Milk menawarkan pilihan yang sesuai dengan beragam preferensi konsumen, membuktikan bahwa pilihan nutrisi yang lebih baik tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan pengalaman rasa.

​Berdasarkan data GoodStats (ragam olahraga terpopuler menurut publik RI) yang mengutip survei Populix (Tren olahraga di Indonesia).

​Berdasarkan insight dari Strava pada Year In Sport 2025.

​Berdasarkan data nutrisi almond dari Almond Board of California, Almond Nutrition Facts.

​“Di BrookFarm, pengembangan produk selalu berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Kami melihat bahwa masyarakat saat ini tidak hanya mencari produk yang dapat mendukung kebutuhan nutrisi sehari-hari, tetapi juga dapat dinikmati secara konsisten dalam keseharian. Karena itu, BrookFarm Almond Milk dikembangkan melalui proses riset dan pengembangan bersama para ahli nutrisi untuk menghadirkan keseimbangan antara kandungan nutrisi dan pengalaman menikmati produk yang menyenangkan. Kami percaya bahwa ketika nutrisi dan cita rasa dapat berjalan beriringan, gaya hidup sehat akan lebih mudah diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan,” tambah Philip.

​Sebagai bagian dari komitmen BrookFarm dalam mendukung gaya hidup aktif, BrookFarm Almond Run 2026 hadir untuk mempertemukan masyarakat melalui pengalaman yang memadukan olahraga, komunitas, dan edukasi mengenai pentingnya keseimbangan antara aktivitas fisik dan dukungan nutrisi.

​Selain pengalaman berlari, peserta juga akan mendapatkan official race jersey dan finisher medal ikonik berbentuk almond yang menjadi ciri khas BrookFarm Almond Run. Acara ini turut dimeriahkan dengan berbagai aktivitas interaktif, termasuk 360° Booth untuk memperkaya momen bersama komunitas dan sesama pelari, serta penampilan spesial dari grup musik RAN yang akan menambah semarak acara. 

Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui https://brookfarmrun.com/.

Tentang PT Diamond Food Indonesia

​PT Diamond Food Indonesia Tbk adalah perusahaan makanan dan minuman terkemuka di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1974. Berawal sebagai produsen es krim, perusahaan ini berkembang menjadi penyedia berbagai kategori produk—mulai dari dairy, confectionery, daging & makanan laut, bakery, hingga grocery—baik yang diproduksi sendiri maupun berasal dari merek prinsipal internasional.

​Didukung oleh empat fasilitas produksi modern serta jaringan distribusi cold chain yang tersebar di 38 provinsi, PT Diamond Food Indonesia menjangkau konsumen melalui pasar modern, pasar tradisional, food service, ritel milik perusahaan, dan platform e-commerce.

​Salah satu produk unggulan yang diproduksi oleh Diamond adalah BrookFarm, yang dikenal dengan produk-produk dairy dan non-dairy seperti susu segar, susu almond, susu kedelai, es krim, dan whipping cream. Semua produk BrookFarm dirancang untuk memberikan kualitas terbaik dan kesegaran maksimal bagi konsumen Indonesia.

​Dengan komitmen terhadap inovasi, mutu, dan keberlanjutan, PT Diamond Food Indonesia terus berupaya memberikan produk terbaik dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Rabu, 17 Juni 2026

Gala Premiere Tanah Runtuh Tuai Sambutan Hangat Setelah Kemarin Banyak Perdebatan, Penonton Nilai Film Ini Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

 


Jakarta, 18 Juni 2026 — Menjelang penayangannya di bioskop seluruh Indonesia pada 25 Juni 2026, film Tanah Runtuh menggelar gala premiere yang dihadiri para pemain, media, tokoh publik, serta ratusan tamu undangan. Film ini berlatar konflik bernuansa agama yang pernah terjadi di Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah. Melalui kisah dua kakak beradik, Kai (Yoan) dan Ringgo (Ridho Khaliq), seorang anak dengan Down Syndrome, yang terpisah dari ibu mereka di tengah konflik. Dalam perjalanan mereka, keduanya bertemu Idham (Vino G. Bastian), seorang anggota polisi yang membantu mereka.

​Gala premiere ini berlangsung di tengah perbincangan publik yang beberapa hari terakhir ramai membahas representasi penyandang Down Syndrome dalam industri perfilman Indonesia. Sebelumnya, muncul berbagai pendapat di media sosial yang mempertanyakan apakah kehadiran karakter anak dengan Down Syndrome dalam sejumlah film, termasuk Tanah Runtuh. Perdebatan tersebut memunculkan beragam respons bahkan sebelum film ini resmi tayang. Sebagian pihak menilai karakter tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa penyandang Down Syndrome juga berhak memperoleh ruang representasi yang setara di dunia perfilman selama penggambarannya dilakukan secara bermartabat dan tidak bersifat eksploitatif.

