Senin, 31 Agustus 2026

Imperial Pictures garap “GHOSTHING”, Baskara Mahendra, Yasamin Jasem, Leony VH Bertemu dalam Komedi Horor.

 


Jakarta — Imperial Pictures, Eksekutif Produser Peter Surya Wijaya kembali merilis film layar lebar terbarunya berjudul “GHOSTHING”, sebuah komedi horor yang mengangkat cerita tentang misteri, pencarian kebenaran, dan dinamika unik antara seorang perias jenazah dengan arwah influencer muda.

Eksekutif Produser, Peter Surya Wijaya menghadirkan “GHOSTHING”. Film ini disutradarai oleh Arie Aziz dan diproduseri oleh Hartawan Triguna, Associate Produser Rizky A. Prakoso dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia.

“GHOSTHING” menghadirkan jajaran pemain lintas generasi. Baskara Mahendra dipercaya memerankan Alfian, seorang perias jenazah muda yang tampan, dan tenang. Sementara Yasamin Jasem berperan sebagai Maya, seorang influencer muda yang tewas secara misterius, cerewet, sarkastik, dan penuh drama.

“Menurut saya, premis ‘GHOSTHING’ sendiri sudah sangat menarik. Ada seorang perias jenazah yang pekerjaannya justru membantu menyelesaikan masalah orang yang sudah meninggal. Buat saya, karakter Alfian inilah yang membuat perjalanan ceritanya menjadi menarik, karena di tengah situasi yang kompleks, dia justru harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Baskara Mahendra, pemeran Alfian dalam film“GHOSTHING”.

“Maya itu sosok yang sarkas, centil, dan tidak bisa menerima kematiannya. Sejak bertemu Alfian, dia mulai mengusik kehidupan Alfian dengan berbagai tingkahnya. Tapi sebenarnya, apa yang membuat Maya begitu ngotot mencari tahu tentang kematiannya?” ujar Yasamin Jasem, pemeran Maya dalam film “GHOSTHING”.

Film ini juga turut diperkuat oleh kehadiran aktor dan aktris ternama seperti Leony VH, Bang Tigor, Reinold Lawalata, Chika Waode, Siti Fauziah, Iyang Darmawan, Tanta Ginting, Mathias Muchus, hingga Mona Ratuliu.

Ketika Kematian Misterius Membawa Arwah DramatisCerita berpusat pada Alfian yang kehidupannya yang tenang seketika terusik saat ia harus merias jenazah Maya. Arwah Maya yang dramatis menolak pergi dan memilih untuk “menghantui” Alfian.

“Awalnya kami berpikir sederhana, bagaimana kalau ada orang yang ketika meninggal justru tetap merepotkan orang-orang di sekitarnya? Dari pemikiran itu kemudian kami berdiskusi dan mengembangkannya bersama penulis hingga menjadi sebuah skenario. Setelah draft ketiga, kami lemparkan kembali untuk mendapatkan masukan dan mengembangkan beberapa bagian cerita serta karakter. Dari proses diskusi dan pengembangan itulah kemudian lahir cerita ‘GHOSTHING’ seperti yang sekarang,” ujar Hartawan Triguna, Produser Film GHOSTHING.

Kehadiran para pemain diharapkan membuat unsur komedi dalam film terasa hidup dan organik, baik melalui benturan karakter yang kontras antara Alfian yang serba tenang dan arwah Maya yang ekspresif, maupun melalui situasi yang unik mulai muncul di sekitar dunia perias jenazah.

Komedi Horor dengan Premis yang Unik Meski dibalut dalam genre komedi horor, “GHOSTHING” membawa warna yang menyegarkan bagi industri film Indonesia. Kombinasi misteri seputar penyebab kematian, fenomena influencer di era modern, serta profesi perias jenazah menjadi premis yang unik dan memikat.

Di balik unsur komedinya yang renyah dan situasi mencekam, film ini juga membawa pesan emosional tentang rasa kehilangan, ikatan keluarga, dan perjuangan mencari keadilan.

“Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya menggarap komedi, tetapi yang membedakan ‘GHOSTHING’ adalah ceritanya tidak pure komedi. Ada elemen horor dan misteri yang berjalan bersama, sehingga tantangannya adalah bagaimana membuat kedua genre tersebut tetap seimbang dan bisa menjadi satu tontonan yang menarik,” ungkap Arie Aziz, Sutradara Film GHOSTHING.

Apa yang membuat seorang arwah influencer terus mengusik kehidupan Alfian? Dengan perpaduan komedi, horor, konflik yang unik, serta jajaran pemain lintas generasi, Imperial Pictures berharap “GHOSTHING” dapat menjadi tontonan yang menghibur sekaligus berkesan bagi penonton film Indonesia saat tayang di bioskop pada 15 Oktober 2026.



