Jakarta, 10 Juni 2026 - Langit Pictures Indonesia secara resmi memperkenalkan film terbarunya berjudul "Takkan Kubiarkan Kau Menangis", sebuah drama keluarga yang mengangkat kisah emosional tentang hubungan ibu dan anak, pencarian jati diri, serta musik sebagai bahasa yang mampu menyampaikan perasaan yang selama ini sulit diungkapkan.
Disutradarai oleh Ferly Halim, film ini memadukan unsur family drama, coming-of-age, dan musik dalam sebuah cerita yang dekat dengan realitas kehidupan banyak keluarga Indonesia. Dengan latar Kota Semarang yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, film ini menghadirkan pengalaman sinematik yang hangat sekaligus menyentuh.
"Takkan Kubiarkan Kau Menangis" berkisah tentang Dika, seorang remaja yang tumbuh dengan perasaan tidak pernah cukup di mata ibunya, Dini, seorang ibu tunggal yang mencintai anaknya namun dibayangi trauma masa lalu. Di tengah konflik dan kesalahpahaman yang terus berkembang, Dika menemukan tempat untuk menjadi dirinya sendiri melalui musik bersama teman-temannya. Sebuah lagu kemudian menjadi jembatan yang mempertemukan kembali hati ibu dan anak.
Ferly Halim, Sutradara sekaligus Produser "Takkan Kubiarkan Kau Menangis", mengatakan: Menurut Ferly, film ini mengangkat realitas yang sering terjadi dalam hubungan ibu dan anak. Bukan karena keduanya tidak saling mencintai, melainkan karena adanya perbedaan cara berkomunikasi yang kerap menimbulkan kesalahpahaman. Terkadang, bahkan hal sesederhana intonasi atau cara penyampaian dapat membuat ibu dan anak salah memahami satu sama lain. Ibu merasa anaknya tidak patuh, sementara anak merasa ibunya tidak menyayanginya.
Melalui film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly ingin menyampaikan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci untuk menciptakan suasana rumah yang damai, hangat, dan harmonis. Selain itu, film ini juga menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi jembatan yang menyatukan hubungan yang sempat merenggang. Dalam cerita, musik hadir bukan hanya sebagai elemen hiburan, tetapi juga menjadi bahasa yang mampu menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan melalui kata-kata.
Ferly juga mengajak masyarakat, khususnya para anak, untuk menormalisasi dan membiasakan diri mengekspresikan kasih sayang kepada ibu. Bentuknya tidak harus besar atau mewah; hal-hal sederhana seperti memberikan bunga, membelikan minuman favorit, atau meluangkan waktu untuk berbincang bersama dapat menjadi wujud cinta yang bermakna.
"Sebagai anak, kita sering kali menganggap kasih sayang kepada ibu sebagai sesuatu yang sudah dipahami tanpa perlu diungkapkan. Padahal, ibu juga perlu merasakan dan mendengar bentuk kasih sayang itu secara langsung. Melalui film ini, saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani menunjukkan cinta kepada ibu selagi masih memiliki kesempatan," ujar Ferly Halim
Tak hanya menjadi elemen penting dalam cerita, musik juga menjadi kekuatan emosional film ini. Takkan Kubiarkan Kau Menangis menghadirkan nuansa nostalgia melalui lagu-lagu legendaris Sheila On 7, seperti "Dan", "Kita", dan "Hujan Turun", yang telah melekat di hati penikmat musik Indonesia. Selain itu, film ini juga menghadirkan dua original soundtrack berjudul "Takkan Kubiarkan Kau Menangis" dan "Sahabat" yang dibawakan oleh Keisha Alvaro bersama Sand Band, melengkapi perjalanan emosional para karakter sekaligus memperkuat pesan tentang keluarga, persahabatan, dan harapan.
Film ini dibintangi oleh Ari Irham, Shanty, Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, Teuku Rizky, Annisa Kayla, Askara Halim, Sandy Andarusman, dan Didi Riyadi, yang menghadirkan interpretasi karakter yang kuat dan dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia.
Melalui "Takkan Kubiarkan Kau Menangis", Langit Pictures Indonesia ingin menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk kembali menghargai komunikasi dalam keluarga, memahami arti kasih sayang, dan menyadari bahwa setiap hubungan selalu memiliki kesempatan
untuk diperbaiki selama masih ada keberanian untuk saling mendengar. Film "Takkan Kubiarkan Kau Menangis" dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026 dan diharapkan menjadi salah satu film drama keluarga yang mampu menyentuh berbagai generasi penonton.
Tentang Langit Pictures Indonesia
Langit Pictures Indonesia merupakan rumah produksi yang berkomitmen menghadirkan film-film berkualitas dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Pada tahun 2026, Langit Pictures Indonesia juga akan merilis 3 film kolaborasi lain diantaranya Andai Waktu Bisa Diulang Kembali pada tanggal 30 juli 2026, Sisa Waktu Senja, dan Fatima, serta mengembangkan sejumlah proyek baru seperti Lubang 13, Elegi di Atas Batu Kali, 10K Pensil Terakhir, Rayuan Istimewa, Bearlangka, Darwis Anak Kauman, dan
Instagram: @takkankubiarkankaumenangis, @langitpicturesindonesia & @itsferlyhalim


Tidak ada komentar:
Posting Komentar