Sabtu, 25 April 2026

Badan Perfilman Indonesia Umumkan Susunan Pengurus 2026-2030, Siap Perkuat Ekosistem Film Nasional

 


​Jakarta, April 2026 – Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), Fauzan Zidni, resmi mengumumkan susunan pengurus BPI periode 2026-2030. Pengumuman ini menjadi tonggak penting di tengah momentum kebangkitan industri perfilman Indonesia pascapandemi.

​"Agenda utama yang disiapkan adalah peningkatan SDM perfilman melalui sinkronisasi kurikulum, program magang-hub, dan pengiriman talenta muda ke sekolah film terbaik di luar negeri serta berbagai film lab internasional. Selain itu, BPI akan menyusun revisi UU Perfilman bersama Kementerian Kebudayaan untuk penguatan kelembagaan BPI, penguatan profesi perfilman, penguatan dukungan pemerintah terhadap perfilman, kepastian hukum dan kemudahan investasi, serta perlindungan kebebasan berekspresi," ujar Fauzan.

​Fauzan menambahkan bahwa BPI juga memiliki agenda lain, seperti gerakan anti-pembajakan film secara menyeluruh, penyelenggaraan Festival Film Indonesia, dan pelaksanaan fungsi-fungsi BPI seperti tertuang di UU Perfilman.

​Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut menyampaikan harapannya kepada kepengurusan baru. "BPI memiliki posisi yang sangat penting sebagai jembatan antara pemerintah dan insan perfilman. Kami berharap BPI dapat semakin menguatkan ekosistem perfilman Indonesia, mendorong tata kelola yang transparan, serta membuka ruang yang lebih luas bagi talenta kreatif di seluruh Indonesia," ujarnya.

Berikut adalah struktur kepengurusan Badan Perfilman Indonesia (BPI) 2026-2030:

‎Dewan Pengawas : Judith Jubilina Dipodiputro (ketua), Fajar Nugros, Danu Murti, Agustina Kusuma Dewi, dan Nasaruddin Saridz

‎Dewan Penasehat : Reza Rahadian (ketua), Christine Hakim, Joko Anwar, dan Dede Yusuf

‎Dewan Pakar : Dara Bunga Rembulan, Gusti Randa, Immanuel Prasetya Gintings, Adisurya Abdy, Daniel Rudi Haryanto, Muspita Leni Lolang, dan Rully Sofyan

‎Ketua Umum : Fauzan Zidni

‎Sekretaris Jenderal : Nazira C. Noer

‎Bendahara Umum : Sindy Dewiana

‎Wakil Sekjen Bidang Ekosistem Perfilman : Aline Jusria

‎Kepala Komunikasi : Vivi Coster

‎Kepala Sekretariat : Rizky Yudo Atmaja

‎Ketua Bidang Organisasi : Anggi Frisca

‎Ketua Bidang Kebijakan Publik : Suprayitno dan Rommy Fibri Hardiyanto

‎Ketua Bidang Pengembangan SDMN : Aswan Iskandar

‎Ketua Bidang Hubungan Internasional : Yulia Evina Bhara

‎Ketua Bidang Festival : Wulan Guritno

‎Ketua Bidang Literasi Film : Putri Ayudya

‎Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : Dyna Herlina Suwarto

‎Ketua Bidang Pengembangan Film Daerah : Tonny Trimarsanto

‎Ketua Bidang Kerjasama : Luna Maya

‎Ketua Bidang Fasilitasi Pembiayaan : Tesadesrada Ryza

‎Ketua Bidang Pelestarian Film : Farry Hanief dan Julita Pratiwi

‎Pokja Kajian & Advokasi Rencana Induk Perfilman Nasional : Aria Agni, Panji Wibowo, Andi S. Boediman, dan Kus Sudarsono

‎Pokja Kajian Akselerasi Pengembangan SDM : Arif Sulistiyono, Celerina Judisari, Rina Harahap, dan Agung Sentausa

‎Pokja Kajian Pelestarian Film : Riri Riza, Lisabona Rahman Satgas Anti Pembajakan Hermawan Sutanto, Axel Hadiningrat

‎Komite Festival Film Indonesia 2026 : Ario Bayu (ketua), Budi Irawanto, Prilly Latuconsina, Rahajeng Paramesrani, Sofia Setyorini, Andi F. Yahya, dan Rangga Djoned

Dengan susunan kepengurusan dan Pokja yang telah terbentuk, Badan Perfilman Indonesia (BPI) berkomitmen untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi kinerja dengan seluruh insan perfilman. Momen ini adalah kesempatan untuk bergerak bersama, memastikan setiap program kerja dilaksanakan dengan unggul demi memperkuat ekosistem perfilman nasional dan memajukan perfilman Indonesia.


​*****


​Tentang Badan Perfilman Indonesia (BPI):

Berdiri pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009, Badan Perfilman Indonesia adalah lembaga swasta mandiri yang dibentuk masyarakat sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen perfilman Indonesia: dikukuhkan Presiden, difasilitasi Pemerintah. BPI memiliki tugas: memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mendorong kebijakan perfilman dan mempercepat PP Rencana Induk Perfilman Nasional dan PP Sanksi. Menyelenggarakan dan mengikuti festival film di dalam dan luar negeri. Mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing. Melakukan penelitian dan pengembangan perfilman. Memberikan penghargaan kepada insan perfilman. Memfasilitasi pendanaan pembuatan film bermutu tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Vidio Original Series “Ganteng-Ganteng Genteng: Kontes Otot Paling Viral”Hadirkan Drama Komedi Seru dan Absurd Dibintangi Antonio Blanco Jr. dan Zsa Zsa Utari

  Jakarta, 23 April 2026 — Apa yang terlintas di kepala saat mendengar kata “ganteng” dan “genteng” dalam satu judul? Mungkin terdengar nyel...