GHOSTHING

Produksi: Imperial Pictures

Produser: Hartawan Triguna

Associate Produser: Rizky A. Prakoso

Sutradara: Arie Aziz

Penulis Naskah: Evelyn Afnilia

Genre: Komedi Horor

Tanggal Tayang: 15 Oktober 2026


Pemain:

Baskara Mahendra

Yasamin Jasem

Leony VH

Bang Tigor

Reinold Lawalata

Chika Waode

Siti Fauziah

Iyang Darmawan

Tanta Ginting

Mathias Muchus

Mona Ratuliu

Indian Akbar

Amel Carla

Suanggi: Ilmu Kutukan, Hadirkan Horor yang Terinspirasi dari Kisah Nyata Indonesia Timur ke Layar Lebar Tahun 2026

 


Jakarta – Industri perfilman Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan kisah-kisah yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara. Tahun ini, film Suanggi: Ilmu Kutukan hadir sebagai karya horor yang terinspirasi dari salah satu warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur yang nyata dan ada sampai saat ini.

Suanggi merupakan salah satu kisah yang dikenal luas di daerah Papua, Sulawesi, Maluku, NTT, NTB, dan sejumlah wilayah Indonesia Timur. Warisan budaya ini punya pengalaman berbeda di setiap daerah, ada yang mengenal Suanggi sebagai sosok nenek atau kakek tua, ada yang melihat mata merahnya, dan ada yang melihat dalam bentuk bola api, dan sebagainya. Melalui film ini, cerita tersebut diadaptasi secara kreatif sebagai karya fiksi yang menghormati nilai-nilai budaya lokal, sekaligus menyajikannya dalam narasi yang relevan bagi penonton masa kini.

"Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang luar biasa dan layak mendapat ruang lebih luas di industri kreatif. Kami menelusuri dalam tentang Suanggi dan mencoba memadukan bagaimana budaya Indonesia Timur ini punya nilai universal yang dapat dinikmati siapa saja se-Nusantara karena film ini juga bicara tentang keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia," ujar Dom Dharmo, Sutradara Film Suanggi: Ilmu Kutukan.

Berbeda dari film horor pada umumnya yang banyak mengambil inspirasi dari mitos populer di Pulau Jawa, Suanggi: Ilmu Kutukan menghadirkan perspektif baru. Dari sisi produksi, Mutiara Films & Subtube Studio memadukan riset budaya, pengembangan karakter yang kuat, sinematografi yang menampilkan lanskap khas Indonesia Timur, serta tata suara yang dirancang untuk membangun atmosfer horor yang autentik.

"Memang kami ingin cari suasana lain dari perfilman Indonesia, tidak itu-itu saja, dari Indonesia Barat. Kami mewakili bukan cuma Papua, tetapi mewakili orang Indonesia Timur. Suanggi itu adalah kekuatan yang amat berbahaya jika berada di tangan yang salah. Segala sesuatu yang berlebihan atau berkekurangan adalah tidak baik. Suanggi awalnya bukan ilmu yang jahat, memang ilmu ini banyak membantu, seperti untuk penyembuhan, mencari nafkah, sesuatu yang baik, mereka melakukan ini. Ketika ilmu jatuh di tangan yang salah, karena punya kekuatan, akhirnya berubah fungsi atau disalahgunakan," ujar Bona Pascal, salah satu produser film Suanggi: Ilmu Kutukan.

Salah satu pemeran utama Suanggi: Ilmu Kutukan, Carissa Perusset, mengungkapkan bahwa film ini sungguh menantang dan membuatnya banyak belajar budaya baru.

"Persiapan saya dibantu dengan adanya coach dan teman-teman casts dari Papua. Saya memerankan karakter Gia yang merupakan outsider, pacarnya si Beni. Sebenarnya saya dan karakter Gia tidak beda jauh, sama-sama introvert, tapi tetap saja saya banyak belajar di film ini dengan karakter yang baru," ujar Carissa Perusset.

Sementara itu, Iwa K yang memerankan karakter Aroba mengaku melakukan observasi mendalam yang menarik.

"Persiapan memang jadi PR, bagaimana intonasi (dialek Indonesia Timur), segala macam. Untungnya ada coach Bobi, ada casts lain, Yewen, jadi sesama pemain support. Itu yang bikin seru proses pembuatan film ini. Saya punya cara sendiri untuk observasi karakter. Intinya menyenangkan eksplor dan riset hal baru. Suanggi ini energi luar biasa yang akhirnya kami tumpahkan ke media film ini," kata Iwa K.

Berbeda dari pemain lainnya, John Yewen, komedian asal Papua ini merasa tertantang dengan perannya sebagai Bapa John.

"Sebenarnya menjadi pastor adalah cita-cita yang diinginkan mama untuk Yewen dan akhirnya tercapai walau hanya akting. Namun, Yewen yakin mama bangga jika ia masih ada dan bisa melihat Yewen di film ini," Kata John Yewen yang juga ternyata mengalami pengalaman mistis saat mempelajari naskah di tempat tinggalnya bersama Ian Williams–karakter Reynold.

Film Suanggi: Ilmu Kutukan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 September 2026.



Tentang Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Suanggi: Ilmu Kutukan adalah film horor Indonesia yang terinspirasi dari warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur. Menggabungkan unsur horor, drama, dan budaya, film ini menghadirkan kisah yang menegangkan sekaligus mengajak penonton mengenal salah satu kekayaan folklor Nusantara melalui pendekatan sinematik yang modern.


Genre Film: Drama, Horror

Executive Producer: Ernes Yauwalata, Adrian Sugiono

Produser: Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, Firdauzi Trizkiyanto

Sutradara: Dom Dharmo

Penulis: Baskoro Adi Wuryanto

Produksi: Mutiara Films & Subtube Studio

Casts: Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Endhita, Stany Imbiry, Euginia Y., Atina Akinoref, Keanu Azka, Ian Williams, Obi Mesakh, Alm. Pace Cello, Douglas Krump, Arnold Kobagau, Hendra Louis "Botak Bicara"


SINOPSIS

BENI (Pangeran Lantang) yang terlilit utang ratusan juta, pulang ke kampung halamannya di Pulau Kladum, bersama kekasihnya GIA (Carissa Perusset) dengan alasan menjenguk ibu angkatnya, MAMA LIN (Dayu Wijanto) yang sedang sakit keras. Namun, tujuan sebenarnya adalah mencuri harta tersembunyi keluarganya untuk menutupi utang. Setelah 13 tahun pergi dan kembali ke kampung halamannya, BENI diteror kekuatan gaib kiriman AROBA (Iwa K)—seorang SUANGGI—yang mengirim serangan lalat untuk membunuh keluarga MAMA LIN dan warga Pulau Kladum, sekaligus menguak rahasia kelam yang selama ini disembunyikan BENI.


SINOPSIS (Versi Bahasa Inggris)

Drowning in massive debt, BENI (Pangeran Lantang) returns to his remote hometown on Kladum Island alongside his girlfriend, GIA (Carissa Perusset), under the guise of visiting his gravely ill adoptive mother, MAMA LIN (Dayu Wijanto). In truth, BENI harbors a desperate agenda, to steal his family's hidden heirloom and clear his financial ruin. However, his homecoming after a 13-year absence awakens a dormant nightmare. BENI soon finds himself targeted by AROBA (Iwa K), a formidable Suanggi (sorcerer) who unleashes a devastating plague of flesh-eating flies upon MAMA LIN's family and the island's residents. As the supernatural terror tightens its grip, BENI is forced to confront not only the deadly curse, but also the dark, long-buried secret he has been running from his entire life.

Jumat, 28 Agustus 2026

Siap Bongkar Dalang Teror Pembunuhan di Desa Korup, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober

 


Jakarta, 27 Agustus 2026 – Menjelang jadwal tayang serentak di bioskop pada 1 Oktober 2026, film horor terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo, "Lobang Buaya", resmi merilis official trailer dan final poster.

Diproduksi oleh Adhya Pictures dan Dapur Film, film ini mengangkat misteri pembunuhan berantai berlatar Indonesia tahun 1964. Karya ini menjadi wadah eksplorasi kreatif Hanung Bramantyo dalam menangkap perasaan "horor" kolektif yang kerap dirasakan masyarakat Indonesia setiap memasuki bulan September, serta kritik pedas untuk kondisi masyarakat yang relevan sampai saat ini.

Visual pada final poster langsung menampilkan kengerian yang menjadi benang merah cerita: sebuah tangan misterius tampak menembus punggung berlubang seorang wanita. Poster penuh teka-teki ini merefleksikan teror sentral yang akan dihadapi para penonton di dalam film.

Sementara itu, official trailer mengajak penonton mengikuti penyelidikan Letnan Soegeng, seorang anggota militer yang ditugaskan membongkar motif di balik pembunuhan berantai setiap tanggal 30 di Desa Lobang Buaya.

Baskara Mahendra, pemeran karakter Soegeng, menuturkan bahwa penonton akan diajak menyusun potongan petunjuk bersama karakternya.

"Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk 'mencari dalang' dibalik misteri pembunuhan berantai ini. Saya yakin dari setiap petunjuk yang ditemukan, setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang cuma menegangkan dan seru, tapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?" tutur Baskara Mahendra.

Hanung Bramantyo menegaskan bahwa pendekatan horor dipilih secara sadar untuk membedah rasa takut yang dirasakan publik terhadap kondisi ketidakadilan yang terjadi pada masa tersebut, yang masih berlanjut sampai saat ini.

"Dari saya kecil sampai sekarang, seakan-akan ada satu topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika mendengar peristiwa '65? Jawabannya adalah horor. Memilih horor bukan hanya karena ingin membuat penonton merasakan ketakutan yang ada di dalam cerita, tetapi juga horor yang kita rasakan dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas." tutur Hanung.




