Senin, 18 Mei 2026

Prilly Latuconsina Bawa “Pocong” ke Cannes Film Festival 2026 lewat Film Holy Crowd

 

 

Aktris  Prilly  Latuconsina  kembali  menorehkan  langkah  baru di panggung internasional lewat  keterlibatannya  dalam  film  Holy  Crowd,  yang  terpilih  dalam  program  Next  Step Studio di La Semaine de la Critique, bagian dari rangkaian Cannes Film Festival. 

Dalam  film  arahan  M.  Reza  Fahriyansyah  dan  Ananth  Subramaniam  ini,  Prilly memerankan Ratna, sosok perempuan yang bangkit kembali saat prosesi pemakamannya berlangsung. Namun alih-alih kembali sebagai manusia biasa, Ratna justru berubah menjadi pusat  perhatian  warga  karena  tubuhnya  dipercaya  mampu  menghadirkan  kesembuhan misterius. Sosok pocong yang lekat dengan kultur Indonesia kemudian berkembang menjadi simbol kepercayaan, harapan, sekaligus eksploitasi sosial di tengah masyarakat. 

Bagi Prilly Latuconsina, daya tarik utama Holy Crowd bukan hanya terletak pada elemen supernaturalnya,  tetapi  pada bagaimana film ini memotret perilaku manusia dan budaya masyarakat hari ini. 

“Yang  paling  menarik  buat  aku  justru  bukan  aspek  horornya,  tapi  bagaimana  perilaku manusia di sekitar Ratna terasa sangat realistis. Film ini bicara tentang perhatian publik, eksploitasi, dan bagaimana seseorang bisa tiba-tiba dijadikan simbol oleh masyarakat,” ujar Prilly. 

Menurutnya, karakter Ratna terasa sangat relevan dengan situasi sosial modern, terutama di era media sosial ketika seseorang dapat menjadi pusat perhatian publik dalam waktu singkat. 

“Kadang  masyarakat  sebenarnya  bukan  peduli  pada  manusianya,  tapi  pada  atensinya. Seseorang bisa dipuja, dibicarakan, lalu dilupakan dengan sangat cepat. Dan menurut aku, itu  yang  membuat  cerita  ini  terasa  sangat  dekat  dengan  kondisi  sosial  kita  hari  ini,” lanjutnya. 

Keterlibatan Prilly dalam Holy Crowd juga menjadi bagian dari perjalanan artistiknya sebagai aktris yang kini semakin selektif memilih cerita dengan lapisan emosional dan isu sosial yang kuat. 

Lewat  Holy  Crowd,  Prilly Latuconsina tidak hanya membawa film Indonesia ke Cannes, tetapi juga membawa salah satu figur horor paling ikonik dalam kultur lokal, pocong, ke percakapan  sinema  internasional  dengan  pendekatan  yang  lebih  manusiawi,  satir,  dan relevan dengan realitas sosial saat ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WeTV dan Magma Entertainment Garap Asmara Asrama, Produser Sebut Jadi Series Remaja Paling Segar Tahun Ini

  ‎Platform streaming WeTV bersama Magma Entertainment resmi memperkenalkan proyek terbaru mereka bertajuk Asmara Asrama. Dalam konferensi p...