​Lebih dari sekadar mengangkat kisah tentang konflik di Poso, Tanah Runtuh dinilai membawa pesan yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Bahwa film ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melewati berbagai perbedaan, dan bahwa persatuan, toleransi, serta kemanusiaan harus terus dijaga di tengah berbagai dinamika sosial yang terjadi. Film ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan Indonesia. Kita diingatkan bahwa kebencian tidak pernah menyelesaikan apa pun.

​Tanah Runtuh akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026.


Tentang Denny Siregar Production

Denny Siregar Production adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi film dengan visi menghasilkan karya-karya berkualitas yang berkontribusi pada kemajuan industri perfilman Indonesia. Melalui setiap produksinya, perusahaan berkomitmen menghadirkan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan dan pesan moral yang positif kepada masyarakat.


Rilis : 25 Juni 2026

Produksi : Denny Siregar Production

Executive Produser : Islah Bahrawi, Enden Kartawijaya

Produser : Denny Siregar

Sutradara : Rudi Soedjarwo

Casts : Vino G. Bastian, Sigi Wimala, Yoan, Ridho Khaliq, Kurnia Nizar, Umar Akbar, Jerry Likumahwa, Tubagus Ali, Royhan Hidayat, Jenda Munthe, Agnes Naomi Shivapriya, Tike Priatmakusumah, Gerald Yo, Runny Rudiyanti, Luna Allegra, dan Sari Koeswoyo

Bayu Skak Bawa Penyegaran lewat Komedi Sci-fi di Film Foufo, Saat Alien Membantu Ibu dari Keluarga Madura yang Ingin Naik Haji! Trailer Tampilkan Tretan Muslim Jadi Anak yang Berbakti Pada Ibu

 

​Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 17 Juni 2026 — Setelah sukses dengan genre horor komedi, sutradara Bayu Skak merilis film terbarunya bergenre komedi sci-fi berjudul Foufo, yang dipersembahkan oleh Skak Studios dan Sinemart. Menyambut penayangannya di bioskop pada 9 Juli 2026, film Foufo merilis official trailer dan poster yang menampilkan persahabatan dan kisah haru cinta seorang anak terhadap ibunya yang ingin naik haji.

​Film Foufo dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Jafar, Ade 'Bibier' Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, dan Hari Otong. Film ini diproduseri oleh Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan, dengan produser eksekutif David Suwarto.

​Official trailer film Foufo menampilkan perjalanan Muslim yang diperankan oleh Tretan Muslim, sebagai anak yang menjadi tulang punggung keluarga hidup sebagai pengepul besi bekas. Di tengah keterbatasan ekonomi, Muslim memiliki cita-cita untuk memberangkatkan ibunya, Saiqonah, naik haji ke Mekah. Namun, di tengah semuanya, datang alien dari planet asing yang mendarat ke Bumi dan mengubah jalan hidup keluarga Muslim.

​Situasi pun menjadi semakin rumit. Alien yang mereka panggil Foufo itu butuh pertolongan keluarga Muslim untuk bisa kembali ke kapal induknya. Di satu sisi, batas pelunasan keberangkatan haji semakin dekat dan mendesak, dan membawa film ini memiliki drama yang mengharukan dari trailernya. Bagiamna perjalanan persahabatan antara keluarga Madura dan alien? Apa yang akan dilakukan Muslim dan Foufo?

​Bayu Skak mengungkapkan ide tentang film Foufo berawal dari sebuah keinginan untuk keluar dari zona nyamannya. Selama ini, Bayu dikenal dengan signature sutradara komedi dan bahasa Jawanya. Namun, untuk pertama kalinya Bayu menggarap film berbahasa Madura.

​Kisah yang dibawa pun sangat universal, tentang cinta yang begitu besar dari seorang anak terhadap sang ibu.

​"Semua orang punya pengalaman dan perasaan bagaimana rasanya mencintai ibu kita masing-masing dan keinginan untuk membahagiakan orang yang kita paling sayangi di dunia ini, yaitu ibu. Perasaan itu yang ingin kami sajikan di film ini," ujar produser dan sutradara film Foufo Bayu Skak.

​Film Foufo sekaligus menandai debut Tretan Muslim sebagai pemeran utama di film layar lebar. Jika biasanya Tretan tampil sebagai karakter yang komedik, justru di film ini ia ditantang untuk menampilkan karakter yang serius.