Sinopsis Film Lobang Buaya

Setahun sebelum meletusnya peristiwa kelam 1965, Desa Lobang Buaya diguncang teror pembunuhan berantai terhadap para tokoh desa. Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan punggung berlubang serta sayatan kata-kata sindiran di tubuh mereka, seperti Tamak, Lamis, dan Maruk.

Saat rumor mengenai "Hantu Bolong" merebak dan tensi sosial memanas, Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) diutus mencari tahu dalang pembantaian tersebut.

Namun, teror tidak berhenti di situ. Istri baru Soegeng, Arum Wangi (Carissa Perusset), mulai dihantui arwah perempuan yang menuntut bagian tubuhnya dikembalikan. Panggilan arwah yang menyebut Arum sebagai Ronggeng membuka tabir bahwa kekacauan di desa maupun di rumahnya bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari ritual gelap berbahaya yang sengaja dirancang untuk mengubah arah sejarah.


Jadwal Tayang Film Lobang Buaya

Film "Lobang Buaya" dibintangi oleh Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, hingga aktor kawakan Mathias Muchus.

Film "Lobang Buaya" dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Informasi terbaru mengenai penjualan tiket dan materi promosi dapat diakses via media sosial resmi @filmlobangbuaya, @adhyapictures, dan @dapurfilm.


TENTANG ADHYA PICTURES

Adhya Pictures adalah studio film dari kelompok perusahaan Adhya Group. Karya-karya yang dihasilkan berfokus pada kolaborasi bersama kreator-kreator terkemuka untuk menghasilkan film-film yang memiliki narasi yang kuat dan relevan. Adhya Pictures percaya bahwa karya kolaboratif akan membuahkan produk yang mempunyai kekuatan nilai dan memberi kontribusi nyata pada industri.

Melalui perannya di bidang Film Investment, Intellectual Property Studio & Banking, dan Production House afiliasinya, Adhya Pictures berkomitmen untuk terus menyajikan film berkualitas terbaik dan turut serta memajukan industri film Indonesia. Adhya Pictures dan jajaran afiliasinya adalah Satria Dewa Studio, Wong Vardha Entertainment, dan DAMN! I Love Indonesia Pictures.

Dua film terbaru Adhya Pictures yang akan segera tayang di seluruh bioskop Indonesia, yaitu Lobang Buaya, dari sutradara dan penulis Hanung Bramantyo dan Forza, dari sutradara Marco Balsamo sedang dipersiapkan oleh Adhya Pictures untuk direncanakan tayang pada penghujung tahun 2026.


SOSIAL MEDIA

Instagram: @adhyapictures @filmlobangbuaya

Tiktok: @adhyapictures

Kamis, 27 Agustus 2026

AFGAN RILIS “LANGIT MERAH MUDA”, OST FILM AGENSI RUMAH TANGGA, BERSAMA MUSIC VIDEO YANG MENGHIDUPKAN KISAH KAFKA DAN KATIA

 


Jakarta, 28 Agustus 2026 — Menjelang penayangan film Agensi Rumah Tangga di bioskop indonesia pada 10 September 2026, Afgan resmi merilis lagu “Langit Merah Muda”, original soundtrack (OST) film tersebut. Lagu ini dirilis hari ini, 27 Agustus 2026, di berbagai platform streaming digital, sekaligus dengan music video yang membawa penonton lebih dekat ke kisah dan karakter Kafka yang diperankan Afgan dalam film.

Dalam Agensi Rumah Tangga, Afgan tidak hanya hadir sebagai aktor yang memerankan Kafka, seorang penyanyi sekaligus klien Katia (Enzy Storia), tetapi juga terlibat langsung dalam pengisian soundtrack film melalui “Langit Merah Muda”. Lagu ini menjadi representasi dari sudut pandang dan perasaan Kafka, terutama dalam menjalani hubungan yang berkembang di tengah berbagai drama yang dihadapi Katia sebagai penyalur asisten rumah tangga.

“Langit Merah Muda” menjadi bagian penting dari perjalanan Kafka di dalam film. Kehadiran lagu ini sekaligus memperkuat sisi personal karakter Kafka dan kisah romantika yang terjalin antara dirinya dengan Katia.

Bagi Afgan, keterlibatannya dalam Agensi Rumah Tangga memiliki makna tersendiri. Selain kembali berakting, ia dapat berkolaborasi dengan sutradara Naya Anindita dan Enzy Storia, yang telah menjadi teman dan bagian dari lingkar pertemanannya dalam waktu yang cukup lama.

“Rasanya Agensi Rumah Tangga jadi bentuk karya yang bisa menjadi legacy dari sebuah pertemanan. Di film ini, aku berperan bareng Enzy dan terlibat love interest dengan cerita yang mendalam, disutradarai oleh Naya. Kami berteman sudah sangat lama dan saling support satu sama lain, dan ini jadi bentuk support proyek teman yang paling maksimal dari aku,” ujar Afgan.

