Jakarta, 5 Agustus 2026 — Setelah merilis single terbaru "Utara - Selatan" pada 30 Juli 2026 sebagai penanda dimulainya perayaan 30 tahun perjalanan bermusik, UNGU kembali menghadirkan babak baru dalam rangkaian perayaan tersebut. Hari ini, band yang digawangi Pasha, Enda, Oncy, Makki, dan Rowman resmi meluncurkan music video "Utara - Selatan", sekaligus membuka perjalanan menuju konser spesial "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang akan digelarkan pada 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Bagi UNGU, "Utara - Selatan" bukan sekadar single baru. Lagu ciptaan Enda ini menjadi awal dari cerita besar yang tengah mereka siapkan untuk merayakan tiga dekade perjalanan berkarya di industri musik Indonesia. Mengangkat kisah dua insan yang masih saling mencintai, tetapi harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak lagi berjalan menuju arah yang sama. "Dari semua perpisahan, saya rasa tidak ada satu pun yang benar-benar mudah untuk diikhlaskan. Selalu ada perasaan yang tertinggal, meskipun pada akhirnya kita harus menerima bahwa tidak semua orang bisa berjalan ke arah yang sama. Dari situlah 'Utara - Selatan' lahir," ungkap Enda.
Kepercayaan penuh dari Trinity Optima Production menjadi ruang bagi UNGU untuk mengeksplorasi kreativitas mereka. Menurut Handi Santoso, salah satu Pendiri Trinity Optima Production, perjalanan UNGU memiliki arti yang sangat penting bagi label yang mendampingi mereka sejak awal. "UNGU adalah band pertama yang bergabung bersama Trinity Optima Production. Selama bertahun-tahun mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan kami. Melihat hari ini Pasha menyutradarai sendiri music video UNGU, sementara Kiesha Alvaro dan Zara Leola menjadi pemeran utamanya, adalah kebanggaan tersendiri karena kami menyaksikan sebuah perjalanan yang terus bertumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya," ujar Handi Santoso.
Keseriusan UNGU dalam menghadirkan karya ini bahkan dimulai sejak proses kreatif. Aransemen lagu mengalami beberapa kali perubahan hingga seluruh personel merasa benar-benar yakin bahwa "Utara - Selatan" adalah lagu yang tepat untuk membuka perjalanan menuju konser 30 tahun. "Kami benar-benar memikirkan karya ini. Musiknya beberapa kali rombak sampai akhirnya semua sepakat, 'ini dia'. Bahkan untuk music videonya pun kami berkali-kali meeting. Jujur, baru kali ini kami seserius ini menggarap sebuah video musik," cerita Oncy.
Untuk pertama kalinya, music video UNGU disutradarai langsung oleh Pasha. Music video ini juga menghadirkan kolaborasi dua generasi keluarga UNGU dengan menampilkan Zara Leola, putri Enda, dan Kiesha Alvaro, putra Pasha, sebagai pemeran utama. Sebenarnya keinginan tersebut telah lama ia sampaikan kepada rekan-rekannya, namun baru kali ini dirasa menjadi momentum yang tepat. "Saya memang sudah beberapa kali menawarkan diri untuk menyutradarai video musik UNGU. Baru di lagu ini semuanya terasa pas. Ceritanya tepat, usia Kiesha dan Zara juga sudah sesuai dengan karakter yang ingin kami bangun. Saya ingin music video ini bisa menyampaikan rasa yang mungkin sulit diucapkan lewat kata-kata, sehingga penonton ikut merasakan perjalanan emosinya," kata Pasha.
Menariknya, ide menghadirkan Kiesha Alvaro dan Zara Leola sebagai pemeran utama justru datang dari Enda. Menurutnya, keduanya telah berada di usia yang tepat untuk membawakan cerita "Utara - Selatan". Selain sudah saling mengenal sejak kecil, chemistry mereka dinilai mampu menerjemahkan kisah cinta dalam lagu ini secara alami.
Bagi Kiesha, keterlibatan dalam music video ini menjadi momen yang telah lama ia nantikan. "Aku sempat bertanya kepada Ayah, apakah saya dipilih karena memang sudah layak atau karena tidak ada pilihan lain. Ternyata jawabannya sederhana, karena memang waktunya sudah tepat. Rasanya menyenangkan akhirnya bisa menjadi bagian dari karya UNGU," ujar Kiesha sambil tersenyum.
Sementara itu, Zara mengaku tidak mengalami kesulitan membangun chemistry dengan Kiesha karena keduanya telah saling mengenal sejak kecil. Tantangan terbesar justru datang dari keinginannya untuk memberikan penampilan terbaik dalam proyek yang menurutnya sangat personal. "Buat aku ini bukan sekadar pekerjaan. Ini proyek keluarga. Karena itu aku ingin memberikan yang terbaik untuk Ayahku dan ayah-ayah ku yang lain, Om Pasha, Om Oncy, Pakde Makki, Pakde Rowman, dan semua yang terlibat di dalamnya," tutur Zara.
Tak hanya melibatkan dua generasi keluarga UNGU, music video "Utara - Selatan" juga melibatkan lebih dari 400 Cliquers, sebutan bagi penggemar UNGU, sebagai extras. Kehadiran ratusan penggemar tersebut menjadikan video musik ini sebagai salah satu produksi terbesar yang pernah dikerjakan UNGU sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan yang telah terjalin antara band dan para penggemarnya selama tiga dekade. Kisah dalam music video pun sengaja diakhiri dengan tulisan "To Be Continued", menjadi petunjuk bahwa perjalanan "Utara - Selatan" belum benar-benar berakhir. Bagi UNGU, ini adalah awal dari rangkaian cerita yang akan terus berlanjut, seiring perjalanan mereka menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter."
Konser yang akan digelar pada 30 Oktober 2026 tersebut dipersiapkan sebagai perayaan terbesar UNGU selama 30 tahun berkarya. Bukan sekadar menghadirkan lagu-lagu hits, konser ini akan membawa penonton menyusuri perjalanan musikal UNGU melalui tata panggung, konsep pertunjukan, dan berbagai kolaborasi yang belum pernah mereka tampilkan sebelumnya. "Ini bukan sekadar konser tunggal. Ini adalah cara kami mengucapkan terima kasih kepada industri musik Indonesia dan kepada semua pendengar yang sudah menemani perjalanan UNGU selama 30 tahun. Karena itu kami mempersiapkannya dengan sangat serius."
Akan ada banyak hal baru yang belum pernah kami lakukan sebelumnya, tetapi semuanya tetap menjadi bagian dari cerita besar perjalanan UNGU," tutup Makki.
Single "Utara -Selatan" telah tersedia di seluruh platform layanan musik digital, sedangkan music video resminya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production mulai hari ini. Perjalanan menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" pun resmi dimulai, dengan berbagai kejutan lain yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Tiket konser yang akan digelar pada 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan ini, kini telah resmi tersedia dan dapat dibeli melalui platform TipTip.id.
Trinity Optima Production (TOP)
Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti UNGU, Afgan, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar