Jumat, 07 Agustus 2026

Karya Paling Ambisius Kamila Andini, EMPAT MUSIM PERTIWI, Terseleksi Masuk Toronto International Film Festival 2026 Akan tayang di Bioskop mulai tanggal 8 Oktober 2026, dibintangi Putri Marino, Arya Saloka,Christine Hakim, dan Hana Malasan

 

Jakarta, 4 Agustus 2026 — Kabar membanggakan datang dari rumah produksi Forka Films. Karya paling ambisius dari sutradara Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), secara resmi terpilih untuk ditayangkan perdana secara global (World Premiere) di ajang bergengsi Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Film yang dibintangi oleh deretan aktor papan atas Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Pitrashata Malasan dan banyak aktor yang lainnya—ini akan pulang dan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Empat Musim Pertiwi yang dengan judul Internasional Four Seasons In Java akan tayang di prpgram Centrepiece, yang merupakan program khusus di TIFF yang menayangkan film-film berkualitas dari seluruh dunia dari para sineas internasional. 

Program ini menyoroti penceritaan yang beragam dari berbagai negara. Sebelumnya,program ini dikenal dengan nama Contemporary World Cinema. TIFF 2026 akan berlangsung pada 10–20 September 2026.

Terseleksinya Empat Musim Pertiwi di TIFF 2026 menandai kembalinya KamilaAndini ke panggung festival bergengsi tersebut, setelah sebelumnya sukses membawa pulang penghargaan Platform Prize lewat film Yuni pada tahun 2021.

The Dream Team: Sineas Bertabur Bintang. Kekuatan magis dari visual dan penceritaan Empat Musim Pertiwi tidak lepas dari deretan sineas brilian di balik layarnya. Diproduseri oleh Ifa Isfansyah, film ini kembali mempersatukan para kolaborator luar biasa dari serial fenomenal Gadis Kretek.

Visi penyutradaraan Kamila didukung penuh oleh jajaran kreator terbaik tanah air, termasuk Sinematografer Batara Goempar, I.C.S, Desainer Produksi Dita Gambiro, Penata Busana Hagai Pakan, Penata Rias Astrid Sambudiono, dan Editor Akhmad Fesdi Anggoro. Atmosfer film ini semakin hidup dan emosional berkat rancangan tata suara dari Sound Designer Vincent Villa, serta kolaborasi musik epik dari komposer Ricky Lionardi dan Bottlesmoker.

Karya Sinematik Paling Ambisius Secara skala produksi dan visi kreatif, Empat Musim Pertiwi hadir dengan skala produksi yang jauh lebih besar dibandingkan karya-karya Kamila Andini sebelumnya. Menjelajahi genre yang belum pernah disentuh oleh sang sutradara, film ini secara berani menggabungkan elemen psychological drama, sci-fi, magical realism, western, dan misteri.

Kamila Andini mengungkapkan bahwa pemilihan Gunung Bromo sebagai latar utama adalah sebuah keputusan yang disengaja. Latar ini digunakan untuk mengeksplorasi kontras antara keagungan alam yang megah dan mengisolasi, dengan kehadiran teknologi yang mampu memberdayakan sekaligus menghancurkan. "Ini adalah metafora yang kuat untuk perjalanan karakter saya alam yang megah, namun bisa terasa sangat isolatif," ungkap Kamila.

“Bromo memang sudah ada sejak awal proses kreatif film ini pada 2017. Bahkan sebelum Gadis Kretek atau Yuni. Secara skala produksi, Empat Musim Pertiwi memang lebih kompleks, berat, dengan kanvas yang lebih besar,” ujar produser Ifa Isfansyah.

Lebih dari itu, ambisi besar film ini dibuktikan melalui jaringan kerja sama produksi internasional prestisius. Empat Musim Pertiwi merupakan hasil kolaborasi produksi dari berbagai negara, melibatkan Forka Films (Indonesia) yang bekerja sama dengan ICI ET LA PRODUCTIONS (Prancis), LEMMING FILM (Belanda), STORM PICTURES (Norwegia), PFX (Polandia), dan GIRAFFE PICTURES (Singapura). Dari dalam negeri film ini didukung kolaborasi dari Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros.

Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026!

***


Tentang FORKA FILMS

Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan diberbagai fes:val film internasional.


Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:

● Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)

● Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)

● The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)

● Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzon: 2018)

● Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Plakorm Prize di Toronto 2021)

● Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)

● Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama Awards 2024)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FAIZ VISHAL Resmi Debut di Dunia Musik Lewat Single "Dialog" Bersama QAYS

Jakarta, 4 Agustus 2026 – Setelah dikenal melalui berbagai perannya di film layar lebar dan serial televisi, Faiz Vishal kini membuka baba...