Melalui “Langit Merah Muda”, Afgan menghadirkan sisi lain dari Kafka yang tidak hanya dapat dirasakan melalui cerita film, tetapi juga melalui musik. Lagu ini menjadi pengantar menujukisah Kafka dan Katia yang akan disaksikan penonton di layar lebar pada September mendatang.

Music video “Langit Merah Muda” juga dirilis bersamaan hari ini. Mengambil elemen dari dunia Agensi Rumah Tangga, video musik tersebut memperlihatkan Afgan sebagai Kafka dan menghadirkan potongan momen yan merepresentasikan perjalanan serta dinamika hubungan Kafka dan Katia.

Film Agensi Rumah Tangga sendiri merupakan drama komedi persembahan Starvision, Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, disutradarai oleh Naya Anindita. Film ini diadaptasi dari novel best seller karya Almira Bastari dengan skenario yang ditulis Upi dan Ayu Anggraini Putri.

Ceritanya mengikuti Katia, perempuan yang terkena PHK dan terdesak kebutuhan finansial, hingga akhirnya memutuskan membuka usaha sebagai penyalur asisten rumah tangga.

Keputusan Katia tersebut membawanya pada berbagai drama, termasuk ketika ia berhadapan dengan Kafka sebagai salah satu kliennya. Di tengah persoalan pekerjaan, keluarga, dan pilihan hidup, hubungan keduanya berkembang menjadi salah satu sisi romantika dalam film.

Dengan dirilisnya “Langit Merah Muda” dan music video hari ini, perjalanan menuju Agensi Rumah Tangga resmi memasuki babak baru. Film Agensi Rumah Tangga akan tayang mulai 10 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia.


—--------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Tentang Film Agensi Rumah Tangga

Agensi Rumah Tangga adalah film drama komedi produksi Starvision, Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, disutradarai oleh Naya Anindita. Film ini dibintangi Enzy Storia sebagai Katia Amaranto dan Afgansyah Reza sebagai Kafka, bersama jajaran pemain lainnya.

Film Agensi Rumah Tangga tayang mulai 10 September 2026 di bioskop Indonesia.




LANGIT MERAH MUDA (Lirik)

Harusnya memang sengaja

Waktu pertemukan kita

Anginpun ikut melagu

Dan mendayu


Mengapa merdu

Dari berjuta manusia

Ternyata engkau orangnya

Ku tau sedari awal


Kau berbeda

Kau teristimewa

Ooh, saat mereka pergi tanpa kata

Tapi tak mengapa karna


Pada akhirnya engkau ada

Seketika langit merah muda

Dari berjuta manusia

Ya memang engkau orangnya


Andaikan sedari awal

Selamanya

Bisa lebih lama Press Release

Untuk segera dipublikasikan


Ooh, saat mereka pergi tanpa kata

Tapi tak mengapa karna

Pada akhirnya engkau ada

Seketika langit merah muda


Ooh, janjiku takkan pergi tanpa kata

Karna aku tau kamu

Tak’kan begitu

Selamanya, kita buat langit merah muda


Selamanya selamanya

Merah muda merah muda

Selamanya selamanya

Merah muda merah muda


Selamanya selamanya

Merah muda merah muda

Selamanya selamanya

Merah muda merah muda



Music Credit

Executive Producer Yonathan Nugroho for TRINITY OPTIMA PRODUCTION

A&R : Dwi Santoso / Simhala Avadana

Composed By Rendy Pandugo / Mohammed Kamga / Afgansyah Reza

Publishing : Wrap! Publishing / Sub-Publisher : PT. Suara Publisindo on behalf of Universal Music Publishing AB / Sony Music Publishing Indonesia / Massive Music

Entertainment

Produced By Rendy Pandugo

All Instruments Arranged, Played, Recorded, And Edited By Rendy Pandugo Programming Strings Orchestra Performed By Vinson Vivaldi Vocals Recorded at Betterdays Std, Directed By Mohammed Kamga Engineered By Ogi Lugas Vocals Edited By Rio Ndul Mixed & Mastered By Dimas Pradipta At SUM IT! Std, JKT

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2026

Rabu, 26 Agustus 2026

Pesan Menusuk Hati Fanny Kondoh untuk Mendiang Suami Usai Nonton, Bikin Gala Premiere ‘Baby Udon’ di Jakarta Banjir Air Mata

 


Jakarta, 26 Agustus 2026 – Suasana megah di CGV Grand Indonesia mendadak pecah oleh isak tangis histeris pada penyelenggaraan Gala Premiere film layar lebar paling dinantikan tahun ini, dari Sumargo Film dan LYTO Pictures, Baby Udon. 

Ruang bioskop yang disulap berhiaskan instalasi pohon sakura mekar, sebagai tribut mengenang mendiang Hajime Kondoh, berubah menjadi lautan air mata sesaat setelah film selesai diputar.

​Puncaknya terjadi pada sesi press conference usai penayangan. Sambil mendekap erat sang buah hati, Kazuki atau yang akrab disapa KazKaz, content creator Fanny Kondoh melontarkan pengakuan mengharukan yang seketika membuat ratusan pasang mata yang hadir di studio meneteskan air mata.

​"Teruntuk suami tercintaku, aku berharap kamu bisa melihat sebanyak apa orang di sini yang merayakan kisah cinta dan perjuangan kita untuk KazKaz. Film ini ada untuk mengenangmu, dan agar KazKaz bisa tahu kalau ayahnya adalah sosok yang luar biasa," ucap Fanny dengan suara bergetar dan berurai air mata, membuat seluruh awak media dan tamu undangan ikut menangis tersedu-sedu.

​Momen haru tersebut sekaligus menjadi saksi pertaruhan besar karier Denny Sumargo. Bersama sang istri, Olivia Sumargo, Denny resmi menandai debut perdana mereka sebagai produser di industri film Indonesia.

​Bukan hanya modal nama, Densu bahkan rela memangkas habis rambutnya hingga botak licin dan menonton rekaman sakratul maut asli mendiang Hajime demi menyajikan akting yang menghipnotis penonton.

​"Sebagai produser pertama kali, saya nggak nyangka efeknya bakal sehancur ini di hati penonton. Dari tur di berbagai kota kemarin, saya lihat sendiri orang-orang keluar studio sambil nangis sesenggukan. Alasan terbesar saya bikin film ini cuma satu: nggak mau mengecewakan amanah Fanny dan Hajime. Kisah ini bukan sekadar tontonan, tapi pelukan hangat buat siapa pun yang pernah kehilangan," tegas Denny Sumargo, Produser dari Sumargo Film, di hadapan awak media.

"Kami amat bangga bisa membawa film Baby Udon ke penonton Indonesia. Semoga cerita yang mengharukan dan indah dari Bu Fanny Kondoh dan Almarhum Bapak Hajime Kondoh bisa memberikan kesan yang baik dan menginspirasi banyak orang," kata Andi Suryanto, selaku Produser dari LYTO Pictures.

​Gala Premiere spektakuler ini turut dihadiri sederet bintang ternama tanah air, mulai dari jajaran produser Denny Sumargo, Olivia Sumargo, Andi Suryanto, dan Marcella Daryanani, hingga deretan pemeran utama seperti Caitlin Halderman, Ayya Renita, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Miyu Okazaki, Hiroaki Kato, Royhan Hidayat, Hafni Thalib, dan Alexandra Valerie.

Selain di Jakarta, film ‘Baby Udon’ telah menggelar Gala Premiere di 7 (Bandung, Semarang, Solo, Jogjakarta, Banjarmasin, Palembang, Medan) kota sampai saat ini. Tidak berhenti di sini, tur Gala Premiere dan Meet & Greet masih akan berlanjut ke Makassar (Nipah XXI) dan akan ditutup di Bali (Level 21 XXI).

​Film Baby Udon dipastikan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Penonton juga bisa menikmati promo terbatas Buy One Get One Free (BOGOF) khusus untuk hari pertama penayangan di aplikasi tiket MTIX.

​Intip cuplikan viral, trailer resmi, dan informasi tiket di akun Instagram @filmbabyudon, @sumargofilm, dan @lytopictures.



Senin, 24 Agustus 2026

Babak Baru BCL! Rilis Single “Terpesona”, Berduet Manis dengan Top 5 Indonesian Idol 2026 Josh Flo dan Kembali Berkolaborasi Bersama Produser & Pencipta Lagu Laleilmanino Single Terpesona rilis pada 21 Agustus 2026 di seluruh platform streaming

 


Jakarta, 21 Agustus 2026 — Diva Indonesia Bunga Citra Lestari (BCL) kembali dengan karya terbarunya di dunia musik lewat single romansa cinta berjudul “Terpesona”. Setelah terakhir kali merilis lagu fenomenal yang juga membawa dampak kultural pendengar Indonesia, “Selalu Ada di Nadimu”, kini BCL kembali ke akar, lewat lagu cintanya.

“Terpesona” menjadi spesial karena ia mengajak Top 5 Indonesian Idol 2026, Josh Flo sebagai teman duetnya. Single ini sekaligus menjadi full circle moment bagi keduanya, sejak keduanya berjumpa di ajang kompetisi Indonesian Idol Season 14.

Sejak babak awal audisi, Josh Flo telah membuat BCL terpesona, dan kini keduanya mempersembahkan karya yang tak terduga.Ditulis dan diciptakan trio produser Laleilmanino, “Terpesona” terinspirasi dari banyak kisah orang-orang yang terpesona dengan tambatan hati mereka, namun sulit untuk diungkapkan.

“Lagu ‘Terpesona’ adalah tentang sebuah perasaan yang hadir saat kita menemukan seseorang yang somehow membuat kita merasakan sesuatu yang berbeda. Ada rasa nyaman ketika bersamanya, rasa yang membuat kita ingin selalu dekat dan semakin mengenal orang itu. Kadang perasaan itu bahkan sulit untuk dijelaskan atau diungkapkan dengan kata-kata, tapi kita tahu ada sesuatu tentang dirinya yang membuat kita nggak bisa berpaling. Ada rasa ingin terus bersama, sampai akhirnya orang itu terasa seperti ‘home’. Buat aku, itulah rasa terpesona,” ujar Bunga Citra Lestari.

Sebagai orang yang ‘menemukan’ bakat Josh dan yakin sejak awal dengan kemampuannya, BCL menghadirkan lagu cinta dengan cerita yang baru. Karakter khas BCL yang sejak awal juga lekat dengan lagu-lagu romansa masih bisa kita temukan di single “Terpesona”, namun kini memiliki dimensi yang fresh dari aransemen yang diciptakan Laleilmanino dan suara unik Josh Flo.


Josh, yang sebelum memulai karier bernyanyi dari kompetisi pencarian bakat merupakan penjagaLembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Manokwari, Papua, kini merasa sangat bangga dengan kesempatan yang diberikan kepadanya.

“Saat aku tereliminasi dari Top 5 Indonesian Idol Season 14, Kak Unge langsung kirim pesan ke aku. Dia menawariku untuk membuat karya bersama. Rasanya sangat bangga, spesial, dan menjadi full circle moment bagiku. Sejak awal aku ikut audisi Kak Unge sudah sangat percaya dengan bakatku, dan dia pernah berjanji akan berkolaborasi, dan dia menepati janjinya, lewat lagu manis ‘Terpesona,’” kata Josh Flo. 

“Sejak awal, aku jatuh hati dengan suaranya. Itulah alasanku mengapa ingin berduet bersama Josh,” tambah BCL.

“Terpesona” juga menandai dua dekade BCL di industri musik, sejak ia merilis album debutnya, “Cinta Pertama” (2006). Berkolaborasi dengan Laleilmanino sebagai produser dan pencipta di single ini, “Terpesona” juga meneruskan kolaborasi BCL dan Laleilmanino setelah sukses besar “Selalu Ada di Nadimu” yang fenomenal.

“Senang rasanya bisa bereksplorasi lagi bersama Unge di lagu romansa terbarunya, ‘Terpesona’. Lagu ini berbicara tentang “finding the one since day one.” Sebuah nyanyian yang bisa menemani hangatnya hati saat kitamenemukan seseorang yang terasa begitu tepat.


Disampaikan ataupun tidak tak jadi soal, karena lagu ini bukan tentang menyatakan perasaan. Lagu ini adalah tentang perasaan itu sendiri,” ujar produser Nino Kayam mewakili Laleilmanino

Single “Terpesona” telah dirilis di seluruh platform streaming digital mulai 21 Agustus 2026. 

Dengarkan sebuah karya yang akan menandai babak baru perjalanan BCL lewat lagu romansa cinta yang manis dengan cerita yang berbeda.


***

MEDIA SOSIAL

Instagram : @itsmebcl

TikTok : @itsmebcl_

YouTube : @ITSMEBCL

Di Balik Teror Horornya, Film Munafik: Melawan Iblis Bicara Trauma dan Keikhlasan, saat Arya Saloka Menjadi Ustadz yang Merukiah Acha Septriasa Film Munafik: Melawan Iblis tayang mulai 3 September 2026 di bioskop

 


Jakarta, 24 Agustus 2026 — Unlimited Production bekerja sama dengan Skop Productions mempersembahkan film horor terbaru berjudul Munafik: Melawan Iblis yang akan tayang di seluruh bioskop mulai 3 September 2026. Di balik kisah seorang ustaz yang melakukan rukiah saat menolong orang yang kesurupan, film Munafik: Melawan Iblis membawa perjalanan seseorang menghadapi trauma dan kehilangan—hingga menyadari bahwa ada luka yang hanya bisa disembuhkan dengan keikhlasan, menerima, dan berserah.

Kisah bermula ketika dalam perjalanan pulang setelah membantu sebuah keluarga mengusir Iblis di tubuh anak mereka, Ustaz Adam (Arya Saloka) mengalami kecelakaan maut yang membuatnya kehilangan Aini (Widi Dwinanda), istrinya.

Sejak saat itu Ustaz Adam berhenti melakukan rukiah dan hidup dalam kesedihan berkepanjangan. Sampai suatu hari, ia diminta Anwar (Dimas Aditya) menyelamatkan Fitri (Acha Septriasa) perawat sekaligus putri Haji Mansur (Donny Damara), figur yang dihormati di desa tempat Adam tinggal.

