Jakarta, 3 Juli 2026 – Skak Studios dan Sinemart mempersembahkan film berbudaya Madura pertama di Indonesia, Foufo, yang akan tayang mulai 9 Juli 2025 di bioskop Indonesia. Film komedi sci-fi karya sutradara Bayu Skak ini berhasil membuat penontonnya ngakak chaos dari komedi-komedi yang tersaji, sementara drama keluarganya juga bikin penonton relate, tentang anak yang ingin berbakti dan mewujudkan mimpi sang ibu naik haji.
Komedi-komedi khas Bayu Skak disajikan dengan maksimal yang akan mengundang gemuruh tawa, saat para karakter di filmnya saling berinteraksi. Meski 70% berbahasa Madura, film Foufo mampu dipahami oleh penonton umum, yang membuat film ini memiliki kekuatan nilai universal tentang kasih dan cinta seorang anak untuk ibunya.
Situasi absurd yang terjadi, saat UFO yang jatuh di Madura dan Alien datang ke keluarga Madura untuk membantu mereka di tengah himpitan ekonomi, membuat Foufo terasa fresh! Menggabungkan konsep unik fiksi ilmiah dengan setting yang sangat membumi berada di antara keluarga yang sedang berjuang dalam hidup mereka.
Drama antara Muslim dan Ibu Saiqona juga terasa sangat menyentuh. Karakter yang diperankan Tretan Muslim, yang pertama kali memerankan pemeran utama, serta debutan Siti Kam, yang baru berakting di layar lebar pada usia 63 tahun, mampu membangun koneksi yang tulus antara anak dan ibu.
Sementara itu, jajaran pemeran yang dihasilkan dari open casting yang melibatkan 2.500 peserta, dan hampir 90% pemain berasal dan berdarah Madura, menghasilkan cerita dan karakter yang autentik, sebagai film berbudaya Madura pertama di layar lebar Indonesia.
“Setelah sukses dengan genre horor komedi, kali ini saya ingin menantang diri untuk enggan tetap berada di zona nyaman. Saya selalu ingin mengeksplorasi hal-hal baru di perfilman Indonesia. Lewat Foufo, yang menjadi film berbudaya Madura pertama di Indonesia, kami ingin menghadirkan cerita yang unik, lucu, tapi sekaligus juga mengharukan, menggabungkan elemen komedi sci-fi namun tetap terasa dekat,” ujar sutradara Bayu Skak.
“Kolaborasi Sinemart bersama Skak Studios di film Foufo adalah melanjutkan kolaborasi sukses kami sebelumnya. Bayu Skak datang dengan ide yang out of the box dan saya yakin film ini akan sangat menghibur dengan komedi-komedi yang aneh, receh, namun juga ceritanya yang membumi dan menyentuh tentang anak yang ingin membahagiakan ibunya,” tambah produser eksekutif David Suwarto.
Bagi Tretan Muslim, memerankan karakter Muslim di film Foufo menjadi tantangan baru. Selama ini, Tretan selalu bermain di ranah komedi. Namun, di film ini ia dituntut untuk menampilkan karakter yang serius dan memiliki lapisan drama yang dalam.
“Di sini aku malah tidak boleh berkomedi, malahan aku harus nangis. Jadi ini sangat menantang bagiku, diberikan tanggung jawab dengan karakter yang sangat berbeda, dan pertama kalinya menjadi pemeran utama. Film Foufo ini juga menjadi kebanggaan saya, sebagai orang Madura, bisa menjadi bagian dari film berbudaya Madura pertama di Indonesia,” ujar Tretan Muslim.
Film Foufo disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan, serta produser eksekutif David Suwarto. Film ini dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Ja’far, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.
Tak hanya melibatkan jajaran pemeran asli dari Madura, film Foufo juga menggandeng studio animasi lokal Surabaya, Hompimpa, untuk menggarap animasi karakter alien di film ini. Ada sekitar 120 animator yang turut terlibat untuk mengerjakan karakter alien Foufo. Di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI), Foufo membuktikan kekuatan animator lokal tetap menjadi yang utama.
Tak hanya menjadi kebanggaan lokal warga Madura dan Jawa Timur, Foufo juga membawa gebrakan bagi perfilman Indonesia yang akan membuka pintu bagi para kreator dan sineas untuk mengeksplorasi genre komedi sci-fi. Dengan komedinya yang rapat bikin ngakak chaos, serta dramanya yang sangat menyentuh, seluruh bioskop akan heboh mengikuti UFO yang jatuh di Madura!
Tonton film Foufo di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.
Sinopsis
Di tengah kesulitan ekonomi di Kampung Rombeng, Muslim (Tretan Muslim), seorang pengepul rongsok keturunan Madura terdesak harus segera melunasi sisa biaya ibadah haji ibunya. Situasi berubah ketika ia menemukan bangkai UFO jatuh di pinggiran kota. Alih-alih menjual besi UFO, Muslim justru menyembunyikan UFO dan alien sekarat, lalu ia namai Foufo
Di luar dugaan, teknologi canggih Foufo berhasil menyelesaikan berbagai masalah keluarga Muslim. Namun, konflik memuncak saat tenggat waktu pelunasan haji tiba dan Foufo kehabisan energi. Muslim kini dihadapkan pada dilema krusial: memberangkatkan haji ibunya, atau membantu Foufo pulang ke kapal induknya?
Tentang Skak Studios
Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.
Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.
Tentang Sinemart
Sinemart, yang diambil dari 3 kata ‘Sinema’, ‘Art’, dan ‘Mart’, menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara ‘seni’ dan ‘dagang’ melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.
Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar