Rabu, 01 Juli 2026

Teaser Poster Bapakmu Kiper Resmi Dirilis, Fedi Nuril Jadi Kiper Sepakbola Tarkam

 

Jakarta, 30 Juni 2026 - Rumah produksi Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis teaser poster perdana Bapakmu Kiper sekaligus mengumumkan jadwal tayangnya pada 3 September 2026. Poster tersebut menampilkan Fedi Nuril sebagai kiper sepak bola dalam momen menegangkan saat harus menghadang bola yang meluncur deras ke arah gawang. Di belakangnya, rekan-rekan satu tim sudah pasrah. Ada yang mengangkat tangan, menutup mata, hingga berteriak sebelum bola benar-benar masuk. Lewat poster ini, Bapakmu Kiper memberi gambaran awal tentang cerita komedi yang dipenuhi kekocakan khas sepak bola tarkam.

​Bapakmu Kiper menjadi film perdana yang diproduksi oleh Entelekey Sinema Indonesia, rumah produksi yang berada di bawah naungan Entelekey Media Indonesia. Sebelumnya, Entelekey Media Indonesia telah memproduksi dua film layar lebar, Pernikahan Arwah dan Warung Pocong, melalui kolaborasi dengan rumah produksi lainnya. Melalui Bapakmu Kiper, Entelekey Sinema Indonesia membuka langkah perdananya sebagai rumah produksi yang menghadirkan karya secara mandiri.

​Bapakmu Kiper disutradarai oleh Ody Harahap, sineas di balik sejumlah film komedi sukses seperti Kapan Kawin?, Sweet 20, dan Orang Kaya Baru. Naskahnya ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut, serta diperkuat penampilan Fedi Nuril, Ali Fikry, Tanta Ginting, Augie Fantinus, Vidi Bule, Neysa Chandria, Djalto Tigor, Didi Mursidi, Cemen, Qomar, Arnold Kobogau, Dwie Yabes, Jabrik, Rian Reza, Lucky L. Moniaga, dan Joko Nugroho.

​Bapakmu Kiper berkisah tentang Dino (Ali Fikry), remaja yang memendam kemarahan terhadap ayahnya, Warto (Fedi Nuril), mantan kiper tarkam yang lebih dikenal karena sederet blunder dan kekacauan dalam hidupnya daripada aksi penyelamatan di bawah mistar.

​Saat kesempatan terakhir Dino mengejar mimpi sebagai pesepakbola profesional datang lewat Tarkam Super Cup, Warto justru kembali turun ke lapangan dan mengumpulkan tim paling nyeleneh mulai dari hansip, dukun, hingga pencopet demi membantu anaknya meraih juara. Mampukah mereka membawa pulang kemenangan, atau justru menciptakan kekacauan baru?

​Bagi Fedi Nuril, Bapakmu Kiper menjadi pengalaman baru dalam perjalanan karirnya. Setelah dikenal lewat berbagai karakter drama yang identik dengan karakter softboy, kali ia tampil dalam komedi dengan memerankan Warto, mantan kiper tarkam yang penuh kekacauan namun memiliki kepedulian besar terhadap anaknya.

​"Dunia sepak bola antar kampung punya kedekatan emosional dengan banyak keluarga Indonesia, tapi jarang diangkat secara utuh ke layar lebar. Menurut saya itu yang membuat Bapakmu Kiper terasa spesial. Film ini lucu, hangat, dan sangat membumi," papar Fedi Nuril.

​Sementara itu, Garnet Geraldine Tanja, selaku Direktur Entelekey Sinema Indonesia, menyampaikan bahwa peluncuran teaser poster ini menjadi langkah awal perjalanan Bapakmu Kiper sebelum menyapa penonton Indonesia di bioskop. Di tengah berbagai dinamika dan hiruk-pikuk kehidupan saat ini, Bapakmu Kiper hadir sebagai hiburan yang mengajak penonton sejenak melepas penat, tertawa bersama, dan menikmati kisah yang hangat serta menghibur.