​"Ini pertama kalinya saya menjadi pemeran utama, ditambah kalian akan melihat sisi lain yang belum pernah dilihat selama ini. Saya bangga identitas Madura ditampilkan dengan baik dan unik oleh Bayu di film Foufo ini," ungkap Tretan Muslim.

​Film Foufo membawa beberapa terobosan yang menjadi penyegaran di perfilman Indonesia. Di antaranya adalah film pertama berbahasa Madura, dengan hampir 80% pemeran adalah berdarah Madura dan non-aktor, serta berkolaborasi dengan studio animasi lokal asal Surabaya, Hompimpa, untuk secara khusus mendesain karakter alien.

​Dalam prosesnya, film Foufo juga melakukan open casting yang melibatkan partisipasi 2.500 peserta! Skala yang sangat besar dan menjadi bentuk keseriusan Skak Studios dan Sinemart dalam mencari talenta otentik Madura.

​Film ini juga menggandeng pengisi suara (dubber) legendaris Indonesia, Ade 'Bibier' yang sudah sangat dikenal suaranya oleh masyarakat Indonesia, untuk mengisi suara alien. Ia juga untuk pertama kalinya debut di layar lebar, dan secara khusus pertama kalinya melakukan live dubbing.

​"Ide tentang UFO yang crash landing di Madura sudah sangat lucu. Film ini membawa komedi dengan sentuhan sci-fi, namun juga ada kedalaman dramanya tentang cinta seorang anak yang ingin berbakti pada ibunya, sebuah perasaan yang rasanya sangat relate untuk kita semua. Sinemart percaya dengan mendukung penuh film Foufo sejak awal dikembangkan dan akhirnya siap tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop Indonesia," ujar produser eksekutif David Suwarto.

​Film Foufo akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.

Tentang Skak Studios

​Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.

​Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.

Berikut Trailer nya 



Tentang Sinemart

​Sinemart, yang diambil dari 3 kata 'Sinema', 'Art', dan 'Mart', menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara 'seni' dan 'dagang' melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.

​Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Selasa, 16 Juni 2026

Badan Perfilman Indonesia dan Kementerian Ekonomi Kreatif Sepakat Perkuat Kolaborasi untuk Ekosistem Film Indonesia

Jakarta, 16 Juni 2026. Badan Perfilman Indonesia (BPI) melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif untuk membahas arah pengembangan industri film nasional dalam kerangka Rencana Induk Ekonomi Kreatif. Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih erat antara masyarakat film dan pemerintah.

Dalam pemaparannya, Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa film menjadi salah satu sektor prioritas dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif yang tertuang dalam Peraturan Presiden. Sektor film masuk dalam bidang Media, satu dari empat bidang kreatif utama bersama Budaya, Desain, serta Digital dan Teknologi. Target RPJMN 2025-2029 mencakup pertumbuhan PDB ekonomi kreatif, peningkatan ekspor, perluasan tenaga kerja, dan investasi, dengan fokus pada komersialisasi kekayaan intelektual (IP) agar produk film Indonesia berdaya saing global. Pemerintah menargetkan investasi sektor film mencapai Rp 2,15 triliun, dan tengah menyusun skema insentif khusus untuk subsektor Film, Game, dan Aplikasi.

Langkah ini sejalan dengan amanat Presiden untuk mengaktivasi 200 desa kreatif, menghidupkan creative hub di daerah, dan mendorong inisiatif "Creative by Indonesia".

Pemerataan industri kreatif ini membuka ruang tumbuh yang lebih luas bagi talenta film Indonesia, dari sineas di kota besar hingga komunitas film di daerah.

Beberapa agenda strategis yang dibahas bersama antara lain:

● Pengembangan SDM dan akses data. BPI mencatat masukan penting soal keterbukaan akses ke industri bagi mahasiswa dan talenta muda, termasuk kebutuhan sistem data terbuka untuk pembelajaran perfilman.

● Pemberantasan pembajakan. Pembajakan masih menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan industri, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 14,8 triliun pada 2024. BPI bersama pemerintah berkomitmen memperkuat gerakan anti-pembajakan secara menyeluruh, mulai dari inisiasi Anti-Piracy Task Force bersama Komdigi, DJKI, dan aparat penegak hukum, pemblokiran situs ilegal, hingga kampanye budaya menonton film secara legal kepada masyarakat luas.

● Perluasan akses layar. Saat ini baru sekitar separuh film yang lulus sensor berhasil tayang di bioskop. Wacana pembangunan layar bioskop lokal menjadi perhatian bersama agar lebih banyak film Indonesia bertemu dengan penontonnya.