Adam yang awalnya menolak, menemukan alasan untuk kembali melakukan rukiah karena mengingat pesan mendiang istrinya. Namun, seiring waktu ia menemukan ada rahasia gelap di balik teror gaib yang menimpa Fitri.

Diproduseri Oswin Bonifanz dengan sutradara Guntur Soeharjanto, Munafik: Melawan Iblis memberikan teror maksimal yang akan menyerang psikologis dan menaikkan adrenalin. Tak hanya jumpscare, tetapi film ini berhasil menghadirkan teror dari entitas Iblis yang menggoda manusia.

Film Munafik: Melawan Iblis dibintangi oleh Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Faqih Alaydrus, Donny Damara, Widi Dwinanda, Annisa Hertami, Nova Eliza, Oce Permatasari, dan Elvira Devinamira.

"Film Munafik: Melawan Iblis adalah eksplorasi terbaru dari Unlimited Production yang membawa tema cerita horor kesurupan dan rukiah, namun sebenarnya memiliki lapisan yang mendalam secara drama. Kami menggali perasaan tentang luka dan trauma, di tengah kedukaan dan proses kehilangan seseorang, yang kami rasa menjadi perasaan yang universal," ujar produser Oswin Bonifanz.

Menjelang perilisan film Munafik: Melawan Iblis secara serentak pada 3 September 2026 di bioskop, Unlimited Production juga telah menggelar roadshow ke XX kota yang seluruh tiketnya terjual habis (sold out)! Ini membuktikan antusiasme tinggi terhadap film Munafik: Melawan Iblis bahkan sebelum filmnya tayang secara reguler.

Banyak dari penonton juga kagum dengan penampilan Arya Saloka, yang dianggap mampu dengan fasih melafalkan ayat suci Al-Qur'an, saat ia memerankan Ustaz Adam. Arya sendiri mengaku lewat proyek film Munafik: Melawan Iblis juga menjadi ruang untuk dirinya berproses menjadi lebih baik sebagai manusia.

"Saya sangat bersyukur bisa memerankan Ustaz Adam dan bermain di film Munafik: Melawan Iblis. Karena dari film ini saya juga bisa belajar lebih baik lagi, termasuk membenarkan bacaan-bacaan Al-Qur'an saya. Menurut saya ini berkah, ketika ada sebuah proyek film yang juga bisa membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Arya Saloka.

Sementara itu, Acha Septriasa, yang memerankan Fitri dan harus mengalami banyak kesurupan di film ini, menghadapi tantangan secara fisik dan mental. Film Munafik: Melawan Iblis sekaligus menandai dua dekade perjalanan Acha di industri perfilman Indonesia.

"Senang sekali, dalam perjalanan dua dekade aku di perfilman mendapatkan karakter yang sangat menantang seperti Fitri di film Munafik: Melawan Iblis. Pada dasarnya, Fitri sedang mengalami proses kedukaan karena kehilangan dan belum ikhlas. Apa yang dialami Fitri sangatlah manusiawi, dan itu yang membuatnya dekat dengan kita. Kalau tantangan secara fisik, tentu saja saat adegan saya harus merayap di dinding, itu sangat-sangat memorable," cerita Acha Septriasa.

"Ada trauma yang tidak bisa disembuhkan dengan melawan. Kadang kita hanya perlu belajar menerima dan berserah," tambah Arya Saloka.

Film Munafik: Melawan Iblis akan membawa kita pada perjuangan batin Ustaz Adam dalam memaknai proses duka dan kehilangannya, dan sembuh dari trauma yang selama ini menerornya. Munafik: Melawan Iblis bukan hanya tentang melawan iblis. Tapi tentang melawan luka dalam diri sendiri.

Tonton film Munafik: Melawan Iblis mulai 3 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial Instagram resmi @unlimited_production dan @film.munafik.


Sinopsis

Di perjalanan pulang setelah membantu sebuah keluarga mengusir Iblis di tubuh anak mereka, Adam (Arya Saloka) seorang pengajar agama sekaligus praktisi ruqyah mengalami kecelakaan maut yang membuatnya kehilangan Aini, istrinya. Sejak saat itu ia berhenti melakukan ruqyah dan hidup dalam kesedihan berkepanjangan. Sampai suatu hari, ia diminta Anwar (Dimas Aditya) menyelamatkan Fitri (Acha Septriasa) seorang perawat sekaligus putri dari Mansur (Donny Damara), figur yang dihormati di desa tempat Adam tinggal. Adam yang awalnya menolak menemukan alasan untuk kembali melakukan ruqyah karena mengingat pesan mendiang istrinya. Namun, seiring waktu ia menemukan ada rahasia gelap di balik teror gaib yang menimpa Fitri.

ICX Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Satukan Rantai Ekosistem Kopi dari Hulu hingga Gaya Hidup

  Jakarta, 4 September 2026 – Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC) Senaya...