​"Kami ingin orang yang melihat judul maupun posternya langsung tersenyum. Poster ini sengaja kami rancang untuk langsung memperkenalkan karakter Warto. Dalam satu gambar, penonton bisa merasakan kepanikan, kekocakkan, sekaligus humor yang akan menjadi warna utama film ini. Bapakmu Kiper adalah film yang jujur, kocak, dan hangat, seperti suasana nonton bola di lapangan kampung. Kami berharap penonton pulang dari bioskop sambil tersenyum dan membawa kehangatan yang mereka temukan di dalam cerita," kata Garnet Geraldine Tanja, Direktur Utama Entelekey Sinema Indonesia.

​Menggabungkan komedi, sepak bola tarkam, persahabatan, dan hubungan ayah-anak dalam satu cerita yang hangat, Bapakmu Kiper siap menghibur penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

Film Rumah Singgah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures akan tayang bulan Agustus di bioskop Indonesia

 

Dibintangi Adhisty Zara & Devano, Video First Look Film Rumah Singgah Ditonton 4 Juta Orang hanya dalam 1 Hari

​Jakarta, 20 Juni 2026 — Pada Kamis lalu, 18 Juni 2026, film Rumah Singgah mempublikasikan video first look atau video perdananya melalui akun resmi media sosial film, para aktornya, rumah produksi serta rekan-rekan eksibitor. Unggahan tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari warganet, di mana dalam satu hari saja sudah mencapai total 4 juta views. Video berdurasi 38 detik tersebut menampilkan kolase potongan adegan-adegan, memperlihatkan look atau warna yang merepresentasikan keseluruhan film, para aktor yang terlibat, serta aksi dan reaksi tanpa dialog dari para aktornya.

​Reaksi positif publik terlihat pada kolom komentar, sebagian besar di antaranya mengungkapkan rasa tidak sabar ingin segera menonton film Rumah Singgah, ada pula yang memberi ungkapan emosi seperti "Nyeseknya sampe siniii" (@ilhahoam). Banyak juga di antaranya memberikan komentar baik yang ditujukan kepada Adhisty Zara sebagai salah satu aktor film Rumah Singgah. Antusiasme ini menandai kehadiran kembali Zara sebagai aktor utama dalam film layar lebar menjadi hal yang sangat dirindukan dan dinantikan oleh penonton.

​Film Rumah Singgah adalah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures serta disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo. Rumah Singgah dibintangi oleh Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Dewi Irawan, dan Aming. Ikuti perjalanan dan informasi terbaru film Rumah Singgah di akun-akun resmi media sosialnya. Film Rumah Singgah akan tayang di bioskop Indonesia bulan Agustus 2026.

​Hashtag : #rumahsinggah #filmrumahsinggah

Instagram : @rumahsinggahfilm

Threads : @rumahsinggahfilm

TikTok : @filmrumahsinggah

Industri Film Kian Kompetitif, JAFF Market Hadir Kembali Perkuat Peran sebagai Pasar Ekosistem Perfilman Indonesia

 


Jakarta, 26 Juni 2026 – Di tengah pertumbuhan industri film Indonesia yang semakin pesat dan kompetitif, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali menghadirkan JAFF Market, pasar film pertama dan terbesar di Indonesia yang telah berkembang menjadi salah satu agenda industri paling penting di kawasan.

​Di edisi ketiganya tahun ini, JAFF Market kembali menggandeng Amar Bank sebagai mitra utama untuk mendorong terciptanya ekosistem perfilman yang lebih terhubung, berkelanjutan, dan siap bersaing di tingkat global. Berlangsung pada 28-30 November 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. JAFF Market Powered by Amar Bank akan memperkuat perannya sebagai platform yang mempertemukan para pelaku industri dari berbagai mata rantai perfilman, mulai dari kreator, produser, investor, distributor, hingga institusi pendukung industri.

​Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan terus mendukung JAFF Market sebagai wujud nyata komitmen negara dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional. "Kita tidak hanya ingin menjadi pasar bagi film-film dunia, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, distribusi, dan pembiayaan agar semakin banyak karya Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional," kata dia dalam sambutannya di Konferensi Pers JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank.