"Tantangan industri film kita masih banyak, dan kami tidak menutup mata soal itu. Yang penting sekarang kita punya arah yang sama dengan pemerintah. BPI siap bekerja, bertahap, bersama seluruh masyarakat film, termasuk memperjuangkan kepastian hukum dan dukungan pendanaan yang stabil bagi kemajuan industri film Indonesia," ujar Fauzan Zidni, Ketua Umum BPI.

BPI memandang seluruh kesepakatan ini sebagai titik berangkat, bukan capaian akhir. BPI berterima kasih atas keterbukaan Kementerian Ekonomi Kreatif dan berkomitmen menjaga komunikasi yang berkelanjutan demi ekosistem film yang sehat, adil, dan berdaya saing. Sebagai tindak lanjut, BPI dan Kementerian Ekonomi Kreatif akan segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) kolaborasi beserta timeline eksekusi.

*****

Tentang Badan Perfilman Indonesia (BPI):

Berdiri pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009, Badan Perfilman Indonesia adalah lembaga swasta mandiri yang dibentuk masyarakat sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen perfilman Indonesia: dikukuhkan Presiden, difasilitasi Pemerintah. BPI memiliki tugas: memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mendorong kebijakan perfilman dan mempercepat PP Rencana Induk Perfilman Nasional dan PP Sanksi. Menyelenggarakan dan mengikuti festival film di dalam dan luar negeri. Mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing. Melakukan penelitian dan pengembangan perfilman. Memberikan penghargaan kepada insan perfilman. Memfasilitasi pendanaan pembuatan film bermutu tinggi.

––––––––––––––––

Minggu, 14 Juni 2026

Di Tengah Indonesia yang Semakin Berat, Tanah Runtuh Mengajak Kita Melihat Dunia dari Sudut Pandang Cinta Lewat Sosok Anak Down syndrome

 


​Di Tengah Indonesia yang Semakin Berat, Tanah Runtuh Mengajak Kita Melihat Dunia dari Sudut Pandang Cinta Lewat Sosok Anak Down syndrome

​Diperankan Ridho Khaliq, karakter anak dengan Down Syndrome dalam Tanah Runtuh menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang semakin rumit, manusia masih memiliki kemampuan untuk mencintai dan saling menjaga.

​Jakarta, 10 Juni 2026 – Hidup orang dewasa hari ini terasa semakin berat. Mulai dari tekanan ekonomi, ketidakpastian masa depan, hingga dunia yang semakin dipenuhi kemarahan dan perpecahan, banyak orang menjalani hari-harinya dalam keadaan lelah, cemas, dan terus-menerus dituntut untuk bertahan.

​Di tengah situasi tersebut, film Tanah Runtuh justru hadir dengan sebuah ajakan yang sederhana, melihat dunia dengan lebih tenang dan lebih penuh cinta.

​Melalui karakter Ringgo yang diperankan Ridho Khaliq, seorang anak dengan Down Syndrome, Tanah Runtuh tidak hanya menghadirkan representasi yang jarang terlihat di layar lebar Indonesia, tetapi juga mengajak penonton untuk kembali pada hal-hal yang paling mendasar dalam hidup manusia, keluarga, kasih sayang, dan kepedulian.

​Disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan diproduseri oleh Denny Siregar, Tanah Runtuh mengikuti perjalanan Kai dan Ringgo yang terpisah dari ibu mereka di tengah sebuah peristiwa besar yang mengubah kehidupan mereka. Namun lebih dari sekadar kisah pencarian, film ini menjadi refleksi tentang bagaimana manusia tetap dapat memilih cinta ketika dunia di sekeliling mereka terasa runtuh.

​Bagi Rudi Soedjarwo, yang paling menarik dari film ini justru bukan peristiwa besarnya, melainkan bagaimana manusia-manusia di dalamnya berusaha bertahan dan saling menjaga.

​"Ketika dunia terasa runtuh, yang sering menyelamatkan kita justru bukan hal-hal besar tetapi orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal dan peduli. Saya tertarik pada manusia-manusia di dalamnya, dan melalui Ringgo, saya merasa film ini memiliki hati yang sangat kuat," ujar Rudi Soedjarwo.

​Produser Denny Siregar mengatakan bahwa sejak awal Tanah Runtuh memang tidak dibuat untuk berbicara tentang konflik, melainkan tentang cinta yang tetap bertahan di tengah keadaan yang paling sulit sekalipun.

​"Hari ini kita hidup di masa ketika semua orang seperti sedang marah, takut, dan lelah. Kita terlalu sering melihat dunia dengan prasangka dan kebisingan. Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana, bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan," ujar Denny Siregar.

​Menurutnya, karakter Ringgo tidak pernah dimaksudkan sebagai simbol atau objek belas kasihan. Justru sebaliknya, sosok yang diperankan Ridho Khaliq tersebut menjadi pusat perjalanan emosional film sekaligus jembatan bagi penonton untuk melihat dunia dengan cara yang lebih tenang.

​"Di tengah dunia yang semakin rumit, kadang kita justru belajar dari mereka yang memandang hidup dengan lebih jujur dan lebih tulus. Ringgo mengingatkan kita bahwa cinta dan keluarga adalah hal-hal yang membuat manusia tetap bertahan ketika semuanya terasa runtuh," lanjutnya.

​Hal serupa juga dirasakan oleh Vino G. Bastian yang memerankan Idham, seorang anggota yang tanpa sengaja dipertemukan dengan Kai dan Ringgo di tengah perjalanan mereka mencari sang ibu.

Bagi Vino, hubungan yang terbangun dengan kedua anak tersebut menjadi inti dari film ini.

​"Yang paling menyentuh buat saya bukan konflik atau kekacauan yang terjadi di sekeliling mereka. Justru bagaimana Ringgo melihat dunia dengan cara yang sangat tenang. Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini," kata Vino G. Bastian. 

​Sebagai seorang ayah, Vino juga merasa perjalanan Kai dan Ringgo memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat.

​"Kita hidup di masa ketika orang sibuk, semua orang terburu-buru, dan semua orang dituntut untuk terus kuat. Tapi melalui Ringgo, saya merasa diingatkan bahwa kadang yang paling penting bukan menjadi yang paling kuat, melainkan tetap punya hati untuk peduli pada orang lain," ujarnya.

​Tanah Runtuh tidak menempatkan karakter dengan Down Syndrome sebagai simbol inspirasi. Sebaliknya, film ini memberikan ruang bagi Ringgo untuk menjadi manusia yang utuh dengan segala rasa takut, kasih sayang, dan harapannya sendiri.

​Melalui sosok Ringgo, Tanah Runtuh mengajak penonton melampaui segala keterbatasan dan melihat bahwa bahkan ketika tanah di bawah kaki terasa runtuh, manusia masih memiliki satu hal yang tidak dapat diruntuhkan: kemampuan untuk mencintai.

​Dibintangi oleh Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, hingga Tike Priatnakusumah, Tanah Runtuh akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.


SINOPSIS

​Dalam kerusuhan agama di Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah, Kai (9) bersama kakaknya Ringgo (11), seorang anak dengan Down Syndrome, terpisah dari ibu mereka, Emmy (40). Bertekad menemukan ibunya, Kai membawa mereka dalam perjalanan melintasi berbagai lokasi pengungsian di tengah konflik yang terus berlangsung.

​Di sisi lain, Idham, seorang anggota, ditugaskan ke wilayah tersebut untuk menangani kerusuhan. Pertemuannya dengan Kai dan Ringgo membuatnya berjanji untuk membantu mereka. Dalam perjalanan yang penuh risiko, ketiganya menghadapi berbagai situasi yang menguji batas kemanusiaan, hingga akhirnya tidak hanya menemukan apa yang mereka cari, tetapi juga membentuk ikatan keluarga yang tak terduga.


CATATAN PRODUKSI

​Judul: Tanah Runtuh

​Sutradara: Rudi Soedjarwo

​Produser: Denny Siregar

​Produksi: Denny Siregar Production

​Durasi: 2 jam 51 menit

​Genre: Drama


​PEMERAN


​Vino G. Bastian

​Ridho Khaliq

​Yoan

​Sigi Wimala

​Jenda Munthe

​Tubagus Ali

​Agnes Naomi

​Jerry Likumahwa

​Royhan Hidayat

​Umar

​Tike Priatnakusumah

​Luna Allegra

​Sari Koeswoyo


TENTANG DENNY SIREGAR PRODUCTION

​Denny Siregar Production merupakan rumah produksi yang dikenal melalui karya-karya dengan pendekatan cerita yang berani dan relevan secara sosial. Dengan fokus pada narasi yang kuat dan perspektif yang berbeda, perusahaan ini terus mengembangkan film-film yang membuka ruang refleksi sekaligus mendorong representasi yang lebih inklusif dalam industri perfilman Indonesia.

Suanggi: Ilmu Kutukan, Hadirkan Horor yang Terinspirasi dari Kisah Nyata Indonesia Timur ke Layar Lebar Tahun 2026

  Jakarta – Industri perfilman Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan kisah-kisah yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara. Tahun...