​Untuk itu, Fadli Zon menilai kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan industri film nasional. Hadirnya JAFF Market pun strategis sebagai ruang kolaborasi yang produktif untuk memperkuat jejaring, membuka peluang baru, serta memperluas akses bagi karya dan talenta Indonesia di tingkat internasional. "Harapannya agar ekosistem perfilman Indonesia yang sedang tumbuh ini dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan," lanjut dia.

​Di tengah perlambatan ekonomi, industri perfilman Indonesia tetap menunjukkan daya tahannya. Berdasarkan data Cinepoint dalam Industry Trends and Performance in H1 2026, sebanyak 13 film Indonesia berhasil melampaui satu juta penonton sebelum semester pertama berakhir. Pencapaian ini menjadi yang tercepat dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya dan menunjukkan semakin banyak film yang mampu menjangkau audiens secara luas.

​Market Director JAFF Market, Linda Gozali, menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa industri film Indonesia memasuki fase yang semakin matang. Menurut dia, tantangan industri saat ini tidak lagi hanya menghasilkan lebih banyak film, tetapi juga memastikan setiap proyek memiliki akses terhadap pembiayaan, pasar, serta peluang kolaborasi yang lebih luas.

​"Di sinilah JAFF Market mengambil peran sebagai market hub. Kami melihat semakin banyak proyek menemukan mitra pendanaan, talenta memperoleh peluang pengembangan, dan IP Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas. Pengalaman dua tahun terakhir menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap platform industri seperti JAFF Market terus meningkat, seiring semakin besarnya minat investasi dan kolaborasi di sektor perfilman," kata Linda.

​Senada dengan itu, Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah mengatakan pertumbuhan industri perlu diimbangi dengan penguatan ekosistem yang mampu mempertemukan pelaku industri dengan pasar dan investor. "Indonesia memiliki talenta dan kekayaan intellectual property (IP) yang besar, namun masih membutuhkan infrastruktur industri yang mampu memperluas peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan," jelasnya.

​Untuk menjawab kebutuhan tersebut, JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank mempertahankan berbagai program utama yang mencakup seluruh rantai nilai industri, mulai dari pengembangan proyek, peningkatan kapasitas talenta, business matching, hingga perluasan akses pasar internasional. Program tersebut meliputi Film Industry Exhibitions, JAFF Future Project, Talent Day, Film Lab, Film & Market Conference, Market Screening, Company Showcase, Networking Events, serta JAFF IP Connection yang sebelumnya dikenal sebagai JAFF Content Market.

​Berlanjutnya kemitraan dengan Amar Bank juga mencerminkan semakin besarnya perhatian sektor keuangan terhadap potensi ekonomi industri film Indonesia. Kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung penyelenggaraan event, tetapi juga membuka peluang pengembangan model pembiayaan dan layanan yang lebih sesuai dengan karakteristik industri kreatif.

​Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, menegaskan bahwa mendorong pertumbuhan sektor kreatif membutuhkan perubahan infrastruktur dalam akses pembiayaan. "JAFF Market telah secara konsisten membuktikan perannya sebagai hub yang kuat dalam membangun ekosistem yang terintegrasi bagi industri film dan kreatif. Oleh karena itu, dukungan kami terhadap JAFF Market 2026 merupakan langkah untuk mendorong ekosistem multipemangku kepentingan, di mana kami mengajak para pembuat kebijakan dan pelaku industri untuk berkolaborasi dalam merancang layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif. Dengan bergerak menuju solusi yang selaras dengan model bisnis unik industri ini, kita dapat memastikan bahwa potensi kreatif dapat sepenuhnya ditransformasikan menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Vishal.

​Sebagai bentuk nyata penguatan ekosistem perfilman dari hulu ke hilir, JAFF Market dan Amar Bank memperluas kolaborasi dengan melibatkan Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan berbagai asosiasi industri film, diantaranya APROFI, IFDC, PILAR, INAFED, ICS, dan ACI dalam pengembangan kapasitas industri lokal.

​Selain mendorong peningkatan kompetensi pelaku industri, kemitraan ini juga membuka peluang eksplorasi inovasi, teknologi, serta pendekatan bisnis baru yang dapat memperkuat daya saing industri film Indonesia di tingkat regional maupun global.

​Di luar penyelenggaraan tahunannya, JAFF Market juga terus memperluas kehadiran internasional melalui partisipasi dalam berbagai ajang industri seperti Marché du Film - Cannes, Asian Contents & Film Market - Busan, dan Asia TV Forum & Market (ATF) - Singapore. Upaya ini dilakukan untuk mempromosikan kreator dan IP Indonesia sekaligus memperkuat jejaring global yang dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri film nasional.


Tentang JAFF & JAFF Market:

​Didirikan pada tahun 2006 sebagai respons terhadap perkembangan distribusi digital di awal 2000-an, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) telah menjadi platform penting dalam memperkuat ekosistem sinema di Yogyakarta dan Indonesia. Lebih dari sekadar festival film, JAFF berfungsi sebagai pusat pembelajaran, pertukaran budaya, serta wadah bagi sineas Asia untuk berkembang.

​Seiring berkembangnya distribusi digital secara global, Indonesia menjadi salah satu pasar film terbesar di Asia Tenggara, yang menuntut kehadiran sineas dan tenaga profesional berkualitas. Dari kebutuhan ini, lahirlah JAFF Market sebagai hub industri untuk menghubungkan sineas, talenta baru, kreator konten, investor, institusi film, media, dan komunitas film.

​Kini, sebagai gerbang menuju kencangnya laju industri film Indonesia, JAFF Market menjadi pasar film terbesar di Asia Tenggara yang membuka peluang kerja sama dan bisnis lintas sektor industri. Dengan berbagai program unggulan, JAFF Market terus berkembang sebagai event industri terkemuka yang mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem film Indonesia yang dinamis.

​Bersiaplah untuk JAFF (28 November - 5 Desember 2026) dan JAFF MARKET 2026 (28 - 30 November 2026) – Let’s Shape the Future of Asian Cinema!


Tentang Amar Bank

PT Bank Amar Indonesia Tbk. atau Amar Bank adalah bank digital Indonesia. Didirikan pada tahun 1991, diluncurkan kembali menjadi Amar Bank pada tahun 2015, sejak itu bank telah mengalami transformasi digital yang signifikan untuk menjadi salah satu pelopor lembaga fintech melalui platform pinjaman digital Tunaiku, yang telah memenangkan berbagai penghargaan. Diluncurkan pada tahun 2014, Tunaiku adalah platform pinjaman digital berbasis aplikasi pertama di Indonesia yang memanfaatkan big data dan analitik prediktif untuk melayani populasi yang tidak memiliki rekening bank dan kurang terlayani di Indonesia, dan terus menjadi produk unggulan Amar Bank. Tunaiku memberikan pinjaman pribadi kepada individu dan UMKM. Aplikasi diproses dan disetujui dalam waktu 24 jam. Amar Bank (kode saham: AMAR) tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 2020, Amar Bank meluncurkan aplikasi perbankan digital, bank cerdas khusus seluler berbasis cloud pertama di Indonesia, yang mengadopsi teknologi baru AI untuk mendorong kebiasaan menabung yang baik sambil meningkatkan disiplin untuk kontrol keuangan pribadi yang lebih baik.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

​Website: www.amarbank.co.id & www.tunaiku.com

​Facebook: Amar Bank / Tunaiku

​Twitter: @amarbankID / @tunaikucom

​Instagram: @amarbank.id / @tunaikucom

​Instagram: @lifeatamar.tunaiku

​LinkedIn: Amar Bank / Tunaiku

Teaser Poster Bapakmu Kiper Resmi Dirilis, Fedi Nuril Jadi Kiper Sepakbola Tarkam

  Jakarta, 30 Juni 2026 - Rumah produksi Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis teaser poster perdana Bapakmu Kiper sekaligus mengum...